Anda di halaman 1dari 2

BAB V

PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Pelayanan rawat inap merupakan salah satu unit pelayanan di rumah sakit
yang

memberikan

pelayanan

secara

komperehensif

untuk

membantu

menyelesaikan masalah yang dialami oleh pasien, dimana unit rawat inap
merupakan salah satu revenew center rumah sakit sehingga tingkat kepuasan
pelanggan atau pasien bisa dipakai sebagai salah satu indikator mutu pelayanan.
Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit
membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan
pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis
insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi
solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera
yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak
mengambil tindakan yang seharusnya diambil (Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor1144/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Kesehatan).
Adapun tujuh elemen dalam pasien safety yaitu megidentifikasi pasien
dengan benar, meningkatkan komunikasi yang efektif, meningkatkan keamanan
obat-obatan yang harus diwaspadai, memastikan lokasi pembedahan yang benar,
prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar, mengurangi resiko
infeksi akibat perawatan kesehatan, dan mengurangi resiko cidera pasien akibat
terjatuh.
Dalam pengembangan manajemen kelompok melakukan prioritas masalah
dan didapat hasil yaitu kurangnya media informasi dan fasilitas untuk mencuci
tangan di ruang Flamboyan Bawah. Di ruang Flamboyan Bawah kelompok
membuat beberapa inovasi yaitu membuat pengembangan manajeman di ruang
Flamboyan Bawah Unit Rawat Inap kelas 2 RS. Marinir Cilandak, dengan
membuat poster cuci tangan di setiap ruangan, menyediakan handrub dan
handwash di setiap ruangan serta memberikan edukasi kepada keluarga pasien
tentang pentingnya hand hygiene dan mengajarkan langkah-langkah hand hygiene
yang benar melalui media poster. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya
infeksi nosokomial pada pasien dan perawat.

82

Dari hasil observasi banyak pengunjung dan keluarga yang memperhatikan


poster cuci tangan dan mengikuti langkah-langkah cuci tangan yang ada di poster,
sehingga keluarga dan pengunjung terbiasa untuk melakukannya. Dari hasil
wawancara didapatkan Ny. S mengatakan dengan adanya edukasi dan
pemasangan poster langkah cuci tangan serta pengadaan pemasangan handrub dan
handwash memberikannya pengetahuan yang penting dan memudahkan keluarga
dan pengunjung untuk melakukan langkah-langkah penting tersebut.
V.2 Saran
Berdasarkan hasil observasi kelompok mendapatkan masalah yaitu
kurangnya media informasi dan fasilitas untuk mencuci tangan di ruang
Flamboyan Bawah. Ada beberapa saran dari kelompok untuk mengatasi masalah
tersebut :
1. Bagi Rumah Sakit
Setelah dilakukan implementasi diharapkan media informasi dan fasilitas
kesehatan dapat menjadi contoh dan diterapkan di ruangan lain.
2. Bagi Ruangan Flamboyan Bawah
Setelah dilakukan implementasi diharapkan media informasi dan fasilitas
untuk mencuci tangan di ruang Flamboyan Bawah tetap dirawat dan
dipertahankan sehingga tujuan dapat tercapai yaitu untuk mengurangi
infeksi nosokomial.
3. Bagi Mahasiswa
Makalah ini dapat dijadikan bahan referensi laporan, untuk mahasiswa
melaksaanakan praktek manajemen berikutnya.

82