Anda di halaman 1dari 3

Patofisiologi Batuk dan Sesak nafas

Batuk
Batuk dipandang sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Batuk adalah pelindung refleks pada orang sehat yang dipengaruhi oleh psikologis faktor.
batuk Refleks diawali oleh rangsangan dari dua kelas yang berbeda dari saraf aferen , yaitu
myelinated reseptor cepat beradaptasi, dan nonmyelinated C-serat dengan akhir dalam paru-paru.
Namun itu tidak ada kepastian bahwa stimulasi nonmyelinated -serat C menyebabkan batuk
dengan refleks seperti itu dimaksud dalam fisiologi (dengan sendiri lima komponen): stimulasi
ini dapat menyebabkan sel mast degranulasi (melalui asosiasi-assonic refleks) dan edema yang
dapat bekerja sebagai reseptor stimulus untuk cepat beradaptasi.
Sebuah benda asing kadang-kadang bisa dicurigai, misalnya jika tiba-tiba batuk mulai
saat pasien makan.. Jarang, benang ditinggalkan di dalam cabang jalan napas dapat
menyebabkan batuk.
Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di
saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di
tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.
Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung,
saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat
batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk
mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

Akut dan Kronis


Batuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis, keduanya
dikelompokkan berdasarkan waktu.

Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1 episode. Bila batuk
sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut, disebut batuk
kronis atau batuk kronis berulang.
Batuk kronis berulang yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkolosis (TB),
dan pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari). Pertusis adalah batuk kronis yang disebabkan oleh
kuman Bordetella pertussis. Pertussis dapat dicegah dengan imunisasi DPT.
Ada beberapa macam penyebab batuk :
1. Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan
gejala flu.
2. Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).
3. Alergi
4. Asma atau tuberculosis
5. Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
6. Tersedak akibat minum susu
7. Menghirup asap rokok dari orang sekitar
8. Batuk Psikogenik. Batuk ini banyak diakibatkan karena masalah emosi dan psikologis.

Sesak nafas
Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau kesulitan dalam
bernapas.
Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan
paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung)

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

Peningkatan

jumlah

frekuensi

napas

(dewasa

>20x/menit;

anak

>30x/menit;

bayi>40x/menit)

Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari

Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi

Penyebab kegawatdaruratan karena sesak napas dapat berupa :

Asma : batuk, mengi

Infeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas

Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) :


riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dll)

Sakit jantung (disertai nyeri dada)

Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada,
sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), perdarahan