Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perdarahan intracerebral merupakan penyabab Cerebrovaskular
Accident yang ketiga. Perdarahan yang terjadi pada memar otak dapat
membesar menjadi hematom intraserebral. Kelainan ini sering ditemukan
pada penderita trauma kepala. Lebih dari 50 % penderita dengan hematom
intracerebral disertai hematom epidural atau hematom subdural. Paling
banyak terjadi di lobus frontalis atau temporalis, dan tidak jarang ditemukan
multipel.
Perdarahan intracerebral adalah perdarahan yang terjadi pada
jaringan otak biasanya akibat robekan pembuluh darah yang ada dalam
jaringan otak. Secara klinis ditandai dengan adanya penurunan kesadaran
yang kadang-kadang disertai lateralisasi, pada pemeriksaan CT Scan
didapatkan adanya daerah hiperdens yang indikasi dilakukan operasi jika
Single, Diameter lebih dari 3 cm, Perifer, Adanya pergeseran garis tengah,
Secara

klinis

hematom

tersebut

dapat

menyebabkan

gangguan

neurologis/lateralisasi. Operasi yang dilakukan biasanya adalah evakuasi
hematom disertai dekompresi dari tulang kepala. Faktor-faktor yang
menentukan

prognosenya

hampir

sama

dengan

faktor-faktor

yang

menentukan prognose perdarahan subdural.
Intra Cerebral Hematom adalah perdarahan kedalam substansi
otak .Hemorragi ini biasanya terjadi dimana tekanan mendesak kepala
sampai daerah kecil dapat terjadi pada luka tembak ,cidera tumpul . Intra

HEMATOM INTRASEREBRAL

1

Cerebral Hematom (ICH) merupakan koleksi darah focus yang biasanya
diakibatkan oleh cidera regangan atau robekan rotasional terhadap pembuluh
–pembuluh darah dalam jaringan fungsi otak atau kadang kerena cidera
tekanan .ukuran hematom bervariasi dari beberapa milimeter sampai
beberapa sentimeter dan dapat terjadi pada 2- 16 kasus cidera. Intra
secerebral hematom adalah pendarahan dalam jaringan otak itu sendiri . hal
ini dapat timbul pada cidera kepala tertutup yang berat atau cidera kepala
terbuka.

HEMATOM INTRASEREBRAL

2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 ANATOMI OTAK DAN SISTEM SARAF
Sistem saraf manusia terbagi atas sistem saraf tepi dan sistem saraf
pusat. Yang dimaksud dengan sistem saraf tepi (Peripheral nervous system)
adalah semua serabut saraf yang berada di luar otak atau sumsum tulang
belakang. Yang dimaksud dengan sistem saraf pusat (Central nervous
system) adalah bagian yang mengatur kerja saraf tepi yang terdapat di otak
(brain), batang otak (brain stem), dan sumsum belakang (Spinal cord). Otak
sendiri terdiri dari 2 bagian besar, yaitu otak besar (Cerebum) dan otak
kecil (Cerebum).

HEMATOM INTRASEREBRAL

3

yang terdiri dari lapisan arachnoid (Arachnoidea mater. Setelahnya terdapat selaput otak lunak.Otak dibungkus oleh 3 selaput otak (Meningen). LCS). the arachnoid) dan lapisan pia matter. Lapisan ini melekat sangat erat dan mengikuti lekukan permukaan otak seperti stocking. Yang terluar adalah selaput otak keras atau dura mater (the dura) yang mempunyai perekatan erat dengan tulang tengkorak. Di antara ke dua lapisan terakhir ini terdapat lapisan subarachnoid (Subarachnoid space) yang mengandung cairan otak (Cerebrospinal fluid. HEMATOM INTRASEREBRAL 4 .

LCS dihasilkan melalui proses di 4 rongga yang terdapat di otak besar kiri kanan (Lateral ventricle). Rongga terakhir ini juga menghasilkan LCS yang selanjutnya dialirkan melalui 2 pasang lubang keluar. kelainan ini hanya dapat diatasi melalu operasi. HEMATOM INTRASEREBRAL 5 . Proses pembentukan LCS ini menyebabkan terjadinya pemindahan sebagian isi pembuluh darah ke LCS. Kemampuan ini dinamakan blood-brain barrier yang membantu mencegah infeksi otak. Pada jaringan tempat proses ini berlangsung terdapat juga mekanisme penyaringan yang terdapat dalam darah memasuki LCS. masih ada bakteri dan virus yang mampu menembusnya. Walaupun demikian. penyakit ini dinamakan penyakit meningitis. dari sana LCS dialirkan ke rongga tengah (third ventricle). Gangguan aliran LCS pada bayi baru lahir menyebabkan terjadinya hydrocephalus dengan kepala yang makin membesar. lalu setelah ditambah LCS produk rongga itu dialirkan lagi melalui saluran di batang otak (sylvian duct) menuju rongga lain di batang otak (fourth ventricle). dari rongga ini menuju lapisan subarachnoid. Kuman penyakit TBC adalah bakteri yang dapat menembus sehingga menyebabkan penyakit TBC selaput otak pada anak-anak.

Selanjutnya. khususnya yang terdapat sepanjang bagian dalam tulang tengkorak dari dahi ke belakang garis tengah (Superior sagital sinus). Otak besar dipisahkan otak kecil karena adanya tentorium cerebelli yang juga merupakan lipatan selaput otak. HEMATOM INTRASEREBRAL 6 . di sekitar bawah telinga saluransaluran itu bermuara membentuk pembuluh nadi (Internal jugular vein) yang mengembalikan darah ke jantung melalui superior vena cava.Lapisan selaput otak keras di beberapa tempat menyatu dan membentuk semacam saluran bernama sinus yang berfungsi sebagai pembuluh darah balik (vena). Cairan LCS juga diserap balik melalui beberapa penonjolan yang terdapat pada sinus tersebut. Otak kiri dan kanan dipisahkan oleh bagian atasnya oleh lipatan dura mater serta lapisan meningen lain yang membentuk falx cerebri.

Permukaan otak berkeluk-lekuk akibatnya ada tonjolan (gyrus) dan lekukan (Sulcus) yang membantu memperluas permukaan otak. makin luas pula lapisan luar (cortex) otak sehingga makin banyak sel saraf yang dapat menempatinya. pembuluh darah di dalam rongga kepala akan melebar pula. pembuluh darah di wajah dan kepalanya akan melebar sehingga tampak merah karena pelebaran pembuluh darah. pelebaran pembuluh darah itu menekan selaput otak sehingga merangsang saraf untuk merasa nyeri. Jumlah sel saraf yang lebih banyak ini dianggap makin menguntungkan karena seseorang diharapkan lebih pandai jika sel sarafnya banyak. Karena rongga kepala kempit dibatasi tulang. Bersamaan dengan itu. makin luas permukaan otak. Makin luas permukaan otak. selaput otak mempunyai serabut saraf yang dapat menerima rasa sakit. Jika seseorang terlalu lama berada di bawah sinar panas matahari. Sebagai akibatnya. misalnya.Berbeda dengan otak yang tidak mempunyai saraf penerima rasa sakit. HEMATOM INTRASEREBRAL 7 . yang bersangkutan mengalami sakit kepala berdenyut sesuai dengan irama jantung.

Pada orang bersangkutan. dingin. yang dimulai dari puncak kepala sampai sekitar telingan kiri dan kanan. Pusat untuk kesadaran manusia atas rangsangan rasa panas. Jadi. proyeksi tubuh di otak adalah terbalik (sensory homunculus). Bagian kulit otak ini berwarna lebih gelap dari lapisan di bawahnya sehingga dinamakan juga lapisan kelabu (gray matter) karena banyak mengandung sel saraf. otak kirinya lebih dominan dan menggunakannya untuk berpikir rasional. rasa tekan. Bagian yang merasakan sesnasi di kaki terletak di dekat puncak kepala. Di sebelah depan bagian otak terdapat bagian yang mengurus pergerakan otot dari kepala sampai kaki dengan proyeksi terbalik juga (motoric homunculus).Pusat kesadaran tertinggi manusia terdapat pada lapisan luar otak besar yang dinamakan cortex cerebri. fungsi otak kanan selain mengurus perasaan. Pada orang yang biasa menggunakan tangan kanan. juga mengurus faktor emosi. Otak kiri mengurus bagian tubuh sebelah kanan dan sebaliknya. raba. sedangkan rangsangan panas di kepala manusia mempunyai pusat di otak dekat telinga. rasa getar terdapat di otak. HEMATOM INTRASEREBRAL 8 .

Bagian otak kanan menerima sensasi penglihatan yang berasal dari lapang pandang sebelah kiri. visual field). HEMATOM INTRASEREBRAL 9 . Pusat untuk menerima rangsangan pendengaran terletak di otak sekitar telinga (temporal lobe). bagian yang menerima sensasi penglihatan terletak di bagain belakang (occipital lobe). Jadi.Untuk mempermudah menentukan suatu lokasi. otak dibagi menjadi bagian (lobe) yang namanya sama dengan nama tulang di hadapannya. untuk mata pembagian bukan menurut mata yang mana. melainkan apa yang dilihat oleh mata bagian pinggir dan mata bagain tengah dari 2 mata (lapang pandangan.

terjadi aliran listrik pada sel saraf. Walaupun ditemukan adanya aktivitas listrik di otak. ternyata melalui serangkaian proses yang melibatkan macam-macam zat yang diproduksi otak. Melatonin membuat seseorang tidur nyenyak dan bayak lagi. Otak termasuk salah satu kelenjar terbesar yang menghasilkan macam-macam substansi. Warna putih ini disebakan oleh banyaknya serabut sraf yang sebagian besar dilapisi selaput myelin. Saluran ini berisi serabut saraf yang akan mengatur semua otot di tubuh. dan subthalamus dengan memperhatikan posisinya terhadap thalamus. Untuk menjalankan fungsinya meneruskan impuls atau rangsangan. pusat gerak di otak akan dikirim rangsang atau impuls melalaui suatu jalur yang dinamakan corticospinal tract. Telencephalon adalah bagain terbesar otak besar yang membentuk otak kiri dan otak kanan. Diencephalon terbagi menjadi hypothalmus. ephitalmus. berbeda dengan anggapan beberapa tahun lalu. HEMATOM INTRASEREBRAL 10 . Di bagian dalam otak serabut di saluran ini mengirim cabang menuju bagian otak bernama ganglia basalis. Lapisan otak di bawah lapisan kelabu dinamakan lapisan putih atau substantia alba. Proses merasa sakit yang dahulu dianggap suatu sensasi adanya bahaya kerusakan bagian tubuh yang disalurkan ke otak dengan melalui penjalaran impuls listrik. sedangkan diencephalon terjepit di antaranya. proses yang berlangsung di otak ternyata lebih merupakan proses kimiawi. ada pembagian otak menjadi telencephalon dan diencephalon. Kebiasaan massage (pijat) diduga sebagai akibat dikelurkannya endorphin (zat seperti morphin yang dihasilakan tubuh) yang memberi kenikmatan.Selain itu. Pada saat orang berkeinginan melakukan gerak. Selaput ini berfungsi sebagai perendam (isolator) sekligus berguna untuk mempercepat pengiriman rangsang atau impuls.

Selain itu. ada juga cabang serabut yang menuju otak kecil (cerebellum) yang akan turut mengatur gerakan otot manusia.Di ganglia ini rangsngan itu akan diolah dan selanjutnya mengirim rangsangan yang akan turut mengatur gerakan yang dihasilkan. Dari sana serabut menuju sumsum belakang (spinal cord) dan mengurus gerakan yang diinginkan. Di sumsum belakang itulah serabut dari otak besar. Ketika mencapai batang otak (brain stem). ganglia basalia dan otak kecil bersama-sama mengatur gerakan tubuh. yang terdiri dari mesenchepalon. pons. dan medula oblongata lalu menyilang menuju sisi lain batang otak. HEMATOM INTRASEREBRAL 11 .

Saraf otak ini berjumlah 12 pasang dan diberi nomor. Yang termasuk ganglia basalis antara lain nucleus lentiformis (putamen & globus pallidus). dan beberapa fungsi lain. Ganglia basalis mempunyai peran penting dalam mengatur koordinasi kontraksi otot.Thalamus merupakan suatu bagunan di otak yang terlibat dalam proses penerimaan sensasi dan koordinasi gerakan motoris. Di dalam struktur ini terdapat HEMATOM INTRASEREBRAL 12 . termasuk untuk merasakan sesuatu dan menggerakan bagian kepala. terletak di batang otak. dan mempunyai serabut saraf yang dinamakan saraf otak.      Saraf no-1 (Olfactory nerve) : Untuk penciuman Saraf no-2 (Optic nerve) : Untuk peglihatan Saraf no-3 (Oculomotor nerve) Saraf no-4 (Trochlear nerve) Saraf no-5 (Trigeminal nerve) : Untuk sensasi di kepala dan otot pengunyah  Saraf no-6 (Abducens nerve) : Untuk penggerak bola mata  Saraf no-7 (Facial nerve) : Untuk otot mimik muka dan pengecapan  Saraf no-8 (Vestibulocochlear nerve) : Untuk pendengaran dan keseimbangan  Saraf no-9 (Glossopharyngeal nerve) : Untuk penggerak kerongkongan  Saraf no-10 (Vagus nerve) : Saraf parasimpatis utama  Saraf no-11 (Accessory nerve) : Untuk penggerak kerongkongan dan otot pundak  Saraf no-12 (Hypoglossal nerve) : Untuk penggerak lidah Dibagian tengah otak besar di depan bawah thalamus terdapat struktur yang dinamakan hypothalamus. Pusat itu berada di bawah pengaruh pusat lebih tinggi di cortex. Pusat untuk mengatur semua bagian kepala. dan nucleus caudatus.

Di bagian dalam otak terdapat bagian yang dinamakan hipocampus. Hypothalamus juga mengatur fungsi vital tubuh yang lain. Otak kecil (cerebellum) terletak di bagian belakang HEMATOM INTRASEREBRAL 13 . Zat-zat tersebut. Jaringan ini di batang otak juga berfungsi mengurus fungsi jantung dan pernapasan yang dijalankan melalui sistem saraf otonom. Tersebar di dalam jaringan otak terdapat juga kumpulan sel saraf yang selintas tampak tak teratur dan dinamakan reticular formation. sensasi penciuman yang mempunyai jalur tersendiri (Rhinencephalon). terutama yang menyangkut rasa nyeri. Jaringan ini menerima dan mengolah informasi tentang sensasi yang diterima.bangunan-bangunan berupa kelompok sel saraf (Nucleus) yang menghasilkan zat-zat yang penting untuk kehidupan. seperti tidur-bangun dan tingkat kesadaran (Alertness) seseorang pada suatu saat. yang juga berhubungan dengan sistem limbik. Dari antara semua sensasi yang diterima tubuh. yang disebut 'releasing factor' dialirkan oleh darah ke kelenjar hypophyse dan berfungsi untuk merangsang hypophyse mengeluarkan hormon yang sesuai dengan nama releasing factor itu. Sebagai bagian dari fungsinya. Hipocampus ini berhubungan juga dengan emosi dan pembentukan memory. dari pengolahan sensasi yang diterima jaringan itu dapat membantu menyegarkan dan mengurangi rasa mengantuk (ARAS = Ascending Reticular Activating System). Itulah sebabnya batang otak disebut sebagai bagian otak yang vital bagi hidup manusia. Hypothalamus termasuk organ yang vital untuk kehidupan.

yaitu persilangan serabut saraf penglihatan. Choroid plexus ini merupakan jaringan pembuluh darah yang membentuk cairan atau liquor cerebrospinalis (LCS). VS atau vellum superior yang merupakan dinding V4. Pada gambar ini. ventriculus III (seperti pada gambar ini) dan ventriculus IV (V4). Jika pada cerebrum lekukan itu dinamakan gyri & sulci. Permukaan otak kecil juga berlekuk-lekuk. Cerebellum berfungsi untuk mengatur koordinasi gerakan. Walaupun pada keadaan normal cerebellum tidak lebih besar dari kepalan tangan. tetapi dengan pola yang berbeda dari pada otak besar. luas permukaannya mencapai lebih dari 1 meter persegi. Cpin adalah pineal body. terdapat di lateral ventricle. HEMATOM INTRASEREBRAL 14 . Otak kecil ini menggantung di belakang pons. otak dibagi 2 dan dilihat dari permukaan tengahnya. Cop menunjukkan chiasma opticus. sedangkan CanC adalah canalis centralis. AC adalah sylvian duct.kepala. Ccal adalah corpus callosum yang berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kiri dan kanan. PCh menggambarkan pembuluh darah yang membentuk choroid plexus. sebuah nucleus yang berperan dalam sistem sensoris dan motoris. Th adalah thalamus. pada cerebellum lipatannya dinamakan folia. dan Hyp adalah kelenjar hypophyse yang tergantung di bagian bawah otak. Keberadaan lipatan ini juga memperluas permukaan lapisan kulit cerebellum yang banyak mengandung sel saraf.

Sumsum belakang ini terletak di dalam lubang yang dibentuk oleh susunan tulang belakang (Canalis vertebralis) mulai dari peralihan dengan kepala sampai di ruas pinggang yang kedua. Walaupun otak sehat sempurna. Kontraksi otot mulai dari leher ke bawah diurus oleh pusat yang terdapat di sumsum belakang. bila sumsum belakang terganggu. yang bersangkutan mengalami kelumpuhan untuk menggerakkan otot yang diurus bagian sumsum belakang itu. Bagian paling ujung sumsum belakang ini merupakan pusat saraf yang keluar dari lubang pda tulang sakrum yang paling bawah dekat anus.Sumsum belakang (spinal cord) mempunyai gambaran yang berbeda. HEMATOM INTRASEREBRAL 15 .

Akibatnya kecelakaan atau kesalahan gerak.Sumsum belakang mempunyai bagian pinggir (Cortex) yang berwarna putih (Substantia alba) karena banyak serabut saraf berlapis myelin. Ganglion ini berisi badan sel saraf yang menerima rangsang raba (sel sensoris) dan lain-lain dari tubuh. Dalam gerak refleks. Bagian tengahnya (medulla) menunjukkan gambaran seperti kupukupu berwarna gelap (Substantia grisea). HEMATOM INTRASEREBRAL 16 . Di luar sumsum belakang selalu ada bangunan berupa pelebaran serabut saraf yang dinamakan ganglion radix dorsale. Sayap kupu-kupu sebelah belakang (posterior horn) mengandung sel saraf yang mengurus sensasi itu dan meneruskannya ke otak. Kelainan ini sering disebut sebagai 'saraf jepit' dan diperbaiki dengan operasi. dapat terjadi pecahnya bagian antara 2 ruas tulang itu sehingga isinya menjorok ke belakang (hernia nucleus pulposus). Pada keadaan demikian. serabut saraf yang keluar dari lubang tadi akan terjepit dan menyebabkan rasa nyeri yang hebat serta kesuliatan bergerak. Serabut saraf dari sumsum belakang meninggalkan sulang belakang melalui celah di antara 2 ruas belakang (Intervertebral foramen). impuls masuk lewat bagian belakang sumsum belakang langsung diteruskan ke sel motoris di bagian depan sebelum otak menyadari apa yang dirasakan. Sayap bagian depan (anterior horn) mengandung sel saraf yang merangsang otot uantuk bergerak (sel motoris).

Pada suatu organ tubuh. tetapi untuk organ di perut efek itu lebih kuat diatur oleh sistem parasimpatis. Pengambilan ini dinamakan lumbal punksi. biasanya kedua sistem ditemukan bersama-sama. Sistem saraf manusia terdiri dari sistem sadar atau somatik (somatic nervous system) dan tidak sadar atau otonom (autonomic nervous system).Sumsum belakang juga dibungkus oleh 3 lapisan selaput otak (meningen) seperti otak. Tindakan ini dikerjakan untuk memeriksa tekanan di rongga subarachnoid. Pengambilan LCS dapat dilakukan melalui rongga subarachnoid yang terdapat di bawah ruas tulang pinggang kedua. diatur atau dirasakan oleh seseorang. Sistem saraf otonom terdiri dari sistem simpatis (sympathetic nervous system) dan parasimpatis (parasympathetic nervous system). serta komposisi cairan LCS. Sistem saraf somatik meliputi semua unsur dan jaringan saraf yang dapat disadari. HEMATOM INTRASEREBRAL 17 . Saraf simpatis pada organ di dada (seperti jantung) mempunyai efek mengaktifkan.

 communicans posterior. hypophysialis superior. cerebri anterior a. choroidea anterior Cabang terminal : a. a. Caroticotympanicae  pars cavernosa – r.2 VASKULARISASI OTAK a) ARTERIA CAROTIS INTERNA  pars cervicalis – sinus caroticus  pars petrosa – aa. hypophysialis inferior. rr. a. meningeus.. ophtalmica .2. a. cerebri media  circulus arteriosus cerebri Willisi b) ARTERIA VERTEBRALIS HEMATOM INTRASEREBRAL 18 .  ganglionares trigeminalis pars cerebralis – a. a.

basilaris . inferior posterior cerebella (→ a. meningei. transversaria (C6-C1)→ rr. c) ARTERIA BASILARIS  2 aa.a. spinales et musculares pars atlantica – sulcus a. vertebrales →a. inferior anterior cerebelli (a.    pars prevertebralis pars cervicalis s.) . membrana atlantooccipitalis post.. spinalis ant. . spinalis post. . labyrinthi) HEMATOM INTRASEREBRAL 19 . foramen occipitale magnum pars intracranialis .rr.a.v.a.

a.cerebri media → mengantar darah ke permukaan lateral & polus temporalis 3. a.cerebri anterior & a. a.carotis interna.carotis interna) yang memasok darah ke otak Dibentuk oleh : a. Masing-masing a. a. aa.cerebri posterior → mengantar darah ke permukaan inferior & polus occipitalis HEMATOM INTRASEREBRAL 20 . Pontis aa.communicans posterior.cerebri posterior.cerebri anterior → mengantar darah hampir seluruh permukaan medial & superior serta polus frontalis 2.cerebralis mengantar darah ke satu permukaan dan satu kutub cerebrum : 1. Mesencephalicae a.  a.comunicans anterior. cerebri posteriors circulus arteriosus cerebri Willisi d) CIRCULUS ARTERIOSUS WILLISI  Merupakan anastomose yang penting antara 4 arteri (a. a.vertebralis &  a. superior cerebella → aa.

HEMATOM INTRASEREBRAL 21 .

3 HEMATOM INTRASEREBRAL A. Perdarahan intraserebral dapat disebabkan secara skunder yaitu dengan adanya trauma langsung pada otak yang kemudian akan menyebabkan rupturnya pembuluh darah di dalam otak.2. HEMATOM INTRASEREBRAL 22 . DEFINISI Perdarahan intracerebral adalah perdarahan yang primer berasal dari pembuluh darah dalam parenkim otak.

risiko tahunan perdarahan ulangan sebesar 18% dapat diturunkan melalui tindakan eksisi pembedahan (surgical excisions).5%. dan radiourgy. ETIOLOGI Kausa Penentu utama diagnosis Karakteristik Hipertensi Riwayat klinis* Ruptur arteriola kaliber kecil akibat perubahan degeneratif yang dipicu oleh hipertensi yang tidak dikendalikan. Arteriovenous malformation (AVM) Pencitraan otak: MRI dan angiografi konvensional Ruptur pembuluh darah abnormal berukuran kecil yang menghubungkan arteri dan vena. risiko tahunan perdarahan ulangan sebesar 2% dapat diturunkan melalui terapi terhadap hipertensi. embolisasi.B. disertai gambaran deposisi β amyloid protein. dalam pencitraan tampak sebagai lobar hemorrhage pada penderita dengan usia lebih dari 70 tahun. HEMATOM INTRASEREBRAL 23 . Angiopati amiloid (CAA) Riwayat klinis* Ruptur arteri kaliber kecil dan sedang. risiko tahunan perdarahan ulangan sebesar 10.

dan pada keadaan yang jarang.5%. transvenous thrombolytic agent dapat memperbaiki outcme. risiko tahunan perdarahan ulangan sebesar 4. Thrombosis sinus venosa duralis (dural venous sinus thrombosis) Pencitraan otak: MRV (magnetic resonance venography) dan angiografi konvensional Akibat dari infeksi vena hemoragik (hemorrhagic venous infection). risiko perdarahan ulangan sebesar 50% dalam kurun 6 bulan pertama. risiko tahunan perdarahan ulangan sangat rendah (0. pemberian antikoagulan.15%). risiko thrombosis venosa duralis ulangan sebesar 10% dalam kurun 12 bulan pertama dan sebesar kurang dari 1% per tahun selanjutnya. Angioma venosa (venous angioma) Pencitraan otak: MRI dan angiografi konvensional Ruptur venulae yang mengalami dilatasi abnormal. Angioma kavernosa (cavernous angioma) Pencitraan otak: MRI Ruptur struktur abnormal berupa capillary-likevessels yang bercampur dengan jaringan ikat.Aneurisma intrakranial Pencitraan otak: MRA dan angiografi konvensional Ruptur arteri berkaliber sedang yang mengalami dilatasi sakular (saccular dilatation) yang umumnya menimbulkan perdarahan subarakhnoid (PSA/SAH). Neoplasma intrakranial Pencitraan otak: MRI Akibat dari nekrosis dan HEMATOM INTRASEREBRAL 24 .

outcome jangka panjang ditentukan oleh jenis neoplasma. C. pemberian immunosupresan mungkin diperlukan.perdarahan didalam neoplasma yang hipervaskular. Hemorrhagic ischemic stroke Pencitraan otak: MRI dan angiografi konvensional Perdarahan didalam regio infark serebral akibat dari kerusakan iskemik yang mengenai blood-brain barrier. biopsi otak Ruptur arteri berkaliber kecil atau sedang disertai gambaran inflamasi dan degenerasi. Vaskulitis Pemeriksaan penanda serologis dan LCS. Koagulopati Riwayat klinis* Paling sering ditimbulkan oleh pemakaian antikoagulan atau thrombolitik. Kokain atau alkohol Riwayat klinis* Dapat dijumpai abnormalitas vaskular yang melatarbelakangi. diperlukan koreksi segera terhadap abnormalitas yang melatarbelakangi untuk menghindari perdarahan kontinyu. PATOFISIOLOGI HEMATOM INTRASEREBRAL 25 .

yang berasal dari pecahnya cabang thalamogenikulata asenderen (ascending thalmogeniculate branches) dari arteri serebri posterior (C). meninggalkan adanya intact neural tissue didalam dan disekitar hematom. yang berasal dari pecahnya cabang lentikulostriata asenderen (ascending lenticulostriate branches) dari arteri serebri media (B). Gambaran histologis ditandai oleh adanya edema. batang otak (predominan pada pons). dan serebellum. atau arteri serebellaris superior (E). yang berasal dari pecahnya cabang paramedian dari arteri basilaris (D). Wilayah edema parenkim otak. makrofag. yang seringkali diwarnai oleh sisa degradasi dari hemoglobin. ganglia basalis.Pada umumnya dijumpai pada lobus serebral. ganglia basalis. tampak nyata disekeliling hematom. Adanya perluasan perdarahan kedalam ventrikel dijumpai pada hematom berukuran besar yang berada dikedalaman. dan serebellum yang berasal dari pecahnya cabang perforantes dari arteri serebellaris posterior inferior. pons. Perdarahan paling sering mengenai: lobus serebral. media. yang berasal dari pecahnya cabang perforantes kortikal (penetrating cortical branches) dari arteri serebri anterior. thalamus. Pola penyibakan tersebut menimbulkan adanya jaringan neural yang masih dalam kondisi viable dan dapat diselamatkan yang berada tepat disekitar hematom. dan neutrofil di regio sekitar hematom. Perdarahan terlihat diantara alur robekan substansia alba dengan sifat destruksi yang minimal. atau posterior (A). thalamus. neuron yang rusak. arteri serebellaris anterior inferior. HEMATOM INTRASEREBRAL 26 .

HEMATOM INTRASEREBRAL 27 . Adanya perubahan degeneratif dari dinding pembuluh darah tersebut yang ditimbulkan oleh hipertensi kronis mengakibatkan menurunnya kelenturan (compliance) serta meningkatkan kemungkinan terjadinya ruptur spontan. Charcot dan Bouchard menyatakan terjadinya perdarahan diakibatkan oleh ruptur di tempat-tempat adanya dilatasi dari dinding pembuluh darah arteriola berukuran kecil (mikroaneurisma). Pada tahun 1868. SUMBER HEMATOM Perdarahan intraparenkimal ditimbulkan oleh adanya ruptur dari arteri perforantes yang berkaliber kecil (small penetrating arteries) yang berasal dari arteri basilaris. atau posterior. arteri serebri anterior. media.

CT-scan pertama (Panel A) dikerjakan satu jam setelah penderita datang yang selanjutnya diikuti oleh terjadinya deteriorasi neurologis. Melalui studi menggunakan mikroskop elektron diketahui bahwa sebahagian besar perdarahan terjadi tepat atau disekitar percabangan dari arteri yang terkena. Pembesaran ukuran hematom ini ditimbulkan oleh terjadinya perdarahan yang terus-menerus dari sumber pertama perdarahan serta akibat dari terjadinya robekan mekanik (mechanical disruption) pada pembuluh darah disekitarnya.  PROGRESI HEMATOM Dahulu dianggap sebagai kejadian yang bersifat monofasik (monophasic event) yang berhenti dengan segera oleh karena adanya proses pembekuan serta adanya tamponade oleh jaringan sekitarnya. tempat dimana prominen terjadi degenerasi dari tunika media otot polos dinding pembuluh darah. dan pembesaran hematom tampak jelas pada CT-scan yang dikerjakan 6 jam setelah kedatangan (Panel B). defisit koagulasi lokal. HEMATOM INTRASEREBRAL 28 .Entitas morfologis [mikroaneurisma] tersebut belakangan diketahui merupakan subadventitial hemorrhages atau extravascular clots akibat adanya kerusakan endothel oleh hipertensi. Pemahaman ini tidaklah benar. atau keduanya. Disamping itu pembesaran hematom juga dapat ditimbulkan oleh adanya hipertensi akut. seperti terbukti melalui CT-scan yang menunjukkan bahwa hematoma semakin membesar dengan berjalannya waktu.

terjadilah edema vasogenik dan edema sitotoksik oleh karena rusaknya sawar darah otak (blood–brain barrier). Edema dini yang terjadi disekitar hematom disebabkan oleh adanya pelepasan dan akumulasi protein serum yang memiliki kekuatan osmotik (osmotically active serum proteins) yang berasal dari bekuan darah. dan berakhir dengan kematian neuron. secara berturutan. meskipun ada pengamatan lain yang menunjukkan edema dapat berlangsung sampai dua minggu setelah onset stroke. Cairan transudat dengan segera mengumpul pada regio disekitar hematom. Adanya jeda waktu antara kerusakan blood–brain barrier dan HEMATOM INTRASEREBRAL 29 . Selanjutnya. kegagalan sodium pump. Kerusakan Neuronal Sekunder (secondary neuronal injury) setelah Perdarahan Kemunculan hematom mengawali terjadinya edema dan kerusakan neuronal pada parenkim disekitarnya. dan edema umumnya menetap sampai lima hari.

MANIFESTASI KLINIS  Status Neurologis di Awal Serangan Penderita dengan hematom berukuran besar umumnya mengalami penurunan tingkat kesadaran sebagai akibat dari meningkatnya tekanan intrakranial dan adanya kompresi langsung HEMATOM INTRASEREBRAL 30 . dimana bukti mutakhir menunjukkan berlangsungnya programmed cell death (apoptosis) yang ditandai oleh adanya ekspresi nuclear factor-κB pada inti dari sel neural. Pendapat yang dianut dewasa ini adalah bahwa produk yang berasal dari darah dan plasma merupakan perantara bagi hampir keseluruhan kerusakan sekunder yang ditimbulkan setelah suatu perdarahan intraserebral. namun demikian. D. Kematian neuronal yang terjadi pada regio disekitar hematom predominan dalam bentuk nekrotik. Ada pendapat bahwa iskemia serebral dapat terjadi sebagai akibat adanya kompresi mekanik terhadap regio disekitar hematom.timbulnya edema serebral setelah suatu perdarahan mengesankan kemungkinan terdapatnya mediator lain (secondary mediators) terhadap terjadinya baik neural injury maupun edema. penelitian mutakhir terhadap binatang dan manusia tidak menyokong pendapat ini.

dan thalamus akan mengalami defisit sensori-motorik kontralateral dengan tingkat keparahan yang bervariasi sebagai akibat dari terlibatnya kapsula interna. nistagmus. Abnormalitas yang menandakan adanya disfungsi kortikal luhur seperti afasia. abnormalitas nervus kranialis. dapat terjadi sebagai akibat dari terkoyaknya serabut penghubung (connecting fibers) yang berada pada wilayah subkortikal dari substansia alba serta terjadinya functional suppression terhadap lapisan korteks diatasnya yang dikenal sebagai diaschisis. dan dismetria.atau distorsi terhadap thalamic dan brain-stem reticular activating system. gambaran klinis yang menonjol adalah ataksia. a) Penderita dengan perdarahan supratentorial yang mengenai putamen. neglect. HEMATOM INTRASEREBRAL 31 . dan meningismus sebagai akibat dari adanya darah intraventrikular. c) Pada perdarahan yang mengenai serebellum. dan hemianopia. nukleus kaudatus. dan defisit motorik kontralateral. Gejala nonspesifik yang umum meliputi nyeri kepala dan muntah sebagai akibat dari meningkatnya tekanan intrakranial. b) Pada penderita dengan perdarahan infratentorial akan dijumpai tanda disfungsi batang otak yang meliputi diskonjugat (abnormalities of gaze). gaze deviation.

E. DIAGNOSA Meskipun karakteristik rapid onset dari defisit neurologis yang muncul dan adanya penurunan tingkat kesadaran mengarahkan diagnosis perdarahan intraserebral. HEMATOM INTRASEREBRAL 32 . atau serebellar perlu menjalani angiografi konvensional apabila dijumpai normotensif dan berumur 45 tahun atau lebih muda. ada-tidaknya darah intraventrikular.  Pada pemeriksaan CT-scan permulaan. seperti aneurisma. yang penting diamati meliputi lokasi dan ukuran hematom. malformasi arteriovenosa (AVM). thalamik. namun membedakan secara tegak antara infark serebral dan perdarahan intraserebral memerlukan pemeriksaan pencitraan otak. dan gambaran hidrosefalus. Waktu pengerjaan angiografi konvensional tergantung dari kondisi klinis penderita dan urgensi dari tindakan pembedahan. Penuntun (guidelines) yang dikeluarkan oleh American Heart Association merekomendasikan pemeriksaan angiografi bagi semua penderita dengan kausa perdarahan yang tidak jelas yang akan menjalani tindakan pembedahan.  Penderita tertentu selanjutnya perlu menjalani pemeriksaan angiografi konvensional untuk menemukan kausa sekunder dari PIS. Sedangkan penderita dengan perdarahan putaminal. Penderita dengan perdarahan lobar atau perdarahan intraventrikular primer (primary intraventricular hemorrhage) perlu menjalani angiografi tanpa memandang umur atau ada-tidaknya riwayat hipertensi. dan vaskulitis. terutama penderita usia muda dengan tanpa hipertensi yang memiliki kondisi klinis stabil.

meskipun sensitifitasnya belum diuji dengan baik. PENATALAKSANAAN HEMATOM INTRASEREBRAL 33 . serta pada penderita dengan perdarahan berulang. F. Angiografi konvensional juga perlu dipertimbangkan pada penderita yang memperlihatkan darah subarakhnoid yang disertai hematom parenkimal. MRI (magnetic resonance imaging) menggunakan media kontras gadolinium dan MRA (magnetic resonance angiography) juga dapat dipergunakan untuk menemukan kausa sekunder dari perdarahan.

HEMATOM INTRASEREBRAL 34 . keseimbangan elektrolit Nyeri dengan obat kortikosteroid. ventilasi. Pemberian oksigenasi.     Terapi konservatif dan operatif Pengendalian tekanan intracranial Anticonvulsant.

 Tindakan operasi intrakranial merupakan terapi pilihan. atau posterior. BAB III PENUTUP 3. arteri serebri anterior. Faktor yang telah diketahui konsisten bernilai prediktif terhadap mortalitas tinggi meliputi: skor GCS (Glasgow Coma Scale) yang rendah.1 KESIMPULAN Perdarahan intraparenkimal ditimbulkan oleh adanya ruptur dari arteri perforantes yang berkaliber kecil (small penetrating arteries) yang berasal dari arteri basilaris. media. G. Pembesaran ukuran hematom ini ditimbulkan oleh terjadinya perdarahan yang terus-menerus dari sumber pertama perdarahan serta akibat dari terjadinya robekan mekanik (mechanical disruption) pada HEMATOM INTRASEREBRAL 35 . volume hematom yang besar. dan adanya darah intraventrikular pada pemeriksaan CT-scan permulaan. PROGNOSIS Angka mortalitas pada enam bulan setelah perdarahan spontan berkisar antara 23 sampai 58 persen.

Jakarta : D-medika. Jakarta : Dian Rakyat. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. 2012.pembuluh darah disekitarnya. Disamping itu pembesaran hematom juga dapat ditimbulkan oleh adanya hipertensi akut. priguna. mahar. Jakarta : Penerbit Hipokrates. Jakarta : Dian Rakyat Moore. Ilmu Kedokteran Lengkap Tentang Neurosains. DAFTAR PUSTAKA Hernata. Neurologis Klinis Dasar. atau keduanya. Mardjono. Sidharta. 2012. HEMATOM INTRASEREBRAL 36 . Anatomi Klinis Dasar. dkk. 2012. Keith L. iyan. 2013. defisit koagulasi lokal.