Anda di halaman 1dari 3

Pemberian Prostaglandin

Prostaglandin dapat merangsang otot-otot polos termasukjuga otot Rahim .


prostaglandin yang spesifik merangsang otot Rahim ialah PGE2 dan PGF2 alpha.
Untuk induksi persalinan , prostaglandin dapat diberikan secara intravena , oral ,
vaginal, rektal dan intra amnion. Pada kehamilan aterm , induksi persalinan dengan
prostaglandin cukup efektif. Pengaruh dari pemberian prostaglandin ialah mual,
muntah , diare.
Pemberian cairan hipertonik intrauterine
1. Pemberian cairan intraamnion dipakai untuk merangsang kontraksi rahim
pada kehamilan dengan janin mati. Cairan hipertonik yang dipakai dapat
berupa cairan garam hipertonik 20%, urea dan lain-lain. Kadang-kadang
pemakaian urea dicampur dengan prostaglandin untuk memperkuat
rangsangan pada otot-otot Rahim.
2. Cara ini dapat menimbulkan penyulit yang cukup berbahaya , misalnya
hypernatremia , infeksi dan gangguan pembekuan darah.

Amniotomi
1. Amniotomi artifisialis dilakukan dengan cara memecahkan ketuban baik
dibagian bawah depan (fore water) maupun dibelakang (hind water) dengan
suatu alat khusus (Drewsmith catheter-Macdonald klem). Sampai sekarang
belum diketahui dengan pasti bagaimana pengaruh amniotomi dalam
merangsang timbulnya kontraksi Rahim
2. Beberapa teori mengemukakan bahwa :
a. Amniotomi dapat mengurangi beban Rahim sebesar 40% sehingga tenaga
kontraksi Rahim dapat lebih kuat untuk membuka serviks.
b. Amniotomi menyebabkan berkurangnya aliran darah di dalam rahim kirakira 40 menit setelah amniotomi dikerjakan , sehingga berkurangnya
oksigenasi otot-otot rahim dan keadaan ini meningkatkan kepekaan otot
rahim
c. Amniotomi menyebabkan kepala dapat langsung menekan dinding serviks
dimana didalamnya terdapat banyak syaraf-syaraf yang merangsang
kontraksi rahim
3. Bila setelah amniotomi dikerjakan 6 jam kemudian belum ada tanda-tanda
permulaan persalinan , maka harus diikuti dengan cara-cara lain untuk
merangsang persalinan, misalnya dengan infus oksitosin.
4. Pada amniotomi perlu diingat terjadinya penyulit-penyulit sebagai berikut:
a. Infeksi
b. Prolapsus funikuli
c. Gawat janin
d. Tanda-tanda solusio plasenta (bila ketuban sangat banyak dan dikeluarkan
secara cepat)

Teknik amiotomi
Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan dimasukkan kedalam jalan lahir sampai
sedalam kanalis servikalis. Setelah kedua jari berada dalam kanalis servikalis, maka
posisi jari dirubah sedeikian rupa, sehingga telapak tangan menghadap kearah
atas . tangan kiri kemudian memasukan pengait khusus kedalam jalan lahir dengan
tuntuntunan kedua jari yang ada didalam. Ujing pengait diletakkan diatara jari
telunjuk dan jari tengah tangan yang didalam. Tangan yang diluar kemudian
memanipulasi pengait khusus tersebut untuk dapat menusuk dan merobek selaput
ketuban. Selain itu menusukan pengait ini dapat dengan satu tangan , yaitu pengait
dijepit diantara jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan, kemudian dimasukkan ke
dalam jalan lahir sedalam kanalis servikalis. Pada waktu tindakan ini dikerjakan
,seorang asisten menahan kepala janin ke dalam pintu atas panggul. Setelah air
ketuban mengalir keluar, pengait dikeluarkan oleh tangan kiri,sedang jari tangan
yang didalam memperlebar robekan selaput ketuban . Air ketuban dialirkan sedikit
demi sedikit untuk menjaga kemungkinan terjadinya prolaps tali pusat , bagianbagian kecil janin, gawat janin dan solusio plasenta. Setelah selesai tangan
penolong ditarik keluar dari jalan lahir.
Melepaskan ketuban dari bagian bawah rahim
1. Yang dimaksud dengan stripping of the membrane , ialah melepaskan
ketuban dari dinding segmenbawah rahim secara menyeluruh setinggi
mungkin dengan jari tangan. Cara ini dianggap cukup efektif dalam
merangsang timbulnya his
2. Beberapa hambatan yang dihadapi dalam melakukan tindakan ini ialah :
a. Serviks yang belum dapat dilalui oleh jari
b. Bila didapatkan persangkaan plasenta letak rendah , tidak boleh dilakukan
c. Bila kepala belum cukup turun dalam rongga panggul
Pemakaian rangsangan listrik
Dengan dua elektroda, yang satu diletakkan pada serviks , sedangkan yang lain
ditempelkan pada kulit dinding perut, kemudian dialirkan listrik yang akan memberi
rangsangan pada serviks untuk menimbulkan kontraksi rahim . bentukalat ini
bermacam-macam bahkan ada yang ukurannya sangat kecil sehingga dapat
dibawa-bawa dan ibu tidak perlu tinggal di rumah sakit. Pemakaian alat ini perlu
dijelaskan dan disetujui oleh pasien.
Rangasngan pada putting susu
1. Sebagaimana diketahui rangsangan pada putting susu dapat mempengaruhi
hipofisis posterior untuk mengeluarkan oksitosin sehingga terjadi kontraksi
rahim. Dengan pengertian ini maka telah dicoba dilakukan induksi persalinan
pada kehamilan dengan merangsang putting susu
2. Pada salah satu putting susu , atau daerah areola mammae dilakukan
masase ringan ddenga jari si ibu. Untuk menghindari lect pada daerah

tersebut, maka sebaiknya pada daerah putting dan areola mammae diberi
minyak pelican. Lamanya tiap kali melakukan masase ini dapat setengah
sampai satu jam , kemudian istirahat beberapa jam dan dilakukan lagi,
sehingga dalam satu hari maksimal dilakukan 3 jam , Tidak dianjurkan
melakukan tindakan ini pada kedia payudara secara bersamaan , karna
ditakutkan terjadinya perangsangan berlebihan . Menurut penelitian di luar
negeri cara induksi ini memberi hasil yang baik. Cara-cara ini baik sekali
untuk melakukan pematangan serviks pada kasus-kasus kehamilan lewat
waktu.
Komplikasi
1. Tetania uteri , rupture uteri membakat dan ruptura uteri
2. Gawat janin
3.