Anda di halaman 1dari 4

SKENARIO 1 SISTEM SARAF

Disusun oleh : KELOMPOK B2

No.

Nama

NPM

1.

Agus Syafirudin

09700062

2.

I Wayan Merdiyana Eka P

09700064

3.

Gede Vernanda Satria Dita

09700066

4.

Devi Rakhmawati

09700070

5.

Wahyu Anne Puspita M

09700072

6.

Meilia Giska

09700074

7.

Eni Nur Diana

09700076

8.

Rangga Yudisthira

09700078

9.

Pramita Indah Suryani

09700080

10.

Nuril Sudiyatma

09700082

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
TAHUN AKADEMIK 2009/2010

1. Ny.A umur 50th mengalami kecelakaan lalu lintas ditabrak dari belakang oleh sepeda
motor,ia mengalami patah tulang belakang ( fraktur close vertebrae torakhalis)10-12 luka
iris(fulnus apertum) pada musculus gastrocnemius sebesar 5cm,luka memar di pipi
sebelah kanan. Kemudian di bawah ke rumah sakit,dilakukan penjahitan luka,sebelumnya
di beri anastesi,diberi obat asamefenamat. Ny A MRS selama 5 hari.
a. Jelaskan apa yang terjadi pada Ny.A !
b. Apa yang menyebabkan dan bagaimana rasa nyeri pada Ny.A ?
c. Bagaimana cara kerja anastesi lokal dan asam mefenamat ?
a) Terjadi patah tulang yaitu terputusnya jaringan tulang, baik seluruhnya atau hanya sebagian saja.
Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang juga akan mengalami patah. Patah tulang pada
Ny.A diakibatkan tulang menerima gaya yang besar karena ditabrak sehingga patah, terutama di bagian
tulang belakang,. Ny.A juga mengalami luka iris pada gastrocnemius dan luka memar pada pipi.
Luka iris ini (fulnus apertum), terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam. Misal yang

terjadi akibat pembedahan. Luka bersih (aseptik) biasanya tertutup oleh sutura seterah seluruh
pembuluh darah yang luka diikat (Ligasi).
Luka memar (Contusion Wound), terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan
dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak, perdarahan dan bengkak.
b) Nyeri yang dialami Ny.A terjadi karena kerusakan serat-serat saraf, disfungsional, atau cedera.
Diakibatkan oleh patah tulang belakang, cedera otot dan cedera-cedera jaringan yang dialami
Ny.A. Jenis nyeri yang dialami adalah nyeri neuropati.
Nyeri Neuropati
Neuropati perifer (peripheral neuropathy/PN) adalah penyakit pada saraf perifer. Saraf
tersebut adalah semua saraf selain yang ada di otak dan urat saraf tulang belakang (perifer berarti
jauh dari pusat). Nyeri neuropatik merupakan keadaan kompleks nyeri kronis yang biasanya
disertai dengan cedera jaringan. Dengan nyeri neuropatik, serat-serat saraf sendiri mungkin
rusak, disfungsional, atau cedera. Serat saraf yang rusak ini mengirim sinyal yang salah ke pusatpusat rasa sakit lain. Dampak dari cedera serabut saraf meliputi perubahan dalam fungsi syaraf
baik, di tempat cedera dan daerah sekitar cedera.
Akibatnya, orang merasa tidak nyaman dengan gejala yang digambarkan sebagai
kesemutan atau seperti ditusuk paku dan jarum atau gejala nyeri lebih seperti membakar. Nyeri

saraf dapat dikaitkan dengan sejumlah kondisi medis seperti diabetes, herpes zoster, kanker dan
perawatan nya, sindrom carpal tunnel, atau cedera tulang belakang.
Rasa geli dan sensasi terbakar nyeri saraf sangat berbeda dari rasa sakit dan nyeri yang
dirasakan dari nyeri otot. Nyeri otot disebabkan oleh cedera fisik, seperti terjatuh, akan
menghilang setelah cedera telah sembuh. Di sisi lain, nyeri saraf yang mungkin tidak disebabkan
oleh trauma, sering menghasilkan rasa sakit terus-menerus atau rutin. Over-the-counter-pain
seringkali tidak cukup kuat untuk membuat nyeri saraf pergi. Sejalan dengan waktu, nyeri saraf
dapat menyebar dari kaki bawah ke atas atau naik ke lengan dari tangan.
c) Cara kerja Anastesi lokal
Pembiusan atau anestesi lokal biasa dimanfaatkan untuk banyak hal. Misalnya, perawatan
kecantikan seperti sulam bibir, sulam alis, dan liposuction, kegiatan sosial seperti sirkumsisi
(sunatan), mencabut gigi geraham terakhir atau gigi berlubang, mengangkat mata ikan, hingga
merawat luka terbuka yang disertai tindakan penjahitan. Anestesi lokal merupakan tindakan
memanfaatkan obat bius yang cara kerjanya hanya menghilangkan rasa di area tertentu yang
akan dilakukan tindakan. Caranya, menginjeksikan obat-obatan anestesi tertentu pada area yang
akan dilakukan sayatan atau jahitan. Obat-obatan yang diinjeksikan ini lalu bekerja memblokade
saraf-saraf tepi yang ada di area sekitar injeksi sehingga tidak mengirimkan impuls nyeri ke otak.
Anestesi lokal ini bersifat ringan dan biasanya digunakan untuk tindakan yang
hanyaperlu waktu singkat. Oleh karena efek mati rasa yang didapat hanya mampu dipertahankan
selama kurun waktu sekitar 30 menit seusai injeksi, bila lebih dari itu,maka akan diperlukan
injeksi tambahan untuk melanjutkan tindakan tanpa rasa nyeri.
Cara kerja asam mefenamat
Merupakan kelompok antiinflamasi non steroid bekerja dengan cara menghambat sintesa
prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim siklooksiginase sehingga
mempunyai efek analgesik, antiinflamasi dan antipiretik.
Interaksi Obat

Penggunaan bersama dengan antikoagulan oral dapat memperpanjang Prothombin


Efek Samping
Gangguan lambung : tidak nafsu makan, sakit abdomen, sembelit, diare, dispepsi,
kembung, rasa terbakar, mual, tukak lambung, muntah, mulut kering hingga pendarahan
lambung.
Efek pada darah : penurunan hematokrit (pemakaian jangka lama), anemia,
memperpanjang waktu pendarahan, eusinopili, epstaxis, leucopenia, thrombo, cytopenia,
trombositopenia, menghambat agregasi platelet.
Efek pada sistem syaraf : pusing, sakit kepala, ketakutan, bingung, depresi, bermimpi, sulit
tidur, cemas, gemetaran, berputar, halusinasi.
Efek pada mata/pendengaran : tinitus, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran,
sembab mata.
Efek pada ginjal : abnormalitas fungsi ginjal, disuria, hematouria, hiperkalemia, cystitis,
nephrotic sindrom, oligouria/poliuria, proteinuria sampai gagal ginjal.
Effek pada hati : peningkatan hasil test fungsi hati (SGOT, SGPT) sekitar >3 kali nilai
normal. Hepatitis, jaundice, kerusakan hati, kolik.
Efek samping lain : gatal, bentol, kemerahan, fotosensitif, reaksi anafilaksis, StevensJohnson sindrome, bengkak, CHF, hipertensi, takikardi, aritmia, hypotensi, miocardial infark,
demam, infeksi, sepsis, perubahan berat badan, asma, hipergikemi, pankreatitis, pneumonia,
depresi pernafasan.