Anda di halaman 1dari 6

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN

CITRA TUBUH ( BODY IMAGE ) PADA PASIEN POST
OPERASI MASTEKTOMI DI RSUP DR. WAHIDIN
SUDIROHUSODO MAKASSAR
Sriwahyuningsih1, Dahrianis2, M. Askar3
1

STIKES Nani Hasanuddin Makassar
STIKES Nani Hasanuddin Makassar
3
STIKES Nani Hasanuddin Makassar
2

ABSTRAK
Payudara merupakan bagian penting anggota tubuh seorang perempuan dan memainkan
peran signifikan dalam seksualitas wanita. Ketika dia terkena kanker payudara tentunya akan
menimbulkan gangguan baik secara fisik maupun psikologis terlebih lagi ketika pada payudara itu
dilakukan mastektomi. Tindakan itu akan mempengaruhi konsep dirinya bermula dari gangguan
terhadap citra tubuhnya. Ia akan sulit menerima keadaannya, merasa rendah diri, malu untuk
bertemu dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan
dengan gangguan citra tubuh (body image) pada pasien post perasi mastektomi dengan sub variabel
faktor status perkawinan dan dukungan keluarga (support system). Desain penelitian yang digunakan
adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan survey cross sectional. Cara pengambilan
sampel dengan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penelitian
menggunakan uji statistic Chi-Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p < 0.05
dengan program SPSS. Hasil penelitian untuk hubungan status perkawinan dengan gangguan citra
tubuh diperoleh p = 0.000 berarti p < 0.05 menunjukan ada hubungan bermakna antara status
perkawinan dengan gangguan citra tubuh. Hubungan dukungan keluarga dengan gangguan citra
tubuh diperoleh p = 0.001 berarti p < 0.05 menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga
dengan gangguan citra tubuh.Saran untuk tenaga keperawatan diharapkan agar dalam melakukan
asuhan keperawatan pada pasien dengan tindakan mastektomi perlu menekankan pada perubahan
citra tubuh yang akan dialaminya dengan lebih memperhatikan pada segi status perkawinan dan
dukungan keluarga, bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan lagi penelitian sejenis
dengan meneliti factor lain yang mempengaruhi gangguan citra tubuh.
Kata Kunci : Gangguan Citra Tubuh, Status Perkawinan, dan Dukungan Keluarga.
PENDAHULUAN
Setiap tahunnya penderita karsinoma
mammae
cenderung
meningkat
dan
merupakan penyakit kanker yang sering
menjadi penyebab kematian pada wanita.
Karsinoma mammae sering memberi kesan
menakutkan terutama bila ditemukan pada
wanita berusia lebih dari 40 tahun. Hal ini
sesuai dengan frekuensi karsinoma mammae
yang relative tinggi dibandingkan dengan
kanker yang lain seperti kanker rahim, kanker
kulit, dan kanker paru (Tambunan, 2007).
Pada usia 45 tahun satu dari Sembilan
wanita akan mengalami kanker payudara.
Kanker payudara adalah jenis kanker kedua
penyebab kematian karena kanker pada
wanita. Akan tetapi yang biasa bertahan hidup
sampai mencapai lebih dari lima tahun sejak
awal didiagnosis kanker payudara ini cukup
besar, sekitar 93%. Jika kanker telah

menyebar secara regional saat didiagnosis,
kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun
sebesar 72% dan untuk seseorang dengan
metastase yang luas saat didiagnosis,
kemampuan hidupnya hanya 18% (Gale D,
Charette, 2005).
Dalam 24-48 jam pertama setelah
pembedahan ada retensi cairan, dan retensi
natrium berlangsung lebih lama. Ekskresi
kalium meningkat pascaoperasi. Perubahanperubahan pascaoperasi ini terjadi walaupun
terapi
cairan adekuat
dan dipercaya
disebabkan oleh meningkatnya sekresi
hormon antidiuretik dan sekresi hormon
adrenokortikal, terutama glukokortikoid (Lunn,
2005).
Salah satu prosedur yang paling
sering digunakan untuk pelaksanaan kanker
payudara lokal adalah mastektomi dengan
atau
tanpa
rekonstruksi
dan
bedah

1
Volume 1 Nomor 3Tahun 2012 ● ISSN : 2302-1721

Ketika seorang perempuan terkena kanker payudara maka tentunya akan menimbulkan gangguan baik secara fisik maupun psikologis terlebih lagi ketika pada payudara tersebut dilakukan pembedahan.. kesejahteraan psikologis. 2001). Bare B G. Wahidin Sudirohusodo Makassar mengalami peningkatan. peneliti mempunyai keinginan untuk melakukan penelitian terhadap “faktor yang berhubungan dengan gangguan citra tubuh (body image) pada pasien post operasi mastektomi di RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada bulan Februari tahun 2012. sering disertai perasaan malu. harga diri. Hal tersebut dapat dilihat bahwa pada priode januari-desember 2009 tercatat 99 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah setiap subjek atau objek. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di bagian rekam medik RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar diperoleh data bahwa pasien dengan karsinoma payudara yang dirawat di RSUP DR. priode januari-desember 2010 tercatat 121 dan priode januari-desember 2011 tercatat 224 orang. (sumber : Medical record RSUP DR.3%) dari 30 responden. pendidikan serta pekerjaan selain itu perubahan psikologis konsep diri juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. citra tubuh terganggu diatas 50% dari responden yang ada dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Haerunisa mengenai hubungan tindakan mastektomi dengan citra tubuh terdapat 19 orang yang terganggu (61. suku bangsa. 2005). dan identitas diri) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya umur. pertimbangan kualitas hidup telah menjadi isu penting dalam pengobatan dan pemulihan. maka jenis penelitian ini adalah metode dekskriptif analitik dengan pendekatan survei cross sectional. Langkah pertama dalam memahami konsep citra tubuh adalah mulai menyadari tentang sikap seseorang terhadap kesehatan. Populasi. Tentunya hal tersebut merupakan suatu kondisi yang cukup sulit bagi seorang perempuan butuh waktu untuk menyesuaikan diri menerima keadaannya. Berdasarkan data. istri. dan seseorang dengan citra tubuh yang baik bisa saja merupakan orang yang dianggap tidak menarik secara fisik oleh orang lain (Thompson. Sebagai akibatnya. Penelitian ini dilakukan di RSUP DR. malu. merasa rendah diri. jenis kelamin. Dari hasil penelitian sebelumnya oleh Hajerah mengenai gambaran konsep diri pada pasien karsinoma mammae. Payudara merupakan bagian penting dari anggota tubuh seorang perempuan dan memainkan peran signifikan dalam seksualitas wanita. Parameter-parameter ini merupakan indikator penting tentang seberapa baik seorang individu dapat berfungsi setelah diagnosis dan pengobatan (Smeltzer S C.penyelamatan payudara yang berkombinasi dengan terapi radiasi. perubahan bentuk tubuh dan perubahan fungsi tubuh. tidak percaya diri untuk bertemu dengan orang lain. ketidakadekuatan dan rasa bersalah. Orang dengan citra tubuh yang buruk akan mempersepsikan dirinya sebagai orang yang tidak memiliki penampilan yang menarik atau buruk. Oleh karena itu maka peran seorang tenaga kesehatan khususnya perawat sangat penting dalam mengembalikan rasa percaya diri. Wahidin Sudirohusodo Makassar BAHAN DAN METODE Lokasi. Akibat terjadi perubahan peran pada klien karsinoma mammae yang mempunyai peran seperti : peran sebagai seorang ibu. Ia akan sulit menerima keadaanya tersebut. Menurut Stuart dan Sundeen konsep diri seseorang (yang terdiri dari citra tubuh. Akibat dari tindakan mastektomi tersebut maka akan menyebabkan perubahan fisik pada pasien karsinoma mammae yang akan berpengaruh pada citra tubuh yang menunjukan gambaran diri seseorang pada akhirnya akan mempengaruhi harga diri. dan Sampel Penelitian Berdasarkan permasalahan yang diteliti. pekerja. sedangkan orang yang memiliki citra tubuh yang baik akan bisa melihat bahwa dirinya menarik baik bagi dirinya sendiri ataupun orang lain. atau setidak-tidaknya akan menerima dirinya apa adanya. Ancaman terhadap citra tubuh dan juga harga diri. Tindakan tersebut akan mempengaruhi konsep dirinya bermula dari gangguan terhadap citra tubuhnya. Kualitas hidup adalah konstruksi multidimensi yang mencakup status fungsi (perawatan diri). dan kesejahteraan spiritual. fungsi sosial dan keluarga. seseorang dengan citra tubuh yang buruk bisa saja secara fisik menurut orang lain cantik dan menarik. ideal diri. Kedua lingkungan tersebut menjadi sumber koping sekaligus stressor yang menyebabkan perubahan psikologis pada pasien karsinoma payudara. Gambaran dari citra tubuh atau body image adalah persepsi seseorang mengenai penampilan fisik dirinya sendiri. dalam hal ini yaitu klien yang memenuhi kriteria yang telah 2 Volume 1 Nomor 3Tahun 2012 ● ISSN : 2302-1721 . Persepsi mengenai citra tubuh bukan hal yang objektif atau merupakan opini dari orang lain. dan lain-lain. penyakit. Wahidin Sudirohusodo Makassar).

7%). data primer dari quisioner. Koding Mengisi daftar kode pada kuisioner sesuai dengan jawaban yang telah diisi di lapangan dan dibuat daftar variabel sesuai dengan di dalam kuisioner. Analisis data dilakukan dengan pengujian hipotesis Nol (Ho) atau hipotesis yang akan ditolak.0 Sumber :Data Primer 2012 Berdasarkan Tabel 4 diketahui jumlah responden yang sudah menikah sebanyak 24 kasus (80.05 dan Ho diterima jika p > 0. 2008). Editing Setelah data terkumpul kemudian peneliti mengadakan seleksi dan editing yakni memeriksa setiap kuisioner yang telah diisi mengenai kebenaran data yang sesuai variabel.3%). Apabila ada variabel yang tidak diperlukan di dalam kuisioner maka tidak lagi dimasukan di dalam variabel. 3 Volume 1 Nomor 3Tahun 2012 ● ISSN : 2302-1721 . Dalam hal ini dipakai tabel untuk memudahkan penganalisaan data yang dapat berupa tabel sederhana atau tabel silang. Pada penelitian ini jumlah sampel yang dibutuhkansebanyak 30 sampel. HASIL PENELITIAN Analisis Univariat 1)Status perkawinan Tabel 1 : Distribusi Frekwensi status perkawinanRSUP DR. Pengolahan data dilakukan dengan: a. c. 1) Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Pasien yang menjalani operasi pengangkatan payudara a) Jenis operasi 2) Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah : a) Pasien yang tidak bersedia diteliti b) Responden yang tidak sesuai dengan kriteria inklusi Pengumpulan data Pengumpulan data dengan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari tempat penelitian. yaitu Data sekunder diperoleh melalui data Rekam medik RSUP DR. 2)Dukungan keluarga Tabel 2 : Distribusi Frekwensi dukungan keluargaRSUP DR. Analisis data Analisa data dilakukan melalui tahap editing..Analisis univariat dilakukan dengan menggunakan analisis distribusi frekuensi.0 Sumber : Data Primer 2012 Berdasarkan Tabel 5 diketahui jumlah responden dengan dukungan keluarga baik sebanyak 16 kasus (53. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2012 Status Persentasi Frekuensi perkawinan (%) Menikah 24 80. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2012 Dukungan Persentasi Frekuensi keluarga (%) Baik 16 53. Dengan menggunakan uji chi-square.0%).0 Belum menikah 6 20.ditetapkan (Nursalam. Jika p < α (0. Menggunakan bantuan program SPSS for windows 16. Tabulasi data Mengelompokan data ke dalam suatu tabel distribusi frekuensi menurut sifat-sifat yang dimiliki yang sesuai dengan tujuan penelitian ini.05) maka hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara status perkawinan dan dukungan keluarga dengan gangguan citra tubuh (body image) pada pasien post operasi mastektomi. b. dan jumlah responden dengan dukungan keluarga kurang baik sebanyak 14 kasus (46. Batas kemaknaan = 0.3 Kurang baik 14 46.0 Total 30 100. Ho ditolak jika p < 0. kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode uji statistik univariat dilakukan untuk variabel tunggal yang dianggap terkait dengan penelitian dan analisis bivariat untuk melihatdistribusi atau hubungan beberapa variabel yang dianggap terkait dengan menggunakan uji chisquare.0%).05. Wahidin Sudirohusodo Makassar.7 Total 30 100. dan responden yang belum menikah sebanyak 6 kasus (20. tabulasi dan uji statistik.0.05) maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima yang berarti ada hubungan antara status perkawinan dan dukungan keluarga dengan gangguan citra tubuh (body image) pada pasien post operasi mastektomi. Sedangkan jika p > α (0. Melalui tahapan-tahapan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua klien post operasi mastektomi pada bulan Februari-Maret 2012 setelah berada di ruang perawatan bedah RSUP DR. koding.05.

05).0%) dengan dukungan keluarga baik.7%) dengan dukungan keluarga kurang baik.05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.001 α = 0. PEMBAHASAN 1.C.0 9 30. dan responden yang tidak mengalami gangguan citra tubuh sebanyak 9 kasus (30. perkawinan dengan gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi. Setelah dilakukan uji statistik chi-square dengan koreksi Fisher exact test diperoleh nilai p = 0. kemudian 9 responden yang tidak mengalami gangguan citra tubuh diantaranya 6 responden (20.0 Belum 0 0 6 20. baik yang menikah maupu belum menikah mengalami kekhawatiran mengenai pekerjaan mereka dan apakah 4 Volume 1 Nomor 3Tahun 2012 ● ISSN : 2302-1721 . Setelah dilakukan uji statistik maka diperoleh nilai p = 0.000 α = 0.7 0 0 14 46.0 24 70.3 Kurang baik 14 46.0).0 3 10.0 P = 0.0 9 30. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2012 Gangguan citra tubuh Total Tergangg Tidak Status u terganggu perkawinan f % f % f % Kawin 21 70. b.0 kawin Jumlah 21 70. Adapaun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut : a. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2012 Persentasi Citra tubuh Frekuensi (%) Terganggu Tidak terganggu Total 21 70.0%) yang belum kawin dan 3 responden (10.0%). Dukungan keluarga Tabel 5 : Hubungan dukungan keluarga dengan gangguan citra tubuh Di RSUP DR.3%) dengan dukungan keluarga baik dan 14 responden (46. S. Hubungan antara status perkawinan dengan gangguan citra tubuh Hasil analisis data dengan menggunakan uji Chi-square test menunjukan responden dengan status menikah sebanyak 21 responden (70.000 < α (0.05 Sumber : Data Primer 2012 Analisis Bivariat Analisis ini dilakukan untuk memperoleh hasil analisis dalam bentuk tabel 2x2 untuk mendapatkan hasil analisis dengan menggunakan uji Chi-square antara variabel independen dengan variabel dependen. Jadi menyatakan ada hubungan yang signifikan antara status Berdasarkan data pada Tabel 8 dari 30 responden yang diteliti terdapat 21 responden (70.3 9 30.0 6 30.0) dan responden dengan status belum menikah sebanyak 9 responden (30.7 Jumlah 21 70. Jadi menyatakan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi.000 < α = (0.0%) yang mengalami gangguan citra tubuh diantarannya 7 responden (23. 2002 bahwa status perkawinan menikah dan belum menikah mempengaruhi citra tubuh karena responden dengan status perkawinan.0 P = 0. Kemudian responden yang tidak mengalami gangguan citra tubuh sebanyak 9 responden (30.05 Sumber : Data Primer 2012 Berdasarkan data pada Tabel 7 dari 30 responden yang diteliti terdapat 21 responden (70.0 Sumber : Data Primer 2012 Berdasarkan Tabel 6 diketahui jumlah responden yang mengalami gangguan citra tubuh sebanyak 21 kasus (70.0%) yang sudah kawin.0 9 30.0%) yang sudah kawin mengalami gangguan citra tubuh. Hasil penelitian ini diperkuat oleh teori yang dinyatakan oleh Suzanne. Status perkawinan Tabel 4 : Hubungan status perkawinan dengan gangguan citra tubuh Di RSUP DR. Setelah dilakukan uji statistik Chi-square dengan koreksi Fisher exact test diperoleh nilai p = 0.0%).0 30 100.3)Gangguan citra tubuh Tabel 3 : Distribusi Frekwensi gangguan citra tubuhRSUP DR.0 30 100.0 16 53.05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2012 Gangguan citra tubuh Total Dukungan Terganggu Tidak terganggu keluarga f % f % f % Baik 7 23.001 < α (0.0 30 100.

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor yang berhubungan dengan gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi. Dalam menghadapi prospek masa depan penderita kanker payudara memilih untuk bersikap pasrah dan menerima keadaan fisiknya apa adanya.mereka mampu untuk mempertahankan tunjangan perawatan kesehatan yang penting akibat dari penyakit kanker payudara yang di deritanya. kemudian reponden pasca pembedahn yang belum menikah cenderung merasa khawatir dan malu dengan kedaan fisiknya yang sekarang. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya menyatakan bahwa dari hasil uji statistic dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p = 0.05). Mereka juga khawatir mengenai produktivitas kerja mereka dan kemajuan karier mereka. maka penulis memberikan saran sebagai berikut : 5 Volume 1 Nomor 3Tahun 2012 ● ISSN : 2302-1721 . dimana seseorang pertamakali menceritakan keluhannya dan meminta nasihat seringkali mempengaruhi seseorang dalam mencari pelayanan kesehatannya. Ada hubungan status perkawinan dengan gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya menyatakan bahwa dari hasil uji statistic dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p = 0. Saran Berdasarkan hasil penelitian diatas. Mereka menghadapi banyak masalahmasalah keluarga yang berkaitan dengan apakah mereka dapat memiliki anak.004. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Karena nilai p< α. 2002 bahwa dukungan keluarga dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menetukan keyakinan dan kesehatan individu serta dapat juga menetukan tentang program pengobatan yang dapat mereka terima. Berdasarkan pembahasan diatas peneliti berpendapat bahwa dukungan keluarga sangat mempengaruhi citra tubuh klien post operasi mastektomi karena dukungan keluarga dapat membantu meningkatkan percaya diri klien agar tidak merasa malu dengan keadaan fisiknya setelah dilakukakn pembedahan mastektomi.001.7). Ada hubungan dukungan keluarga dengan gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi. Dengan dukungan penuh dari keluarga atau orang-orang disekitar mengenai tindakan mastektomi yang dialaminya akan membuat orang tersebut tidak mengalami perubahan persepsi tentang tubuhnya sehingga ia tidak akan mengalami gangguan citra tubuh. baik yang telah menikah maupun yang belum menikah. Hubungan antara dukungan keluarga dengan gangguan citra tubuh Hasil analisis data dengan menggunakan uji Chi-square menunjukan responden dengan dukungan keluarga baik sebanyak 16 responden (53. maka dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi. karena takut dikucilkan dan dijauhi oleh teman-temanya serta takut tidak mendapatkan jodoh. 2. 2. Oleh karena itu dukungan kelurga sangat berperan dalam mengatasi masalah konsep diri klien post operasi mastektomi khususnya gangguan citra tubuh. Hasil penelitian ini diperkuat oleh teori yang dinyatakan oleh Niven N. Karena nilai p< α. karena merasa malu terhadap pasangannya mengenai keadaan fisiknya yang sekarang sehingga hubungan antara suami dan istri kurang maksimal dan merasa khawatir tentang risiko anak-anak perempuan mereka untuk mengalami kanker payudara.3) dan responden dengan dukungan keluarga kurang baik sebanyak 14 responden (46. Dari pembahasan diatas peneliti berpendapat bahwa status perkawinan mempengaruhi citra tubuh pada wanita post operasi Ca mammae yang telah menikah. Anggota keluarga atau teman. Keluarga member dukungan dan membuat keputusan mengenai perawatan diri anggota yang sakit. dan apakah penyakit mereka akan kambuh dan akan membuat mereka menjadi cacat.001 < (0. apakah mereka akan tetap hidup untuk dapat menyaksikan anak-anak mereka tumbuh. jadi dapat disimpulkan bahwa status perkawinan mempengaruhi gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi. Setelah dilakukan uji statistik maka diperoleh nilai p = 0. maka dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara status perkawinan dengan gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi.

Skripsi tidak diterbitkan. Suriadi dan Rita Yuliani. 2009. Volume I. 2010. Skripsi tidak diterbitkan. 2010. 2008. 2008. 2007. 2008. Athiyyatun Najah.. Sagung Seto : Jakarta.Universitas Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Nuha Medika : Yogyakarta. (online). Skripsi tidak diterbitkan. Fitriany Azhar. Keperawatan Keluarga.. Alfabeta : Bandung. (online). Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Fakultas PsikologiUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. diakses 04 maret 2012. Besembun. Ade Benih. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. 2007. 2 : 48-49 Mulida. 2007. Malang : Fakultas Tarbiyah-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 2012. Purwanto. Genius Learning Strategy. Hubungan work. diakses 06 Maret 2012 Dahlan. Deedee H Ristanty. Jhonson dan Lany R. John W. Ignatius. 2006. Marini. R. Bayi dan Anak. A. Nuha Medika : Yogyakarta. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1. Riset Keperawatan dan Tenik Penulisan Ilmiah. M.com. Salemba Medika : Jakarta. Hubungan antara Pola Asuh Demokratis Orang Tua dengan Rasa Percaya Diri Siswa-Siswi di Taman Kanak-Kanak Primaga Kota Malang. (http://deedee. Edisi 4. Hidayat. Syah. PT Remaja Rosdakarya : Bandung. Gaya Pola Asuh Orang Tua. Jakarta : Fakultas Psikologi. Salemba Medika : Jakarta. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta. Gunawan. Bagi perawat diharapkan agar dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan tindakan mastektomi perlu menekankan pada perubahan citra tubuh yang akan dialaminya. Disarankan bagi pihak Rumah Sakit untuk menyarankan kepada keluarga agar selalu memberi dukungan atau support kepada anggota keluarga yang telah melakukan operasi mastektomi. 2011. 2011. Salemba Medika : Jakarta. Skripsi tidak diterbitkan. 2008. Adi W. 2009.. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Ngalim. Nursalam. Psikologi Pendidikan. Surakarta: Fakultas Psikologi-Universitas Muhammadiyah. Salemba Medika : Jakarta. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Adaptasi Sosial Usia Toddler di Posyandu Sejati Wilayah Puskesmas Palanro Kabupaten Barru. dan Elvi Andriani. Perbedaan Asertivitas Remaja Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua. Edisi 2. Bagi peneliti selanjutnya untuk dapat mengembangkan penelitian ini denganmeneliti faktor lain yang mempengaruhi gangguan citra tubuh pada pasien post operasi mastektomi. 2012. Alia. Psikologi Belajar. Skripsi tidak diterbitkan. Liza. Psikologi Ibu. Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Pola Asuh Orang Tua dengan Motivasi Belajar. Edisi 2. Sugiyono. DAFTAR PUSTAKA Ani Masruroh. Psikologi Pendidikan. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Sopiyudin. Pola Asuh. Fini Fortuna. 2009. Muhibbin. Makassar : Program Studi Keperawatan-STIKES Nani Hasanuddin. Edisi 2. 2006. Salemba Medika : Jakarta. Nirwana. M. Jakarta:Fakultas Psikologi-Universitas Gunadarma. Aziz Alimul. Santrock. Aziz Alimul. A. 2.blogspot. Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Agresif pada Remaja. Pengaruh Fasilitas dan Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS Man Malang 1. 6 Volume 1 Nomor 3Tahun 2012 ● ISSN : 2302-1721 ..1. 2009. Hidayat. Erlina Nurmalia. 3.