Anda di halaman 1dari 2

BAB 3

KESIMPULAN

Kelenjar tiroid merupakan salah satu organ endokrin dalam tubuh
manusia, yang turut berperan dalam fungsi metabolisme tubuh. Jika timbul
kelainan pada kelenjar tiroid, maka hal tersebut akan menyebabkan gangguan pula
pada fungsi metabolisme tubuh. Kelainan tersebut antara lain nodul tiroid, goiter
dan goiter multinodular.
Nodul tiroid merupakan suatu pertumbuhan jaringan baru dari struktur
kelenjar tiroid. Nodul tiroid dapat bersifat jinak maupun ganas. Nodul tiroid jinak
dapat dibagi menjadi nodul adenomatous yang ditandai dengan gambaran
isoechoic atau hypoechoic terhadap parenkim tiroid dan umumnya menunjukkan
perubahan degeneratif dengan komponen kistik yang menonjol, nekrosis,
perdarahan, dan kalsifikasi dalam pemeriksaan USG; nodul folikuler yang
ditandai dengan gambaran hypoechoic, hyperechoic, atau isoechoic terhadap
parenkim tiroid dan perubahan degeneratif termasuk nekrosis fokal, perdarahan,
edema, infark, fibrosis, dan kalsifikasi dalam pemeriksaan USG; dan kista tiroid
yang merupakan degenerasi kistik dari nodul adenomatosaatau adenoma folikuler.
Nodul tiroid ganas dapat dibagi menjadi karsinoma papiler yang ditandai dengan
gamnbaran hypoechoic dan adanya mikrokalsifikasi pada pemeriksaan USG;
karsinoma anaplastik yang ditandai dengan gambaran hypoechoic difus yang
melibatkan seluruh lobus atau kelenjar, batas yang tidak jelas dan terlihat daerah
nekrosis pada pemeriksaan USG; karsinoma meduler yang ditandai dengan
adanya gamnbaran nodul hypoekoik solid dan fokus eckogenik pada pemeriksaan
USG; dan lesi folikular yang ditandai dengan gambaran hyperechoic/isoechoic,
kebanyakan solid dan homogen pada pemeriksaan USG.
Foto polos tidak banyak berperan pada kasus kanker tiroid, namun kadang
dapat memberikan gambaran ukuran dan posisi tiroid, massa pada jaringan lunak
dan deviasi trakea yang terlihat pada kasus kanker tiroid. Ekstensi tiroid di ruang
retrosternal dan metastasis ke paru maupun tulang juga dapat terlihat pada foto

jenis mineral dalam nutrisi. sedangkan nodul yang membesar memberikan pola echo yang heterogen pada kelenjar. baik air minuman atau tanah. Goiter multinodular adalah bertambahnya volume kelenjar tiroid yang disebabkan oleh terbentuknya nodul-nodul pada tiroid. . Sebagian besar nodul bersifat iso atau hiperekoik. CT–Scan tidak bisa menentukan jenis keganasan tiroid tetapi membantu membuat diagnosa banding pada beberapa tumor yang memberikan gambaran spesifik. Bentuk yang umum dijumpai dari goiter multinodular adalah colloid dan adenomatous. USG lebih efektif untuk menilai adanya nodul tiroid yang tidak terpalpasi atau pada keadaan dimana terjadi pengerasan pada kelenjar tiroid yang bersifat fokal maupun menyeluruh. biasanya dikaitkan dengan lingkungan yang mengalami kekurangan yodium. MRI dan CT–Scan dapat berguna untuk mengevaluasi invasi ekstratiroidal ke organ sekitarnya seperti laring dan trakea. Kegunaan USG dalam menilai pembesaran kelenjar tiroid berupa goiter untuk melihat ukuran. Diagnosis berdasarkan pemeriksaan USG bergantung pada penemuan nodul mutipel pada kelenjar yang membesar secara difus. atau zat goitrogenik dalam makanan. terjadi di suatu daerah dengan prevalensi tertentu. Goiter adalah pembesaran kelenjar tiroid yang diakibatkan oleh berbagai macam penyebab. bentuk dan keseragaman struktur jaringan tiroid kurang efektif karena pembesaran kelenjar tiroid atau goiter umumnya jarang bersifat ganas.thorax (chest X-ray).