Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar belakang
Identifikasi kation banyak digunakan terhadap terutama sampel yang

berupa bahan, garam yang mengandung banyak logam-logam, misalnya


magnesium, perak dan sebagainya, yang dapat digunakan untuk kasus-kasus
keracunan logam berat, seperti Hg danPb. Identifikasi kation banyak digunakan
atau dilakukan, mengingat karena bahan-bahan tersebut merupakan bagian bahan
obat, bahan baku, dan sedian obat. Namun, dapat juga sebagai pencemar yang
perlu diketahui keberadaannya agar dapat diantisipasi bila membahayakan.

1.2. Masalah
Yang menjadi masalah dalam makalah ini adalah Apa sajakah kegunaan
kation dalam kehidupan serta penerapanya?.

1.3. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah Mengenal lebih dekat tentang
kation-kation yang biasa kita gunakan dalam kehidupan.

BAB II
MACAM-MACAM KATION

Sebenarnya ada banyak macam-macam kation, namun kation yang akan di bahas
pada makalah ini hanyalah: Nikel, Kalsium, Kobal, Magnesium dan Perak.

2.1. Nikel

Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki
simbol Ni dan nomor atom 28.Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan
murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam
lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras, perpaduan nikel, krom dan
besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan
pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah
dan gedung, serta komponen industri. Nikel ditemukan oleh Cronstedt pada tahun
1751 dalam mineral yang disebutnya kupfernickel (nikolit) Keberadaan di alam,
Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri
komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Meteorit besi atau
siderit, dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar 5-25%. Nikel diperoleh
secara komersial dari pentlandit dan pirotit di kawasan Sudbury Ontario, sebuah
daerah yang menghasilkan 30% kebutuhan dunia akan nikel, deposit nikel lainnya
ditemukan di Kaledonia Baru, Australia, Cuba, Indonesia, nikel berwarna putih
keperak-perakan dengan pemolesan tingkat tinggi. Bersifat keras, mudah ditempa,
sedikit ferromagnetis, dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas
dan listrik. Nikel tergolong dalam grup logam besi-kobal,

yang dapat

menghasilkan alloy yang sangat berharga.Proses pembuatan. Proses pengolahan

biji nikel dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar
nikel di atas 75 persen.

Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai berikut:


1. Pengeringan di Tanur Pengering bertujuan untuk menurunkan kadar air
bijih laterit yang dipasok dari bagian Tambang dan memisahkan bijih yang
berukuran 25 mm.
2. Kalsinasi dan Reduksi di Tanur untuk menghilangkan kandungan air di
dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan
sulfidasi.
3. Peleburan di Tanur Listrik untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi
sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan terak
4. Pengkayaan di Tanur Pemurni untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte
dari sekitar 27 persen menjadi di atas 75 persen.
5. Granulasi dan Pengemasan untuk mengubah bentuk matte dari logam cair
menjadi butiran-butiran yang siap untuk diekspor setelah dikeringkan dan
pengemasan.

Kegunaan nikel secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat


dan alloy lain yang bersifat tahan korosi, seperti Invar, Monel, Inconel, dan
Hastelloys. Alloy tembaga-nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk
pembuatan instalasi proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi
air segar. Nikel digunakan untuk membuat uang koin,dan baja nikel untuk
melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank), dan nikel yang sangat halus,
digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya
padat). Nikel juga digunakan dalam keramik, pembuatan magnet Alnico dan
baterai penyimpanan Edison.

Identifikasi Nikel (Ni2+)

a. Dengan larutan natrium hidroksida terbentuk endapan hijau


Ni2+ + 2OH- Ni(OH)2
b. Dengan larutan amonia terjadi endapan hijau
Ni2+ + 2NH3 + 2H2O Ni(OH)2 + 2NH4+
c. Dengan larutan amonium sulfida terbentuk endapan hitam nikel sulfida.
Ni2+ + S2- NiS
d. Dengan larutan kalium sianida endapan hijau nikel (II) sianida.
Ni2++ 2CN- Ni (CN)2
e. Dengan hidrogen sulfida (gas/ larutan air jenuh) membentuk endapan.

2.2. Kalsium

Kalsium adalah logam putih perak yang agak lunak. Ia melebur pada
845oC. Iaterserang oleh oksigen atmosfer dan udara lembab; pada reaksi ini
terbentuk kalsium oksida dan/atau kalsium hidroksida. Kalsium menguraikan air
dengan membentuk kalsium hidroksida dan hidrogen. Kalsium membentuk kation
kalsium (II), Ca2+, dalam larutan-larutan air. Garam-garamnya biasanya berupa
bubuk putih dan membentuk larutan yang tidak berwarna, kecuali bila anionnya
berwarna. Kalsium klorida dan kalsium nitrat larut dengan mudah dalam etanol
Kegunaan-kegunaan kalsium

1. Kalsium oksida (CaO) Kalsium oksida disebut juga kapur tohor atau
gamping, digunakan dalam industri besi, semen, soda, kaca.

2. Kalsium karbida (CaC2) Kalsium karbida disebut juga karbit,


digunakan untuk membuat gas asetilen.
3. Kalsium sulfat (CaSO4) Kalsium sulfat yang mengandung 2 molekul
air kristal disebut batu tahun (CaSO42H2O).
Pembuatan: Logam alkali tanah dibuat dengan elektrolisis garam
klorida cairannya.
MCl2 M2+ + 2 Cl
Katode : M2+ + 2 e M | Anode : 2 Cl Cl2 + 2 e

2.3. Kobalt
Kobalt merupakan unsur feromagnetik, keras, getas, berkilau, dan
berwarna perak-keputihan, yang mirip seperti besi, kobalt bisa diubah menjadi
magnet dengan sifat fisik mirip dengan besi dan nikel, unsur ini aktif secara kimia
dan mampu membentuk banyak senyawa. Kobalt stabil di udara dan tidak
terpengaruh oleh air, namun perlahan-lahan larut oleh asam encer.
Sebagian besar cadangan kobalt terdapat di inti bumi. Kobalt memiliki
kelimpahan relatif rendah dalam kerak bumi dan di perairan, meskipun tingkat
rata-rata kobalt dalam tanah adalah 8 ppm, terdapat daerah yang hanya memiliki
0,1 ppm dan tempat lain hingga sebanyak 70 ppm, dalam lingkungan laut, kobalt
dibutuhkan oleh ganggang biru-hijau (cyanobacteria) dan organisme pengikat
nitrogen lainnya, kobalt tidak ditemukan dalam bentuk unsur bebas dan umumnya
ditemukan dalam bentuk bijih, kobalt biasanya tidak ditambang sendiri melainkan
sebagai produk sampingan penambangan nikel dan tembaga, bijih utama kobalt
meliputi cobaltite, erythrite, glaucodot, dan skutterudite, produsen utama kobalt
dunia adalah diantaranya yakni : Republik Demokratik Kongo, Cina, Zambia,
Rusia, dan Australia.

Penggunaan kobalt dalam berbagai paduan logam, pada media perekaman


magnetik, sebagai katalis untuk minyak bumi dan industri kimia, serta sebagai
agen pengering untuk cat dan tinta, kobalt biru merupakan bagian penting dari
berbagai barang kerajinan seperti porselen, tembikar, ubin, dan perhiasan.
Isotop radioaktif kobalt-60 digunakan dalam perawatan medis dan juga untuk
meradiasi makanan sebagai proses pengawetan.

Identifikasi Kobalt (Co2+)

a. Dengan larutan natrium hidroksida terbentuk endapan biru


Co2+ + OH- + NO3- Co(OH) NO3

b. Dengan larutan amonia terjadi endapan biru.


Co2+ + NH3 + H2O + NO3- Co(OH) NO3 + NH4+
c. Dengan larutan amonium sulfida terbentuk endapan hitam kobalt sulfida
Co2+ + S2- CoS
d. Dengan larutan kalium sia nida bila ditambahkan per lahan-lahan
```menghasilkan endapan coklat kemerahan besi (III) sianida.
Co2++ 2CN- Co(CN)2
3.4. Magnesium
Magnesium dibuat dengan cara elektrolisis lelehan MgCl2. Kegunaannya:
Untuk aliase (magnalium), digunakan untuk kerangka pada sebuah pesawat
terbang dan sebuah lampu kilat dalam fotografi.
Magnesium merupakan logam berwarna putih keperakan dan sangat
ringan. Magnesium dikenal untuk waktu lama sebagai logam ringan struktural
dalam industri, karena bobotnya yang ringan serta kemampuannya untuk

membentuk paduan logam kuat. Magnesium sangat aktif secara kimiawi dengan
sejumlah besar logam-logaman yang dapat diproduksi melalui reduksi termal oleh
garam. Logam tersebut dengan magnesium teroksidasi. Unsur ini bisa juga
bereaksi dengan sebagian besar unsur non-logam dan hampir setiap asam.
Magnesium hanya sedikit bereaksi atau tidak sama sekali dengan sebagian besar
alkali dan berbagai bahan organik seperti hidrokarbon, aldehide, alkohol, fenol,
amina, ester, serta sebagian besar dari minyak yang digunakan sebagai katalis.
Magnesium

memperlancar

reaksi

organik

kondensasi,

reduksi,

dan

dehalogenisasi. Magnesium adalah unsur yang paling melimpah kedelapan dari


unsrur-unsur lainya dan merupakan 2% penyusun kerak Bumi yang berdasarkan
beratnya.

Identifikasi Kation Magnesium (Mg2+)


Residu dilarutkan dalam beberapa tetes HCl encer dan tambahkan 2-3 ml
air. Kemudian bagi menjadi dua bagian yang tidak sama, untuk bagian yang lebih
banyak, olah 1 ml larutan oksina 2 % dalam asetat 2M dengan 5 ml larutan
ammonia 2M. Jika perlu panaskan untuk melarutkan setiap oksina yang
diendapkan. Tambahkan NH4Cl kepada larutan uji, diikuti dengan reagensia
oksina amoniakal yang telah dibuat. Kemudian panaskan sampai mendidih selama
1-2 menit (bau NH3 harus terbedakan). Adanya endapan kuning muda
menandakan adanya Mg oksinat, untuk bagian yang lebih sedikit, Sekitar 3-4 tetes
sampel tambahkan 2 tetes reagensia magneson diikuti dengan beberapa tetes
NaOH sampai basa. Adanya endapan biru memastikan adanya Mg. Uji ini
bergantung pada adsorpsi reagensia, yang merupakan suatu zat pewarna, diatas
Mg(OH)2 dalam larutan basa maka akan dihasilkan bahan pewarna biru, Semua
logam, kecuali logam-logam alkali tidak boleh ada. Garam ammonium
mengurangi kepekaan uji ini dengan mencegah pengendapan Mg(OH)2, dan
karenanya harus diberlakukan penghilangan terlebih dahulu dari zat tersebut.

3.5. Perak
7

Perak adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Ag dan nomor atom 47.Lambangnya berasal dari bahasa Latin
Argentum.Sebuah logam transisi lunak, putih, mengkilap,perak memiliki
konduktivitas listrik dan panas tertinggi di seluruh logam dan terdapat di mineral
dan dalam bentuk bebas, tahukah anda, bahwa sebenarnnya logam perak sangat
berguna dalam dunia kedokteran,salah satunya adalah sebagai anti biotika yang
alami. Pengetahuan tentang perak yang berfungsi sebagai antibiotika alami udah
diketahui oleh manusia sejak lebih dari 3000 tahun yang lalu, danpada abad ke 19,
para dokter menggunakan logam perak sebagai obat luka bakar serta anti septik
yang manjur.Bagaimana logam perak dapat menjadi antibiotik ? inilah
jawabannya.Logam perak adalah salah satu logam yang unik, dimana pada logam
ini, dengan kapasitas tertentu dapat melepaskan ion-ion bermuatan positif yang
dapat melumpuhkan bakteri penyebab infeksi, cara pengaplikasian teknologi ini
pada bidang kedokteran adalah dengan melapisi seluruh alat kesehatan berupa alat
bedah dengan perak, proses pelapisannya sendiri hanya dengan nanotechnology,
yaitu proses pelapisan dengan skala nano, sehingga proses pelepasan ion-ion
antibakteri dapat berjalan normal. kadar perak yang digunakan harus sesuai
dengan kegunaan aga rhasil yang didapat lebih optimal, kegunaan perak antara
lain untuk perhiasan, cindera mata, logam campuran, potensinya selalu berasosiasi
dengan logam lainnya seperti emas dan tembaga.

Identifikasi ion perak - Ag+


8

Ion Ag+ dengan larutan asam klorida memberi endapan putih dalam larutan air,
tetapi larut dalam larutan amoniak. Reaksinya adalah sebagai berikut:

Ag+(aq) + Cl-(aq) --> AgCl(s) [putih]


AgCl(s) + 2NH3(aq) --> [Ag(NH3)2]+(aq) + Cl-(aq)
AgCl larut alam larutan NH3 berdasarkan terjadinya ion komplek.

BAB III
PENUTUP
9

3.1. Kesimpulan
kation sangat berguna dalam bidang teknologi dan pengetahuan serta
penerapanya bahkan tanpa kita sadari kation selalu kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari, kation ini pun telah memberikan banyak manfaat yang sangat
membantu dalam berbagai bidang industrial maupun kebutuhan publik lainya.
Dengan adanya penjelasan pengidentifikasi suatu kation kita dapat
mengetahui suatu kation tersebut dari ciri kation maupun reaksinya saat bereaksi,
serta mengidentifikasi suatu kation dapat ini pun dapat menjadi acuan dalam
berbagai percobaan.
Kation-kation yang telah berperan aktif dalam kehidupan kita diantaranya:
nikel yang digunakan dalam berbagai komersial industri; kalsium digunakan
untuk paduan alumunium dalam bearing mesin guna membuang kandungan
bismut pada timbal; kobal yang digunakan salah satu kegunaanya sebagai bahan
pembuat batu baterai yang sangat kuat; magnesium yang salah satu kegunaanya di
bidang fotografi untuk memproduksi grafit dan pereduksi dalam produksi uranium
murni dan logam-logam lain dari garam-garamnya; perak sebagai alat pengrajinan
maupun membuka lapangan bisnis yang prospeknya sangatlah menguntungkan.
3.2. Saran
Kation sangatlah berguna dan dibutuhkan oleh kehidupan manusia,
dikarenakan itu hendaknya dalam kehidupan ini kita jaga memperhatikan kualitas
maupun kuantitas dari kation-kation ini yang bertujuan agar tidak terjadinya
pencemaran maupun kekurangan bahkan kepunahan dari kation yang sangat di
perlukan dalam kehidupan juga dapat kita rasakan manfaatnya dengan aman

DAFTAR PUSTAKA
10

Dirjen POM.1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta : Depkes RI


Harjadi, W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta : PT Gramedia
Tim Penyusun, 2007. Acuan Praktikum Kimia Analisis Laboratorium Kimia
Farmasi. Jakarta : Universitas Indonesia.
http://farmasipoltekkestasikmalaya2013.blogspot.com/2013/06/anion-dankation.html. Diakses pada (07 Oktober 2014)

11