Anda di halaman 1dari 3

Nyeri Pinggang dan Herniated Nucleus Pulposus (HNP)

By pdpersi.co.id
Surabaya - Pernah mendengar atau mengalami langsung nyeri pada pinggang secara t
iba-tiba ketika berusaha mengangkat beban berat? Atau mungkin nyeri pinggang yan
g tidak diketahui dengan jelas penyebabnya? Banyak sekali penyebab nyeri pinggan
g pada manusia. Bisa karena infeksi pada otot atau tulang belakang, trauma atau
benturan yang hebat pada pinggang, kelainan tulang belakang, dll. Salah satu yan
g cukup sering adalah yang dinamakan Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Hal ini p
astilah sangat menganggu, bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit,
tapi juga menghambat produktifitas di kehidupan sehari-hari.
Dan di kalangan medis, secara umum keluhan ini disebut LBP (Low Back Pain). Nyer
i ini bisa dikarenakan kekakuan atau cedera terbatas pada otot dan struktur send
i lainnya, karena proses peradangan di dalam rongga tulang panggul, proses sumba
tan pada saluran kemih atau pun cedera yang langsung mengenai saraf yang ada di
sekitar lokasi tersebut. HNP menjadi salah satu dari kelainan yang juga awalnya
dirasakan nyeri pada areal sekitar pinggang.
Apa itu HNP?
Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau biasa dikenal masyarakat sebagai syaraf terjep
it , suatu gangguan akibat merembes (menonjol) atau melelehnya (hernia) lapisan at
au bantalan permukaanruas tulang belakang (nucleus pulposus) dari ruang anatar r
uas tulang (discus intervertebralis).
Tonjolan atau merembesnya HNP tersebut dapat menyebabkan penekanan pada syaraf t
ulang belakang dan syaraf tepi (yaitu, saraf yang berasal dari syaraf tulang bel
akang).
Seperti halnya nyeri punggung, HNP paling sering terjadi di daerah punggung bawa
h atau disebut HNP lumbalis, paling sering (90%) mengenai diskus invertebralis L
5-S1 dan L4-L5. HNP di daerah punggung atas sampai leher jarang terjadi hanya se
kitar 8% dari seluruh kasus HNP. HNP lumbalis akan membaik dalam waktu kira-kira
6 minggu. Tindakan pembedahan jarang diperlukan kecuali pada keadaan tertentu.
Bagaimana membedakan dengan nyeri punggung oleh penyebab lainnya?
Nyeri oleh karena HNP yang menjepit saraf rasanya lebih menggigit, terasa sepert
i terbakar atau seperti terkena sengatan listrik. Dirasakan menjalar ke bagian b
awah dan jika lebih parah lagi akan terasa nyerinya dari belakang paha menyebar
ke bagian bawah hingga betis pada satu sisi. Nyeri dapat timbul setiap saat tida
k terbatas apakah sedang beraktifitas atau lagi istirahat. Berbeda dengan nyeri
akibat gangguan di saluran kemih. Jika hambatan ada di ginjal, nyeri terasa lebi
h di ats pinggang, kemeng dan penderita merasa sebatas tidak nyaman saja. Kalau
hambatan berada di dalam saluran bagian bawahnya dapat menimbulkan nyeri kolik,
kumat-kumatan, saat parah hingga menimbulkan muntah dan susah melokalisir asal
nyeri.
Nyeri karena peradangan organ bagian dalam, akan tersebar ke bagian perut bawah
dan bertambah jika disentuh atau ditekan. Waktu munculnya nyeri relatif lebih ko
nstan. Pada tahap yang lebih ringan, bisa juga dibedakan dengan nyeri akibat kek
akuan atau hanya pegal-pegal pada otot pinggang.
Apa penyebab terjadinya HNP?
Penyebab HNP ini berbagai macam. Faktor resikonya antara lain adalah merokok, ba
tuk yang terlalu lama, cara duduk yang salah, menyetir terlalu sering, cara meng
angkat barang yang salah, dll. Seiring denagn bertambahnya usia, kemampuan cakra
m untuk menjalankan fungsinya juga menurun. Faktor-faktor di atas dapat menyebab
kan terjadinya herniasi, yaitu keluarnya suatu organ melalui suatu celah dalam t
ubuh. HNP dapat dianalogikan seperti terjadinya turun bero , tetapi pada daerah tul
ang belakang. Dapat dilihat pada gambar di bawah ini bahwa nukleus pulposus ters
ebut keluar dari dalam bantalan melalui dinding bantalan melalui dinding bantala

n yang lemah, maka nukleus pulposus masuk ke dalam rongga ruas tulang belakang;
keadaan inilah yang disebut hernia nukleus pulpolus (HNP). Tergantung besar keci
lnya, HNP dapat menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang saraf tepi.
Gejala Klinis
Gejala klinis HNP berbeda-beda tergantung lokasinya. HNP di daerah leher lazim m
enimbulkan gejala berupa nyeri saat leher digerakkan, nyeri leher di dekat telin
ga atau di sekitar tulang belikat, dan nyeri yang menjalar ke arah bahu, lengan
atas, lengan bawah dan jari-jari. Selain nyeri, juga dapat ditemukan rasa kesemu
tan dan tebal di daerah yang kurang lebih sama dengan rasa nyeri tersebut. Di da
erah punggung bawah, gejala klinis HNP menyerupai HNP leher. Rasa nyeri terasa d
i daerah pinggang, pantat dan menjalar ke arah betis dan kaki. Seringkali juga t
erasa sensasi kesemutan dan tebal pada salah satu atau kedua tungkai bawah
.
Gejala-gejala HNP tersebut lazim timbul perlahan-lahan dan semakin terasa hebat
jika duduk atau berdiri dalam waktu lama, pada waktu malam hari, setelah berjala
n beberapa saat, pada saat batuk atau bersin, serta ketika punggung dibungkukkan
ke arah depan. Gejala klinis pada setiap pasien berbeda-beda tergantung pada lo
kasi dan derajadnya.
HNP pada punggung bawah di daerah yang disebut L1-L2 dan L2-L3 menyebabkan nyeri
dan rasa tebal pada sisi depan-samping luar paha. Juga dapat terjadi kelemahan
otot-otot untuk menggerakkan sendi paha ke arah perut. HNP di daerah ini jarang
terjadi dibandingkan daerah punggung bawah yang lain.
HNP di daerah L3-L4 menimbulkan nyeri di daerah pantat, sisi samping luar paha d
an sisi depan betis. Rasa tebal atau kesemutan dapat dirasakan pada sisi depan b
etis.
Di daerah L4-L5, HNP menyebabkan nyeri di daerah pantat, sisi belakang paha, sis
i depan samoing luar betis sampai daerah punggung kaki.
Sementara HNP L5-S1 mengakibatkan nyeri di daerah pantat, sisi belakang paha dan
betis sampai ke tumit serta telapak kaki. Rasa tebal dan kesemutan terasa di da
erah betis sampai telapak kaki. HNP di kedua daerah ini (yaitu, L4-L5 dan L5-S1)
paling sering terjadi.
Pada kasus yang ekstrem, HNP di daerah punggung bwah dapat menyebabkan penekanan
sekelompok serabut saraf yang disebut kauda equina (bahasa latin yang berarti ekor
kuda ). HNP ini disebut sebagi
syndrom kauda equina dengan gejal=gejala nyeri, kes
emutan, aras tebal, serta kelemahan atau kelumpuhan kedua tungkai.
Gejal-gejala tersebut juga disertai ketidakmampuan menahan kencing (mengompol) d
an buang air besar. Sindrom ini merupakan suatu keadaan yang serius dan gawat, s
erta membutuhkan tindakan pembedahan secepatnya.
Diagnosis
Selain berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh penderita, cara terbaik untuk
mengetahui ada tidaknya HNP adalah dengan melakukan pemeriksaan MRI. Selain itu
, untuk memastikan bahwa HNP yang ditemukan pada MRI memang menjadi penyebab kel
uhan penderita, perlu dilakukan pemeriksaan EMG (pemeriksaan fungsi hantaran sa
raf).
Perlu diketahui bahwa HNP tidak terlihat pada foto rontgen biasa. Pada pasien HN
P, foto rontgen dilakukan untuk menentukan ada tidaknya HNP, tetapi untuk menges
ampingkan kelainan-kelainan lain (selain HNP) yang dapat menyebabkan nyeri pungg
ung.
Pengobatan
Sebagian besar HNP dapat diobati dengan pengobatan tanpa operasi, terutama jika
ditemukan secara dini. Kasus yang telah lama dan berat biasanya memerlukan tinda
kan operasi.

Pengobatan non-bedah meliputi istiraht berbaring jika nyeri benar-benar berat. I


stiraht sebaiknya tidak lebih dari 2 hari karena jika lebih lama akan memperlema
h otot-otot punggung. Selain istirahat, nyeri dapat dikurangi dengan obat-obat a
nti nyeri.
Fisioterapi dapat bermanfaat, khususnya pada keadaan nyeri akut ( mulai timbul t
au bertambah berat secara mendadak). Fisioterapi dapat berupa diatermi untuk mem
buat otot punggung rileks dan TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation)
uanutk mengurangi nyeri. Dan di Instalasi Rehabilitasi Medik RS Darmo, penderit
a akan mendapatkan penanganan secara menyeluruh mulai dari diagnosis pemeriksaan
awal seperti EMG-NCV sampai dengan penanganannya. Instalasi Rehabilitasi Medik
ini dapat melayani penderita setiap hari dengan perjanjian, oleh dokter spesiali
s di bidang tersebut.
Instansi Rehab Medik juga didukung oleh para terapis yang profesioanal dan berpe
ngalaman di bidanganya.
Para ahli sepakat bahwa waktu yang diperlukan untuk menilai apakah pengobatan no
n-bedah berhasil atau tidak adalah 3-6 minggu. Jika tidak berhasil, maka pembeda
han perlu dilakukan untuk menyembuhkan HNP.
Dewasa ini, para ahli di bidang bedah sedang berlomba-lomba untuk menciptakan su
atu teknik operasi yang menghasilkan suatu sayatan yang minimal, atau bahkan tan
pa sayatan. Teknik ini dinamakan minimally invasive surgery.
Teknik ini memungkinkan masa perawatan yang jauh lebih cepat daripada operasi te
rbuka. Dan bagi pasien yang mengutamakan segi estetik, teknik ini dapat dibuat d
engan sayatan dan bekas luka kecil. Perkembangan teknik ini di dunia penyakit HN
P menghasilkan berbagai macam teknik antara lain nucleotome, laser central decom
pression dan directed fragmentectomy. Setiap teknik pasti mempunyai kelebihan da
n kekurangannya tersendiri.
Seperti contohnya teknik central decompression yang salah satunya dapat mengguna
kan suatu zat kimia bernama cymopapain yang dapat menyebabkan reaksi alergi dan
spasme (ketegangan) dari otot. Pada prinsipnya, teknik minimally invasive ini me
nggunakan suatu alat yang dinamakan artroskopi. Alat ini merupakan suatu alat ya
ng menggunakan suatu alat yang menggunakan suatu tabung berdiameter kecil yang p
anjang sehingga memungkinkan untuk dimasukkan ke dalam tubuh dengan sayatan yang
kecil. Tabung ini dilengkapi dengan alat yang dibutuhkan untuk operasi serta ka
mera yang memungkinkan dokter bedah melihat organ di dalam tubuh melaui layar. K
euntungan teknik ini selain dari kecilnya sayatan yang ditimbulkan, gambar yang
terlihat dari layar dapat diperbesar puluhan kali sehingga kelainan yang kecilpu
n dapat terlihat dengan jelas.
Bagi anda yang sangat terganggu dengan nyeri pinggang yang disebabkan oleh HNP,
anda dapat memikirkan untuk menjalani operasi ini. Tetapi tentunya anda harus me
nemui dokter spesialis ortopaedi dan traumatologi terlebih dahulu untuk mendisku
sikan tentang teknik yang akan dipilih serta mengetahui keuntungan dan resiko da
ri operasi itu.
Untuk anda yang takut akan di operasi ada banyak cara pengobatan alternatif yang
bisa anda pilih..
Source : Green Darmo Hospital Magazine Edisi : Juni - Agustus 2011