Anda di halaman 1dari 21

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain, baik bawahan maupun kelompok

untuk bekerja sama dalam rangka pencapaian tujuan


Tipe kepemimpinan atau gaya kepemimpinan

1. Tipe Otoriter (Otokratis, Dominator)


Dalam tipe ini, pemimpin bertindak diktaktor pada bawahannya. Cenderung melakukan
pemaksaan dalam menggerakkan kelompoknya. Disini kewajiban dari bawahan adalah untuk
mengikuti dan menjalankan perintah. Tak boleh ada saran dan bantahan dari bawahan. Mereka
diharuskan patuh dan setia secara mutlak kepada pemimpinnya. Kendali penuh ada pada
pemimpin (bersifat satu arah)
Contoh pemimpin diktaktor Adolf Hitler, Muammar Khadafi, Saddam Husein, Husni Mubarak
dan lain-lain

Kelebihan

Keputusan akan dapat diambil dengan cepat karena mutlak hak pemimpin, tak ada
bantahan dari bawahan

Pemimpin yang bersifat otoriter pasti bersifat tegas, sehingga apabila terjadi kesalahan
dari bawahan maka pemimpin tak segan untuk menegur

Mudah dilakukan pengawasan

Kelemahan

Suasana kaku, mencekam dan menakutkan karena sifat keras dari pemimpin

Menimbulkan permusuhan, keluhan dan rawan terjadi perpindahan karena bawahan tidak
merasa nyaman

Bawahan akan merasa tertekan karena apabila terjadi perbedaan pendapat, pemimpin
akan menganggapnya sebagai pembangkangan dan kelicikan

Kreativitas dari bawahan sangatlah minim karena tidak diberikan kesempatan


mengajukan pendapat.

Mudahnya melahirkan kubu oposisi karena dominasi pemimpin yang berlebihan

Disiplin yang terjadi seakan-akan karena ketakutan dan hukuman bahkan pemecatan dari
atasan

Pengawasan dari pemimpin hanya bersifat mengontrol, apakah perintah yang diberikan
sudah dijalankan dengan baik oleh anggotanya

2. Tipe Demokratis
Tipe kepemimpinan demokratis adalah kebalikan dari pemimpin otoriter. Disini pemimpin ikut
berbaur dan berada ditengah-tengah anggotanya. Hubungan yang tercipta juga tidaklah kaku
seperti majikan dengan bawahan, melainkan seperti saudara sendiri. Pemimpin selalu
memperhatikan kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan kesanggupan kelompok dalam
mengerjakan tugas. Pemimpin juga mau menerima masukan dan saran dari bawahannya.
Contoh pemimpin demokratis adalah John F Kennedy, Mahatma Gandhi dan lain-lain

Kelebihan

Hubungan antara pemimpin dan bawahan harmonis dan tidak kaku

Keputusan dan kebijaksanaan diambil melalui diskusi sehingga bawahan akan merasa
dihargai dan dibutuhkan peranannya

Mengembangkan daya kreatif dari bawahan karena dapat mengajukan pendapat dan saran

Bawahan akan merasa percaya diri dan nyaman sehingga bisa mengeluarkan kemampuan
terbaiknya untuk menyelesaikan tugasnya

Bawahan akan merasa bersemangat karena merasa diperhatikan

Tidak mudah lahir kubu oposisi karena pemimpin dan bawahan sejalan

Kelemahan

Proses pengambilan keputusan akan berlangsung lama karena diambil secara


musyawarah

Sulitnya dalam pencapaian kata mufakat karna pendapat setiap orang jelas berbeda

Akan memicu konflik apabila keputusan yang diambil tidak sesuai dan apabila ego
masing-masing anggota tinggi

3. Tipe Kharismatik
Tipe kepemimpinan kharismatik memiliki energi dan daya tarik yang luar biasa untuk dapat
mempengaruhi orang lain, maka tidaklah heran apabila memiliki pengikut atau masa yang
jumlahnya besar. Sifat kharismatik yang dimiliki adalah karunia dari tuhan. Pemimpin
kharismatik bisa dilihat dari cara mereka berbicara, berjalan maupun bertindak.
Contoh pemimpin kharismatik adalah Nelson Mandela, John F Kennedy, Martin
Luther King, Soekarno dan lain-lain

Kelebihan

Dapat mengkomunikasikan visi dan misi secara jelas

Dapat membangkitkan semangat bawahan untuk bekerja lebih giat

Bisa mendapatkan pengikut dengan masa yang besar karena sifatnya yang berkharisma
sehingga bisa dipercaya

Menyadari kelebihannya dengan baik sehingga bisa memanfaatkannya semaksimal


mungkin

Kelemahan

Para pemimpin kharismatik mudah mengambil keputusan yang beresiko

Pemimpin kharismatik cenderung memiliki khayalan bahwa apa yang dilakukan pasti
benar karena pengikutnya sudah terlanjur percaya

Ketergantungan yang tinggi sehingga regenerasi untuk pemimpin yang berkompeten sulit

4. Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin ini memiliki sifat kebapakan, mereka menganggap bahwa bawahan tidak bisa
bersifat mandiri dan perlu dorongan dalam melakukan sesuatu. Pemimpin ini selalu melindungi
bawahannya. Pemimpin paternalistik memiliki sifat maha tahu yang besar sehingga jarang
memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengambil keputusan
Contoh pemimpin paternalistik adalah seorang guru

Kelebihan

Pemimpin pasti memiliki sifat yang tegas dalam mengambil keputusan

Bawahan akan merasa aman karena mendapat perlindungan

Kelemahan

Bawahan tidak memiliki inisiatif dalam bertindak karena tidak diberi kesempatan

Keputusan yang diambil tidak berdasarkan musyawarah bersama karena menganggap


dirinya sudah melakukan yang benar

Daya imajinasi dan kreativitas para pengikut cukup rendah karena tidak ada kesempatan
untuk mengembangkannya

5. Tipe Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik adalah tipe pemimpin yang memiliki disiplin tinggi dan biasanya
menyukai hal-hal yang formal. Menerapkan sistem komando dalam menggerakkan bawahannya
untuk melakukan perintah. Menggunakan pangkat dan jabatan dalam mempengaruhi bawahan
untuk bertindak.
Contoh pemimpin militeristik adalah Soeharto

Kelebihan

Tegas dan tidak memiliki keraguan dalam bertindak dan mengambil keputusan

Bawahan akan memiliki disiplin yang tinggi

Bawahan akan merasa aman dan terlindungi

Kelemahan

Suasana cenderung kaku karena lingkungan yang formal

Pemimpin sukar dalam menerima kritikan dan saran dari bawahan

Bawahan akan merasa tertekan dan tidak nyaman karena banyak aturan dan sifat keras
dari pemimpin

6. Tipe Laissez-Faire
Dalam tipe ini, pemimpin tidak memberikan instruksi dan perintah, mereka membiarkan
bawahannya untuk berbuat sekehendaknya. Tak ada kontrol dan koreksi. Tentu saja dalam
kepemimpinan inisangatlah mudah terjadi kekacauan dan bentrokan. Pemimpin tak menjalankan
perannya dengan baik

Kelebihan

Keputusan ada di tangan bawahan sehingga bawahan bisa bersikap mandiri dan memiliki
inisiatif

Pemimpin tidak memiliki dominasi besar

Bawahan tidak akan merasa tertekan dalam menjalankan tugas

Kelemahan

Pemimpin membiarkan bawahan untuk bertindak sesuka hati karena tidak ada kontrol

Mudah terjadi kekacauan dan bentrokan

Tujuan organisasi akan sulit tercapai apabila bawahan tidak memiliki inisiatif yang tepat
dan dedikasi tinggi

7. Tipe Kepemimpinan Menurut Hersey dan Blanchard (Situasional)


Ada empat tipe kepemimpinan

1. Perilaku pemimpin yang tinggi pengarahan dan rendah dukungan dirujuk sebagai
instruksi karena gaya ini dicirikan dengan komunikasi 1 arah, pemimpin memberikan
batasan peranan penngikutnya dan memberitahu mereka tentang apa, bagaimana,
bilamana, dan dimana melaksankan berbagai tugas.
Kelebihan

Pemimpin memiliki sifat yang tegas dan cepat

Pemimpin memberikan pengarahan yang jelas untuk melaksanakan tugas

Kekurangan

Bawahan cenderung bersifat pasif karena keputusan diambil sepenuhnya oleh pemimpin

Bawahan merasa diawasi dengan ketat dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat
menimbulkan ketakutan apabila melakukan kesalahan

2. Perilaku pemimpin yang tinggi pengarahan dan tinggi dukungan dirujuk sebagai konsultasi
karena dalam menggunakan gaya ini, pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan
masih membuat hampir sama dengan keputusan, tetapi hal ini diikuti dengan meningkatkan
komunikasi dua arah, dan perilaku mendukung, dengan berusaha mendengar perasaan pengikut
tentang keputusan yang dibuat, serta ide-ide dan saran-saran mereka. Meskipun dukungan
ditingkatkan, pengendalian atas pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.
Kelebihan

Dalam pengambilan keputusan, bawahan masih turut terlibat

Suasana harmonis dan nyaman antara pemimpin dengan bawahan

Pemimpin memiliki kendali dalam pengawasan tugas sehingga bawahan tidak bisa
seenaknya

Kekurangan

Pengambilan keputusan tidak bisa dilangsungkan dengan cepat

3. Perilaku pemimpin yang tinggi dukungan dan rendah pengarahan dirujuk sebagai partisipasi,
karena posisi kontrol atas pemecahan masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara
bergantian. Dengan penggunaan gaya tiga ini, pemimpin dan pengikut saling tukar menukar ide
dalam pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Komunikasi dua arah ditingkatkan, dan
peranan pemimpin adalah secara aktif mendengar.
Kelebihan

Bawahan turut serta dalam pengambilan keputusan

Pemimpin bersifat terbuka dalam pelaksanaan tugas

Kelemahan

Kontrol dalam pemecahan masalah dilakukan secara bergantian sehingga dapat


menimbulkan ketidakcocokan pendapat.
4. Perilaku pemimpin yang rendah pengarahan dan rendah dukungan dirujuk sebagai
delegasi, karena pemimpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan
sehingga tercapai kesepakatan mengenai visi misi masalah yang kemudian proses
pembuatan keputusan didelegasikan secara keseluruhan kepada bawahan.

Kelebihan

Bawahan akan memiliki kreatifitas tinggi dalam pengembangan tugas, karena pemimpin
telah memberikan hak penuh dalam pelaksanaanya

Bawahan akan memiliki rasa percaya tinggi tinggi karena dipercaya mengambil
keputusan sendiri

Bawahan akan memiliki tanggung jawab dalam penyelesaian tugas

Kelemahan

Bawahan akan merasa terbebani apabila tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik

Gaya kepemimpinan
1. Gaya kepemimpinan dictator
Kepemimpinan diktator atau bisa di sebut kepemimpinan Otokratis/Otoriter adalah suatu
kepemimpinan dimana seorang pemimpin bertindak sebagai diktator, pemimpin adalah
penguasa, semua kendali ada di tangan pemimpin. Seorang diktator jelas tidak menyukai adanya
meeting, rapat apalagi musyawarah karena bagi seorang diktator tidak menghendaki adanya
perbedaan dan pastinya suka dengan memaksakan kehendaknya.
Kelebihan gaya kepemimpinan Diktator :
a. Keputusan dapat diambil secara cepat
b. Mudah dilakukan pengawasan
Kelemahan gaya kepemimpinan Diktator:
a. Keberhasilan yang dicapai adalah karena ketakutan bawahan terhadap atasannya dan bukan atas
dasar keyakinan bersama.
b. Disiplin yang terwujud selalu dibayang-bayangi dengan ketakutan akan hukuman yang keras
bahkan pemecatan.
c. Pemimpin yang diktator tidak menghendaki rapat atau musyawarah.
d. Setiap perbedaan diantara anggota kelompoknya diartikan sebagai kelicikan, pembangkangan,
atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah diberikan.

e. Inisiatif dan daya pikir anggota sangat dibatasi, sehingga tidak diberikan kesempatan untuk
mengeluarkan pendapatnya.
f. Pengawasan bagi pemimpin yang diktator hanyalah berarti mengontrol, apakah segala perintah
yang telah diberikan ditaati atau dijalankan dengan baik oleh anggotanya.
g. Mereka melaksanakan inspeksi, mencari kesalahan dan meneliti orang-orang yang dianggap
tidak taat kepada pemimpin, kemudian orang-orang tersebut diancam dengan hukuman, dipecat,
dsb. Sebaliknya, orang-orang yang berlaku taat dan menyenangkan pribadinya, dijadikan anak
emas dan bahkan diberi penghargaan.
h. Kekuasaan berlebih ini dapat menimbulkan sikap menyerah tanpa kritik dan kecenderungan
untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung.
2. Gaya kepemimpinan Autokratis
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil
dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otokrasi ini, pemimpin
mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin
dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran
minornya.
Kelebihan gaya kepemimpinan Autokratis:
a. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin
b. Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkahlangkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas.
c. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota.
Kelemahan gaya kepemimpinan Autokratis:
a. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan.
b. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja.
c. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap
anggota.
d. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya
3. Gaya kepemimpinan Demogratik
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang
secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan

sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan
banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Kelebihan gaya kepemimpinan demogratik:
a. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
b. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan
bantuan dari pemimpin.
c. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika
dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur
yang dapat dipilih.
d. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan
oleh kelompok.
e. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
f. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi
seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.
Kelemahan gaya kepemimpinan demogratis:
a. Proses pengambilan keputusan akan memakan waktu yang lebih banyak
b. Sulitnya pencapaian kesepakatan
4. Gaya kepemimpinan santai
Kelebihan gaya kepemimpinan Santai:
a. Bawahan tidak terlalu tertekan
b. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari
pemimpin.
c. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap
bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya.
d. Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang
mereka anggap cocok.
Kelemahan gaya kepemimpinan Santai:
a. Pemimpin tidak terlalu berperan serta
Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
b. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak
bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian.

c. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri.


d. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum.

Type Kepemimpinan
Berdasarkan pengalaman sejarah, ada beberapa gaya pemimpin besar yang terkenal yang mampu
memajukan organisasinya atau paling tidak, menjadikannya populer di dunia. Masing-masing
memiliki ciri dan gayanya sendiri-sendiri, tak terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang
menyertainya. Berikut adalah beberapa gaya kepemimpinan tersebut:
A. Otoriter
Pemimpin Otoriter menganut paham bahwa dirinya adalah segalanya. Pemimpin yang membuat
aturan dan orang-orang didalam organisasinya harus mematuhi apapun yang dikehendaki dan
menjadi keputusannya.

Moammar Khadafi dari Libya dan Louis XIV dari


Perancis adalah sedikit contoh pemimpin yang memiliki tipe otoriter dalam memegang
wewenang dan kekuasaannya. Ucapan Louis XIV, Letat ces moi yang sangat terkenal itu
menunjukkan betapa arogannya penguasa yang satu ini. Yang menganggap bahwa negara adalah
dirinya. Bahwa apa yang menjadi keinginannya itulah yang berlaku sebagai hukum yang harus

dipatuhi dan dilaksanakan di negara Perancis saat itu. Demikian halnya dengan Moammar
Khadaffi yang menganggap Libya adalah keluarga miliknya, dan dia adalah pemimpin keluarga
tesebut.
Kelebihan:

Tujuan lebih mudah dicapai, karena hanya mengadopsi kepentingan satu orang.

Dengan alasan yang sama, tidak pernah terjadi konflik kepentingan dalam organisasi.

Pengambilan keputusan mudah dilakukan.

Kekurangan:

Anggota organisasi tidak bisa berinovasi, minim kreasi

Anggota organisasi tidak bisa menyampaikan pendapatnya dan tidak memiliki posisi
tawar dalam pengambilan keputusan

Pemimpin terlalu berkuasa, sehingga biasanya sering terjadi abuse of power

B. Militer
Sesuai dengan namanya, tipe kepemimpinan ini menggunakan kekuasaan dan wewenang formal
di dunia militer dan berbasis pada kekuatan angkatan bersenjata yang dimiliki untuk mem-back
up threatment dari luar. Di dalamnya hanya ada satu garis komando: atasan. Di sini atasan
berkuasa dan bertanggung jawab penuh terhadap bawahannya. Segala perintah atasan, adalah
order yang tidak bisa dibantah dan harus dilaksanakan oleh bawahan.

Soeharto bisa menjadi contoh gaya kepemimpinan militer.


Dengan didukung kekuatan militer sekaligus sebagai pemimpin tertinggi TNI/ABRI, setiap katakatanya adalah perintah yang harus dilaksanakan. Kala itu tak seorang pun yang berani bersuara
untuk menentang kebijaksanaannya. Dukungan penuh dari Kopassus kala itu menjadikan militer
Indonesia menjadi salah satu yang paling menakutkan di dunia, bahkan CIA pun segan.
Kelebihan:

Hanya ada satu garis komando, sehingga jelas wewenang dan tanggung jawabnya

Keputusan mudah diambil.

Adanya kejelasan peran dan tanggung jawab masing-masing dengan tingkat konsekuensi
yang tinggi.

Kekurangan:

Bawahan/anggota tidak memiliki hak dan kontribusi apapun dalam pengambilan


keputusan.

Terlalu kaku dan formal

Kurang menghargai pendapat anggota, anggota hanya bisa berpendapat jika diminta
pendapatnya saja.

Terlalu bergantung pada atasan, jika tidak ada atasan, bawahan ini seperti anak ayam
kehilangan induknya.

C. Father/Kebapakan
Gaya ini menempatkan pemimpin layaknya seorang ayah bagi organisasi dan anggota yang
lainnya. Pemimpin lebih tahu dalam segala hal daripada anggotanya. Sehingga pemimpinlah
yang mengarahkan anggotanya layaknya ayah membimbing anak-anaknya.
Soeharto juga layak menjadi contoh tipe pemimpin ini. Caranya mengatur pemerintahan yang
kalem dan mengayomi menunjukkan salah satu cirinya.
Kelebihan:

Mudah mengambil keputusan

Keputusannya sangat dihormati, bijaksana

Mendengarkan keluhan anggota

Mengayomi kepentingan anggota

Kekurangan

Menganggap anggotanya masih belum dewasa, kurang pengetahuan dan skill

Menganggap pemimpin tahu segalanya

D. Kharismatik

Max weber mendefinisikan kepemimpinan kharismatik sebagai pengabdian diri terhadap


kesucian, kepahlawanan tertentu, atau sifat yang patut dicontoh dari seseorang, dan dari corak
tata tertib yang diperlihatkan olehnya. Dari pengertian tersebut diinginkan seorang pemimpin
yang bisa menjunjung tinggi kejujuran, sikap kepahlawanan, yang diaplikasikan dari kebijakan
yang diterapkan. Pemimpin yang kharismatik adalah pemimpin yang dalam kepemimpinanya
dipercaya secara penuh oleh masyarakat. Ia mendapat tempat yang istimewa di hadapan
masyarakat. Ia dipuja, dicintai, dihormati, dihargai, dan sebagainya. Dalam melaksanakan
perintah ia dapat dengan mudah melakukannya karena rakyat telah percaya padanya.
Dalam penafsiran

yang lain mengatakan

bahwa kepemimpinan

kharismatik adalah

kepemimpinan yang hanya bersumber dari kharisma. Dimana charisma diartikan dengan orang
yang memiliki keahlian tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain seperti hal hal gaib dan
sebagainya. Memang itu sebagai kelemahan dari kepemimpinan kharismatik.
Diperlukan kualitas kepribadian dan berbagai kualitas lain yang memancarkan citra yang penuh
kepercayaan diri dan daya tarik serta daya pesona sehingga seseorang dapat digolongkan sebagai
manusia yang kharismatik. Meskipun tidak semua pemimpin kharismatik memiliki perpaduan
kualitas yang sama, namun terdapat sejumlah kualitas yang secara umum dimiliki oleh pemimpin
kharismatik. Beberapa orang memang memiliki salah satu atau lebih kualitas atau atribut, namun
orang kharismatik cenderung memiliki kualitas atau atribut dalam jumlah yang luar biasa
seperti :
1) Tingkat energi tinggi,

2) Vitalitas tidak terbatas,


3) Keberanian,
4) Bakat yang luar biasa,
5) Kecerdasan yang sangat tinggi,
6) Postur tubuh yang indah,
7) Wajah yang menawan,
8) Sikap yang tenang meskipun dibawah tekanan,
9) Kesadaran yang kuat tentang diri pribadi,
10) Kemampuan menentukan arah dan tujuan,
11) Komitmen yang tinggi serta tekad untuk berhasil.
Masih ingat Presiden Soekarno? Ya, Bung Karno adalah gambaran yang sangat jelas mengenai
sosok pemimpin kharismatik. Pesona pribadinya mampu membuat rakyat Indonesia
mematuhinya dengan penuh hormat. Setiap orasinya dalam pidato-pidatonya mampu
meningkatkan moral bangsa Indonesia kala itu dan membuat kecut nyali lawan.

Mengingat latar belakang indonesia sebagai negara miskin baru merdeka, betapa kharismanya
yang luar biasa, membuat Dwikora-nya kala itu membuat Inggris di Malaysia gentar. Juga
penolakannya terhadap bantuan Amerika dengan slogan terkenalnya Go to hell with your aids
membuat Indonesia lebih dipandang di dunia meskipun miskin dan tertinggal.
Kelebihan

Lebih mudah mengambil keputusan

Mudah mempengaruhi anggota, sehingga jarang terjadi konflik berkepanjangan

Manejemen konflik lebih baik

Tidak memandang harta dan kekayaan sebagai latar belakang seseorang

Akan sangat mudah di dalam memimpin suatu lembaga/organisasi, karenakan seluruh


anggota dalamnya mempunyai loyalitas yang tinggi kepada pemimpinnya

Kekurangan:

Kadangkala rakyat/anggota yang fanatik akan mengikuti pemimpinnya yang kharismatik


walaupun kebijakan yang dibuatnya salah.

Terkadang, pemimpin ini dipilih hanya berdasarkann kharismanya saja, padahal


sebenarnya uncapable.

E. Demokratis
Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya
menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan
demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja
dan dapat mengarahkan diri sendiri (Rivai, 2006).

Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan


pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan,
mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana
metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu
kesempatan untuk melatih karyawan
Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan
untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis, mengembangkan
usaha, dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam
bekerja.
Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto, 1987):
1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan
dorongan dan bantuan dari pemimpin.
2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat,
dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih
alternatif prosedur yang dapat dipilih.
3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas
ditentukan oleh kelompok.

Saat ini hampir semua negara di dunia menganut


paham ini, karena menganggap lebih manusiawi dan lebih menghargai hak-hak orang banyak. Di
sini saya mengambil Gus Dur, sebagai contohnya. Contoh paling ekstrimnya adalah ketka pada
tahun 1999, beliau memberikan kebebasan sepenuhnya bagi warga untuk menganut agama dan
kepercayaannya masing-masing berikut dengan tradisi-tradisi yang melekat di dalamnya.
Terutama adalah bagi warga keturunan China di Indonesia. Dimana sebelumnya, warga ini
mengalami diskriminasi dalam hal agama dan kebudayaan. Dengan Gus Dur yang memberikan
jaminan kebebasan, kini semua warga memiliki kebebasan yang sama untuk berekspresi.
Kelebihan:

Aspirasi setiap orang dapat diakomodasi

Lebih menghargai setiap anggota dengan segala kepentingan dan latar belakangnya

Pengambilan keputusan lebih menekankan pada kepentingan bersama

Kekurangan:

Sulit mengambil keputusan, terkadang membutuhkan waktu yang lama

Rawan konflik kepentingan

Anda mungkin juga menyukai