Anda di halaman 1dari 52

Laporan Tugas Akhir

Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Performansi dalam industri yang berskala besar maupun kecil merupakan
suatu kegiatan yang sangat penting dalam berlangsungnya suatu proses. Dengan
demikian performansi dapat menopang perpanjangan umur dan meningkatkan
produktivitas peralatan yang dipakai, apabila performansi peralatan dalam suatu
pabrik kurang ditangani dengan baik akan mengakibatkan gangguan yang dapat
menghambat proses industri yang telah ditentukan.
Peran pompa pada suatu pabrik sangat besar dimana seluruh pabrik
menggunakan peralatan ini dengan fungsi-fungsi yang ada. Untuk menggerakkan
pompa diperlukan tenaga yang diperoleh oleh motor listrik yang dipindahkan
dengan tenaga melalui kopling untuk memutar poros pompa. Dengan tenaga yang
didapat dari motor listrik ini, pompa dapat memindahkan banyak cairan dengan
tinggi dan jarak pemindahan yang dicapainya.
Pompa adalah suatu jenis mesin yang berfungsi untuk memindahkan
cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Pompa yang digunakan adalah
pompa sentrifugal yang merupakan salah satu jenis pompa pemindah non positif
yang memiliki energi kinetik, energi potensial, dan energi kerja. Energi- energi
tersebut digunakan untuk melawan gesekan fluida yang dihasilkan.
Dalam tugas akhir ini akan dilakukan percobaan karakterisasi rangkaian
pompa

sehingga

selanjutnya

diharapkan

dapat

menentukan

perbedaan

karakteristik hubungan debit dan head rangkaian pompa seri, pararel, dan tunggal;
memahami bagaimana pompa sentrifugal bekerja; dan bagaimana susunan pompa
yang cocok untuk keperluan tertentu.
Oleh karena alasan tersebut, penulis tertarik untuk membahasnya dengan
judul Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
I.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, didapat beberapa perumusan masalah
yang akan dikaji sebagai berikut:
1. Bagaimana cara menentukan debit dan head rangkaian pompa seri, pararel, dan
tunggal?
2. Bagaimana pompa sentrifugal bekerja?
3. Bagaimana susunan pompa yang cocok untuk keperluan tertentu?
I.3. Tujuan
1. Menentukan perbedaan karakteristik hubungan debit dan head pada rangkaian
pompa seri, pararel, dan tunggal.
2. Mengetahui bagaimana pompa sentrifugal bekerja.
3. Mengetahui bagaimana susunan pompa yang cocok untuk keperluan tertentu
seperti pemilihan penggunaan rangkaian pompa tunggal, pompa seri, maupun
pompa pararel.
I.4. Manfaat
1. Pembuatan modul praktikum penentuan karakterisasi rangkaian pompa
diharapkan dapat mengetahui debit dan head yang dihasilkan pada rangkaian
pompa seri, pararel, dan tunggal.
2. Pembuatan modul praktikum penentuan karakterisasi rangkaian pompa
diharapkan dapat membantu civitas akademika dalam melakukan percobaan
praktikum dan penelitian terkait dengan penentuan karakterisasi pompa.
3. Dapat memberikan informasi mengenai bagaimana pompa sentrifugal bekerja.
4. Dapat memberikan informasi mengenai bagaimana susunan pompa yang cocok
untuk keperluan tertentu seperti pemilihan penggunaan rangkaian pompa
tunggal, pompa seri, maupun pompa pararel.

BAB II
LANDASAN TEORI

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
II.1. Tinjauan Pustaka
II.1.1.Fluida
Fluida dipergunakan untuk menyebut zat yang mudah berubah bentuk
tergantung pada wadah yang ditempati. Termasuk di dalam definisi ini adalah
cairan dan gas. Karena sifatnya yang mudah dialirkan daripada diangkut sering
dinamakan zat alir dan disingkat zalir.
Salah satu sifat fluida adalah rapat massa atau densitas. Rapat massa fluida
dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Pada cairan, rapat massa dipengaruhi oleh
suhu, tetapi hanya sedikit dipengaruhi oleh tekanan. Fluida dengan sifat ini
disebut sebagai fluida inkompresibel.

Pada gas-gas, rapat massa sangat

dipengaruhi oleh suhu dan tekanan, dan disebut sebagai fluida kompresibel.
Pada saat fluida mengalir melalui suatu saluran tertutup, ada dua tipe aliran
yang mungkin terjadi yaitu aliran laminer dan aliran turbulen. Pada tipe aliran
laminer, fluida mengalir secara pararel dan jejak partikel merupakan garis lurus.
Ketika kecepatan aliran meningkat, pada kecepatan tertentu, partikel fluida tidak
lagi bergerak membentuk jejak yang lurus, melainkan berkelak-kelok. Pada
kondisi ini, tipe aliran disebut turbulen.
Tipe aliran pada fluida yang mengalir di dalam pipa sirkuler dapat dilihat
pada bilangan Reynolds yang diformulasikan dengan Du/. Jika nilai bilangan
Reynolds lebih kecil dari 2100 maka tipe aliran adalah laminer. Jika nilai bilangan
Reynolds lebih besar dari 4000 maka tipe aliran adalah turbulen.
II.1.2. Pompa
Pompa merupakan salah satu jenis mesin yang berfungsi untuk
memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Zat cair
tersebut contohnya adalah air, oli, minyak pelumas, atau fluida lainnya. Industriindustri banyak menggunakan pompa sebagai salah satu peralatan bantu yang
penting untuk proses produksi. Sebagai contoh pada pembangkit listrik tenaga
uap, pompa digunakan untuk menyuplai air umpan ke boiler atau membantu
sirkulasi air yang akan diuapkan di boiler.
D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
Pada industri, pompa banyak digunakan untuk mensirkulasi air atau
minyak pelumas atau pendingin mesin-mesin industri. Pompa juga dipakai pada
motor bakar yaitu sebagai pompa pelumas, bensin atau air pendingin. Jadi pompa
sangat penting untuk kehidupan manusia secara langsung yang dipakai dirumah
tangga atau tidak langsung seperti pada pemakaian pompa di industri.
Pada pompa akan terjadi perubahan dari dari energi mekanik menjadi
energi fluida. Pada mesin-mesin hidrolik termasuk pompa, energi fluida ini
disebut head atau energi persatuan berat zat cair. Ada tiga bentuk head yang
mengalami perubahan yaitu head tekan, kecepatan, dan potensial. Selain dapat
memindahkan cairan, pompa juga dapat berfungsi untuk meningkatkan kecepatan,
tekanan, dan ketinggian pompa. (Djati Nursuhud, 2006)
Pompa juga memiliki komponen-komponen pendukung dalam proses
produksi. Komponen-komponen tersebut antara lain:
1. Mesin penggerak, berupa: motor listrik, mesin diesel atau sistem udara.
2. Pipa atau pemipaan,digunakan untuk membawa fluida.
3. Kran, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistem.
4. Sambungan, pengendalian dan instumentasi lainnya.
5. Peralatan pendukung, yang memiliki berbagai persyaratan. Misalnya: tekanan
(manometer), kapasitas/ debit (flowmeter), dan susunan sistem pemompaan.
Contoh: alat penukar panas atau heat exchanger, tangki penampungan fluida dan
mesin hidrolik.
II.1.3. Klasifikasi Pompa
Pompa dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara yang berbeda, misalnya
berdasarkan kondisi kerjanya, cairan yang dilayani/ dipindahkan, bentuk elemen
yang bergerak, jenis penggeraknya, serta berdasarkan cara menghantar fluida dari
pipa hisap ke pipa tekan. Namun secara umum pompa dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Gambar II.1. Jenis-Jenis Pompa


II.1.4. Pompa Dinamik
Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh cara pompa tersebut
beroperasi: impeler yang berputar mengubah energi kinetik menjadi tekanan atau
kecepatan yang diperlukan untuk memompa fluida, yang termasuk dalam jenis
pompa ini adalah pompa sentrifugal.
II.1.4.1. Pompa Sentrifugal
Merupakan pompa yang sangat umum digunakan untuk pemompaan air
dalam berbagai penggunaan industri. Biasanya lebih dari 75% pompa yang
dipasang di sebuah industri adalah pompa sentrifugal.
Pompa sentrifugal adalah salah satu peralatan sederhana yang sering
digunakan pada berbagai proses dalam suatu pabrik. Pompa sentrifugal ini
mempunyai tujuan untuk mengubah energi dari suatu pemindah utama (motor
elektrik atau turbin) menjadi kecepatan atau energi kinetik dan kemudian menjadi
energi tekanan dari suatu fluida yang dipompakan. Perubahan energi terjadi
melalui sifat dari kedua bagian utama pompa yaitu impeller dan volute/ diffuser.
Impeller adalah bagian yang berotasi (berputar) yang mengubah energi menjadi
energi kinetik. Volute dan diffuser adalah bagian yang stationer (tidak bergerak)
yang mengubah dari energi kinetik menjadi energi tekanan. (Sularso, 1991)
D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
II.1.4.2. Karakteristik Pompa Sentrifugal
Beberapa hal penting pada karakteristik pompa adalah:
1. Head (H)
Head adalah energi angkat atau dapat digunakan sebagai perbandingan
antara suatu energi pompa per satuan berat fluida. Pengukuran dilakukan dengan
mengukur beda tekanan antara pipa hisap dengan pipa tekan, satuannya adalah
meter. Head ada dalam tiga bentuk yang dapat saling berubah:
Head potensial/head aktual
Didasarkan pada ketinggian fluida di atas bidang datar. Jadi, suatu kolam air
setinggi 2 meter mengandung jumlah energi yang disebabkan oleh posisinya dan
dikatakan fluida tersebut mempunyai head sebesar 2 meter kolam air.
Head kinetik/head kecepatan
Adalah suatu ukuran energi kinetik yang dikandung satu satuan bobot fluida yang
disebabkan oleh kecepatan dan dinyatakan oleh persamaan yang biasa dipakai
untuk energi kinetik (V2/2g).
Head tekanan
Adalah energi yang dikandung oleh fluida akibat tekanannya dan persamaannya
adalah

jika sebuah menometer terbuka dihubungkan dengan sudut tegak

lurus aliran, maka fluida di dalam tabung akan naik sampai ketinggian yang sama
dengan

p
.

2. Kapasitas/ debit (Q)


Kapasitas/ debit adalah jumlah fluida yang dialirkan persatuan waktu.
Setiap pompa dirancang pada kapasitas dan head tertentu, meskipun dapat
juga dioperasikan pada kapasitas dan head yang lain. Dalam menganalisis aliran
fluida diterapkan prinsip neraca massa dan neraca energi. Pada kondisi aliran ajeg
(steady), berlaku persamaan kontinuitas:

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
m1 = m2

...... (1)

sehingga:

1u1A1 2 u 2 A 2

.. (2)

Pada dua titik dalam pipa di mana fluida mengalir, dapat dituliskan persamaan
Bernoulli:
2

g u
P
g u
P
z1 1 1 Ws F z 2 2 2
g c g c 1
g c g c 2

.. (3)

Ws adalah energi diberikan pompa untuk melawan gesekan fluida dengan


dinding pipa dan lain sebagainya. Besarnya energi pompa dapat dihitung dengan
beberapa penyederhanaan.

Ws =

P1 P2

1 2

.. (4)

Pada pompa sentrifugal dianggap tidak terdapat rugi gesekan, densitasnya


tetap selama aliran, dengan mengukur tekanan fluida pada arus atas dan arus
bawah (sebelum dan sesudah pompa), maka:

Ws

.. (5)

P h (Hg fluida )

g
gc

.. (6)

Apabila nilai tekanan dinyatakan dalam ketinggian fluida maka disebut


julang (head) fluida serta pada saat yang sama diukur debitnya, maka dengan
mengubah-ubah umpan yang masuk pompa didapat data hubungan debit dengan
head, sebagai karakteristik pompa. Dengan melaksanakan praktikum ini,
praktikan akan memahami bagaimana pompa sentrifugal bekerja, bagaimana cara
menilai performa pompa, dan bagaimana susunan pompa yang cocok untuk
keperluan tertentu.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

II.1.5. Operasi Pompa Tunggal, Pararel dan Seri dengan pompa yang sama
Jika head atau kapasitas yang diperlukan tidak dapat dicapai dengan satu
pompa saja, maka dapat digunakan dua pompa atau lebih yang disusun secara seri
atau pararel.
1. Susunan Tunggal
Pompa yang digunakan hanya satu pompa karena head dan kapasitas yang
diperlukan sudah terpenuhi.

Gambar II.2. Susunan Tunggal


2. Susunan Pararel
Susunan pararel dapat digunakan bila diperlukan kapasitas yang besar
yang tidak dapat di-handle oleh satu pompa saja, atau bila diperlukan pompa
cadangan yang akan dipergunakan bila pompa utama rusak atau diperbaiki.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
Gambar II.3. Susunan Pararel
3. Susunan Seri
Bila head yang diperlukan besar dan tidak dapat dilayani oleh satu pompa
maka dapat digunakan lebih dari satu pompa yang disusun secara seri.

Gambar II.4. Susunan Seri


II.1.6. Kurva Karakteristik Pompa Sentrifugal
Karakteristik pompa yang disusun seri/pararel dapat dilihat pada gambar berikut
ini:

Gambar II.5. Operasi Tunggal, Seri dan Pararel dari pompapompa dengan
karakteristik yang sama

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
Gambar II.5. menunjukan kurva head-kapasitas dari pompa-pompa yang
mempunyai karakteristik yang sama yang di pasang secara tunggal, seri, maupun
pararel. Dalam gambar ini kurva untuk pompa tunggal diberi tanda (1) dan untuk
susunan seri yang terdiri dari dua buah pompa diberi tanda (2). Harga head kurva
(2) diperoleh dari harga head kurva (1) dikalikan (2) untuk kapasitas (Q) yang
sama. Kurva untuk susunan pararel yang terdiri dari dua buah pompa, diberi tanda
(3). Harga kapasitas (Q) kurva (3) ini diperoleh dari harga kapasitas pada kurva
(1) dikalikan (2) untuk head yang sama. Dalam gambar ditunjukkan tiga buah
kurva head-kapasitas sistem, yaitu R1, R2, dan R3. Kurva R3 menujukkan
tahanan yang lebih tinggi dibanding dengan R2 dan R1. Jika sistem mempunyai
kurva head-kapasitas R3, maka titik kerja pompa 1 akan terletak di (D). Jika
pompa ini disusun seri sehingga menghasilkan kurva (2) maka titik kerja akan
pindah ke (E).
Disini terlihat bahwa head titik (E) tidak sama dengan dua kali lipat head
(D), karena ada perubahan (berupa kenaikan) kapasitas. Sekarang jika sistem
mempunyai kurva head-kapasitas R1 maka titik kerja pompa (1) akan terletak di
(A). Jika pompa ini disusun pararel sehingga menghasilkan kurva (3) maka titik
kerjanya akan berpindah ke (B). Disini terlihat bahwa kapasitas dititik (B) tidak
sama dengan dua kali lipat kapasitas di titik (A), karena ada perubahan (kenaikan)
head sistem. Jika sistem mempunyai kurva karakteristik seperti R2 maka laju
aliran akan sama untuk susunan seri maupun pararel. Namun jika karakteristik
sistem adalah seperti R1 dan R3 maka akan diperlukan pompa dalam susunan
pararel atau seri. Susunan pararel pada umumnya untuk laju aliran besar, dan
susunan seri untuk head yang tinggi pada operasi. Untuk susunan seri, karena
pompa kedua menghisap zat cair bertekanan dari pertama, maka perlu perhatian
khusus dalam hal kekuatan konstruksi dan kerapatan terhadap kebocoran dari
rumah pompa.
II.2. Kerangka Pemikiran

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
Pompa sentrifugal merupakan salah satu peralatan sederhana yang sering
digunakan pada berbagai proses dalam suatu pabrik. Pompa sentrifugal ini
mempunyai tujuan untuk mengubah energi dari suatu pemindah utama (motor
elektrik atau turbin) menjadi kecepatan atau energi kinetik dan kemudian menjadi
energi tekanan dari suatu fluida yang dipompakan. Dalam penelitian ini akan
diujikan seberapa besar debit dan head yang dihasilkan pada rangkaian pompa
seri, pararel, dan tunggal. Diharapkan nantinya pada percobaan akan didapatkan
hasil dari debit dan head sehingga didapatkan susunan pompa yang cocok untuk
keperluan tertentu sehingga dapat dilakukan pemilihan penggunaan rangkaian
pompa tunggal, pompa seri, ataupun pompa pararel.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

BAB III
METODOLOGI

III.1. Alat dan Bahan


1. Alat yang digunakan
Satu set alat karakterisasi pompa
Stopwatch
Gelas ukur
Beaker glass
Piknometer
Neraca analitik
2. Bahan yang digunakan :
Air
Aquades
Berikut adalah spesifikasi pompa yang akan diuji:
-

Daya Hisap = 9 meter


Daya Dorong = 30 meter
Diameter Hisap = 1 inch = 2,54 cm
Diameter Dorong = 1 inch = 2,54 cm

- Kapasitas = 34 L/menit
- Tegangan Listrik = 220 Volt/Hz
- Daya Motor = 125 Watt
- RPM = 2850 r/menit

Batasan minimal volume air di bak penampung :


-

Panjang total pipa (silinder) = 424,10 cm


Diameter pipa (silinder) = inch = 1,9 cm
Volume total air di bak penampung (balok) = p.l.t = 40 cm x 30 cm x 50 cm
= 60000 cm3 = 60 dm3 = 60 L
Volume air di dalam pipa (silinder) = .R2.t = 3,14 x (0,95 cm)2 x 424,10 cm
= 1201,84 cm3 = 1,20184 dm3 = 1,2 L
D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Batasan minimal volume air di bak penampung (balok) = p.l.t


1201,84 cm3 = 40 cm x 30 cm x t

t = 1 cm di atas pipa
Karena pipa bak penampung berada 5 cm dari dasar bak dan diameter (tinggi)
pipa adalah 1,9 cm, maka batasan minimal volume air di bak penampung dari
dasar bak penampung sampai pipa
= volume air di bak penampung dari dasar bak sampai pipa bagian bawah +

volume air di bak penampung dari pipa bagian bawah sampai atas
= p.l.t + p.l.t
= p.l.t + p.l.(diameter pipa)
= 40cm x 30cm x 5cm + 40cm x 30cm x 1,9cm
= 6000cm3 + 2280cm3
= 8280cm3 = 8,28 dm3 = 8,3 L
Jadi batasan minimal volume air di bak penampung (balok)
= volume air 1 cm tinggi air di atas pipa bak penampung (1,2 L) + volume air
di bak penampung dari dasar bak sampai bagian pipa bak penampung paling
atas
= 1,2 L + 8,3 L
= > 9,5 L air atau > 7,9 cm air dari dasar bak penampung

III.2. Desain Rangkaian Alat Karakterisasi Pompa

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Gambar III.1. Skema Alat Modul Praktikum Penentuan


Karakterisasi Rangkaian Pompa
Keterangan instalasi peralatan pada Gambar III.1. :
M

= penampang wadah

P1

= manometer masuk pompa

P2

= manometer keluar pompa

FM

= flowmeter

= pompa A

= pompa B

V1

= kran 1
D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
V2

= kran 2

V3

= kran 3

V4

= kran 4

V5

= kran 5

V6

= kran 6

III.3. Lokasi Pelaksanaan


Tempat pelaksanaan kegiatan dan penelitian dalam proses pembuatan
modul praktikum penentuan karakterisasi rangkaian pompa meliputi sebagai
berikut:
1. Proses pembuatan rangkaian karakterisasi pompa di Laboratorium Operasi
Teknik Kimia, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
2. Proses pembuatan bak penampung air di Pasar Kabangan yang
berlokasikan di Jl. Dr. Radjiman No.519, Sondakan, Laweyan, Kota
Surakarta, Jawa Tengah.

III.4. Cara Kerja

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
III.4.1. Prosedur Pembuatan Rangkaian Karakteristik
Pompa

Gambar III.2. Prosedur Pembuatan Rangkaian


Karakteristik Pompa

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

III.4.2. Prosedur Kerja

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Gambar III.3. Prosedur Kerja

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
III.5. Uji Kinerja
Dari

hasil

praktikum

modul

penentuan

rangkaian

karakterisasi pompa ini, data yang diperoleh yakni nilai tekanan


suction, tekanan discharge, laju alir, dan waktu yang dibutuhkan.
Data-data ini diperoleh dengan memvariasikan bukaan kran
sehingga terjadi perubahan tekanan pada manometer pressure
gauge. Data yang lainnya diperoleh pula dengan mengukur
waktu yang ditempuh untuk x putaran jarum pada flowmeter
(volume x cm3). Variabel x merupakan jumlah putaran jarum
pada flowmeter (cm3).
Variasi yang dilakukan dalam percobaan ini yakni:
1. Bukaan kran
Bukaan kran divariasikan dengan didasarkan pada nilai yang
ditunjukkan pada manometer.
2. Susunan pompa yang digunakan
Susunan pompa yang digunakan dalam percobaan ini yakni
pompa tunggal A, pompa tunggal B, rangkaian pompa seri, dan
rangkaian pompa pararel.
i.

Bukaan kran untuk aliran pompa tunggal A yakni dengan


membuka kran 1, 2, 5, 6 dan menutup kran 3 dan 4.

ii.

Bukaan kran untuk aliran pompa tunggal B yakni dengan


membuka kran 1, 4, 6 dan menutup kran 2, 3, 5.

iii.

Bukaan kran untuk aliran rangkaian pompa seri yakni


dengan membuka kran 1, 3, 5, 6 dan menutup kran 2 dan
4.

iv.

Bukaan kran untuk aliran rangkaian pompa pararel yakni


dengan membuka kran 1, 2, 4, 5, 6 dan menutup kran 3.

III.6. Percobaan Alat

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
a. Penentuan Densitas Air
Menimbang berat piknometer kosong
Menimbang berat piknometer kosong + aquades
Mencari aquades pada suhu kamar (sumber : Perry)
Mencari volume aquades dengan persamaan :
m
V=

Dengan:

V = Volume aquades (mL)


m = (Berat piknometer
aquades)

(berat

kosong

piknometer

kosong) (gram)
= Berat jenis aquades pada suhu
kamar (g/mL)

b. Penentuan Debit (Q)


Membuka atau menutup kran sesuai dengan susunan yang
diinginkan (pompa tunggal, pompa seri, atau pompa
pararel)
Memutar kran untuk mendapatkan

ditentukan sebelumnya dengan cara :


Memutar kran no. 6 untuk menaikkan

yang telah
P

Mengukur waktu yang ditempuh untuk x putaran (x


adalah jumlah volume dalam satuan m3 yang
tercantum dalam flowmeter).

Menghitung debit dengan persamaan :

V
t
=

Dengan :

Debit (cm3/s)

V = Volume (cm3)
t = Waktu (sekon)
c. Penentuan Head

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Membuka atau menutup kran sesuai dengan susunan yang


diinginkan (pompa tunggal, pompa seri, atau pompa

pararel)
Memutar kran untuk mendapatkan

ditentukan sebelumnya dengan cara:


Memutar kran no. 6 untuk menaikkan

yang telah
P

Menghitung head dengan persamaan :


H=
Dengan :

P
H

= Perubahan tekanan (kg/cm2)

= Head (m)

= Berat jenis air kran (g/mL)

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1. Unit Karakteristik Pompa


IV.1.1. Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal adalah salah satu peralatan sederhana yang sering
digunakan pada berbagai proses dalam suatu pabrik. Pompa sentrifugal ini
mempunyai tujuan untuk mengubah energi dari suatu pemindah utama (motor
elektrik atau turbin) menjadi kecepatan atau energi kinetik dan kemudian menjadi
energi tekanan dari suatu fluida yang dipompakan. Perubahan energi terjadi
melalui sifat dari kedua bagian utama pompa, impeller dan volute atau diffuser.
Impeller adalah bagian yang berotasi (berputar) yang mengubah energi menjadi
energi kinetik. Volute dan diffuser adalah bagian yang stationer (tidak bergerak)
yang mengubah dari energi kinetik menjadi energi tekanan. (Sularso, 1991)

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Gambar IV.1. Pompa sentrifugal

Tabel IV.1 Komponen Pompa Sentrifugal


No.
A.

Komponen
Stuffing Box

Fungsi
Mencegah kebocoran pada daerah dimana poros

B.

Packing

pompa menembus casing


Mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari

C.

Shaft

casing pompa melalui poros


Meneruskan momen puntir dari penggerak selama
beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan

D.
E.
F.

Shaft sleeve

bagian-bagian berputar lainnya


Melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan

Vane
Casing

pada stuffing box


Sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller
Melindungi elemen yang berputar, tempat
kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan outlet
nozel serta tempat memberikan arah aliran dari
impeller dan mengkonversikan energi kecepatan
cairan menjadi energi dinamis (single stage)

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
G.
H.

Eye of Impeller
Impeller

Bagian sisi masuk pada arah hisap impeller


Mengubah energi mekanis dari pompa menjadi
energi kecepatan pada cairan yang dipompakan
secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi hisap
secara terus menerus akan masuk mengisi
kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang

I.

Casing Wearing

masuk sebelumnya
Memperkecil kebocoran cairan yang melewati

Ring

bagian depan impeller maupun bagian belakang


impeller, dengan cara memperkecil celah antara

J.

Bearing

casing dengan impeller


Menumpu dan menahan beban dari poros agar
dapat berputar, baik berupa beban radial maupun

K.

Discharge Nozzle

beban axial.
Sebagai tempat keluarnya air

IV.1.2. Instalasi Alat Ukur


IV.1.2.1. Bourdon tube
Bourdon tube adalah tabung dengan ujung tertutup yang
apabila diberikan pressure, bentuknya akan meregang sesuai
besarnya pressure yang diberikan, serta dapat kembali ke bentuk
semula. Instrumen tekanan tabung Bourdon adalah salah satu
instrumen tekanan penginderaan tertua yang digunakan saat ini.
Tabung Bourdon Hasil ditunjukkan pada gambar gambar IV.2.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Gambar IV.2 Bourdon Tube


Tabel IV.2 Komponen Bourdon Tube
No.
1.

Komponen
Bourdon tube

Fungsi
luas

Menghasilkan

penampang

berbentuk elips, memiliki dua sisi datar


panjang dan dua sisi bulat pendek.
tabung

membungkuk

memanjang

menjadi busur lingkaran 270 sampai 300


2.

Pointer

derajat
Mengembangkan
dengan

3.

Mechanical
Unkogg

menunjukkan

tabung

nilai

menyebabkan
datar

mengembalikan
Sector & Pinion
Gear

listrik

setara
tekanan

internal diterapkan
Tekanan diterapkan pada bagian dalam
bagian

4.
5.

sinyal

dan

distensi

cenderung

putaran

untuk

penampang

aslinya
Memutarkan pointer
Mempermudah pemutaran pointer

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

dari

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
IV.1.2.2. Positive Displacement Flowmeter
Positive Displacement Flowmeter, bekerja berdasarkan
pengukuran volume dari fluida yang sedang mengalir dengan
menghitung secara berulang aliran fluida yang dipisahkan ke
dalam suatu volume yang diketahui (chamber), selanjutnya
dikeluarkan sebagai volume tetap yang diketahui.
Bentuk dasar dari Positive Displacement Flowmeter adalah
suatu chamber yang berfungsi memisahkan atau menghalangi
aliran fluida. Di dalam chamber tersebut terdapat sebuah alat
mekanik

yaitu

reciprocating

unit

yang

ditempatkan

untuk

menciptakkan paket volume tetap dari fluida yang sedang


mengalir.
Oleh karena itu, volume dari fluida yang melewati chamber
dapat diketahui dengan jumlah putaran dari reciprocating.
Dengan demikian volume flow rate dapat dihitung dari laju
perputaran alat reciprocating.

Gambar IV.3 Positive Displacement Flowmeter


IV.1.3. Support
Support adalah rangkaian besi yang dirangkai berbentuk sasis yang
berfungsi sebagai tempat dari rangkaian karakteristik pompa. Dalam pembuatan
rangkaian karakteristik pompa memang penting agar rangkaian alat tersebut dapat
dengan mudah diangkut atau dipindah. Hasil perancangan support disajikan pada
Gambar IV.4.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Gambar IV.4 Hasil Perancangan Support


IV.1.4. Instalasi Perpipaan
Perpipaan yang ada dalam rangkaian unit karakteristik pompa digunakan
untuk mendistribusikan air dari bak penampung menuju seluruh pipa sesuai
dengan rangkaian yang disusun melalui pompa sentrifugal, kemudian nantinya air
akan kembali masuk dalam bak penampung. Peristiwa tersebut berlangsung secara
terus menerus atau kontinyu. Jenis pipa yang digunakan adalah PVC, pemilihan
pipa berdasarkan pada kondisi fluida yang mengalir dan kemudahan dalam
instalasi. Adapun komponen instalasi pemipaan ditampilkan pada Tabel IV.3.

Tabel IV.3. Komponen Instalasi Pemipaan


No.

Nama

Ukura

Jumlah

Kegunaan

1.

Alat
Ball Valve

Untuk mengontrol aliran air

2.

PVC
Elbow

Untuk mengubah arah

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

3.

PVC
Tee PVC

Untuk menggabungkan
beberapa jalur pipa kearah

4.

Sok drat

5.

dalam
Sok drat

6.

luar
Sok drat

1-

satu pipa ke pipa lain


Untuk memudahkan

penyambungan pipa
Untuk memudahkan

penyambungan pipa
Untuk memudahkan

luar

penyambungan pipa dengan

7.

Ring

pompa
Untuk memudahkan

8.

Tee grat

pemasangan Bourdon Tube


Untuk memudahkan

9.

dalam
Pipa PVC

4 meter

pemasangan Bourdon Tube


Untuk memudahkan aliran
air

IV.1.5. Hasil Pabrikasi


Setelah menentukan bahan yang digunakan, selanjutnya
melakukan survei ke tokotoko penjual alatalat teknik. Tujuan
dari survei tersebut adalah untuk menentukan alatalat yang
akan digunakan dalam rangkaian karakteristik pompa dengan
meninjau dengan harga yang relatif murah tanpa mengurangi
kualitas alat. Untuk pembelian alatalat tersebut dilakukan di
kawasan Pasar Gede, Surakarta. Berikut adalah dokumentasi
alatalat hasil pabrikasi :

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

(A)

(B)

(C)

Gambar IV.5 Hasil Pabrikasi (A) Pompa Sentrifugal, (B)


Manometer, (C) Flowmeter

IV.1.6. Hasil Instalasi


Setelah

pabrikasi

selesai,

instalasi

perangkaian

unit

karakteristik pompa dilakukan di laboratorium Operasi Teknik


Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik, Universitas Sebelas
Maret Surakarta. Instalasi unit karakteristik pompa ini meliputi
instalasi perpipaan serta instalasi alat ukur. Hasil instalasi yang
dilakukan disajikan pada gambar IV.6.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Gambar IV.6 Rangkaian Unit Karakteristik Pompa

IV.2. Data Hasil Uji Alat


IV.2.1. Susunan Rangkaian Pompa secara Seri
a. Data Hasil Percobaan
Pengambilan data pengujian menyesuaikan prosedur pengujian pompa
seri, pengujian dilakukan secara berulang-ulang. Berdasarkan pembukaan katup
kran yang bervariasi.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
b. Kurva Karakteristik Pengujian Pompa Seri :
8.0
7.0
6.0
5.0

Head (m)

4.0
3.0

Seri

2.0
1.0
0.0
360

380

400

420

440

460

480

Debit (cm3/s)
Gambar IV.7 Kurva Karakteristik Pengujian Pompa
Seri

IV.2.2. Susunan Rangkaian Pompa secara Pararel


a. Data Hasil Percobaan
Pengambilan data pengujian menyesuaikan prosedur pengujian pompa
pararel, pengujian dilakukan secara berulang-ulang. Berdasarkan pembukaan
katup kran yang bervariasi.
b.

Kurva Karakteristik Pengujian Pompa Pararel :

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
8.0
7.0
6.0
5.0

Head (m)

4.0
3.0

Pararel

2.0
1.0
0.0
200

250

300

350

400

450

500

550

600

650

700

Debit (cm3/s)
Gambar IV.8 Kurva Karakteristik Pengujian Pompa
Pararel
IV.2.3. Susunan Rangkaian Pompa secara Tunggal B
a. Data Hasil Percobaan
Pengambilan data pengujian menyesuaikan prosedur pengujian pompa
tunggal B, pengujian dilakukan secara berulang-ulang. Berdasarkan pembukaan
katup kran yang bervariasi.
b.

Kurva Karakteristik Pengujian Pompa Tunggal B :


8.0
7.0
6.0
5.0

Head (m)

4.0
3.0

Pompa Tunggal B

2.0
1.0
0.0
150

200

250

300

Debit (cm3/s)

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

350

400

450

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
Gambar IV.9 Kurva Karakteristik Pengujian Pompa
Tunggal (B)
IV.2.4. Susunan Rangkaian Pompa secara Tunggal A
a. Data Hasil Percobaan
Pengambilan data pengujian menyesuaikan prosedur pengujian pompa
tunggal A, pengujian dilakukan secara berulang-ulang. Berdasarkan pembukaan
katup kran yang bervariasi.

b.

Kurva Karakteristik Pengujian Pompa Tunggal A :


8.0
7.0
6.0
5.0

Head (m)

4.0
3.0

Pompa Tunggal A

2.0
1.0
0.0
50

100

150

200

250

300

350

Debit (cm3/s)
Gambar IV.10 Kurva Karakteristik Pengujian Pompa
Tunggal (A)

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
IV.2.5. Dari data yang diperoleh di atas didapatkan
hubungan antara rangkaian pararel dengan
tunggal ; seri dangan tunggal
8.0
7.0
6.0
5.0

Head (m)

4.0

3.0
Pompa Pararel

Pompa Seri

Pompa Tunggal B

Pompa Tunggal A

2.0
1.0
0.0
0

100

200

300

400

500

600

700

Debit (cm3/s)

Gambar IV.11 Grafik Hubungan Antara Rangkaian


Pompa Pararel, Seri dan Tunggal
IV.2.6. Data head dan debit sebagai perbandingan
hubungan antara rangkaian pararel dengan tunggal;
serta rangkaian seri dangan tunggal
Tabel IV.4 Data Head dan Debit Berbagai Rangkaian
P
(kg/cm2

H
(m)

Q
parar
el
(cm3/

Q
seri
3

(cm /
s)

tung

tung

gal B

gal A

(cm3/

(cm3/
s)
432,9

s)
510,7

526,8

s)
462,1

1,5023

3
548,2

7
487,8

1
438,2

0
386,7

2,0031

0,15
0,20

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
0,25

593,1

477,1

423,0

368,7

2,5039

2
631,3

0
472,5

1
395,2

3
329,3

3,0047

1
588,2

9
458,7

6
365,5

8
306,7

3,5054

4
540,5

5
447,2

0
341,3

5
293,7

4,0062

4
494,5

3
423,7

0
314,4

7
249,3

4,5070

6
449,2

3
414,9

7
290,8

8
230,5

5,0078

4
381,3

4
401,6

7
261,7

2
194,3

5,5086

9
346,7

1
390,0

8
239,6

3
148,3

6,0093

4
300,6

2
382,2

9
212,9

2
126,6

6,5101

6
222,7

6
368,5

5
178,9

1
83,81

7,0109

0,30
0,35
0,40
0,45
0,50
0,55
0,60
0,65
0,70

Keterangan:
1. Huruf berwarna yang sama menjelaskan hubungan antara
rangkaian pompa seri dan rangkaian pompa tunggal B
yang menjelaskan bahwa dengan debit yang hampir sama,
head pompa seri memiliki kecenderungan nilai dua kali
lipat nilai head pompa tunggal.
2. Tabel berwarna yang sama menjelaskan hubungan antara
rangkaian pompa pararel dan rangkaian pompa tunggal A
yang menjelaskan bahwa dengan head yang sama, debit
pompa pararel memiliki kecenderungan nilai dua kali lipat
nilai debit pompa tunggal.
IV.3. Pembahasan

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
Pada pengujian yang dilakukan dapat dilihat perbedaan spesifikasi antara
head pompa dari produsen pompa dengan head data yang didapat (diuji) yang
mana head yang didapat (diuji) nilainya lebih kecil dibandingkan dengan head
yang seharusnya yang tertera pada spesifikasi pompa. Hal ini disebabkan oleh
susunan instalasi pada alat uji seperti adanya belokan (elbow) dan simpangansimpangan pada rangkaian pengujian pompa. Pada hasil pengujian pompa
sentrifugal sistem pararel debit aliran yang didapat besar karena memakai hisapan
(suction) dua pompa, sedangkan head tekanan yang didapat tidak begitu tinggi.
Pada hasil pengujian pompa sentrifugal sistem tunggal B dan tunggal A
didapatkan debit aliran yang didapat tidak begitu besar, begitu juga head yang
dihasilkan tidak begitu tinggi karena hanya memakai satu pompa tunggal. Pompa
tunggal digunakan sebagai pembanding terhadap pompa seri dan pompa pararel,
yang mana debit yang dihasilkan untuk pompa pararel besarnya memiliki
kecenderungan dua kali lipat debit pompa tunggal pada saat kondisi

(selisih tekanan) yang sama. Hal tersebut dapat dilihat dan dibuktikan dengan
menggunakan pompa tunggal A.
Dari penggabungan kedua grafik/ kurva pompa sentrifugal seri dan
tunggal juga dapat dilihat bahwa dengan besar debit yang hampir sama, rangkaian
pompa seri memiliki head dua kali lipat dari head yang dihasilkan pompa sistem
tunggal. Hal tersebut dapat dilihat dengan menggunakan pompa tunggal B.
Dari grafik hubungan antara pompa tunggal, pararel, dan seri juga terlihat
bahwa karakteristik pompa yang diuji sudah sesuai dengan karakteristik pompa
secara teoritisnya. Jika ditarik menggunakan garis bantu dengan menggunakan
head yang lebih tinggi dan debit yang lebih besar maka kecenderungan grafik
hasil pengujian karakterisasi pompa akan menghasilkan debit aliran fluida
rangkaian pompa pararel akan mendekati kecenderungan dua kali lipat debit yang
dihasilkan rangkaian pompa seri dan pompa tunggal pada kondisi nilai

(selisih tekanan) yang sama. Sementara head yang dihasilkan dari rangkaian
pompa seri akan mendekati kecenderungan dua kali lipat head yang dihasilkan

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
rangkaian pompa pararel dan pompa tunggal pada kondisi debit yang hampir
sama.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
BAB V
PENUTUP
V.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa data pengujian pada alat uji pompa sentrifugal dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Hubungan karakterisasi pompa tunggal, seri, dan pararel menghasilkan
kecenderungan data bahwa semakin tinggi head yang dihasilkan suatu
rangkaian pompa maka debit yang dihasilkan semakin kecil. Semakin
rendah head yang dihasilkan suatu rangkaian pompa maka debit yang
dihasilkan semakin besar.
2. Pada kerja satu pompa dapat dibuktikan bahwa dengan nilai

(selisih tekanan) yang sama, didapatkan debit pompa pararel memiliki


kecenderungan nilai mendekati dua kali lipat dari debit yang dihasilkan
rangkaian pompa tunggal. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan
menggunakan pompa tunggal A.
3. Pada kerja satu pompa dapat dibuktikan bahwa dengan besar debit yang
hampir sama, didapatkan head pompa seri memiliki nilai dua kali lipat dari
rangkaian pompa tunggal. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan
menggunakan pompa tunggal B.
4. Pompa sistem pararel memiliki kecenderungan debit yang lebih besar
dibandingkan pompa seri maupun pompa tunggal pada saat kondisi head
yang sama. Hal tersebut dikarenakan pada sistem instalasi pararel ini
pompa yang dipakai yaitu dua pompa dan dua hisapan (suction).
5. Pompa sistem seri memiliki kecenderungan head yang lebih tinggi
dibandingkan pompa pararel maupun pompa tunggal pada saat kondisi
debit yang hampir sama. Hal tersebut dikarenakan sistem instalasi seri ini
menggunakan dua alat uji dengan satu hisapan, jadi head pompa pertama
diteruskan oleh pompa kedua untuk ditekan dan dikeluarkan ke bak
penampung.
6. Penyusunan pompa

pararel

lebih

efisien

jika

digunakan

untuk

mendapatkan debit aliran fluida yang besar. Pemakaian pompa seri lebih

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
cocok jika digunakan untuk mendapatkan head yang tinggi. Pemakaian
pompa tunggal cocok jika digunakan untuk penggunaan sesuai spesifikasi
pompa.
V.2. Saran
1. Alat uji hendaknya dapat digunakan sebagai alat praktikum pada
mahasiswa jurusan teknik kimia dan mahasiswa teknik lainnya, untuk
melihat karakteristik pompa sentrifugal dengan pengoperasian sistem
tunggal, seri, dan pararel.
2. Alat uji hendaknya dapat memberikan penjelasan informasi tentang
penggunaan pompa secara baik dan benar sesuai kebutuhan.
3. Untuk lebih menyempurnakan isi laporan tugas akhir ini penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pihak-pihak yang terkait dalam
pembuatan.

LAMPIRAN A
PERHITUNGAN HASIL PERCOBAAN

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
1. Menghitung Densitas Air Kran
Massa piknometer kosong
= 25,83 gram
Massa piknometer + aquades
= 54,28 gram
Massa piknometer + air kran
= 54,36 gram
Menghitung volume piknometer
aquades pada temperature 30oC = 0,995647
gram/mL
Massa aquades

= 54,28 gram 25,83 gram


= 28,45 gram
Volume aquades = volume piknometer
m
=
=

28,45 gram
0,995647 g /mL

= 28,574384 mL
Menghitung densitas air kran
Massa air kran
= 54,36 gram 25,83 gram
= 28,53 gram
massa air kran
air kran
= volume piknometer
=

28,53 gram
28,574384 mL

= 0,998447 g/mL
2. Mengambil Data Percobaan
a) Data percobaan hasil rangkaian pada Pompa Pararel
sebagai berikut :
P2
(kg/cm

P1
(kg/cm2)

V
(cm3)

)
1,18

t
(sekon

1,03

5.000

9,55
9,82
10,01

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

t ratarata
(sekon)
9,79

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
1,23

1,03

5.000

9,20

9,12

9,16
9,01
1,28

1,03

5.000

8,49

8,43

8,25
8,54
1,33

1,03

5.000

7,83

7,92

7,78
8,15
1,38

1,03

5.000

8,66

8,50

8,53
8,30
1,43

1,03

5.000

9,24

9,25

9,28
9,23
1,48

1,03

5.000

10,08

10,11

10,07
10,18
1,53

1,03

5.000

11,05

11,13

11,10
11,23
1,58

1,03

5.000

13,66

13,11

12,85
12,82
1,63

1,03

5.000

14,50

14,42

14,28
14,49
1,68

1,03

5.000

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

16,49
16,78

16,63

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
16,62
1,73

1,03

5.000

22,21

22,45

22,69
22,46

Q=

Menghitung Q (cm3/s)
Dari data pertama sebagai berikut :

V
t

5000 cm
9,79 s

510,55 cm3/s

Menghitung Head (m)


Dari data pertama sebagai berikut :
P
H=

1,18 kg /cm 1,03 kg /cm


0,998447 x 10 kg / cm
150 ,23 cm=1,5023m

Analogi Perhitungan Q dan Head


Analogi dari perhitungan di atas, diperoleh data
sebagai berikut:

P (kg/cm2)
0,15
0,20
0,25
0,30
0,35
0,40
0,45
0,50
0,55
0,60

Q (cm3/s)
510,73
548,25
593,12
631,31
588,24
540,54
494,56
449,24
381,39
346,74

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

H (m)
1,5023
2,0031
2,5039
3,0047
3,5054
4,0062
4,5070
5,0078
5,5086
6,0093

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
0,65
0,70

300,66
222,72

6,5101
7,0109

b) Data percobaan hasil rangkaian pada Pompa Seri sebagai


berikut :
P2
(kg/cm2)
1,18

P1
(kg/cm2)
1,03

V
(cm3)
5.000

t
(sekon)

9,97

t ratarata
(sekon)
9,49

9,23
9,27
1,23

1,03

5.000

10,14

10,25

10,20
10,41
1,28

1,03

5.000

10,37

10,48

10,45
10,61
1.33

1.03

5.000

10,55

10,58

10,52
1,38

1,03

5.000

10,67
10,82

10,90

10,80
11,07
1,43

1,03

5.000

11,16

11,18

11,28
11,09
1,48

1,03

5.000

11,95

11,80

11,86
11,58
1,53

1,03

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

5.000

12,05

12,05

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
11,88
12,21
1,58

1,03

5.000

12,42

12,45

12,60
12,32
1,63

1,03

5.000

12,81

12,82

12,86
12,78
1,68

1,03

5.000

13,01

13,08

13,11
13,13
1,73

1,03

5.000

13,65
13,72
13,35

Q=

Menghitung Q (cm3/s)
Dari data pertama sebagai berikut :

V
t

5000 cm
9,49 s

526,87 cm3/s

Menghitung Head (m)


Dari data pertama sebagai berikut :
P
H=

1,18 Kg/cm 1,03 Kg/cm


0,998447 x 10 Kg/cm
150 ,23 cm=1,5023m

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

13.57

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

Analogi Perhitungan Q dan Head


Analogi dari perhitungan di atas, diperoleh data
sebagai berikut:

P (kg/cm2)
0,15
0,20
0,25
0,30
0,35
0,40
0,45
0,50
0,55
0,60
0,65
0,70

Q (cm3/s)
526,87
487,80
477,10
472,59
458,75
447,23
423,73
414,94
401,61
390,02
382,26
368,50

H (m)
1,5023
2,0031
2,5039
3,0047
3,5054
4,0062
4,5070
5,0078
5,5086
6,0093
6,5101
7,0109

c) Data percobaan hasil rangkaian pada Pompa Tunggal


(B) sebagai berikut :
P2
(kg/cm2
)
1,18

P1
(kg/cm2

V
(cm3)

t
(sekon)

)
1,03

5.000

10,62

t ratarata
(sekon)
10,82

10,82
11,02
1,23

1,03

5.000

11,22

11,41

11,41
11,59
1,28

1,03

5.000

11,60

11,82

11,91
11,95
1,33

1,03

5.000

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

12,85
12,05

12,65

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
13,04
1,38

1,03

5.000

13,56

13,68

13,68
13,81
1,43

1,03

5.000

14,20

14,65

14,71
15,04
1,48

1,03

5.000

15,81

15,90

15,85
16,03
1,53

1,03

5.000

16,95

17,19

17,05
17,57
1,58

1,03

5.000

18,57

19,10

19,22
19,52
1,63

1,03

5.000

20,46

20,86

20,98
21,15
1,68

1,03

5.000

23,45

23,48

23,19
23,79
1,73

1,03

5.000

27,91
27,92
27,99

Q =

Menghitung Q (cm3/s)
Dari data pertama sebagai berikut :

V
t

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

27,94

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa

5000 c m
10,82 s

462,11 cm3/s

Menghitung Head (m)


Dari data pertama sebagai berikut :
P
H=

1,18 kg /cm 1,03 kg /cm


0,998447 x 10 kg / cm
150 ,23 cm=1,5023m

Analogi Perhitungan Q dan Head


Analogi dari perhitungan di atas, diperoleh data
sebagai berikut:

P (kg/cm2)
0,15
0,20
0,25
0,30
0,35
0,40
0,45
0,50
0,55
0,60
0,65
0,70

Q (cm3/s)
462,11
438,21
423,01
395,26
365,50
341,30
314,47
290,87
261,78
239,69
212,95
178,95

H (m)
1,5023
2,0031
2,5039
3,0047
3,5054
4,0062
4,5070
5,0078
5,5086
6,0093
6,5101
7,0109

d) Data percobaan hasil rangkaian pada Pompa Tunggal


(A) sebagai berikut :
P2
(kg/cm2
)

P1
(kg/cm2

V
(cm3)

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

t
(sekon)

t ratarata
(sekon)

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
1,18

1,03

5.000

11,66

11,55

11,81
11,19
1,23

1,03

5.000

12,90

12,93

13,02
12,88
1,28

1,03

5.000

13,21

13,56

13,75
13,72
1,33

1,03

5.000

15,51

15,18

15,09
14,95
1,38

1,03

5.000

16,32

16,30

16,30
16,27
1,43

1,03

5.000

16,59

17,02

16,93
17,55
1,48

1,03

5.000

19,84

20,05

20,19
20,11
1,53

1,03

5.000

21,36

21,69

21,39
22,33
1,58

1,03

5.000

25,16

25,73

25,46
26,58
1,63

1,03

5.000

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

33,09
33,60

33,71

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
34,45
1,68

1,03

5.000

38,83

39,49

39,45
40,19
1,73

1,03

5.000

59,86

59,66

59,24
59,87

Q =

Menghitung Q (cm3/s)
Dari data pertama sebagai berikut :

V
t

5000 c m
11,55 s

432,90 cm3/s

Menghitung Head (m)


Dari data pertama sebagai berikut :
P
H=

1,18 Kg/cm 1,03 Kg/cm


0,998447 x 10 Kg/cm
150 ,23 cm=1,5023m

Analogi Perhitungan Q dan Head


Analogi dari perhitungan di atas, diperoleh data
sebagai berikut:

P (kg/cm2)
0,15
0,20
0,25
0,30
0,35
0,40
0,45

Q (cm3/s)
432,90
386,70
368,73
329,38
306,75
293,77
249,38

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

H (m)
1,5023
2,0031
2,5039
3,0047
3,5054
4,0062
4,5070

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
0,50
0,55
0,60
0,65
0,70

230,52
194,33
148,32
126,61
83,81

5,0078
5,5086
6,0093
6,5101
7,0109

DESAIN RANGKAIAN ALAT KARAKTERISASI POMPA


DUA DIMENSI

Keterangan :
M

= penampang wadah

P1

= manometer masuk pompa

P2

= manometer keluar pompa

FM

= flowmeter

= pompa A

= pompa B

V1

= kran 1

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
V2

= kran 2

V3

= kran 3

V4

= kran 4

V5

= kran 5

V6

= kran 6

LAMPIRAN B
BIAYA PEMBUATAN ALAT KARAKTERISTIK POMPA
Tabel L.1 Biaya Pembuatan Alat Karakteristik Pompa
No.

Nama barang

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

Batang besi lubang


Baja siku besi
Kabel tee
Pipa
Lem PVC
Solatif
Sikubaut
Shock drat 1-
Shock drat
Baut 12 (Kuningan)
Sikubesi
Baut 12
T
Gergaji besi
Ganggang gergaji besi
Bak penampung stainlees
steel (30x40x50)
Valve
Valve
Sdd
Tee drat -
Ring -
Flowmeter
L
Pipa
Overgrid dalam -
(besi)

17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Jumla
h
8
8
6
3
1
1
20
4
1
4
12
40
4
1
1
1

Harga satuan

Total

28.000
3.000
500
20.000
8.000
3.500
3.000
4.000
3.000
1.000
1.500
500
3.500
18.000
13.000
250.000

28.000
24.000
3.000
60.000
8.000
3.500
60.000
16.000
3.000
4.000
18.000
20.000
14.000
18.000
13.000
250.000

2
1
2
3
3
1
8
1
1

12.000
13.000
2.800
4.000
15.000
85.000
3.000
4.500
6.250

24.000
13.000
5.400
12.000
45.000
85.000
24.000
4.500
6.250

Laporan Tugas Akhir


Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa
26.
27.
28.
29.

Manometer Pressure
Gauge
Pompa Idabi
Presure gauge
Valve 3/4
Total

D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

35.000

70.000

2
2
3

270.000
50.000
8.000

540.000
100.000
24.000
1.663.650