Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

ERGONOMI
PENGUKURAN WAKTU REAKSI

Oleh :
ESTU TRIANA

25010113130372

KELOMPOK 8/SEMESTER 6/TAHUN 2016


LABORATORIUM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

BAGIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2016

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH


Praktikan menyatakan dengan sebenarnya bahwa penulisan laporan praktikum
ini berdasarkan hasil pemikiran asli dari saya sendiri. Jika terdapat karya orang lain,
saya akan mencantumkan sumber referensi yang jelas. Demikian pernyataan ini saya
buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan dan
ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi berupa
peringatan lisan hingga pencabutan gelar yang telah diperoleh dan sanksi lain sesuai
dengan peraturan yang berlaku di Universitas Diponegoro. Dan bila ternyata ada
kekeliruan dalam penetapan sanksi, maka saya berhak mendapatkan pemulihan nama
baik dari Universitas Diponegoro. Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan
sadar tanpa paksaan dari pihak manapun.

Semarang,16 April 2016


Praktikan

Estu Triana
NIM 25010113130372

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul

: Pengukuran Waktu Reaksi

2. Penyusun
Nama/NIM

: Estu Triana/25010113130372

Kelompok/Semester/Tahun

: Kelompok 8/Semester 6/2016

3. Laboratorium/Bagian

: Bagian K3 FKM Undip

4. Nama Mata Kuliah/sks

: Ergonomi/3 sks

5. Lokasi Kegiatan

: FKM Undip

6. Waktu Kegiatan

: Selasa, 12 April 2016

Sudah diperiksa isi materi keilmuan dan disetujui.


Semarang, 23 Mei 2016
Kepala Laboratorium Bagian K3/

Dosen Pembimbing/Penguji

Laboratorium Kesmas
FKM Undip

dr.Baju Widjasena,MErg

dr. Siswi Jayanti M.Sc

NIP 197006281997021001

NIP 196410101997022001

Menyetujui,
Kepala Laboratorium Terpadu FKM Undip

Ir. Laksmi Widajanti, M.Si


NIP. 196608131992032003

PRAKATA PENULIS
Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum wr. wb.
Puji Syukur Penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga atas
karunia dan berkat-Nya, maka Proposal/Laporan Akhir Praktikum Mata Kuliah
Ergonomi (3 sks) Semester VI FKM Undip dapat diselesaikan dengan baik.
Proposal/Laporan Akhir Praktikum MK Ergonomi (3 sks) dengan Judul
Pengukuran Waktu Reaksi ini disusun oleh Penulis : Estu Triana Tahun 2016 guna
keperluan metode pembelajaran dengan Student Centered Learning Self Directed
Learning pada Mata Kuliah Ergonomi Semester VI di Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Diponegoro.
Penulis menghaturkan terima kasih kepada ibu Laksmi Widajanti selaku
Koordinator Laboratorium Terpadu FKM,

bapak Baju Widjasena selaku Kepala

Laboratorium Bagian K3 FKM Undip dan Ibu Siswa Jayanti selaku Dosen
Pembimbing, ibu Dwi Cahyaningrum SKM selaku Dosen Laboratorium Terpadu
FKM, dan seluruh rekan-rekan Osh Forum 2016, serta rekan-rekan kelompok 8 mata
kuliah Kesehatan Kerja FKM Undip.
Akhirnya Penulis berharap agar Proposal/Laporan Akhir Praktikum MK
Ergonomi FKM Undip ini dapat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi dan
keilmuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia dan di dunia.
Wassalamualaikum wr. wb.

Semarang, 2016
Penulis

DAFTAR ISI
COVER ............................................................................................................i
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH .............................................ii
HALAMAN PENGESAHAN .........................................................................iii
PRAKATA .......................................................................................................iv
DAFTAR ISI ....................................................................................................v
DAFTAR TABEL.............................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR........................................................................................vii
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang.............................................................................1

1.2

Tujuan .........................................................................................2

1.3

Manfaat .......................................................................................2

BAB II METODE PRAKTIKUM


2.1

Waktu ..........................................................................................3

2.2

Tempat ........................................................................................3

2.3

Alat dan Bahan............................................................................3

2.4

Sampling .....................................................................................4

2.5

Metode.........................................................................................4

2.6

Pengolahan Data .........................................................................5

2.7

Analisis Data................................................................................5

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1

Hasil ............................................................................................7

3.2

Pembahasan.................................................................................8

BAB IV KESIMPULAN .................................................................................13


DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................14
LAMPIRAN ....................................................................................................15

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tabel Standar Waktu Reaksi.............................................................5
Tabel 2.2 Penilaian Kualitatif Waktu Reaksi Dengan Metode Lempar Bola....6
Tabel 3.1 Hasil Pengukuran Waktu Reaksi Dengan Ruler Test........................7
Tabel 3.2 Hasil Pengukuran Lempar Bola........................................................7

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Penggaris Besi...............................................................................3
Gambar 2.2 Stopwatch......................................................................................3
Gambar 2.3 Bola tenis......................................................................................3
Gambar 2.4 Meteran.........................................................................................3

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Hasil Pengukuran Waktu Reaksi.....................................15
Lampiran 2. Dokumentasi Pengukuran Waktu Reaksi.....................................16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kelelahan merupakan perasaan yang bersifat subyektif, sebagai bentuk
mekanisme perlindungan agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut,
sehingga akan terjaid pemulihan. Kelelahan dapat dibagi menjadi dua yaiu
kelelahan umum dan kelelahan otot. Kelelahan pada pekerja dapat mengakibatkan
berkurangnya produktivitas kerja dan meningkatnya kasus kecelakaan kerja.
Manusia senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Interaksi ini dapat
berupa aksi dan reaksi. Reaksi ini menjadi penting apabila dihadapkan dengan
berbagai keadaan yang memerlukan tindakan yang tepat dan cepat. Menurut para
ahli, waktu reaksi yaitu waktu yang diperlukan seseorang untuk menjawab suatu
rangsangan secara sadar dan terkendali dihitung mulai saat rangsang diberikan
(Houssay, 1955).
Houssay. 1955. Human Physiology. Second Edition. London: McGraw-Hill
Book Company, Inc.
Waktu reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor.Faktor eksternal disebut juga
stimulus variables (S-Variables), sedangkan faktor internal disebut respone
variables (R-Variables).Selain itu faktor lainnya yang berperan adalah faktor
organ perasa yang dirangsang, kekuatan stimulus/intensitas rangsang, motivasi,
kesiapan, latihan, usia, konsentrasi, jenis kelamin, faktor obat-obatan dan zat
makanan, faktor tangan kanan dan kiri, kelelahan, temperatur tubuh, gangguan,
urutan dari perangsang, siklus pernapasan, kepribadian, olahraga, kepintaran,
kerusakan otak,penyakit.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu mengukur dan menganalisa waktu reaksi
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mahasiswa dapat mengetahui cara pengukuran waktu reaksi

2. Mahasiswa dapat melakukan pengukuran waktu reaksi


3. Mahasiswa menganalisa dan mengintrepretasikan

data

hasil

data

hasil

pemeriksaan pengukuran waktu reaksi


1.3 Manfaat
1. Mahasiswa dapat mengetahui cara pengukuran waktu reaksi
2. Mahasiswa dapat melakukan pengukuran waktu reaksi
3. Mahasiswa dapat menganalisa dan mengintrepretasikan
pemeriksaan pengukuran waktu reaksi

BAB II
METODE PRAKTIKUM
2.1 Waktu
Praktikum dilakukan pada hari Selasa tanggal 12 April 2016 pukul
13.00-15.00 WIB
2.2 Tempat
Tempat pelaksanaan praktikum dilakukan di Gedung D Lantai Tiga
Fakultas Kesehatan Masyarkat Universitas Dioponegoro.
2.3 Alat dan Bahan
1. Penggaris besi
5. Meteran
2. Lembar data
6. Alat Tulis
3. Stop watch
7. Bola Tenis
4. Reaction Timer, Type L.77 Model MET/3001-MED-95
2.4 Sampling

10

Sampel yang digunakan pada praktikum ini adalah seluruh mahasiswa


anggota kelompok 8 praktikum ergonomi, peminatan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Diponegoro yang berjumlah 5 orang, yang terdiri dari 3 perempuan dan 2
laki-laki.
2.5 Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum ini yaitu pengukuran dan
pengolahan data, yaitu:
1. Pengukuran Waktu Reaksi Dengan Lempar Bola
a. Siapkan alat pencatat atau lembar pengamatan
b. Jelaskan tujuan dan cara kerja pemeriksaan kepada probandus, posisi
probandus tegak saling berhadapan dengan pemeriksa.
c. Instruksikan probandus untuk mulai melempar bola dan mulai
menangkap.
d. Catat keberhasilan menangkap bola dengan penilaian kualitatif
sigap/tidak sigap
2. Pengukuran Waktu Reaksi Dengan Ruller Test
a. Siapkan alat pencatat atau lembar pengamatan
b. Jelaskan tujuan dan cara kerja pemeriksaan kepada probandus
c. Probandus diminta memgang penggaris pada angka 0
d. Probandus diminta untuk menjatuhkan penggaris, bersamaan dengan
stopwatch dinyalakan
e. Probandus diminta segera menangkap dengan menjepit penngaris
dengan ibu jari dan telunjuk, bersamaan dengan stopwatch dihentikan
f. Catat tinggi/jarak awal ujung penggaris atas dari dasar lantai, yaitu
100 cm.
g. Catat waktu yang tercatat pada stopwatch
h. Bandingkan sesuai dengan standar yang ditetapkan
3. Pengukuran Waktu Reaksi dengan Reaction Timer L. 77
a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
b. Hidupkan alat, reset angka penampilan sehingga menunjukkan angka
0,000 dengan menekan tombol Cahaya
c. Subyek yang akan diperiksa diminta menekan tombol mouse
secepatnya setelah melihay cahaya

11

d. Setelah diberi rangsang dan subyek menekan tombol maka pada layar
akan menunjukkan angka waktu reaksi dengan satuan mili detik
e. Pemeriksaan diulangi sampai 20 kali
f. Catat keseluruhan hasil pada formulir. Ambil rata-rata percobaan 6-15
g. Bandingkan dengan standar Reaction Timer L.77
2.6 Pengolahan Data
Data yang terkumpul kemudian diolah dengan langkah-langkah sebagai
berikut yaitu :
Pencacatan data dan perhitungan data.
-

Data Ruller Test: Jarak responden menangkap penggaris dari garis teratas
dan waktu kecepatan responden menangkap penggaris. Kemudian data

dianalisis melalui tabel standar waktu reaksi.


Data lempar bola: Keberhasilan probandus menangkap bola tenis dengan

penilaian kualitatif sigap/tidak sigap


Data Reaction Timer L. 77: Percobaan dilakukan sebanyak 20 kali,
kemudia percobaan ke 6-15 dihitung rata-rata hasil waktu yang didapat
dalam mili detik.

2.7 Analisis Data


Analisis data dilakukan dengan Interpretasi waktu reaksi dengan
membandingkan nilai pengukuran pada tabe standar.
Tabel 2.1: Tabel Standar Waktu Reaksi
distanc

time

distanc

e (cm)

(seconds

time

distanc

time

distanc

time

)
1

0.045

26

0.23

51

0
2

0.064

27

0.23

0.078

28

0.23

76

3
52

5
3

0.32
0.32

4
77

6
53

0.32

0.39
0.39
6

78

0.39
12

9
4

0.090

29

0.24

9
54

3
5

0.101

30

0.24

0.111

31

0.25

55

0.120

32

0.25

56

0.128

33

0.26

57

0.136

34

0.26

58

0.143

35

0.26

59

0.150

36

0.27

60

0.156

37

0.27

61

0.163

38

0.27

62

0.169

39

0.28

63

0.175

40

0.28

64

0.181

41

0.28

65

0.186

42

0.29

66

0.192

43

0.29

85

0.35
0.35
0.35
0.36
0.36
0.36

67

0.37

86

0.37

0.41
9

87

0.42
1

88

0.42
4

89

0.42
6

90

0.42
9

91

0.43
1

92

0
68

0.41
6

3
18

0.35

0.41
4

9
17

84

6
16

0.34

0.41
2

2
15

83

8
14

0.34

0.40
9

5
13

82

1
12

0.34

0.40
7

7
11

81

3
10

0.33

0.40
4

0
9

80

6
8

0.33

0.40
2

2
7

79

7
6

0.33

0.43
3

93

0.43

13

6
19

0.197

44

0.30

3
69

0.37

0
20

0.202

45

0.30

0.207

46

0.30

70

0.37

71

0.38

0.212

47

0.31

0.38

0
23

0.217

48

0.31

73

0.38

0.221

49

0.31

0.38

6
25

0.226

50

0.31

96
97

0.39

0.44
5

98

0.44
7

99

9
75

0.44
3

6
74

0.44
0

3
24

95

1
72

0.43
8

6
22

94

3
21

0.44
9

100

0.45
2

Standar Pembanding Reaction Timer L. 77:


1.
2.
3.
4.

Normal (N)
Kelelahan Kerja Ringan (KKR)
Kelelahan Kerja Sedang (KKS)
Kelelahan Kerja Berat (KKB)

: Waktu reaksi 150,0 240,0 milli detik


: Waktu reaksi >240,0410,0 milli detik
: Waktu reaksi 410,0 580,0 milli detik
: Waktu reaksi > 580,0 milli detik

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
3.1.1 Hasil Pengukuran Waktu Reaksi dengan Lempar Bola
Tabel 3.1 Hasil Pengukuran Waktu Reaksi dengan Lempar Bola
No
1

Nama
M. Afif Fahrudin

Banyak Tangkapan
5

Analisa
Sigap
14

2
3
4
5
3.1.2

Estu Triana
Marla Tandi Kamma
Kartika Weningtyas
Kalit Hidayat Budi Nugroho

5
5
5
5

Sigap
Sigap
Sigap
Sigap

Hasil Pengukuran Waktu Reaksi dengan Ruller Test


Tabel 3.2 Hasil Pengukuran Waktu Reaksi dengan Ruller Test
No

3.1.3

Nama

Jarak

Waktu

(cm)

(detik)

Analisa

M. Afif Fahrudin

42

0,18

Lebih cepat dari standar

Estu Triana

42

0,24

Lebih cepat dari standar

Marla Tandi Kamma

43

0,19

Lebih cepat dari standar

Kartika Weningtyas

46

0,15

Lebih cepat dari standar

Kalit Hidayat B. N

42

0,26

Lebih cepat dari standar

Hasil Pengukuran Waktu Reaksi dengan Reaction Timer L. 77


Tabel 3.3 Hasil Pengukuran Waktu Reaksi dengan Reaction Timer L. 77

Nama

Kecepatan Reaksi Cahaya (milli detik)

Rerata Analisa

o
1

Afif

6
138,

7
137,

8
162,

9
137,

10
137,

11
150,

12
162,

13
138,

14
150,

15
138,

145,3

Normal

Estu

0
138,

7
150,

8
175,

8
163,

5
87,4

2
224,

8
162,

0
162,

4
175,

0
212,

2
165,3

Normal

Marla

0
188,

3
150,

5
187,

2
237,

251,

9
188,

9
200,

7
200,

3
188,

8
200,

199,4

Normal

3
15

Kartik

199,

112,8 187,

187,

187,

200,

224,

200,

237,

200,

193,9

Normal

a
Kalit

9
200,

212,

4
224,

4
225,

4
224,

8
238,

9
237,

8
225,

8
175,

4
187,

6
215,2

Normal

3.2 Pembahasan
Waktu reaksi adalah interval antara penerimaan suatu stimulus terhadap
respon motorik secara sadar. Dan merupakan salah satu parameter fisiologi yang
penting untuk mengetahui seberapa cepat respon motorik seseorang terhadap
suatu stimulus.
Woodworth, R.S and H Schlosberg. 1961. Experimental Psychology.
3.2.1

Revised Edition. New York: Methuen and Co LTD.


Pengukuran Waktu Reaksi dengan Lempar Bola
Praktikum ini dilakukan oleh seluruh anggota kelompok yang
berjumlah 5 orang. setiap anggota kelompok mendapatkan kesempatan
untuk menangkap bola yang dilemparkan sebanyak 5 kali. Anggota
pertama berperan sebagai responden yang menangkap bola, dan anggota
kedua berperan sebagai pelempar bola, begitu bergantian seterusnya,
sampai keseluruh anggota mendapatkan giliran menangkap bola.
Kemudian data yang didapat dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
Responden 1 (AFIF)
Dari hasil pelemparan bola sebanyak 5 kali ke arah responden,
dihasilkan dari 5 kali lemparan, semua lemparan berhasil ditangkap
oleh responden. Hal ini dapat disimpulkan berdasarkan standar yang

ditetapkan, bahwa responden termasuk dalam kategori sigap.


Responden 2 (ESTU)
Dari hasil pelemparan bola sebanyak 5 kali ke arah responden,
dihasilkan dari 5 kali lemparan, semua lemparan berhasil ditangkap
oleh responden. Hal ini dapat disimpulkan berdasarkan standar yang

ditetapkan, bahwa responden termasuk dalam kategori sigap.


Responden 3 (MARLA)

16

Dari hasil pelemparan bola sebanyak 5 kali ke arah responden,


dihasilkan dari 5 kali lemparan, semua lemparan berhasil ditangkap
oleh responden. Hal ini dapat disimpulkan berdasarkan standar yang

ditetapkan, bahwa responden termasuk dalam kategori sigap.


Responden 4 (TIKA)
Dari hasil pelemparan bola sebanyak 5 kali ke arah responden,
dihasilkan dari 5 kali lemparan, semua lemparan berhasil ditangkap
oleh responden. Hal ini dapat disimpulkan berdasarkan standar yang

ditetapkan, bahwa responden termasuk dalam kategori sigap.


Responden 5 (KALIT)
Dari hasil pelemparan bola sebanyak 5 kali ke arah responden,
dihasilkan dari 5 kali lemparan, semua lemparan berhasil ditangkap
oleh responden. Hal ini dapat disimpulkan berdasarkan standar yang
ditetapkan, bahwa responden termasuk dalam kategori sigap.

3.2.2

Pengukuran Waktu Reaksi dengan Ruller Test


a. Responden 1 (AFIF)
Berdasarkan hasil pengukuran Reaction Timer menggunakan metode
Ruler Test didapatkan responden 1 menempuh jarak 42 cm untuk
menangkap mistar dengan waktu 0,18 detik, sehingga responden 1
termasuk dalam kategori lebih cepat dari standar. Dimana menandakan
bahwa responden 1 memiliki response time dan kecepatan yang baik.
b. Responden 2 (ESTU)
Berdasarkan hasil pengukuran Reaction Timer menggunakan metode
Ruler Test didapatkan responden 2 menempuh jarak 42 cm untuk
menangkap mistar dengan waktu 0,24 detik, sehingga responden 2
termasuk dalam kategori lebih cepat dari standar. Dimana menandakan
bahwa responden 2 memiliki response time dan kecepatan yang baik.
c. Responden 3 (MARLA)
Berdasarkan hasil pengukuran Reaction Timer menggunakan metode
Ruler Test didapatkan responden 3 menempuh jarak 43 cm untuk
menangkap mistar dengan waktu 0,19 detik, sehingga responden 3

17

termasuk dalam kategori lebih cepat dari standar. Dimana menandakan


bahwa responden 3 memiliki response time dan kecepatan yang baik.
d. Responden 4 (TIKA)
Berdasarkan hasil pengukuran Reaction Timer menggunakan metode
Ruler Test didapatkan responden 4 menempuh jarak 46 cm untuk
menangkap mistar dengan waktu 0,15 detik, sehingga responden 1
termasuk dalam kategori lebih cepat dari standar. Dimana menandakan
bahwa responden 4 memiliki response time dan kecepatan yang baik.
e. Responden 5 (KALIT)
Berdasarkan hasil pengukuran Reaction Timer menggunakan metode
Ruler Test didapatkan responden 5 menempuh jarak 42 cm untuk
menangkap mistar dengan waktu 0,26 detik, sehingga responden 5
termasuk dalam kategori lebih cepat dari standar. Dimana menandakan
bahwa responden 5 memiliki response time dan kecepatan yang baik.
3.2.3

Pengukuran Waktu Reaksi dengan Reaction Timer L. 77


a. Responden 1 (AFIF)
Berdasarkan hasil pengukuran waktu reaksi menggunakan Reaction
Timer L. 77 dengan 20 kali percobaan, dimana dihitung rata-rata
terhadap pengukuran waktu reaksi pada percobaan ke-6 sampai ke-15,
dihasilkan bahwa responden 1 memiliki rerata 145,32 milli detik.
Dapat disimpulkan bahwa responden 1 termasuk delam kategori
normal atau tidak mengalami kelelahan.
b. Responden 2 (ESTU)
Berdasarkan hasil pengukuran waktu reaksi menggunakan Reaction
Timer L. 77 dengan 20 kali percobaan, dimana dihitung rata-rata
terhadap pengukuran waktu reaksi pada percobaan ke-6 sampai ke-15,
dihasilkan bahwa responden 2 memiliki rerata 165,3 milli detik. Dapat
disimpulkan bahwa responden 2 termasuk delam kategori normal atau
tidak mengalami kelelahan.
c. Responden 3 (MARLA)

18

Berdasarkan hasil pengukuran waktu reaksi menggunakan Reaction


Timer L. 77 dengan 20 kali percobaan, dimana dihitung rata-rata
terhadap pengukuran waktu reaksi pada percobaan ke-6 sampai ke-15,
dihasilkan bahwa responden 3 memiliki rerata 199,43 milli detik.
Dapat disimpulkan bahwa responden 3 termasuk delam kategori
normal atau tidak mengalami kelelahan.
d. Responden 4 (TIKA)
Berdasarkan hasil pengukuran waktu reaksi menggunakan Reaction
Timer L. 77 dengan 20 kali percobaan, dimana dihitung rata-rata
terhadap pengukuran waktu reaksi pada percobaan ke-6 sampai ke-15,
dihasilkan bahwa responden 4 memiliki rerata 193,96 milli detik.
Dapat disimpulkan bahwa responden 4 termasuk delam kategori
normal atau tidak mengalami kelelahan.
e. Responden 5 (KALIT)
Berdasarkan hasil pengukuran waktu reaksi menggunakan Reaction
Timer L. 77 dengan 20 kali percobaan, dimana dihitung rata-rata
terhadap pengukuran waktu reaksi pada percobaan ke-6 sampai ke-15,
dihasilkan bahwa responden 5 memiliki rerata 215,27 milli detik.
Dapat disimpulkan bahwa responden 5 termasuk delam kategori
normal atau tidak mengalami kelelahan.
Response time dapat memendek dengan latihan dan dapat memanjang
dalam kondisi kelelahan atau adanya gangguan. Namun ketelitian pemeriksa
serta kecepatan pelemparan oleh sumber pelempar dapat memengaruhi hasil
pengukuran reaksi waktu ini. Selain menggambarkan tingkat kecepatan atau
respon tanggap responden, hasil pengukuran waktu reaksi ini juga dapat
menggambarkan kelelahan yang dialami oleh responden. Jika memiliki
tingkat kecepatan atau respon tanggap yang buruk, dapat dikatakan seseorang
mengalami kelelahan.

19

Sebaliknya, jika memiliki tingkat kecepatan atau respon tanggap yang


baik, dapat dikatakan seseorang tidak mengalami kelelahan. Kelelahan,
berdasarkan faktor penyebab, dapat dibagi menjadi tiga yaitu kelelahan fisik,
psikologis, dan keterampilan. Faktor-faktor yang memengaruhi kelelahan
antara lain adalah usia, jenis kelamin, status gizi, status kesehatan, dan
kapasitas kerja. Response time paling rendah saat dewasa muda dan perlahan
meningkat seiring dengan usia.
Sumamur P.K., 1996, Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja, Jakarta: Gunung
Agung.
Tarwaka, dkk, 2004. Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Produktifitas. Penerbit Uniba Press, Surakarta

BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
a. Pengukuran waktu reaksi pada praktikum kali ini dilakukan dengan tiga
metode yaitu menggunakan lempar bola, ruller test dan reaction timer L. 77
b. Pada pengukuran waktu reaksi dengan lempar bola, dapat diinterpretasikan
dari ke lima responden menghasilkan hasil reaksi yang masuk dalam kategori
sigap. Karena dari ke lima lemparan yang dilakukan, keseluruhannya berhasil
ditangkap oleh responden
c. Pada pengukuran waktu reaksi dengan ruller test, dapat diinterpretasikan dari
ke lima responden menghasilkan data bahwa keseluruh responden memiliki
respon lebih cepat dari standar yang telah ditetapkan. Atau dapat dikatakan ke

20

lima responden tidak dalam kondisi kelelahan, karena menghasilkan respon


yang baik
d. Pada pengukuran waktu reaksi dengan Reaction Timer L. 77, dari ke 20 kali
percobaan dihitung rerata dari percobaan ke 6 sampai percobaan ke 15,
sehingga dapat diinterpretasikan dari ke lima responden menghasilkan data
bahwa keseluruh responden masuk dalam kategori normal, atau sedang tidak
mengalami kelelahan.
4.2 Saran
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam praktikum waktu reaksi ini,
sebaiknya responden tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat sebelum
pengukuran, agar tidak mengalami kelelahan.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

21