Anda di halaman 1dari 81

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Anemia Dalam Kehamilan
1.
Definisi
Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau
menurunnya hemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk
kebutuhan organ - organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang.
Selama kehamilan, indikasi anemia adalah jika konsentrasi hemoglobin
kurang dari 10,5 sampai dengan 11 gr% (Varney, 2006).
Anemia dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar
Hemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10,5 gr
% pada trimester 2. Nilai batas tersebut dan perbedaannya dengan
kondisi wanita tidak hamil terjadi karena hemodilusi, terutama pada
trimester 2 (Sarwono, 2010).
2. Penyebab Anemia
Anemia pada kehamilan disebabkan oleh kurangnya asupan zat
besi, vit B12 dan asam folat pada jenis makanan yang dikonsumsi oleh
ibu hamil, selain itu anemia juga disebabkan karena gangguan
penyerapan zat besi dalam usus kurang baik. Kehilangan darah saat haid
dan lain – lain sehingga sel darah merah banyak yang hilang akibatnya
kadar Hb turun. Penyebab kronis, TBC Paru, cacing usus, dan malaria
juga merupakan penyebab terjadinya anemia karena dapat menyebabkan
terjadinya peningkatan penghancuran sel darah merah dan terganggunya
produksi eritrosit (Wiknjosastro, 2007).
Menurut Tarwoto (2007), penyebab anemia secara umum adalah :
a. Kekurangan zat gizi dalam makanan yang dikonsumsi. Faktor
kemiskinan dan perubahan pola makan, kebudayaan, ketimpangan
gender menjadi penyebab hal tersebut.
10

11

b. Penyerapan zat besi yang tidak optimal, misalnya karena diare,
pembedahan saluran pencernaan, sebagian zat besi diabsorpsi di
usus halus bagian pangkal (duodenum), penyerapan zat besi juga
dipengaruhi oleh hormone intrinsik faktor yang dihasilkan di lambung.
c. Kehilangan darah yang disebabkan oleh perdarahan menstruasi yang
banyak, perdarahan akibat luka, perdarahan karena penyakit tertentu,
kanker.
3. Tanda dan Gejala
Keluhan lemah, pucat, mudah pingsan sementara hasil tensi
masih dalam batas normal, perlu dicurigai anemia defisiensi. Secara klinik
dapat dilihat tubuh yang malnutrisi, pucat (Sarwono, 2010).
4. Kebutuhan Zat Besi pada Wanita Hamil
Perkiraan jumlah zat besi yang diperlukan selama hamil adalah
1040 mg dari jumlah ini 200 mg Fe bertambah oleh tubuh untuk
melahirkan dan 840 sisanya hilang. Sebanyak 300 mg Fe ditransfer ke
janin, dengan rincian 50 - 75 mg untuk pembentukan plasenta, 450 mg
untuk menambah jumlah sel darah merah, 200 mg hilang untuk
melahirkan. Kebutuhan Fe selama kehamilan trimester I relatif sedikit
yaitu 0,8 mg sehari yang kemudian meningkat tajam selama kehamilan II
yaitu 6,3 mg/hari jumlah sebanyak itu tidak mungkin tercukupi hanya
melalui makanan (Arisman, 2004). Apabila masuknya Fe tidak ditambah
selama

kehamilan,

maka

mudah

terjadi

anemia

defisiensi

besi

(Wiknjosastro, 2007).
Sedangkan menurut Saifuddin, kebutuhan ibu selama kehamilan
ialah 800 mg besi, diantaranya 300 mg untuk janin, plasenta, dan 500 mg
untuk pertambahan eritrosit ibu. Dengan demikian ibu membutuhkan
tambahan sekitar 2-3 mg besi/hari. Efek samping berupa gangguan perut
pada pemberian besi oral menurunkan kepatuhan pemakaian secara

12

massal, ternyata rata-rata hanya 15 tablet yang dipakai oleh wanita hamil
(Sarwono, 2009).
Pada waktu trimester pertama kehamilan, kebutuhan zat besi lebih
rendah dari sebelum hamil karena tidak menstruasi dan jumlah zat besi
yang di transfer kepada janin masih rendah sehingga kebutuhan zat besi
tidak terlalu dibutuhkan banyak karena ibu pada trimester pertama
membutuhkan banyak asupan nutrisi yang lain seperti vitamin, protein,
kalsium, dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk pembentukan sel
telur di dalam rahim. Pada waktu menginjak trimester II, terdapat
ekspansi maternal red cell mas sampai pada akhir trimester III.
Pertambahan masa sel darah merah ini mencapai 35% yang ekuivalen
dengan pertambahan kebutuhan zat besi sebanyak 450 mg.
Kebutuhan zat besi menurut trimester adalah :
a. Pada trimester I, zat besi yang dibutuhkan adalah ± 1mg/hari, yaitu
untuk kebutuhan basal = 0,8 mg/hari ditambah dengan kebutuhan
janin dan red cell mas = 30 – 40mg.
b. Trimester II, zat besi yang dibutuhkan adalah ± 5mg/hari, yaitu untuk
kebutuhan basal = 0,8 mg/hari ditambah dengan kebutuhan red cell
mas = 300 mg dan conseptus = 115 mg.
c. Pada trimester III, zat besi yang dibutuhkan adalah 5 mg/hari, yaitu
untuk kebutuhan basa = 0,8 mg/hari, ditambah untuk kebutuhan red
cell mas = 150 mg dan conceptus = 223 mg.
Atas dasar hal tersebut, maka kebutuhan zat besi pada trimester
ke II dan III akan lebih jauh, lebih dari jumlah zat besi yang didapat dari
makanan, walaupun makanan mengandung zat besi yang tinggi
biovailabilitasnya (Depkes RI, Direktorat Jendral Pembinaan Kesehatan
Masyarakat, 2006).
5. Diagnosis Anemia pada Kehamilan

13

Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan
dengan anamnesa. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat
lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang, dan keluhan mual-muntah
lebih hebat pada hamil muda (Manuaba, 2010).
Keluhan lemah, pucat, mudah pingsan sementara tensi masih
dalam batas normal, perlu dicurigai anemia defisiensi. Secara klinik dapat
dilihat tubuh yang malnutrisi, pucat (Sarwono, 2009).
Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan
menggunakan alat Sahli. Hasil pemeriksaan Hb dengan Sahli dapat
digolongkan sebagai berikut (Manuaba, 2010) :
a. Hb 11 g% disebut tidak anemia
b. Hb 9-10 g% disebut anemia ringan
c. Hb 7- 8 g% disebut anemia sedang
d. Hb ≤ 7 g% disebut anemia berat
Sedangkan menurut Depkes RI tahun 2005, bahwa anemia
berdasarkan hasil pemeriksaan digolongkan menjadi :
a. Hb ≥ 11,0 g% disebut tidak anemia
b. Hb 9,0 g% - 10,9 g% disebut anemia ringan
c. Hb ≤ 8,0 g% disebut anemia berat.
Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan,
yaitu pada trimester I dan trimester III (Manuaba, 2010).
Penggolongan anemia menurut Manuaba tahun 2010, yaitu :
a. Anemia defisiensi besi (kekurangan zat besi).
b. Anemia megaloblastik (kekurangan vitamin B12).
c. Anemia hemolitik (pemecahan sel-sel darah lebih cepat dari
pembentukan).
d. Anemia hipoplastik (gangguan pembentukkan sel-sel darah).
6. Pencegahan dan Penanggulangan Anemia dalam Kehamilan

2010). antara lain meningkatkan konsumsi zat besi dari makanan seperti daging. Komplikasi Anemia Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin. atau Na-ferobisitrat dan masih banyak lagi. 2009). ikan. abortus . Terapi oral ialah dengan pemberian preparat besi : fero sulfat. minimal masing-masing 90 tablet. karena akan mengganggu penyerapan (Sarwono. Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikkan kadar Hb sebanyak 1 gr%/bulan. dan padi-padian. 7. Pengaruh komplikasi pada kehamilan bahaya pada : a. kacang-kacangan. 2009).14 Untuk menghindari terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. hati. Pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil. Dimulai dengan memberikan satu tablet sehari sesegera mungkin setelah rasa mual hilang. fero gluconat. sayuran hijau. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan Asam Folat 500 µg. Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung zat inhibitor saat bersamaan dengan makan nasi seperti teh karena mengandung tannin yang akan mengurangi penyerapan zat besi (Simanjuntak. maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil (Manuaba. buah-buahan. Terapi anemia defisiensi besi ialah dengan preparat besi oral. telur. Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami anemia. Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama teh atau kopi. Trimester I anemia dapat menyebabkan terjadinya kelainan congenital.

Selama masa kehamilan minimal diberikan 90 tablet sampai 42 minggu setelah melahirkan. perdarahan ante partum. karena sangat efektif dimana satu tablet di Indonesia mengandung 60mg Fe dan 0. Pada saat nifas terjadi subinvolusi uteri menimbulkan perdarahan postpartum. . Trimester II anemia dapat menyebabkan terjadinya partus premature. berat badan lahir rendah. kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri. diberikan sejak pemeriksaan ibu hamil pertama. diantaranya daging hewan. Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada Kasus Anemia a) Mengatasi penyebab anemia. dan kematian. Pada bayi dapat terjadi cacat bawaan. gangguan pertumbuhan janin dalam rahim terhambat c. (Wiknjosastro.15 b. kala III dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan postpartum karena atonia uteri. Pada saat persalinan anemia dapat menyebabkan gangguan hiskekuatan mengejan. b) Pemberian nutrisi atau makanan yang banyak mengandung unsur zat besi. 8. kala pertama dapat berlangsung lama. d. c) Pemberian tablet Zat Besi selama kehamilan. Pemberian tablet besi sebaiknya dilakukan pada jeda makan dimana lambung tidak banyak makanan maka zat besi akan mudah diserap. 2007). memudahkan infeksi postpartum. Pemberian suplemen besi merupakan salah satu cara yang dianggap paling cocok bagi ibu hamil untuk meningkatkan kadar Hb sampai pada tahap yang diinginkan. ikan. telur. asfiksia. sayuran hijau.25 asam folat. kala dua berlangsung lama sehingga dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan.

Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. Pelayanan antenatal ini meliputi pemeriksaan kehamilan yang berupaya untuk mengoreksi penyimpangan dan intervensi dasar yang dilakukan (Ratna. 2010). . Definisi Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. asupan zat besi (Tarwoto. b. B. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. mental. pemilihan makanan tinggi zat besi. serta sosial ibu dan bayi. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan (Saifuddin. Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil secara berkala untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya. Tujuan Pemeriksaan Kehamilan a. 2009). triwulan kedua dari bulan ke 4 sampai bulan ke 6. Kehamilan 1. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan pertama yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan. 2. 2007).16 d) Pendidikan kesehatan yang meliputi pengetahuan anemia.

Mempersiapkan persalinan cukup bulan. jantung dan lain . e. ibu yang memiliki berat badan seimbang atau normal . Satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum usia 14 minggu) b. Oleh karena itu sebaiknya berat badan selama hamil jangan terlalu melonjak maupun terlalu minim. 2010). termasuk riwayat penyakit secara umum. Kebijakan Program Setiap wanita hamil memerlukan minimal 4 (empat) kali kunjungan selama periode antenatal : a. 3. d. ASI eksklusif. melahirkan dengan selamat.lain.) Pelayanan atau asuhan standar minimal termasuk “10 T” 1) Timbang berat badan dan ukur tinggi badan Pemantauan berat badan sangat penting selama masa kehamilan. kebidanan dan pembedahan. Ibu yang memiliki berat badan kurang maka selama masa kehamilan kenaikan berat badannya harus mencapai 12-16 kg. Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28) c. 2009. Kenaikan berat badan menunjukan kesehatan dan pertumbuhan janin.17 c. Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 2836 dan sesudah minggu ke-36) (Kusmiyati. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dapat dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal (Sarwono. diabetes mellitus. Ibu yang berat badannya terlalu melonjak akan berakibat pada preeklamsi. ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian f.

Cara untuk menentukan Indeks Masa Tubuh.8 g Zat besi (Fe) 15 g Vitamin A 800 IU Vitamin D 5 mg Tiamin 1.8) Pertambahan Berat Badan Kg Lh 12.5 mg 1. yaitu : IMT = Berat Badan(kg ) Tinggi Badan ( m ) x Tinggi Badan(m) Tabel 2. 2005) Hamil Menyusui 2500 60 g 1. dan ibu yang memiliki berat badan berlebih maka kenaikan berat badan selama kehamilan adalah 6-9 kg (Varney. 2007).2 g 15 g 1300 IU 10 mg 1.6 mg 17 mg 70 mg 2700 g 65 g 1.6 mg 1.8 mg 20 mg 90 mg Keseimbangan energi dicapai bila energi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan sama dengan energi yang dikeluarkan.1mg Riboflavin 1.2 Rekomendasi Pertambahan Berat Badan pada Wanita Hamil Dilihat dari BMI Pra Kehamilan Kategori Rendah (BMI <19.3 mg Niasin 15 mg Vitamin C 60 mg (Sumber : Bobak. 1 Kebutuhan Makanan Sehari-Hari Ibu Tidak Hamil. Tabel 2.2 g 30 g 800 IU 10 mg 1. Ibu Hamil dan Menyusui Kronik dan Zat Tidak Hamil Makanan Kalori 2200 Protein 50 g Kalsium (Ca) 0.18 kenaikan berat badan selama hamil antara 9-12 kg. Untuk menghitung keseimbangan energi input dan output dapat dihitung menggunakan IMT (Indeks Masa Tubuh).5-18 28-40 .

tekanan darah diastole berkisar antara 60-80 mmHg dan sistol 90-120 mmHg. Setelah usia kehamilan 20-32 minggu tekanan darah kembali normal. gagal ginjal. yakni 1x pada trimester pertama.5-16 7. Akan tetapi saat hamil terjadi penurunan tekanan darah. penyakit jantung koroner dan lain . Standar pemeriksaan tekanan darah adalah 4x selama masa kehamilan.19 Normal (BMI 19.hal buruk seperti eklampsi. Taksiranberat Berat badan Janin (TBJ) Fundus Uteri (dalam rumus cm) N] Johnson x 155 Taksiran janin= [Tinggi ditentukan berdasarkan Toshack : N : 13 bila kepala belum melewati pintu atas panggul N : 12 bila kepala masih berada diatas spina isciadika N : 11 bila kepala masih berada dibawah spina isciadika 2) Ukur Tekanan darah Saat kondisi tubuh normal .5 25-35 15-25 Taksiran Berat Badan Janin (TBBJ) Dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan janin dalam kandungan melalui pertambahan berat badan janin yang diukur saat palpasi abdomen. 2007) 11.lain. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas) . 1x pada trimester kedua 3) dan 2x pada trimester ketiga.8-26) Tinggi (BMI >26-29) (Varney. Peningkatan tekanan darah harus selalu dilihat selama masa kehamilan untuk menghindari hal .5-11.

Donald Usia Kehamilan 12 minggu 16 Minggu 20 minggu 22-27 minggu Tinggi Fundus Dalam cm Menggunakan penunjuk Badan Teraba diatas simfisis pubis Ditengah. tinggi fundus juga untuk menentukan tuanya kehamilan. 4) Ukur Tinggi fundus uteri Pengukuran fundus uteri selama kehamilan dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan janin di dalam rahim.4 TFU Menurut Aturan Mc. antara simfisis pubis dan umbilicus 20 cm (±2 cm) pada umbilicus Usia kehamilan dalam minggu = cm (± 2 cm) . Menentukan tinggi fundus uteri dengan menggunakan pita pengukur jika usia kehamilan >18 minggu. 2009 Tabel 2.prosesus xiphoideus (Px) Sumber: Sulistyawati.20 LILA adalah suatu cara untuk mengetahui risiko KEK wanita usia subur termasuk remaja putri.3 Menentukan Tinggi Fundus Cara Spielberg Usia Kehamilan 12 16 20 24 28 32 36 40 Tinggi Fundus Uteri (TFU) 3 jari di atas simfisis Pertengahan pusat-simfisis 3 jari di bawah pusat Setinggi pusat 3 jari di atas pusat Pertengahan pusat-prosesus xiphoideus (Px) 3 jari di bawah prosesus xiphoideus (Px) Pertengahan pusat. Pengukuran LILA tidak dapat digunakan untuk memantau perubahan status gizi dalam jangka pendek. Adapun pengukuran jarak symphisis fundus dengan cara Mc-DONALD. Tabel 2.

5 Jadwal Pemberian Imunisasi Tetanus Toxoid Interval (selang waktu minimal) TT 1 Pada kunjungan antenatal TT 2 4 minggu setelah TT TT 3 1 TT 4 6 minggu setelah TT TT 5 2 1 tahun setelah TT 3 1 tahun setelah TT 4 (Sumber Sarwono. Seorang ibu hamil akan mengalami penambahan volume darah selama kehamilannya. Setiap tablet mengandung 320 mg FeSO4. sehingga darah menjadi lebih encer dan kondisi ini yang dinamakan anemia kehamilan. Tablet ini berfungsi untuk pembentukan sel darah merah. asupan oksigen sedikit yang dapat . Anemia pada kehamilan akan mengakibatkan hal-hal seperti kelelahan pada ibu. 2010) Antige n 7) Lama Perlindungan Perlindungan 3 tahun 5 tahun 10 tahun 25 tahun/seumur hidup 80 % 95 % 95 % 99 % Pemberian Tablet zat Besi sebanyak 90 tablet selama kehamilan Tablet besi diberikan minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Tabel 2.21 28 minggu 28 cm (±2 cm) Ditengah antara umbilicus dan prosesus sifoideus Usia kehamilan dalam minggu = cm (± 2 cm) 36 minggu 36 cm (± 2 cm) Sumber : Sarwono. 2010 29-35 minggu Pada prosesus sifoideus 5) Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ) 6) Pemberian imunisasi Tetanus Toksoid TT lengkap Untuk melindungi janin yang akan dilahirkan terhadap tetanus neonatorum dianjurkan untuk memberikan tetanus toxoid pada ibu hamil.

Perubahan fisiologis wanita hamil Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh sistem genitalia wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan. 4. Imunisasi TT lengkap 5. Temu Wicara dalam rangka persiapan rujukan. Hal ini dilakukan sebagai perencanaan. 2010) meliputi : 1. Uterus Uterus yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan hyperplasia. 7. 6. Pemberian Tablet zat besi. Apabila suatu daerah tidak bisa melaksanakan 10 T sesuai kebijakan dapat dilakukan standar minimal pelayanan ANC yaitu 7 T (Sarwono. minimal 90 tablet selama kehamilan. Pengukuran Tekanan Darah 3. Hubungan antara besarnya rahim dan usia kehamilan penting untuk diketahui karena . Pengukuran TFU 4. sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan. Tes terhadap Penyakit Menular Seksual. Tes laboratorium (rutin dan khusus) Tatalaksana Kasus Temu wicara (konseling). a. antisipasi dan persiapan dini untuk pengambilan keputusan dalam melakukan rujukan jika terjadi komplikasi (DepKes RI 2010). Timbang Berat Badan 2.22 mengakibatkan kecacatan. atonia uteri pada saat kelahiran dan 8) 9) 10) perdarahan pasca salin.

. salah satunya meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. 3) Pada usia kehamilan 28 minggu. Vagina Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin berwarna merah dan kebiru-biruan (tanda chadwicks). 4) Pada usia kehamilan 36 minggu tinggi fundus uteri sekitar satu jari di bawah prosesus xifoideus. fundus rahim terletak dua jari di bawah pusat sedangkan pada usia 24 minggu tepat di tepi atas pusat.23 kemungkinan penyimpangan kehamilan. dan kepala bayi belum masuk pintu atas panggul. 5) Pada usia kehamilan 40 minggu fundus uteri turun setinggi tiga jari di bawah prosesus xifoideus. c. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. 2) Pada usia kehamilan 20 minggu. tinggi fundus uteri adalah setengah jarak prosesus xifoideus dan pusat. oleh karena saat ini kepala janin telah masuk pintu atas panggul. sehingga terjadi pengenceran darah (hemodialisis). Sebagai gambaran dapat dikemukakan sebagai berikut : 1) Pada usia kehamilan 16 minggu. d. tinggi rahim adalah setengah dari jarak simfisis dan pusat. Sirkulasi darah ibu Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor. b. Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah seperti : 1) Volume darah semakin meningkat dan jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah.

dan berpuasa saat kehamilan akan memproduksi lebih banyak ketosis. Penting bagi ibu hamil untuk selalu sarapan karena kadar glukosa darah ibu sangat berperan dalam perkembangan janin. . Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus f. g.24 2) Sel darah merah makin meningkatnya jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim (Manuaba. Sistem Muskuluskeletal Adanya sakit punggung dan ligament pada kehamilan tua disebabkan oleh meningkatnya pergerakan pelvis akibat pembesaran uterus kedepan karena tidak adanya otot abdomen. diperlambat oleh tingginya kadar progesterone. 200 mg sisanya untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuh. sehingga terjadi sembelit atau konstipasi. Pada metabolisme lemak terjadi peningkatan kadar kolesterol sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. peningkatan asupan kalsium sangat diperlukan untuk menunjang kebutuhan. Kebutuhan zat besi wanita hamil kurang lebih dari 1000 mg. Wanita hamil membutuhkan zat besi rata-rata 3. e. 500 mg dibutuhkan untuk meningkatkan massa sel darah merah dan 300 gram untuk transportasi ke fetus ketika kehamilan memasuki usia 12 minggu. Peningkatan kebutuhan kalsium mencapai 70 % dari diet biasanya. Oleh karena itu. Sistem Gastrointestinal Rahim yang semakin membesar akan menekan rectum dan usus bagian bawah. 2010). Sistem Metabolisme Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk pembentukan tulangnya dan ini terjadi ketika trimester terakhir.5 mg/hari.

8. merasa dirinya jelek. 2009). suku. Anamnesa 1) Anamnesa identitas isteri dan suami : nama. Perubahan psikologis 1. yang kelihatan seperti akan jatuh. umur. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang berulang terutama dibagian punggung. miksi. pekerjaan. Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal. dan tahun+1. defekasi. Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan. Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya. gaya berjalan juga berbeda dibandingkan ketika tidak hamil. Perasaan mudah terluka (sensitif). Pemeriksaan Kehamilan Pemeriksaan pada ibu hamil meliputi : a. perkawinan. bulan-3. 3. dan tidak menarik. aneh. bermimpi yang mencerminkan perhatian dan kekhwatirannya. b) Tentang haid. badan tertatih . Libido menurun (Sulistyawati. 7. Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu. 6.25 Bagi wanita yang kurus lekukan lumbalnya lebih dari normal dan menyebabkan lordosis dan gaya beratnya berpusat pada kaki bagian belakang. alamat 2) Anamnesa umum : a) Tentang keluhan-keluhan.tatih (Sulistyawati. 5. 2009). tidur. 6. 2. agama. nafsu makan. khawatir akan keselamatannya. . kapan mendapat haid teralhir (HPHT) untuk dapat menentukan taksiran persalinan berdasarkan rumus Neagle : hari+7. Selain sikap tubuh yang lordosis. Rasa tidak nyaman timbul kembali. pendidikan terakhir. Merasa kehilangan perhatian. 5. 4.

keguguran. nadi. Pada letak membujur sungsang. presentasi 3) Gerakan janin 4) Kontraksi rahim Braxton-Hicks dan his. kepala bulat keras dan melenting pada goyangan. pada letak kepala akan teraba bokong pada fundus tidak keras dan tidak melenting. Perkusi Pemeriksaan ini tidak begitu banyak artinya. b. sehingga perkiraan umur kehamilan dapat disesuaikan dengan tanggal haid terakhir. d. meliputi tekanan darah. persalinan. pada letak lintang fundus uteri tidak diisi oleh bagianbagian janin. . suhu. Palpasi perut untuk menentukan : 1) Besar dan konsistensi rahim 2) Bagian-bagian janin. kepala dan bahu sedikit lebih tinggi dengan memakai bantal. letak. paru-paru. dan tidak bulat. kecuali bila ada sesuatu indikasi. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu hamil.26 c) Tentang kehamilan. dan kehamilan ektopik atau kehamilan mola sebelumnya. pernapasan. Manuver palpasi menurut Leopold : 1) Leopold I a) Kedua telapak tangan pada fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus uteri. Palpasi Ibu hamil dengan posisi berbaring telentang. b) Bagian apa yang terletak di fundus uteri. c. Inspeksi dan Pemeriksaan Fisik Diagnostik Pemeriksaan seluruh tubuh secara baik. jantung.

b) Pada letak lintang dapat ditetapkan di mana kepala janin. Pada letak lintang simfisis pubis akan teraba kosong. a) Letak membujur dapat ditetapkan punggung anak. . yang teraba rata dengan tulang iga seperti papan cuci.27 2) Leopold II Kemudian kedua tangan diturunkan menelusuri tepi uterus untuk menetapkan bagian apa yang terletak di bagian samping. b) Kepala akan teraba bulat dan keras sedangkan bokong teraba tidak keras dan tidak bulat. 3) Leopold III a) Menetapkan bagian apa yang terdapat di atas simfisis pubis.

Yang kita dengarkan adalah: 1) a) b) c) 2) a) b) c) Dari janin DJJ pada bulan 4-5 normalnya 120-160 x/menit Bising tali pusat Gerakan dan tendangan janin Dari ibu Bising rahim (uterine souffle) Bising aorta Peristaltik usus. e. pemeriksa menghadap ke arah kaki ibu untuk menetapkan bagian terendah janin yang masuk pintu atas panggul. maka tangan yang melakukan pemeriksaan divergen. . Auskultasi Monoaural (stetoskop obstetrik) untuk mendengarkan denyut jantung janin (DJJ).28 4) Leopold IV a) Pada pemeriksaan Leopold IV. sedangkan bila lingkaran terbesarnya belum masuk PAP. b) Bila bagian terendah telah masuk PAP telah melampaui lingkaran terbesarnya. maka tangan pemeriksa konvergen.

hidung. . Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan dalam dilakukan untuk mengetahui : 1) Bagian terbawah janin 2) Bila bagian terbawah adalah kepala. atau 12% atau 75-100 gram per hari. Sedangkan kelebihan konsumsi makanan pada ibu hamil akan berakibat kegemukan. 2009). dapat diraba anus. dan panggul (Kusmiyati. dan sebagainya. pembukaan serviks. preeklampsi dan janin terlalu besar. 7. sepsis puerperalis. b. Kebutuhan Energi Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan pada ibu hamil untuk meningkatkan asupan energinya sebesar 285 kkal per hari. abortus. yang terdiri atas : 1) Protein Ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan protein sebanyak 68 % selamakehamilan. UUB. Kekurangannutrisi dapat menyebabkan anemia. IUGR. Kebutuhan Fisik Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutlak harus dipenuhi. dapat ditentukan posisi UUK. 3) Bila letak sungsang. orbita. inersia uteri. Hal penting yang harus di perhatikan adalah cara mengatur menu dan pengolahan menu tersebut dengan berpedoman pada Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). dan tuber ischii. Secara umum dapat dievaluasi keadaan vagina. dagu. Kebutuhan Ibu Hamil a. turunnya bagian terbawah janin.29 f. serviks. sacrum. caput sucsedanum. mulut. pendarahan pasca persalinan.

dan tidur menjadi lebih nyenyak.30 2) Zat Besi Diberikan pada usia kehamilan 12 minggu sebesar 30-60 gram setiap hari selama kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk mencegah anemia postpartum. c. Asam fola tsebaiknya diberikan pada 28 hari setelah ovulasi atau 28 hari setelah kehamilan karena sumsum tulang belakang dan otak dibentuk pada minggu pertama kehamilan. seperti sayuran warna hijau. Obat-obatan Jika kondisi ibu hamil tidak dalam keadaan yang benarbenar berindikasi untuk diberikan obat-obatan. dan beberapa bahan makanan nabati. karena itu. 4) Kalsium Kadar kalsium pada ibu hamil mengalami penuranan sebesar 5 %. e. pencernaan menjadi lebih baik. nafsu makan bertambah. trimester II sebesar 660 mikrogram. dan trimester III sebesar 470 mikrogram. . Sumber utama kalsium adalah susu. sarang burung. 3) Asam Folat Kebutuhan Asam folat selama trimester I sebesar 280 mikrogram. asupan yang optimal perlu dipertimbangkan. d. Senam Hamil Senam hamil berfungsi melancarkan sirkulasi darah. dan hasil olahannya udang. karena kemungkinan terpapar kuman dan zat toksik yang berbahaya bagi ibu dan janin akan terminimalisasi. Lingkugan bersih disini adalah temasuk bebas dari populasi udara seperti asap rokok. Lingkungan yang Bersih Salah satu pendukung untuk keberhasilan yang sehat dan aman adalah adanya lingkungan yang bersih. sarden dalam kaleng. sebaiknya pemberian obat dihindari.

tidak jarang ibu akan mengalami kelelahan. Jika tidak dibersihkan (dengan mandi). Pakaian Pemakaian pakaian dan kelengkapannya yang kurang tepat akan mengakibatkan beberapa ketidaknyamanan yang akan mengganggu fisik dan psikologis ibu. dan untuk mengurangi rasa nyeri pada perut. e) Jika di temukan pengluaran cairan yang berwarna kekuningan dari payudara. maka ibu hamil akan sangat mudah untuk terkena penyakit i. kulit. salah satunya beban berat pada perut sehingga terjadi perubahan sikap tubuh. h. berarti produksi ASI telah dimulai. d) Bersihkan puting susu ibu dengan baby oil4. yang menyebabkan ibu akan lebih terkena penyakit. ganjal dengan bantal pada perut bawah sebelah kiri. c) Hindari membersihkan puting susu dengan sabun mandi. Pada trimester akhir kehamilan sering diiringi dengan bertambahnya ukuran janin sehingga terkadang ibu kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan nyaman untuk tidur. Keringat yang menempel di kulit meningkatkan kelembapan kulit dan memungkinkan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. j. Istirahat dan Rekreasi Adanya perubahan fisik pada ibu hamil. Eliminasi . g. Posisi tidur yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring kekiri. Kebersihan Tubuh Perubahan sistem metabolisme mengakibatkan peningkatan pengeluaran keringat. oleh karena itu istirahat dan tidur sangat penting untuk ibu hamil.31 f. kaki kiri lurus. Perawatan Payudara Hal-hal yang harus di perhatikan dalam perawatan payudara : a) Hindari pemakaian bra yang terlalu ketat b) Gunakan bra dengan bentuk penyanggah payudara. kaki kanan sedikit menekuk dan diganjal dengan bantal.

menyebabkan infeksi janin intrauteri. desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan bertambahanya konstipasi. 2009). salah satunya otot usus. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otot-otot polos.semua perlengkapan yang dibutuhkan sudah siap (Sulistyawati.32 Keluhan yang sering muncul pada kehamilan berkaitan dengan eliminasi adalah konstipasi dan sering berkemih. Ketidaknyamanan Trimester III 1) Sesak nafas a) sikap tubuh yang benar b) tidur dengan bantal ekstra c) porsi makan kecil tapi sering . Selain itu. Jika ibu sudah mengalami dorongan . 4) Bila ketuban sudah pecah. 8. Persiapan Persalinan Meskipun perkiraan persalinan masih lama tidak ada salahnya jika ibu dan keluarga mempersiapkan persalinan sejak jauh hari sebelumnya. Kebutuhan Seksual Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada riwayat penyakit seperti : 1) Abortus dan kelahiran premature 2) Pendarahan pervaginam 3) Koitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir kehamilan. koitus dilarang karena dapat l. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih hangat ketika perut dalam keadaan kosong. Minum air putih hangat ketika perut dalam keadaan kosong dapat merangsang gerakan peristaltik usus. maka segeralah untuk buang air besar agar tidak terjadi konstipasi. k. Ini dimasukkan agar terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan atau persalinan maju dari perkiraan.

Perdarahan pervaginam Perdarahan pada masa kehamilan lanjut yaitu perdarahan yang terjadi pada kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum persalinan. atur posisi. c. b. 3) Sering BAK a) latihan senam kegel b) batasi minum sebelum tidur 4) Kontraksi brackton hicks a) istirahat. cara bernafas b) usap-usap punggung 5) Oedema a) minum cukup b) memakai stocking c) istirahat paha dan kaki ditinggikkan 6) Varises a) istirahat paha dan kaki diangkat selama 1 jam .33 d) jangan merokok 2) Insomnia a) istirahat sambil mengusap punggung b) minum susu hangat c) topang bagian tubuh dengan bantal. sakit kepala yang menetap. Penglihatan kabur . Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat. Sakit kepala yang hebat Sakit kepala yang hebat dapat terjadi selama kehamilan dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. 2010) 9. Tanda Bahaya Kehamilan a. kurang lebih 2x sehari b) jangan berdiri terlalu lam c) memakai stocking 7) Haemoroid a) jangan duduk terlalu lama b) posisi tidur miring c) makan makanan yang berserat d) obat suppositoria atas indikasi dokter (Saryono. tidak hilang dengan istirahat. Perdarahan tidak normal bila terdapat tanda-tanda berikut ini keluar darah merah segar atau kehitaman dengan bekuan dan disertai rasa nyeri.

pada akhir kala I atau awal kala. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. jari tangan. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm maupun aterm. Gerakan janin tidak teraba Gerakan janin adalah suatu hal yang biasa terjadi pada kehamilan yaitu pada usia kehamilan 20-24 minggu. C. Hal yang paling penting bahwa ibu hamil perlu waspada terhadap jumlah gerakan janin. dan tidak hilang setelah beristirahat (Kusmiyati. e. dan muka. menetap. Normalnya ketuban pecah f. Definisi . Persalinan 1. Bengkak pada muka dan tangan Edema adalah penimbunan cairan secara umum dan belebihan dalam jaringan tubuh dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki. Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. g. ibu hamil perlu melaporkan jika terjadi penurunan/gerakan janin yang terhenti.34 Penglihatan kabur merupakan salah satu tanda yang menunjukkan adanya preeklamsia berat yang mengarah pada eklamsia. Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks serebri atau didalam retina (edema retina dan spasme pembuluh darah). Keluar Cairan Pervaginam Keluarnya cairan berupa air – air dari vagina pada trimester 3. Nyeri perut yang hebat Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat. d. 2009).

2010). yang penting dan saling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman. termasuk penatalaksanaan bayi baru lahir (Sarwono. Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). Tanda dan Gejala Inpartu a. Lima Benang Merah dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi Ada lima aspek dasar atau lima benang merah. Membuat keputusan klinik b. Berbagai aspek tersebut melekat pada setiap persalinan. Pencatatan (Rekam Medik) asuhan persalinan e. 2. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir (Sarwono. Rujukan Lima benang merah ini akan selalu berlaku dalam penatalaksanaan persalinan. Asuhan sayang ibu c. Pencegahan infeksi d. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Saifuddin. . 2007). lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. 3. Dorongan ingin meneran b. dan janin turun ke dalam jalan lahir. 2010). Tekanan yang semakin meningkat pada rectum/anus c. Lima benang merah tersebut adalah : a. Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks. 2009). Proses ini dimulai dengan kontraksi persalinan sejati yang ditandai oleh perubahan progresif pada serviks dan diakhiri dengan pelahiran plasenta (Varney.35 Persalinan adalah rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. mulai dari kala satu hingga kala empat. Perineum menonjol d. 2009). Vulva – vagina dan sfingter anal membuka (Sarwono. baik normal maupun patologis.

Kala I Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) sehingga serviks membuka lengkap (10 cm). mudah digerakkan.36 Tabel 2. bagian terbesar kepala belum masuk panggul. kala I persalinan terdiri atas dua fase. H III – IV Kepala di dasar panggul H IV Di perineum = 5/5 = 2/5 = 1/5 = 0/5 (Saifuddin.6 Penurunan kepala Janin Menurut Sistem Perlimaan PEMERIKSAAN LUAR PERIKSA DALAM KETERANGAN - Kepala di atas PAP. 2008). fase laten dan fase aktif (APN. 1) Fase laten pada kala satu persalinan: . 2010) 4. = 4/5 H I – II Sulit digerakkan. H III+ Bagian terbesar kepala sudah masuk panggul.Fase Dalam Persalinan a. Fase . = 3/5 H II – III Bagian terbesar kepala belum masuk panggul.

aseton dan protein: setiap 2-4 jam. (b) Pembukaan servik kurang dari 4 cm. e) Penurunan bagian terbawah janin: setiap 4 jam. 2) Fase aktif pada kala satu persalinan : a) Frekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika . Hal ini dapat dicatat secara terpisah. d) Pembukaan serviks: setiap 4 jam. Tanggal dan waktu harus dituliskan setiap kali membuat catatan fase laten persalinan. c) Nadi: setiap ½ jam. Kondisi ibu dan bayi harus dinilai dan dicatat dengan seksama. (c) Biasanya berlangsung hingga dibawah 8 jam Dan pencatatan Selama fase laten. baik dicatatan kemajuan persalinan maupun di buku KIA atau Kartu Menuju Sehat (KMS) ibu hamil. f) Tekanan darah dan temperatur tubuh: setiap 4 jam. b) Frekuensi dan lamanya kontraksi uterus: setiap ½ jam.37 (a) Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan servik secara bertahap. pengamatan dan pemeriksaan harus dicatat. yaitu: a) Denyut jantung janin: setiap ½ jam. g) Produksi urin.

abortus (keguguran) (c) Nomor catatan medis/nomor puskesmas (d) Tanggal dan waktu mulai dirawat (atau jika dirumah. umur (b) Gravida.38 terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih). c) Terjadi penurunan bagian terbawah janin Dan Pencatatan Selama Fase Aktif Persalinan: Lembar Depan Partograf Halaman depan partograf mencantumkan bahwa observasi dimulai pada fase aktif persalinan dan menyediakan lajur dan kolom untuk mencatat hasil-hasil pemeriksaan selama fase aktif persalinan. para. termasuk : 1) Informasi Tentang Ibu (a) Nama. tanggal dan waktu penolong persalinan mulai merawat ibu) (e) Waktu pecahnya selaput ketuban 2) Kondisi Janin (a) DJJ (b) Wama dan adanya air ketuban (c) Penyusupan (molase) kepala janin 3) Kemajuan Persalinan (a) Pembukaan servik . biasanya dengan kecepatan 1 cm atau lebih per jam hingga pembukaan lengkap (10 cm). b) Serviks membuka dari 4 ke 10 cm.

Itulah sebabnya bagian ini disebut sebagai catatan persalinan. aseton atau protein) (c) Asuhan. tekanan darah dan temperatur tubuh (b) Urin (volume. Nilai dan catatan asuhan yang diberikan pada ibu dalam masa nifas terutama selama persalinan kala IV untuk memungkinkan penolong persalinan mencegah terjadinya penyulit dan membuat keputusan klinik yang sesuai. Pencatatan pada lembar belakang partograf merupakan bagian untuk mencatat hal-hal yang terjadi selama proses persalinan dan kelahiran serta tindakan-tindakan yang dilakukan sejak persalinan kala I hingga kala IV (termasuk bayi baru lahir).39 (b) Penurunan bagian terbawah janin atau presentasi janin (c) Garis waspada dan garis bertindak 4) Jam dan Waktu (a) Waktu mulai fase aktif persalinan (b) Waktu aktual saat pemeriksaan atau penilaian 5) Kontraksi uterus Frekuensi dan Lamanya 6) Obat-obatan dan Cairan Yang Diberikan (a)Oksitosin (b) Obat-obatan lainnya dan cairan IV yang diberikan 7) Kondisi Ibu (a) Nadi. . pengamatan dan keputusan klinik lainnya (dicatat dalam kolom yang tersedia di sisi partograf atau di catatan kemajuan persalinan).

c) Perineum menonjol. 2008). Tanda pasti kala dua ditemukan melalui pemeriksaan dalam (informasi objektif) yang hasilnya adalah : a) Pembukaan serviks telah lengkap . e) Meningkatnya pengeluaran lendir dan nulipara umumnya bercampur sedikit darah (APN. terutama pada pemantauan kala IV (mencegah terjadinya perdarahan pasca salin). Kala dua disebut juga kala pengeluaran bayi. Gejala dan tanda kala dua persalinan: a) Ibu merasa ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi. Kala II Kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi.40 Dokumentasi ini sangat penting untuk membuat keputusan klinik. d) Vulva-vagina dan sfingter ani membuka. Catatan dalam persalinan terdiri dari unsur – unsur berikut : data atau informasi umum. 1. kala I. bayi baru lahir dan kala IV (APN. kala II. 2008). Selain itu catatan persalinan (yang diisi dengan lengkap dan benar) dapat pula digunakan untuk menilai sejauh mana telah dilakukan asuhan persalinan yang aman dan bersih. kala III. b. b) Ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rektum dan vaginanya.

2. berjongkok. beritahu ibu bahwa dorongan alamiahnya yang mengisyaratkan ibu untuk meneran dan kemudian beristirahat diantara kontraksi. baik berdiri. Pada penatalaksanaan fisiologi kala II ibu memegang kendali dan mengatur saat meneran. Pada masa sebelum ini. segera terjadi setelah pembukaan lengkap. Setelah terjadi pembukaan lengkap. Penatalaksanaan Fisiologi Kala II Proses fisiologi kala II diartikan sebagai serangkaian peristiwa alamiah yang terjadi sepanjang periode tersebut dan diakhiri dengan lahirnya bayi secara normal (dengan kekuatan ibu sendiri). atau miring atau dapat mempersingkat kala II. Beri keleluasaan ibu untuk mengeluarkan suara selama persalinan dan kelahirannya jika ibu memang menginginkannya atau dapat mengurangi rasa tidak nyaman yang dialaminya. Perlu diingat bahwa sebagian besar daya dorong untuk melahirkan bayi adalah kontraksi uterus.41 b) Terlihatnya bagian kepala bayi melalui introitus vagina atau membuka vulva. Penolong persalinan hanya memberikan bimbingan tentang cara meneran yang efektif dan benar. sebagian besar penolong akan segera memimpin persalinan dengan menginstruksikan untuk menarik nafas panjang dan meneran. Gejala dan tanda kala II juga merupakan mekanisme alamiah bagi ibu dan penolong persalinan bahwa proses pengeluaran bayi sudah dimulai. Meneran . Ibu dapat memilih posisi yang nyaman.

42 hanya menambah daya kontraksi untuk mengeluarkan bayi (APN. (e) PH arteri menurun. 2008). dan aliran darah tali pusat. 2) Sirkulasi Janin Sirkulasi janin dipengaruhi oleh posisi ibu . b. 3. Adaptasi perubahan Fisiologi dan Psikologi a. sehinggga mengurangi perfusi mengurangi ruang intervilosa. Perubahan yang terjadi : (a) 7-2 ml air ketuban diperas keluar dari paru-paru selama persalinan pervaginam . 3) Pernafasan dan Prilaku Lain Janin Perubahan – perubahan tertentu kemoreseptor pada aorta dan badan menstimulasi carotid guna mempersiapkan janin untuk memulai pernafasan selama lahir. Adaptasi janin 1) Denyut jantung janin (DJJ) Untuk memprediksikan keadaan janin yang berkaitan dengan oksigenasi DJJ rata. Kontraksi uterus selama masa persalinan cenderung mengurangi sirkulasi melalui anterior spirallis.rata pada aterm adalah 140 denyut permenit sedangkan DJJ normal adalah 110-160 denyut permenit. tekanan darah . 2100 ml darah dikeluarkan dari uterus dan masuk kedalam system vaskuler ibu. (b) Tekanan oksigen (Po2) janin menurun (c) Tekanan karbondioksida PCO2 arteri meningkat (d) PH arteri meningkat . Hal ini . kontraksi uterus. Adaptasi Ibu 1) Perubahan Kardiovaskuler Pada setiap kontraksi.

43 meningkatkan curah jantung sekitar 10-15 % pada tahap I persalinan dan sekitar 30-40 % pada tahap II persalinan. 3) Perubahan pada ginjal Pada Trimester ke II kandung kemih menjadi organ abdomen. Diaphoresis . Perubahan sensori terjadi saat wanita masuk ke tahap I persalinan dan masuk kesetiap . 5) Perubahan Muskuluskeletal Dapat mengalami stress selama masa persalinanan. meskipun meregang namun dapat terjadi robekan – robekan kecil pada kulit sekitar introitus vagina meskipun tidak dilakukan episiotomy atau tidak ada laserasi. pada individu tingkat distensibilitas berbeda.selama persalinan wanita dapat mengalami kesulitan untuk berkemih secara spontan akibat dari : (a) Oedem jaringan akibat tekanan bagian presentasi. Nyeri punggung dan nyeri sendi terjadi sebagai akibat semakin renggangnya sendi pada masa aterm. (c) Sedasi dan rasa malu. Apakah terisi kandung kemih diatas simfysis fubis. 6) Perubahan Neurologis Menunjukan bahwa timbul stress dan rasa tidak nyaman pada masa persalinan. 4) Perubahan Integument Terlihat pada gaya distensibilitas daerah introitus vagina (muara vagina) . (b) Rasa tidak nyaman. keletihan. 2) Perubahan pernafasan Peningkatan aktivitas fisik dan peningkatan pemakaian O₂ terlihat dari peningkatan frekuensi pernafasan. Hiferventilasi dapat menyebabkan alkalosis respiratorik (PH meningkat) hipoksia dan hipokapnea (CO₂ menurun). proteinuria dan kemungkinan peningkatan suhu menyertai aktivitas yang menyolok.

maka . Saat kepala masuk PAP dengan sutura sagitalis melintang dijalan lahir. 7) Perubahan Pencernaan Bibir dan mulut dapat menjadi kering akibat wanita bernafas melalui mulut. tulang parietal kanan dan kiri sama tinggi. Mekanisme Persalinan Normal Mekanisme persalinan merupakan gerakan janin dalam menyesuaikan dengan ukuran dirinya dengan ukuran panggul saat kepala melewati panggul. mortilitas dan aborsi saluran cerna menurun dan waktu pemasangan lambung menjadi lambat . prostaglandin.44 tahap berikutnya.. persalinan dapat diakibatkan oleh penurunan Awitan kadar progesterone dan peningkatan estrogen. dan sedawa juga terjadi sebagai respon reflex terhadap dilatasi serviks lengkap. Gerakan janin dalam persalinan menurut Kusmiyati (2009) adalah sebagai berikut : a) Engangement Engangement adalah peristiwa ketika diameter biparietal melewati PAP dengan sutura sagitalis melintang dijalan lahir dan sedik fleksi. dehidrasi dan sebagai respon emosi terhadap persalinan. 2007). muntah. Selama persalinan. Metabolisme meningkat dan aliran darah dapat menurun akibat proses persalinan (Prawirohardjo. dan oksitosin. 8) Perubahan Endokrin Sistem Endokrin aktif selama persalinan. mual. Mula – mula wanita merasa euphoria kemudian menjadi serius dan mengalami amnesia diantara fraksi selama tahap ke II akibatnya wanita merasa senang atau merasa letih saat melahirkan. 4.

b) Penurunan Kepala (1) Dimulai sebelum onset persalinan atau inpartu. d) Rotasi Dalam Atau disebut juga putaran paksi dalam adalah pemutaran bagian terendah janin dari posisi sebelumnya kearah depan sampai ke simfysis.45 keadaan ini disebut sinklitismus. (4) Pada pemeriksaan dalam ubun-ubun kecil lebih jelas teraba daripada ubun –ubun besar. (2) Kekuatan yang mendukung menurut Cuningham (1995) dan (a) (b) (c) (d) Varney (2002) Tekanan cairan ambnion Tekanan langsung fundus pada bokong Kontraksi otot-otot abdomen Ekstensi dan pelurusan badan janin atau tulang belakang c) Fleksi (1) Gerakan fleksi disebabkan karena janin terus didorong maju tetapi kepala janin terhambat oleh serviks. dinding panggul atau dasar panggul. Sedangkan apabila sutura sagitalis lebih dekat ke promontorium atau ke simfysis maka hal ini disebut Asinklitismus. Penurunan kepala terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya. (2) Pada kepala janin. Yang mana terbagi menjadi 2 diantaranya: (1) Asinklitismus Posterior adalah keadaan sutura sagitalis mendekati simfysis dan tulang parietal belakang lebih rendah daripada tulang parietal depan. (3) Posisi dagu bergeser kearah dada janin. (2) Asinklitismus Anterior adalah keadaan sutura sagitalis mendekati promontorium dan tulang parietal depan lebih rendah daripada tulang parietal belakang. dengan adanya fleksi maka diameter oksipitofrontalis 12 cm berubah manjadi suboksipitobregmatika 9cm. Bila presentasi belakang kepala dimana .

Pada pemeriksaan dalam UUK mengarah ke jam 12. Rotasi ini terjadi setelah kepala melewati Hodge III (setinggi spina) atau setelah didasar panggul. Sebab terjadinya putaran paksi dalam yaitu : (a) Bagian terendah kepala adalah bagian belakang kepala pada letak fleksi (b) Bagian belakang kepala mencari tahanan yang paling sedikit yang . Rotasi dalam terjadi bersamaan dengan majunya kepala. Gerakan ini adalah upaya kepala janin untuk menyesuaikan dengan bentuk jalan lahir yaitu bentuk bidang tengah dan pintu bawah panggul.46 bagian terendah janin adalah UUK maka akan memutar kedepan sampai berada dibawah simpisis.

Ada dua gaya yang mempengaruhi pada saat kepala janin masuk kedasar panggul yaitu : (1) Gaya dorong dari fundus uteri kearah belakang (2) Tahanan dasar panggul dan simpisis kea rah belakang. Hasil kerja dari dua gaya tersebut mendorong ke vulva dan terjadilah ekstensi. sehingga kepala menyesuaikan dengan cara ekstensi agar dapat melaluinya. e) Ekstensi Gerakan ekstensi merupakan gerakan dimana oksiput berhimpit langsung pada margo inferior simfisis fubis. Disebabkan sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan atas. sama seperti pada rotasi dalam. (1) UUK memutar kearah punggung janin. bagian belakang kepala berhadapan dengan tuber iskhiadikum kanan atau kiri. f) Rotasi luar Terjadinya gerakan rotasi luar atau putar paksi luar dipengaruhi oleh faktor-faktor panggul. sedangkan muka janin .47 disebelah depan atas yaitu hiatus genitalis antara muskulus levator ani kiri dan kanan.

badan dan seluruhnya. persalinan kala tiga dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban. Bila UUK pada mulanya disebelah kiri maka UUK berputar kearah kiri. dimana satu bahu di anterior di belakang simpisis dan bahu yang satunya dibagian posterior dibelakang perineum. bahu depan berfungsi sebagai hypomochlion untuk kelahiran bahu belakang. . Jadi secara singkat. Kala III Kala tiga Persalinan disebut juga sebagai kala uri atau kala pengeluaran plasenta. bila pada mulanya UUK disebelah kanan maka UUK berputar kekanan. otot uterus (moimetrium) berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi. Gerakan kelahiran bahu depan. (2) Gerakan rotasi luar atau putaran ini menjadikan diameter biakrominal janin searah dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul. Kemudian setelah kedua bahu lahir disusul lahirnya trochanter depan dan belakang sampai lahir janin seharusnya. g) Ekspulsi Setelah terjadinya rotasi luar. Kala tiga dan empat persalinan merupakan kelanjutan dari kala satu (kala pembukaan) dan kala dua (kala pengeluaran bayi).48 menghadap salah satu paha ibu. bahu belakang. 1 ) Fisiologi Kala III Pada kala III persalinan. c. (3) Sutura sagitalis kembali melintang.

Setelah lepas. Setelah bayi lahir dan sebelum miometrium mulai berkontraksi. Apabila kumpulan darah (retroplacental pooling) dalam ruang diantara dinding uterus dan permukaan dalam plasenta melebihi kapasitas tampungnya maka darah tersembur keluar dari tepi plasenta yang terlepas (APN. 2008). uterus berbentuk segitiga atau seperti buah pear dan fundus berada diatas pusat (seringkali mengarah kesebelah kanan).49 Penyusutan ukuran ini menyebabkan berkurangnya ukuran tempat perlekatan plasenta. uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi fundus biasanya dibawah pusat. . b) Tali pusat memanjang. plasenta akan turun ke bagian bawah uterus atau kedalam vagina. Darah yang terkumpul dibelakang plasenta akan membantu mendorong plasenta keluar dibantu oleh gaya gravitasi. 2) Manajemen Aktif Kala III Tujuan manajemen aktif kala III adalah untuk menghasilkan kontraksi uterus lebih efektif sehingga dapat mempersingkat waktu. Tali pusat terlihat menjulur keluar melalui vulva (Tanda Ahfeld). menebal dan kemudian lepas dari dinding uterus. Karena tempat perlekatan menjadi semakin kecil. c) Semburan darah mendadak dan singkat. Setelah uterus berkontraksi dan plasenta terdorong kebawah. Tanda-tanda lepasnya plasenta mencakup beberapa atau semua hal-hal dibawah ini : a) Perubahan bentuk dan tinggi fundus. sedangkan ukuran plasenta tidak berubah maka plasenta akan terlipat.

(d) Periksa kemungkinan perdarahan dari robekan (laserasi atau episiotomi) perineum. 3) Keuntungan manajemen aktif kala III a) Persalinan kala III lebih singkat. b) Melakukan penegangan tali pusat terkendali. 2008). Kala IV Persalinan kala IV dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam setelah itu.50 mencegah perdarahan dan mengurangi kehilangan darah kala III jika dibandingkan dengan penatalaksanaan fisiologis (APN. 2008). (b) Evaluasi tinggi fundus dengan meletakan jari tangan secara melintang dengan pusat sebagai patokan. . d. (c) Memperkirakan kehilangan darah secara keseluruhan. c) Mengurangi kejadian retensio plasenta (APN. b) Mengurangi jumlah kehilangan darah. c) Masase fundus uteri (APN. 1) Asuhan Dan Pemantauan Kala IV : (a) Lakukan rangsangan taktil uterus untuk merangsang uterus berkontraksi lebih kuat dan baik. 4) Manajemen aktif kala III terdiri dari tiga langkah utama: a) Pemberian suntikan oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir. (e) Evaluasi keadaan umum ibu. Umumnya fundus uteri setinggi atau beberapa jari dibawah pusat. 2008).

atur posisi ibu agar nyaman. (b) Masase uterus untuk membuat kontraksi uterus menjadi baik setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua. tingkatkan frekuensi penilaian ibu. (c) Pantau temperature setiap jam dalam dua jam pertama pascasalin. Periksa perineum dan vagina setiap 15 menit selama satu jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua. nadi. (e) Ajarkan ibu dan keluarganya bagaimana menilai kontraksi uterus dan bagaimana melakukan masase pada uterus yang lembek. tinggi fundus uteri. segera setelah asuhan diberikan atau setelah penilaian dilakukan. kandung kemih dan darah yang keluar setiap 15 menit pada satu jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua. Jaga agar bayi diselimuti dengan baik. duduk bersandarkan bantal atau berbaring miring. .51 (f) Dokumentasi semua asuhan dan temuan selama persalinan kala IV dibagian belakang partograf. barsihkan dan bantu ibu mengenakan baju atau sarung yang bersih dan kering. (f) Minta anggota keluarga untuk memeluk bayi. (d) Nilai perdarahan. 2) Asuhan Kala IV Persalianan (a) Pantau takanan darah. Jika ada temuan yang tidak normal.

2008). Nifas 1 Definisi . Membuat catatan dan pelaporan serta melakukan pendokumentasian terhadap asuhan yang telah diberikan (Rochjati. 6. Posisi duduk atau setengah duduk dapat memberikan rasa nyaman bagi ibu dan memberikan kemudahan baginya untuk beristirahat diantara kontraksi. b. retensio plasenta dan perdarahan postpartum karena atonia uteri. Posisi jongkok memungkinkan wanita untuk merasa lebih terkontrol dan menghasilkan reflex mengedan yang lebih efektif (Depkes. mencari posisi meneran yang paling efektif dan menjaga sirkulasi utero-plasenter tetap baik. Posisi Saat Persalinan Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang paling nyaman. 2003). Menemukan diagnosa yang memerlukan tindakan segera serta berkolaborasi dengan dokter. Mengirim klien ke pelayanan kesehatan yang berwenang. partus lama sehingga dapat melelahkan dan memerlukan tindakan operasi kebidanan.52 5. a. Asuhan Persalinan Pada Kasus Anemia Asuhan persalinan pada kasus anemia dapat ditegakkan sesuai dengan penyebab gangguan persalinan pada kasus anemia seperti gangguan his/kekuatan mengejan. Ibu dapat mengubah-ubah posisi secara teratur selama kala II karena hal ini dapat membantu kemajuan persalinan. D. Keuntungan dari kedua posisi ini adalah gaya gravitasi untuk membantu ibu melahirkan bayinya. Memberikan asuhan kebidanan persalinan dapat melalui konsultasi dan rujukan pada saat persalinan dengan melibatkan klien dan keluarga.

. c Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari – hari. pengeluaran lochea. Oleh karena itu. b Mendeteksi masalah. Peran Bidan pada Masa Nifas a Memberi dukungan yang terus menerus selama masa nifas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan ibu agar mengurangi ketegangan fisik b dan psikologis selama persalinan dan nifas. Sebagai promotor hubungan yang erat antara ibu dan bayi secara c fisik dan psikologis. Mengondisikan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara meningkatkan rasa nyaman. menyusui. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Saifuddin. keluarga berencana. 2009).53 Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. tekanan darah dan suhu. baik fisik maupun psikologi. 2006). bidan dengan teratur harus melakukan pemeriksaan kontraksi uterus. misalnya perdarahan karena atonia uteri. nutrisi. d 3 Memberikan pelayananan keluarga berencana (Saleha. mengobati. 2 Tujuan Asuhan pada Masa Nifas a Menjaga kesehatan ibu dan bayinya. Pada masa ini sering terdapat banyak masalah. 4 Tahap Masa Nifas Periode Immediate Postpartum Masa segera setelah plasenta lahir sampai dengan 24 jam. dan merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.

Periode Late Postpartum (1 minggu – 5 minggu) Pada periode ini. tidak demam. Sistem Reproduksi 1) Involusi a) Pengertian Involusi atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan berat sekitar 60 gram. Otot – otot uterus segera . Pada akhir minggu kedua setelah persalinan menjadi kurang lebih 300 gram. bidan tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan sehari – hari serta konseling KB (Saleha. tidak ada perdarahan. Satu minggu setelah melahirkan beratnya menjadi kurang lebih 500 gram. ibu cukup mendapatkan makanan dan cairan. uterus mencapai ukuran besar pada masa sebelum hamil sampai dengan kurang dari 4 minggu. lochea tidak berbau busuk. Proses ini dimulai segera setelah plasenta lahir akibat kontraksi otot polos uterus. 5 Perubahan Fisiologis Masa Nifas a. setelah itu menjadi 100 gram atau kurang. serta ibu dapat menyusui c dengan baik.54 b Periode Early Postpartum (24 jam – 1 minggu) Pada fase ini bidan memastikan involusi uteri dalam keadaan normal. berat uterus setelah kelahiran kurang lebih 1 kg sebagai akibat involusi. 2009). b) Proses Involusi Uterus Dalam keadaan normal.

a) Lochea Rubra/merah (Kruenta) Lochea ini muncul pada hari 1 sampai hari ke-4 masa post partum. serosa dan alba. Berlangsung dari hari ke-4 sampai hari ke-7 post partum . sanguinolenta. lanugo. lemak bayi.55 berkontraksi setelah postpartum. Berikut adalah beberapa jenis lochea yang terdapat pada wanita pada masa nifas. 2009 2) Berat Uterus 1000 gr 750 gr 500 gr 50 gr 30 gr Lochea Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina selama masa nifas. Tabel 2. jaringan sisa-sisa plasenta. b) Lochea Sanguinolenta Cairan yang keluar berwarna merah kecoklatan dan berlendir. dinding rahim. dan mekonium. Pembuluh – pembuluh darah yang berada diantara anyaman otot uterus akan terjepit sehingga akan menghentikan peredaran darah setelah plasenta dilahirkan.7 Tinggi Fundus Uteri Dan Berat Uterus Menurut Masa Ovulasi Involusi Uteri TFU Bayi lahir Setinggi pusat 2 jari dibawah pusat Pertengahan antara pusat dan 1 minggu simfisis 2 minggu Tidak teraba diatas simfisis 6 minggu Normal 8 minggu Normal tapi sebelum hamil Sumber : Saleha. Lokia terbagi menjadi tiga jenis yaitu : lokia rubra. Cairan yang keluar berwarna merah karena berisi darah segar.

Setelah 3 hari mulai rata. selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati.56 c) Lochea Serosa Lochea ini berwarna kuning kecoklatan karena mengandung serum. Pada hari pertama tebal endrometrium 2. sel epitel. kendur. d) Lochea Alba/putih Mengandung leukosit. Serviks akan terlihat padat yang mencerminkan vaskularitasnya yang tinggi. Lochea alba biasanya berlangsung selama 2-6 minggu post partum. Serviks tersebut bisa melepuh dan lecet terutama di bagian anterior. degenerasi dan nekrosis di tempat implantasi plasenta. sel desidua. 3) Endometrium Perubahan pada endometrium adalah timbulnya thrombosis. beberapa hari setelah persalinan dinding retak karena robekan dalam persalinan. sehingga tidak ada pembentukan jaringan parut pada bekas implantasi plasenta. lubang serviks lambat laun mengecil.5 mm mempunyai permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin. 4) Serviks Segera setelah berakhirnya kala TU. Muncul pada hari ke-7 sampai hari ke-14 post partum. serviks menjadi sangat lembek. leukosit dan robekan/laserasi plasenta. Rongga leher serviks bagian luar . dan terkulai.

(a) Produksi susu (b) Sekresi susu atau let down Selama Sembilan bulan kehamilan. efek prolaktin pada payudara mulai bisa dirasakan. 5) Vagina vagina dan lubang vagina pada permulaan puerperium merupakan suatu saluran yang luas berdinding tipis. Pembuluh darah payudara menjadi bengkak terisi darah. Oksitosin merangsang reflex let down (mengalirkan). Rugae timbul kembali pada minggu ke 3. jaringan payudara tumbuh dan menyiapkan fungsinya untuk menyediakan makanan bagi bayi baru lahir. Sampai hari ke tiga setelah melahirkan. sehingga timbul rasa hangat. Himen tampak sebagai tonjolan jaringan yang kecil. tetapi jarang sekali kembali seperti ukuran seorang nulipara. Sel – sel acini yang menghasilkan ASI juga berfungsi.57 akan membentuk seperti keadaan sebelum hamil pada saat 4 minggu postpartum. sehingga menyebabkan ejeksi ASI melalui sinus . Secara berangsur – angsur luasnya berkurang. Payudara (mamae) Pada semua wanita yang telah melahirkan proses laktasi terjadi secara alami. Ketika bayi menghisap puting. yaitu sebagai berikut. yang dalam proses pembentukan berubah menjadi karunkulae mitiformis 6) yang khas bagi multipara. Setelah melahirkan. ketika hormone yang dihasilkan plasenta tidak ada lagi untuk menghambatnya kelenjar pituitary akan mengeluarkan prolaktin (hormon laktogenik). Proses menyusui mempunyai dua mekanisme fisiologis. bengkak dan rasa sakit. reflex saraf merangsang lobus posterior pituitary untuk menyekresi hormon oksitosin.

Jumlah urin yang keluar dapat melebihi 3. Hal ini diperkirakan merupakan salah satu cara untuk menghilangkan peningkatan cara ekstraseluler yang merupakan bagian normal dari kehamilan. Penyebabnya adalah penekanan buah dada dalam kehamilan dan partus lama. sehingga membatasi gerak peristaltik usus serta bisa juga terjadi karena pengaruh psikis takut 8) BAB karena ada luka jahitan perineum. 7) Sistem Pencernaan Pada masa puerperium ini terjadi penurunan konsentrasi ion kalsium karena meningkatnya kebutuhan kalsium pada ibu. Pemeriksaan sistokopik segera setelah melahirkan menunjukan tidak saja edema dan hyperemia dinding kandung kemih.58 aktiferus payudara ke duktus yang terdapat pada puting. Diuresis yang normal dimulai segera setelah bersalin sampai hari kelima setelah persalinan. Pada ibu nifas terutama yang partus lama dan terlantar mudah terjadi ileus paralitikus.000ml per harinya. setelah itu juga di dapati . terutama pada bayi yang dikandungnya untuk proses pertumbuhan janin juga pada ibu dalam masa laktasi. Ketikan ASI dialirkan karena isapan bayi atau dengan dipompa sel – sel acini terangsang untuk menghasilkan ASI lebih banyak. Reflex ini dapat berlanjut sampai waktu yang cukup lama. Sistem Perkemihan Pelvis ginjal dan ureter yang teregang dan berdilatasi selama kehamilan kembali normal pada akhir minggu keempat setelah melahirkan. tetapi sering kali terdapat ekstravasasi darah pada submukosa. yaitu adanya obstruksi usus akibat tidak adanya peristaltik usus.

dan pengosongan yang tidak sempurna. Ureter dan pelvis renalis yang mengalami distensi akan kembali normal 9) pada dua sampai delapan minggu setelah persalinan. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) menurun dengan cepat dan menetap sampai 10 % dalam 3 jam hingga hari ke-7 post partum dan sebagai onset pemenuhan mamae pada hari ke-3 post partum. kandung kemih pada puerperium mempunyai kapasitas yang meningkat secara relatif. Disamping itu. Sistem Endokrin Selama proses kehamilan dan persalinan terdapat perubahan pada sistem endokrin. Kemudian seterusnya bertindak atas otot yang menahan kontraksi. Oleh karena itu. b) Hormon Oksitosin Selama tahap ketiga persalinan. a) Hormon plasenta Selama periode post partum terjadi perubahan hormone yang besar. Hormone plasenta menurun dengan cepat setelah persalinan. harus diwaspadai dengan seksama. mengurangi tempat plasenta dan mencegah perdarahan. . terutama pada hormon – hormon yang berperan dalam proses tersebut. oksitosin menyebabkan pemisahan plasenta.59 adanya keringat yang banyak pada beberapa hari pertama setelah persalinan. Pengeluaran plasenta menyebabkan penurunan signifikan hormone-hormon yang diproduksi oleh plasenta. urin residual yang berlebihan. distensi yang berlebihan.

10) (a) Perubahan Tanda – Tanda Vital Suhu badan 24 jam postpartum suhu badan akan naik sedikit (37. buah dada menjadi bengkak. Setiap denyut nadi lebih dari 100 kali permenit menandakan infeksi atau perdarahan post partum yang tertunda. Kita anggap nifas terganggu jika ada demam lebih dari 38oC pada 2 hari berturutturut dan pada 10 hari pertama post partum. (b) Nadi Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80 kali permenit. Setelah melahirkan biasanya nadi meningkat. kehilangan cairan dan kelelahan. (d) Pernafasan . Tekanan darah tinggi pada post partum dapat menandakan terjadinya preeklampsi post partum.5 o C38o C) sebagai akibat kerja keras saat persalinan. pada wanita tidak menyusui menurun dalam waktu 2 minggu. (c) Tekanan darah Biasanya tidak berubah. dan LH tetap rendah hingga ovulasi terjadi.60 c) Hormon Pitiutary Prolaktin darah meningkat dengan cepat. FSH dan LH meningkat pada fase konsentrasi folikuler pada minggu ke-3. kemungkinan tekanan darah menurun setelah melahirkan karena ada perdarahan. berwarna merah karena banyaknya ASI. Pada hari ke-3 suhu badan akan naik karena ada pembentukan ASI.

61 Keadaan pernafasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi. c) Riwayat melahirkan sebelumnya. Pada persalinan pervaginam kehilangan darah sekitar 300400 cc. pengalaman hamil dan .leukositosis yang meningkat dimana jumlah sel darah putih dapat mencapai 15000 selama persalinan akan tetap tinggi dalam beberapa hari pertama pada masa post partum. a) b) Fungsi yang mempengaruhi untuk sukses dan lancarnya masa transisi menjadi orang tua. kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah. Apabila pada persalinan pervaginam haemokonsentrasi akan naik dan pada SC haemokonsentrasi cenderung stabil dan akan kembali normal setelah 4-6 minggu. Perubahan terdiri dari volume darah dan hemokonsentrasi. 11) Sistem Hematologi dan Kardiovaskular Pada hari pertama post partum. Hal – hal yang dapat membantu ibu dalam beradaptasi pada masa nifas adalah sebagai berikut. Respon dan dukungan dari keluarga dan teman dekat. Apabila suhu dan denyut nadi tidak normal. bila kelahiran melalui SC kehilangan darah dapat 2 kali liapat. terutama pada ibu primipara. 6 Adaptasi Psikologis Pada Masa Nifas Periode masa nifas merupakan waktu dimana ibu mengalami stres pasca persalinan. pernafasan juga akan mengikutinya kecuali ada gangguan khusus pada pernafasan.

dan aspirasi ibu saat hamil juga melahirkan. Letting go period Dialami setelah ibu dan bayi tiba di rumah. sehingga membutuhkan bimbingan dan dorongan perawat untuk mengatasi kritikan yang dialami ibu iii. Taking in period Terjadi pada 1 – 2 hari setelah persalinan. Pada masa ini ibu menjadi sangat sensitif. Sosial : stress setelah persalinan dapat segera distabilkan denga dukungan . Fisik : istirahat. ii. Periode ini diekpresikan oleh Reva Rubin yang terjadi pada tiga tahap berikut ini : i. ibu masih pasif dan sangat bergantung pada orang lain. ibu lebih berkonsentrasi pada kemampuannya dalam menerima tanggung jawab sepenuhnya terhadap perawatan bayi. Taking hold period Berlangsung 3 – 4 hari postpartum. 2. 1. keinginan. Hal – hal yang harus dapat dipenuhi selama masa nifas adalah sebagai berikut. memakan makanan bergizi. fokus perhatian terhadap tubuhnya. ibu lebih mengingat pengalaman melahirkan dan persalinan yang dialami.62 d) Harapan. sering menghirup udara segar dan lingkungan yang bersih. Ibu mulai secara penuh menerima tanggung jawab sebagai “seorang ibu” dan menyadari atau merasa kebutuhan bayi sangat bergantung pada dirinya. serta kebutuhan tidur dan nafsu makan meningkat.

Sosial : menemani ibu bila terlihat kesepian. dukungan sosial. Suami dan anggota keluarga yang lain harus dilibatkan dalam tiap sesi konseling. Dinding perut yang melemah dan nada otot perut berkurang setelah kehamilan. disebut diastasis recti. ikut menyayangi anaknya. menganggapi dan memerhatikan kebahagiaan ibu. sehingga dapat dibangun pemahaman dari orang – orang terdekat ibu terhadap apa yang dirasakan dan dibutuhkannya. 1995) sebagai akibat pengaruh hormon terhadap linea alba serta akibat perenggangan mekanisme dinding abdomen (Crum. Psikososial Depresi postpartum sering terjadi pada masa ini. 1998). 1993). 3.63 dari keluarga yang menunjukan rasa simpati. 7 Data Fokus Yang Penting Pada Masa Nifas a Diastasis Recti Diastasis rekti adalah pemisahan otot rektus abdominis lebih dari 2. mengakui dan menghargai ibu. dikutip dalam Lowdermilk & Perry. Depresi merupakan gangguan afeksi yang paling sering dijumpai pada masa postpartum (Gorrie. Beberapa orang memiliki pemisahan antara otot dinding perut. Pemisahan ini sering dapat diperbaiki dengan latihan perut tertentu yang dilakukan selama periode . serta menghibur bila ibu terlihat sedih. 2006). namun diyakini 10 – 15% ibu melahirkan mengalami gangguan ini (Green dan Adams.5 cm pada tepat setinggi umbilikus (Noble. 4. dan medikasi seperti antidepresan. Respon yang baik dalam menangani kasus depresi postpartum (DPP) adalah kombinasi antara psikoterapi. Walaupun insidensinya sulit untuk diketahui secara pasti.

pedas atau berlemak.64 postpartum. kemerahan. Kebutuhan Dasar Ibu Pada Masa Nifas a. Gizi Gizi adalah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. Diastasis recti abdominis dapat terjadi dalam berbagai derajat selama kehamilan dan tidak mungkin menyelesaikan secara spontan b pada periode postpartum. thrombus dikatakan positif apabila tanda human sign positif. 2011). Menu makanan seimbang yang harus dikonsumsi adalah porsi cukup dan teratur. vitamin.. mineral. apabila ada rasa nyeri pada saat kaki dilakukan dorsofleksi. tidak terlalu asin. Disamping itu harus mengandung: energy. Human sign positif. . Kaki dapat dinaikkan di atas bantal. protein. karena berguna untuk proses kesembuhan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi. dan air. Kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui akan meningkat 25 %. tidak mengandung alcohol. Homman Sign Homman sign. Untuk seksio sesaria abdominal exercise dapat dilakukan setelah 4 minggu post partum 8 (Novita. sebaiknya dicatat. nikotin serta bahan pengawet atau pewarna. Klien harus diinstruksikan untuk memulai latihan perut kapan menyusul pengiriman vagina dan setelah nyeri tekan abdomen menyelesaikan setelah operasi caesar (Cunningham et al. 2005). hangat pada kaki. Ini adaah hasil dari kelemahan peregangan otot perut dari perubahan hormon ibu dan ketegangan yang meningkat dengan membesarnya rahim.

Bila tidak berhasil dapat dilakukan kateterisasi. Membersihkan dimulai dari simfisis sampai anal. Jika klien pada hari ke-3 belum bisa BAB maka diberikan laksan supositoria dan minum air hangat. Ibu diberitahu cara mengganti pembalut yaitu bagian dalam jangan sampai terkontaminasi tangan. Klien sudah diperbolehkan bangun dari tempat tidur dalam 24-48 jam postpartum. c. pemberian cairan yang banyak. Agar dapat BAB dengan teratur dapat dilakukan dengan diit teratur. Ambulasi dini Ambulasi dini adalah kebijakan untuk selekas mungkin membimbing klien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin berjalan.65 b. Eliminasi 1) Miksi Miksi disebut normal bila dapat BAK spontan setiap 3-4 jam. . Ibu diusahakan dapat BAK sendiri. Kebersihan diri 1) Perawatan Perineum Setelah BAK dan BAB perineum dibersihkan secara rutin dengan menggunakan sabun. bila tidak dapat dirangsang dengan mengalirkan air kran didekat klien dan mengompres air hangat diatas simfisis. d. makanan cukup serat dan olah raga. 2) Defekasi Biasanya 2-3 hari post partum masih sulit BAB. Pembalut diganti paling sedikit 4 kali sehari.

Program dan Kebijakan Teknis . e. 1. d) Untuk menghilangkan nyeri dapat diberikan paracetamol tablet setiap 4-6 jam. Istirahat Kebahagiaan setelah melahirkan membuat sulit istirahat. ibu harus bangun malam untuk meneteki atau mengganti popok. c) Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam.66 2) Perawatan payudara a) Menjaga payudara tetap bersih dan kering terutama putting susu dengan menggunakan BH yang menyokong payudara. f. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan. Juga akan terjadi gangguan pola tidur karena beban kerja bertambah. Seorang ibu baru akan cemas apakah ia mampu marawat bayinya atau tidak dan hal ini menyebabkan sulit tidur. b) Apabila puting susu lecet oleskan kolostrum atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap selesai menyusui. ASI dikeluarkan dan diberikan dengan sendok. Ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa coitus dapat dilakukan setelah nifas berdasarkan teori bahwa bekas plasenta sembuh (6 minggu). Seksual Apabila perdarahan telah terhenti dan episiotomy sudah sembuh maka coitus bisa dilakukan pada 3-4 minggu post partum.

atau kelahiran pasca melahirkan. Tabel 2. Jika bidan menolong persalinan. e. Memberikan konseling kepada ibu atau salah satu anggota keluarga mengenai bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. Menjaga agar bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia. . d. mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi dalam masa nifas. Menilai adanya tanda – tanda demamm. e. infeksi. Pemberian ASI pada masa awal menjadi ibu. Mencegah terjadinya perdarahan pada masa nifas.67 Paling sedikit empat kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan BBL. Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir. c. Memastikan ibu mendapat cukup makanan. a. dan untuk mencegah. dan istirahat. dan tidak ada bau.8 Program dan Kebijakan Teknis Kunjunga n Waktu I 6-8 jam setelah persalinan II 6 hari setelah persalinan Asuhan a. f. uterus berkontraksi. cairan. maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi dalam keadaan stabil. b. Memberikan konseling kepada ibu mengenai asuhan pada bayi. tidak ada perdarahan abnormal. fundus dibawah umbilicus. d. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan memberi rujukan bila perdarahan berlanjut. b. c. dan bagaimana menjaga bayi agar tetap hangat. Memastikan involusi uterus berjalan normal. cara merawat tali pusat. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak ada tanda-tanda penyulit.

2006). Tekanan arteri pulmoner menurun. infeksi. (Sarwono. Foramen ovale. Perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir a. Aliran darah pulmoner kembali meningkat ke jantung dan masuk ke jantung bagian kiri. sehingga tekanan dalam atrium kiri meningkat.68 III 2 minggu setelah persalinan a. Menanyakan pada ibu tentang penyulit – penyulit yang dialami atau bayinya. tangisan . vena umbikalis. Sama seperti diatas (enam hari setelah persalinan) IV 6 minggu setelah persalinan a. Definisi Faktor-faktor yang menyebabkan kematian perinatal meliputi: Perdarahan. 2. Rangkaian peristiwa ini merupakan mekanisme besar yang menyebabkan tekanan atrium kanan menurun. b. kelahiran preterm/berat badan lahir rendah. 2010) E. sehingga darah paru mengalir. Arteri umbikalis. dan duktus venosus menutup. dan arteri hepatika menjadi ligamen. Memberikan konseling untuk KB secara dini. Sistem Kardiovaskuler Sistem Kardiovaskuler mengalami perubahan yang mencolok setelah bayi lahir. hipotermia (Saifuddin. Napas pertama yang dilakukan bayi baru lahir membuat paru berkembang dan menurunkan resistensi vaskuler pulmoner. Selama beberapa hari pertama kehidupan. duktus arteriosus. Bayi Baru Lahir 1. Perubahan tekanan ini menyebabkan foramen ovale menutup. asfiksia.

Hal ini disebabkan oleh refleks yang dipicu oleh perubahan tekanan. sejumlah cairan keluar dari trakea dan paru-paru bayi. Pada kelahiran pervaginam normal. bunyi.69 dapat mengembalikan aliran darah melalui foramen ovale untuk sementara dan mengakibatkan sianosis ringan. Sistem Pernapasan Penyesuaian paling praktis yang harus dialami bayi baru lahir ialah penyesuaian sistem pernapasan. timbul reaksi pernapasan yang berlebihan dalam satu menit setelah bayi lahir. Pada kebanyakkan kasus. Infeksi. sehingga bayi mulai menarik napas yang pertama dan menangis. yang mirip dengan fungsi orang dewasa terbentuk pada tahun kedua kehidupan. Paru-paru bayi cukup bulan mengandung sekitar 20 ml cairan/kg. Apabila perubahan yang terjadi sangat ekstrim. Pada bayi baru lahir. Udara harus diganti oleh cairan yang mengisi traktus respiratorius sampai alveoli. depresi pernapasan dapat terjadi. c. hampir semua massa yang teraba berasal dari ginjal. Sistem Ginjal Pada kehamilan cukup bulan ginjal menempati sebagian besar dinding abdomen posterior. Bayi baru lahir memiliki rentang keseimbangan kimia dan rentang keamanan yang kecil. dan sensasi lain yang berkaitan dengan proses kelahiran. Tarikan napas pertama terjadi. pendinginan. cahaya. Letak kandung kemih dekat dinding abdomen anterior dan kandung kemih merupakan organ abdomen dan organ pelvis. b. . Fungsi ginjal. diare.

e. Namun. Sistem Hepatika Hati dan kandung empedu dibentuk pada minggu keempat kehamilan. Kecuali amilase pankreas. Selama tiga bulan pertama kehidupan. karakteristik enzim dan cairan pencernaan bahkan sudah ditemukan pada bayi yang berat badan lahirnya rendah. Sistem Imun Sel-sel yang menyuplai imunitas bayi berkembang pada awal kehidupan janin. IgD. serta mengelmusi lemak. Ig-A ini juga tidak terlihat pada gastrointestinal. Barier alami. Ig-A pelindung membran lenyap dari traktus napas dan traktus urinarius. sel-sel ini tidak aktif selama beberapa bulan.70 atau pola makan yang tidak teratur secara cepat dapat menimbulkan asidosis dan ketidak seimbangan cairan. d. seperti keasaman lambung atau produksi pepsin dan tripsin. Sistem Integumen . Pada bayi baru lahir. dan IgE diproduksi secara lebih bertahap dan kadar maksimum tidak dicapai sampai kanak-kanak dini. kecuali jika bayi diberi ASI. bayi dilindungi oleh kekebalan pasif yang diterima dari ibu. f. hati dapat di palpasi sekitar 1 cm di bawah batas kanan iga karena hati besar dan menempati sekitar 40% rongga abdomen. belum berkembang dengan baik sampai tiga atau empat minggu. Sistem Cerna Bayi baru lahir mampu menelan. dan mengabsorpsi protein dan karbohidrat sederhana. yang tetap mempertahankan kesterilan usus halus. memetabolisme. mencerna. IgA. g.

Spermatogenesis tidak terjadi sampai pubertas. Muara urethra dapat tertutup preputium dan tidak dapat ditarik ke belakang selama tiga sampai empat tahun (Bobak. setelah itu warnanya memucat menjadi warna normal. 3. Walaupun persentasi ini menurun pada kelahiran prematur. Sistem Reproduksi Wanita saat lahir ovarium bayi berisi beribu-ribu sel germinal primitif. Korteks ovarium. 2005). h. pada usia satu tahun insiden testis tidak turun pada semua anak laki-laki berjumlah kurang dari 1 %. Penanganan Bayi Baru Lahir a. Bayi cukup bulan memiliki kulit kemerahan beberapa jam setelah lahir. Verniks caseosa juga berfusi dengan epidermis dan berfungsi sebagai lapisan pelindung. Epidermis dan dermis tidak terikat dengan baik dan sangat tipis.71 Semua struktur kulit bayi sudah terbentuk saat lahir. Membersihkan Jalan Nafas Bayi normal akan langsung menangis spontan segera setelah lahir. Sel-sel ini mengandung komplemen lengkap ova yang matur karena tidak terbentuk oogonia lagi setelah bayi cukup bulan lahir. Bila tidak maka segera bersihkan jalan napas dengan cara : . membentuk bagian ovarium yang lebih tebal pada bayi baru lahir daripada orang dewasa. yang terutama terdiri dari folikel primodial. Preputium yang ketat sering kali dijumpai pada bayi baru lahir. tetapi masih belum matang. Pria testis turun ke dalam skrotum pada 90% bayi baru lahir lakilaki.

Mekanisme kehilangan panas : 1) Evaporasi : karena menguapnya cairan ketuban. 3) Tepuk kedua telapak kaki bayi 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar (biasanya bayi langsung menangis). Posisi kepala diatur lurus sedikit menengadah ke belakang. sangat penting membersihkan jalan nafas. 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu tersedia 2) Sediakan gunting steril 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan dari tali pusat c. b. Memotong dan Merawat Tali Pusat Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan gunting steril dan diikat dengan pengikat steril. Sehingga upaya bayi bernafas tidak menyebabkan aspirasi lendir (masuknya lendir ke paru-paru). Suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya stabil. Kekurangan zat asam pada bayi dapat menyebabkan kerusakan otak. Lakukan pemompaan apabila dalam 1 menit pertama bayi tidak bernafas. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. .72 1) Letakan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat 2) Gulung kain dan letakan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Mempertahankan Suhu Tubuh Bayi Pada waktu lahir.

3) Disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia 2) Alat yang digunakan hendaknya kebal air. f. e. tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas.5 -1 mg IM. tepinya tidak mudah rapuh. Pemberian Obat Tetes/Salep Mata Setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. 3) Konveksi : terjadi saat bayi terpapar udara sekitarnya yang lebih dingin.5 % dianjurkan untuk mencegah penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual). 4) Radiasi : terjadi saat bayi ditempatkan dekat benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Bayi resiko tinggi diberi Vitamin K parenteral dengan dosis 0. tanggal lahir. Memberi Vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi Vitamin K pada bayi baru lahir. .73 2) Konduksi : melalui kontak langsung antara tubuh bayi dan permukaan dingin. Pemberian Tetrasiklin 1 % / Eritromisin 0. 2007). untuk mencegah terjadinya perdarahan semua bayi normal atau cukup bulan perlu di beri Vitamin K pada 1 mg/hari selama 3 hari. harus berada tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan. dan nomor idenfikasi. (Depkes. d. Identifikasi Bayi Alat pengenal perlu dipasang segera setelah lahir.

(Sarwono. Gunakan benang atau klem plastic penjepit tali pusat dengan simpul mati atau kuncikan penjepit plastic tali pusat. lingkarkan benang disekeliling puntung tali pusat dan ikat untuk kedua kalinya dengan simpul mati dibagian yang berlawanan.74 Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu harus dicetak dicatatan yang tidak mudah hilang. 4) Ikat gunting tali pusat dengan jarak sekitar 1 cm dinding peru bayi (pusat). lingkar dada dan catat dalam rekam medik. lingkar kepala. 4. 1) Celupkan tangan (masih menggunakan sarung tangan) kedalam larutan klorin 0. Merawat Tali Pusat a. . 5) Jika pengikatan dilakukan dengan benang tali pusat. panjang badan. Mengikat Tali Pusat Setelah plasenta lahir dan kondisi ibu dinilai sudah stabil maka lakukan pengikatan puntung tali pusat atau jepit dengan klem plastik tali pusat.5 %. mengukur berat badan. 6) Lepaskan klem logam penjepit tali pusat dan letakkan dalam larutan klorin 0. 2009). 3) Keringkan tangan tersebut dengan menggunakan handuk atau kain bersih dan kering.5 % untuk membersihkan darah dan sekresi lainnya. 2) Bilas tangan dengan air DTT.

b) Jika puntung tali pusat kotor. Penilaian Bayi Untuk Tanda-tanda Kegawatan Semua bayi baru lahir harus dinilai adanya tanda .tanda kegawatan atau kelainan yang menunjukan suatu penyakit. 3) Mengoleskan alcohol atau betadin (terutama jika pemotongan tali pusat tidak terjamin DTT atau steril) masih diperkenankan tetapi tidak dikompreskan karena menyebabkan tali pusat besah/lembab. b. c) Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan jika pusat menjadi merah. segera rujuk bayi ke fasilitas yang dilengkapi perawatan untuk bayi baru lahir.75 7) Selimuti kembali tubuh dan kepala bayi dengan kain bersih dan kering. Tanda – tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir : . Nasehat Untuk Merawat Tali Pusat 1) Jangan membungkus puntung tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat. bersihkan (hati-hati) dengan air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih. d) Jika pangkal tali pusat menjadi merah. 5. 2) Nasehati hal yang sama bagi ibu dan keluarganya. bernanah atau bernanah atau berbau. 4) Berikan nasehat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi. a) Lipat popok dibawah puntung tali pusat. mengeluarkan nanah atau darah.

Sulit minum b. Warna kuning (terutama pada 24 jam pertama). Perut kembung d. tidak bisa tenang. biru atau pucat. memar. Kejang f. b. Bayi terlihat menggigil. Kehangatan terlalu panas > 38oC atau terlalu dingin < 36oC. Sangat kuning h. mengantuk berlebihan. Reflek Grasping Replek ini adalah suatu reflek ketika sebuah benda diletakan ditelapak tangan neonatus. kejang. 5. Reflek Moro Reflek ini adalah salah satu reflek yang didapat oleh bayi. Sianosis sentral c. Hisapan lemah. 8. 4. tinja lembek dan terdapat lendir atau darah pada tinja. Berat badan lahir <1500 gram (Saifuddin. berdarah. sebab reflek ini menunjukan status neurologist. 7. Pernapasan sulit atau lebih dari 60 kali per menit. bau busuk.76 1. Perdarahan g. keluar cairan. Tidak berkemih dalam 24 jam. ini juga sering disebut reflek kejutan. Suhu meningkat. Tanda bayi sakit berat : a. dan menangis terus menerus (Saifuddin. Reflek-reflek Pada Bayi Baru Lahir a. 2006) 6. reflek mengenggam menyebabkan jari . 3. 6. bengkak. lunglai. Apneu e. banyak muntah. Tali pusat merah. 2010). 2.

reflek ini menghilangkan setelah satu tahun. Reflek Babynski Reflek ini disebut juga reflek hiperektensi jari kaki. c. Replek ini kadang-kadang sulit diperoleh sebab tidak semua bayi koopratif. Reflek ini tidak dapat dilihat pada bayi yang berusia 1 hari. terjadi ketika bagian lateral dari telapak kaki bayi digores dari tumit ke atas dan menyilang pada kaki. Reflek Menelan Reflek ini ditandai dengan menelan secara tepat cairan yang dimasukan kedalam mulut. Reflek Membengkokan Badan . g. e. dan menghilang berangsur-angsur pada usia 4 bulan. Reflek Tonik Neck Reflek ini dapat diobservasi pada nenatus dalam posisi terlentang.77 mengenggam benda tersebut. meskipun reflek ini dapat diamati sampai usia bayi 3 – 4 bulan. Reflek Rooting Reflek ini ditandai dengan penghisapan secara kuat jari atau putting susu ketika dimasukan kedalam mulut. f. h. reflek ini dapat dengan mudah di observasi pada saat makan. reflek ini dapat terlihat sampai umur satu tahun. Replek Menginjak Bayi dapat membuat gerakan menginjak yang kadang-kadang disebut gerakan menari. d.

goresan pada punggung menyebabkan pelvis membengkok ke samping. b. Anak mendapatnya dari luar tubuh dengan cara penyuntikan bahan/sorum yang telah mengandung zat anti dari . 7. Definisi imunisasi adalah memberikan kekebalan pada bayi. c. Imunisasi a. Penggolongan 1) Imunisasi aktif Imunisasi aktif adalah imunitas yang didapatkan seseorang sebagai hasil dan reaksinya sendri terhadap patogen. 2) Imunisasi pasif Imunisasi sementara pasif terhadap adalah suatu perlindungan penyakit langsung yang belum tetapi lama mengancam. Tujuan Untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sedang berjangkit. Respon ini berkurang pada usia 2-3 bulan. anak dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Pada imunisasi aktif tubuh anak sendiri membuat zat anti yang akan bertahan selama bertahun-tahun. Pada imunisael pasif tubuh anak membuat sendiri zat anti.78 Ketika bayi tengkurap.

Penyuntikan BCG ini sebaiknya diberikan pada deltoid kanan (lengan kanan atas). jangan melakukan imunisasi BCG ini pada bayi atau anak dengan HIV. gizi buruk. Vaksin BCG mengandung kuman BCG (Bacillus Calmette Guerin) yang masih hidup. Kekebalan pasif ini tidak berlangsung lama. tetapi sebaiknya pada umur 0-2 bulan. Biasanya diolah dan dikemas bersama-sama dengan vaksin tetanus dalam bentuk . Diberikan secara intracutan 0. Cara imunisasi : Pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilakukan ketika bayi baru lahir sampai berumur 12 bulan. Vaksin difteri ternuat dari toksin kuman difteri yang telah dilemahkan.10 ml untuk anak. Imunisasi BCG cukup diberikan 1 kali saja. sehingga bila terjadi limfadenitis (pada aksila) akan lebih mudah terdeteksi.79 ibunya semasa dalam kandungan. d. Jenis Vaksin 1) BCG Pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis JBC). 2010) 2) DPT Manfaat pemberian imunisasi ini adalah untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit difterim pertusis (batuk rejan) dan tetanus.05 ml untuk bayi baru lahir. dan 0. dll (Nanny.

dan DPT 3 umur 4-6 bulan.80 vaksin DT. 3) Polio Polio 0 diberikan saat bayi lahir. Cara imunisasi : Imunisasi dasar DPT diberikan 3 kali. . DPT 2 umur 3-5 bulan. 2010). Pemberian imunisasi DPT 3 kali pada bayi akan memberikan imunitas sampai 3 tahun (Ai Yeyeh. a) Polio-1 dapat diberikan bersarnaan dengan DPT-1 (usia 2 bulan) b) Polio-2 diberikan bersamaan dengan DPT-2 (usia 4 bulan) c) Polio-3 dibedkan bersamaan dengan DPT-3 (usia 6 bulan) d) Polio-4 diberikan bersamaan dengan DPT-4 (usia 18 bulan) e) Polio-5 diberikan bersamaan dengan DPT-5 (usia 5 tahun) 4) Hepatitis B Vaksinasi dimaksudkan untuk mendapat kekebalan aktif terhadap penyakti hepatitis B. DPT 1 diberikan umur 2-4 bulan. karena Indonesia merupakan daerah endemik polio maka sesuai pedoman program imunisasi nasional untuk mendapatkan cakupan imunisasi yang lebih tinggi diperlukan tambahan imunisasi polio yang diberikan setelah lahir. sejak bayi berumur 2 bulan dengan interval 4-6 minggu. atau dengan vaksin tetanus dan pertusis dalam bentuk vaksin DPT. Untuk imunisasi dasar (3 kali pemberian) vaksin di berikan 2 tetes per-oral dengan interval tidak kurang dari 2 minggu.

81

Cara imunisasi : Imunisasi aktif dilakukan dengan cara
pemberian suntikan dasar sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 1
bulan antara suntikan dan 2, dan 5 bulan antara suntikan 2 dan 3.

5) Campak
Imunisasi diberikan untuk mendapat kekebalan terhadap
penyakit campak secara aktif. Vaksin campak mengandung virus
campak hidup yang dilemahkan.
Cara imunisasi : Imunisasi campak cukup diberikan dengan 1 kali
suntikan setelah bayi berumur 9 bulan.
6) Vaksin Kombinasi
Gabungan beberapa antigen tunggal menjadi satu jenis
produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda.
Misalnya : vaksin kombinasi DTP/Hib adalah gabungan antigenantigen D-T-P dengan antigen Hib untuk mencegah penyakit
difteria, pertusis, tetanus, dan infeksi Hib.
e. Jadwal imunisasi yang Diwajibkan
Gambar 2.9
Jadwal Imunisasi yang Diwajibkan

82

(Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2009)
F. Keluarga Berencana (KB)
Pada umumnya klien pasca salin ingin menunda kehamilan berikutnya
paling sedikit 2 tahun lagi, atau tidak ingin menambah anak lagi. Konseling
tentang keluarga berencana atau metode kontrasepsi sebaiknya diberikan
sewaktu asuhan antenatal maupun pascapersalinan. Klien pasca salin
dianjurkan :
a.

Memberi ASI eksklusif kepada bayi sejak lahir
sampai 6 bulan.

b.

Tidak menghentikan ASI untuk mulai suatu metode
kontrasepsi.

c.

Metode kontrasepsi pada klien menyusu dipilih
agar tidak mempengaruhi ASI atau kesehatan bayi.

Infertilitas Pascapersalinan

83

a. Pada klien pascapersalinan yang tidak menyusui, masa infertilitas
rata-rata berlangsung sekitar 6 minggu.
b. Pada klien pascapersalinan yang menyusui, masa infertilitas lebih
lama, namun kembalinya kesuburan tidak dapat diperkirakan.
Tabel 2.10
Metode Kontrasepsi Pasca Persalinan
Metode
Kontrasepsi
MAL

Waktu
Pasca persalinan
Mulai segera pasca 
persalinan.

Ciri-ciri
Catatan
Khusus
Manfaat
 Harus benar-benar ASI
kesehatan bagi
eksklusif.
ibu dan bayi.
 Efektivitas
tinggi
 Efektivitas
berkurang
sampai 6 bulan  Memberikan waktu
jika mulai suplementasi.
pasca persalinan
untuk
memilih
dan belum haid.
metode
kontrasepsi lain.
Kontrasepsi
Jika menyusui:
 Selama 6 – 8  Kontrasepsi
kombinasi
kombinasi
- Jangan dipakai
minggu
merupakan
pilihan
pascapersalinan,
terakhir
pada
klien
sebelum 6 – 8
minggu
pasca
kontrasepsi
menyusui.
kombinasi akan
persalinan.
- Sebaiknya tidak
mengurangi ASI  Dapat diberikan pada klien
dan
dipakai
dalam
dengan
riwayat
mempengaruhi
waktu 6 minggu
preeklampsi
atau
tumbuh
– 6 bulan pasca
hipertensi
dalam
kembang bayi
persalinan.
kehamilan.

Jika pakai MAL 
tunda sampai 6
bulan.

Jika
tidak
menyusui
dapat
dimulai 3 minggu
pasca persalinan.

Selama
3  Sesudah 3 minggu pasca
minggu
persalinan
tidak
pascapersalinan
meningkatkan
resiko
kontrasepsi
pembekuan darah
kombinasi
meningkatkan
resiko masalah
pembekuan
darah.
Jika klien tidak
mendapat haid
dan
sudah
berhubungan
seksual, mulailah
kontrasepsi
kombinasi

84

Kontrasepsi 
Progestin

AKDR

Sebelum
6
minggu
pascapersalinan,
klien
menyusui
jangan
menggunakan
kontrasepsi
Progestin.

Jika
menggunakan
MAL, kontrasepsi
progestin
dapat
ditunda sampai 6
bulan.

setelah
yakin
tidak
ada
kehamilan.
Selama
6
minggu pertama
pascapersalinan,
progestin
mempengaruhi
timbuh kembang
bayi.

Jika
tidak
menyusui, dapat
segera dimulai.

Jika
tidak
menyusui,
lebih
dari 6 minggu
pascapersalinan,
atau sudah dapat
haid, kontrasepsi
progestin
dapat
dimulai
setelah
yakin tidak ada
kehamilan.
Dapat
dipasang  Tidak
ada 
langsung
pengaruh
pascapersalinan,
terhadap ASI.
sewaktu SC, atau
48
jam  Efek samping lebih 
pascapersalinan.
sedikit pada klien
yang menyusui
Jika tidak, insersi
ditunda 4 – 6

minggu
pascapersalinan.

Jika laktasi atau
haid sudah dapat,
insersi dilakukan

irreguler

Tidak
ada
pengaruh
terhadap ASI.

Perdarahan
dapat terjadi

Insersi post plasental
memerlukan
petugas
terlatih khusus.
Konseling perlu dilakukan
sewaktu
asuhan
antenatal.
Angka pencabutan
tahun
pertama
tinggi
pada
menyusui.
Ekspulsi spontan
tinggi
(6-10%)
pemasangan
plasental.

AKDR
lebih
klien
lebih
pada
pasca

Suhu basal tubuh kurang akurat jika klien sering terbangun waktu malam sering menyusui. Kondom/ Spermisida Diafragma KB alamiah    yakin ada  Dapat digunakan  setiap saat pascapersalinan.  Jika tidak.  Kontrasepsi  Mantap: tubektomi Dapat dilakukan  dalam 48 jam pascapersalinan. Perlu konseling Abstinensia 100% efektif Tidak ada  Perlu anastesi lokal. pascapersalinan paling mudah dilakukan dalam 48 jam pascapersalinan. tunggu sampai 6 minggu pascapersalinan. Tak ada  pengaruh terhadap laktasi  Sebagai cara sementara sambil memilih metode lain.  Konseling sudah harus dilakukan sewaktu Minilaparotomi asuhan antenatal.  Tidak ada  pengaruh terhadap laktasi atau tumbuh kembang bayi. Tidak dianjurkan  sampai siklus haid kembali teratur Tidak ada  pengaruh terhadap laktasi. Tidak ada  pengaruh terhadap laktasi  Sebaiknya tunggu  sampai 6 minggu pascapersalinan.85 sesudah tidak kehamilan.  Koitus  interuptus/ Abstinensia Dapat digunakan  setiap waktu. Penggunaan spermisida membantu mengatasi masalah keringnya vagina. . Lendir serviks tidak keluar seperti haid reguler lagi. Beberapa pasangan tidak sanggup untuk abstinensia. Sebaiknya pakai kondom yang diberi pelican Perlu pemeriksaan dalam oleh petugas. pengaruh terhadap laktasi atau tumbuh kembang bayi.  Sesudah 4 – 6 minggu pascapersalinan teknik sama dengan pemasangan waktu interval.

Tujuan Dokumentasi . Pengertian Dokumentasi Kebidanan Dokumentasi merupakan suatu catatan otentik atau dokumen asli yang dapat dijadikan bukti dalam persoalan hukum. Dokumentasi kebidanan sangat penting bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan. tim kesehatan.86 Vasektomi  Dapat dilakukan  setiap saat Tidak segera  efektif karena perlu paling sedikit 20 ejakulasi (+3bulan) sampai benarbenar steril. 2006). 2006) G. a. Dokumentasi kebidanan adalah pendokumentasian yang dapat mengkomunikasikan kepada orang lain mengenai asuhan yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan pada seorang klien sesuai langkah – langkah dalam proses manajemen kebidanan (Salmah. 2008). Hal ini karena asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien membutuhkan pencatatan dan pelaporan yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menuntut tanggung jawab dan dari berbagai masalah yang mungkin dialami oleh klien berkaitan dengan pelayanan yang diberikan (Hidayat. satu (Saifuddin. Merupakan salah cara KB untuk pria. 2008). Pendokumentasian 1. Sedangkan dokumentasi kebidanan merupakan bukti pencatatan dan pelaporan berdasarkan komunikasi tertulis yang akurat dan lengkap yang dimiliki oleh bidan dalam melakukan asuhan kebidanan dan berguna untuk kepentingan klien. serta kalangan bidan sendiri (Hidayat.

5) Sarana evaluasi untuk klien terhadap asuhan yang dilakukan.87 1) Sebagai sarana komunikasi melalui tulisan yang bersifat permanen. Fungsi Dokumentasi 1) Mengikuti perkembangan klien 2) Advokasi perempuan (kekerasan. penggunaan waktu yang efisien dan efektif sehingga tidak ada tumpang tindih tugas. perkosaan. nilai hokum. 2006). d. nilai edukasi. mengurangi kesalahan dan meningkatkan ketelitian dalam asuhan kebidanan. 2006). 3) Sebagai metode pengumpulan data yang dibuat secara kronologis. 6) Sarana untuk meningkatkan kerja sama antar disiplin dalam tim kesehatan. 7) Sebagai audit yang memantau kualitas pelayanan kebidanan yang diterima klien (Salmah. 2006). Legibility (mudah dibaca) 2) Prinsip dokumentasi ditinjau dari isi Mempunyai nilai administrasi. Prinsip – prinsip Dokumentasi 1) Menurut Carpenito a) Keakuratan data b) Brevity (ringkas). nilai dokumentasi. Ditinjau dari teknik pencatatan Mencantumkan nama pasien pada setiap lembar catatan. nilai ekonomi. menulis dengan tinta. menulis menggunakan singkatan dan symbol yang sudah disepakati oleh institusi. penelantaran) (Salmah. 4) Sarana pelayanan kebidanan secara individu. dan lengkap yang berguna untuk membantu kordinasi asuhan kebidanan yang diberikan oleh bidan. c. mencegah informasi yang berulang – ulang terhadap klien. b. komunikatif. mencantumkan . teliti. dan nilai penelitian (Salmah. 2) Sebagai mekanisme tanggung jawab dan tanggung gugat.

hasil temuan ditulis secara jelas termasuk tanda dan gejala. 12) Kolom jangan dikosongkan untuk menghindari diisi oleh orang lain (Salmah. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pendokumentasian : 1) Pendokumentasian dikerjakan segera setelah pengkajian dan setiap langkah asuhan kebidanan. hindari kata – kata yang mengandung penilaian. 3) Pastikan kebenaran setiap data yang ditulis. 2) Bila memungkinkan kutip setiap kalimat klien atau keluarga. e. gunakan symbol yang sudah disepakati.88 tanggal dan jam tindakan atau observasi. 4) Bedakan informasi yang obyektif dan penafsiran. 3) Penggunaan kutipan bukan suatu kesimpulan bidan tetapi hasil percakapan dengan klien. 4) Pada catatan tindakan menggunakan kalimat aktif bukan pasif. 10) Cantumkan waktu dan tanggal pada setiap kegiatan observasi dan tindakan. 8) Data ditulis secara sah dengan menggunakan tinta hitam. 8) Menghindari pencatatan yang bersifat umum (Salmah. 6) Hindari dokumentasi yang baku 7) Hindari penggunaan terminology yang tidak jelas. 2) Komposisi susunan kalimat mengandung subyek dan predikat. respon klien terhadap tindakan dan respon terhadap bimbingan. 6) Catatan ringkas dan sesuai dengan kondisi klien. 11) Cantumkan nama klien pada setiap lembar. 7) Menggunakan istilah symbol atau kode yang sifatnya umum dan dimengerti oelh tim kesehatan lain. Manajemen Varney Manajemen kebidanan adalah suatu proses pemecahan masalah yang memberikan suatu metode pengorganisasian pemikiran . jangan di hapus tapi di coret. 2006). 5) Menggunakan ejaan yang benar. Syarat keteramplian menulis dokumentasi 1) Mengikuti tata bahasa yang telah ditetapkan. 9) Jika tulisan salah. 5) Dokumentasikan dengan baik bila terjadi perubahan kondisi. 2. 2006).

2) Langkah II : Interpretasi data dasar Dilakukan identifikasi yang benar terhadap masalah atau diagnose dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atas data – data yang telah dikumpulkan. 6) Langkah VI : Melaksanakan perencanaan Rencana asuhan menyeluruh dilaksanakan secara efisien dan aman.89 dan tindakan dalam uraian logis bagi klien dan pelaksana pelayanan kesehatan. 5) Langkah V : Merencanakan asuhan menyeluruh Direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah – langkah sebelumnya. 4) Langkah IV : Identifikasi kebutuhan penanganan segera. Proses manajemen terdiri dari 7 langkah yang berurutan dimana setiap langkah disempurnakan secara periodik. bisa dilakukan sebagian oleh bidan dan sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. 7) Langkah VII : Evaluasi Dilakukan evaluasi keefektifan dan asuhan yang diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan . 3) Langkah III : Mengidentifikasi diagnose atau masalah potensial Mengidentifikasi masalah atau diagnose potensial lain rangkaian masalah dan diagnose yang sudah diidentifikasi. 1) Langkah I : Pengumpulan data dasar Dilakukan pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap. Mengidentifikasi perlunya tindakan segera atau mengkonsultasikan atau menangani bersama dengan anggota tim kesehatan lain yang sesuai dengan kondisi klien.

2006). Pendokumentasian SOAP S (Subjektif) : Menggambarkan pendokumentasian hasil O (Objektif) pengumpulan data klien melalui anamnesa. 7 varney (Salmah. : Menggambarkan pendokumentasian dan tindakan atau implementasi dna evaluasi perencanaan (E) berdasarkan assessment sebagai langkah 5. laboratorium. . dan uji A (Assesment) diagnosis lain. : Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. 3. 6. : Menggambarkan pendokumentasian hasil analisis dan interpretasi data subjektif dan P (Plan) data objektif dalam suatu identifikasi. 2006).90 bantuan apakah benar – benar telah terpenuhi seuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam masalah dan diagnosa (Salmah.