Anda di halaman 1dari 10

Konsep Ketuhanan Dalam Islam

Konsep ketuhanan dalam Islam digolongkan menjadi dua: konsep ketuhanan yang
berdasar al-Qur'an dan hadits secara harafiah dengan sedikit spekulasi sehingga
banyak pakar ulama bidang akidah yang menyepakatinya, dan konsep ketuhanan
yang bersifat spekulasi berdasarkan penafsiran mandalam yang bersifat spekulatif,
filosofis, bahkan mistis.
1. Filsafat Ketuhanan dalam Islam.



Siapakah Tuhan itu?
Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan.
Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu.
Pembuktian Wujud Tuhan.

2. Keimanan dan Ketakwaan




Pengertian Iman
Wujud Iman
Proses Terbentuknya Iman
Tanda Orang Beriman
Korelasi Keimanan dan Ketakwaan

3. Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern.

Problematika, Tantangan, dan Resiko dalam Kehidupan Modern.
Peran Iman dan Takwa dalam Menjawab Problema dan Tantangan Kehidupan
Modern.

Istilah-istilah Penting:




Ibadah Mahdhahyaitu ibadah yang sudah ditentukan macam, cara, waktu, dan
bacaannya.
Spiritualistis Islam yaitu Ciri/kerohanian Islam
Karakter Islam yaitu Watak/sifat/tabiat Islam.
Pola pikir teologis yaitu pola pikir berkenaan dengan ilmu ke-Tuhanan.
Bersifat azali yaitu wujud yang terbentuk secara abadi tanpa adanya
permulaan.

jika kehangatan spiritualitas yang dimiliki tidak disertai dengan pengalaman ilmiah dan ketajaman nalar.A. Ajaran tentang ibadah didasarkan atas kesucian hati yang dipenuhi dengan keikhlasan. Pilar akal dan rasionalitas dalam akidah Islam tecermin dalam aturan muamalat dan dalam memberikan solusi serta terapi bagi persoalan yang dihadapi. Sebab nilai-nilai tersebut senantiasa mengalir dalam hati dan tertuang dalam setiap gerak serta perilaku keseharian. Seorang muslim yang paripurna adalah yang nalar dan hatinya bersinar. ikhlas beramal hanya karena Allah. pandangan akal dan hatinya tajam. kecuali jika didasari dan diramu dengan nilai keutamaan tersebut. Aspek ini belum mendapat perhatian seperti perhatian terhadap aspek lainnya. serta mengabdikan diridan tawakal sepenuhnya kepada-Nya. maka perlu segera diambil tindakan. Selain itu Islam adalah agama ibadah. Pendidikan modern telah mempengaruhi peserta didik dari berbagai arah dan pengaruhnya telah sedemikian rupa merasuki jiwa generasi penerus. “dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam nalar. Kecintaan kepada Allah. serta dibersihkan dari dorongan hawa nafsu. agar pintu spiritualitas yang terbuka tidak diisi oleh ajaran lain yang bukan berasal dari ajaran spiritualitas Islam. Pentingnya akal bagi iman ibarat pentingnya mata bagi orang yang sedang berjalan. Mungkin mereka merasa ada yang kurang dalam sisi spiritualitasnya dan berusaha menyempurnakan dari sumber-sumber lain. Sesungguhnya amalah lahiriah berupa ibadah mahdhah dan muamalah tidak akan mencapai kesempurnaan. akal pikir dan nuraninya berpadu dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan sesama manusia. egoisme. Sifat kesempurnaan ini merupakan karakter Islam. Agama seseorang tidak sempurna. sehingga sulit diterka mana yang lebih dahulu berperan kejujuran jiwanya atau kebenaran akalnya. . yaitu agama yang membangun kemurnian akidah atas dasar kejernihan akal dan membentuk pola pikir teologis yang menyerupai bidangbidang ilmu eksakta. Bila ini terjadi. dan sikap ingin menang sendiri. merupakan nilai keutamaan yang perlu diperhatikan dan diutamakandalam menyempurnakan cabang-cabang keimanan. Pendahuluan Aspek keimanan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah aspek kejiwaan dan nilai. Jika tidak pandai membina jiwa generasi mendatang. pikir dan akal budi mereka”. cinta. maka mereka tidak akan selamat dari pengaruh negatif pendidikan modern. Islam hanya menerima hal-hal yang menurut ukuran akal sehat dapat diterima sebagai ajaran akidah yang benar dan lurus. karena dalam segi akidah.

Filsafat ketuhanan dalam islam Siapakah Tuhan itu? Perkataan ilah. tidak mungkin tidak ber-Tuhan. dan mengharapkannya. manusia tidak mungkin ateis.?” Dalam QS 28 (Al-Qashash):38. diagungkan. dan banyak (jama’: aalihatun). Untuk dapat mengerti dengan definisi Tuhan atau Ilah yang tepat. misalnya dalam QS 45 (Al-Jatsiiyah): 23. dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian. dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia. yaitu: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya….Imaduddin. merendahkan diri di hadapannya. Tuhan itu bisa berbentuk apa saja. aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan. Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin. yang diterjemahkan “Tuhan”. Yang pasti. Perkataan dipentingkan hendaklah diartikan secara luas. berdoa. baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). tunduk kepada-Nya. berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut: Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa. . Ibnu Taimiyah memberikan definisi al-ilah sebagai berikut: Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya (M. meminta perlindungan dari padanya. Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun). perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri: “Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku.B. 1989:56) Atas dasar definisi ini. yang dipentingkan manusia. diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan. dicintai. sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. takut. Tercakup di dalamnya yang dipuja.” Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda. ganda (mutsanna:ilaahaini). dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri.

seperti mana (Melanesia). Menurut kepercayaan ini. Oleh karena itu dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Meskipun nama tidak dapat diindera. kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. yaitu teori yang menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana. dan syakti (India). orang-orang komunis pada hakikatnya ber-Tuhan juga. sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan. Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh. Robertson Smith. mempunyai roh. Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”. manusia harus menyediakan kebutuhan roh. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan. mempunyai rasa senang. Setiap benda yang dianggap benda baik. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda. Lubbock dan Javens. tuah (Melayu). Pemikiran Barat Yang dimaksud konsep Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah. Dengan begitu. roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup. . agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. kemudian dikemukakan oleh EB Taylor.Berdasarkan logika Al-Quran. 2. baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia. Oleh karena itu. lama kelamaan meningkat menjadi sempurna. roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. yaitu “tidak ada Tuhan”.  Animisme Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut:  Dinamisme Menurut paham ini. rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. yaitu Allah. Mana adalah kekuatan gaib yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera. dikenal teori evolusionisme. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Max Muller. setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan 1. manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau angan-angan (utopia) mereka. Oleh masyarakat primitif. ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. Dalam literatur sejarah agama. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu.

namun manusia masih mengakui Tuhan (Ilah) bangsa lain. 1993:26-27). karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Lama-kelamaan kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih definitif (tertentu). tetapi dengan relevansi atau wahyu. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. panteisme. ditentang oleh Andrew Lang (1898) yang menekankan adanya monoteisme dalam masyarakat primitif. Evolusionisme dalam kepercayaan terhadap Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh Max Muller dan EB. maka berangsur-angsur golongan evolusionisme menjadi reda dan sebaliknya sarjana-sarjana agama terutama di Eropa Barat mulai menantang evolusionisme dan memperkenalkan teori baru untuk memahami sejarah agama. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham. yaitu: deisme. Taylor (1877). yang tidak mereka berikan kepada wujud yang lain. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional).  Monoteisme Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa.  Henoteisme Politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendekiawan. Oleh karena itu dari dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi. Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan. . Dia mengemukakan bahwa orang-orang yang berbudaya rendah juga sama monoteismenya dengan orangorang Kristen. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. dan teisme. ada yangmembidangi masalah air. Mereka mempunyai kepercayaan pada wujud yang Agung dan sifatsifat yang khas terhadap Tuhan mereka. Dengan lahirnya pendapat Andrew Lang. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Politeisme Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan. Mereka menyatakan bahwa ide tentang Tuhan tidak datang secara evolusi. Dalam penyelidikan didapatkan bukti-bukti bahwa asal-usul kepercayaan masyarakat primitif adalah monoteisme dan monoteisme adalah berasal dari ajaran wahyu Tuhan (Zaglul Yusuf. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penyelidikan bermacam-macam kepercayaan yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat primitif.

tidak kafir dan tidak mukmin. c. tradisional. sedang Qadariah adalah pecahan dari Khawarij. timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW. Namun kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya menurun dengan kalahnya mereka dalam perselisihan dengan kaum Islam ortodoks. d. Semua tingkah laku manusia ditentukan dan dipaksa oleh Tuhan. Ketiga corak pemikiran ini telah mewarnai sejarah pemikiran ilmu ketuhanan dalam Islam. tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. atau Ilmu Ushuluddin di kalangan umat Islam. Ia berada di antara posisi mukmin dan kafir (manzilah bainal manzilatain).2. Aliran tersebut yaitu: a. Mu’tazilah yang merupakan kaum rasionalis di kalangan muslim. Asy’ariyah dan Maturidiyah yang pendapatnya berada di antara Qadariah dan Jabariah Semua aliran itu mewarnai kehidupan pemikiran ketuhanan dalam kalangan umat islam periode masa lalu. tidak menyebabkan ia keluar dari islam. serta menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami semua ajaran dan keimanan dalam Islam. Sedang sebagian umat Islam yang lain memahami dengan pendekatan antara kontektual dengan tektual sehingga lahir aliran yang bersifat antara liberal dengan tradisional. satu sistem teologi untuk mempertahankan kedudukan keimanan. umat Islam perlu mengadakan koreksi ilmu berlandaskan al-Quran dan Sunnah Rasul. Di . Manusia sendiri yang menghendaki apakah ia akan kafir atau mukmin dan hal itu yang menyebabkan manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Orang islam yang berbuat dosa besar. Mu’tazilah lahir sebagai pecahan dari kelompok Qadariah. Sebab timbulnya aliran tersebut adalah karena adanya perbedaan metodologi dalam memahami Al-Quran dan Hadis dengan pendekatan kontekstual sehingga lahir aliran yang bersifat tradisional. ada aliran yang bersifat liberal. Secara garis besar. b. Menghadapi situasi dan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. Dalam menganalisis ketuhanan. Oleh karena itu umat Islam yang memilih aliran mana saja diantara aliran-aliran tersebut sebagai teologi mana yang dianutnya. Qodariah yang berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat. dan ada pula yang bersifat di antara keduanya. Pemikiran Umat Islam Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid. mereka memakai bantuan ilmu logika Yunani. Pada prinsipnya aliran-aliran tersebut di atas tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam. Jabariah yang merupakan pecahan dari Murji’ah berteori bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat. Hasil dari paham Mu’tazilah yang bercorak rasional ialah muncul abad kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam. Ilmu Kalam.

Mutlak disini diartikan sebagai keadaan “ya” atau “tidak”. Oleh karena itu. Hubungan antara dua keadaan (mu’min dan muslim) tersebut bisa disebut Nisbat ‘Umum Khusus Muthlaq. Dalam istilah dunia Elektro biasa diartikan keadaan biner “1” atau “0”. Jika kita baca dalam di halaman awal kitab Qoomi’uttughyan. Tentu kita bisa melihat apabila seseorang dikatakan turun kadar keimanannnya maka yang berkurang dari dirinya adalah kualitas dan kuantitas ibadah yang dilakukannya.antara aliran tersebut yang nampaknya lebih dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan etos kerja adalah aliran Mu’tazilah dan Qadariah. C. Namun. Dari definisi di atas tentunya kita bisa melihat syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap individu yang mengharapkan keimanan tersebut. keimanan dan ketaqwaan Manusia akan mulya dan bermartabat di sisi Allah jika ia bisa memperoleh derajat keimanan dan ketaqwaan dengan amal ibadah dan tingkah laku yang dia kerjakan. Setiap mu’min (orang yang memiliki keimanan bagus) pasti seorang muslim juga. Jika kita melihat dari definisi kedua istilah tersebut tentunya hubungan antara kedua nya terlihat dengan jelas. setelah mendapat imbuhan ke-an maka kata tersebut bisa diartikan menjadi suatu nilai religius yang dimiliki oleh setiap muslim untuk cenderung melakukan segala hal sesuai dengan aturan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kehidupan yang dijalaninya teratur sedemikian rupa. Dengan demikian. kita bisa menemukan bahwa keimanan adalah suatu hal yang mutlak. Namun. (Wallaahua’lamubishshowaab) Agung’s Blog . tetapi pernyataan tersebut tidak sebaliknya. Syarat itu tiada lain adalah keadaa muslim. Keimanan diambil dari kata iman yang secara bahasa diartikan percaya. Kata akibat disini meruju’ pada kegiatan ibadah yang dilakukan. Keimanan yang dimiliki oleh tiap-tiap individu manusia di alam dunia ini berbeda-beda. Dari penafsiran hadits diatas semoga kita bisa terhindar dari penafsiran yang salah terhadap suatu referensi. Bahkan dalam suatu Hadits disebutkan bahwa keimanan seseorang itu bisa meningkat dan berkurang. apabila seseorang muslim berkurang keimanannya maka ia jatuh kafir (na’udzubillahimindzaalik) dan untuk menjaga keimanan tersebut maka ia dianjurkan untuk tetap menjaga keimanannya pada batas tertentu. yang ingin dibahas pada kesempatan ini adalah mengenai sedikit revisi pada penafsiran hadits tersebut. ada sebagian ulama yang menafsirkan bahwa yang dimaksud berkurang pada hadits tersebut (yang tadi disebutkan) adalah akibat keimanan bukan keimanan itu sendiri. Keimanan dan ketaqwaan adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain.

Sebenarnya banyak sekali filosof-filosof dan cendekiawan yang mengakui adanya pengaruh positif dari iman. berpengharapan. Sejak dahulu kala sampai sekarang. Lebih sulit lagi apabila dianalisis pengaruh iman terhadap hal-hal bersifat metafisik. . bersikap adil terhadap lawan sebagaimana bersikap adil di tengah-tengah kawan. Karl filosof Jerman. Pemerintah dengan undang-undangnya dan hukuman terpaksa mundur dan tidak mampu menyelesaikan kebiaaan negative tersebut. Oleh karena sangat patut sekali apabila dinyatakan bahawa iman dan taqwa adalah kunci pengalaman nilai-nilai luhur. Pegaruh ekuatan iman melahirkan akhlak dan moral yang luhur dalam kehidupan manusia. bahwa pengaruh keimanan menumbuhkan keberanian. memberikan perbekalan hidup yang berupa cita-cita dan tujuan hidup. Karl ospers seorang filosof eksistensialisme. menimbulkan dihadapannya lapangan kebahagiaan dan alam subur ditengah-tengah gurun kehidupan. sehingga sulit untuk diterima oleh ahli-ahli pikir lainnya. Misalnya watak dasar manusia adalah egoisme. Dr. khususnya dalam era globalisasi banyak sekali kegiatan-kegiatan negative yang tejadi di suatu Negara. semangat. seperti jujur. seorang guru besar dalam ilmu filsafat di Harvard University berpendapat. Watak inilah yang sering menimbulkan permusuhan. Dalam wahyu ditetapkan. Pemikiran para filosof dan cendekiawan tersebut pada umumnya tidak secara jelas diterangkan proses terjadinya pengaruh tersebut. Paul Erneet Adolf seorang guru besar pada Universitas Saint Jones dan anggota himpunan ahli bedah Amerika berpendapat bahwa ilmu kedokterran dan ilmu kepercayaaan kepada Allah SWT keduanya patut menjadi landasan untuk membangun filsafat modern. Pengaruh kekuatan iman dan taqwa terhadap kehidupan modern Sebagaimana peranan iman yang jumlahnya sulit dihitung demikian juga pengaruhnya.D. filosof Jerman. J. Namun iman yang mengandung ajaran social dan susila mampu menumbuhkan perdamaian dan kedamaian di tengah-tengah kehidupan yang saling bermusuhan. penguasaan dan lain sebagainya. masih banyak lagi norma-norma luhu yang dicetuskan oleh kekuatan iman. dimana yang tidak diketahui lebih banyak. diucapkan kebenaran walaupun terasa sangat berat. menghilangkan perasaan takut serta keluh kesah. misalnya Max Scheler. bahwa manusia itu mempunyai kecenderungan akeduniaan tanpa suatu pedoman dan batas merupakan biang pokok timbulnya kerusakan masyarakat. Kant filosof dari Rusia yang terkenal dengan teorinya kopernikan ke subyek dan filosof-filosof lain yang terkenal. Namun disamping itu keimanan mampu mengendalikan dan menolak kecenderungan itu. William James. yaitu selama tidak menimbulkan kerusakan dan bahaya bagi kehidupan masyarakat. Ternyat kekuatan iman yang memilki pengaruh melumpuhka kebiasaan yang tidak dapat dihadapi oleh kekuasaan dan kekuatan lahir. perampasan hak orang lain. ditegakkan kebenaran sekalipun berakibat merugikan dirinya dan keluarganya. adil dala segala situasi. karena iman mengandung ajaran tentang batas diperbolehkannya mencintai keduniaan.

Kadang pengaruh iman terhadap seseorang terjadi secara drastic. Ternyata pribadi keduanya sebelum dan sesudah beriman jauh berbeda. halal atau haram. baik pria maupun wanita. . membendung aliran air yang dahsyat dan mengubah arah aliarannya. maka iman tersebut mampu mengubah jiwa dan pandangan hidup. membuat terowongan tanah dibawah laut merupakan pekerjaan yang lebih ringan daripada usaha mengubah jiwa dan pandangan hidup. tapi juga menjadi akibat pokok dan dasar terutusnya nabi-nabi semuanya. yaitu masa di dalam keadaan kafir dan masa didalam keaadaan beriman. kuat atau lemah. bahwa keberhasilan pendidikan terikat oleh masa-masa tertentu. Hal ini berbeda dengan pengaruh iman. Pengaruh iman terhadap perubahan jiwa tidak hanya terjadi pada kehidupan masyarakat dan bangsa. Apabla tidak sejalan maka usaha pembangunan dan kebangkitan ummat itu hanya berupa rencana atau program semata-mata. Pengaruh iman terhadap jiwa bukan suatu hal yang diragukan sebagaimana dapat disaksikan pada fakta sejarah bangsa arab. Semuanya itu tidak terbatas pada masa-masa tertentu. baik masa remaja. Oleh karena itu kepercayaan tentang keesaan Tuhan tidak saja merupakan akibat dai terutusnya nabi Muhammad saw. baik positif maupun negative yang memerlukan media yang mampu sebagai mekanisme spiritual yang menormalisir sifat-sifat yang paradok itu. tetapi merupakan suatu hal yang berat dan sulit. seperti terjadi pada seorang laki-laki bernama Umar bin Khattab dan seorang wanita bernama Khansa`. Oleh karena itu wajar perubahan jiwa manusia termasuk usaha yang sangat berat.Dengan kunci iman yang menentukan damai atau perang. sekalipun nama dan bentuk tubuhnya berubah. Berkat pengaruh iman keduanya menjadi hamba Allah yang penuh taqwa dalam segala situasi dan kondisi. Tetapi ternyata dalam pengalaman sejarah pengaruh kekuatan iman yang mampu menciptakan perubahan jiwa manusia dan menjadikan manusia dalam bentuk baru. dan masa dewasa maupun tua. aman atau kacau. apabila iman telah tertanam dalam jiwa seseorang. namun juga terjadi terhadap individu. maka jelaslah bahwa dalam masa kedua itu bukan lagi seperti dalam masa pertama. hidup atau mati. sehingga berubah juga pandangan hidupnya didua masa. Setiap pembangunan dan kebangkitan umat dalam situasi apapun harus sejalan dengan reformasi jiwa tersebut. tentram atau gelisah. mujur atau malang. dimana mereka menetapka teorinya. Perubahan jiwa seseorang aau masyarakat merupakan suatu reformasi dala pandang filsafat. sebab manusia merupakan makhluk yang dalam dirinya bertemu secara integral semua sifat-sifat. Sering pengaruh tersebut bertentangan dengan teori para psikolog. tanpa memandang umur dan tingkat penghidupan. . Reformasi jiwa bukanlah suatu hal yang rinagn dilakukan. dan sebagainya.

Fuad Hasan. Dr. Abu Hamid Muhammad Al Ghozali. Drijerkara S. . N. Prof. Henry Regnery. Tarikh al Hukama. Ihya` al `Ulum al Din. Hasan Al Huwaidy. Al Munqis min al Dlolal. Abu Hamid Muhammad Al Ghozali. Musthofa Shodiq Al Rofi`i. Dr. Berkenalan dengan eksistensialisme. Bahan bacaan         Al-Qur`an wa al Ilmi al Hadits. A.J.Penulis adalah dosen Filsafat Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Malang. Al Qifti. Al Wujud al Haq. Percikan Filsafat. Dr. Modern Philosophy of Religion. Prof.