Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI DAN VIROLOGI


Sterilisasi dan Pengenalan Peralatan Mikrobiologi

Disusun Oleh :
Kelas

: 3 (C1)

Gelombang

: 1 ( Satu )

Kelompok

: 5 ( Lima )

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR . HAMKA
JAKARTA
2013

BAB I
PENDAHULUAN

I.

II.

Judul Percobaan : Sterilisasi dan Pengenalan Peralatan Mikrobiologi


Hari / tanggal
: Rabu, 02 Oktober 2013
Pukul
: 10.31 13.00 WIB
Tempat
: Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka
Laboratorium Mikrobiologi dan Virologi Lt.2
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah, diantaranya :
1. untuk mengenal cara penggunaan beserta fungsi alat-alat laboratorium
dan alat untuk sterilisasi yang ada di laboratorium mikrobiologi.
2. Untuk memahami cara atau prosedur sterilisasi
3. Tujuan dilakukannya sterilisasi adalah agar sampel yang digunakan tidak
terjadi kontaminasi atau tercampurnya mikroorganisme terhadap sampel
yang kita amati.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Latar Belakang

Sterilisasi dalam mikrobiologi berarti membebaskan tiap benda atau


substansi dari semua kehidupan dalam bentuk apapun. Untuk tujuan mikrobiologi
dalam usaha mendapatkan keadaan steril, mikroorganisme dapat dimatikan
setempat oleh panas (kalor), gas-gas seperti formaldehide, etilenoksida atau
betapriolakton

oleh

bermacam-macam

larutan

kimia,

oleh

sinar

UV.

Mikroorganisme juga dapat disingkirkan secara mekanik oleh sentrifugasi


kecepatan tinggi atau oleh filtrasi.
Sterilisasi dan pengenalan alat-alat laboratorium ini sangat penting
dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat
laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya
tidak sesuai dengan prosedur. Sebab pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat
laboratorium adalah agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut
dengan baik dan benar, Sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat
diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini sangat penting untuk dilakukan supaya saat
melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula.
Dalam praktikum, pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alat sterilisasi
ini akan dijelaskan secara detail mengenai fungsi dari masing-masing alat
tersebut. Jadi Alat-alat sterilisasi adalah alat yang digunakan untuk membebaskan
alat atau bahan dari mikroorganisme. Kita juga akan mengenal macam-macam
dari sterilisasi itu sendiri.

B. Teori Dasar
Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada,
jika ditumbuhkan di alam suatu medium tidak ada jasad renik yang dapat
berkembang baik. Sterilisasi harus dapat membunuh renik yang paling tahan
panas yaitu spora bakteri.
Adanya pertumbuhan mikroorganisme menunjukkan bahwa pertumbuhan
bakteri masih berlangsung dan tidak sempurnanya proses sterilisasi. Jika sterilisasi

berlangsung sempurna, maka spora bakteri yang merupakan bentuk paling resisten
dari kehidupan mikrobia akan diluluhkan.
Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu, diantaranya :
1. Sterilisasi mekanik
Digunakan untuk beberapa bahan yang akibat pemanasan tinggi atau tekanan
tinggi akan mengalami perubahan. Dilakukan dengan cara filtrasi, biasanya
dilakukan untuk zat zat yang tidak stabil. Contoh : antibiotik, gula, enzim, dll.
2. Sterilisasi fisika
Dilakukan dengan cara pemanasan atau penyinaran sinar UV.
3. Sterilisasi kimia
Dilakukan dengan cara pemberian desinfektan seperti larutan alkohol,larutan
formalin. guna untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati, seperti : meja,
kursi, lantai, dll. Pemilihan metode didasarkan pada sifat bahan yang disterilkan.
Berikut contoh proses sterilisasi

a. Sterilisasi basah
Sterilisasi basah biasanya dilakukan didalam autoklaf atau sterilisator uap
yang mudah diangkat (portable) dengan menggunakan air jenuh bertekanan pada
suhu 121oC selama 15 menit. Maka sterilisasi basah dapat digunakan untuk
mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air (minyak misalnya, tidak
dapat ditembus uap air) dan tidak rusak bila dipanaskan dengan suhu yang
berkisar antara 1100C dan 121oC. Bahan-bahan yang biasa disterilkan dengan cara
ini antara lain medium biakan yang umum, air suling, peralatan laboratorium,
biakkan yang dibuang, medium yang tercemar, dan bahan-bahan dari karet.
Ada 4 hal utama yang harus di ingat bila melakukan sterilisasi basah,
diantaranya :
1. sterilisasi bergantung pada uap, karena itu udara harus dikosongkan betulbetul dari ruang sterilisator.
2. semua bagian bahan yang disterilkan harus terkenai uap, karena itu tabung
dan labu kosong harus diletakkan dalam posisi tidur agar udara tidak
terperangkap di dasarnya.
3. bahan-bahan yang berpori atau yang berbentuk cair harus permeabel
terhadap uap
4. suhu sebagaimana yang terukur oleh termometer harus mencapai 121oC dan
dipertahankan setinggi itu selama 15 menit.
b. Sterilisasi kering

Dapat diterapkan dengan cara pemanasan langsung sampai merah,


melayangkan diatas merah api, pembakaran dan sterilisasi dengan udara panas
(oven). Pemanasan kering sering digunakan dalam sterilisasi alat-alat gelas di
laboratorium.
Dalam sterilisasi panas kering, bahan yang sering disterilkan dengan cara ini
adalah pipet, tabung reaksi, cawan petri dari kaca, dan barang-barang pecah belah
lainnya. Bahan-bahan yang harus disterilkan harus dilindungi dengan cara
membungkus, menyumbat atau menaruhnya dalam suatu wadah tertutup untuk
mencegah kontaminasi setelah dikeluarkan dari oven.
Sebelum melakukan sterilisasi udara panas kering ini terlebih dahulu
membungkus alat-alat gelas dengan kertas payung atau aluminium foil setelah itu,
atur pengatur suhu oven menjadi 1600C dan alat disterilkan selama 2 jam. Waktu
dan suhu seringkali digunakan untuk sterilisasi panas kering.
SUHU (oC)
170
160
150
140

WAKTU (JAM)
1,0
2,0
2,5
3,0

C. Penyaringan ( filtrasi )
Penyaringan

telah

banyak

digunakan

untuk

mensterilkan

medium

laboratorium dan larutan yang dapat mengalami kerusakan jika dipanaskan.


Penyaringan dengan ukuran pori-pori 0,45 mikron atau kurang akan
menghilangkan jasad renik yang terdapat didalam larutan tersebut.
Penyaringan yang banyak digunakan terbuat dari gelas sinter, film selulosa
(Gelaman, Millipore) dan asbestos atau penyaring Seitz. Pori-pori dari penyaring
tersebut berkisar antara 0,22 sampai 10 mikron. Pori-pori yang lebih kasar
biasanya digunakan untuk penjernihan sebelum digunakan pori-pori yang lebih
halus, sehingga tidak terjadi penyumbatan. Penyaring yang biasa digunaakan
untuk bakteri tidak dapat menahan atau menyaring virus atau mikoplasma.
D. Sterilisasi dengan disenfektan

Desinfektan adalah Zat-zat yang dapat membunuh atau menghamabat


pertumbuhan bakteri dapat dibagi atas garam-garam,logam, fenol, dan senyawasenyawa lain yang sejenis, formaldehida, yodium, alkohol, klor, zat warna,
detergen, sulfonamida, dan antibiotik.
E. Sterilisasi dengan radiasi
Sterilisasi dengan radiasi dapat dilakukan dengan sinar gama (sinar UV kadangkadang juga digunakan tetapi tidak begitu baik karena daya tembusnya lemah )
namun penggunaanya terbatas karena menuntut persyaratan keamanan dan biaya
yang tinggi.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Alat
1. Jarum Ose
2. Jarum tanam tajam
3. Erlenmeyer
4. Cawan petri
5. Autoclave
6. Tabung reaksi
7. Spatel drugalsky
8. Oven
9. Inkubator
10. Kulkas

11. Beaker glass


12. Erlenmeyer
13. Tabung durham
14. Pipet volume
15. Bulb
16. Pinset
17. Mikropipet
18. LAF
19. Bunsen
20. Kaca slinder

21.
B.
1.
2.
3.

Bahan
Kertas alumunium foil
Kertas yellow page
Kapas

22.
C. Prosedur Kerja
23.
1. Diamati lengkap bagian-bagian dari alat-alat yang digunakan.
2. Dipahami fungsi dan cara mengoperasikan alat-alat yang digunakan.
3. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses sterilisasi
beserta cara membungkus alat alat yang akan disterilkan dengan
yellow page.
24.
25.

27.

26.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
28.
29.

A. Hasil
30.

31. Nama

32. Fungsi

1.

Alat
33. Cawan

34. Untuk

2.

petri
35. Jarum

pertumbuhan bakteri dan menutrisi bakteri.


36. Untuk mengambil bakteri uniseluler dan

ose
38. Jarum

yang tidak berfilamen.


39. Untuk
mengambil

37.

tanam

pembuatan

media

seperti

mikroorganisme

berfilamen

40.

tajam
41. Tabung

42. Untuk

43.

reaksi
44. Pipet

media dan mengambil sampel


45. Untuk mengambil sampel dalam bentuk

46.

volume
47. Mikropi

cairan / larutan kuantitatif


48. Untuk mengambil sampel dalam ukuran

pet

digunakan

sebagai

pembuatan

mikro.
49. Tersedia dalam ukuran 25 , 10 100 , 100

50.

51. Erlenme
yer

1000 mikroliter.
52. Untuk pencampuran sampel dan untuk
mengambil sampel

53.

54. Kaca

55. Untuk uji sampel namun pada bagian

Silinder

tertentu saja sehingga dapat lebih hemat


untuk

56.

59.

penggunaan

media

dan

dapat

57. Tabung

digunakan untuk uji sampel yang lain.


58. Untuk menguji ada atau tidaknya bakteri

durham

E-Coli atau koliform dalam suatu sampel


tersebut.
61. Untuk meratakan media

60. Spatel
drugalsk

62.

y
63. Beaker

65. Untuk pewarnaan bakteri

Glass
66.

64.
67. Rak

68. Untuk menyimpan tabung reaksi

tabung
69.

70. Bunsen

71. Untuk Sterilisasi jarum ose dan alat-alat


yang terbuat dari logam.

72.

73. Oven

74. Untuk sterilisasi alat-alat yang terbuat dari


kaca.

75.

76. Inkubato
r

78.

77. Untuk
yang

79. Autoclav
e

menumbuhkan
ingin

mikroorganisme

ditumbuhkan

(untuk

menginkubasi).
80. untuk membunuh kuman atau bakteri yang
terdapat pada bahan atau alat yang pada
umumnya terbuat dari logam, plastik,
karet, tekstil gelas juga liquid (cairan)

81.

82. Kulkas

84.

85. Filler
Bulb

dalam keadaan terbungkus maupun tidak.


83. untuk menyimpan medium atau bakteri.

86. untuk

menyedot

larutan

yang

dipasang pada pangkal pipet ukur.

dapat

87.

88. Pinset

89. untuk mengambil benda dengan menjepit


misalnya

90.

memindahkan

cakram

antibiotik.
92. Untuk sterilisasi dengan sinar gamma ( UV

91. LAF
( Lamina
r

saat

Air

Flow )
93.
94. RUANG-RUANG

YANG

BERPERAN

PENTING

DI

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI-VIROLOGI
1. Stock room
95. Fungsi : Tempat menyimpan alat dan bahan untuk praktikum
2. Preparation room
96. Fungsi : ruangan tempat menimbang bahan untuk praktikum
apabila perlu penimbangan yang dilengkapi dengan timbangan
digital.
3. Sterilization room
97.

Fungsi : ruangan tempat melakukan sterilisasi alat maupun bahan

dengan cara sterilisasi kering dengan menggunakan oven dan sterilisaasi


basah dengan menggunakan autoclave
4. Inoculation room
98. Fungsi : ruangan yang dilengkapi dengan LAF ( Laminar Air
Flow ) untuk memindahkan, menuang medium atau menanam
bakteri.
99.
100.
101.
102.
5. Cultivation room
103.
Fungsi : ruangan yang di lengkapi dengan kulkas dan
inkubator untuk memelihara, menyimpan, menginkubasi biakan
medium pertumbuhan mikroorganisme.
6. Decontaminaton room
104.
Fungsi : ruangan untuk destruksi yaitu suatu cara untuk
merusak atau menghancurkan bakteri penelitian yang tidak
digunakan lagi. Berfungsi agar bahan tersebut tidak menimbulkan

bahaya bagi lingkungan yang dikenai/ dikontaminasi olehnya. Di


ruangan ini terdapat autoclave.
105.
B. Pembahasan
106.
Sebelum kita lebih lanjut melakukan praktikum mikrobiologivirologi, sudah seharusnya kita mengetahui apa saja yang mesti dilakukan di
laboratorium mikrobiologi baik yang dilakukan sebelum, sesudah ataupun selagi
melakukan praktikum. Ini perlu dipelajari, karena praktikum ini tidak semudah
dan tidak secepat praktikum praktikum yang lainnya. Praktikum mikrobiologi
merupakan salah satu praktikum yang memerlukan waktu yang panjang dalam
melakukannya. Karena hasil yang kita butuhkan tidak akan selesai dalam satu
hari. Jadi, sudah semestinya di awal pertemuan praktikum mikrobiologi-virologi
kita d perkenalkn terlebih dahulu tentang alat-alat yang akan digunakan selama
praktikum termasuk proses dan teknik sterilisasi yang mendukung pada praktikum
ini.
107.

Meskipun praktikum mikrobiologi sangat ribet dan

menghabiskan banyak waktu, tapi tanpa proses itu kita tidak akan
mendapatkan hasil yang sesuai kita harapkan. Maka praktikum ini
diperlukan keseriusan dalam pelaksanaannya. Agar medium dan
penelitian tentang mikroorganisme dapat terlaksana dengan baik,
sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan seuai yang kita
harapkan.
108.
109.
110.
111.
112.
113.

114.
BAB V
115.
PENUTUP
116.
117.
A. Kesimpulan
118.
Kesimpulan dari praktikum mikrobiologi adalah sebagai berikut:
1. Dari pengenalan alat laboratorium dan alat sterilisasi yang telah
dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan bahwa setiap alat mempunyai
fungsi dan spesifikasi yang berbeda tergantung jenis alatnya.

2. Sterilisasi merupakan cara membuat suatu alat atau bahan menjadi bebas
dari pertumbuhan mikroba beserta sporanya.
3. Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaan
panas, penggunaan bahan kimia, dan penyaringan (filtrasi). Bila panas
digunakan bersama-sama dengan uap air maka disebut sterilisasi panas
lembab atau sterilisasi basah, bila tanpa kelembapan maka disebut sterilisasi
panas kering atau sterilisasi kering. Di pihak lain, sterilisasi kimiawi dapat
dilakukan dengan menggunakan gas atau radiasi.
4. Berdasarkan cara sterilisasi dibagi menjadi dua yaitu sterilisasi basah
menggunakan autoclave dan sterilisasi kering dengan menggunakan oven.
119.
B. Saran
120.
1. Sebelum melakukan praktek mikrobiologi diharapkan untuk menyeterilkan
alat-alat dan diri kita masing-masing agar media atau bahan yang diuji tidak
terkontaminasi oleh mikroorganisme.
2. Pada saat membuat media ataupun memindahkan mikroba di tempat lain
maka diharapkan agar tempat memindahkan media tersebut steril dan selalu
dekat dengan alat yang digunakan agar tetap steril.
121.
122.
123.
124.
125.
126.
128.
129.

DAFTAR PUSTAKA
127.

Hadioetomo,Ratna Siri. 1993.Mikrobiologi Dasar Dalam

Praktek. PT Gramedia: Jakarta


130.
131.
Fardiaz,Srikandi. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. PT
Gramedia: Jakarta.
132.
133.
Lay, B., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
134.
135.
Volk, Wesley A. dan Margaret F. Wheeler. 1993.
Mikrobiologi Dasar Jilid 1, Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga

136.
137.
138.
139.
140.

http://www.kampungteleng.co.cc/2010/05/sterilisasi.html
Diakses pada tanggal 04 Oktober 2013 Pukul 22.48 WIB
http://bundafathi.wordpress.com/2010/08/05/dasar-dasar-

mikrobiologi-1/
141.
Diakses pada tanggal 04 Oktober 2013 Pukul 23.25 WIB
142.
143.
144.
145.
146.
147.
148.
149.
150.
151.
152.
153.
LAMPIRAN
154.
155.
156.
157.
158.

159.
160.
(AUTOCLAVE)
161.
162.

(OVEN)

163.

164.
165.
166.

167.
168.
169.

(TIMBANGAN)

KULKAS

KULKAS

170.

171.
172.

Laminar Air Flow ( LAF )

FUNGI
173.

INKUBATOR

174.

175.

INKUBATOR BAKTERI

TABUNG

RAK

176.

177.
VOLUME
178.

CAWAN PETRI

179.

180.
181. MIKROPIPET
ERLENMEYER

PIPET

182.

183.

KACA SILINDER
TABUNG DURHAM

184.
185.

186.

187.
188.
189.
190.

SPATEL SRUGALSKY
RAK TABUNG

191.

192.
TABUNG REAKSI
JARUM OSE
193.
194.