Anda di halaman 1dari 20

Laporan Kasus

Akut Limb Iskemik

Oleh :

Annisa Abdi Ghifari
1508434485

Pembimbing :
dr. Juwanto, SpPD-KKV,Finasim

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KARDIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
RSUD ARIFIN ACHMAD
PEKANBARU
2015

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Akut Limb Iskemik merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan ke
ekstremitas secara tiba-tiba yang menyebabkan gangguan pada kemampuan
pergerakkan, rasa nyeri atau tanda-tanda iskemik berat dalam jangka waktu dua
minggu. Akut limb iskemik adalah oklusi akut dari suatu arteri pada ekstremitas
dimana merupakan penurunan secara tiba-tiba atau perburukan perfusi anggota
gerak yang menyebabkan ancaman potensial terhadap viabilitas ekstremitas.
Proses penyakit dapat menyerang baik arteria maupun vena perifer
menyebabkan gangguan perfusi jaringan. Salah satu penyakit yang menyerang
arteri adalah iskemia tungkai akut. Di negara Inggris dan Wales terdapat 5000
pasien terserang iskemia tungkai akut per tahun dengan angka kematian 20% dan
kehilangan salah satu ektremitas sebanyak 40%. Angka resiko kematian dan
amputasi cukup tinggi karena mempunyai penyakit komorbid yang berasal dari
CAD dan CVD.
Akut limb Iskemik (ALI) merupakan suatu keadaan penurunan perfusi/
perburukan pefusi pada anggota gerak yang menyebabkan ancaman potensial
terhadap viabilitas anggota gerak yang disebabkan oleh thrombus, embolus,
trauma vaskuler, aneurisma serta penyebab lainnya. Oleh karena penyakit ini
mempunyai prognosis yang cenderung buruk, maka perlu untuk mengenal tandatanda atau gejala penyakit ini. Gejala ALI dapat digambarkan dengan 6P yakni :
Pain, Pallor, Parasthesia, Paralysis, Pulseless, Poikilothermia.
Dengan mengenal tanda dan gejala ALI, maka resiko kehilangan anggota
gerak dapat menurun. Suatu penelitian menunjukkan, angka amputasi ditemukan
meningkat terhadap interval antara onset dari ALI dan eksplorasi (6% dalam 12
jam, 12% dalam 13 hingga 24 jam, 20% setelah 24 jam). Hal inilah yang
menyebabkan ALI merupakan keadaan darurat. Kasus ALI di PJNHK tercatat
pada tahun 2008 sebanyak 21 orang, tahun 2009 sebanyak 23 orang. Insiden ALI :
1,7/ 10.000 per tahun pada populasi umum.

2

plak atheromatous. 3 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. c. rasa nyeri atau tanda-tanda iskemik berat dalam jangka waktu dua minggu atau lebih. b. myxoma. endocarditis.2 Etiologi 1. 2. Trombosis dari aneurisma arteri yang telah ada 4. Trauma vaskuler Sulit untuk membedakan sebab karena embolus atau trombus. Sumber lain emboli dari jantung: jendalan pada otot yang mati setelah inferk miokard. Akut limb iskemik adalah oklusi akut dari suatu arteri pada ekstremitas dimana merupakan penurunan secara tiba-tiba atau perburukan perfusi anggota gerak yang menyebabkan ancaman potensial terhadap viabilitas ekstremitas. tetapi akut limb iskemik kita curigai pada keadaan : 1)ada riwayat emboli 2)ada riwayat aritmia (AF) 3)riwayat klaudikasio Akut limb iskemik lebih banyak mengenai ekstremitas bawah daripada ekstremitas atas. Penyebab tersering adalah bifurkasio aorta (kebanyakan arterial emboli80%-terbentuk disini). 2.1. Embolus a. Sumber lain: aneurisma.Definisi Akut Limb Iskemik merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan mendadak perfusi ekstremitas yang menyebabkan gangguan pada kemampuan pergerakkan. In situ thrombosis dari penyakit aterosklerotik oklusif yang telah ada 3.

tidak ada kehilangan sensasi motorik dan sensorik. Kelas I : perfusi jaringan masih cukup. Akut limb iskemik juga dapat diklasifikasikan berdasarkan terminologi : 1. Berdasarkan Rutherfort klasifikasi akut limb iskemik dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Kelas III : telah terjadi iskemia berat yang mengakibatkan nekrosis. kehilangan sensasi sensorik. Intervensi tindakan yang dilakukan yaitu amputasi. ada kelemahan otot ekstremitas dan kehilangan sensasi pada ekstremitas. revaskularisasi diindikasikan untuk melindungi kerusakan jaringan 3. Harus dilakukan intervensi selanjutnya seperti revaskularisasi ataupun embolektomy 4.3 Klasifikasi ALI Ad hoc committee of the Society for Vascular Surgery and the North American Chapter of the International Society for Cardiovascular Surgery menciptakan suatu klasifikasi untuk oklusi arterial akut. kerusakan saraf yang permanen. 2. Akut : kurang dari 14 hari b. Dikenal tiga kelas umum. Harus dilakukan pemeriksaan angiography segera untuk mengetahui lokasi oklusi dan penyebab oklusi 3. kelemahan ekstremitas. masih bias dengan obatobatan pada pemeriksaan Doppler signal audible 2. Timbul klaudikasio intermiten yaitu nyeri pada otot ektremitas bawah ketika berjalan dan memaksakan berhenti berjalan. Onset a. yaitu: 1. revaskularisasi elektif diperlukan atau tidak diperlukan. Kelas IIb : perfusi jaringan tidak memadai. Kelas I: Non-threatened extremity. walaupun terdapat penyempitan arteri. Kelas III: Iskemia telah berkembang menjadi infark dan penyelamatan ekstremitas tidak memungkinkan lagi. irreversible. Kelas II: Threatened extremity. nyeri hilang jika pasien istirahat dan sudah mulai ada kehilangan sensorik.2. kelainan kulit atau gangguan penyembuhan lesi kulit. Kelas IIa : perfusi jaringan tidak memadai pada aktivitas tertentu.Akut on cronic : perburukkan tanda dan gejala kurang dari 14 hari 4 .

Parasthesia : tidak mampu merasakan sentuhan pada ekstremitas 5. Perbedaannya adalah pada emboli tanda dan gejala yang muncul secara tiba-tiba dalam beberapa menit. intensitas nyeri tidak berhubungab dengan beratnya iskemia karena pasien yang mengalami neoropathy dimana sensasi terhadap nyeri menurun.Cronic iskemik stabil : lebih dari 14 hari 2. Pulselless : denyut nadi tidak teraba dibandingkan pada dua ekstremitas 4.4 Tanda dan Gejala Gejala ALI dapat digambarkan dengan 6 P yaitu 1.Complit : limb treated c.Incomplit : limb not treated b. Sedangkan pada akut limb iskemik yang disebabkan oleh thrombus tand dan gejala yang muncul dapat tejadi dalam beberapa jam sampai berhari-hari. ekstremitas yang terkena tampak sianotik dan lebam.c. ada riwayat aterosklerotik kronik. pulsasi pada kolateral ekstremitas normal. Severity a. ada klaudikasio. Pain / nyeri : yang hebat terus-menerus terlokalisasi di daerah ekstremitas dan muncul tiba-tiba. adanya parasthesia dan paralisis merupakan pertanda yang buruk dan membutuhkan penanganan segera 6. tidak terdapat klaudikasio. ada riwayat atrial fibrilasi. pucat dan dalam beberapa jam dapat menjadi kebiruan atau ungu / mottled 3. Poikilothermia : dingin pada ekstremitas Terdapat manifestasi klinis yang berbeda pada akut limb iskemik yang akut limb disebabkan oleh thrombus dan emboli. pulsasi pada kolateral ekstremitas tidak ada. dapat terdiagnosa secar klinis dn dilakukan pengobatan dengan pemberian warparin atau embolectomy.Irreversible : limb not viable 2. 2. dapat terdiagnosa dengan angiography dan dilakukan tindakan bypass atau pemberian obat-obatan sepeti fibrinolitik. Paralisis : kehilangan sensasi motorik pada ekstremitas. Pallor / pucat : tampak putih. ektremitas yang terkena tampak kekuningan (yellowish). 5 .

menyinggung etiologi. intervensi baru pada arteri proksimal ataupun kateterisasi diagnostic kardiak). Onset serangan dan waktu nyeri yang tiba-tiba. · Riwayat dahulu 6 . · Kemunculan penyakit · Gejala kaki pada ALI berhubungan secara primer terhadap nyeri atau fungsi. sedangkan kondisi dan lokasi nyeri dapat membantu menegakkan diagnosis banding. diagnosis banding.Cara membedakan gela klinis emboli dengan thrombus : Emboli :  Onset beberapa menit  Riwayat atrial Fibrilasi  Ekstremitas tampak kekuningan  Pulsasi kolateral ekstremitas normal Trombus :  Gejala beberapa jam sampai berhari-hari  Ada klaudikasio  Ada riwayat aterosklerosis kronik  Ekstremitas yang terkena tampak sianotik dan lebam  Pulsasi pada ekstremitas kolateral tidak ada  Dapat terdiagnosa dengan angiography 2. dan kehadiran dari penyakit yang signifikan secara berbarengan.5 Diagnosis · Anamnesis · Anamnesis mempunyai 2 tujuan utama: menanyakan gejala yang muncul pada kaki yang berhubungan dengan keparahan dari iskemia anggota gerak (sakit sekarang) dan mengkaji informasi terdahulu (seperti. lokasi dan intensitasnya. Durasi dan intensitas nyeri adalah penting dalam membuat keputusan medis. Onset tiba-tiba dapat memiliki implikasi etiologi (seperti. riwayat klaudikasio. bagaimana perubahan keparahan sepanjang waktu kesemuanya harus digali. emboli arteri cenderung muncul lebih mendadak daripada arterial thrombosis).

Suatu rekaman pemeriksaan lampau. apakah pasien mempunyai nyeri pada kaki sebelumnya (seperti. Rasa yang dingin. riwayat klaudikasio). penggunaan tembakau. Perlu diketahui. khususnya ketika ekstremitas sebelahnya tidak demikian.· Hal ini penting untuk ditanyakan. Pasien juga sebaiknya ditanyakan tentang penyakit serius yang berbarengan atau factor risiko aterosklerotik (hipertensi. stroke. merupakan penemuan yang penting · Kehilangan fungsi sensoris Pasien dengan kehilangan sensasi sensoris biasanya mengeluh kebas atau parestesia. Pulsasi pedis mungkin normal pada kasus mikroembolisme yang mengarah pada disrupsi plak aterosklerotik atau emboli kolesterol. riwayat keluarga terhadap serangan jantung. kemungkinan sumber emboli). namun dengan bertambahnya waktu sianosis lebih sering ditemukan. atau penemuan deficit pulsasi yang sama pada ekstremitas kontralateral adalah penting. atrial fibrilasi) maupun aneurisma (seperti. hiperlipidemia. namun tidak pada semua kasus. Warna pucat dapat terlihat. maka hal penting lainnya adalah membandingkannya dengan ekstremitas sebelahnya 7 · Pulsasi · Apakah defisit pulsasi bersifat baru atau lama mungkin sulit ditentukan pada pasien penyakit arteri perifer (PAD) tanpa suatu riwayat dari gejala sebelumnya. atau amputasi. apakah telah diintervensi untuk “sirkulasi yang buruk” pada masa lampau. pasien dengan 7 . khususnya pada keadaan awal. dan apakah didiagnosis memiliki penyakit jantung (seperti. jendalan darah.) 7 · Pemeriksaan fisik · Sebagai tambahan terhadap gejala dari ALI.7 · Warna dan temperatur Harus dilakukan pemeriksaan terhadap abnormalitas warna dan temperatur. diabetes.

· Angiografi · Doppler vaskuler · MRCT · Elektrokardiografi · Echokardiografi 2.. fungsi dari otot intrinsic kaki harus diuji. dimana iskemia mungkin lebih dalam. · Resusitasi cairan. kebanyakan trombus disal · Melindungi vascular bed distal terhadap obstruksi proksimal merupakan hal 8 .6 Uji Diagnostik · Preoperative arteriogram pada pasien dengan riwayat arterial occlusive disease. iliaka. Bagian ini berhubungan dengan fakta bahwa pergerakan kaki diproduksi utamanya oleh lebih banyak otot proksimal. namun juga dapat ditemukan pada: arteri aksila. dan dicabut sehingga membawa trombus/embolus bersamanya.7 Terapi · Preoperative anticoagulation dengan IV heparin. limbthreatening ischemia. Untuk mendeteksi kelemahan otot awal. poplitea.) Thrombectomy juga dapat dilakukan distal dari sisi teroklusi. dan aorta. · Terapi pembedahan diindikasikan untuk iskemia yang mengancam ekstremitas · Thrombectomy/embolectomy (dapat dilakukan dengan Fogarty balloon catheter. Sekali lagi.7 · Kehilangan fungsi motorik Defisit motorik merupakan indikasi untuk tindakan yang lebih lanjut. dimana alat tersebut dimasukkan melewati sisi oklusi. dimana hal ini dapat membuat kerancuan dalam membuat hasil pemeriksaan. dimana hampir 1/3 penderita dengan oklusi arteri mempunyai oklusi ditempat lain. hal yang penting diingat bahwa membandingkan hasilnya dengan kaki sebelahnya merupakan hal yang sangat berguna. 7 Lokasi Tempat yang paling sering terjadinya oklusi emboli arterial adalah arteri femoralis. 2.diabetes dapat mempunyai deficit sensoris sebelumnya. inotropic support. koreksi asidosis sistemik. dipompa.

insulin dan ionic exchange resins. beberapa keuntungan pheologic telah diklain untuk pemberian larutan hipertonik seperti Manitol. Heparinisasi sistemik menawarkan suatu perlindungan dalam melawan perkembangan trombosis distal dan biasanya tidak menyebabkan masalah yang bermakna sepanjang prosedur operasi. dan 20% setelah 24 jam). Keadaan hiperkalemia sering memberikan respon terhadap pemberian dengan penuh pertimbangan glukosa.2 · Terapi ALI merupakan suatu keadaan yang darurat. karena risiko kehilangan anggota gerak meningkat dengan durasi dari iskemia akut. 2. angka amputasi ditemukan meningkat terhadap interval antara onset dari acute limb ischemia dan eksplorasi (6% bila dalam 12 jam. paresthesia.yang sangat penting dan dapat dipenuhi oleh antikoagulan sistemik yang diberikan segera dengan heparin intravena. Pembengkakan jaringan dalam kaitannya dengan reperfusi menyebabkan 9 peningkatan pada tekanan . mitigasi melawan embolus lainnya. Terapi nonpembedahan pada iskemia akut dari episode emboli atau trombotik dapat dilakukan dengan streptokinase atau urokinase. Hal inilah yang menyebabkan untuk mengeliminir segala pemeriksaan yang tidak esensial terhadap kebutuhan intervensi. paralysis. Hal ini bukan hanya membantu melindungi terbentuknya jendalan darah namun dalam kasus embolisme arterial. 12% dalam 13 hingga 24 jam. · Potasium mungkin dilepaskan ketika integritas membrane terganggu oleh iskemia. pallor. · Terapi utama dari iskemia akut adalah pembedahan dalam bentuk embolectomy atau tindakan rekonstruksi pembedahan vaskulas yang pantas.8 Komplikasi ALI · · Hiperkalemia Compartment syndrome (pain on passive flexion/extension. · Preintervensi antikoagulan dengan kadar terapeutik heparin mengurangi morbiditas dan mortalitas (dibandingkan dengan tidak menggunakan antikoagulan) dan merupakan bagian dari keseluruhan strategi terapi pada pasien. pulses adalah sering tampak. Pada suatu penelitian. Kebanyakan penelitian sebelumnya juga membuktikan hal yang sama. Meminimalisir penundaan dalam melepaskan oklusi merupakan hal yang penting. Lactic acidemia dapat diterapi dengan pemberian secara bijaksana sodium bikarbonat.

paralysis.intracompartment tekanan. paresthesia. dan myonecrosis [pada >30 mm Hg. yakni: pain. pallor. iskemia. dan faktor komorbiditas seperti penyakit miokard sering terliba Kesimpulan · Acute limb ischemia (ALI) merupakan suatu keadaan penurunan perfusi atau perburukan perfusi pada anggota gerak yang menyebabkan ancaman potensial terhadap viabilitas anggota gerak · Dapat disebabkan oleh thrombus. embolus. penurunan aliran kapiler.] Terapi compartment syndrome dengan fasciotomy. Terapi trombolitik. 10 . Populasi pasien kebanyakan orang lanjut usia. ketika memungkinkan. pulselessness. aneurisma serta penyebab lainnya · Gejala ALI dapat digambarkan dengan “6 P”. menurunkan risiko compartment syndrome dengan reperfusi anggota gerak berangsur. dan poikilothermia · Gold standar pemeriksaan adalah angiografi · Terapi dapat dengan pemberian antikoagulan maupun pembedahan Prognosis penyakit cenderung buruk. trauma vaskuler.) Mortalitas Secara relatif cukup tinggi.

Nyeri dapat berlangsung ±30menit. Selain itu pasien juga mengeluhkan kaki tersebut terasa dingin.BAB III ILUSTRASI KASUS Identitas Pasien Nama : Ny. Nyeri menjalar ke punggung dan diikuti perasaan seperti dada terbakar. Nyeri hilang saat istirahat dan konsumsi obat.  Sejak satu minggu sebelum masuk RS pasien mengeluhkan kaki kirinya membiru dan terasa sakit sekali ketika disentuh sedikit saja. 11 .J Umur : 55 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan : IRT Status : Menikah Alamat : Rumbai Masuk RS : 8 September 2015 ANAMNESIS (auto anamnesis) Keluhan Utama Nyeri pada kaki sebelah kiri sejak seminggu SMRS Riwayat Penyakit Sekarang  Pasien telah berulang kali mengalami nyeri dada yang dipicu oleh emosi dan aktifitas sejak 2 tahun terakhir.

Konsumsi obat rutin dan kontrol rutin. Kebiasaan  Pasien bekerja sebagai pekerja rumah tangga  Pasien sangat suka memakan makanan yang berlemak.Tekanan darah - Frekuensi nadi 12 : 140/80 mmHg : 82x/menit. didiagnosis dengan hipertensi dan jantung membengkak sejak 3 tahun yang lalu. diketahui sejak 21 tahun yang lalu Riwayat berobat di RS lain. regular .Riwayat Penyakit Dahulu Keluhan yang sama (-) Riwayat trauma (-) Riwayat hipertensi (+). Riwayat Diabetes Melitus (-) Riwayat Stroke (-) Riwayat Penyakit Dalam Keluarga  Keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang serupa  Riwayat hipertensi keluarga (-)  Riwayat Diabetes melitus keluarga (-)  Riwayat stroke keluarga (-) Riwayat Pekerjaan. merokok (-) PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Umum Kesadaran : Komposmentis Keadaan umum : tidak tampak sakit Vital Sign : .  Alkohol (-).

rhonki (-) Jantung  Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat  Palpasi : Iktus kordis teraba di SIK 5 linea midclavicula kiri  Perkusi : Batas kanan linea parasternalis dextra Batas kiri linea aksilaris anterior sinistra 13 .- Frekuensi napas : 18x/menit - Suhu : 36.20 C Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Kepala – Leher  Mata - Konjungtiva pucat (-) - Sklera ikterik (-) Refleks pupil (+/+) isokor  Telinga – Hidung – Mulut -  Tidak ada kelainan Leher - JVP dalam batas normal - Pembesaran KGB (-) Pemeriksaan Thorax Paru Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris kiri dan kanan Palpasi : Vocal fremistus simetris Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Wheezing (-).

simetris. Auskultasi : S1 [+]. hepar dan lien tidak teraba  Perkusi : tympani. shifting dullness [-]  Auskultasi : BU [+] normal Ekstremitas atas  Clubbing finger [-]  Akral hangat  Pitting oedem [-/-]  CRT < 2detik Ekstremitas bawah Lokasi : Pedis sinistra Inspeksi  Terlihat perubahan warna kulit menjadi hitam 14 . nyeri tekan [-] epigastrium. venectasi [-]. S2 [+] Abdomen  Inspeksi : datar. spider naevi [-]  Palpasi : Supel.

4mg/dL – Trigliserid : 76 mg/dL – Ureum : 27 mg/dL – Kreatinin : 0.6 – Trombosit : 227.07 mmoL/L – Leukosit : 7.Palpasi  nyeri tekan (-).88 mg/dL – Asam urat : 8.4 mg/dL 15 .900 – Hemoglobin : 12.dorsalis pedis/BP lengan kiri = 140/140 = 1 Kesan  tidak ada obstruksi Pasien telah diberi obat selama 6 hari saat pasien diperiksakan. arteri tibialis posterior (+/+). arteri dorsalis pedis (+/+) Ancle Brachial Index(ABI) Score dextra A. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium (09/09/2015) : – GDS : 109 mg/dL – Kalium : 3.000 Pemeriksaan laboratorium (10/09/2015) – Glukosa Puasa : 113 mg/dL – Kolesterol : 106 mg/dL – HDL : 22.8 mmoL/L – Kalsium : 1.dorsalis pedis/BP lengan kanan = 140/140 = 1 ABI Score Sinistra A. arteri popliteal (+/+). pulsasi arteri femoralis (+/+).

v5. v4. v3.85 g/dL – BUN : 12.01 ug/l Pemeriksaan EKG EKG (09/09/2015) Interpretasi :  Ritme : Sinus  Heart Rate : 60 x permenit irreguler  Axis: lead 1 negatif.– ALT : 14 U/L – AST : 25 IU/L – LDL : 67 mg/dL – Albumin : 3. AVF positif  right axis deviation  Gelombang P: lebar 2 kotak kecil  PR interval: < 5kotak kecil  QRS durasi: < 3 kotak kecil  ST segmen : Gambaran ST elevasi pada v2.6 mg/dL – LDL-CHOL : 68 mg/dL Pemeriksaan Imunoserologi (9/9/2015) : – Troponin I : <0. dan v6 Kesan  LVH EKG (15/09/2015) 16 .

v5. v3. Acute Limb Iscemic RENCANA PENATALAKSANAAN Non Farmakologi:  Posisikan pasien semi fowler  Membatasi konsumsi cairan  Mengurangi asupan garam Farmakologis :  Warfarin tab 20mg 1x1 Terapi Kardiologi :  Injeksi lovenox 0.Interpretasi :        Ritme : Sinus Heart Rate : 80x/menit irreguler Axis: RAD Gelombang P: lebar 3 kotak kecil PR interval: < 5 kotak kecil QRS durasi: < 3 kotak kecil ST segmen : Gambaran ST depresi pada v2. dan v6 DIAGNOSIS 1.6cc subcutan/12 jam 17 . v4.

 Injeksi furosemide 1 amp/12 jam  Isosorbit Dinitrat tab 5mg 3x1  Aspilet tab 80mg 1x1  Clopidogrel tab 75 mg 1x1  Spironolakton tab 25mg 1x1  Digoksin tab 0.25mg 1x1  Diltiazem tab 30mg 2x1 Rencana pemeriksaan   Echocardiografi  Doppler vaskuler  Angiografi BAB IV PEMBAHASAN 18 .

Selain itu lovenox yang diberikan merupakan pengobatan untuk mencegah tromboemboli. pullness.Dari hasil anamnesis. kulit yang menghitam tidak lagi dingin dan sesuai juga dengan pemeriksaan ABI dengan hasil normal. Setelah 6 hari dirawat dan diberi tatalaksana tersebut saat diperiksa pasien tidak lagi merasakan nyeri. Pasien datahg dengan keluhan nyeri pada kaki kiri sejak 1 minggu SMRS. dan pemeriksaan penunjang didapatkan bahwa pasien mengalami Akut Limb Iskemik. Tanda dan gejala yang timbul juga sesuai yaitu <2 minggu dengan riwayat dan factor resiko (hipertensi dan suka sekali makan malkanan berlemak) aterosklerosis disertai dengan kaki sebelah kiri yang sianotik dan tampak lebam merupakn gejala penyebab adalah thrombus dari akut limp iskemik. pale. paralisis. 19 . Dari pemeriksaan fisik ditemukan kulit yang menghitam pada ekstremitas bawah kiri yangmerupakan akibat oklusi pada arteri sehingga terjadi iskemia irreversible yang mencetuskan terjadinya neksrosis. KESIMPULAN Dari hasil anamnesis. Pada ekg didapatkan hasil left ventrikel hipertrofi. polikhiothermi. Pulsasi arteri pada kedua kaki dirasakan sama. dan iskemik pada anterior. dan paresthesia. seperti clopidogrel yang diberikan untuk obat kardiologi merupakan antiplatelet yang dapat mengurangi terjadi resiko koagulasi yang dapat memperparah thrombosis. Pasien diberikan tatalaksana antikoagulan sebagai tatalaksana akut limb iskemik dan ditambahkan dengan terapi yang lain. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dapat disimpulkan pasien ini mengalami akut limb iskemik. Pemeriksaan ankle brakial indek pada pasien ini didapatkan hasil baik larena pasien diperiksakan pada hari ke enam setelah pasien diberikan terapi. pain. Dari anamnesis pada pasien terdapat 6 tanda dan gejala akut limb iskemik yaitu 6p. pemeriksaan fisik.

20 .