Anda di halaman 1dari 8

ASKARIASIS

Penyebab: Ascaris lumbricoides
GAMBARAN KLINIS:

Infeksi di usus besar gejalanya tidak khas. Infeksimasifgangguan salurancerna yang
serius antara lain obstruksi total saluran cerna/ileus obstruksi

Cacing gelang dapat bermigrasi ke organ tubuh lainnya misalnya saluran empedu dan
menyumbat lumen

Gangguan karena larva: biasanya terjadi pada saat berada diparu. Pada orang yang rentan
terjadi perdarahan kecil pada dinding alveolus dan timbul gangguan pada paru yang
disertai dengan batuk, demam, dan eosinofilia. Pada foto thoraks tampak infiltrat yang
menghilang dalam waktu 3 minggu. Keadaan ini disebut sindrom Loeffler.

Gangguan yang disebabkan cacing dewasa biasanya ringan, dan sangat tergantung dari
banyaknya cacing yang menginfeksi di usus. Kadang-kadang penderita mengalami gejala
gangguan usus ringan seperti mual, nafsu makan berkurang, diare, atau konstipasi.

Faktor Risiko

a. Kebiasaan tidak mencuci tangan.

b. Kurangnya penggunaan jamban.

c. Kebiasaan menggunakan tinja sebagai pupuk.

d. Kebiasaan tidak menutup makanan sehingga dihinggapi lalat

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana(Objective)
Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan tanda vital
b. Pemeriksaan generalis tubuh: konjungtiva anemis, terdapat tanda-tanda malnutrisi, nyeri
abdomen jika terjadi obstruksi.
Pemeriksaan Penunjang
Feses rutin: adanya telur dalam tinja memastikan diagnosis Ascarisis.
Rontgen thorax: infiltrat yang bersifat sementara

vitelin Telur infertile Telur decorticated: albuminoidnya hilang Siklus hidup Telur infektif dari tanah+ makanan/tangan termakan  lambung  duodenum (larva keluar dari telur)  ileum ada yang nembus mukosa ke pembuluh limfe dan venule dan ada yang lanjut ke colon(jadi matur) yang nimbus mukosa akan migrasi ke jantung kanan. paru (pneumonitis)  alveoli (ganti kulit 2kali) naik ke trakea. faring. laring  reflex batuk  tertelan esophagus  intestinum (matur)  jadi cacing dewasa jantan dan betina bertelur di rectum telur imatur kefeses matur di tanah dalam 1-2 minggu termakan kembali Diagnosis Banding: jenis kecacingan lainnya Komplikasi: anemia defisiensi besi Patomekanisme .Telur ascaris ada 3 bentuk: Telur fertile: dindingnya ada 3 lapis: albuminoid. kitin.

.

Tatalaksana spesifik  Pirantel pamoat 10mg/kgbb single dose  Mebendazol 500mg single dose/2x100 mg selama 3 hari  Albendazol 400 mg single dose. tapi ga boleh buat ibu hamil .

sehingga dapat berkhasiat terhadap beberapa jenis cacing  e. Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. Pengobatan dapat dilakukan secara perorangan atau secara massal pada masyarakat.  f. Mempunyai efek samping yang minim  d. yaitu antara lain:  a. 4. Masing-masing keluarga memiliki jamban keluarga. Menggunakan sarung tangan jika ingin mengelola limbah/sampah. Bersifat polivalen. Obat mudah diterima dimasyarakat  b.Edukasi: Memberi pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan. Konseling dan Edukasi  Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.  b. antara lain: 1. Aturan pemakaian sederhana  c. 2.  c. Syarat untuk pengobatan massal antara lain :  a. Menghindari kontak dengan tanah yang tercemar oleh tinja manusia.  Kriteria Rujukan: - .  d.  e. 5. Mencuci tangan sebelum dan setelah melakukkan aktifitas dengan menggunakan sabun. 3. Sehingga kotoran manusia tidak menimbulkan pencemaran pada tanah disekitar lingkungan tempat tinggal kita. Menutup makanan. Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih dan tidak lembab. Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk. Harga mudah dijangkau. Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih dan tidak lembab. Masing-masing keluarga memiliki jamban keluarga.

BB turun. Prognosis  Pada umumnya prognosis adalah bonam. Gejala lain anemia. karena jarang menimbulkan kondisi yang berat secara klini TRIKURIASIS Penyebab: Trichuris trichiura GAMBARAN KLINIS:  Infeksi ringan biasanya tidak memberikan gejala klinis  Infeksi berat terutama pada anak memberikan gejala diare yang sering diselingi dengan sindrom disentri.Sarana Prasarana  Laboratorium mikroskopik sederhana untuk pemeriksaan spesimen tinja. kadang disertai prolaps rekti .

Dinding 2 lapis. Pengobatan dapat dilakukan secara perorangan atau secara massal pada masyarakat. Syarat untuk pengobatan massal antara lain :  a. 4. tapi ga boleh buat ibu hamil Siklus hidup Telur infektif dari tanah+ makanan/tangan termakan  lambung ileum (larva keluar dari telur)  jadi cacing dewasa jantan dan betina di colon bertelur di kolon telur ke feses termakan kembali seperti tempayan dengan operculum di kedua ujungnya. 2. Edukasi: Memberi pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan. Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk. Obat mudah diterima dimasyarakat .Tatalaksana spesifik  Mebendazol 500mg single dose/2x100 mg selama 3 hari  Albendazol 400 mg. 3. Menutup makanan. Masing-masing keluarga memiliki jamban keluarga. 3 hari berturut-turut. Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih dan tidak lembab. antara lain: 1. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. 5.

Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk. Prognosis  Pada umumnya prognosis adalah bonam. Konseling dan Edukasi Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. sehingga dapat berkhasiat terhadap beberapa jenis cacing  e. yaitu antara lain: a. Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih dan tidak lembab. Menggunakan sarung tangan jika ingin mengelola limbah/sampah. Mencuci tangan sebelum dan setelah melakukkan aktifitas dengan menggunakan sabun. d. c. b. b. karena jarang menimbulkan kondisi yang berat secara klinis . Mempunyai efek samping yang minim  d. Kriteria Rujukan: Sarana Prasarana  Laboratorium mikroskopik sederhana untuk pemeriksaan spesimen tinja. Masing-masing keluarga memiliki jamban keluarga. Sehingga kotoran manusia tidak menimbulkan pencemaran pada tanah disekitar lingkungan tempat tinggal kita. Menghindari kontak dengan tanah yang tercemar oleh tinja manusia. Bersifat polivalen. e. Harga mudah dijangkau. f. Aturan pemakaian sederhana  c.