Anda di halaman 1dari 44

Metode

Taguchi
14.3 Pengendalian Kualitas

Debrina Puspita Andriani

Teknik Industri
Universitas Brawijaya
e-Mail : debrina@ub.ac.id
Blog : hEp://debrina.lecture.ub.ac.id/

Outline

METODE TAGUCHI
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

Metoda Taguchi
Konsep Taguchi keOka mendesain produk

kerugian seminimal dan bernilai seopOmal

Kualitas menurut Taguchi : kerugian yang diterima

oleh konsumen sejak produk tersebut dikirimkan


(biaya keOdakpuasan konsumen reputasi
perusahaan buruk)

Sasaran metode Taguchi menjadikan produk

www.debrina.lecture.ub.ac.id

robust terhadap noise (Robust Design)


menjamin kembalinya konsumen, memperbaiki
reputasi dan meningkatkan market share
perusahaan.
05/11/14

Konsep Taguchi
Taguchi membagi konsep kualitas mejadi empat yaitu :
1
2
3
4

Kualitas didesain mulai dari awal proses tidak hanya pada proses inspeksi
(o-line strategy)
Kualitas terbaik dicapai dengan meminimumkan deviasi dari target (Produk
didesain tahan terhadap faktor lingkungan yang tak terkontrol :noise,
temperatur, kelembaban )
Kualitas Odak hanya didasarkan performance (ukuran kapabilitas sebuah
produk) atau karakterisOk dari produk.
Biaya kualitas seharusnya diukur sebagai fungsi dari variasi performance
produk

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

Taguchis Loss Function (1)


Fungsi kerugian menentukan ukuran nansial

keOdakpuasan konsumen pada performance


produk yang menyimpang dari nilai targetnya.

Secara tradisional produk bisa dikatakan bagus

jika secara uniform berada diantara spesikasi

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

Taguchis Loss Function (2)


konsumen semakin Odak puas saat performance melenceng

jauh dari target Taguchi mengusulkan sebuah quadraOc


curve untuk merepresentasikan performance produk
LCT dan UCT merepresetasikan
batas bawah dan batas atas
toleransicenderung subyektif
Perhitungan target paling baik
adalah dengan fungsi kerugian
yang menggunakan rata rata
dan variansi untuk memilih
desain yang paling bagus.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

Taguchis Loss Function (3)



Jika 2 produk mempunyai variansi sama

tetapi rata-rata berbeda, maka produk


dengan rata-rata yg lebih mendekaO pada
target (A) mempunyai kualitas yang lebih
baik

Jika dua produk mempunyai rata-rata sama

tetapi variansi berbeda, maka produk


dengan variansi yang lebih rendah (B)
mempunyai kualitas yang lebih baik.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

The Total Loss Function


2 kategori utama dari kerugian pada konsumen terkait kualitas

produk :
1.
2.

Kerugian memberi efek yang berbahaya untuk konsumen.


Kerugian karena variasi tambahan (Odak sesuai) dgn fungsi
performansinya pengaruh besar pada stage desain produk

Fungsi kerugian :


Dimana

L(x) = k(x - m)

L = kerugian (uang),
m = karakterisOk yg seharusnya diset,
x = karakterisOk secara aktual di set, dan
k = konstanta yang tergantung pada jarak dari kharakterisOk dan unit
keuangan.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

Bila market research data tersedia, sebaiknya menggunakan


quadraOc loss funcOon
05/11/14

Taguchi Quality Strategy


Pendekatan Taguchi untuk mereduksi variasi

product merupakan tahapan proses sebagai


berikut :

1. Proses manufaktur produk dengan cara terbaik seOap saat.

(Penyimpangan kecil dari target)


2. Memproduksi semua produk seidenOk mungkin
(mengurangi variasi produk)

Strategi kualitas Taguchi dalam memperbaiki

kualitas dalam stage desain produk adalah


dengan membuat desain yang Odak terlalu
sensiOf terhadap pengaruh faktor tak terkontrol
dan opOmisasi desain produk.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

10

Robust Design
Salah satu tujuan eksperimen pada parameter desain
adalah menyusun satu kombinasi faktor-faktor yang
kokoh (Robust) terhadap adanya faktor-faktor
pengganggu (Noise) yang Odak dapat / sulit
dikendalikan, dan menyebabkan variabilitas yang
Onggi pada produk.

Mengatur parameter yang mempengaruhinya pada
Ongkat yang paling kurang sensiOf terhadap faktor
gangguan (Noise).
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

11

Desain dalam Taguchi


Desain
Sistem

Desain
Parameter

Desain
Toleransi
www.debrina.lecture.ub.ac.id

Konsep, ide, metode baru untuk memberikan peningkatan


produk kepada konsumen

Upaya meningkatkan keseragaman produk atau mencegah


Ongginya variabilitas Parameter dari proses tertentu
ditetapkan agar performasi produk Odak sensiOf terhadap
penyebab terjadinya variabilitas.
Kualitas diOngkatkan dengan mengetatkan toleransi pada parameter
produk/proses untuk mengurangi terjadinya variabilitas pada performansi
produk melakukan eksperimen untuk menentukan faktor dominan
yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas produk dan
menentukan kombinasi faktor-faktor terhadap penyebab Ombulnya
variabilitas.
05/11/14

12

LANGKAH-LANGKAH EKSPERIMEN

METODE TAGUCHI
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

13

Langkah Taguchi dalam melakukan eksperimen


(1)
1. Menyatakan permasalahan yang akan diselesaikan

mendensikan sejelas mungkin permasalahan yang dihadapi


untuk dilakukan suatu upaya perbaikan.

2. Penentuan tujuan peneliOan pengidenOkasian karakterisOk

kualitas dan Ongkat performansi dari eksperimen.

3. Menentukan metode pengukuran cara parameter diamaO

dan cara pengukuran dan peralatan yang diperlukan.

4. IdenOkasi Faktor melakukan pendekatan yang sistemaOs

untuk menemukan penyebab permasalahan.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

14

Langkah Taguchi dalam melakukan eksperimen


(2)
Langkah IdenNkasi Faktor :
a. Brainstorming mendorong Ombulnya gagasan yang mungkin
sebanyak-banyaknya dengan memberikan kesempatan proses
pemikiran kreaOf seOap orang dalam kelompok untuk mengajukan
pendapatnya.

BRAINSTORMING

Mengumpulkan gagasan mengenai


penyebab dari permasalahan yang ada.
Mencatat gagasan yang masuk tanpa
kecuali
Mengelompokkan gagasan tersebut.
Gagasan yang sejenis yang Ombul pada
perusahan dikelompokkan dalam suatu
kelompok.
Menyimpulkan gagasan-gagasan yang
m u n g k i n m e n j a d i p e n y e b a b
permasalahan an.


ANALISA

EKSPERIMEN &
MEMBUAT
INTERPRETASI
STANDARD

HASIL
OPTIMAL



MEMPERTEGAS

PREDIKSI HASIL

b. Diagram Sebab-Akibat (Ishikawa Diagram)
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

15

Langkah Taguchi dalam melakukan eksperimen


(3)
5. Memisahkan Faktor Kontrol dan Faktor Noise.

Faktor Kontrol : sudah ditetapkan nilainya oleh perancangnya dan


dapat dikontrol biasanya mempunyai satu atau lebih level
memilih secng level kontrol yang opOmal agar karakterisOk Odak
sensiOf terhadap noise.
Faktor Noise : dapat menyebabkan penyimpangan dari karakterisOk
kualitas dari nilai target, sulit untuk dikontrol (biaya besar)
6. Menentukan level dari faktor dan nilai faktor jumlah derajat bebas

yang akan digunakan dalam pemilihan Orthogonal Array.

7. MengidenOkasi faktor yang mungkin berinteraksi apabila

pengaruh dari suatu faktor tergantung dari level faktor lain


8. Menggambar linier graf yang diperlukan untuk faktor kontrol dan
interaksi.
9. Memilih Orthogonal Array (matrik dari sejumlah kolom (mewakili

faktor-faktor dari percobaan) dan baris.


10. Memasukkan faktor dan atau interaksi ke dalam kolom

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

16

Langkah Taguchi dalam melakukan eksperimen


(4)
11. Melakukan percobaan sejumlah percobaan (trial) disusun untuk

meminimasi kesempatan terjadi kesalahan dalam menyusun level yang tepat

12. Analisis hasil eksperimen metode ANOVA, yaitu perhitungan jumlah

kuadrat total, jumlah kuadrat terhadap rata-rata, jumlah kuadrat faktor dan
jumlah kuadrat error.
Persen Kontribusi : bagian dari total variasi yang diamaO pada eksperimen dari

masing-masing faktor yang signikan untuk mereduksi variasi.


Rasio Signal to Noise (S/N RaOo) meneliO pengaruh faktor Noise terhadap
variasi yang Ombul. Jenis :
v Larger the BeUer (LTB) semakin Onggi nilainya, maka kualitasnya akan lebih baik.
v Nominal the BeUer (NTB) biasanya ditetapkan suatu nilai nominal tertentu, dan

semakin mendekaO nilai nominal tsb, kualitas semakin baik.


v Smaller the BeUer (STB) semakin kecil nilainya, maka kualitasnya akan lebih baik.

Pooling Faktor : dianjurkan bila faktor yang diamaO Odak signikan secara staOsOk (uji

signikansi).

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

17

Langkah Taguchi dalam melakukan eksperimen


(5)
13. Pemilihan level faktor untuk kondisi opOmal bila percobaan terdiri dari

banyak faktor dan Oap faktor terdiri dari beberapa level untuk
menentukan kombinasi level yang opOmal dengan membandingkan nilai
perbedaan rata-rata eksperimen dari level yang ada.

14. Perkiraan rata-rata pada kondisi opOmal menjumlahkan pengaruh dari

rangking faktor yang lebih Onggi. Pengaruh dari faktor yang signikan adalah
pengaruhnya pada rata-rata percobaan.

15. Menjalankan Percobaan Konrmasi


Eksperimen konrmasi faktor dan level yang dimaksud memberikan hasil yang

diharapkan diuji dengan interval kepercayaan (berada pada range interval


kepercayaan tersebut)

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14


Derajat Kebebasan
(Degree of Freedom)

Derajat kebebasan banyaknya perbandingan yang harus dilakukan
18

antar level-level faktor (efek utama) atau interaksi yang digunakan


untuk menentukan jumlah percobaan minimum yang dilakukan
memberikan informasi tentang faktor dan level yang mempunyai
pengaruh signikan terhadap karakterisOk kualitas.
Untuk faktor utama, misal faktor utama A dan B :

VA

= (jumlah level faktor A) 1

= kA 1

VB

= (jumlah level faktor B) 1

= kB 1

Tabel orthogonal array yang dipilih harus mempunyai jumlah baris

minimum yang Odak boleh kurang dari jumlah derajat bebas totalnya.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14


Orthogonal Array (OA)

Orthogonal Array adalah matriks dari sejumlah baris dan kolom

19

matriks faktor dan level yang Odak membawa pengaruh dari faktor
atau level yang lain
SeOap kolom merepresentasikan faktor atau kondisi tertentu yang
dapat berubah dari suatu percobaan ke percobaan lainnya.
Array disebut orthogonal karena seOap level dari masing-masing faktor

adalah seimbang (balance) dan dapat dipisahkan dari pengaruh faktor


yang lain dalam percobaan.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

1. Notasi L informasi mengenai


Orthogonal Array
2. Nomor baris jumlah percobaan
yang dibutuhkan keOka menggunakan
Orthogonal Array
3. Nomor kolom jumlah faktor yang
diamaO dalam Orthogonal Array
4. Nomor level Menyatakan jumlah
level faktor

05/11/14


Orthogonal Array (OA)

Penentuan derajat bebas berdasarkan pada :

20

1. Jumlah faktor utama yang diamati dan interaksi yang diamati


2. Jumlah level dari faktor yang diamati
3. Resolusi percobaan yang diinginkan atau batasan biaya
Angka di dalam pemilihan array menandakan banyaknya percobaan di

dalam array, suatu matriks L8 memiliki delapan percobaan dan matriks L9


memiliki 9 percobaan dan seterusnya.
Banyaknya level yang digunakan di dalam faktor digunakan untuk memilih

orthogonal array. Jika faktornya ditetapkan berlevel dua maka harus


digunakan orthogonal array dua level. Jika levelnya tiga maka digunakan
orthogonal array tiga level, sedangkan jika sebagian faktor memiliki dua
level dan faktor lainnya memiliki tiga level maka jumlah yang lebih besar
www.debrina.lecture.ub.ac.id
05/11/14
akan menentukan jenis orthogonal array yang harus dipilih.

21

Contoh Matrik orthogonal array


HASIL TEPUNG
IKAN YANG
DIPEROLEH (Kg)

Faktor

Trial
A

R1

R2

R3

R4

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

22

Interaksi Antar Faktor

Interaksi antara dua faktor berarti efek satu faktor pada respon
tergantung level faktor lain. Antara interaksi menyebabkan
sistem tidak robust karena sistem menjadi sangat sensitif
terhadap perubahan pada satu faktor.

Analisis Varians (ANOVA)

Analisis Varians adalah teknik perhitungan yang memungkinkan


secara kuantitatif mengestimasikan kontribusi dari setiap faktor
pada semua pengukuran respon. Analisis varians yang
digunakan pada desain parameter berguna untuk membantu
mengidentikasikan kontribusi faktor sehingga akurasi
perkiraan model dapat ditentukan.

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

23

ANOVA DUA ARAH


Sumber
Variasi

SS

Derajat Bebas
(db)

MS

F hitung

Kontribusi

Faktor A

SSA

VA

MSA

MSA/MSe

SSA/SST

Faktor B

SSB

VB

MSB

MSB/MSe

SSB/SST

Interaksi
AxB

SSAxB

VAxVB

MSAxB

MSAxB/MSe

SSAxB/SST

Residual

Sse

Ve

MSe

Total

SST

VT

SSe/SST
100%

ANOVA dua arah data percobaan yang terdiri dari dua faktor atau lebih dan dua level
atau lebih. Tabel ANOVA dua arah terdiri dari perhitungan derajat bebas (db), jumlah
kuadrat, rata-rata jumlah kuadrat, F-rasio yang ditabelkan sebagai berikut :
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

24

ANOVA DUA ARAH (1)


Dimana :
VA
= derajat bebas faktor A
= kA 1 = (level 1)
VB
= derajat bebas faktor B
= kB 1
VAxB
= derajat bebas interaksi
= (kA 1) x (kB 1)
VT
= derajat bebas total
= N 1
Ve
= derajat bebas error
= VT VA VB (VAB)


SSTotal
= jumlah kuadrat total (The Total sum of square)



SSA
= jumlah kuadrat faktor A (Sum of Square due to Factor A)


Untuk level 2


Dengan cara yang sama dihitung SSB (karena faktor B) dan SS AxB
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

25

ANOVA DUA ARAH (2)


SSe = jumlah kuadrat error (the sum of square due to error)
= SSTotal Ssmean - SSA - SSB SSAxB

MSA = rata-rata jumlah kuadrat faktor A (The mean sum of square)
= SSA/VA
Untuk MSB dan MS AxB dihitung dengan cara yang sama

MSe = rata-rata jumlah kuadrat error
= SSe/Ve

kA = jumlah level untuk faktor A
N = jumlah total percobaan
www.debrina.lecture.ub.ac.id
05/11/14

26

Persen Kontribusi
Merupakan fungsi jumlah kuadrat untuk masing-masing

items yang signikan. Persen kontribusi mengindikasikan


kekuatan relatif dari suatu faktor dan/atau interaksi dalam
mengurangi variasi. Jika level faktor dan/atau interaksi
dikendalikan dengan benar, maka variasi total dapat
dikurangi sebanyak yang diindikasikan oleh persen
kontribusi.
SSA = SSA (VAxMSe)

cara yang sama untuk SSB dan SSAxB


SSe = SSt SSA SSB SSAxB
SSt = sama dengan SSt total persen kontribusi = 100 %
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

27

Percobaan Konrmasi

Untuk melakukan validasi terhadap kesimpulan yang diperoleh


selama tahap analisa. pengujian menggunakan kombinasi
tertentu dari faktor-faktor dan level-level hasil evaluasi sebelumnya
Ukuran sampel dari percobaan konrmasi lebih besar daripada
percobaan sebelumnya.

Menentukan kombinasi level terbaik dari faktor-faktor yang


signikan. Faktor-faktor yang tidak signikan dapat ditetapkan pada
sembarang level. Setelah itu dilakukan pengambilan beberapa
sampel dan diamati. Tindakan selanjutnya tergantung pada
kedekatan nilai rata-rata hasil terhadap hasil perkiraan.

Terdapat kemungkinan bahwa kombinasi terbaik dari faktor dan


level tidak nampak pada kombinasi pengujian orthogonal array.
Percobaan konrmasi juga bertujuan melakukan pengujian
kombinasi faktor dan level ini
05/11/14

www.debrina.lecture.ub.ac.id

28

STUDI KASUS

METODE TAGUCHI
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

29

meningkatkan hasil produksi, dengan faktor-


faktor utama
1. Diameter Pipa

(A)
(B)
(C)
(D)
(E)

6. Cara Penyimpanan Bahan Baku

(F)
(G)

2.
3.
4.
5.


Tipe Tungku

Tempat Pembakaran
Panjang Pipa

Ukuran Bak Pendingin

7. Jenis Bahan Bakar

www.debrina.lecture.ub.ac.id

S t u d i K a s u s 1

Proses penyulingan minyak daun cengkeh untuk

05/11/14

30

Penetapan Level Faktor


STUDI KASUS 1
Faktor

Level 1

Level 2

1,5"

2,5"

Tanpa Blower

Dengan Blower

Tanpa Sekat

Dengan Sekat

36 m

48 m

3 x 3 x 1 m

3 x 4 x 1,7 m

Tanpa Sak

Dengan Sak

Daun Kering

Kayu

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

31

Pemilihan OA

STUDI KASUS 1

Faktor : 7
Level
: 2

Derajat bebas = Faktor (Level-1)
Derajat bebas = 7 (2-1) = 7

Pemilihan Ortogonal Array
Dipilih OA : L8 (27)
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

32

Hasil Eksperimen
STUDI KASUS 1
Trial A

Hasil

54

48

45

49.00

64

64

65

64.33

40

46

44

43.33

55

52

53

53.33

45

42

43

43.33

33

32

33

32.67

28

24

30

27.33

36

33

35

34.67

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

33

Tabel Rata-rata Respon


STUDI KASUS 1

Tabel rata-
rata respon

Level 1

52.5

Level 2

34.42 39.67 43.16 46.25 47.08 41.91 46.42

Dierence 18.08
Rank
www.debrina.lecture.ub.ac.id

47.33 43.83 40.74 39.92 45.08 40.58


7.66

0.67

5.51

7.16

3.17

5.84

4
05/11/14

34

www.debrina.lecture.ub.ac.id

S t u d i K a s u s 2

dst

05/11/14

35

Tabel Respon Y
STUDI KASUS 2

Level 1
Level 2
Dierence
Rank

A
52,5
34,42
18,08
1

B
47,25
39,67
7,58
2

AxB
43,83
43,08
0,75
7

C
40,75
46,17
5,42
5

AxC
39,83
47,08
7,25
3

D
45,08
41,83
3,25
6

E
40,50
46,42
5,92
4

Faktor Faktor yang Signikan (interaksi)


A1
A2
C1 (49+43,33)/2 = 46,17 (43,33+27,33)/2 = 35,33
C2 (64,33+53,33)/2 = 58,83 (32,33+34,67)/2 = 33,50
Sehingga faktor faktor yang berpengaruh adalah :
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

36

Analysis of Variance

STUDI KASUS 2

= ( 12 X 52,502) + (12 X 34,422 ) 45.327,04


= 1964,8 (cara yg sama digunakan untuk menghitung SSB dst)

SSB = 348,22 ; SSA X B = -3,58 ; SSC = 179,74 ; SSA X C = 308,42


SSD = 56,42 ; SSE = 213,76
Sserror = (SStotal SSmean - SSA - SSB SSAxB SSc SSAXC - SSD SSE)
= (48.407 45.327,04 1964 348,22 + 3,58 179,74 308,42 56,42 213,76)
= 102,18
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

37

Tabel ANOVA
STUDI KASUS 2
SUMBER
A
B
AxB
C
AxC
D
E
e
SSt
Mean
Sstotal

SS
1964,8
348,22
-3,58
179,74
308,42
56,42
213,76
102,18
3169,96
45327,04
48497

www.debrina.lecture.ub.ac.id

DF
1
1
1
1
1
1
1
16
23
1
24

MS
1964,8
348,22
-3,58
179,74
308,42
56,42
213,76
6,39
137,82

FraNo
307,48
54,49
-0,56
28,13
48,27
8,83
33,45
1

SS'
1958,41
341,83
-9,97
173,35
302,03
50,03
207,37
146,91
3169,96

RaNo %
61,78
10,28
-0,31
5,47
9,53
1,58
6,54
4,63
100

05/11/14

38

Persen Kontribusi
STUDI KASUS 2

Untuk mengetahui faktor-faktor yang memberikan kontribusi yang besar, maka


dilakukan penggabungan beberapa faktor yang kurang signikan
SS (Pooled e)

= Sse + SSAxB
= 102,18 + (-3,58)
= 98,6

Df (Pooled e)

= Dfe + DfAxB
= 16 + 1
= 17

MS (Pooled e)

= SS (Pooled e)
Df (Pooled e)
= 5,8

www.debrina.lecture.ub.ac.id

Paling Odak signicant

05/11/14

39

Pooling 1
STUDI KASUS 2
Sumber
A
B
AxB
C
AxC
D
E
e
Pooled
SSt
Mean
Sstotal

Pooled

www.debrina.lecture.ub.ac.id

SS
1964,8
348,22
-3,58
179,74
308,42
56,42
213,76
102,18
98,6
3169,96
45327,04
48497

DF
1
1
-
1
1
1
1
-
17
23
1
24

MS
1964,8
348,22
-3,58
179,74
308,42
56,42
213,76
102,18
5,8
137,82
-
-

Frasio
338,76
59
-
30,99
53,19
9,73
36,76
-
1
-

SS'
1959
342,42
-
173,94
302,62
50,62
207,96
-
133,4
3169,96

raOo %
61,28
10,78
-
5,49
9,55
1,6
6,56
-
4,21
100

05/11/14

40

Pooling 1

STUDI KASUS 2

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

41

Pooling berikutnya
STUDI KASUS 2
Sumber Pooled
A
B
A x B
Y
C
Y
A x C
D
Y
E
Y
e
Y
Polede
SSt
Mean
SS total
www.debrina.lecture.ub.ac.id

SS
1964,8
348,22
-3,58
179,74
808,42
56,42
213,76
102,18
548,52
3169,96
45327,04
48497

DF
1
1
1
1
1
1
1
16
20
23
1
24

MS
1964,8
348,22
-3,58
179,74
808,42
56,42
213,76
102,18
27,43
137,82

Frasio
71,63
12,69
-
-
11,24
-
-
-
1

SS
1937,37
320,79
-
-
280,99
-
-
-
630,81
3169,96

rho(%)
61,12
10,12

8,86

19,90
100

05/11/14

42

Pooling berikutnya
STUDI KASUS 2

SS (Pooled e) = Se + SS AXB + SSC + SSD + SSE


V(Pooled)

= (102,18+(-3,58)+179,74+56,42 + 213,76)= 548,52

= Ve + VAXB + VC + VD + VE
= 16+1+1+1+1 = 20

MS (Pooled e)

F raOo A =
www.debrina.lecture.ub.ac.id

= 27,43

05/11/14

43

Pooling berikutnya

STUDI KASUS 2

SSA


SSe

= SSA-(DFA x MS (pooled e))


= 1.964,8- (1-( 1 x 27,43)
= 1937,37
= SSt - SSA - SSB - SSAXC

=3169,96 1987,37 320,79 280,99

= 630,81


Rho % A =
www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14

44

Hasil Pooling sebelum dan sesudah

STUDI KASUS 2

www.debrina.lecture.ub.ac.id

05/11/14