Anda di halaman 1dari 1

PEMPROV DKI

JAKARTA
RSU KEC. SAWAH
BESAR

PEMASANGAN BALON KATETER

No. Dokumen

Standar
Prosedur
Operasional

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

Revisi
00

Halaman
1 dari 2
Ditetapkan oleh
DIREKTUR

Tanggal Terbit
Drg. Suzy Freud
196512071990112001
Pemasangan kondom kateter (Balon Kateter) di Uterus untuk
penanganan atonia uteri.
Mencegah komplikasi dan mortilitas pada ibu.
Penetapan tentang prosedur penatalaksanaan Atonia uteri dengan
pemasangan balon kateter.
1. Balon Kondom Kateter
a. Kateter dimasukan ke dalam kondom dengan cara aseptik dan
di ikat.
b. Buli – buli dipasang kateter menetap.
c. Dalam posisi litotomi, kateter dan kondom dimasukan ke
kavum uteri.
d. Kateter diisi cairan 250-500 cc
e. Observasi perdarahan jika sudah berkurang cairan dihentikan
dan kateter diikat
f. Dipasang tampon vagina untuk menahan kondom
g. Kontraksi uterus dipertahankan dengan drip oksitosin ≥ 6 jam
h. Diberikan antibiotik
i. Kondom dipertahankan setelah 24 – 48 jam, dilepas graduat
10 – 15 menit
2. Kondom Hidrostik Tamponade (Modifikasi Sayeba)
a. Tidak menggunakan Kateter Folley
b. Set infus yang telah disambungkan dengan cairan
c. Ujungnya dimasukan ke dalam kondom
d. Kondom diikatkan pada ujung set infus
e. Selanjunya kondom dimasukkan ke dalam kavum uteri
f. Kondom bisa digembungkan 500 – 2.000 cc
1. Kamar Bersalin