Anda di halaman 1dari 18

RANGKUMAN BAB 1, 2, dan 3 MATA KULIAH PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1(AUDIT

)

BAB 1
AUDITING dan PROFESI AKUNTAN PUBLIK
Untuk mempelajari auditing (dalam bahasa indonesi di terjemahkan sebagai
pemeriksaan akuntan),dan prodiksi akuntanpublik dengan mendalam,perlu kiranya
kita ketahui definsi auditing. Auditing menurut ASOBAC (A Statement of Basic
Auditing Concepts) adalah :
Proses sisitematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti secara objektif
mengenai pernyataan tentang kejadian dan tindakan ekonomi untuk menentukan
tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang di tetapatkan
dan untuk menyampaikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.
Dari definikasi tersebut terlihat adanya 7 hal yang harus diperhatina dalam
melaksanakan pemerksaan/auditing, yatiu :
1.

Proses yang sistematik

Pemeriksaan akuntan merupakan merupakann rangkaian proses dan prosedur yang
logis,berkerangka dan terorganisir.
2.

Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif

Dalam proses pemriksaan, tidak boleh berprasangka atau memihak.
3.

Pernyataan tentang kerjadian dan tindakan ekonimi.

4.

Tingkat kesesuaian .

5.

Kriteria yang ditetapkan

Kriteria yang di tetapkan sebagai dasar pengukur pernyatan dapat berupa :
·

Peraturan yang di tetapkan legislatif.

·

Ukuran prestasi yang di tetapakan menejemen.

·

Prinsip akuntansi yang lazim (di Indonesia PAI)

6.

Penyampaian Hasil.

7.

Pemakaian yang berkepentingan

Pemakaian yang berkepentingan terhadap laporan permeriksaan akuntasi adalah :
investor dan calon investor;kreditur dan calon

Pemeriksaan kepatuhan (complience audit) Pemeriksaan kepatuhan meliputi pemeriksaan atas aktivitas keuangan atau aktivitas operasi tertentu dengan tujuan untuk menentukan kesesuainnya dengan kondisi atau aturan tertentu. Pemeriksaan operasional (opretional audit) Pemeriksaan audit merupakan pemeriksaaan sistematis atas aktivitas operasional organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu.pemeriksaan internal adalah suatu kontrol organisasi yang mengukur dan mengevaluasi efektifit organisasi informasi yang di .organisasi buruh. Pemeriksanya dalah pihak luar perusahaan yang independen terhadap perusahan. Pemerikasaan External (External Auditing) Permeriksaan External adalah suatu akontrol sosial yang memberikan jasa kebutuhan akan informasi utnuk pihak luar dari suatu organisasi yang di periksa.kreditur.pemerintahan.Tujuan pemeriksaan ini adalah: - Menilai prestasi - Mengidentifikasi kesempatan untuk perbaikan Membuat untuk rekomendasi untuk pengembangan dan tindakan lebih lanjut. Pemriksaan laporan keuangan (financial statement audit) Pemeriksaaan laporan ke uangan bertujuan untuk menilai kewajiban laporan ke uangan yang disajikan klien atas dasar prinsip akuntasi yang berlaku ini dilakukan oleh akunatasi publik (external auditor) 2. yaitu : 1.manejemen. Pemeriksaan internal (internal auditing) Berbedaan dengan pemeriksaan external. JENIS PEMERIKSAAN AKUNTAN Pemeriksaaan akuntan di kralifikasikan dalam 3 jenis.Dari definisi tersebut dapat pula di bentuk suatu model auditing. 3. Pemeriksaan ini umumnya bertujuan memberikan pendapat akan kewajiban laporan keuangan. Para pemeriksaan pada umumnya dabayar oleh menejemen organisai yang di periksa..

Pemeriksanya adalah karyawan organisai itu sendiri dan tentunya dibayar oleh organisasi itu pula. TIPE/JENIS AKUNTAN Tipe akuntan/pemeriksaan juga aiklasifikasikan menjadi 3 tipe : Akuntan publik/pemeriksa indenpeden Akuntan publik atau pemeriksa indenpenden adalah akuntasi yang menjadi jasa profisianalnya kepada masyarakat/klien.pemeriksaan adalah berasal dari pemerintahan (akuntan perintahan) dan tentukan di bayar oleh pemerintah itu sendiri.dalam melakukan pemeriksaan tersebut akuntan harus selalu berpedoman pada 3 hal yaitu : Norama Pemeriksaan Akuntan.perinsip akuntasi Indonesia dan kode etik profesi. Norama pemeriksaan akuntan merupakan tolak ukur mutu pekerjaan akuntan. PROFESI AKUNTAN PUBLIK Dalam menjelaskan profesinya. Prinsip Akuntan Indosnesia merupakan kiterian penilaian terhadap laporan keuangan yang di periksa.terutam untuk pemeriksaan laporan keuangan Akuntan intern/pemeriksaan intern Akuntan intern adalah pegawai dari perusahaan yang diperiksa.ahli akuntasi yang menjadi pengajar (dosen.baik pemrintah lokal maupun pusat.pembimbing.dan pemeriksaan operasiaonal. Pemeriksaan sektor publik (publik sektor auditing) Pemerikasaan sektor publik adalah suatu kontrol atas organisasi pemerintahan yang memeberikan jasanya kepada masyarakat. Maksudnya adalah ahli .seperti pemerintah pusat. Kode etik . Disampaikan jenis akuntan yang disebut diatas sering pula di kenal istilah akuntan pendidikan.dll ).pemerintah tingkat 1 .guru. Pemeriksaan dapat mencapur pemeriksaan laporan.pemeriksaan kepatukan.hasilakan oleh pemeriksaan internal adalah untuk organisai itu sendiri.pekerjaan akuntan intern meliputi pemrikasaan kepatuhan dan pemeriksaan operasianal Akuntan permeriksaan Akuntan permeriksaan adalah akuntan yang bekerja pada pemerintah.dan pemreintah tingkat 2.salah 1 jasa yang di berikan oleh publik adalah memberikan jasa pemeriksaan laporan keuangan agar dapatdi pergunakan oleh pihak – pihak yang berkepentingan.

Keperibadian Keperibadian akuntan disini diartikan sebagai keperibaian yang independen dan obyektif. Tanggung jawab 4. Tanggung jawab kepada klien 4. Pelaksanaan kode etik dan penyempurnaannya · Kode etik khusu untuk akuntan publik berisi hal hal sebagai berikut : 1. Independen akuntasi publik mempunyai 3 aspek. Keperibadian 2. Tanggung jawab lainnya · Penutup kode etik akuntan ini hanya berisi satu pasal yaitu mengatur tanggal berlakunya kode etik akuntasi indonesia. Berikut ini kita akan membahas bagian kedua dati kode etik akuntan indonesia.harus pula diujunjung tinggi oleh akuntan agar jasanya dapat di pertanggung jawabkan dan dipercaya oleh masyarakat. Pelaksanaan kode etik 5. Kecakapan profesional 3.baik akuntan publik maupun tipe akuntan yang lain.sedangkan sikap yang obyektif diartikan sebagai sikap yang tidak memihak dalam mempertimbangkan fakta dan terlepas dari kepentingan pribadi.terdiri dari 3 bagian : · Kode etik akuntan secara umum Mengatur hal hal sebagai berikut : 1.yaitu : . Kecakapan profesional 3. Keperibadian 2. Indenpendendiartikan sebagai sikapyang bebas dan tidak tergantung kepada pihaklain. Kode etik akuntasi yang berlaku di indonesia. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi 5.

· Akuntan publik tidak boleh menerima pekerjaan kecuali ia atau kantornya mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan kompetensi profesional (sesuai dengan Norma Pemeriksaan Akuntan). Tanggung jawab kepada rekan seprofesi Ini mengatur2 hal yaitu : · Akuntan publik wajib menjaga hubungan baik dengan akuntan lain apabila klien memutuskan menggunakan akuntan lain. Tanggung jawab lain Tiga perilaku lain yang di pandang tidak etis dalam profesiakuntan publik : · Mengiklankan diri atau mengijinkan pihak lain mengiklankan nama ataujasa yang dijualnya. · Mengatur mengenai honorariumuntuk jasa yang diserahkan.· Independen dalam dari akuntan yang berupa kejujuran. · Jika orangatau badan yang sedanmg diperiksa suatukantor akuntan meminta saran atau pendapat dari akuntan publik lain. · Melarang akuntan publik mengkaitkan namanya dengan prediksi untuk mencegah timbulnya kesan bahwa ia menjamin terwujudnya prediksi Tanggung jawab akuntan publik terhadap kliennya Di sini di atur mengenai 2 hal.sikap ini didisebut sebagai independence in fact. · Independen dalam penampilan atau independence in appearance · Independen di pandang dari sudut keahlian Kecakapan profesional Pada bagian kecakapan profesional ini diatur mengenai kompetensi dan standar teknis pelaksanaan pekerjaan akuntan.Hal hal yang di atur.akuntan publik ini harus berkonsultasi dlulu dengan kantor yang sedangmemeriksanya. · Kewajiban akuntan publik untuk menjelaskan kepada staf dan ahli yang bekerja pada tentang keterikatannya engan Kode Etik Akuntan Indonesia. .yaitu : · Mengatur mengenai penjagaan kerahasiaan informasi yang di peroleh akuntan selama penugasan profesional. · Membayar imbalan untuk memperoleh pekerjaan.

pengelolah pasar modal.STANDAR(NORMA). MATERIALITAS dan RESIKO PEMERIKSAAN . KONSEP DASAR .yaitu : jasa perpajakan. BAB 2 TEORI . Selain jasa pmeriksa akuntan.jasa konsultasi manejemen. · Perkembangan prosedur pemeriksaan yang menggunakan sistem pemrosesan dan elektonik serta alat bantu komputer.termasuk samping statistik.· Menawarkan jasa secara tertulis kepada calon klien. · Peningkatan penanggung jawab para auditor kepada pihak –pihak ketiga.akuntan publik juga memberikan jasa lai. Dalam membahas profesi akuntan publik akan kami sajikan hirarki organisasi kantorakuntan publik : · Partner · Manajer · Akuntan senior · Akuntan junior · Asisten PEMERIKSAAAN AKUNTAN LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGANNYA perkembangan – perkembangan penting di bidang pemeriksaan akuntan (auditing)pada akhir abadke 20 ini adalah : · Pergeseran tujuan pemeriksaan dari penemuan kecurangan ke penentuan kewajiban laporan keuangan. · Munculnya faktor pengendalian intern sebagai dasar penentuan jumlah sampai pengujian. · Perubahan metode pemeriksaan dari pengujian yang terinci ke penggunaan teknik samping.seperti pemerintah.dan masyarakat investor.jasa akuntan(misal : pembuatan sistem).

Teori menurut klasifikasinya ada 2 yaitu berisfat normatif yang berarti teori tersebutseharusnya dilaksanakan. Elemen –elemen dasar teori adalah sbb : 1. Penyajian/pengungkapan yang wajib Konsep ini menentut adanya infomasi laporan keuangan yang bebas (tidak memihak). 3.konsep ini lebih di hasilkan dengan sebutan konsep konsevatif.konsep penyajian yang wajib ini dijabarkan lagi dalam 3 subkonsep : · Accounting propriety Berhubung dengan penerapan prinsip akuntansi tertentudalam kondisi tertentu. Postulat. 5. 3. · Pragmatisme – hasil dari praktek. Standar.berikut inin pembahasan secara ringkas kelima konsep tersebut : 1. .yaitu kualitas yang ditentukan dalam hubungannya dengan praktik. · Rasionalisasi – pemikiran dari asumsi yang diterima. 2. Bukti (Evidence) Tujuan memperolrh dan mengevaluasi buktiadalah untuk memperoleh pengertian sebagai dasar dalam memberikan atas pemeriksaan yang dituangkan dalam pendapat akuntan.yaitu dalil yang diterangkan oleh postulat. 4.dan bersifat deskiptif yang berarti yang sesungguhnya dilaksanakan.untuk memperoleh bukti adalah dengan cara : · Authoritarianime – didasarkan atas keterangan dai pihak lain. · Empirikisme – pengalaman yang sering terjadi. 2. Teori. Prinsip. · Mistikisme – bukti yang di hasilkan dari intuisi. Teori pemeriksaan tersusun atas 5 konsep dasar.yaitu kaidah – kaidah yang diterapkan dalam praktek.yaitu komponen dari di siplin tertentu dan hubugan antara komponen tersebut. Kehati-hatian dalam pemeriksaan Konsep kehati-hatian dalam pemeriksaan ini didasarkan pada issue pokok tingkat kehati-hatian yang dihasilkan pada pemeriksa yang bertanggung jawab. Struktur.yaitu konsep dasar yang harus diterima.

· Pembuat dan pemakai laporan keuangan. NORMA PEMERIKSAAN YANG DITERIMA UMUM Auditor dalam penugasan pemeriksaanya harus selalu menyelesaikan dari dengan norma pemeriksaan akuntan (NPA). Norma umum Norma umum terdiri dari 3 norma : · Pemeriksaan harus dilaksanakanoleh seseorang atau beberapa orang yang telahmemiliki terampilan teknis yang cukup serta berkeahlian sebagai auditor.sikap tidak memihak dan percaya diri yang mempengaruhi pendekatan pemeriksa dalam pemeriksaan.yaitu : 1.harus ada independensi dalam 2 hal yaitu : · Laporan keuangan yang di periksa dan. . Dalam kaitanya dengan pemeriksaan akuntan terdiri atas 3 buah norma.· Adequate diclosure Berkaitan dengan jumlah dan luas pengungkapan/penyajian informasi. Independensi Independen merupakan suatu sikap mental yang dimiliki pemeriksaan untuk tidak memihak dalam melakaukan pemerinksaan. Practioner independence Merupakan pikiran . 5. b. Dapat memberikan manfaat bagi para pemakai. Independensi pemeriksa dipakai dalam 2 kelompok : a. · Audit obligation Berkaitan dengan kewajiban idenpenden auditor dalam menyatakan pendapat. Etika perilaku Etika dalam pemeriksaan akutan berkaita denagn perilaku yang ideal dari seorang auditor profesional yang independen dalam melaksanakan pemeriksaan. 4. Profession independence Merupakan persepsi yang timbul oleh anggota masyarakat keuangan dan umum tentang pemeriksa sebagai kelompok.

· Laporan akutansi harus mengidentifikaskan konsisten penerapan prinsip akuntansi yang lazim pada periode berjalan dibandingkan dengan perode seblumnya. · Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan dianggap cukup kecuali dinyatakan lai dalam laporan akuntan.Jika nama auditor dihubungkan dengan laporan keuangan. Norma pelaksanaan pemeriksaan · Pemeriksaan harus direncanakan sebaik –baiknya dan asisten auditor.jika ada.namun harus juga berpenampilan independen (appear to be independent). Norma –norma tersebut diatas berkaitan erat dengan konsep –konsep dalam pemeriksaan akuntan : . 3.maka laporan akuntan harus mengandung petunjuk mengenai batas –batas tanggung jawab yang dimiliki auditor tersebut.wawancara dan konfirmasi untuk digunakan sebagai dasar pernyataan pendapat atas laporan keuangan yang diperiksa.· Dalam segala suasana yangberkaitan dengan pemeriksaan. Norma pelaporan Norma pelaporan terdiri atas 4 norma : · Laporan akuntan harus mengandung pernyataan apakah laporan keuangan disajikan menurut prinsip akuntansi yang lazim.sikap mental yang independen harus senantiasa di pertahankan o. Konse independensi meungkin merupakan konsep yang paling penting di bandingkan pemeriksaan keuangan. Seorang auditor tidak hanya dituntut untuk bersikap independen (be independent). · Pengetahuan yang cukup mengenai struktur pengendalian intern klien harus didapatkan untuk dipergunakan dalam percanaan dan penentuan sifat. · Laporan akuntan harus menyatakansuatu pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan. · Auditor harus menggunakan kesungguhan dan ketrampilan profesionalnya dalam pelaksanaan pemriksaan dan penyiapan laporan akuntan.observasi.maka alasan-alasan harus dinyatakan .dan luas pengujian. Jika pendapat tidak diberikan. 2.atau suatu penegasan bahwa pendapat tidak dapat diberikan.harus memperoleh pengawasan yang memadai.waktu .eh auditor. · Bukti yang komponen dan cukup utnuk mendukung pendapat didapatkan dengan cara inspeksi.

pada tahun 1986 dikeluarkan “attestation standars” yang merupakan pengembangan dari norma yang sebelumnya.dan dalam bentuk kuanitatif. Dengan demikian. Norma pelaporan berkaitan dengan konsep penyajian yang wajar. Resiko audit dan materialitas ada didalam : Perencanaan pemeriksaan dan perancangan prosedur pemeriksaan. Tingkat resiko pemeriksaan pada umunya dinyatakan dalam bentuk kualitatif seperti rendah – sedang – tinggi. RESIKO PEMERIKSAAN dan MATERIALITAS Resiko pemeriksaan (audit risk) merupakan kemungkinan akuntan tidak menentukan adanya kesalahan ang sifatnya material sehingga dapat merubah pendapat yang telah diberikan. .resiko pemeriksaan adalah resiko dimana akuntansecara tidak sadar gagal untuk memodifikasi pendapatnya secara lanyak terhadap laporan keuangan yang salah saji secara material. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut.apakah disajikan secara wajib sesuai dengan prinsip akuntasi yang lazim ? Auditor harus menetapkan resiko pemeriksaan dan materialitas untukmemperoleh bukti kompeten yang cukupuntuk mengvakuasi secara tepat laporan keuangan. Norma pemeriksaan kauntas dlam perkembangannya mengalami banyak kritik.1. FASB.yang di dalam lingkungan tersebut membuat kepercayaaan seseorang berubah atau terpengaruh dari adanya kealpaan san salah saji tersebut. Norma umum berkaitan dengan konsep independensi. Norma pelaksanaan berkitan dengan konsep bukti 3.terutama dalam 2 hal : · Norma –norma tidak cukup spesifik · Norma –norma tidak dapat mengkover perkembangan yang terjadi dalam pelayanan akuntan.SFAC No.yaitu dalam persentase.”mendefinikasikan bahwa materialitas adalah : Besarnya kealpaan dan salah saji informasi akuntansi. 2 “qualitative characteristics of accounting information.etika perilaku dan pelaksanaan pemeriksaan yang hati –hati 2. Evluasi terhadap laporan keuangan secara keseluruhan.

dengan asumsi bahwa tidak terdapat struktur pengendalian intern yang berhungungan dengan itu. 2.namun hal ini dapa dilakukan dengan perhitungan sbb : AR = IR x CR x DR Dimana : AB : audit risk IR : intrnal risk CR : control risk DR : detection risk Karena DR merupakan halyang terkendali oleh auditor.walapun dilakukan pemeriksaan seratus persen . Resiko ini timbul sebagian karena ketidakpastian berhubung akuntan publik tidak melakukan pengujian seratus persen terhadap suatu saldo perkiraan atau golongan transaksi. Inherent risk (resiko bawaan) Kerentanan suatu saldo perkiraan atau golongan transaksi terhadap suatu kekeliruan yang dapat menjadi matrial.maka model tersebut menjadi : DR = AR : ( IR x CR ) . apabila di gunakan degan kekeliruan pada saldo perkiraan tau golongantransaksi yang lain. Faktor ekstern juga mempengaruhi resiko bawaan.faktor – faktor yang berhubungan dengan beberapa atau seluruh saldo perkiraan atau golongan transaksi mungkin mempengaruhi resiko bawaan yang berhubungan dengansaldo perkiraan atau golongan transaksi tertentu. 3. Pengukuran audit risk walapun pada mumnya tidak dinyatakan secara kuanitatif. ketidakpastian ini dapat dikurangi sampai pada tingkat yang dapat diabaikan melalui perencanaan dan pupervisi yang memadai dan pelaksanan praktik pemeriksaan yang sesuai denagn norma pengendalian mutu. Detection risk (resiko penemuan) Resiko penemuan merupakan fungsi dari efektivitas prosedur pemeriksaan dan penerepan oleh akuntan publik.Audit risk (resiko pemeriksaan) menurut norma pemeriksaan akuntan meliputi macam bentuk yaitu : 1. Control risk (rsiko pengendalian) Resiko pengendalian tertentu akan selalu ada karena keterbatasan yang terbawa pada setiap struktur pengendalian intern.

berikut ini merupakan faktor –faktor yang mendasari perlunya pemeriksaan laporan keuangan.Istatement of financials accounting conceptNo.Dalam melaksanakan pemeriksaan laporan keuangan. BAB 3 PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN Pemeriksaan laporan keuangan merupankan jenis pemeriksaan yang paling sering dilakukan olehpemeriksaan independen. Hal ini disebabkan untukmengingatkan kepercayaan para pemaikai laporan keuangan yang dikeluarkanoleh perusahaan. Konsekuensi (consequence) Laporan keuangan harus menyediakan informasi yang se-revelan-mungkin untuk mengambil keputusan. Untuk menentukan alokasi estimasi awal atas materialitas pada masing – masng rekening laporan keuangan dilaksanakan dengan cara : · Besar relatif rekening .yaitu : 1. . The financialaccoutingstandardBoard (FASB).yaitu pada saat perencanaan pekerjaan yang di sebut sebagai estimasi awal materialitasdan setelah semua bukti diperoleh dan dievaluasi. Perbedaan kepentingan (Conflict of interest) Perbedaan kepentingan antara pemaikai dengan manejemen serta perbedaan keperluan antara para pemakai menjadikan laporan yang diharuskan perlu diperiksa untuk menentukan kewajaran laporan keuangan dan kenetralanya. · Pertimbangan profesional. 2.seorang pemeriksa harus mempertimbangankan metarialitas paling sedikit 2 kali. Selain 2 kondisi tersebut diatas.untuk maskud inilah laporan keuangan perlu di audit agar pemakai laporan keuangan yakin bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim.2 :menyatakan bahwa standard kualitas yang ditetapkan FASB yaitu revevan dan reliabitas. · Besar variabel rekening.

Manejemen . Kompleksitas (complexity) Dengan semakin kompleknya proses akuntasi mengakibatkan makin besarnya resiko kesalahan interpretasi dan penyajian laporan keuangn. Mengingatkan efisiensi atas operasional perusahaan 4.3. · Pemeriksaan independen bertanggung jawab untuk memberikan pendapat atas kewajuban laporan keuangan. HUBUNGAN-HUBUNGAN YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH AKUNTAN PEMERIKSA Pemeriksaan auditor harus menjaga hubungan yang profesional dengan pihak – pihak di bawah ini : 1. Kondisi sepertiini menyutikan pemakai laporan keuangan dalam mengevaluasi kualitas laporan keuangan. pemaiaki menyerahkanpemeriksaan tersebut kepada pihak ketiga yaitu independen auditor. 3. 4.Hal ini dapat di jelaskan. Mendorong efisiensi pasar modal Tanggung jawab yang utama antara manejemen dan aduitor adalah sebagai berikut : · Menejemen bertanggung jawab atas pembuatan dan isi laporan keuangan yang dimuat dalam pernyataan – pernyataan manejemen. MANFAAT PEMERIKSAAN YANG BERSIFAT EKONOMI Manfaat yang dapat di petik oleh perusahaan: 1. Meneingkatkan kredibilitas perusahaan Dengan adanya pemeriksaaan mengakibatkan berkurangnya resiko kesalahan. 2. Mengingatkan efisiensi dan kejujuran Pemeriksaan yang di lakikan oleh akuntan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan sehingga pengaruh manejemen di dalam penyusunan laporan keuangan berkurang. Jarak/jauhnya (remoteness) Karen ajarak atau jauhnya pemakaian dengan aktivitas dalam perusahaan yang mengeluarkan laporan.

luas dan pendapat akuntan. Pemegang saham DAPAT TERUJINYA DATA LAPORAN KEUANGAN Dapat terujinya buktiberkaitan erat dengan tersedianya bukti dan validitas (keshohihan) bukti. Namun demikian akuntansi dan auditing merupakan hal yang berbeda baikmetodologi maupun tujuannya. HUBUNGAN AKUNTANSI dan AUDITING Auditing memepunyai hubungan erat dengan akuntasi. . Dalam beberapa hal bukti dapat teruji. 2. Dalam melakukan pengujian akuntan pemreiksaan harus menentukan jumlah butki ke shohihan dan keabsahan data akuntansi. Laporan akuntan standard mempunyai ketiga elemen pokok.yaitu : pendahuluan. Metodologi akuntasi. Pemeriksaan akuntansi meliputi mengevakuasi bukti. SAS no 58. Perbedaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Judul yang memasukan kata independen.Reports No Audited Financial statement.jika mampu dibuktukan kebenaran didalam penyajian atau yang digunakan untuk dasar penyusunan lporan keuangan klien. Pernyataan yang laporan keuangan yang di identifikasi dalam pemeriksaan. 2. Internal Auditor 3. LAPORAN PEMERIKSAAN AKUNTAN Laporan pemeriksaan akuntan merupakan bagian terakhir dari proses pemeriksaan .akhir dari sebuah proses akuntasi adalah data keuangan yang releva dan dapat di percaya utnuk pengembilan keputusan bagi para penambil keputusan. ada dua bentuk laporan pemeriksaan yaitu laporan pemeriksaan akuntan bentuk pendek dan panjang.butki mengenai sistem pengendalian internal. Akuntan periksa menentukan dasar yang layak untuk menentukan pendapat atas laporan keuangan yang di audit.merupakan bahwa elemen – elemen pokok laporan akuntan berisi : 1.2.yang sesuai dengan pelaksanaan norma ke tiga dari standar pelaksanan.

9. Menguji prinsip-prinsip akuntasi yang dipakai dan taksiran – taksiran yang dipakai menejemen . 2.laporan perusahan modal dan laporan arus kas selama periode yang akan segera berakhir.sesuai dengan akuntasi yang lazim. 7. Pernyataan pendapat akuntan . Pernyatan bahwalaporan keuangan merupakan tanggung jawab manejemen. b. Pendapat apakah laporan keuangan disajikan secara wajir. Pernyataan bahwa pelaksanaan pemeriksaan akuntan mengharuskan pemeriksa untuk merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan untuk memperoleh kapastian yang layak tentang :”apakah laporan keuangan bebeas dari salah saji yang material ?” 6. Laporan keuangan yang telah diperiksa oleh akuntan. Elemen –elemen penting dalam laporan akuntan bentuk pendek adalah : · Tanggal laporan · Alamat Ditunjukan pada pemberi tugas · Alinea luas pemeriksaan . Pernyataan bahwa pemeriksaan mencakup : a. 4. c.sedangkan tanggung jawab pemriksa adalah memberikan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukannya. 5. Pernyataan bahwa pemeriksa yakin bahwa pelaksanan pemeriksaan memberikan dasar yang layak dari pendapat yang diberikan. Pengujian dilakukan atas dasar test terhadap bukti – butki yabg mendukung jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan . Pernyataan bahawa pelaksanan pemeriksaan sesuai dengan norma pemeriksaan akuntan. 3.3.tentang posisi keuangan perusahaan. Mengevakuasi penyajian lapoan keuangan secara keseluruhan. 8.laporan rugi – laba. Tanda tangan auditor Laporan akuntan bentuk pendek meliputi : 1. Penjelasan laporan keuangan . sperti : neraca.

khususnya norma pelaksanaan · Tanda tangan akuntan JENIS – JENIS PENDAPAT AKUNTAN Jenis – jenis pendapat akuntan yang diberikan terhadap laporan keuangan klien dapat berbentuk : 1. Pendapat tidak wajar (adverse opinion) 4. Akuntan tidak bebas dalam hubungan dengan klien. Daftar rincian elemen-elemen tertentu yang dicantumkan dalam laporan keuangan. 5. Pembatasan yang luara biasa terhadap luas pemeriksaan akuntan. Laporan keuangan yang telah diperiksa. Laporan pemeriksaan akuntan berbentuk panjang berisi antara lain : 1. Komentar yang berisi penjelasan. Tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion) Hal ini terjadi jika : a.Alinea ini digunakan untuk menjelasakan mutu dan luas pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan. b. Penjelasan laporan keuangan. c. Adanya ketidak pastian yang luar biasa. Data statistik. Akuntan dalam pemeriksaan harus dapat : . 3. · Alinea pendapat Dalam menyatakan pendapatnya akuntan harus berpedoman pada norma pemeriksaan akuntan. 2. Wajar tanpa syarat (unqualified opinion) 2. Wajar dengan syarat (qualified opinion) 3. 6. 4. Penjelasan mengenai luas pemeriksaan.

Salah penyajian (misrepresentations) atau penghapusan (ommisions) yang sengaja atas transaksi – transakasi dan infomasi penting lainnya. 3. Salah penerapan (missapplication) prinsip –prinsip akuntasi terhadap jumlah.pemberian politisyang menyimpang hukum (tidak sah). Menentukan aktivitas ilegal yang dilakukan klien. 2.yang berkenaan dengan.penyimpangan ketentuan hukum.cara penyajiannya ataupun pengungkapannya. 2. Istilah yang bisa digunakan adalah kecurangan manajemen (management fraud). 3. Memastikan kesehatan keuangan klien.klasifikasi. Manipulasi. 3.dan cara.seperti : pembayaran suap. Tanggung jawab utama auditor adalah yang berkenaan dengan tindakan yang mempengaruhi laporan keuangaanyang mempunyai pengaruh langsung dan . Mendeteksi kesalahan dan ketidak beresan dalam laporan keuangan.1.klasifikasi. TINDAKAN ILEGAL Tindakan illegal yang banyakditemui dalam pemeriksaan. KESALAHAN dan PENYIMPANGAN Keadaan-keasaan berikut ini yang termasuk dalam kriteria kesalahan (errors) adalah : 1.meliputi : 1.yang dalam keadaan demikian para pengembalian keputusan berubah keputusannya.hal ini bagi akuntan pemeriksaan dapat diketakan dengan keadaan yang mendistorsi laporan keuangan. dan pengugkapan yang di sengaja. Kesalahan – kesalahan dalam penerapan (aplikasi) prinsip –prinsip akuntasi. Kesalahan – kesalahan dalam pengumpulan atau pemrosesan data akuntansi yang menjadi dasar pembuatan laporan keuangan. Taksiran akuntansi yang tidak bener yang berasal dari salah penafsiran.falsifikasi dan alterasi catatan – catatan akuntasi atau dokumen pendukung yang menjadi dasar pembuatan laporan keuangan.jumlah. 2.cara penyajian. Kriteria – kiteria yang termasuk dalam penyimpangan. Penyimpangan (irregularities) adalah salah saji atau penghapusan dalam laporan keuangan yang di sengaja.

3. REVIEW PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN Empat fase yang utama dalam dalam pemeriksaan laporan keuangan adalah: 1. Batasan dari keraka kerja akuntasi.material terhadap laporan keuangan. Pelaksanaan pemeriksaan. 2. Kolusi 3. Transaksi tanpaototrisasi dari pejabat yang berwenang. Kegagalan dalam pemenuhan kewajiban pajak. 2. Pelaporan hasil temuan. Penerimaan tugas pemeriksaan. 4. 2. Adanya batasan yang bersifat ekonomis. KETERBATASAN PEMERIKSAAN AKUNTAN Keterbatasan laporan keuangan tersebut meliputi : 1. Perencanaan pemeriksaan.dll.21 . Sumber: Seri Diktat Kuliah Universitas Gunadarma”Pemeriksaan Akuntansi 1” Diposkan oleh Meta Bina Sabila di 01. Transaksi atau kejadian tersebut dapat berupa : 1.