Anda di halaman 1dari 30

Dugaan Kejahatan Seksual pada Anak di Bawah Umur

Christian Adiputra Wijaya
102011045
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6 Kebon Jeruk, Jakarta 11510
e-mail : chrisadiputra@gmail,com
Pendahuluan
Berbagai macam kasus kejahatan seksual di Indonesia tidak hanya sering terjadi,
bahkan sudah menjadi kejadian awam yang

menjadi topik sorotan baik di kalangan

masyarakat bahkan sampai telinga media masa.1 Secara umum suatu tindak kejahatan dapat
diartikan sebagai perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku dan yang
telah disahkan oleh hukum tertulis, sedangkan arti kesusilaan itu sendiri merupakan suatu
yang berkaitan dengan adab sopan santun atau norma atau kelakuan baik. Dalam kasus ini
kejahatan susila secara khusus dapat diartikan sebagai suatu perilaku yang dalam hal ini
merupakan suatu “persetubuhan” yang merupakan suatu tindak pidana.2
Kejahatan terhadap kesusilaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang
yang menimbulkan kepuasan seksual dan di sisi lain perbuatan tersebut menggangu
kehormatan orang lain.1
Kejahatan terhadap kesusilaan dapat berupa persetubuhan, percabulan maupun
pelecehan seksual. Dewasa ini kejahatan susila atau kejahatan seksual makin marak terjadi,
terutama anak-anak di bawah umur sebagai korbannya. Dengan alas an tindak kejahatan yang
beraneka ragam, tidak dipungkiri anak-anak merupakan korban yang paling rentan namun
juga paling mudah menjadi korban kejahatan susila. Dampak yang diakibatkan pasca
kejahatan susila terhadap seorang anak sangatlah berbahya, baik dalam segi fisik maupun
psikis. Hal tersebut lah yang menyebabkan rusaknya kepribadian dan terjadinya gangguan
perkembangan dari anak tersebut.1
Dalam menangani kasus tindak kejahatan seperti ini tetap dibutuhkan suatu
penyidikan dalam penindakan pengadilan kasus ini. Ilmu kedokteran forensik berperan besar
dalam menentukan penyidikan kasus kejahatan seksual.Interaksi antara bidang medis dan

hukum pada saat ini tidak dapat diragukan lagi, yang mana semakin meluas dan berkembang
dari waktu ke waktu.
Di sinilah peranan forensik klinis yang merupakan suatu ruang lingkup keilmuan yang
berintegrasi antara bidang medis dan bidang hukum diperlukan. Forensik Klinik adalah
bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mencakup pemeriksaan forensik terhadap korban
hidup dan investigasinya, kemudian aspek medikolegal, juga psikopatologinya, dengan kata
lain forensik klinik merupakan area praktek medis yang mengintegrasikan antara peranan
medis dan hukum1
Berbeda dengan forensik patologi, seorang dokter di forensik klinik lebih banyak
menghabiskan waktunya menangani korban hidup. Kasus-kasus yang ada di forensik klinik
meliputi perkosaan (rape), pencabulan (molestation), kekerasan dalam rumah tangga
(domestic violence), dan kekerasan pada anak (child abuse).
Skenario 3
Anda bekerja sebagai dokter di IGD sebuah rumah sakit. Pada suatu sore hari datang
seorang laki-laki berusaia 45 tahun membawa anak perempuannya yang berusia 14 tahun
menyatakan bahwa anaknya tersebut baru saja pulang “dibawa lari” oleh teman laki-laki yang
berusia 18 tahun selama 3 hari keluar kota. Sang ayah takut apabila terjadi sesuatu pada diri
putrinya. Ia juga bimbang apa yang akan diperbuatnya bila sang anak telah “disetubuhi” lakilaki tersebut dan akan merasa senang apabila anda dapat menjelaskan berbagai hal tentang
aspek medikolegal dan hukum kasus anaknya.
Aspek Hukum
Kejahatan terhadap kesusilaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang
yang menimbulkan kepuasan seksual dan di sisi lain perbuatan tersebut mengganggu
kehormatan orang lain. Kejahatan seksual merupakan kepuasan seksual yang timbul diperoleh
melalui persetubuhan.1
Persetubuhan adalah masuknya penis ke dalam vagina, sebagian atau seluruhnya,
dengan atau tanpa ejakulasi. Setidaknya telah melewati vestibulum. Percabulan adalah setiap
penyerangan seksual tanpda terjadi persetubuhan.1
Berikut ini adalah undang-undang dan pasal yang mengatur tentang perlindungan anak
serta kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur:1,3

1

UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan
memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun
dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp.
60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang
yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk
anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.
Pasal 81 UU 23/2002 Tentang Perlindungan Anak
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasana atau ancaman kekerasan
memaksa anak melakukan perserubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun
dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp
60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang
yang degan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk
anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.
Pasal 82 UU 23/2002 Tentang Perlindungan Anak
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa,
melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan
atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15
(lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp
300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta
rupiah).
Kejahatan Terhadap Kesusilaan
Pasal 281 KUHP
Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda
paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:
1. Barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan;
2. Barang siapa dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada di situ bertentangan
dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan.
2

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka berat. bahwa uurnya belum lima belas tahun. padahal diketahui atau sepatutnya harus diduga. 3. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. dengan seorang pada hal diketahui. belum mampu kawin. diancam karena melakukan perkosaan. bahwa belum mampu dikawin. Barang siapa melakukan perbuatan cabul. (2) Penuntutan hanya dilakukan ata pengaduan. 2. Barang siapa membujuk seorang yang diketahio atau sepatutnya haru diduga. kecuali jika umurnya wanita beum sampai dua belas tahun atau jika ada salah suatu hal tersebut pasal 291 dan pasal 294. Pasal 290 KUHP Diancam dengan pidana paling lama tujuh tahun: 1. Pasal 289 KUHP Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Pasal 288 KUHP (1) Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di dalam perkawinan. dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. bahwa belum mampu 3 .Pasal 285 KUHP Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan. bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata. bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata. (3) Jika mengakibatkan mati. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. atau kalau umurnya tidak ternyata. yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa belum mampu dikawin. dengan seorang padahal diketahui atau sepatutnya harus diduga. diancam. dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. dijatuhkan pidana penjara paling lama 8 tahun. Barang siapa melakukan perbuatan cabul. Pasal 287 KUHP (1) Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan. apabila perbuatan mengakibatkan luka-luka dengan pidana penjara paling lama empat tahun. dijatuhkan pudana penjara paling lama 12 tahun. bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya.

maka pidana dapat ditambah sepertiga. atau bersetubuh di luar perkawinan dengan orang lain. anak tirinya. dijatuhkan pidana penjara paling lama 12 tahun. anak angkatnya. (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. Pasal 351 KUHP (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun depalapan bulan atau pidana denda empat ribu lima ratus rupiah. Pasal 352 KUHP (1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356. Jika yang bersalah. diancam dengan piana penjara paling lama tujuh tahun.2: dengan pidana penjara paling lama empat tahun.dengan orang lain. (2) Jika salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 285. barang siapa dengan sengaja menghubungkanatau memudahkan dilakukannya perbuatan cabul oleh anaknya.dikawin. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. atau punoleh bujangnya atau bawahannya yang belum cukup umur. 287 dan 290 itu engakibatkan mati. Pasal 295 KUHP Diancam: 1 Dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. 287. (3) Jika mengakibatkan mati. (5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. Pasal 291 KUHP (1) Jika salah satu kejahatan yang diterangkan dalam paal 286. melakukan kejahatan itu sebagai pencaharian atau kebiasaan. untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. atau penjagaannya diserahkan kepadanya. 289 dan 290 mengakibatkan luka-luka berat. 286. maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau 4 . (4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan. barang siapa dengan sengajamenghubungkan atau memudahkan perbuatan cabul kecuali tersebut ke-1 di atas yang dilakukanoleh orang yang diketahui belum cukup umurnya atau yang sepatutnya 2 harus diduga demikian. atau oleh orang yang belum cukupumur yang pemeliharaannya. pendidikan. dengan orang lain. dijatuhkan pidana penjara paling lama lima bela tahun.atau anak di bawah pengawasannya yang belum cukup umur.

pencarian. Keterangan ahli ini akan dijadikan sebagai alat bukti yang sah di depan sidang pengadilan (pasal 184 KUHAP). Pemeriksaan kedokteran terhadap tersangka 3. Fitness/ kompetensi pasien untuk menghadapi pemeriksaan penyidik Kewajiban dokter untuk membuat keterangan ahli telah diatur dalam pasal 133 KUHAP. Penyidik pembantu juga mempunyai wewenang tersebut sesuai dengan pasal 11 KUHAP. Sedangkan dalam penjelasan KUHAP tentang pasal tersebut dikatakan bahwa yang dibuat oleh dokter ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan ahli sedangkan yang dibuat oleh selain ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan. b. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya atau menjadi bahawannya. prosedur medikolegal mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 5 . dokter dan ahli lainnya. (2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. Pihak yang berwenang membuat keterangan ahli Menurut KUHAP pasal 133 ayat (1) yang berwenang melakukan pemeriksaan forensik yang menyangkut tubuh manuasia dan membuat keterangan ahli adalah dokter ahli kedokteran kehakiman (forensik). Pengadaan Visum et Repertum 2. a. dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Lingkup prosedur medikolegal antara lain:2-4 1. Pemberian keterangan ahli pada masa sebelum persidangan dan pemberian keterangan ahli di dalam persidangan 4. dan pada beberapa bidang juga mengacu kepada sumpah dokter dan etika kedokteran. Secara garis besar. diancam sebagai penganiayaan ringan. Prosedur Medikolegal Prosedur medikolegal adalah tata cara atau prosedur penatalaksanaan dan berbagai aspek yang berkaitan pelayanan kedokteran untuk kepentingan umum. Penerbitan surat keterangan kematian dan surat keterangan medic 6. Kaitan Visum et Repertum dengan rahasia kedokteran 5. Pihak yang berwenang meminta keterangan ahli Menurut KUHAP pasal 133 ayat (1) yang berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli adalah penyidik.

jaksa atau hakim). d. Mereka yang menghalangi pemeriksaan jenasah untuk kepentingan peradilan diancam hukuman sesuai dengan pasal 222 KUHP. pihak asuransi dapat meminta kepada dokter keterangan yang khusus untuk hal tersebut. (2) Ahli tersebut mengangkat sumpah atau mengucapkan janji di muka penyidik bahwa ia akan member keterangan menurut pengetahuannya yang sebaik-baiknya kecuali bila disebabkan karena harkat serta martabat.Secara garis besar. Bila dioerlukan keterangan. Pasal 133 KUHAP 6 . semua dokter yang telah mempunyai surat penugasan atau surat izin dokter dapat membuat keterangan ahli. Namun untuk tertib administrasinya. Dengan demikian berkas keterangan ahli ini hanya boleh diserahkan kepada penyidik (instansi) yang memintanya. ia dapat meminta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus. maka sebaiknya permintaan keterangan ahli ini hanya diajukan kepada dokter yang bekerja pada suatu instansi kesehatan (puskesmas hingga rumah sakit) atau instansi khusus untuk itu. Jenasah harus diperlakukan dengan baik. terutama untuk korban mati. Kewajiban Dokter Membantu Peradilan Pasal 120 KUHAP (1) Dalam hal penyidik menganggap perlu. c. Berkas keterangan hali ini tidak dapat digunakan untuk penyelesaian klaim asuransi. pekerjaan atau jabatannya yang mewajibkan ia menyimpan rahasia dapat menolak untuk memberikan keterangan yang diminta. I. Penggunaan keterangan ahli Penggunaan keterangan ahli atau dalam hal ini visum et repertum adlaah hanya untuk keperluan peradilan. dengan memperhatikan ketentuan tentang wajib simpan rahasia jabatan. Prosedur permintaan keterangan ahli Permintaan keterangan ahli oleh penyidik harus dilakukan secara tertulis dan hal ini secara tegas telah diatur dalam KUHAP pasal 133 ayat (2). diberi label identitas dan penyidik wajib memberitahukan dan menjelaskan kepada keluarga korban mengenai pemeriksaan yang akan dilaksanakan. Keluarga korban atau pengacaranya dan pembela tersangka pelaku pidana tidak dapat meminta keterangan ahli langsung kepada dokter pemeriksa. terutama yang milik pemerintah. melainkan harus melalui aparat peradilan (penyidik.

(3) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat.(1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka. Penjelasan Pasal 133 KUHAP (2) Keterangan yang diberikan oleh ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan ahli. sedangkan keterangan yang diberikan oleh dokter bukan ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan. (2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis. keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. Pasal 184 KUHAP (1) Alat bukti yang sah adalah: a b c d e Keterangan saksi Keterangan ahli Surat Pertunjuk Keterangan terdakwa 7 . Bentuk Bantuan Dokter Bagi Peradilan Dan Manfaatnya Pasal 183 KUHAP (1) Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannnya. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. dengan ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliannya. (2) Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli. II. dilak dengan cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat. Pasal 179 KUHAP (1) Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.

III. (3) Jika pada waktu melakukan kejahatan belum lewat dua tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga. atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya. Hakim ketua sidang dapat minta keterangan ahli dan dapat pula minta agar diajukan bahan baru oleh yang berkepentingan. Pasal 186 KUHAP Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan. Demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana. Pasal 222 KUHP 8 . demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah. setiap orang yang menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi tugas menjalankan jabatan umum. diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda paling banyak sembilan ribu rupiah. menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan. (2) Disamakan dengan pejabat tersebut di atas. Sangsi Bagi Pelanggar Kewajiban Dokter Pasal 216 KUHP (1) Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu.(2) Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan. (4) Penelitian ulang sebagaimana tersebut pada ayat (2) dan ayat (3) dilakukan oleh instansi semula dengan komposisi personil yang berbeda dan instansi lain yang mempunyai wewenang untuk itu. (2) Dalam hal timbul keberatan yang beralasan dari terdakwa atau penasihat hukum terhadap hasil keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Hakim memerintahkan agar hal itu dilakukan penelitian ulang. Pasal 180 KUHAP (1) Dalam hal diperlukan untuk menjernihkan duduknya persoalan yang timbul di sidang pengadilan. (3) Hakim karena jabatannya dapat memerintahkan untuk dilakukan penelitian ulang sebagaimana tersebut pada ayat (2). maka pidanya dapat ditambah sepertiga.

menghalang-halangi atau menggagalkan pemeriksaan mayat untuk pengadilan. Di Indonesia pemeriksaan korban persetubuhan yang diduka merupakan tidak kejahatan seksual umumnya dilakukan oleh dokter ahli ilmu kebidanan dan penyakit kandungan kecuali ditempat yang tak ada dokter ahli demikian. dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 6 bulan. Dalam perkara lain. Pasal 522 KUHP Barang siapa menurut undang-undang dipanggil sebagai saksi. dokter umulah yang harus melakukan pemeriksaan itu. Pemeriksa harus yakin akan semua bukti-bukti yang ditemukannya karena berbeda dengan di klinik ia tidak lagi mempunyai kesempatan untuk melakukan pemeriksaan ulang guna memperoleh lebih banyak bukti. Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pemeriksaan Pemeriksaan kasus-kasus persetubuhan atau percabulan yang merupakan tindak pidana. Tetapi dalam melaksanakan kewajiban itu dokter jangan sampai meletakkan kepentingan si korban dibawah kepentingan pemeriksaan. sehingga sebaiknya pemeriksaan ditangani oleh dokter di klinik.Barang siapa dengan sengaja mencegah. ahli atau jurubahasa.1 Visum et repertum yang dihasilkan mungkin menjadi dasar untuk membebaskan terdakwa dari penuntutan atau sebaliknya untuk menjatuhkan hukuman. 9 . Pasal 224 KUHP Barang siapa yang dipanggil menurut undang-undang untuk menjadi saksi. diancam dengan pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah. dengan sengaja tidak melakukan suatu kewajiban yang menurut undangundang ia harus melakukannnya: 1 2 Dalam perkara pidana dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 bulan. hendaknya dilakukan dengan teliti dan waspada.1 Sebagai ahli klinis yang perhatian utamanya tertuju pada kepentingan pengobatan penderita memang agak sukar untuk melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan kejahatan. Sebaiknya korban kejahatan seksual dianggap sebagai orang yang telah mengalami cedera fisik dan/atau mental. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Terutama bila korban masih anak-anak hendaknya pemeriksaan itu tidak sampai menambah trauma psiskis yang sudah dideritanya. ahli atau jurubahasa. tidak datang secara melawan hukum.

dari orang tua atau walinya. jangan tergantung pada ingatan semata. Ijin tertulis untuk pemeriksaan ini dapat diminta pada korban sendiri atau jika korban adalah seorang anak. Hal ini perlu diketahui walaupun pemeriksaan dilakukan atas permintaan polisi. Selain itu bagian yang akan diperiksa merupakan the most private part dari tubuh seorang wanita. Setiap Visum et Repertum harus dibuat berdasarkan keadaan yang didapatkan pada tubuh korban pada waktu permintaan Visum et Repertum diterima oleh dokter. Hasil pemeriksaan sebelum diterimanya surat permintaan pemeriksaan dilakukan terhadap pasien dan bukan sebagai corpus dilicti (benda bukti). 6. belum tentu korban akan menyetujui pemeriksaan itu dan menolaknya. Bila dokter telah memeriksa seorang korban yang datang di rumah sakit atau di tempat praktek atas inisiatif sendiri. Apalagi bila korban adalah seorang anak. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk dilakukan pemeriksaan:1 1.Penundaan pemeriksaan dapat memberikan hasil yang kurang memuaskan. Hindarkan korban dari menunggu dengan perasaan was-was dan cemas di kamar periksa. Korban harus diantar oleh polisi karena tubuh korban merupakan benda bukti. 5. Hasil pemeriksaan yang lalu tidak diberikan dalam bentuk Visum et Repertum tetapi dalam bentuk surat keterangan. 4. Jelaskan terlebih dahulu tindakantindakan apa yang akan dilakukan pada korban dan hasil pemeriksaan akan disampaikan ke pengadilan. Semua yang ditemukan harus dicatat. 10 . 3. Dalam keadaan seperti itu dokter dapat meminta kepada polisi supaya korban dibawa kembali kepadanya dan Visum et Repertum dibuat berdasarkan keadaan yang ditemukan pada waktu permintaan diajukan. Seorang perawat atau bidan harus mendampingi dokter pada waktu memeriksa korban. Pemeriksaan dilakukan secepat mungkin dan jangan ditunda terlampau lama. dan beberapa waktu kemudian polisi mengajukan permintaan dibuatkan Visum et Repertum maka dokter harus menolak karena segala sesuatu yang diketahui dokter tentang diri korban sebelum ada permintaan untuk dibuatkan Visum et Repertum merupakan rahasia kedokteran yang wajib disimpannya (KUHP pasal 322). 2. tidak akan diperiksa oleh dokter dan korban akan disuruh kembali kepada polisi. Setiap pemeriksaan untuk pengadilan harus berdasarkan permintaan tertulis dari penyidik yang berwenang. Kalau korban datang sendiri dengan membawa surat permintaan dari polisi. bukan atas permintaan polisi.

Mungkin untuk melakukan penuntutan atau untuk menuduh seseorang yang tidak bersalah. Dalam hal ini sebaiknya ditanyakan dahulu maksud pemeriksaan.kadang dokter yang sedang berpraktek pribadi diminta oleh seorang ibu/ayah untuk memeriksa anak perempuannya karena ia merasa sangsi apakah anaknya masih perawan atau karena ia merasa curiga kalau-kalau telah terjadi persetubuhan pada anaknya. Dengan adanya Visum et Repertum perkara dapat cepat diselesaikan. Dalam keadaan demikian umunya anak tidak mau diperiksa. apakah sekedar ingin mengetahui saja atau ada maksud untuk melakukan penuntutan. Katakan bahwa pemeriksaan harus dilakukan berdasarkan permintaan polisi dan biasanya dilakukan di rumah sakit. Mungkin ada baiknya dokter memberikan penerangan pada ibu/ayah itu bahwa jika umur anaknya sudah 15 tahun dan jika persetubuhan terjadi tidak dengan paksaan maka menurut undang-undang. terlebih dahulu perlu dijelaskan kepa ayah korban dan atau korban sendiri atas tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan pada korban. Visum et Repertum diselesaikan secepat mungkin.7. Sebelumnya yang perlu diingat adalah menanyakan kepada ayah korban apa maksud dari tujuan pemeriksaan yang ingin dilakukan. Seorang terdakwa dapat cepat dibebaskan dari tahanan bila ternyata ia tidak bersalah. Lebih baik lagi jika orang tua itu dianjurkan untuk minta nasehat dari seorang pengacara. Tetapi jelaskan lebih dahulu bahwa hasil pemeriksaan tidak akan dibuat dalam bentuk surat keterangan karena kita tidak mengetahui untuk apa surat keterangan itu.1 Jika orang tua hanya sekedar ingin mengetahui saja maka dokter dapat melakukan pemeriksaan.1 Pemeriksaan Medis Informed Consent Pada pelaksanaan pemeriksaan kasus ini. 8. Selain itu penting untuk meminta ijin tertulis dari 11 . sebaliknya orang tua malah mendesaknya. Pengaduan mungkin hanya akan merugikan anaknya saja. Bila dimaksudkan akan melakukan penuntutan maka sebaiknya dokter jangan memeriksa anak itu. Kadang . laki-laki yang bersangkutan tidak dapat dituntut. Sebaiknya dokter meminta izin tertulis untuk memeriksa dan memberitahukan hasil pemeriksaan kepada orang tuanya.

apakah setelah kejadian korban mencuci.Jika korban mengadakan perlawanan. Ada kemungkinan korban menjadi pingsan karena ketakutan. pada pakaian mungkin didapatkan robekan. Anamnesis khusus a. c. c.5-7 Pemeriksaan fisik a. Ditanyakan apakah terjadi penetrasi dan ejakulasi. orang sudah dapat mengira bahwa peristiwa itu bukan peristiwa perkosaan. dll Siklus haid . Anamnesis korban kejahatan seksual terdiri dari bagian bersifat umum dan khusus. umur. Menyuruh korban menceritakan urutan kejadian dan bagaimana kejadian itu berlaku. Penyakit lain terutama penyakit kandungan dan penyakit kelamin Riwayat persetubuhan meliputi pernah bersetubuh atau tidak. Selain menanyakan apakah korban mengenali pelakunya serta jumlah pelaku nya.Pertama kali pasien datang. mandi dan mengganti pakaian. atau jika korban adalah seorang anak. e. Identitas pasien seperti nama. dan pada tubuh korban mungkin ditemukan tanda-tanda kekerasan. ditanya kapan menarche dan hari pertama haid terakhir. d. tetapi persetubuhan yang pada dasarnya telah disetujui oleh perempuan yang bersangkutan. Keadaan umum dan tanda vital Tujuan umum pemeriksaan fisik umum adalah untuk mengidentifikasi keadaan umum pasien termasuk pengukuran tanda vital dan tingkat kesadaran. harus diingatkan bahwa keterangan yang diberikan korban tidak selalu benar karena sering kali terdorong oleh berbagai maksud dan perasaan. Waktu kejadian (Tanggal dan jam). tanggal lahir dan tempat lahir. Dalam hal ini pengambilan sampel urin dan darah untuk pemeriksaan toksikologi wajib dilakukan. Anamnesis Sewaktu melakukan anamnesis terhadap korban kejahatan seksual. d. Ditanyakan apakah korban melawan.Kalau antara kejadian dan dilaporkannya kejadian pada berwajib terpisah beberapa hari atau minggu. b. status perkawinan. 5 Anamnesis umum a. Ditanyakan apakah korban pingsan. b. Anamnesis seharusnya dipisahkan dari Visum et Repertum dan dimasukkan ke dalam lampiran dengan judul “keterangan yang diperoleh dari korban”. persetubuhan yang terakhir dan apakah menggunakan kondom. dapat diminta dari orangtua atau walinya.korban sendiri. f. Informasi ini dapat memberi petunjuk dalam pencarian trace evidence yang berasal dari tempat kejadian. Tanyakan pula di mana terjadinya. 12 . tetapi mungkin juga korban dibuat pingsan oleh pelaku dengan pemberian obatobatan.

luka lecet pada pergelangan tangan akibat pencekalan dsb. Apakah pakaian dalam keadaan rapi atau tidak.Dilakukan pengukuran tanda vital. mandi. sampel darah dan urin bisa diambil. luka lecet pada punggung atau bokong akibat penekanan. pupil pin point. wajah dalam keadaan emosional. frekuensi nadi. air mani. daerah payudara atau sekitar kemaluan. atau luka lecet pada daerah mulut. 13 . tenang atau sedih/gelisah. keadaan jantung. dan mengganti pakaian. laboratorium kriminologi untuk pemeriksaan lebih lanjut. kekerasan pada kepala.5-7 Pemeriksaan fisik umum Pemeriksaan tubuh korban (head to toe ) Meliputi pemeriksaan umum seperti penampilan rambut yang rapi atau kusut. b. lumpur yang berasal dari tempat kejadian. Pemeriksaan perlukaan Pemeriksaan terhadap tanda-tanda kekerasan/luka meliputi seluruh tubuh korban untuk menilai ada tidaknya tindakan kekerasan. Kancing terputus akibat tarikan.Adakah ada tanda kekerasan. Pakaian diteliti helai demi helai. benda-benda yang melekat dan pakaian yang mengandung trace evidence dikirim ke c. suhu. Bila ada indikasi. Adanya luka-luka jenis ini harus dinyatakan secara jelas dalam kesimpulan visum et repertum untuk menghindari kesalahan interpretasi oleh aparat penegak hukum. tinggi dan berat badan. seperti jejas bekapan pada hidung. pupil refleks cahaya. frekuensi pernafasan dan tekanan darah. Adakah tanda bekas kehilangan kesadaran atau diberikan obat bius. paha bahagian dalam dan pinggang. tekanan darah. pergelangan tangan.dilihat kesadaran pasien secara inspeksi awal. bercak darah. leher. apakah terdapat robekan lama atau baru sepanjang jahitan atau melintang pada pakaian. memar.Dicatat pula tanda perkembangan alat kelamin sekunder. jejas cekik pada leher. Perlu ditanyakan apakah setelah kejadian korban mencuci. paru dan abdomen. apakah ada needle marks. memar pada lengan atas dan paha akibat pembukaan secara paksa. Yang dimaksud dengan kekerasan pada delik susila adalah kekerasan yang menunjukkan adanya unsur pemaksaan. Pemeriksaan pakaian.5-7 d.Lukaluka yang terakhir ini memang merupakan kekerasan tetapi bukan kekerasan yang dimaksud pada delik perkosaan. cakaran pada punggung (yang sering -terjadi saat orgasme) dsb. lengan. mulut dan bibir. Adanya luka-luka ini harus dibedakan dengan luka-luka akibat "foreplay" pada persetubuhan yang "biasa" seperti luka isap (cupang) pada leher.

5-7 i)Rambut kemaluan  Ada atau tidaknya rambut melekat karena air mani mengering  Rambut digunting untuk pemeriksaan laboratorium dan untuk perbandingan dengan ii) iii) iv) rambut kemaluan pria tersangka. memar dan luka lecet akibat goresan kuku. edema. Harus ingat bahwa persetubuhan tidak selalu terjadi deflorasi. memar atau terbuka  Arah luka : melintang. 14 .  Letak luka dengan menggunakan koordinat terhadap garis/titik anatomi terdekat  Jenis luka : lecet. Ukur lingkaran orifisium dengan cara memasukkan ujung kelingking atau telunjuk perlahan-lahan sehingga teraba selaput dara menjepit ujung jari. Hasil pemeriksaan luka dideskripsikan sebagai berikut: e. Ukur lingkaran ujung jari pada batas ini. Ukuran pada seorang perawan kira-kira 2.  Introitus vagina dilihat apakah ada tanda-tanda kekerasan. Vulva  Tanda-tanda kekerasan seperti hiperemi.  Bahan sampel dari vestibulum diambil untuk pemeriksaan sperma. atau tidak beraturan  Sudut luka : runcing. kerok dengan sisi tumpul skalpel atau swab dengan kapas lidi dibasahi garam fisiologis. Cari bercak air mani sekitar alat kelamin. Frenulum labiorum pudenda dan commisura labiorum posterior diperiksa untuk melihat utuh atau tidak. membulat atau bentuk lain  Dasar luka  Sekitar luka : pengotoran atau tanda kekerasan lain  Ukuran luka : pada luka terbuka dilakukan setelah luka dirapatkan  Saluran luka  Lain-lain : pola penumpukan kulit Pemeriksaan khusus daerah genitalia Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan speculum hanya apabila pemeriksaan mengijinkan dan sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis obstetrik dan ginekologi. Catat lokasi ruptur dan apakah sampai insertion atau tidak.  Tentukan apakah ruptur baru atau lama. Selaput dara  Apakah ruptur atau tidak.Pemeriksaan ini juga harus disertai penilaian derajat luka karena akan berhubungan dengan hukuman pelaku kemudiannya. Pada ruptur lama. robekan menjalar sampai   insertion disertai adanya jaringan parut di bawahnya. membujur atau miring  Tepi luka : rata.5cm dan  v) lingkaran yang memungkinkan persetubuhan adalah 9cm. teratur.

menarche. perhatikan apakah terdapat tanda-tanda bekas kekerasan. yaitu apakah gigi geraham belakang ke-2 (molar ke-2) sudah tumbuh (terjadi pada umur kira-kira 12 tahun. Pengaruh kecepatan pertuimbuhan badan wanita didominasi oleh esterogen. Ditentukan pula. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun. Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya cirri-ciri kelamin sekunder. Luka akibat kekerasan tumpul antara lain. perlu juga dilakukan pemeriksaan untuk melihat apakah ada atau tidak penyakit 1. dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi.LTH .6. sehingga peertumbuhan badan terhenti. Pada saat ini terjadi pertumbuhan badan yang cepat. 15 . Hipopise sendiri dipengaruhi hipotalamus yang mengeluarkan Releasing Faktor. Pengeruh esterogen ini pula yang menyebabkan perkembang alat reproduksi dan alat kelamin sekunder lain sehingga mencapai bentuk seperti orang dewasa normal dan siap untuk melanjutkan fungsi reproduksinya. Dilihat juga jenis kekerasannya apakah merupakan kekerasan tumpul. sedangkan molar ke-3 akan muncul pada usia 17-21 tahun atau lebih).dan berpengaruh pula pada perkembangan pubis serta clitoris. Sebagai dokter.vi) Periksa vagina dan serviks dengan speculum. LH. dapat dilakukan pemeriksaan ciri-ciri seks sekunder. Pada saat bersamaan kortek adrenalin membuat hormone androgen yang memegang peranan pada pertumbuhan badan. Dengan pengaruh hormon-hormon ini maka folikel-folikel dalam ovarium berkembang. Esterogen ini pula yang menyebabkan penutupan garis epipise. timbulanya cici. kekerasan benda setengah tajam atau kekerasan tajam. Folikel yang tidak menjadi matang akan atresia.kelamin sekunder.. Pemeriksaan Ciri-Ciri Seks Sekunder Untuk mengetahui serta memastikan umur korban yang sesungguhnya. bila keadaan alat genital mengijinkan. dan perubahan psikis. kelamin. namun dapat mengidentifikasi usia korban. Pada masa ini pula perkembangan emosi dari alam egosentrik kealam pikiran yang lebih matang.tetapi folikel-folikel ini dapat menghasilkan esterogen. meski bukan merupakan ciri-ciri seks. Keadaan perkembangan payudara dan pertumbuhan rambut kemaluan perlu diterangkan. Pada saat ini pula ovarium dalam bekerja dibawah pengaruh hipopise yang mengeluarkan FSH.yang matang hanya beberapa.7 Tanda-tanda Kekerasan Pada tubuh korban. memar atau luka lecet. perlu menyimpulkan apakah wajah dan bentuk badan korban sesuai dengan umur yang dikatakannnya. Tidak seluruh folikel berkembang menjadi matang.

luka gigitan umumnya masih baik bentuk dan ukurannya sampai 3 jam pascatrauma. Pada luka tersebut dilakukan pengukuran. Beberapa hal penyidik bisa mencari adalah adanya tanda hisap (unik untuk manusia) dan tanda dari gigi seri depan.pergelangan tangan.7 2. Pada korban yang mengalami kekerasan berupa sodomi akan tampak anus yang berbentuk corong. memar dan luka lecet (goresan kuku). diperhatikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan seperti sodomi. Introitus vagina apakah hipermi atau edema. Pemeriksaan Cetakan Gigi Tahap pertama pada bite mark adalah menentukan apakah jejas yang ditimbulkan benar merupakan bekas gigitan manusia. Pemeriksaan Anal Pada pemeriksaan anal.5 Pemeriksaan Laboratorium 16 . peneliti harus menentukan apakah bekas gigitan konsisten dengan waktu kejahatan. paha bagian dalam dan pinggang. gigi taring dan premolar tapi bukan geraham. Ditemukannya luka pada setiap bagian tubuh korban perlu tindakan yang sangat hati-hati. gigitan menandai yang mulai sembuh tidak konsisten dengan kejahatan yang terjadi hanya beberapa jam sebelum pemeriksaan. Bite Mark Jejas-gigit atau bite mark merupakan luka lecet tekan atau hematoma berbentuk garis lengkung terputus-putus. setelah itu dapat berubah akibat elastisitas kulit. Misalnya.6. penyelidik harus menentukan apakah tanda gigitan adalah kualitas yang akan berguna untuk tujuan perbandinganJika ditentukan bahwa tanda adalah manusia berasal dan terkait dengan kejahatan maka pengolahan tanda datang dimulai. lengan. seperti hiperemi. Kedua. 5-7 3. Cetakan gigi tersangka perlu dibuat untuk digunakan pada perbandingan. pemotretan berskala dan swab air liur (untuk penentuan golongan darah pelaku). teliti adanya tandatanda bekas kekerasan. karena jejas/luka tersebut menjadi barang bukti yang penting untuk identifikasi. Akhirnya. 1. Luka ini mungkin tidak terkait dengan kejahatan dalam penyelidikan. Pada korban hidup. Pada titik ini gigi model kerja dapat dibuat. Gips dapat dibuat dari luka-luka dan / atau gigi tersangka. Sehingga harus dilakukan pemotretan/ dokumentasi pada setiap luka yang ada di tubuh korban. edema. Pada vulva.

misalnya pada orang yang sudah vasektomi atau cairan maninya sendiri tidak mengandung sperma.1. kemudian lihat dibawah mikroskop. Ditentukan waktu reaksi dari saat penyemprotan sampai timbul warna ungu. Reaksi Berberio 17 . Waktu reaksi > 65 detik. 2. dan Anal Vaginal dan cervic swab merupakan cara yang terbaik untuk mendapatkan bukti telah terjadinya persetubuhan yang masih baru. Oral. terkadang pada beberapa kasus sperma bisa tidak diketemukan. yaitu dengan pemeriksaan laboratorium: a. adanya bakteri-bakteri dan jamur. Bila terdapat mani. dapat mempercepat waktu reaksi. belum dapat menyatakan sepenuhnya tidak terdapat cairan mani karena pernah ditemukan waktu reaksi > 65 detik tetapi spermatozoa positif. masih perlu dikuatkan dengan pemeriksaan elektroforesis. Waktu reaksi 30 detik merupakan indikasi kuat adanya cairan mani. Kemudian kertas saring diangkat dan disemprotkan / diteteskan dengan reagen. Kehamilan. Bila 30 – 65 detik. tampak kristal kolin periodida coklat berbentuk jarum dengan ujung sering terbelah. Enzim fosfatase asam yang terdapat di dalam vagina memberikan waktu reaksi rata-rata 90 – 100 detik.Akan tetapi. perlu dideteksi adanya zat-zat yang banyak terdapat dalam cairan mani. sedangkan bercak yang mengandung enzim tersebut memberikan intensitas warna secara berangsur-angsur. Test ini tidak khas untuk cairan mani karena bahan yang berasal dari tumbuhan atau binatang akan memperlihatkan kristal yang serupa tetapi hasil postif pada test ini dapat menentukan kemungkinan terdapat cairan mani dan hasil negative menentukan kemungkinan lain selain cairan mani. Pemeriksaan Cairan Mani Untuk membuktikan terjadinya ejakulasi pada persetubuhan dari ditemukan cairan mani dalam sekret vagina. Reaksi Florence Cairan vaginal ditetesi larutan reagen. karena intensitas warna maksimal tercapai secara berangsur-angsur. Pemeriksaan Swab Vagina. c. Reaksi Fosfatase Asam Bahan yang dicurigai ditempelkan pada kertas saring yang terlebih dahulu dibasahi dengan aquades selama beberapa menit. b. Oral atau anal swab pada bagian rectum rectum/bukal/palatum dengan lidi yang dililiti kapas lalu diolesi ke kaca objek untuk diperiksa apakah sperma +/-. Bercak yang tidak mengandung enzim fosfatase memberikan warna serentak dengan intensitas tetap.

Hasil positif bila. Jelas. 5-7 5. Pengambilan sample tidak boleh merusak pola maupun bentuk bite mark. keadaan tertentu dapat menghalangi pengumpulan bukti ini Jika bekas-gigitan atau bite mark tersebut sudah dicuci sebelum dilakukan swab. - Pada bahan sutera/nilon. 3. Swab dilakukan dengan menggunakan aplikator ujung kapas untuk mengumpulkan bukti ini. prosedur ini tidak akan mungkin. - Pada tekstil yang tidak menyerap. - Pada tekstil yang menyerap. batas sering tidak jelas. Pemeriksaan Keroksan Kuku Sample pemeriksaan diambil dari jaringan epidermis dan darah (bila ada) dari bawah kuku korban. Bila fasilitas untuk pemeriksaan tidak ada. Bercak yang sudah agak tua berwarna kekuningan. tutup dengan kaca penutup. Swab untuk control juga perlu dilakukan dan diambil dari bagian tubuh lain dari korban untuk membandingkan. biarkan mengering. Pemeriksaan Trace Evidence Pada pakaian yang dipakai ketika terjadi persetubuhan harus diperiksa. Ekstrak diletakkan pada kaca objek.6 Pemeriksaan Bercak Mani Pada Pakaian a.Bercak diekstraksi dengan sedikit akuades. kirim ke laboratorium forensik di kepolian atau bagian ilmu kedokteran Forensik. Secara visual Bercak mani berbatas tegas dan warnanya lebih gelap daripada sekitarnya. segel serta membuat berita acara pembungkusan dan penyegelan. didapatkan kristal spermin pikrat kekuningan berbentuk jarum dengan ujung tumpul. Terkadang bisa ditemukan adanya epitel jaringan kulit di bawah kuku si korban atau bercak darah untuk mekanisme pertahanan. Kristal mungkin pula berbentuk ovoid. Kadang-kadang terdapat garis refraksi yang terletak longitudinal. bercak segar tidak berwarna atau bertepi kelabu yang berangsur-angsur menguning sampai coklat dalam waktu 1 bulan 18 . Reagen dialirkan dengan pipet dibawah kaca penutup.5.5-7 4. Dalam waktu kira-kira 1 bulan akan berwarna kuning sampai coklat. tetapi selalu lebih gelap daripada sekitarnya. bercak segar menunjukkan permukaan mengkilat dan translusen kemudian mengering. Pemeriksaan Air Liur pada Bite Mark Swab air liur dari jejas-gigitan harus dilakukan bila memungkinkan. dibungkus.

Flouresensi terlihat jelas pada bercak mani pada bahan yang terbuat dari serabut katun. Bercak pada sutera buatan atau nilon mungkin tidak berflouresensi. dan serbuk deterjen yang tersisa pada pakaian sering berflouresensi juga. Ambillah 1 – 2 helai benang dengan jarum. dicuci dalam HCL 1 % dan dilakukan dehidrasi berturut-turut dalam alkohol 70 %. Bahan makanan. Pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi anamnesis untuk mengetahui apakah telah benar telah terjadi persetubuhan. dan apakah persetubuhan terjadi atas kemauan sendiri atau paksaan karena pada kasus ini merupakan delik aduan. Lalu dijernihkan dalam xylol (2x)dan keringkan di antara kertas saring. spermatozoa dengan kepala berwarna merah dan ekor berwarna merah muda terlihat banyak menempel pada serabut benang. urin. Anamnesis juga meliputi hal-hal 19 .Letakkan pada gelas objek dan uraikan sampai serabut-serabut saling terpisah. karena tubuh korban dianggap sebagai barang bukti. Periksa dengan mikroskop pembesaran 400 x. sebaiknya ada petugas kepolisian yang mengantar serta mendampingi korban. Namun bila sang ayah ingin mengajukan tuntutan maka ia harus ke polisi terdahulu untuk membuat surat permintaan visum karena pemeriksaan yang dilakukan sebelum surat permintaan visum diterima tidak bisa dijadikan barang bukti untuk pengadilan dan sebaiknya dibuatkan segera untuk mendapatkan barang bukti yang optimal. Secara taktil (perabaan) Bercak mani teraba kaku seperti kanji. Tutup dengan kaca penutup dan balsem Kanada. bercak semen menunjukkan flouresensi putih.- Dibawah sinar ultraviolet. Pada tekstil yang tidak menyerap. Bahan dipulas dengan reagen Baecchi selama 2 – 5 menit. Interpretasi Kasus Pada kasus ini dimana seorang anak berusia 14 tahun ”dibawa lari” oleh teman lakilakinya yang berusia 18 tahun dan dicurigai oleh ayahnya telah terjadi persetubuhan dan ayahnya membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa.  Uji pewarnaan Baecchi Gunting bercak yang dicurigai sebesar 5 mm x 5 mm pada bagian pusat bercak. Selain itu pada saat proses pemeriksaan visum. b. 80 % dan 95 – 100 % (absolut). Serabut pakaian tidak berwarna. Maka yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeriksaan sesuai dengan permintaan ayah yang harus didahului oleh inform consent. bila tidak teraba kaku. masih dapat dikenali dari permukaan bercak yang teraba kasar. sekret vagina.

Setelah anamnesis. dampak psikis yang terjadi dapat menjadi sangat hebat. dll. Robekan baru selaput dara baru pada arah jam 9. meskipun sedikit terlihat malu. Pakaian saat terjadinya persetubuhan juga sebaiknya diperiksa bila ada.5. Saat diajak berbicara. dengan laserasi dan tanda-tanda - peradangan disekitar pukul 9 sampai 6 arah jarum jam. ini dapat dilakukan dengan tes malachite green. Pada korban kasus kejahatan seperti ini. Berdasarkan hasil-hasil pemeriksaan ini dapat dibuktikan terjadinya persetubuhan atau tidak. dilakukan pemeriksaan medis yaitu pemeriksaan luar dan dalam. Bila terjadi dapat dibuktikan juga apakah disertai kekerasan dan paksaan terhadap anak perempuan ini. Pemeriksaan DNA juga dapat dilakukan untuk memastikan identitas pelaku bila hasil pemeriksaan swab vagina untuk spermatozoa tidak memuaskan.7 Penatalaksanaan Penatalaksanaan pada kasus kejahatan kesusilaan meliputi. Setelah itu dapat diperiksa cairan vaginanya untuk melihat apakah ada spermatozoa. mempunyai riwayat penyakit apa. Tidak didapatkan reaksi penggunaan narkotika maupun alkohol dari pemeriksaan urine dan darah korban. sadar penuh dengan tanda-tanda vital dalam batas - normal. Ditemukan spermatozoa pada pemeriksaan swab vagina. aspek psikososial tidak boleh diabaikan. dan status perkawinannya. berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai aspekaspek yang perlu diperhatikan terutama dalam penanganan korban kejahatan susila. ditemukan: - Keadaan umum korban baik. Pemeriksaan luar untuk melihat apakah ada tanda-tanda kekerasan atau paksaan dan juga permeriksaan daerah genitalia dan hymen. Kesimpulan hasil pemeriksaan pada anak usia 14 tahun tersebut telah terjadi persetubuhan tanpa tindak kekerasan pada korban.seperti apakah anak perempuan ini sudah haid. Berdasarkan kasus yang telah dilakukan pemeriksaan baik pemeriksaan fisik maupun laboratorium. aspek psikososial serta aspek klinis atau fisik (misalnya ada luka-luka pada tubuh korban). Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penyakit seksual menular seperti Gonorrhea - (GO). Namun diperlukan pemeriksaan lanjutan mengenai status psikis - korban. korban dapat berkomunikasi dengan baik. 20 . Oleh karena itu. Sifilis.

Apapun tindakan itu. Korban memiliki kemungkinan mengalami stress paska perkosaan yang dapat dibedakan menjadi dua. Selanjutnya definisi PTSD ini berkembang lebih dari hanya sekedar teringat kepada peristiwa traumatis yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. PTSD yang dialami oleh tiap individu terkadang tidak stabil. ada kemungkinan akan merasakan dorongan yang kuat untuk bunuh diri. yang terjadi minimal selama satu bulan pada korban yang mengalami kejadian traumatik. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan kehidupan yang terus 21 . cemas. dan hyperarousal. misalnya antara tetangga. Diagnosis PTSD melibatkan observasi tentang symptom yang sedang terjadi dan atribut dari simptom yang merupakan peristiwa khusus ataupun rangkaian peristiwa.Aspek Psikososial Dampak Psikologis Penelitian menunjukkan bahwa kejadian kejahatan susila lebih sering dilakukan oleh pihak yang sebelumnya saling mengenal. rasa bersalah. gadget atau barang elektronik lainnya. yaitu experiencing. dan tidak berdaya. Korban. Stres jangka panjang yang berlangsung lebih dari 30 hari juga dikenal dengan istilah PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder. marah. Selain kemungkinan untuk terserang depresi. biasanya mengenal pelaku dengan baik. makanan. dan pelaku sering mengiming-imingi korban dengan sesuatu. takut. malu. korban harus mendapatkan perlindungan dan segera diterapi secara intensif yang dikenal sebagai terapi psikososial. Bagi korban perkosaan atau tindak susila yang mengalami trauma psikologis yang sangat hebat. atau bahkan ancaman. tidak dapat tidur atau istirahat. akan tetapi juga disertai dengan ketegangan secara terus-menerus. konsep diri yang negatif. yaitu stress yang langsung terjadi dan stres jangka panjang. dan mimpi buruk.8 Upaya korban untuk menghilangkan pengalaman buruk dari alam bawah sadar mereka sering tidak berhasil. Stres jangka panjang merupakan gejala psikologis tertentu yang dirasakan korban sebagai suatu trauma yang menyebabkan korban memiliki rasa percaya diri. fobia. korban juga dapat menaruh kecurigaan terhadap orang lain dalam waktu yang cukup lama. atau minuman. dan mudah marah. atau dengan teman yang umurnya tidak berbeda jauh. avoidance. menutup diri dari pergaulan. dan juga reaksi somatik seperti jantung berdebar dan keringat berlebihan. paman dengan keponakan. Stres yang langsung terjadi merupakan reaksi paska tindakan susila seperti kesakitan secara fisik.5 PTSD merupakan suatu gangguan kecemasan yang didefinisikan berdasarkan tiga kelompok simptom. semisal permen untuk anak yang masih kecil. Diagnosis bagi PTSD merupakan faktor yang khusus yaitu melibatkan peristiwa traumatis.

menyalahkan diri sendiri. penyakit akibat hubungan kelamin. Posisi ini membuat korban tidak memiliki kepercayaan kepada orang lain. Tanda-tanda PTSD tersebut hampir sama dengan tanda dan simptom yang ada pada depresi menurut kriteria dari American Psychiatric Association. stres.9 Dampak jangka pendek biasanya dialami sesaat hingga beberapa hari setelah kejadian. suasana hati depresi kurangnya nafsu makan dan berat badan berkurang.10 Hal yang terbaik untuk menghindarkan anak dari pelaku kejahatan susila adalah dengan memberikan nasihat yang pas dan mudah dimengerti oleh anak tersebut sesuai dengan usianya. Untuk anak seperti pada kasus diatas (usia 14 tahun). Gangguan emosi ini biasanya menyebabkan terjadinya kesulitan tidur (insomnia). atau meningkatnya nafsu makan - dan bertambahnya berat badan kesukaran tidur (insomnia): tidak dapat segera tidur. Dari segi psikologis biasanya korban merasa sangat marah. dan kehamilan yang tidak diinginkan karena mencoba-coba melakukan hubungan seksual dengan pasangan. dan pagi-pagi sesudah terbangun. orang tua tidak perlu menutupi apa itu hubungan seksual. Kadangkala ketakutan yang dialami oleh korban membuat ia tidak berdaya dan lemah. merasa tidak berguna dan bersalah sukar berkonsentrasi. depresi. tidak dapat kembali tidur sesudah terbangun pada tengah malam. merasa bersalah.9. Korban dapat merasa ketakutan pada saat ia hanya berdua dengan orang lain. jengkel.11 22 . seperti lamban dalam berpikir dan tidak mampu memutuskan - sesuatu sering berpikir tentang bunuh diri atau mati. Korban dapat pula menjadi paranoid terhadap alasan dari orang-orang yang tidak dikenalnya. karena usianya membuat anak sudah mulai dapat diajak berdiskusi. malu.menerus perubahan tingkat aktivitas hilangnya minat dan kesenangan dalam aktivitas yang biasa dilakukan kehilangan energi dan merasa sangat lelah konsep diri negatif. dan sudah dapat memberitahu akibat dari perkosaan. atau adanya keinginan - untuk tidur terus. dan terhina. kehilangan nafsu makan. Tanda-tanda tersebut adalah: - sedih.hal yang mengingatkan korban kepada peristiwa traumatis yang dialaminya.menerus dan adanya hal. dan ketakutan. bahkan orangorang yang selama ini dekat dengannya. Korban perkosaan mungkin akan mengalami ketakutan berada dalam situasi yang ramai atau berada sendirian.

kecuali satu yaitu “ demi kepentingan terbaik bagi anak ” seperti diamanatkan oleh CRC (KHA) 1989. Untuk menyelesaikan permasalahan kasus kejahatan 23 . tidak boleh dipengaruhi oleh siapa dan darimana serta kepentingan apapun. saran. mengumpulkan data dan informasi. memberikan laporan.13 Tugas KPAI melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan per-UU-an yang berkaitan dengan perlindungan anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah Lembaga Independen yang kedudukannya setingkat dengan Komisi Negara yang dibentuk berdasarkan amanat Keppres 77/2003 dan pasal 74 UU No. pencabulan maupun pelecehan seksual. kemudian aspek medikolegal. Waktu terjadinya kejadian menjadi informasi penting dalam melakukan pemeriksaan-pemeriksaan yang kemudian dapat menjadi alat bukti yang sah. masukan serta pertimbangan kepada Presiden.2. menerima pengaduan masyarakat. Forensik Klinik adalah bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mencakup pemeriksaan forensik terhadap korban hidup dan investigasinya. dengan kata lain forensik klinik merupakan area praktek medis yang mengintegrasikan antara peranan medis dan hukum terutama dalam kasus-kasus berkaitan kejahatan susila. perlu diketahui apakah merupakan kejahatan berupa persetubuhan. Usia korban merupakan hal penting perlu diperhatikan karena mengacu pada hukum yang menindak lanjuti kejahatan susila tersebut.13 Kesimpulan Dalam kasus kejahatan susila. Namun.13 Lembaga ini bersifat independen.Peran LSM Lembaga Swadaya Masyarakat (disingkat LSM) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. melakukan penelaahan dan pemantauan. evaluasi serta pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. Tanda-tanda kekerasan maupun persetubuhan yang ditemukan haruslah nyata untuk dapat melukai korban baik dari segi fisik maupun psikisnya. 23 Tahun 2002 dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia. juga psikopatologinya.

Namun. kemudian aspek medikolegal. KESIMPULAN Dalam kasus kejahatan susila. juga psikopatologinya. Tugas dokter tidak hanya menjalankan fungsi maksimal dalam bidang kesehatan. perlu diketahui apakah merupakan kejahatan berupa persetubuhan. Tugas dokter tidak hanya menjalankan fungsi maksimal dalam bidang kesehatan. namun dokter tersebut dituntut untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan kedokteran seoptimal mungkin dan mematuhi tuntutan undang-undang terhadapnya terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan proses hukum. menuntut diambilnya langkah penanganan yang holistik dan komprehensif termasuk dukungan psikososial yang secara otomatis membutuhkan dukungan optimal dari keluarga dan masyarakat. menuntut diambilnya langkah penanganan yang holistik dan komprehensif termasuk dukungan psikososial yang secara otomatis membutuhkan dukungan optimal dari keluarga dan masyarakat.seksual. tidak hanya membutuhkan intervensi medis semata-mata tapi. Untuk menyelesaikan permasalahan kasus kejahatan seksual. Forensik Klinik adalah bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mencakup pemeriksaan forensik terhadap korban hidup dan investigasinya. tidak hanya membutuhkan intervensi medis semata-mata tapi. Usia korban merupakan hal penting perlu diperhatikan karena mengacu pada hukum yang menindak lanjuti kejahatan susila tersebut. Waktu terjadinya kejadian menjadi informasi penting dalam melakukan pemeriksaan-pemeriksaan yang kemudian dapat menjadi alat bukti yang sah. Tanda-tanda kekerasan maupun persetubuhan yang ditemukan haruslah nyata untuk dapat melukai korban baik dari segi fisik maupun psikisnya. dengan kata lain forensik klinik merupakan area praktek medis yang mengintegrasikan antara peranan medis dan hukum terutama dalam kasus-kasus berkaitan kejahatan susila. pencabulan maupun pelecehan seksual. 24 . namun dokter tersebut dituntut untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan kedokteran seoptimal mungkin dan mematuhi tuntutan undang-undang terhadapnya terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan proses hukum.

1997. Ilmu kedokteran forensik.A. S. Sampurna. 1994. Jakarta.W. Budiyanto.Daftar Pustaka 1. Staf Pengajar Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. A. Peraturan perundang-undangan bidang kedokteran. Hertian. Sidhi. 25 . B. 32-7. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 147-58. 2. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. T. Mun’im. dkk.

6 Jakarta 11510 Jakarta. Kejahatan Seksual Lab Ilmu Kedokteran Forensik.Arjuna Utara No. 2009.pada tanggal 6 Januari 2015. Peranan Forensik Klinik dalam Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan. Di unduh dari www.. 9. 20-8.staff. H 57-70. Sampurna B. 2009. Jurnal Kedokteran Universitas Riau. Dewi A.81-3. Syamsu Z. 2004.pdf. dkk. 11. Erfan Kusuma S. Psikososial. Visum Et Repertum. Ed. Ilmu Kandungan. 2007. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Diunduh dari: http://fatur. 12.id/file/JURNAL-DampakSosial-Psikologis-Perkosaan.library. Desember 25. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.usu. 2009. 13. 2006. Clinical management of rape survivors: developing protocols for use with refugees and internally displaced persons. 6. Kurniati R. Jakarta: April 27. 35-87. 7. Profesi dokter dan visum et repertum. Switzerland: World Health Organization/United Nations High Commissioner for Refugees. WHO. Akhyar Israr Y. Warman Y. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Avenue Appia. 2009.31-7. Dampak sosial dan psikologis kasus perkosaan. Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. pada tanggal: 6 Januari 2015. kedua. Cetakan ketujuh Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.id..ugm. Ohoiwutum T.ac. 10 Januari 2015 PROJUSTITIA VISUM ET REPERTUM 26 . 2009 8. 5. Malang: Dioma.co.3. Jurnal Kedokteran Bagian Departemen Forensik Universitas Indonesia. Erfan Kusuma S. Wiknjosastro H. Jakarta: Pustaka Dwipar. Geneva.. 10. Revised ed.2004 14-21. Surabaya. Bioetik dan hukum kedokteran. Widiatmaka W. Surabaya. 4. Kejahatan Seksual Lab Ilmu Kedokteran Forensik. Kompilasi peraturan perundang-undangan terkait praktik kedokteran. Siswaja TD.

dokter pada Rumah Sakit Ukrida. Sikap saat pemeriksaan membantu---------------------------------------------------------------b. Perempuan tersebut adalah seorang wanita berumur empat belas tahun dengan kesadaran baik. penampilan bersih. Pakaian rapi. denyut nadi sembilan puluh satu kali per menit.NO: KF 17/VR/VIII/2015 Yang bertanda tangan dibawah ini dr.tertanggal 10 Januari 2015. maka dengan ini menerangkan bahwa pada tanggal delapan januari dua ribu lima belas. pernapasan dua puluh kali per menit-------------------------------------------------------------------------------------27 . bertempat di RS Ukrida. tanpa robekan----------------------------------------------------------------------c. Keadaan umum jasmaniah baik. rambut rapi. emosi tegang. Chris.pukul sembilan Waktu Indonesia bagian Barat.atas permintaan kepolisian Sektor Jaya Raya dengan suratnya nomor VER-10/01/2015. Sikap saat pemeriksaan---------------Lanjutan Ver No :KF 17/VR/VIII/2015 Halaman 2 dari 3 halaman a. tekanan darah seratus duapuluh per delapan puluh milimeter air raksa.telah melakukan pemeriksaan korban dengan nomor registrasi 347-97-07 yang menurut surat tersebut adalah-----------------------------------------Nama : Chibi------------------------------------------------------------------------ Jenis kelamin :Perempuan-------------------------------------------------------------------- Umur : Empat belas tahun---------------------------------------------------------- Kewarganegaraan : Indonesia--------------------------------------------------------------------- Pekerjaan : Pelajar------------------------------------------------------------------------ Alamat : Jalan Hitam 4 no 15--------------------------------------------------------- Pada pemeriksaan ditemukan: a. Tanda kelamin sekunder mulai berkembang--------------------------------------------------d.

kemerahan pada bibir kemaluan sebelah kanan----------------------------------------------------------  Selaput dara : Terdapat robekan baru pada selaput dara hingga ke dasar sesuai dengan arah jarum jam tiga dan jam Sembilan------------------------------------ Leher rahim : Tidak tampak kelainan---------------------------------------------- g. Pada pemeriksaan tes kehamilan PPT hasilnya negatif---------------------------------------h. memang benar telah terjadi persetubuhan baru yang terjadi kurang lebih dua hari sebelum dilakukan pemeriksaan--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Demikian Visum et ------ Lanjutan Ver No :KF 17/VR/VIII/2015 Halaman 3 dari 3 halaman Demikian Visum et Repertum ini saya buat dengan sebenar-benarnya dengan mengingat sumpah jabatan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana------------------- Dokter Pemeriksa. dalam keadaaan normal----------------------------------------------- f. Pemeriksaan Kandungan:  Rahim: tidak teraba. Pada pemeriksaan USG tanggal sebelas januari dua ribu lima belas di laboratorium ukrida tidak ada tanda kehamilan.---------------------------------------------------------------Kesimpulan Dari hasil pemeriksaan fisik dan keterangan korban. 28 .e. Pemeriksaan Alat Kelamin:  Mulut alat kelamin : Pada kedua bibir kecil kemaluan tampak erosi.

Christian 29 .Dr.