Anda di halaman 1dari 43

Peraturan Pemerintah

Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2008


Tentang Pengenaan Sanksi Administrasi
Berupa Denda di Bidang Kepabeanan

Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995
tentang Kepabeanan sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 17
Tahun 2006 tentang Perubahan atas
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995
tentang Kepabeanan, Pasal 114 .
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 28 Tahun 2008 Tentang Pengenaan
Sanksi Administrasi Berupa Denda di
Bidang Kepabeanan

Latar Belakang
1. Dalam
praktik
kepabeanan
internasional,
penanganan
atas
pelanggaran
ketentuan
kepabeanan
lebih
dititikberatkan
pada
penyelesaian
secara
fiskal
yaitu
berupa
pembayaran sejumlah uang kepada negara
dalam bentuk denda.
2. Pengaruh
era
globalisasi
yang
menuntut
kecepatan dan kelancaran arus barang bagi
kemajuan perdagangan internasional.
3. Prinsip
Undang-Undang
Kepabeanan
yang
menganut asas menghitung dan menyetor
sendiri bea masuk atau be keluar yang terutang
oleh importir atau eksportir (self-assesment).
4. Sanksi administrasi ditujukan untuk memulihkan
hak negara dan untuk menjamin ditaatinya
aturan yang secara tegas telah diatur dalam
ketentuan Undang-Undang.

Pasal 2 ayat (1)


Sanksi Administrasi berupa denda dikenakan
hanya terhadap pelanggaran yang diatur
dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun
1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 17
Tahun 2006 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 10 Tahun 1995 tentang
Kepabeanan

Bentuk Pengenaan Sanksi Adm


Sanksi administrasi berupa denda besarnya
dinyatakan dalam bentuk :
A. nilai rupiah tertentu;
B. nilai
rupiah
minimum
sampai
dengan
maksimum;
C. persentase tertentu dari bea masuk yang
seharusnya dibayar;
D. persentase tertentu minimum sampai dengan
maksimum dari kekurangan pembayaran bea
masuk atau bea keluar; atau
E. persentase tertentu minimum sampai dengan
maksimum dari bea masuk yang seharusnya
dibayar.

DENDA DALAM
NILAI RUPIAH
TERTENTU

Definisi
Adalah sanksi denda yang dikenakan
dalam besaran
nilai rupiah tertentu
sebagaimana
tersebut
dalam
UU
Pabean.

Jenis Pelanggaran

DENDA DALAM NILAI


RUPIAH MINIMUM
SAMPAI DENGAN
MAKSIMUM

Ketentuan
ditetapkan secara berjenjang dengan ketentuan apabila
dalam 6 (enam) bulan terakhir di satu Kantor Pabean
tempat dilakukan pemenuhan kewajiban pabean terjadi:
1 kali pelanggaran,denda sebesar 1 kali
minimum;
2 kali pelanggaran,denda sebesar 2 kali
minimum;
3 s/d 4 kali pelanggaran, denda sebesar 5 kali
minimum;
5 s/d 6 kali pelanggaran,denda sebesar 7 kali
minimum;
> 6 kali pelanggaran, denda sebesar 1 kali
maksimum.

denda
denda
denda

denda
denda

Jenis Pelanggaran

Contoh Perhitungan

Contoh Perhitungan

DENDA DALAM PERSENTASE


TERTENTU DARI BEA
MASUK YANG SEHARUSNYA
DIBAYAR

Ketentuan
Dihitung dari hasil perkalian persentase
tertentu dengan bea masuk yang
seharusnya dibayar
Denda = % Denda X BM seharusnya dibayar

Jenis Pelanggaran

Contoh Perhitungan

DENDA DALAM PERSENTASE


TERTENTU MINIMUM SAMPAI
DENGAN MAKSIMUM DARI
KEKURANGAN PEMBAYARAN
BEA MASUK (BM) ATAU BEA
KELUAR(BK)

Ketentuan
Dihitung dengan tahapan :
1. Kekurangan Bayar (%)= [(BMSD BMTD)/BMTD] X 100%
2. Kekurangan Bayar (%) ----> Golongan % Denda
3. Denda = Golongan % Denda X (BMSD BMTD)
Golongan % denda:
Kekurangan pembayaran 25% denda sebesar 100%
25% < Kekurangan pembayaran 50% denda sebesar 200%

50% < Kekurangan pembayaran 75% denda sebesar 400%


75% < Kekurangan pembayaran 100% denda sebesar 700%
100% < Kekurangan pembayaran denda sebesar 1000%

Jenis Pelanggaran

Contoh Perhitungan

Contoh Perhitungan

DENDA DALAM PERSENTASE


TERTENTU MINIMUM
SAMPAI DENGAN
MAKSIMUM DARI BM YANG
SEHARUSNYA DIBAYAR

Ketentuan
Dihitung dengan tahapan :
1. Perhit Interval Denda (PID) = (BM Fasilitas yg disalahgunakan :
Total BM yg mendapat fasilitas) X 100%
2. PID (%) ----> Golongan % Denda

3. Denda = Golongan % Denda X BMSDB

Golongan % denda
Kekurangan Pembayaran BM 20% denda sebesar 100%
20% < Kekurangan Pembayaran BM 40% denda sebesar 200%
40% < Kekurangan Pembayaran BM 60% denda sebesar 300%
60% < Kekurangan Pembayaran BM 80% denda sebesar 400%
80% < Kekurangan Pembayaran BM 100% denda sebesar 500%

Jenis Pelanggaran

Contoh Perhitungan

Contoh Perhitungan

Sanksi Administrasi atas impor


dengan tarif Bea Masuk 0 %
Terhadap pelanggaran yang dikenai sanksi
administrasi berupa denda yang dihitung
berdasarkan persentase dari bea masuk,
Dikenai sanksi adminstrasi berupa denda sebesar
Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) per PIB,
syarat : tidak ada barang lain yang dikenai denda

Pelanggaran yang ditemukan dari


hasil Audit
Pelanggaran yang ditemukan berdasarkan hasil
audit yang dikenai denda sebagaimana dimaksud
dalam

Pasal
Pasal
Pasal
Pasal

10A ayat (8),


11A ayat (6),
45 ayat (3),
52 ayat (1)dan ayat (2)

dikenai denda 1 (satu) kali untuk pelanggaran yang


sama

Contoh Perhitungan

Surat Penetapan Sanksi


Administrasi
Pengenaan sanksi administrasi sebagaimana diatur
dalam Peraturan Pemerintah ini, ditetapkan dalam
bentuk surat penetapan.
Pengenaan sanksi administrasi harus ditetapkan
dengan surat penetapan untuk memenuhi rasa
keadilan
bagi
pihak
yang
dikenai
sanksi
administrasi, agar yang bersangkutan mengetahui
secara jelas ketentuan yang dilanggarnya. Apabila
yang bersangkutan keberatan atas pengenaan
sanksi administrasi tersebut, yang bersangkutan
dapat mengajukan keberatan ke Direktur Jenderal
Bea dan Cukai.

Matrik perbandingan
PP 22 tahun 1996 VS PP 28/2008

Matrik perbandingan
PP 22 tahun 1996 VS PP 28/2008

Matrik perbandingan
PP 22 tahun 1996 VS PP 28/2008

Matrik perbandingan
PP 22 tahun 1996 VS PP 28/2008

CONTOH KASUS

Kasus 1

Kasus 1

Kasus 2

Kasus 2

Kasus 3

Kasus 3

Terima Kasih