Anda di halaman 1dari 5

BAB II

TINJAUAN TEORITIS
A. Konsep Anatomi Fisiologi
1. Anatomi Sistem Reproduksi
Gambar
a. Testis
Terletak di dalam skrotum.Testis memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat
testosteron (hormon seks pria yang utama).
b. Saluran
1) Epididimis Fungsinya mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan
untuk proses pematangan sperma.
2) Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis.
3) Uretra punya 2 fungsi: Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih.
Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.
4) Vesicula Seminalis adalah sepasang kantong yang memproduksi 60% cairan air mani dimana air
sperma diangkut, cairan ini digunakan untuk menyediakan nutrisi bagi sperma.
c. Kelenjar
1) Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.
2) Kelenjar Cowper menghasilkan cairan berwarna bening menuju saluran kencing saat rangsangan
seksual sebelum ejakulasi dan orgasme.
d. Organ Genitalia eksterna
Organ Genitalia eksterna terdiri atas :
1) Penis terdiri dari:
a) Akar (menempel pada didnding perut)
b) Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
c) Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut). Lubang uretra (saluran tempat keluarnya
semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.
2) 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan.
3) Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra.Jika terisi darah, maka penis
menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).
4) Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis. Skrotum juga
bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal,
testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.
B. Pengertian
Hidrokel berasal dari dua kata yaitu hidro ( air ) dan cell (rongga / celah). Dapat diartikan secara
harafiah bahwa hidrokel adalah adanya penumpukan air pada rongga khususnya pada tunika vaginalis.
( Behram. 2000)
Hidrokel adalah penimbunan cairan dalam selaput yang membungkus testis, yang menyebabkan
pembengkakan lunak pada salah satu testis. Penyebabnya karena gangguan dalam pembentukan alat
genitalia external, yaitu kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke
dalam skrotum.
Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan terperangkap di dalam skrotum
sehingga skrotum membengkak. (Pramono,Budi . 2008)
Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika
vaginalis testis. (Pramono,Budi . 2008)
Hidrokel adalah penumpukan cairan berbatas tegas yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan
viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada
dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.
( http:// www. Doctorology-indonesia.net/hidrokel-doctorology.net.html)
Hidrokel adalah pengumpulan cairan peritoneum di dalam skrotum. .( http:// www. Doctorologyindonesia.net/hidrokel-doctorology.net.html)
Hidrokel adalah kumpulan cairan serosa yang berkembang di antara lapisan visera dan parientalis
tunika vaginalis ( http://www.kiatsehat.com/dr.anna/hidrokel/05/02/08.html).

Gambar 3. Belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Cairan berrwarna kemerahan mengandung protein. Hidrokel komunikan Merupakan hidrokel yang terjadi karena adanya faktor / penyebab lain. Dapat disebabkan oleh kelainan testis atau epididimis. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor.Gambar 2. fibrin. Penyakit Hidrokel C. Penyumbatan cairan atau darah di dalam korda spermatika. 4. jarang menyebabkan nyeri. bisa membesar dan biasanya lebih cepat dan harus di operasi. Pada orang dewasa. Kadang hidrokel berhubungan dengan hernia inguinalis. atau trauma pada testis/epididimis. Belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis (Hernia Komunikan) 2. eritrosit dan sel polimorf. Keadaan ini dapat karena radang atau karena suatu proses neoplastik. Jenis ini biasanya terjadi kongenital dimana terjadi akibat adanya kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke dalam skrotum. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. Hidrokel kronis Hidrokel jenis ini hanya menyebabkan peregangan tunika secara perlahan dan walaupun akan menjadi besar dan memberikan rasa berat. sehingga pada palpasi. Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan terperangkap di dalam skrotum sehingga skrotum . 3. Kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. 2. besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. Hidrokel jenis ini tidak diperlukan terapi karena dengan sendirinya rongga ini akan menutup dan cairan dalam tunika akan diabsorpsi. Hidrokel sekunder Pada orang dewasa. secara klinis dibedakan beberapa macam hidrokel. maka kemungkinan besar penyebabnya adalah hernia inguinalis. Klasifikasi Hidrokel dapat diklasifikasi menjadi dua jenis berdasarkan kapan terjadinya yaitu: hidrokel primer dan hidrokel sekunder (didapat). maupun obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus. 1. Penyebab sekunder dapat terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Hidrokel primer Hidrokel primer terlihat pada anak akibat kegagalan penutupan prosesus vaginalis. D. 2. Hidrokel akut Biasanya berlangsung dengan cepat dan dapat menyebabkan nyeri. Jika jumlah cairan yang terkumpul berubahubah. Prosesus vaginalis adalah suatu divertikulum peritoneum embrionik yang melintasi kanalis inguinalis dan membentuk tunika vaginalis. Radang lapisan mesotel dan tunika vaginalis menyebabkan terjadinya produksi cairan berlebihan yang tidak dapat dibuang keluar dalam jumlah yang cukup oleh saluran limfe dalam lapisan luar tunika. hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Ada hubungan dengan rongga perut. testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. infeksi. Hidrokel Sekunder 3. Pada anamnesis. hidrokel sekunder cenderung berkembang lambat dalam suatu masa dan dianggap sekunder terhadap obstruksi aliran keluar limfe. bukan dari daerah tunika vaginalis itu sendiri. Hidrokel testis. yaitu 1. Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis. Hidrokel funikulus Kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah kranial dari testis. Etiologi Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena : 1. Kemudian hal ini dapat menyebabkan produksi cairan yang berlebihan oleh testis.

Dan terjadilah penimbunan di tunika vaginalis tersebut. Sehingga terbentuklah rongga antara tunika vaginalis dengan cavum peritoneal dan menyebabkan terakumulasinya cairan yang berasal dari sistem limfatik disekitar. E. F. Dan terjadilah atrofi testis dikarenakan akibat dari tekanan pembuluh darah yang ada di daerah sekitar testis tersebut. hidrokel akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan setelah bayi lahir.infeksi/trauma) Kelainan pada testis (tumor.membengkak. telah terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan limfa. Tetapi pada penyakit ini. Cairan yanng seharusnya seimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. Patofisiologi Kelainan pada testis (tumor. maka testis terlihat seakan-akan sedikit membesar dan teraba lunak. Pasien mengeluh adanya benjolan . Bila timbunan cairan banyak terlihat skrotum membesar dan agak tegang. Secara normal.infeksi/trauma) Penyumbatan cairan/darah di dalam korda spermatika Penumpukan darah di tunika vaginalis Nyeri Tidak menutupnya rongga antara tunika vaginalis Penumpukan cairan di tunika vaginalis Terakumulasinya cairan di tunika vaginalis Obstruksi di aliran limfe/vena didalam funikulus spermatikus Menekan pembuluh darah yang ada di dalam testis Atrofi testis Pembengkakan Resiko kerusakan integristas kulit Perubahan body image Hidrokel disebabkan oleh kelainan kongenital (bawaan sejak lahir) ataupun ketidaksempurnaan dari prosessus vaginalis tersebut menyebabkan tidak menutupnya rongga peritoneumm dengan prosessus vaginalis. Manifestasi klinis Gambaran klinis hidrokel kongenital tergantung pada jumlah cairan yang tertimbun. Bila timbunan cairan hanya sedikit. Akibat dari tekanan yang terus-menerus. Apabila setelah anak berumur 1 tahun cairan hidrokel ini tetap ada maka dapat dilakukan tindakan operatif. mengakibatkan Obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus.

Pada hidrokel tidak ada terapi khusus yang diperlukan karena cairan lambat laun akan diserap. sekaligus melakukan herniografi. Hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah b. kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi. biasanya menghilang sebelum umur 2 tahun. Indikasi kosmetik c.di kantong skrotum yang tidak nyeri. Pengangkatan hidrokel bisa dlakukan anestesi umum ataupun regional (spinal). Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi. sehingga pada palpasi. kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. Pemeriksaan Diagnostik Diagnosis hidrokel dapat dibuat dengan transiluminasi skrotum. Pada hidrokel komunikan terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Bila dilakukan transiluminasi pada hidrokel terlihat translusen. 2. Namun jika setelah diaspirasi kemudian dimasukkan bahan pengerut (sclerosing drug) mungkin bisa menolong.(Mayo Cliinic) Gambar 5. Hidrokel komunikan. 2. sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi. kadang kala dapat menimbulkan penyulit berupa infeksi. Tindakan pembedahan berupa hidrokelektomi. hidrokel akan sembuh sendiri. Pada anamnesis. kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah besar pada saat anak menangis. secara klinis dibedakan beberapa macam hidrokel. Hidrokelektomi I. G. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini. Hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. H. Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah : a. Hidrokel funikulus Pada hidrokel funikulus. Pentalaksanaan medis Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup. terlihat benjolan terang dengan masa gelap oval dari bayangan testis. Hidrokelektomi Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel. Pada palpasi. Hidrokel testis Pada hidrokel testis. testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. Cara ini nggak begitu digunakan karena cairan hidrokelnya akan terisi kembali. Tindakan lain adalah dengan aspirasi jarum (disedot pakai jarum). kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah kranial testis. kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. 1. Komplikasi . Aspirasi Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi. Pemeriksan USG dapat dipertimbangkan apabila hasil pemeriksaan transiluminasi tidak jelas yang disebabkan oleh tebalnya kulit skrotum pasien. Pada anamnesis. tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi. 3. Dengan hasil USG berwarna keabu-abuan. Pada anamnesis. Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis. yaitu 1. Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan scrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. Pembagian ini penting karena berhubungan dengan metode operasi yang akan dilakukan pada saat melakukan koreksi hidrokel. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto.

penumpukan cairan ini bisa mengganggu kesuburan dan fungsi seksualnya. Kalau tidak ditangani segera. Infeksi testis.1. . 3. Hematom pada jaringan skrotum yang kendor 2.