Anda di halaman 1dari 12

Resume Jurnal & Pengembangan

ARTIFICIAL INTELLIGENCE
PENGONTROL KUALITAS AIR TAMBAK MENGGUNAKAN
METODE FUZZY LOGIC UNTUK BUDIDAYA UDANG WINDU
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Artificial Intelligence
Semester 6
PEMBIMBING :
M. Sarosa, Dipl Ing, MT, Dr

Disusun oleh :
Anggy Pramanta Putra

1341160012

03

Prisma Verninda

1341160018

18

Jaringan Telekomunikasi Digital


Teknik Elektro
Politeknik Negeri Malang
Jalan Soekarno-Hatta No.9, PO-BOX 04 Malang 6514 Jawa Timur Indonesia
Telp. (0341) 404424, 404425 Fax. (0341) 404420
TAHUN 2016

RESUME JURNAL
PENGONTROL KUALITAS AIR TAMBAK MENGGUNAKAN
METODE FUZZY LOGIC UNTUK BUDIDAYA UDANG WINDU
Beberapa petani ikan telah membuat sirkulasi air dan kincir air,
untuk menjaga kondisi air kolam. kincir air petani ikan diaktifkan setiap
saat, sedangkan untuk pompa air dihidupkan ketika udang ditemukan
mengambang. Metode ini akan berdampak pada pertumbuhan udang dan
dapat merugikan petani. Jadi pemantauan dan pengendalian kondisi air
kolam terus diperlukan untuk menjaga kualitas air.
Oleh karena itu diperlukan pemantau dan pengontrol kondisi air tambak secara realtime untuk mengetahui kondisi kualitas air tambak sehinga dapat dilakukan penanganan
dengan cepat apabila terjadi perubahan kualitas air secara signifikan. Sistem ini
menggunakan sensor temperatur dan sensor pH sebagai input. Sedangkan untuk aktuator akan
menggunakan kincir air, keran kapur, dan pompa air. Sensor temperatur akan diolah oleh
fuzzy sistem yang kemudian menggerakan kincir air. Sensor pH akan diolah oleh fuzzy
sistem untuk menggerakan keran kapur dan pompa air.
Untuk mengendalikan nilai pH, pemilihan penggunaan larutan kapur sangat efektif,
karena dapat mengubah pH dengan cepat. Penggunaan kincir air sebagai aktuator untuk
menurunkan temperatur juga sangat baik. Dengan demikian sistem ini dapat
memfasilitasi petani untuk mengantisipasi perubahan signifikan dalam
kualitas air, sehingga petani ikan akan mendapatkan hasil yang maksimal
pada saat panen.

INPUT DAN OUTPUT FUZZY RULE

Dari diagram blok sistem diatas dapat diketahui bahwa Input dari sistem ini diperoleh
dari nilai ADC dari sensor temperatur dan sensor pH yang kemudian di proses dengan
microcontroller Mega16-P dan menghasilkan output untuk memeutar kincir, menyalakan
keran kapur, pompa air dan menampikan hasil pada LCD.

INPUT
- SENSOR PH
Sensor pH digunakan untuk mengubah derajat keasaman menjadi tegangan,
dalam hal ini adalah ion. Jika dalam suatu larutan ion H + lebih besar dibanding
ion OH+ maka larutan tersebut bersifat asam dan apabila sebaliknya maka
larutan tersebut bersifat basa. Pada penelitian ini menggunakan sensor Vernier
pH-BTA . Sensor pH BTA memiliki output analog dengan nilai 0.25V/pH.
Sedangkan untuk probe, sensor ini dapat menghasilkn nilai 59mV/ph.
Keluaran dari sensor ini akan dikonversi oleh ADC microcontroller 10bit
melalui PORTA.2 yang diberi pull-down 10k.
- SENSOR TEMPERATUR
Sensor yang digunakan pada peneilitian ini adalah LM35.Sensor ini memiliki
ouput 10mV/C. Keluaran dari sensor LM35 akan dikonversikan menjadi data
digital oleh data ADC internal 10-bit pada microcontroller. Keluaran sensor
LM35 sebagai masukan dari ADC internal microcontroller 10-bit.

OUTPUT

Output dari sistem penyiraman otomatis ini adalah hasil proses logika fuzzy
yang dilakukan pada microcontroller DT51 yaitu:
Pompa air digunakan untuk mempercepat proses pencampuran kapur dengan
metode kontrol on-off.
Kincir air dinyalakan menggunakan metode fuzzy yang didapat dari nilai
temperatur.
Keran kapur menggunakan keran yang dikontrol dengan metode fuzzy untuk
mengatur besar kecilnya pembukaan keran.
LCD merupakan alat pemantau yang akan menampilkan nilai temperatur dan
pH.

FUZZY RULE
1. Fuzzyfikasi

Metode fuzzy yang digunakan adalah metode fuzzy Sugeno, karena memiliki
output berupa persamaan linear sehingga dapat lebih mudah apabila dituliskan
dengan program. Sistem fuzzy yang digunakan memiliki dua buah input dan
sebuah output.
FUZZY KINCIR
a. Membership Function Temperatur
Pada Membership Function temperatur memiliki 3 fungsi keanggotan
yakni dingin, normal, dan panas.Paramater yang digunakan dalam fungsi
keanggotaan ini berdasarkan karasteristik temperature yang cocok untuk
udang windu.

b. Membership Function T

Membership Function T merupakan perubahan temperatur dalam 10s.


Jika perubahan temperatur cepat atau lambat, maka akan mempengaruhi
nilai output.

c. Membership Function Kincir


Membership Function kincir merupakan kecepatan kincir air untuk
mendinginkan temperatur air tambak. Semakin cepat kincir air maka luas
penampang air akan semakin luas dan oksigen dari luar akan masuk
kedalam air. Hal ini menyebabkan perubahan suhu pada air akan semakin
cepat mendekati suhu diluar air.

FUZZY KERAN

Blok ini berisi tentang pengaturan seberapa besar keran akan dibuka agar
kapur dapat mengalir ke tambak, dan mengubah nilai Ph seperti yang
diinginkan. Pada pengaturan ini menggunakan metode fuzzy sugeno, yang
memiliki 2 buah input dan sebuah output.
a. Membership Function pH
Pada Membership Function pH memiliki 3 fungsi keanggotan yakni asam,
sedikit asam, dan normal.Paramater yang digunakan dalam fungsi
keanggotaan ini berdasarkan karasteristik pH yang cocok untuk udang
windu.

b. Membership Function Keran


Membership Function keran merupakan

pembukaan keran untuk

menyalurkan air kapur kedalam tambak. Semakin besar pemberian air


kapur maka perubahan nilai pH menjadi basa akan semakin besar. Untuk
proses defuzzyfikasi sistem ini menggunakan Persamaan 2.14. Proses
pembacaan pembukaan keran menggunakan potensiometer, hal ini
menyebabkan pembukaan keran dibaca oleh microcontroller melalui ADC.
Membership function keran dapat dilihat pada Gambar 3.15.

2. Knowledge base
Rule-rule pernyataan dikelompokkan menjadi sebuah matrik yang disebut
sebagai Fuzzy Associative Memory (FAM), Dengan parameter:
a. Rule Fuzzy Kincir

b. Rule Fuzzy Keran

PENGEMBANGAN
Selain untuk mendapatkan kualitas air dengan variable pH dan temperature air, dari Jurnal
PENGONTROL KUALITAS AIR TAMBAK MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC
UNTUK BUDIDAYA UDANG WINDU dapat dikembangan lagi dimana kualitas air pada masing
masing tambak dapat diperoleh dari bagaimana system distribusi air pada tambak yang memberikan
kenyamanan untuk berkembang biaknya udang windu dan system keamanan pada pengontrolan
ketinggian air pada tambak. Dimana sistem ini diharapkan dapat menghasilkan udang windu yang
lebih berkualitas tanpa memberikan dampak yang negatif pada budidaya
Untuk pengembangan dari jurnal diatas, disini menggunakan sensor Ping Ultrasonic Range
Finder, dimana sensor ini berfungsi untuk mengetahui ketinggian permukaan air pada tambak. Bisa
dikatakan bahwa ini merupakan sensor 3. Dengan sebuah hasil 2 outputan yaitu :

Pertama, berupa suara dimana sebagai peringatan ketika air sudah melebihi batas tinggi air
yang sudah di tentukan, dan pintu air yang akan mendistribusikan air ke tambak lain akan

di buka.
Kedua, berupa suara dimana sebagai peringatan ketika air sudah melebihi batas air surut
yang sudah ditentukan, dan sensor ini akan di gabungkan dengan sensor 2 dimana akan
menghidupkan keran air untuk menambah volume air.

Cara kerja sistem ini cukup sederhana, sensor Ping Ultrasonic Range Finder akan
memancarkan gelombang ultrasonic dan menerima kembali sinyal pantulan, Waktu yang di perlukan
gelombang mulai dari di pancarkan dan di terima kembali menentukan besarnya jarak permukaan air
dengan letak sensor, semakin jauh letak permukaan air dengan sensor maka microcontroller akan
mengaktifkan BUZZ sebagai indicator suara bahwa debit air harus segera ditambah ketika batas air
surus didapati / membuka pintu air ketika debit air mencapai batas tinggi air untuk disalurkan ke
tambak sekitarnya. Dengan menambahkan Fuzzy rule baru dalam sistem ini maka dapat di peroleh
range nilai sebagai indikasi dalam sistem ini dengan parameter jarak (jauh, sedang dekat).
Dengan menambahkan kemampuan ini , maka sistem ini dapat diimplementasikan dengan
mudah tanpa harus merubah sistem yang sudah ada sebelumnya, hanya perlu menambahkan fuzzy
rule baru untuk mekanisme tandon dengan alarm pengingat maka sistem ini akan siap digunakan.

Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi pengendalian
aliran air saat ini adalah dengan merancang dan membangun sebuah Sistem Informasi yang berbasis
komputer. Pemodelan yang digunakan untuk melakukan perhitungan-perhitungan ketinggian air dan
pintu air, sehingga mampu menghasilkan nilai akhir yang dapat memberikan informasi ketinggian
air dan pintu air.
Perangkat pengembangan ini
alat

merupakan

penyederhanaan dan penganalisis situasi

atau sistem yang kompleks. Model sistem


informasi

pengontrolan

pengendalian pintu

air, dengan empat tahapan yaitu: pembentukan


himpunan fuzzy (fuzzification), aplikasi
implikasi
aturan

fungsi

(aturan/inference), komposisi
(composition)

dan

penegasan(defuzzification).

Variabel yang digunakan untuk proses FIS pengendalian pintu air sebanyak 2 variabel
seperti pada gambar 2, yaitu : sensor 1 (ketinggian air) dan sensor 2 (ketinggian pintu air).
Dengan liguistik/himpunan sensor rendah, sedang dan tinggi. Sedangkan output variabelnya
yakni pada sensor 2 untuk ketinggian pintu air. Dengan variabel linguistik/himpunan pintu air
yakni: rendah, sedang dan tinggi.
1. Fuzzifikasi pengendalian/kontrol pintu air
Kontrol pintu air yang digunakan untuk menutup aliran air sungai yang sekaligus memompa
air yang ada memiliki 2 variabel input. Masing-masing variabel memiliki fungsi keanggotaan
monoton.

a. Fungsi keanggotaan sensor


ketinggian air

b. Fungsi keanggotaan sensor ketinggian pintu air.

c. Fungsi keanggotaan ketinggian pintu air mengacu pada fungsi keanggotaan sensor
ketinggian pintu air.
2. Aturan fuzzy pengendalian pintu air sebagai berikut
Jumlah aturan pengendalian pompa air, didapatkan aturan sebanyak 3 buah. Adapun
aturan adalah sebagai berikut :
[1] IF Sensor 1 kondisi Rendah AND Sensor 2 kondisi Rendah THEN Pintu Air Berhenti
[2] IF Sensor 1 kondisi Rendah AND Sensor 2 kondisi Sedang THEN Pintu Air Turun
[3] IF Sensor 1 kondisi Rendah AND Sensor 2 kondisi Tinggi THEN Pintu Air Turun
[4] IF Sensor 1 kondisi Sedang AND Sensor 2 kondisi Rendah THEN Pintu Air Naik
[5] IF Sensor 1 kondisi Sedang AND Sensor 2 kondisi Sedang THEN Pintu Air Berhenti
[6] IF Sensor 1 kondisi Sedang AND Sensor 2 kondisi Tinggi THEN Pintu Air Turun
[7] IF Sensor 1 kondisi Tinggi AND Sensor 2 kondisi Rendah THEN Pintu Air Naik
[8] IF Sensor 1 kondisi Tinggi AND Sensor 2 kondisi Sedang THEN Pintu Air Naik
[9] IF Sensor 1 kondisi Tinggi AND Sensor 2 kondisi Tinggi THEN Pintu Air Berhenti
3. Inferensi pengendalian pintu dan pompa air

Proses yang dilakukan pada pengendalian pintu dan pompa air adalah dengan proses Inferensi
minimum pada sensor 1 maupun sensor 2.
4. Komposisi maksimum pengendalian pintu dan pompa air
Proses komposisi dalam Fuzzy Sugeno setiap konsekuen pada aturan berbentuk IFTHEN direpresentasikan dengan suatu himpunan Fuzzy dengan fungsi keanggotaan yang
monoton. Sebagai hasil, output tiap-tiap aturan diberikan secara tegas berdasar -predikat (fire
strenght).
5. Defuzzifikasi pengendalian pintu dan pompa air
Metode defuzzifikasi yang digunakan adalah rata-rata terbobot. Dari data komposisi maksimum
yang kemudian masing-masing hasil aturan diambil titik tengahnya