Anda di halaman 1dari 14

I.

METODOLOGI TAFSIR
1.Sebutkan macam-macam tafsir berdasarkan metodenya, kemudian jelaskan dua
diantaranya, lengkap dengan kitab tafsir dan pengarangnya.
2.Menurut H.M. Quraisy Syihab, periodesasi pertumbuhan dan perkembangan tafsir dilihat
dari segi penulisannya, terbegi kedalam tiga periode. Jelaskan ketiga periode dimaksud.
3.Tafsir Qur’an Bi al-Qur’an termasuk bagian dari tafsir bi al-Ma’tsur. Jelaskan tafsir Qur’an
bi al-Qur’an dimaksud lengkap dengan contohnya.
4. Sebutkan dan jelaskan kitab tafsir yang bernuansa Fiqh, lengkap dengan nama
pengarangnya.
II.ULUMUL QUR’AN
1.Jelaskan pengertian I’jaz menurut bahasa dan istilah
2.Buktikan secara historis kegagalan menandingi al-Qur’an
3.Berbicara mengenai kemu’jizatan al-Qur’an terbagi kepada beberapa segi:
a.I’jaz dari segi Gaib
b.I’jaz dari segi ilmiah
Jelaskan segi I’jaz dimaksud dengan merujuk kepada al-Qur’an dan sejarah masa lampau.
SIKAP ISLAM TENTANG POLIGAMI DAN MONOGAMI

2. Imam Taqiyuddin membuat rumusan bahwa perkawinan adalah suatu terma atau ungkapan menyangkut akad antara seorang lelaki dan seorang perempuan yang telah dikenal masyrakat manusia. Masing-masing dari kedua calon pengantin dapat mendengar apa yang diucapkan oleh pasangannya. wali dari mempelai perempuan. yang dikemukakan Ahmad Nashr al-Jundi. halal untuk dinikahi. 5. Yang termasuk ke dalam syarat-syarat perkawinan. Hendaknya ijab dan qabul dilaksanakan dalam satu majlis. 4. dua orang saksi yang adil. Perkawinan itu disaksikan oleh saksi-saksi. 1. Adanya kerelaan dari calon mempelai perempuan. apa yang diucapkan kedua calon mempelai. Kedua saksi perkawinan itu benar-benar dapat mendengar. maskawin dan ijab qabul. Hendaknya masing-masing calon suami isteri dimaklumi dengan jelas. 6. secara bersama-sama. Terlepas dari arti nikah yang telah menjadi pengertian umum. . Pengertian Perkawinan Perkawinan oleh Al-Qur'an disebut dengan kata nikah dan misaq (perjanjian). mencakup rukun-rukun dan syarat-syarat tertentu. Tidak terjadi perbedaan antara ijab di satu pihak dan qabul di pihak lain. Adapun yang dimaksud dengan rukun-rukun perkawinan adalah. Kedua mempelai. Kedua calon pengantin yang hendak melakukan akad itu berakal sehat. 8. maka nikah berarti ittifaq (kesepakatan) dan mukhalathat (percampuran). 9.BAB A. Adanya calon mempelai perempuan yang menurut ketentuan syara'. adalah. Secara syar'i. 7. dewasa dan merdeka. 3. Jadi perkawinan atau nikah bermakna suatu perjanjian atau kesepakatan untuk bercampur atau bergaul dengan sebaik-baiknya antara seorang lelaki dan seorang perempuan dalam status suami isteri.

Artinya. ……maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua. Hukum perkawinan yang baik ialah yang bisa menjamin dan memelihara hakekat perkawinan. ada syarat yang cukup berat yang harus dipenuhi oleh seorang suami jika ingin berpoligami. Perkawinan bukanlah merupakan hubungan jasmani antara dua jenis hewan. Perkawinan adalah hubungan kemanusiaan antara lelaki dan wanita untuk menyongsong kehidupan dengan segala problemanya. Sikap Islam Mengenai Poligami dan Monogami dan Hukumnya Pada dasarnya. C. poligami adalah suatu cara atau system yang di halalkan Allah SWT. seperti ditegaskan dalam firmannya. apabila syarat utama (adil) tersebut tidak mungkin dipenuhi. atau empat (QS An-Nisa:3). Pada dasarnya. Soal adil ini sangat sulit karena menyangkut urusan lahir dan batin. secara asasi bertentangan dengan hukum itu sendiri. yaitu untuk menghadapi segala keadaan yang terjadi atau yang mungkin akan terjadi. yakni "adil". yaitu perbuatan zina dan kefasikan. Fungsi perkawinan yang paling mendasar adalah sebagian lembaga preventif bagi terjadinya hal-hal yang diharamkan oleh agama. Dalam rumusan KHI. maka Allah menyarankan untuk beristeri satu saja. Menegakan hukum perkawinan di atas dasar prinsip mengingkari kenyataan dan kemaslahatan yang mempunyai dua ujung berlawanan itu. hukum perkawinan hanya dapat ditegakan . Bahkan jika seorang suami dikhawatirkan tidak dapat berlaku adil. Tujuan dan Fungsi Perkawinan Tujuan perkawinan islam tidak dapat dilepaskan dari pernyataan Al-qur'an. Namun demikian. Kehidupan yang tentram yang dibalut perasaan cinta kasih dan ditopang saling pengertian di antara suami dan isteri.B. juga bukan hubungan rohani antara dua jenis malaikat. tiga. maka suami dilarang beristeri lebih dari seorang (Pasal 55 ayat 3).

Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri. tetapi bersamaan dengan itu membolehkan poligami. Islam tidak melarang monogamy dan tak mewajibkan pemeluknya. dan diakui dalam kehidupan manusia. tidak seorangpun dapat mengingkari terjadinya poligami yang sesuai hukum. dan tidak seorang pun dapat berkilah menggunakan hukum untuk bertindak diluar hukum. 1.mengakui keutamaan monogami dan tidak mutlak melarang poligami. apabila.atas dasar kenyataan obyektif dan dalam ruang lingkup yang seluasluasnya. praktek tersebut dapat berlangsung secara diam-diam. Islam mengakui kemungkinan terjadinya poligami. Pengadilan dimaksud hanya memberikan izin kepada seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang. Kendati demikian. yang mampu sekalipun untuk mempunyai isteri lebih dari satu. Melarang sesuatu yang kurang sempurna akan membuat kita terperosok ke dalam kesalahan. . Islam meletakan soal poligami dalam proporsinya. dalam hal seorang suami akan beristeri lebih dari seorang. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat di sembuhkan. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan. Islam hanya membolehkan pemeluknya berpoligami dengan syarat terjaminnya keadilan bagi semua isterinya. UU perkawinan menegaskan. atau disyaratkan keadaan tertentu untuk berlakunya ketentuan itu. karena merupakan hal yang perlu diperhitungkan dalam kehidupan masyarakat. yang mengakui monogami lebih mendekati keadilan dan kebajikan. Poligami ada sejak zaman dahulu hingga sekarang. Dengan demikian. Islam mengakui bahwa keadilan tidak mungkin lahir dari tabiat manusia. 3. yaitu menganggap semua orang sempurna atau sanggup menempuh cara hidup yang sempurna. Itulah hukum perkawinan yang ditetapkan Islam. agama-agama wahyu tidak melarang poligami. 2. maka ia wajib mengajukan permohonan kepada pengadilan di daerah tempat tinggalnya (pasal 44 ayat 1). Hanya saja. Sebenarnya.

sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat 1 Undang-undang ini. 3. Pegawai Pencatat Perkawinan dilarang untuk melakukan pencatatan perkawinan seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang sebelum adanya izin pengadilan (vide pasal 44 PP No. baik untuk pria maupun untuk wanita. maka ia wajib mengajukan permohonan secara tertulis kepada pengadilan (vide pasal 4 UU No.9/1975). Hanya apabila dikehendaki oleh yang bersangkutan.1/1974. yang mengatur ketentuan-ketentuan pelaksanaan dari UU tersebut.1/1974 tentang perkawinan.Selanjutnya pada pasal 5 ayat 1 dijelaskan. Untuk kelancaran pelaksanaan UU No.1/1974 dan pasal 40 PP No. maka Hukum Perkawinan di Indonesia menganut asas monogamy. Adanya persetujuan dari isteri/isteri-isteri. Berdasarkan UU No. 1. karena hukum dan agama dari yang bersangkutan mengizinkannya. seorang suami dapat beristeri lebih dari seorang isteri. telah dikeluarkan PP No. . Dan dalam hal ini suami yang bermaksud untuk beristeri lebih dari seorang.9/1975. Adanya kepastian bahwa suami menjamin keperluan-keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anak mereka. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak mereka. 2. untuk dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan.9/1975). harus dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

Untuk melihat sejauh mana kebaikan hokum perkawinan Islam. dari yang kecil dan sederhana sampai yang besar dan kompleks. Demikian pula dalam dunia hewan dan tumbuh-tumbuhan.49). Apakah Islam lebih condong kepada poligami atau monogamy? . juga sangat menyukai lawan jenisnya (perempuan). perlu dilihat antara lain bagaimana sikapnya mengenai poligami dan monogamy. yaitu untuk menghadapi segala keadaan yang terjadi atau yang mungkin terjadi". "Hukum perkawinan yang baik ialah yang menjamin dan memelihara hakikat perkawinan. Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (Al-Dzariat. Demikian pula sebaliknya. Al-qur'an menjelaskan bahwa manusia (laki-laki) secara naluriah. Tuhan. harta kekayan dan lain-lain. Mengenai manusia. berfirman. Segala persoalan yang muncul dalam kehidupan rumah tangga sangat bervariasi. Mengenai hukum perkawinan. antara lain. ketentuan berpasangan itu pun dapat dilihat dalam jenis laki-laki dan perempuan.BAB I PENDAHULUAN Segala sesuatu di alam wujud ini diciptakan Tuhan berpasangan. Al-Aqqad berpendapat. di samping mempunyai keinginan terhadap anak keturunan.

Situasi seperti ini sering berlangsung sampai agama Islam lahir. Suku terakhir inilah yang kemudian mengatur urusan-urusan politik dan urusan yang berhubungan dengan Ka’bah. Kekuasaan politik kemudian berpindah ke suku Khuzaah dan akhirnya ke suku Quraisy di bawah pimpinan qushai. ARAB PRA ISLAM Agama dan masyarakat arab ketika masa itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat jazirah Arab dengan luas satu juta mil persegi. yaitu percaya kepada banyak dewa yang diwujudkan dalam bentuk berhala dan patung. Semenjak itu. suku Quraisy menjadi suku yang mendominasi masyarakat Arab. . sebagai pemegang kekuasaan politik dan Ismail. Untuk mengamankan para peziarah yang datang ke kota Mekah. nilai wanita menjadi sangat rendah. Mereka sangat menekankan hubungan kesukuan sehingga kesetiaan atau solidaritas kelompok menjadi sumber kekuatan bagi suatu kabilah atau suku. Dalam masyarakat yang suka berperang . Akibat peperangan yang terus menerus. bahan-bahan sejarah Arab pra Islam sangat langka didapatkan di dunia Arab dan dalam bahasa Arab. yaitu Jurhum.A. Walaupun agama Yahudi dan Kristen sudah masuk ke jazirah Arab. didirikanlah suatu pemerintahan yang pada mulanya berada ditangan dua suku yang berkuasa. kebudayaan mereka tidak berkembang. Setiap kabilah mempunyai berhala sendiri. Karena itu. sebagai pemegang kekuasaan atas Ka’bah. bangsa Arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka.

Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Umar menyebut dirinya khalifah-khalifah Rasulillah. Masa sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutam tantangan yang ditimbulkan oleh sukusuku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintah Madinah. Damaskus. eksekutif dan yudikatif terpusat ditangan khalifah. dengan semangat ukhuwah islamiyah yang tinggi. ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat. sebagaimana pada masa Rasulullah bersifat sentral. Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat. Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu’minin (komandan orang yang beriman). Di zaman umar gelombang ekspansi pertama terjadi . Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. kemudian mengangkat Umar ibn Khathab sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan dikalangan umat Islam. Abdurrahman) dan meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang diantaranya . Tidak lama setelah Nabi Muhammad saw wafat. Madinah. ibu kota Syiria. Kekuasaan yang dijalankan Abu Bakar. Dia dibunuh oleh seorang budak dari Persia bernama Abu Lu’lu’ah. Zubair. Untuk menentukan penggantinya Dia menunjuk enam orang sahabat (Usman. belum lagi jenazahnya dimakamkan. dan Mesir. MASA KHULAFA RASYIDIN Nabi Muhammad saw tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat.B. talhah. Umar memerintah selama sepuluh tahun. akhirnya Abu Bakar terpilih. Sa’ad. Masa jabatannya berakhir dengan kematian. sejumlah toko Muhajirin dan Anshar berkumpul di balai kota Bani Sa’idah. Palestina. Mereka memusyawarahkan siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. Abu Bakar disebut Khalifah rasulillah (pengganti Rasul) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Syiria. sehingga masing-masing pihak menerima dan membaiatnya. Ali. kekuasaan legislatif. wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah Nabi wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan.

Diujung masa pemerintahan Ali umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik yaitu Mu’awiyah. Usman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang yang kecewa itu. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatanjabatan penting. jembatan-jembatan. dan memperluas mesjid Nabi di Madinah. Setelah Usman wafat. karena Ali tidak mau menghukum para pembunuh Usman. Pada paroh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa dikalangan umat Islam terhadapnya. Usman laksana boneka dihadapan kerabatnya itu. Dia mengirim surat kepada Thalhah untuk berunding menyelesaikan perkara itu secara damai. Syiah (pengikut Ali) dan alKhawarij (orang yang keluar dari barisan Ali). Usman berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir dan mengatur pembagian air ke kotakota. Di masa pemerintahan Usman bagian yang tersisa dari Persia berhasil direbut. Perang ini dikenal deengan nama “Perang Jamal (unta)” karena Aisyah menunggang unta. pertempuran yang dahsyat pun berkobar.karena pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Ali memecat para gubernur yang diangkat oleh Usman. Ali berhasil mengalahkan lawannya. Akhirnya. Setelah umar wafat tim ini bermusyawarah dan berhasil menunjuk Usman sebagai khalifah melalui persaingan yang agak ketat dengan Ali ibn Abi Thalib. Tapi. masyarakat beramai-ramai membaiat Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah. mesjid-mesjid. . Ali memerintah hanya enam tahun. juga membangun jalan-jalan. . Ali terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij. Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun.menjadi khalifah. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai disini. namun ajakan itu ditolak. Zubair dan Aisyah. Ali menghadapi pemberontakan Thalhah. Faktor yang menyebabkan banyak rakyat kecewa mereka adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. Zubair dan Thalhah terbunuh dan Aisyah ditawan dan dikirim kembali ke Madinah. Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang.

Tahuun 41 H (661 M) dikenal dalam sejarah sebagai tahun Jama’ah. C. maka Hasan membuat perjanjian damai yang dapat mempersatukan Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik. Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti ini. Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan diberbagai bidang. Disebelah timur. karena Hasan ternyata lemah. diplomasi dan tipu daya. tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak. pemerintahan yang bersifat demokratis berubah monarchiheridetis (kerajaan turun temurun). pada masa kekuasaan ini.dll. 1. . Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya disepanjang jalan. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan ibn Ali ketika dia naik tahta. dan dimulailah kekuasaan Bani Umayyah dalam sejarah politik Islam. sistem penggantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi teradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas.Kedudukan Ali sebagai khalifah kemudian dijabat oleh anaknya Hasan selama beberapa bulan. sementara Mu’awiyah semakin kuat. latar belakang terbentuknya dinasti ini tidak bisa dipisahkan dari konflikkonflik politik yang terjadi dimasa Ali. 2. pertentangan etnis suku Arabia Utara dan selatan yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam makin meruncing. Kekhalifahan Muawiyah diperoleh melalui kekerasan. dibawah Mu’awiyah ibn Abi Sufyan. Namun. Disamping ekspansi kekuasaan Islam. MASA UMAYYAH TIMUR Memasuki masa kekuasaan Muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani Umayyah. 3. Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Dengan demikian berakhirlah apa yang disebut dengan masa Khulafa’ur Rasyidin. Faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran adalah. namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil.

meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang. Dinamakan Khilafah Abbasyiah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan al-Abbas paman nabi Muhammad saw. Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. MASA ABBASYIAH Kekuasaan dinasti khalifah Abbasyiah melanjutkan kekuasaan dinasti Bani Umayyah.D. . arti hadits “Dari Abu Hurairah ra. karena hartanya. yang didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas. 1. Hadits dengan sanad yang lengkap . Secara politis para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. dan karena kecantikannya.‫م بهذا الحد يث‬ 2. Setelah periode ini berakhir pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik. Nabi saw bersabda . agar kamu selamat”. karena agamanya. Maka jatuhkanlah pilihanmu pada yang kuat agamanya. Arti hadits dan takhrij hadits a.‫يداك‬ ‫اخبر نا محمر بن عبينة عن علي بن مسهر عن عبيد الملك عن عطاء عن جا بر عن النبي ص‬ . sesungguhnya wanita itu dinikahkan ada empat hal yaitu.‫حد ثنا صد قة بن الفضل انا يحي بن سعيد عن عبيد ال عن سعيد ابن ابي سعيدعن ابيه‬ ‫ تنكح النساء لبربع للد ين و الجمال والمال والحسب فعليك بذات الببد يببن تببر بببت‬:‫عن ابي هر يرة عن النبي ص م قال‬ . karena kedudukannya.

Sebaik-baik wanita adalah yang apabila kamu memandangnya kamu akan senang. karena wanita itu melahirkan anak seperti saudara-saudara laki-laki dan saudara-saudara perempuannya. a. . Janganlah kamu kawini perempuan-perempuan itu karena kecantikannya.b. . Tapi kawinilah mereka atas dasar (pertimbangan) agama. apabila kamu beri bagian ia akan menerimanya. apabila kamu pergi ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu. takhrij hadits Hadits ini ditakhrij oleh beberapa Muhaddits yaitu. .Pendapat Ibnu Majah dan Baihaqi mengatakan. Memilih wanita yang mempunyai agama jika tidak maka binasalah engkau.Pendapat Ibnu ‘Adi dan Ibnu ’Asakir mengatakan. maka kawinkanlah dia dengan anakmu.Pendapat Bukhari dan Muslim mengatakan. . Penjelasan dengan beberapa pendapat para Ulama. Kalau tidak kamu perbuat yang demikian itu. Sesungguhnya budak wanita negara yang mempunyai agama lebih utama kamu kawini. sebab hartanya itu boleh jadi menjadikannya sombong. Bila datang melamar kepadamu orang yang kamu sukai agama dan akhlaknya.Pendapat Tirmidzi mengatakan. dan janganlah kamu kawini mereka itu karena hartanya. yaitu. sebab kecantikan itu boleh jadi malah akan menghinakan mereka. Penjelasan dengan beberapa pendapat para Ulama. -Ibnu ‘Adi dan Ibnu ‘Asakir -Bukhari dan muslim -Nasa’i -Atturmudzi 3. akan terjadilah fitnah di bumi dan bencana besar. . . Pilihlah yang baik untuk benih kamu. apabila kamu perintah ia patuh padamu.Pendapat Nasa’i mengatakan.

kecantikannya dan akhlaknya.b. Menurut pendapat analisa pemakalah. Pemakalah juga sepakat dengan pendapat hadits tersebut yang mengatakan bahwa wanita yang dinikahkan itu karena empat hal yaitu karena hartanya. - kelanggengan jenis manusia dengan adanya keturunan dan populasi - terpeliharanya kehormatan - menentramkan dan menenangkan jiwa karena kebersamaan istrti serta kesenangan kepadanya - mendapatkan keturunan yang sah. . nauzu billah. Tetapi pemakalah lebih mengharapkan agar kawinilah wanita karena agamanya. Serta pendapat Nasa’i seperti yang dikemukakan diatas. yang akan menyambung amal dan pahala - bahu membahuh antara suami istri - mengembangkan tali silaturahmi dan memperbanyak keluarga - menghindari dari perbuatan zina di masyarakat - membangun keluarga yang sakina mawadata warahmah - mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan pada asas saling menolong dalam wilayah kasih sayang dan cinta kasih serta pengghormatan. oleh karena itu Allah sangat mewajibkan kepada seluruh umat manusia agar kawinlah dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Dengan adanya perkawinan maka manusia akan terhindar dari beberapa perbuatan yang merusak moral dan harga diri manusia yang mana manusia banyak melakukan perbuatan yang tidak sewajarnya dan sangat diharamkan oleh agama yaitu antara lain berbuat zina. 4. bahwa pemakalah sependapat dengan pendapat beberapa para Ulama diatas yang antara lain dikatakan oleh Bukhari dan Muslim bahwa memilih wanita yang mempunyai agama jika tidak maka binasalah engkau. agamanya. Juga menurut analisa pemakalah bahwa Perkawinan itu sangat penting bagi manusia karena manusia di ciptakan oleh Allah swt secara berpasang-pasangan yang satu membutuhkan yang lain dan saling membantu baik itu dalam keadaan susah maupun senang. Hikmah yang terkandung didalamnya. Semua itu adalah perbuatan yang dilarang dan harus dijauhkan. Penjelasan analisa saudara. itu yang lebih utama.

III.A. Faridl.1423H. Ensiklopedi Wanita muslimah. 1989. Cet.KEPUSTAKAAN Al-barik. 1998-2000 . Risalah Nikah Hukum Perkawinan Islam. Al-Kautsar. Peraturan Nikah dan Pembinaan Keluarga. 1811 H. 1406 H-1986 H. H.S. Uwaidah Muhammad Kamil Syaikh. Amani. Mobarok bin Haya. Miftah. Bandung. Alhamdani. Jakarta. Fiqh Wanita. Darul falah.