Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN

Limfadenitis adalah peradangan (inflamsi) pada salah satu atau beberapa kelenjar
getah bening, yang ada disekitar leher, ketiak dan pangkal paha, sedangkan getah bening
adalah cairan yang bersirkulasi didalamnya, membawa leukosit mengelilingi seluruh tubuh.
Penyakit ini bisa terjadi pada orang dan anak-anak.
Seperti disebutkan sebelumnya bahwa limfadenitis erat kaitannya dengan aktivitas
leukosit, maka dari itu penting untuk mengetahui struktur histology dan biokimia dari
leukosit, organ hemopoietik yang terlibat, mekanisme pembentukan leukosit, yang dikaitkan
dengan munculnya gejala klinis dari penderitanya, termasuk mekanisme terjadinya inflamasi
serta hubungannya dengan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.

“TERKENA PARANG”
Seorang laki-laki, usia 59 tahun, datang dengan keluhan demam. Demam dirasakan
sejak 2 hari yang lalu. Pada inspeksi terlihat luka meradang di betis kanan karena terkena
parang 4 hari sebelumnya. Kulit sekitarnya bengkak dan berwarna kemerahan. Pada palpasi
teraba hangat dan nyeri tekan, sehingga sulit berjalan. Pangkal paha kanan terasa nyeri, pada
palpasi teraba pembesaran beberapa kelenjar limfe regional di inguinal dekstra ukuran 1-2 cm,
berbatas tegas, lunak, mudah digerakkan dan nyeri tekan. Pada pemeriksaan laboratorium
didapat jumlah leukosit 16.000 sel/uL, LED (laju endap darah) = 35 mm/jam dengan hitung
jenis leukosit: basofil 1%, metamyelosit 2%, neutrofil batang 6%, neutrofil segmen 75%,
limfosit 4%, monosit 11%.

dan function laesa (Chandrasoma dan Tailor. 1995). Sering disebut sebagai daerah iliaka (iliac region) (Mosby's Medical Dictionary. 1985) 1. di kanan kiri bagian bawah wilayah pubis. Palpasi Palpasi merupakan metode observasi pemeriksaan fisik dengan cara meraba menggunakan 1 atau 2 tangan untuk menentukan gambaran organ tubuh atau massa abnormal dari berbagai aspek (Skills Lab FK UNS. Inspeksi Inspeksi merupakan metode observasi pemeriksaan fisik dengan cara melihat dan mengingat (Skills Lab FK UNS. Secara garis besar proses inflamasi dibagi menjadi 2 tahap : a. . zat-zat yang terlarut dan sel-sel dari sirkulasi darah ke jaringan interstitial pada daerah cedera atau nekrosis (Robbins & Kumar.1.3. 2002). Inflamasi kronis Inflamasi kronis terjadi jika respon inflamasi tidak berhasil memperbaiki seluruh jaringan yang rusak kembali ke keadaan aslinya atau jika perbaikan tidak dapat dilakukan sempurna (Ward. 2012) 1. Tujuan inflamasi yaitu untuk memperbaiki jaringan yang rusak serta mempertahankan diri terhadap infeksi (Soesatyo. 1994). Termasuk didalamnya granulosit neutrofil yang melakukan pelahapan (fagositosis) untuk membersihkan debris jaringan dan mikroba (Soesatyo. Radang (inflamasi) Radang atau inflamasi adalah reaksi jaringan hidup terhadap semua bentuk jejas yang berupa reaksi vascular yang hasilnya merupakan pengiriman cairan. panas (kalor). 2012) 1. 2002) b.4. 2002).2. Tanda-tanda inflamasi adalah berupa kemeraham (rubor). Dekstra adalah bgian kanan. pembengkakan (tumor) (Soesatyo. Inguinal dekstra Inguinal adalah bagian dari abdomen yang mengelilingi kanalis inguinalis.BAB I TINJAUAN PUSTAKA Beberapa istilah pada skenario yang menurut kami penting untuk diketahui dalam diskusi adalah : 1. 2009). Pada tahap ini terjadi pelepasan plasma dan komponen seluler darah ke dalam ruang-ruang jaringan ekstraseluler. Inflamasi akut Inflamasi akut adalah inflamasi yang terjadi segera setelah adanya rangsang iritan. nyeri (dolor).

Granula kecil. b. c. stab eosinofil dan segmen eosinofil biasanya tidak dipisahkan. Granula berwarna merah orangeyang lebih cerah dan lebih banyak. disebut “granula neutrofil”. Nukleus membentuk lekukan sehingga terlihat seperti kacang atau ginjal. 2000) 1. berwarna ungu yag gelap jumlahnya lebih banyak. Regio abdominopelvic (Applegate. Jumlah sitoplasma sedang sampai banyak : a. Perlu diperhatikan bahwa mielosit eosinofil dan basofil serta metamielosit eosinofil dan basofil pada perhitungan hitung jenis leukosit pada umumnya tidak dapat diidentifikasi dan ikut terhitung pada seri neutrofil. Metamyelosit Merupakan leukosit dengan ukuran 10 .Gambar 1.15 u. kromatin kasar dan memadat sebagai bercakbercak terutama pada kedua katubnya. sehingga disebut “metamielosit neutrofil”. maka antara metamielosit eosinofil. Karena pematangan nukleus yang demikian cepat. yang selanjutnya disebut “metamielosit neutrofil”. 2013) . (Lab PK FK UNS. Jumlah dalam sumsum tulang normal 5-15%. merupakan granula eosinofil yang matang sehingga disebut “metamielosit eosinofil”.5. kemerah-merahan jambu sedikit lebih tua dengan jumlah yang lebih banyak. Sitoplasma tidak mengandung sentrosfer lagi. Granula kecil.1.