Anda di halaman 1dari 4

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
1. Identitas klien yang mencakup nama, jenis kelamin, umur, alamat, pekerjaaan.
2. Anamnese
Anamnese berkaitan tentang lamanya pembengkakan skrotum dan apakah ukuran pembengkakan itu
bervariasi baik pada waktu istirahat maupun pada keadaan emosional (menangis,ketakutan).
3. Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik, hidrokel dirasakan sesuatu yang oval atau bulat, lembut dan tidak nyeri tekan.
Hidrokel dapat dibedakan dengan hernia melalui beberapa cara :
a. Pada saat pemeriksaan fisik dengan Transiluminasi/diaponaskopi hidrokel berwarna merah terang,
dan hernia berwarna gelap.
b. Hidrokel pada saat di inspeksi terdapat benjolan yang hanya ada di scrotum, dan hernia di lipatan
paha.
c. Auskultasi pada hidrokel tidak terdapat suara bising usus, tetapi pada hernia terdapat suara bising
usus.
d. Pada saat di palpasi hidrokel terasa seperti kistik, tetapi pada hernia terasa kenyal.
e. Hidrokel tidak dapat didorong, hernia biasanya dapat didorong.
f. Bila dilakukan transiluminasi pada hidrokel terlihat transulen, pada hernia tidak.
4. Kaji sistem perkemihan
5. Kaji setelah pembedahan : infeksi, perdarahan, disuria, dan drainase
6. Lakukan transluminasi test : ambil senter, pegang skrotum, sorot dari bawah ; bila sinar merata pada
bagian skrotum maka berarti isinya cairan ( bila warnanya redup )

B. Diagnosa keperawatan
1. Pre operasi
a. Gangguan rasa nyaman (nyeri) b.d pembengkakan skrotum
b. Resiko kerusakan integritas kulit : skorotum b.d adanya gesekan dan peregangan jaringan kulit
skrotum.
c. Perubaan body image : citra tubuh b.d perubahan bentuk skrotum.
d. Ansietas pada orangtua b.d kondisi anaknya dan kurang pengetahuan merawat anak.
2. Post operasi
a. Resiko infeksi b.d insisi post op.
b. Deficit pengetahuan orangtua b.d kondisi anak : prosedur pembedahan, perawatan post op, program
pentalaksanaan.
c. Nyeri berhubungan dengan gangguan pada kulit jaringan, trauma pembedahan.
C. Perencanaan dan intervensi
1. Pre op
a. Dx.1
Tujuan dan kriteria hasil
Diharapkan setelah dilakukan intervensi, rasa tidak nyaman berkurang bahkan hilang dengan criteria
hasil :
1) Pembengkakan skrotum berkurang
2) Klien merasa nyaman, nyeri klien berkurang bahkan hilang
3) Skala nyeri 0-3
Intervensi Keperawatan :
a) Kaji skala, karakteristik dan lokasi nyeri yang dialami klien sesuai dengan PQRST.
RASIONAL : mengidentifikasi nyeri akibat gangguan lain.
b) Catat petunjuk nnonverbal seperti gelisah, menolak untuk bergerak, berhati-hati saat beraktifitas
dan meringis.

c) Tentukan tahap berduka. Intervensi Keperawatan : a) Kaji adanya tanda kerusakan kulit seperti lecet dan kemerahan sekitar area pembesaran ( lipatan paha ). dengan criteria hasil : 1) Keluarga sabar menghadapi kondisi anaknya. d) Akui kenormalan perasaan. RASIONAL : menyampaikan harapan untuk mengatur situasi dan membantu perasaan harga diri dan orang lain. klien tidak merasa bahwa penyakitnya adalah suatu penderitaan. orangtua harus memahami bahwa penyakit ini dapat disembuhkan. RASIONAL : mencegah kerusakan kulit. e) Anjurkan klien menggunakan pakaian yang longgar terutama celana. f) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi. RASIONAL : indicator terjadinya kesulitan menangani stress terhadap apa yang terjadi. Perhatikan tanda depresi berat /lama. e) Anjurkan orang terdekat untuk memperlakukan pasien secara normal dan bukan sebagai orang cacat. e) Observasi dan catat pembesaran skrotum ( bila perlu ukur tiap hari ). Dx. RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri. b) Perhatikan perilaku menarik diri pada keluarga. RASIONAL : mencegah kerusakan yang lebih parah. tidak efektif menggunakan pengingkaran atau perilaku yang mengindikasikan terlalu mempermasalahkan tubuh dan fungsinya. b. RASIONAL : mengetahui lebih dini gejala kerusakan kulit untuk dilakukan intervensi selanjutnya. Dx. RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri. cek adanya keluhan nyeri.2 Tujuan dan criteria hasil Diharapkan setelah dilakukan intervensi. RASIONAL : identifikasi tahap yang pasien sedang alami memberikan pedoman untuk mengenal dan menerima perilaku dengan tepat. c. RASIONAL : mengidentifikasi luas masalah dan perlunya intervensi. dan ansietas seubungan dengan situasi saat ini. RASIONAL : menjadi acuan dalam perrkembangan terapi yang sudah diberikan. d) Berikan tindakan nyaman massage punggung. RASIONAL : memberikan sirkulasi bagi aliran darah.3 Tujuan dan criteria hasil Diharapkan setelah dilakuakan intervensi. dengan criteria hasil : 1) Tidak ada lecet dan kemerahan di sekitar area pembesaran. b) Berikan salep atau pelumas. c) Kurangi aktifitas klien selama sakit.RASIONAL : mendeskripsikan tingkat nyeri c) Ajarkan pasien untuk memulai posisi yang nyaman atau tekhnik relaksasi misalnya duduk dengan kaki agak dibuka dan nafas dalam. dan pada bayi. RASIONAL : mencegah iritasi yang lebih parah. d) Berikan posisi yang nyaman : abduksi. mengubah posisi dan aktifitas senggang. Depresi lama menunjukan intervensi lanjut. kerusakan integritas kulit tidak terjadi. RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri. . RASIONAL : pengenalan perasaan tersebut diharapkan membantu orangtua pasien untuk menerima perilaku dan mengatasinya secara efektif. Intervensi Keperawatan : a) Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang kondisi dan pengobatan.

Post operasi a. b) Dorong aktivitas sesuai toleransi dengan periode istirahat periodic RASIONAL : mencegah kelemahan. perubahan fungsi. Intervensi Keperawatan : a) Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas walupun menggunakan sarung tangan steril. Dx. RASIONAL : mengindari persepsi yang salah dan membantu menghilangkan kecemasan pada anak. Intervensi keperawatan a) Kaji ulang pembatasan aktivitas pascaoperasi. klien memahami dan mengerti tentang prosedur pembedahan. meningkatkan penyembuhan dan program perbaikan. RASIONAL : mencegah komplikasi lanjut dari pergerakan dan aktivitas yang berlebihan. contoh peningkatan nyeri. dan kembali ke dokter untuk mengangkat jahitan / pengikat. 4 Tujuan dan criteria hasil Diharapkan setelah dilakukan intervensi. pembatasan mandi. RASIONAL : upaya intervensi menurunkan risiko komplikasi serius contoh lambatnya penyembuhan. RASIONAL : menghilangkan kecemasan orangtua klien karena ketidaktahuan tentang prosedur. RASIONAL : menghilangkan kecemasan orangtua klien karena ketidaktahuan tentang prosedur. 2. adanya drainase. mengurangi risiko infeksi nosokomial d) Gunakan sarung tangan/pakaian pada waktu merawat luka yang terbuka/antisipasi dari kontak langsung dengan sekresi ataupun ekskresi Rasional : mencegah penyebaran infeksi/kontaminasi silang b. panas. gatal. Dx. c) Libatkan orangtua dalam perawatan terhadap anaknya. d) Identifikasi gejala yang memerlukan evaluasi medic. c. Dx. edema/eritema luka. d. Dx. RASIONAL : menghilangkan kecemasan orangtua klien karena ketidaktahuan tentang prosedur.f) Yakinkan keluarga bahwa penyakit ini dapat disembuhkan dan tetap sabar menghadapi kondisi anaknya. termasuk mengganti balutan. dengan criteria hasil : 1) cemas yang dialami orangtua klien berkurang bahkan hilang. RASIONAL : memperkuat keyakinan keluarga dan memberikan semangat yang mempertahankan harga diri keluarga dan menghindari kecemasan yang berlebihan. pengobatan dan potensial komplikasi. orangtua memahami dan mengerrti tentang prognosa dan diagnose penyakit yang dialami oleh anaknya. RASIONAL : pemahaman meningkatkan kerjasama dengana program terapi. d) Berikan informasi bahwa penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya.3 Tujuan dan kriteria hasil . demam. Intervensi Keperawatan : a) Beritahu dan jelaskan tentang prognosa dan diagnose penyakit yang dialami oleh anaknya. perawatan setelah operasi dan pengobatanya dengan criteria hasil : 1) klien menyatakan pemahamannya proses penyakit. dan lekas kembali pulih normal.2 Tujuan dan kriteria hasil : Diharapkan setelah diberikan intervensi. Rasional : mengurangi kontaminasi silang b) Batasi penggunaan alat atau prosedur invasive jika memungkinkan Rasional : mengurangi jumlah lokasi yang dapat menjadi tempat masuk organisme c) Gunakan teknik steril pada waktu penggatian balutan/penghisapan/berikan lokasi perawatan. c) Diskusikan perawatan insisi.1 Tujuan : diharapkan resiko terjadinya infeksi tidak terjadi dengan kriteria hasil : 1) Berkurangnya tanda-tanda peradangan seperti kemeraha-merahan. b) Jelaskan tindakan yang akan dilakukan terhadap anaknya sebelum tindakan dilakukan. misalnya jalur invasive Rasional : mencegah masuknya bakteri. meningkatkan penyembuhan.

kemajuan penyembuhan. c) Perubahan body image dan harga diri rendah tidak terjadi pada keluarga. b) Tidak terjadi kerusakan integritas kulit. Selidiki dan laporkan perubahan nyeri dengan cepat.Diharapkan setelah diberikan terapi. RASIONAL : gravitasi melokalisasi eksudat inflamasi. d) Orangtua tidak cemas. c) Nyeri klien tidak berlangsung lama.37 . meningkatkan relaksasi. RASIONAL : focus perhatian kembali. Diposkan oleh Pter_9889 di 09. RASIONAL : menghilangkan nyeri mempermuda kerja sama dengan intervensi terapi lain contoh batuk dan ambulasi. 2. b) Pertahankan istirahat dengan posisi semifowler. b) Klien memiliki pengetahuan tentang prosedur perawatan dan pengobatan. Post operasi a) Tidak terjadi infeksi. d) Berikan aktivitas hiburan. RASIONAL : berguna dalam pengawasan keefektifan obat. Pre operasi a) Nyeri klien berkurang bahkan hilang. c) Dorong ambulasi dini. Intervensi Keperawatan : a) Kaji nyeri. beratnya (0-10). D. e) Berikan analgetik sesuai indikasi. karakteristik. nyeri klien berkurang bahkan hilang dengan criteria hasil skala nyeri 0-3 dan kllien tidak menangis serta gelisah. RASIONAL : meningkatkan normalisasi fungsi organ. EVALUASI KEPERAWATAN 1. catat lokasi. dan dapat meningkatkan kemampuan koping.