Anda di halaman 1dari 16

BAB 2

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Singkat PT. Indonesia Power
PT Indonesia Power merupakan salah satu anak perusahaan PT.PLN
(Persero) yang dahulu bernama PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa Bali 1
(PJB 1), menjalankan bisnis utama di bidang pembangkitan tenaga listrik Jawa
dan Bali dan memasok sekitar 30% dari kebutuhan tenaga listrik pada sistem
Jawa-Bali.
Sejarah berdirinya PT Indonesia Power dimulai pada awal tahun 1990-an,
pemerintah Indonesia mempertimbangkan perlunya deregulasi pada sektor swasta
I, yang dipertegas dengan dikeluarkannya Kepres No. 37 Tahun 1992 tentang
Pemanfaatan Sumber Dana Swasta Melalui Pembangkit-Pembangkit Listrik
Swasta. Kemudian pada akhir tahun 1993, Menteri Pertambangan dan Energi
menerbitkan kerangka dasar kebijakan (sasaran dan kebijakan pengembangan Sub
Sektor

Ketenagalistrikkan)

yang

merupakan

pedoman

jangka

panjang

restrukturisasi sector ketenagalistrikan.
Sebagai penerapan tahap awal, pada tahun 1994 PLN diubah statusnya
dari Perum menjadi Persero. Setahun kemudian, tepatnya 3 Oktober 1995, PT
PLN (Persero) membentuk dua anak perusahaan dengan tujuan untuk
memisahkan misi sosial dan misi komersial dari Badan Usaha Milik Negara
tersebut. Salah satu anak perusahaan itu adalah PT Pembangkitan Tenaga Listrik
Jawa-Bali I, lebih dikenal dengan nama PLN PJB I. Anak perusahaan ini
ditujukan untuk menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga
listrk dan usah-usaha lain yang terkait.
Pada 3 Oktober 2000, bertepatan dengan ulang tahunnya yang kelima,
manajemen perusahaan secara resmi mengumumkan perubahan nama PLN PJB I
menjadi PT Indonesia Power. Memiliki sejumlah unit pembangkit dan fasilitasfasilitas

pendukungnya.

Pembangkit-pembangkit

tersebut

memanfaatkan

teknologi modern berbasis computer dengan menggunakan beragam energy
primer air, minyak, batubara, panas bumi, gas, dan sebagainya. Namun demikian,
dari pembangkit-pembangkit tersebut ada pula sejumlah pembangkit yang

3

tepatnya pada tanggal 4 April 1984 untuk unit 1 dan 26 Maret 1985 untuk unit 2. Pembangunnya dimulai sejak bulan Januari 1993 dan telah beroperasi pada bulan Oktober 1996 untuk unit 5. 6. PLTA Ubrug. Diantara pusat pembangkit yang lain. Dan telah beroperasi sejak 6 Februari 1989 untuk unit 3 dan 6 November 1989 untuk unit 4 Tahap III : Membangun tiga unit PLTU. Indonesia Power sama dengan keberadaan listrik di Indonesia. yaitu unit 1 dan 2 yang masingmasing berkapasitas 400 MW.3 Lokasi PLTU UBP Suralaya 4 . Dimana pembangunannya dimulai pada bulan Juni 1985 dan berakhir sampai dengan bulan Desember 1989. PLTA Ketenger.2 UBP Suralaya UBP Suralaya merupakan salah satu unit pembangkit yang dimiliki oleh PT Indonesia Power. PLTU Suralaya mempunyai kapasitas terpasang 3400 MW   Unit 1 – 4 = 4 x 400 MW = 1600 MW Unit 5 – 7 = 4 x 600 MW = 1800 MW -----------------------------------------------------Total = 3400 MW 2.termasuk paling tua di Indonesia seperti PLTA Plengan. Dari sini dapat dipandang secara kesejarahan pada dasarnya usia PT. yaitu 5. dan 7 yang masingmasing berkapasitas 600 MW. PLTU Suralaya dibangun melalui tiga tahapan yaitu : Tahap I : Membangun dua unit PLTU. dan pada bulan April 1997 untuk unit 6 serta Oktober 1997 untuk unit 7. dan sejumlah PLTA lainnya yang dibangun tahun 1920-an dan sampai sekarang masih beroperasi. UBP Suralaya memiliki kapasitas daya terbesar dan juga merupakan pembangkit paling besar di Indonesia. Dimana pembangunannya dimulai pada bulan Mei 1980 sampai dengan bulan Juni 1985 dan telah beroperasi sejak tahun 1984. 2. Tahap II : Membangun dua unit PLTU yaitu unit 3 dan 4 yang masingmasingberkapasitas 400 MW.

Tempat penyimpanan alat-alat berat seluas 2 ha 6.2 Layout PLTU Suralaya 2. yang terdiri : 1. Gedung kantor seluas 0. Indonesia Power Gambar 2. Banten. Ash Valley seluas 8 ha 3.4 Data Teknik dan Komponen Utama PLTU Suralaya 2. Komplek perumahan seluas 30 ha 4. yaitu 20 km ke arah barat dari Jakarta menuju pelabuhan ferry Merak dan 7 km ke arah utara dari pelabuhan Merak.4. Luas area PLTU Suralaya adalah ± 254 ha.1 Lokasi Unit Pembangkitan PT.3 ha 7. Kecamatan Pulau Merak. Ketel ( Boiler ) Pabrik pembuat : Babcock & Wilcox. Canada 5 . Coal yard seluas 20 ha 5. Switch yard seluas 6. Gedung sentral seluas 30 ha 2.1 Data Teknik dan Komponen Utama PLTU Suralaya Unit 1 – 4 1.PLTU Suralaya terletak di Desa Suralaya.3 ha Gambar 2.

Turbin tekanan tinggi .Tipe : Natural Circulation Single Drum Radiant Wall Outdoor Kapasitas Tekanan uap keluar superheater Suhu uap keluar superheater Tekanan uap keluar reheater Bahan bakar utama Bahan bakar cadangan Bahan bakar penyalaan awal 2. Japan : Totally Enclosed : 2400 kW 6 . Generator Pabrik pembuat Kecepatan putaran Jumlah fasa Frekwensi Tegangan KVA keluaran kW Arus Factor daya Rasio hubung singkat Media pendingin Tekanan gas H2 Volume gas Tegangan penguat medan Kumparan : Mitsubishi Electric Corporation.350 kW : 11. Sistem Eksitasi Penguat Medan Tanpa Sikat ( Brushless Exciter ) Pabrik pembuat : Mitsubishi Electric Tipe Kw keluaran Corporation.9 kg/cm2 : Batubara : Minyak residu : Minyak solar : Mitsubishi Heavy Industries.5 : Gas Hidrogen : 4 kg/cm2 : 80 m3 : 500 V :Y 4. Tipe Japan : Tandem Compound Double Kapasitas Tekanan uap masuk Temperatur uap masuk Tekanan uap keluar Kecepatan putaran Jumlah tingkat . Japan : 3000 rpm :3 : 50 Hz : 23 kV : 471 MVA : 400.823 A : 0. Turbin Pabrik pembuat : 1168 ton uap/jam : 174 kg/cm2 : 540˚C : 39.85 : 0.Turbin tekanan rendah 1 .Turbin tekanan menengah .Turbin tekanan rendah 2 Exhaust : 400 MW : 169 kg/cm2 : 538˚C : 56 mmHg : 3000 rpm : 3 tingkat : 12 sudu : 10 sudu : 2 x 8 sudu : 2 x 8 sudu 3.

Japan Tipe : Rotating Armature kVA keluaran : 2700 kVA Tegangan : 410 V Jumlah fasa :3 Frekwensi : 250 Hz Penguat Medan Bantu ( Pilot Exciter ) Pabrik pembuat : Mitsubishi Electric Corporation.Tegangan Arus Kecepatan putaran : 500 V : 4800 A : 3000 rpm Penyearah ( Rotating rectifier ) Pabrik pembuat : Mitsubishi Electric Tipe Corporation.95 Lain-lain Dioda silicon : SR 200 DM 7 . Japan Tipe : Permanent Magnetic Field kVA keluaran : 30 kVA Tegangan : 170 V Arus : 102 A Frekwensi : 400 Hz Jumlah fasa :3 Factor daya : 0. Japan : Penyearah Silicon ( Silicon Rectifier ) kW keluaran : 2400 kW Tegangan : 500 V Arus : 400 A Penguat Medan AC ( AC Exciter ) Pabrik pembuat : Mitsubishi Electric Corporation.

S.000/376.000/470. Transformator Generator Pabrik pembuat :Mitsubishi Electric Corporation. 1 detik Kondenser : 0. Canada Tipe : 65 CHTA – 5 stage Kapasitas : 725 ton/jam N. Japan Tipe : Vertical Mixed Flow Kapasitas : 31. Canada Tipe : MPS-89 Kapasitas : 63.000 kg/jam.Sekering : 1200 A.6 μF 5.000 kVA Tegangan primer : 23 kV 8 .5 rpm Motor penggerak : 522 kW/6 kV/706 A/ 50 Hz 6.8 kg/cm2 Motor penggerak : 1300 kW/6 kV/50 Hz/3 fasa   8. Pulverizer ( Penggiling Batubara ) Pabrik pembuat : Babcock & Wilcox. Pompa Air Pendingin Pabrik pembua : Mitsubishi Heavy Industries. Pompa Pengisi Ketel ( Boiler Feedwater Pump ) Pabrik pembuat : Ingersollrand.P.500 m3/jam Discharge head : 12.5 kW/6 kV/50 Hz/3 fasa 7.5 m Tekanan : 0.6% Kelembutan hasil penggilingan : 200 Mesh Kecepatan putaran : 23. Kelembaban batubara : 23.2 m Tekanan : 216 kg/cm2 Motor penggerak : 6338. Japan Tipe :Oil Immersed Two Winding Outdoor Daya semu : 282.H : 22.

347.66 – 11.823 Nm3/jam Temperatur gas : 195°C Kecepatan aliran gas : 1. Ketel ( Boiler ) 9 .5 m. dan didalamnya terdapat 2 pipa saluran gas berdiameter 5.2 Data Teknik dan Komponen Utama PLTU Suralaya Unit 5 – 7 1.47 m/detik Tipe elektroda : Isodyne & Star Type-Unit 1&2 3&4 Coil-Unit Tegangan elektroda : 55 kV DC Arus elektroda : 1250 – 1700 mA Efisiensi : 99.3 m Diameter luar bagian atas : 14 m Diameter pipa saluran gas buang : 5. Canada Jumlah aliran gas : 1.2 ton/jam 10.5 m Suhu gas masuk cerobong : ± 140°C Kecepatan aliran gas : ± 2 m/detik Material Cerobong : Beton. 2. Cerobong ( Stack ) Jumlah : 2 buah (4 unit) Tinggi : 200 m Diameter luar bagian bawah : 22.800 A Tegangan skunder : 500 kV Arus skunder : 326/434/543 A Frekwensi : 50 Hz Jumlah fasa :3 Uji tegangan tinggi saluran : 1550 kV Uji tegangan rendah : 125 kV Uji tegangan netral : 125 kV Prosentasi impedansi : 11.5 % Jumlah abu hasil penangkapan : 11.Arus primer : 7080/9440/11.69 % 9. Penangkap Abu ( Electrostatic Precipitator ) Pabrik pembuat : Wheelabarator.4.

Turbin Pabrik pembuat : Mitsubishi Heavy Industries. Canada Tipe : Natural Circulation Single Drum Radiant Wall Out Door Kapasitas : 1.953.253 A 10 .866 kg uap/jam Tekanan uap keluar superheater : 174 kg/cm2 Suhu uap keluar superheater : 540° C Tekanan uap keluar reheater : 59 kg/cm2 (desain) Bahan bakar utama : Batubara Bahan bakar penyalaan awal : Minyak solar 2.Pabrik Pembuat : Babcock & Wilcox.950 kW Arus : 19. Japan Kecepatan putaran : 3000 rpm Jumlah fasa :3 Frekuensi : 50 Hz Tegangan : 23 kV KVA keluaran : 767 MVA KW : 651. Jepang Tipe : Tandem Compound Quadruple Exhaust Condensing And Reheat Kapasitas : 600 MW Tekanan uap masuk : 169 kg/cm2 Temperatur uap masuk : 538° C Tekanan uap keluar : 68 mmHg Kecepatan putar : 3000 rpm Jumlah tingkat : 3 tingkat Turbin tekanan tinggi : 10 sudu Turbin tekanan menengah : 7 sudu Turbin tekanan rendah 1 : 2 x 7 sudu Turbin tekanan rendah 2 : 2 x 7 sudu 3. Generator Listrik Pabrik pembuat : Mitsubishi Heavy Industries.

Japan Tipe : Penyearah Silikon ( Silicon Rectifier ) KW keluaran : 3300 kW Arus : 550 A Tegangan : 590 V Penguat Medan AC (AC Exciter) Pabrik pembuat : Mitsubishi Heavy Industries. Japan Tipe : Rotating Armature KVA keluaran : 3680 kVA Tegangan : 480 V Jumlah fasa :3 Frekuensi : 200 Hz 11 . Japan Tipe : Total Enclosed Kecepatan putar : 3000 rpm Tegangan : 590 V Arus : 5593 A Daya keluaran : 3300 kW Penyearah ( Rotating Rectifier ) Pabrik pembuat : Mitsubishi Heavy Industries.58 pada 706 MVA Media pendingin : Gas Hidrogen Tekanan gas : 5 kg/cm Volume gas : 125 cm3 Tegangan penguat medan : 590 V Rasio :Y 4. Sistem Eksitasi Penguat medan tanpa sikat ( Brushless Exciter ) Pabrik pembuat : Mitsubishi Heavy Industries.Faktor daya : 0.85 Hubungan singkat : 0.

Pulverizer ( Penggiling batubara ) Pabrik pembuat : Babcok & Wilcox. Pompa Pengisi Ketel ( Boiler Feed Pump ) Pabrik pembuat : Mitsubishi Heavy Industries.Penguat Medan bantu ( Pilot Exciter ) Pabrik pembuat : Mitsubishi Heavy Industries.3 % Kelembutan hasil gilingan : 200 Mesh Kecepatan putar : 23.95 Lain-lain Dioda silikon : FD 500 DH 60 Sekering : 800 A. 1 detik Kondensor : 0.670 m Turbin BFP : 5720 rpm Motor Listrik : 5960 kW/10 kV/50Hz/3Fasa/1480 rpm 12 . Japan Tipe : Permanent magnetic field KVA keluaran : 20 kVA Tegangan : 125 V Jumlah fasa :3 Frekuensi : 400 Hz Arus : 160 A Faktor daya : 0. Japan Tipe : Horizontal Centrifugal Double Cage Kapasitas : 1410 Ton/Jam Head total : 2.495 kg/jam Kelembaban Batubara : 28.5 rpm Motor penggerak : 522 kW/3.3 kV/158 A/50Hz 6. Canada Tipe : MPS – 89N Kapasitas : 67.6 μF 5.

Pompa Air Pendingin ( Condensate Water Pump ) Pabrik pembuat : Babcock & Wilcox. Canada Kapasitas : 180 m3/jam Discharge Head : 45.347.9 % pada 685 MVA 9.823 m3/jam Temperatur gas : 1950C Kecepatan aliran gas : 1.000 kVA Tegangan Primer : 23 kV Arus Primer : 17.7. Cerobong ( Stack ) Jumlah : 3 buah (untuk 3 unit) Tinggi : 275 m Diameter luar bagian bawah : 25 m 13 . Penangkap Abu ( Electrostatic Precipitator ) Pabrik pembuat : Lodge Cotrell.0000/685. Japan Tipe : Oil Immersed Two Winding Out Door Daya semu : 411.47 m/s Tipe electroda : Square Twisted Element Tegangan elektroda : 65 kV DC Efisiensi : 99. USA Jumlah aliran gas : 1.000/548. Transformator Generator Pabrik pembuat : Mitsubishi Heavy Industries.2 m Tekanan : 2 kg/cm Motor penggerak : 1300 kW/10.5 kV/50Hz/3 Fasa 8.195 A Tegangan sekunder : 500 kV Arus sekunder : 791 A Frekuensi : 50 Hz Jumlah fasa :3 Uji tegangan tinggi : 1550 kV Uji tegangan rendah : 125 kV Uji tegangan netral : 125 kV Prosentase Impedansi : 11.5% Jumlah abu tangkapan : 25 ton/jam Arus elektroda : 1400 mA 10.

Upaya pencapaian tegangan yang baik dalam arti sesuai denga variasi yang ditetapkan dengan berbagai cara.2 Hz. Sedangkan untuk upaya pencapaian harga frekuensi pada variasi diperbolehkan maka pada unit pembangkit dioperasikan free governor atau load frequency control (LFC). Mencapai operasi ekonomis (economy) Menjaga security sistem tinggi dalam artian sistem mampu bertahan bila terjadi gangguan secara tiba-tiba baik gangguan di pembangkit maupun di penyaluran. Mencapai tingkat mutu energi yang dihasilkan berarti dapat memenuhi batasan operasional untuk tegangan dan frkuensi. Pencapaian operasi ekonomi dimaksudkan bahwa operasi sistem tenaga listrik yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik dengan harga yang layak. 14 . selain itu disisi jaringannya perlu dipasangkan reactor pada sistem penyalurannya maupun pemasangan capasitor bank di sistem distribusi. antara lain pengaturan tegangan melalui AVR dan Power System Stabilizer (PSS) di unit pembangkit (sekarang di off untuk menjaga agar tidak sering terjadi fluktuasi tegangan pada sistem.5 2. Menjaga keamanan sistem (security) b.Material Cerobong : Beton Suhu gas masuk cerobong : ± 140°sC Kecepatan aliran gas : ± 2 m/s Diameter luar bagian atas : 14 m Diameter pipa gas buang : 6.4 Sistem Kelistrikan PLTU UBP Suralaya 2.1 Operasi Sistem Tenaga Listrik Operasi sistem tenaga listrik pada umumnya mempunyai sasaran antara lain a. Batasan tegangan sesuai dengan ketetapan SPLN sebesar +5% dan -10% sedangkan batasan variasi frekuensi adalah sebesar 50Hz±0. Mencapai tingkat mutu energy yang dihasilkan (quality) c.4. Upaya pencapaian sasaran ekonomis ini misalnya dengan menyusun komposisi pembangkitan dengan biaya ekonomis dan mengatur konfigurasi jaringan.

4. Catu daya pemakaian sendiri dibuat sehandal mungkin dalam artian catu daya pemakaian sendiri tidak boleh kehilangan tegangan baik pada waktu operasi normal. pompa residu. fan udara. sikat sehingga lebih mudah dan efektif. Pada waktu unit start up catu daya pemakaian sendiri diambil dari substation 150 kV melalui SST (Station Service Transformer) yang terdiri atas 4 unit antara lain : a. pompa air. Prinsip kerja pada brushless exciter system ini adalah output dari AC exciter diambil alih oleh rotating rectifier yang dilengkapi dengan diodadioda penyearah gelombang penuh 3 fasa.4. 2. Generator yang digunakan adalah generator AC 3 fasa dengan kumparan stator dihubung bintang dan titik netralnya dihubungkan ketanah dengan sistem pentanahan impedansi.2 Generator dan Exciter Tegangan output generator adalah sebesar 23 kV dan melalui generator transformer diubah mnejadi tegangan EHV 500 kV yang ditransmisikan kejaringan terinterkoneksi se Jawa-Bali. Merupakan sistem penyediaan tenaga listrik yang dipakai untuk alat-alat bantu agar unit pembangkit dapat beroperasi seperti convenyor. Pengoperasian unit pembangkit suralaya meliputi kondisi Start Up. desalination plant dan lainya. Antara turbin. shut down maupun unit trip dan tegangan sistem catu daya pemakaian sendiri harus stabil.2. pompa minyak. Pada sistem ini penguat medan generator menggunakan magnet permanen dan berada dalam satu poros dengan kumparan AC exciter dan rectifier. Keuntungan menggunakan sistem eksitasi ini adalah tidak perlu menggunakan slip ring. generator dan AC exciter dikopel dalam satu poros yang sama. Normal Operasi.3 Sistem catu daya pemakaian sendiri PLTU Suralaya. SST 1 dan SST 2 Dari SST ini tegangan 150 Kv diturunkan menjadi 6 kV untuk member catu daya kesistem pemakaian sendiri untuk PLTU 400 MW 15 . electrostatic precipitator. dan Kondisi Shut down (karena overhaul atau gangguan) Sistem eksitasi menggunakan brushless exciter system.

normal operasi dan kondisi shut down (pada saat overhaul atau gangguan) 1) Start Up Pada kondisi start up dimana generator belum dapat membangkitkan energy listrik. Pengoperasian unit pembangkit suralaya meliputi kondisi start up. maka akan terjadi transfer powe supply dari UST ke SST secara otomatis yang dikenal dengan automatic live transfer . 3) Shut down Pada proses stop unit pembangkit. Jadi sebagian energi listrik yang dihasilkan oleh generator dipakai untuk melayani beban sendiri. maka sulpai daya listrik diperoleh dari start Up Bus (SUB) yang dipasok melalui SST 150/6 kV. SST 3 dan SST 4 Dari SST ini tegangan 150 Kv diturunkan menjadi 6 kV untuk member catu daya kesistem pemakaian sendiri untuk PLTU 600 MW Setelah output generator lebih dari 10% maka secara otomatis beban unit disupply dari output generator melalui UST (Unit Station Transformer) sedangkan beban station tetap mendapat supply dari SST. 16 .b. Mengingat pentingnya sistem catu daya ini maka pemasangannya harus dibuat sehandal mungkin dengan memperhatikan masalah pembagian beban seperti essential yang harus selalu mendapat catu daya secara kontiniu tapi kemugkinan terjadi gangguan pada catu daya masih ada karena sebagian beban essential masih memperoleh daya dari SST. Proses pemindahan beban dilakukan setelah antara tegangan supply dari SST dan UST sudah mencapai kondisi sinkron. Daya dari luar tersebut dipakai untuk menggerakkan peralatan bantu pada proses pembangkitan PLTU 2) Normal Operasi Pada kondisi normal operasi dimana generator sudah membangkitkan energi listrik. dimana generator akan dilepas dari jaringan maka power supply untuk peralatan bantu harus dipindahkan dari UST ke SUB. begitu pula pada kondisi gangguan dimana generator keluar dari sistem secara paksa. maka supply beban motor-motor yang ada di pembangkit dipindahkan dari SUB ke UST yaitu trafo yang diambil keluaran generator untuk memenuhi kebutuhan listrik pembangkit. Dimana daya essential service board secara normal diambil dari unit board dan bila keduanya gagal maka diambil dari generator set.

maka otomatis SST tidak bekerja. pada umumnya adalah beban motor-motor induksi. Pada kondisi ini peralatan bantu utama akan trip dan PLTU tidak dapat dioperasikan .4 Sistem 150 kV dan 500 kV Dari keluaran masing-masing generator pada setiap unit pada tegangan 23 kV langsung terhubung ke step-up transformer bergabung pada sistem 500 kV. 2. Keluaran dari generator transformer ketujuh unit tersebut bergabung dalam satu bus 500 kV. maka start up unit pembangkit harus dilakukan satu persatu mengingat beban yang dipikul masingmasing SST terlalu besar dan akan berakibat fatal pada sistem jaringan 500 kV.4. Sistem bus 500 kV terdiri dari dua buah salura tunggal trasnmisi yang menghubungkan PLTU Suralaya dengan pusat pengatur dan penyaluran beban gandul 1 dan 2 untuk melayani beban di Jawa.sehingga dengan demikian kontinuitas powe suplly tidak terganggu dan peralatan tetap bekerja sebagaimana mestinya. Apabila supply dari sistem 150 kV tidak dapat diharapkan. 2. Cilegon 1 dan 2 untuk melayani pabrik-pabrik di sekitar Cilegon. kemudian Inter Bus Transformer (IBT) 1 dan 2 sebagai power transfer antara EHV Substation 500 kV ke sistem 150 kV substation untuk melayani beban sendiri melalui SST unit 1-4 kota Merak dan kota Cilegon. Apabila terjadi kondisi black out pada unit pembangkit Suralaya (unit pembangkit mengalami shut down secara bersamaan).3 kV merupakan sistem daya listrik yang dipakai untuk pemakaian sendiri peralatan bantu PLTU. perlu dilakukan firing kembali.5 kV dan 3. Kondisi diatas menyebabkan terlalu sulit untuk mensinkronkan tujuh unit pembangkit suralaya dengan jaringan secara bersamaan. hal ini memerlukan suplly daya dari luar PLTU Suralaya untuk mensuplai sistem pemakaian sendiri. Black out adalah suatu kondisi dimana semua pembangkit PLTU Suralaya trip dan jaringan listrik dari dan ke suralaya kehilangan tegangan.5 Sistem 10.3 kV Sistem 10.5 kV dan 3. Kondisi demikian disebut black out. Sistem tegangan ini hanya khusus dipakai pada PLTU 600 17 .4.

4.5 kV. Untuk sistem kelistrikan 3. Sistem 10. Beban-beban yang dilayani oleh sistem tegangan ini merupakan motor-motor induksi/asinkron berdaya besar yang berfungsi sebagai pompa kompresor pada proses sirkulasi air laut dan untuk pendingin kondensor maupun sirkulasi uap air dalam boiler. Pada saat start up sistem 6 kV mendapat supply dari SST setelah operasi normal di supply dari UST. pada umumnya adalah beban motor-motor induksi yang berkekuatan 200 HP keatas.3 kV ini dipakai untuk melayani beban motor-motor induksi juga daya yang relaif lebih rendah (dibawah 400 kW).3 kV diperoleh dari transformer step-down yang terhubung pada bus 10. Sistem tegangan 3.6 Sistem 6 kV Sistem 6 kV merupakan sistem listrik yang dipakai untuk pemakaian sendiri untuk peralatan bantu unit pembagkit pada PLTU 400 MW.5 kV ini SST pada saat start up diambil SST dan dari UST pada operasi normal. motor ini kebanyakan merupakan motor bantu. Pada PLTU 600 MW untuk beban motor yang lebih kecil dipakai tegangan 400 volt. 18 . 2.MW. Sistem teganga 380 V dipakai untuk motor-motor dengan beban rendah yang diperoleh dari transformator step down yang terhubung ke sistem 6 kV.