Anda di halaman 1dari 4

SKENARIO PEMBELAJARAN

Pendahuluan 3 menit
Guru :Selamat siang, anak-anak
Siswa :Selamat siang, pak
Guru : Apakah ada yang tidak hadir hari ini?
Siswa :Tidak, pak
Guru :Bagus, kalian semua adalah siswa-siswa yang rajin. Baik, pada hari ini kita akan
mempelajari Hukum Ohm. Pada pembelajaran hari ini diharapkan kalian semua
mampu menjelaskan dan menerapkan konsep Hukum Ohm. Apakah kalian sudah siap
mengikuti pembelajaran hari ini?
Siswa :Siap, pak
Guru :Bagus sekali, bapak mengharapkan kalian mengikuti pembelajaran ini dengan
sungguh-sungguh karena materi kita kali ini ada erat hubungannya dengan meteri
minggu lalu yaitu kuat arus listrik. Bapak ingin kalian mengingat kembali materi
tentang kuat arus listrik.
Guru : Anak-anak coba perhatikan di slide, pada dasarnya rangkaian listrik itu terdiri dari
dua, yaitu rangkaian terbuka dan tertutup. Rangkaian terbuka adalah rangkaian yang
belum dihubungkan dengan sumber tegangan. Sedangkan rangkaian tertutup adalah
rangkaian yang sudah dihubungkan dengan sumber tegangan. Dari kedua rangkaian
tersebut, yang mana menghasilkan kuat arus listrik?
TIWIK : Saya Pak! Pada rangkaian tertutup karena ketika dihubungkan dengan sumber
tegangan yang memiliki dua kutub berbeda maka akan terjadi beda potensial yang
nantinya akan menghasilkan kuat arus listrik pak.
Guru : Ya tepat sekali. Nah, pemahaman kalian terkait konsep kuat arus listrik sudah
sangat bagus, sekarang mari kita lanjutkan pada konsep hukum Ohm.
Kegiatan inti 15 menit
Guru : Baiklah kita mulai pelajaran hari ini. Selain kuat arus (I), pada sebuah rangkaian
listrik sebenarnya terdapat besaran lain lagi, yaitu tegangan (V), dan hambatan (R).
Hubungan besaran-besaran tersebut ditemukan oreh seorang ilmuan bernama George
Simon Ohm melalui sebuah eksperimen. Untuk lebih memahami hubungannya,
sekarang coba perhatikan simulasi tentang Hukum Ohm! (guru memainkan simulasi
pada slide). Untuk mengetahui hubungan antara kuat arus (I) dengan tegangan (V),

maka kita buat hambatannya konstan dan tegangannya kita variasikan, kemudian hasil
pengamatannya kita masukkan ke dalam tabel berikut.
Hambatan (Ohm)
Tegangan (Volt)
Kuat arus (Ampere)
10
10
1
10
20
2
10
30
3
Nah, berdasarkan tabel tersebut dapat kita amati bahwa semakin besar tegangan, maka
kuat arus yang mengalir juga akan semakin besar. Sehingga dapat bapak tuliskan
hubungannya menjadi:
I~V
Sekarang coba perhatikan kembali simulasi pada slide! Kali ini kita akan mencari tahu
hubungan antara kuat arus listrik (I) dengan hambatan (R), untuk itu kita akan
membuat tegangannya konstan dan memvariasikan hambatannya, kemudian kita
masukkan kembali hasil pengamatan ke tabel seperti yang tadi.
Hambatan (Ohm)
Tegangan (Volt)
Kuat arus (Amperea)
10
10
1
20
10
0,5
30
10
0,33
Nah sekarang berdasarkan tabel tersebut, semakin besar hambatan, maka kuat arus
yang mengalir pada rangkaian akan semakin kecil. Jadi hubungan kuat arus dengan
hambatan adalah berbanding terbalik yang dapat dirumuskan dengan:
(I 1/R)
Nah berdasarkan kedua hubungan tadi, George Simon Ohm merumuskan persamaan
Hukum Ohm, yaitu:
I

V
R

Nah, dari penjelasan bapak tadi, ada yang bisa menyebutkan bunyi dari hukum Ohm
tersebut?
TIRTA

: Saya pak! Jadi, Hukum Ohm menyatakan bahwa kuat arus yang mengalir pada
suatu rangkaian tertutup akan sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik
dengan hambatannya.

Guru : Bagus sekali. Apa ada yang memiliki pendapat lain?


Siswa : Sama pak
Guru : Baiklah, jadi jawaban teman kalian tadi sudah tepat! Nah dalam kehidupan seharihari ada banyak jenis contoh penerapan hukum ohm, salah satunya Bola Lampu
rumah yang dapat menyala karena diberi tegangan (V) sehingga listrik teraliri ke

filamen dan lampu dapat menyala. Apabila tegangan yang diberikan lebih kecil dari
tegangan yang di butuhkan lampu, maka lampu tersebut akan redup. Begitu juga
dengan alat-alat elektronik lain seperti kulkas, penanak nasi dan lain sebagainya harus
diberikan tegangan yang sesuai agar dapat bekerja normal.
Guru : Sekarang untuk menambah pemahaman kalian, coba kerjakan soal berikut! Sebuah
bangunan rumah tangga memakai lampu dengan tegangan pada instalansi lampu
rumah tangga tersebut adalah 220 Volt, dan arus yang mengalir pada lampu tersebut
adalah 10 ampere, berapakah hambatan pada lampu tersebut? Hitunglah!
Guru : Apa ada yang sudah selesai? Coba jawab dan tulis ke depan!
WIDYA: Saya pak. (menjawab tulisan)
Jawaban siswa:
Dik :
V = 220 Volt
I = 10 Amper
Dit : R=...?
Jawab :
I = V/R
R=V/I
R = 220/10 = 22 ohm
Guru : Bagus sekali. Apa ada yang memperoleh jawaban yang berbeda?
Siswa : Sama pak
Guru : Ya jadi jawaban teman kalian tepat sekali. Jadi sekian pelajaran hari ini tentang
hukum Ohm. Apa ada yang belum jelas dari apa yang telah kita diskusikan tadi?
Siswa : Tidak pak

Penutup 2 menit
Guru : Baiklah kalau memang tidak, sebelum bapak akhiri pertemuan kali ini, bapak ingin
salah satu dari kalian menyimpulkan pembelajaran kali ini.
DWIK : Saya Pak! Selain kuat arus (I), pada suatu rangkaian tertutup juga terdapat besaran
lainnya, yaitu tegangan (V), dan hambatan (R). Ketiga besaran tersebut memiliki
hubungan yang dinamakan hukum Ohm dengan persamaan matematis yaitu:
I

V
R

Guru : Ya bagus sekali. Jadi kalian sudah memahami pembelajaran kali ini. Untuk itu
bapak akhiri pertemuan kali ini dan pada pertemuan selanjutnya pelajari materi
tentang rangkaian hambatan seri dan paralel.
Selamat siang!
Siswa : Ya pak! Selamat siang!