Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat,
dimana tercantum dalam pasal 28 H ayat 1 UUD 1945 yaitu hak untuk memperoleh
pelayanan kesehatan. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat besar peranannya dalam
mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka mengimbangi makin
ketatnya persaingan bebas di era globalisasi. Keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut
memerlukan pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan produktif dengan melibatkan
semua sektor terkait termasuk swasta dan masyarakat.
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Oleh
karena itu perlu diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, promosi
kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan
pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan
berkesinambungan. Dalam rangka memajukan kesehatan masyarakat serta meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat maka diperlukan strategi promosi kesehatan baik kepada
pemerintah, tokoh masyarakat, dan khususnya kepada masyarakat.

Promosi kesehatan merupakan bagian integral dari Pembangunan Kesehatan Nasional. Hal
ini dapat dilihat bahwa Promosi kesehatan merupakan salah satu pilar dalam pembangunan
kesehatan menuju Indonesia Sehat melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan
kemampuanhidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat
setinggi-tingginya (Depkes, 2004). Program promosi kesehatan mencakup upaya promotif
dan preventif. Promosi kesehatan merupakan determinan penting dari perilaku hidup sehat
masyarakat (Depkes, 2007).
1

UNICEF menyatakan, terdapat 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10.000 anak balita
yang meninggal setiap tahun nya karena penyakit infeksi seperti pnemonia, diare, dan
malaria, kemudian dikarenakan tidak di berikan ASI (Air Susu Ibu) saat melahirkan dan
mencapai usia 2 tahun, setelah di kaji kegagalan pemberian ASI sejak lahir ini ada kaitannya
dengan rawat gabung (Rooming In) ibu dan bayi ketika ibu melahirkan, kematian ini
berdasarkan hasil penelitian para ahli di berbagai belahan dunia dapat diminimalisr dengan
melakukan rawat gabung antara ibu dan bayi sejak lahir (Unicef, 2011).

Berdasarkan Riskesdas (2013) diketahui bahwa bayi dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI
eksklusif secara keseluruhan pada umur 0&1 bulan 45,4%, 2&3 bulan 38,3%, dan 4&5 bulan
31,0%. Padahal sekitar 21.000 kematian bayi baru lahir (usia di bawah 28 hari) di Indonesia
dapat dicegah melalui pemberian ASI pada satu jam pertama setelah lahir (Arafat, 2008).

Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Lampung, cakupan pemberian ASI Eksklusif di


Provinsi Lampung pada Tahun 2010 sebesar 32,09%, Tahun 2011 sebesar 33,78% dan Tahun
2012 sebesar 40.17% (Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2012).

Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran tahun 2012 sebesar 17,11% dari target 80%. ASI
esklusif pada masing&masing Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung adalah Lampung Barat
65.66%, Tanggamus 28.79%, Lampung Selatan 41.93%, Lampung Timur 42.22%, Lampung
Tengah 25.93%, Lampung Utara 23.09%, Way Kanan 12.93%, Tulang Bawang 20.40%,
Pesawaran 17.11%, Pringsewu 25.17%, Mesuji 14.16%, Tulang Bawang Barat 35.82%,
Bandar Lampung 21.46%, Metro 14.73% (Profil Kesehatan Provinsi Lampung, 2012).

Bayi umur 0 & 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif di Kabupaten Pesawaran selama tahun
2008 & 2013 berfluktuatif. Pada tahun 2008 bayi yang mendapatkan ASI secara Eksklusif

sebesar 41,7%, 2009 bayi yang mendapatkan ASI secara Eksklusif sebesar 48,2%, pada tahun
2010 menurun menjadi 18,3% kemudian pada tahun 2011 menurun kembali menjadi 13,8%
kemudian tahun 2012 meningkat menjadi 37,0% dan pada tahun 2013 meningkat menjadi
53,6%. Cakupan pemberian ASI eksklusif tertinggi berada pada wilayah kerja Puskesmas
Kota Dalam yaitu 86,9% dan puskesmas dengan cakupan terendah berada di wilayah kerja
Puskesmas Bernung yaitu 70%

Puskesmas Bernung merupakan salah satu Puskesmas yang berada di Kabupaten Pesawaran
tepatnya di Wilayah Kecamatan Gedong tataan Kabupaten Pesawaran. Dipuskesmas Bernung
terdapat beberapa Program Promososi Kesehatan diantaranya Penyuluhan PHBS, Pemberian
Asi Ekslusif, Pembentukan UKBM, Penyuluhan Napza dalam Program Promosi Kesehatan
pada kenyataannya bahwa saat ini pelaksanaan program promosi kesehatan tentang
Pemberian Asi Ekslusif di Puskesmas Bernung belum mendapat perhatian lebih dan belum
terselenggara secara optimal. Belum optimalnya kegiatan promosi kesehatan tentang
Pemberia Asi Ekslusif dapat terlihat dari pencapaian sebanyak 544 Bayi sebesar 70 %
(Buku Profil Kesehatan PKM Bernung Tahun 2015).

Hal hal tersebutlah yang kemudian melatar belakangi kami kelompok II Program Profesi
Ners Stikes Mitra Lampung untuk melakukan Analisis Program Promosi Kesehatan
tentang Pemberian Asi Ekslusif di Puskesmas Bernung sejak tahun 2013 sampai tahun
2015.

1.2 Tujuan
Tujuan dalam penulisan ini meliputi tujuan umun dan tujuan khusus
1.2.1

Tujuan umum

Untuk Mengambarkan Pelaksanaan Program kerja Puskesmas Bernung pada


program pelaksanaan Promosi Kesehatan Tentang Pemberian Asi Eksusif di
puskesmas Bernung tahun 2013-2015
1.2.2 Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh
Puskesmas bernung pada Promosi Kesehatan Tentang Pemberian Asi Eksusif selama
tahun 2013-2015.
b. Untuk mengetahui target yang telah tercapai dan kegiatan yang telah dilakukan oleh
Puskesmas bernung pada Promosi Kesehatan Tentang Pemberian Asi Eksusif selama
tahun 2013-2015.
c. Untuk mengetahui masalah/kendala-kendala yang dihadapi oleh petugas Puskesmas
selama pelaksanaan program Promosi Kesehatan Tentang Pemberian Asi Eksusif
selama tahun 20013-2015.
d. Memberikan Alternatif Dan Solusi Masalah dari hasil analisa kegiatan Puskesmas dari
tahun 2013- 2015 untuk pedoman pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh
Puskesmas Bernung pada Promosi Kesehatan Tentang Pemberian Asi Eksusif di
Puskesmas Bernung.
1.3 Manfaat Penulisan
1.3.1

Bagi Puskesmas
Untuk menginformasikan dan mengetahui sejauh mana keberhasilan Promosi
Kesehatan Tentang Pemberian Asi Eksusif di puskesmas Bernung.

1.3.2

Bagi Mahasiswa
Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menganalisa Promosi
Kesehatan Tentang Pemberian Asi Eksusif dengan analisa program SWOT
yaitu

Kekuatan

(Strenght),

Kelemahan

(Weaknesses),

Kesempatan

(Opportunities), Ancaman (Threats).


1.3.3

Bagi Institusi
Menambah khasanah kepustakaan yang dapat dijadikan salah satu rujukan dan
tambahan informasi bagi mahasiswa stikes mitra lampung Promosi Kesehatan
Tentang Pemberian Asi Eksusif.