Anda di halaman 1dari 18

HADHANAH DALAM PERSPEKTIF

HUKUM KELUARGA ISLAM

Nuryanto
Sekolah Tinggi Agam Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro
E-mail: nuryanto@yahoo.co.id

Abstract
Hadanah is widely known as children upbringing conducted by the parents.
It involves parents’ activities of educating and serving the children. This research
deals with hadanah seen from Islamic family law. The objective of the research was
to clarify whether hadanah should be accounted as a right or an obligation for the
children. This article is a library research in nature with a descriptive qualitative
method. The research data was analyzed through the so-termed content analysis.
The research approach used in this research was normative theological so that the
result or the finding of the research could be accepted normatively. The result of the
research shows that hadanah is a right that belongs to a mother, father, and child.
When a dispute occurs, the child’s right should be a priority from which the solution
is derived. This research suggests that the parents should understand and elaborate
the concept of hadanah into modern context.
Keywords: Child upbringing, child, parents

A. PENDAHULUAN
Hukum keluarga didefinisikan oleh Abdul Wahab Khallaf sebagai
hukum yang mengatur kehidupan keluarga, yang dimulai dari awal
pembentukan keluarga. Tujuannya yaitu untuk mengatur hubungan suami
istri dan anggota keluarganya. Cakupan keluarga meliputi empat hal, yaitu:
perkawinan, pengasuhan dan pemeliharaan (Hadhanah), kewarisan dan
wasiat.1

Muhammad Amin Summa, Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam, (Jakarta, Rajawali
Pers, 2004), h.23
1

mendidik. Jadi terpeliharanya anak dari api neraka merupakan hak yang wajib dilaksnakan oleh orang tuanya. menjaga dari sesuatu yang menyakiti dan merusaknya. 2010).laki ataupun perempuan atau yang sudah besar belum mumayyiz tanpa kehendak dari siapapun. 14. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (Q. dengan berusaha agar seluruh anggota keluarganya melaksanakan perintahperintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya dan termasuk anggota keluarga dalam ayat ini adalah anak itu sendiri. 2 h. sehingga ia dapat saja menggugurkan Abdul Rahman Ghozali. disamping terkandung pengertian pendidikan terhadap anak. Fikih Munakahat Cet IV (Jakarta. laki. mendidik jasmani dan rohani agar mampu berdiri sendiri menghadapi hidup dan memikul tanggung jawabnya. Secara normatif permasalahan pengasuhan anak atau hadhanah telah diatur dalam kitab-kitab fiqh klasik maupun kontemporer dengan beberapa perbedaan paradigma dan konsep.2 Pemeliharaan anak (Hadhanah) berbeda maksudnya dengan pendidikan (tarbiyah).S. Dalam Hadhanah terkandung pengertian pemeliharaan jasmani dan rohani. Para ulama sepakat bahwasanya hukum hadhanah. orang tua diperintahkan Allah SWT untuk memelihara keluarganya dari apa neraka. Tetapi mereka berbeda dalam hal apakah hadhanah ini menjadi hak orang tua (terutama ibu) atau hak anak. merawat anak adalah wajib. At-Tahrim :6)3 Berdasarkan ayat di atas. Dasar hukum pemeliharaan anak (Hadhanah) adalah firman Allah SWT yang menyebutkan: ‫يَا يها اذل ين آممنوا قوا آنفسكم وآهليكم نارا وقودهاانلاسواحلخارة‬ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Perdana Media Group. 02 Juli-Desember 2014 Hadhanah sebagai bagian dari hukum keluarga diartikan sebagai melakukan pemeliharaan anak yang masih kecil. No.76 Al-qur’an dan Terjemahannya 3 .218 | TAPIS Vol. Ulama madzhab Hanafi dan Maliki berbeda pendapat bahwa hak hadhanah itu menjadi hak ibu. Pendidikan mungkin terdiri dari keluarga si anak dan mungkin pula bukan dari keluarga si anak dan ia merupakan pekerjaan professional. sedangkan Hadhanah dilaksanakan dan dilakukan oleh keluarga si anak.

baik karena ada yang wafat maupun karena perceraian. yang dimulai dari perkawinan sampai berakhir pada pembagian warisan karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Hukum Keluarga (Al-ahwal alsyakhsiyah) Hukum keluarga (al-ahwal alsyokhsiyah) didefinisikan oleh ‘Abd alWahhab Khallaf sebagai hukum yang mengatur kehidupan keluarga yang dimulai dari awal pembentukan keluarga. Hukum kekayaan keluarga (amwal). Hukum Perwalian terhadap anak yang belum dewasa. misalnya. maka ayah dan ibunya tidak boleh memaksa anaknya karena yang mempunyai hak hadhanah adalah yang bersangkutan. ia berkuasa terhadap haknya. pengertian hukum keluarga (al-ahwalalsyakhsiyah) adalah hukum tentang hubungan manusia dengan keluarganya.Hadhanah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam 219 haknya. wakaf dan sejenisnya yang berkaitan dengan penerimaan dan atau pemberian. Sedangakan menurut Wahbah al-Zuhaily. Tujuannya adalah untuk mengatur hubungan suami isteri dan anggota keluarga. Sedangkan menurut Wahbah Zuhaili. B. Namun ada juga yang berpendapat hak hadhanah ada pada anak yang bersangkutan. b. yakni: a. . Sebaliknya apabila anaknya yang tidak mau dididik. Secara umum cakupan dari hukum keluarga berdasarkan definisi ini terdiri atas tiga aspek pokok. wasiyat. apakah mau dilaksanakan atau tidak. maka ibu dan bapaknya bisa dipaksa untuk melaksanakan kewajibannya. Memperhatikan deskripsi di atas menurut hemat penulis menarik untuk diteliti tentang Hadhanah Dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam. apabila hadhanah itu merupakan hak anak. yang mencakup waris. Sedangkan menurut jumhur ulama hadhanah itu menjadi hak bersama antara orang tua anak (bapak dan ibu). KAJIAN TEORI 1. dan c. ibu dan anak. hak hadhanah adalah hak bersyarikat (bersama) antara ayah. Akibat hukum dari perbedaan pendapat tentang hak hadhanah ini akan memunculkan pemahaman. Hukum Keluarga (usrah) yang dimulai dari peminangan sampai perpisahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep hadhanah sebagai hak anak atau hak orang tua.

yaknibapak. b. dengan nama bab munakahat. yakni hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah. ‘lbadah. 02 Juli-Desember 2014 Sementara itu. seorang ulama kontemporer. dan (2) mu’amalat. dan salah satunya adalah hukum keluarga (al-ahwal as-syakhsiyah). Ulama Syafi’iyah menjadikan hukum keluarga menjadi bahasan tersendiri. setelah membedakan fikih menjadi dua kelompok besar. Ini berarti hukum keluarga menjadi bagian tersendiri. urusan publik dan kenegaraan. (iii) wasiat. (1) ‘ibadah. kemudian membagi lebih rinci menjadi tujuh kelompok. yaitu hukum yang mengatur hubungan Allah dengan manusia seperti shalat dan puasa. yakni hukum yang mengatur hubungan antar anggota keluarga. seorang ulama dari mazhab Maliki memasukkan (i) perkawinan dan perceraian. Ibn Jaza al Maliki. Mu’amalah. dan (iv) fara’id (pembagian harta pusaka) dalam kelompok mu’amalah dan masing-masing berdiri sendiri di antara 24 bahasan dalam bidang mu’amalah. pengertian Hukum Keluarga menurut Subekti (menggunakan istilah Hukum Kekeluargaan) adalah hukum yang mengatur perihal hubungan-hubungan hukum yang timbul dari hubungan kekeluargaan. ‘Uqubah yakni hukum yang mengatur tentang keselamatan dan jaminan jiwa dan harta benda. ibu dan anak/anak anak. baik ketika masih sama-sama hidup dalam satu rumah tangga maupun setelah tejadi perpisahan. hukum keluarga adalah hukum yang mengatur hubungan antar anggota keluarga. c. No. dan d. 14. Tujuh kelompok dimaksud adalah: a. yakni: a. (ii) wakaf (alwaqfatau al-habs). yakni hukum yang mengatur hubungan antar sesama manusia di bidang kebendaan dan pengalihannya. Mustafa Ahmad al-Zarqa. Munakahat. Maksud keluarga dari pengertian di atas dibatasi pada keluarga pokok (nuclear family). Adapun cakupan bahasan Hukum Keluarga dalam kitab-kitab fikih dapat dijabarkan sebagai berikut. Bab ini menjadi bagian sendiri dari empat bagian. . baik perpisahan karena meninggal dunia (wafat) maupun karena perceraian. ‘Ibadah.220 | TAPIS Vol. Berdasarkan beberapa pendapat diatas.

yaitu hukum yang mengatur keutamaan pergaulan dan hubungan manusia dengan manusia.4 Menurut Sayyid Sabiq Hadhanah adalah melakukan pemeliharaan anak yang masih kecil. Hukum keluarga (al-ahwal al-shakhsiyah) yaitu hukum perkawinan (nikah). c. dan (3) mu’amalah. d. Jumlah ayat al-Qur’an yang mengatur keluarg ada ± 70 ayat. khuluk. (Jakarta: Rajawalipers. nasab. mendidik. hak. yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan manusia yang berkenaan dengan hana (al-amwal). Tihami dan Sohari Sahrani. nafkah. g. yaitu hukum yang mengatur hubungan pemimpin dengan rakyat. ‘Uqubah. Abd al-Wahab Kiallaf. laki-laki ataupun perempuan atau yang sudah besar M. f. mengatur. wasiat dan waris. h. Hadhanah menurut bahasa. berarti meletakkan sesuatu di dekat tulang rusuk atau di pangkuan. dan (2) mu’amalah. serta hak dan kewajiban rakyat dan pemimpin. kemudian mengelompokkan mu’amalah menladi dua kelompok besar: (1) ibadah. 4 215 . (2) akhlak. Perceraian (talak. Mu’amalat. Tujuannya adalah untuk mengatur hubungan suami. dll). 2. dan pengelolaan harta (al-tasharruf) dengan cara transaksi (akad) dan lainnya. isteri dan anggota keluarga. e. 2010). yaitu hukum yang mengatur tentang pemberian sanksi bagi orang-orang yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana untuk merjaga ketertiban dan keamanan manusia secara kolektif. Hukum yang mengatur hubungan bilateral dan multilateral (alhuquq al-dualiyah). Fikih Munakahat. mengurus segala kepentingan atau urusan anak-anak yang belum muwayyiz. Hadhanah Hadhanah berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti antara lain: memelihara. Hukum kenegaraan (al-ahkam al-sultaniyah). Fikih akhlaq (al-adab). Secara singkat al-ahwal al-Syakhsiyah didefinisikan ‘Abd al-Wahhab Khallaf sebagai hukum yang mengatur kehidupan keluarga yang dimulai dari awal pembentukan keluarga. pemikir kontemporer lain setelah membagi hukum dalam al-Qur’an menjadi 3 (tiga): (1) akidah.A.Hadhanah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam 221 b.

222 | TAPIS Vol. orang tua diperintahkan Allah SWT untuk memelihara keluarganya dari api neraka.7 Dasar hukum dalam Hadhanah yakni Firman Allah SWT. Rifa’i yang menjelaskan bahwa apabila antara ayah dan ibu berpisah dan mempunyai anak. Terjamah Khulashah Kifayatul Akhyar. AtTahrim: 6) Berdasarkan pada ayat ini. dan mengatur segala hal anak-anak yang belum dapat menjaga dan mengatur dirinya sendiri. 2006). mendidik jasmani dan rohani agar mampu berdiri sendiri menghadapi hidup dan memikul tanggung jawabnya. Apabila dua orang suami istri bercerai sedangkan keduanya mempunyai anak yang belum mumayyiz. Fiqh Islam. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (Q.6 Hal ini juga dinyatakan oleh Moh.5 Yang dimaksud dengan perkataan mendidik disini ialah menjaga. (Bandung: Sinar Baru Algensindo. h. menjaga dari sesuatu yang menyakiti dan merusaknya. namun nafkahnya tetap wajib dipikul oleh ayahnya. AtTahrim Ayat 06: ‫يَا يها اذل ين آممنوا قوا آنفسكم وآهليكم نارا وقودهاانلاسواحلخارة‬ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. 1978). yang termasuk anggota keluarga dalam ayat ini adalah anak. Hukum Perdata Islam di Indonesia. maka istrinyalah yang lebih berhak untuk mendidik dan merawat anak itu hingga ia mengerti akan kemaslahatan dirinya. Zainuddin Ali. Dalam waktu itu si anak hendaklah tinggal bersama ibunya selama ibunya belum menikah dengan orang lain. h. (Semarang: Toha Putra. memimpin. 350 7 . Rifa’Idkk. 14. Q. dengan berusaha agar seluruh anggota keluarganya itu melaksanakan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan Allah. 1994). (Jakarta: Sinar Grafika. h. Sementara itu.S. 02 Juli-Desember 2014 belum mumayyiz tanpa kehendak dari siapapun.S. Meskipun si anak tinggal bersama ibunya. 426 6 Moh. No. artinya bisa memilih orang tua yang diikuti. dalam kajian fiqih hadhanah yaitu memelihara seorang anak yang belum mampu hidup mandiri yang meliputi pendidikan dan segala sesuatu yang diperlukannya baik dalam bentuk melaksanakan maupun dalam bentuk menghindari sesuatu yang merusaknya. maka ibulah yang lebih berhak memeliharanya (mendidiknya) sampai anak berumur tamyiz (7 tahun). 67 5 Sulaiman Rasjid.

h. Mayorita ulama sepakat bahwa syarat-syarat hadhanah seperti berakal. karena ia membutuhkan pengawasan. penjagaan. Musthafa Kamal Pasha. bila salah satu diantara mereka pergi maka ayah lebih berhak karena untuk menjaga nasabnya. d. Seorang hadhin atau hadhinah harus mempunyai kecakapan dan kecukupan atau syarat-syarat yang harus terpenuhi. sebab mengabaikannya berarti menghadapkan anak-anak yang masih kecil kepada bahaya kebinasaan. Bermukim bersama anaknya. Citra Karsa Mandiri. dewasa. Fikih Islam. mampu mendidik terhindar dari hal-hal yang terdela merupakan bagian dari hadhanah. karena masalah ini untuk kepentingan agama yang ia yakini atau masalah perwalian yang mana Allah tidak mengizinkan terhadap orang kafir.Hadhanah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam 223 Mengasuh anak-anak yang masih kecil hukumnya wajib. 2002). Berakal sehat. jika penyakit berat atau perilaku tercela maka membahayakan jiwa anak dan justru terlantarkan berada di tangannya8. sebab seorang budak kekuasaannya kurang lebih terhadap anak dan kepentingan terhadap anak lebih tercurahkan kepada tuannya. Sedangkan masalah agama bagi Imam Syafi’i orang selain Islam tidak boleh. karena anak kecil sekalipun mumayyiz tetapi ia butuh orang lain untuk mengurusi dirinya. g. dan orang yang mendidiknya. h. Hadhanah merupakan hak bagi anak-anak yang masih kecil. ( Jogyakarta. Beragama islam. Sedangkan mazdab lain bukan merupakan syarat hanya saja bagi Imam Hanafi  kemurtadan menjadikan gugur hak asuhan. Mampu mendidik. f. e. c. pelaksanaan urusannya. Dalam kaitan ini terutama ibulah yang berkewajiban melakukan Hadhanah. karena orang gila tidak boleh menangani dan menyelenggarakan Hadhanah. Amanah.304 8 . Syaratsyarat yang harus terpenuhi adalah sebagai berikut: a. Wahardjani. Belum menikah dengan laki. Chalil. amanah. jika salah satu syarat tidak terpenuhi maka gugurlah kebolehan untuk mengasuh anak. b.laki lain bagi ibunya. Merdeka. Dewasa.

2002). Hak dan Syarat Hadhanah Hubungan antara orang tua dengan anak dalam hal ini adalah hubungan wajib tidak bisa putus atau terhalang keadaan sesuatu apapun baik karena perceraian maupun salah satunya meningal dunia. maka hak asuhanya gugur. lalu dia kawin lagi dengan laki. Adapun Imam Maliki: Hak tersebut tidak bisa kembali dengan adanya perceraian itu. rupanya prioritas jatuh pada seorang ibu yang paling berhak mengasuhnya.Hamdani. Pustaka Amini. sedangkan dalam pemeliharaan anak yang setelah bercerai antara suami dan istri. Fikih 5 Mazdab. Sebagimana pengikut Mazhab Hanafi berpendapat hak Hadhanah itu merupakan hak anak. Al. Sedangkan menurut Syafi’i. Ahmad dan sebagian pengikut mazhab Muhammad Jawad Mughniyah. َ َ َ َّ َّ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ ْ‫َ ْ َ َ ُ ُ ْ ْ َ َ ْ اَ َ ُ َّ َ ْ َ نْ اَ َ ن‬ ‫ي ل ِمن أراد أن يتِم الرضاعة‬ ِ ‫والو دِالات ير‬ ِ ‫ي كمِل‬ ِ ‫ضعن أولدهن حول‬ ُ ْ َ‫لَىَ ْ ُ ه‬ ُ ْ ْ ‫وف‬ ِ ‫َوع ال َم ْولودِ ُل رِزق ُه َّن َوك ِْس َوت ُه َّن بِال َمع ُر‬ Artinya: “para ibu hendaklah menyusukan anak. 2002).S. S. (Jakarta. A.” Ayat tersebut dipahami bahwa seorang ayah berkewajiban utuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya10. 321.laki. tidaklah menyebabkan putusnya kewajiban terhadap anaknya. maka larangan hak asuhan si anak bisa dicabut kembali. 14. Para ulama berbeda pendapat tentang siapa yang berhak terhadap hadhanah.Baqarah ayat : 233.322 10 . No. h.anaknya selama 2 tahun penuh yaitu menyempurnakan penyusuan dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian pada para ibu dengan cara yang makruf. 02 Juli-Desember 2014 Seterusnya. Dan hak itu dikembalikan karena gugurnya perkawinan dengan laki-laki kedua itu. sesuai dengan Q. Imamiyyah dan Hambali: Apabila ibu si anak bercerai pula dengan suaminya yang kedua.417 9 H. Al. Rsialah Nikah. Sedangkan Imam Hanafi.224 | TAPIS Vol. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. mazdab 4 berpendapat bahwa. apabila ibu si anak dicerai suaminya. h.416. apakah yang berhak itu hadhin atau mahdhun (anak). tetapi hak asuhanya bagi ibu tetap ada karena merupakan bukti kasih sayang kepada anaknya. Lentera. Syafi’i. ( Jakarta.9 C.

b.11 Setelah dasar hukum itu terealisasikan tentu pengasuh menjadi faktor untuk kecakapan atau kepatutan untuk memelihara anaknya maka harus Ada syarat-syarat tertentu. ayah. dan anak. Di samping itu. dan juga lebih sabar dan teliti dari pada ayahnya. maka hadhanah itu beralih kepada kerabat yang lebih jauh. yaitu: a. tidak perlu disuruh memilih kata mereka: ibu lebih utama terhadap anak itu hingga dia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.sebab ibu lebih berhak adalah. Berakal sehat. karena masalah ini untuk kepentingan agama yang ia yakini atau masalah perwalian yang mana Allah tidak mengizinkan terhadap orang kafir. Jumhur ulama berpendirian bahwa hadhanah itu menjadi hak bersama. Apabila sudah mampu memenuhi diri sendiri maka ayah lebih berhak atasnya. barulah kesempatan itu jatuh kepada pihak ayah dengan skala prioritas pula. d. karena ibu Iebih memiliki kemampuan untuk mendidik dan memperhatikan keperluan anak dalam rsianya yang masih amat muda itu. ibu memiliki waktu yang lebih lapang untuk melaksanakan tugasnya tersebut dibanding seorang ayah yang memiliki banyak kesibukan. c. 819. antara kedua orang tua anak. ( Surabaya: Al-Ikhlas.laki lain bagi ibunya. e. jika kerabat dari pihak ibu tidak ada atau tidak memenuhi syarat sebagai hadhin (pengasuh). karena orang gila tidak boleh menangani dan menyelenggarakan hadhanah.820 11 . sebab seorang budak kekuasaannya kurang lebih terhadap anak dan kepentingan terhadap anak lebih tercurahkan kepada tuannya. h.Hadhanah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam 225 Maliki berpendapat bahwa yang berhak terhadap hadhanah itu adalah hadhin. Apabila terjadi perceraian maka ibu lebih berhak untuk mengasuh anak. Belum menikah dengan laki. Muhammafd Abu Bakar. Terjemah Subulussalam juz III. Amanah. Jika si ibu tidak cakap. Beragama Islam. Akan tetapi. Menurut Wahbah az-Zuhaili hak hadhanah itu hak berserikat antara ibu. Menurut Muhammad Baqir al-Habsi. sebab. Merdeka. Pendapat ini sesuai dengan pendapatnya Imam Malik. 1995). Menurut Ulama Al-hadwaiyah dan Ulama’ Hanafiyyah.

Chalil. pasal 109 15 . maka larangan hak asuhan si anak bisa dicabut kembali.laki. (Jakarta. Adapun Imam Maliki: Hak tersebut tidak bisa kembali dengan adanya perceraian itu. dewasa. 234.syarat hadhanah seperti berakal. Lentera.13 Mayorita ulama sepakat bahwa syarat.235 12 Musthafa Kamal Pasha. TT). mampu mendidik terhindar dari hal-hal yang terdela merupakan bagian dari hadhanah. 2002). apabila ibu si anak dicerai suaminya.12 g.15 Ibnu Qasim. bila salah satu diantara mereka pergi maka ayah lebih berhak karena untuk menjaga nasabnya. penjudi. gila atau melalaikan atau menyalahgunakan hak dan wewenangnya sebagai wali demi kepentingan orang yang berada di bawah perwaliannya. 2002). h. h. lalu dia kawin lagi dengan laki. Sedangkan Imam Hanafi. Seterusnya mazdab 4 berpendapat bahwa. Tausyih Ala Ibnu Qasim. Mampu mendidik. Imamiyyah dan Hambali: Apabila ibu si anak bercerai pula dengan suaminya yang kedua.Hidayah. 14. Dewasa. 02 Juli-Desember 2014 f. Sedangkan mazdab lain bukan merupakan syarat hanya saja bagi imam Hanafi  kemurtadan menjadikan gugur hak asuhan. amanah.417. h. pemboros. 416. Syafi’i. maka hak asuhanya gugur. Fikih 5 Mazdab.14 Syarat di atas bukan bagian mutlak karena hal terbaik bagi anak itu faktor utama untuk hadhanah seperti penyebutan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 109: Pengadilan agama dapat mencabut hak perwalian seseorang atau badan hukum dan memindahkannya kepada pihak lain atas permohonan kerabatnya bila wali tersebut pemabuk. h. (Jogyakarta. karena anak kecil sekalipun mumayyiz tetapi ia butuh orang lain untuk mengurusi dirinya. Wahardjani. ( Surabaya. tetapi hak asuhanya bagi ibu tetap ada karena merupakan bukti kasih sayang kepada anaknya. Fikih Islam. Al. jika penyakit berat atau perilaku tercela maka membahayakan jiwa anak dan justru terlantarkan berada di tangannya.304 13 Muhammad Jawad Mughniyah.226 | TAPIS Vol. Citra Karsa Mandiri. 14 KHI. Bermukim bersama anaknya. Sedangkan masalah Agama bagi Imam Syafi’i orang selain Islam tidak boleh. No. Dan hak itu dikembalikan karena gugurnya perkawinan dengan laki.laki kedua itu.

465. 2. 2. 242. selama mereka tidak dicabut dari kekuasaanya. 2000).Hadhanah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam 227 2. Berdasarkan pada ayat 1 Pasal 47. Jika anak telah dewasa. orang tua masih memiliki kewajiban atas biaya pemeliharaan Rahmad hakim. sehingga meskipun kedua orang tua mereka memiliki ikatan atau sudah bercerai anak tetap berhak mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya. Orang tua mewakili anak tersebut mengenai perbuatan hukum di dalam dan di luar pengadilan.(Bandung. Pasal 46: 1. ia wajib memelihara menurut kemampuannya. orang tua dan keluarga dalam garis lurus ke atas. a. Hukum Perkawinan Islam.16 Namun demikian. Anak wajib menghormati orang tua dan menaati kehendak mereka dengan baik. Anak yang belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan ada di bawah kekuasaan orang tuanya.243 16 . bila mereka memerlukan batuannya. Pasal 47: 1. 1 tahun 1974 pasal 45. keluarga anak dalam garis lurus ke atas dan saudara kandung yang telah dewasa  atau pejabat yang berwenang dengan keputusan pengadilan meskipun dicabut mereka tetap berkewajiban. 47 menyebutkan bahwa : Pasal 45: 1. Hadhanah Pada Masa Perkawinan. 49 menyebutkan bahwa kekuasaan salah satu atau kedua orang tuanya dicabut dari anaknya atas permintaan orang tua lain. Kewajiban orang tua yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini berlaku  sampai anak itu kawin atau berdiri sendiri berlaku terus meski perkawinan antara orang tua putus. Pustaka Setia. 2. h. Macam-macam Hadhanah Hadhanah merupakan kebutuhan atau keharusan demi kemaslahatan anak itu sendiri. Kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak mereka sebaikbaiknya. Berdasarkan Undang–Undang Pernikahan No.

228 | TAPIS Vol. (Bogor. 2. Hadhanah Pada Masa Perceraian Timbulnya perceraian antara suami istri bukanlah halangan bagi anak untuk memperoleh hak pengasuhan atas dirinya dari kedua orang tuanya. No. Baik  ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara. sepanjang tidak cacat fisik  atau mental. sebagaimana yang telah diatur pada Undang –Undang Pernikahan No. Abdul Rahmad Ghazaly. 02 Juli-Desember 2014 anak tersebut (ayat 2) berkaitan dengan pemeliharaan anak juga. Fikih Munakahat. bilamana bapak dalam kenyataannya tidak dapt memenuhi kewajiban tersebut. mendidik anak-anaknya. 14. orang tua pun mempunyai tanggung jawab yang berkaitan dengan kebendaan.17 Ditambah dengan KHI pasal 98 dan 99 tentang pemeliharaan anak: Pasal 98 : 1. 2. Hasil dari perbuatan suami istri yang sah di luar rahim dan dilahirkan oleh istri tersebut. Pasal 99 : Anak yang sah adalah : 1. h. Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pendidikan dan pemeliharaan.1 tahun 1974 Pasal 41 tentang akibat putusnya  perkawinan karena perceraian adalah: 1. Kencana. Batas usia anak yang mampu berdiri sendiri atau dewasa 21. b. PA (Pengadilan Agama) dapat menunjuk kerabat terdekat yang mampu bila orangtuanya  tidak mampu. 2003). Berdasarkan pasal 106 KHI disebutkan bahwa orang tua berkewajiban merawat dan mengembangkan harta anaknya yang belum dewasa atau di bawah pengampuan. semata-mata berdasarkan kepentingan anak bilaman ada perselisihan mengenai   pengasuhan  anak bilamana ada perselisihan mengenai pengasuhan anak-anak. Anak yang dilahirkan dalam atau akibat perkawinan yang sah.189.190 17 . Dan orang tua bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan karena kesalahan dan kelalaian dari kewajiban. Orang tuanya mewakili anaknya tersebut mengenai segala perbuatan. pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut. 2. pengadilan memberi keputusan. 3.

Wanita. . Imam Hanafi menyatakan bahwa anak yang berusia 7 tahun untuk laki. Imam Hambali menyatakan bahwa Masa anak laki. 3.wanita dalam garis lurus ke atas dari ibu. Wanita dalam garis lurus ke atas dari ayah.laki hingga baligh dan perempuan hingga menikah.saudara perempuan dari anak yang bersangkutan. maka dilakukan undian. Imamiyyah: Masa asuh anak untuk laki. Ketika sudah mumayyiz disrahkan kepada anaknya untuk memilih diantara kedua orang tuanya sebagai pemegang hak pemeliharaannya. a. maka kedudukannya diganti oleh. Sesudah itu haknya ayah. menyatakan bahwa: 1. 3. 2. Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan menentukan suatau kewajiban bagi bekas istri. Belum berumur 12 tahun masih haknya seorang ibu. 4. Imam Maliki menyakan bahwa Anak laki. sedangkan anak perempuan 7 tahun. Biaya pemeliharaan di tanggung oleh ayah. 2.laki dan 9 tahun untuk perempuan. 5. Sedangkan menurut fikih 5 Madzab. hingga mencapai 9 tahun bila dia perempuan dan 15 tahun bila dia lakilaki. d. b. Namun bila ingin bersama ayah dan ibunya. bila si anak diam berarti memilih ibunya.Hadhanah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam 229 3. untuk kemudian disuruh memilih dia siapa yang ia pilih. Ayah. Saudara.laki 2 tahun. Anak yang belum mumayyiz dipelihara oleh ibunya kecuali telah meninggal dunia. Kompilasi Hukum Islam pada pasal 105 kemudian mengatur lebih rinci mengenai permasalahan perceraian dan kondisi anak pada saat itu belum mumayyiz yaitu: 1. Sedangkan dalam KHI pada pasal 156 juga mengatur tentang hadhanah pada perceraian: 1. c. Imam Syafi’i menyatakan bahwa Tidak ada batasan tetap tinggal bersama ibunya sampai ia bisa menentukan atau berfikir hal yang terbaik baginya.laki dan perempuan dan sesudah itu disuruh memilih ayah atau ibunya.

Wanita. atau selama masih dalam iddah. b. Ia juga wajib membayar gaji pembantu rumah tangga atau menyediakan pembantu tersebut jika si ibu membutuhkannya dan ayah memiliki kemampuan untuk itu. http://imamrusly. f. 3. Karena dalam keadaan tersebut ia masih mempunyai nafkah sebagai istri atau nafkah masa iddah. Ia juga wajib membayar ongkos sewa rumah atau perlengkapannya sekiranya ibu tidak memiliki rumah sendiri sebagai pengasuh anak kecilnya. Biaya hadhanah tangung jawab ayah sekurang.wordpress. 5. Hal ini bukan termasuk dalam bagian nafkah khusus bagi anak kecil’ seperti: makan. Obat-obatan dan keperluan pokok lain yang sangat diburuhkannyu. Tetapi.230 | TAPIS Vol.wanita sedarah menurut garis samping ayah. Adapun sesudah habis masa iddanya maka ia berhak atas upah itu seperti haknya kepada upah menyusui.wanita kerabat sedarah menurut garis samping dari ibu. Apabila pemegang hadhanah tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak meskipun tercukupi biayanya. 2. Biaya Hadhanah Ibu tidak berhak atas upah hadhanah dan menyusui. Dan upah ini menjadi utang yang ditanggung oleh ayah serta baru bisa dilepas dari tanggungan ini kalau dilunasi atau dibebaskan. 6. 02 Juli-Desember 2014 e. tempat tidur. No.18 c. c dan d. minum. 14. upah ini hanya wajib dikeluarkannya saat ibu pengasuh mengasuh asuhannya. Wanita. Seorang ayah wajib membayar upah penyusuan dan Hadhanah. Anak yang sudah mumayyiz berhak memilih untuk mendapatkan hadhanah dari ayahnya atau ibunya. selama ia masih menjadi istri dari ayah anak itu. Apabila ada perselisihan Pengadilan Agama dapat memutuskan berdasarkan a.com/2014/09/22/hadhanah-mengasuh-anak 18 . 4. Pengadilan dapat pula mengingat kemampuan ayahnya pada penetapan jumlah biaya untuk memelihara dan pendidikan anak. maka atas permintaan kerabat yang juga mempunyai hak yang dapat menuntut ke pengadilan untuk memindahkan hak hadhanah.kurangnya sampai dewasa dan dapat mengurus sendiri (21 tahun).

Hadhanah adalah pemeliharaan anak yang masih kecil hingga anak tersebut mencapai batas usia yang legal sebagai orang dewasa yang telah mampu berdiri sendiri. rohani maupun akalnya mengawasi. dia boleh dipaksa untuk membayar upah kepada ibunya tersebut dan ia tidak boleh menyerahkan kepada kerabatnya perempuan yang mau mengasuhnya dengan sukarela bahkan si anak harus tetap pada ibunya. Adapun apabila anak itu sendiri memiliki harta untuk membayar nafkahnya. Sedangkan upah bayarannya menjadi hutang yang wajib dibayar oleh ayah. SIMPULAN Berdasarkan uraian dan penjelasan di muka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. D. memberikan pelayanan yang semestinya serta mencukupi kebutuhan hidupnya. Tetapi kalau ayahnya tidak mampu ia boleh menyerahkan anak itu kepada kerabatnya yang perempuan untuk mengasuhnya dengan sukarela. maka jika ayahnya mampu. dengan syarat perempuaa ini dari kalangan kerabat si anak dan pandai mengasuhnya. Sebab asuhan ibunya lebih baik untuknya apabila ayahnya mampu membayar untuk upah ibunyu. si anak sendiri juga tidak memiliki harta sedangkan ibunya tidak mau mengasuhnya kecuali kalau dibayar. . Hadhanah merupakan hak bersama antara ibu. maka ibu dapat dipaksa untuk mengasuhnya. sebagai sebuah tanggung jawab orang tua baik yang menyangkut pendidikan jasmani. Di samping untuk menjaga hartanya juga karena ada salah seorang kerabatnya yang menjaga dan mengasuhnya. maka anak kecil inilah yang membayar kepada pengasuh sukarelanya. dan bisa gugur kalau telah dibayar atau dibebaskan. Tetapi jika ayahnya tidak mampu. dan tidak seorang kerabat pun yang mau mengasuhnya dengan sukarela. Apabila terjadi perselisihan diantara’ mereka anak harus diperioritaskan.Hadhanah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam 231 Jika diantara kerabat anak ada orang yang pandai mengasuhnya dan melakukannya dengan sukarela. sedangkan ibunya sendiri tidak mau kecuali kalau dibayar. Hal ini berlaku apabila nafkah itu wajib ditanggung oleh ayah. Sedangkan masa hadhanah berdasarkan ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam sampai batas usia anak mampu berdiri sendiri yaitu 21 Tahun.ayah dan anak. 2.

14. Andi Hamzah. Bandung. Tihami dan Sohari Safuani. Abdul Wahhab Khallal. Hukum Perdata [slam di Indonesia. Fikih Munakahat Kajian Fikih Nikah Lengkap.t. Fiqh Munakahat. 2002. Jakarta: Ikhtiar Baru Van Loepe. Abdul Mannan. I Jakarta: Prenada Media.A. Cet-l Jakarta: Prenada Media. Jakarta: Ghalia Indonesia. Hukum Islam di Indonesia. Kamus Hukttm. I Jakarta: Rr jawali Pers. Hukum PerkawinanIslam. Subul al-Salam. Pustaka Amini. Kairo: Dar lhya’ Al-Turas al. terjemahan Saifullah Kamali dan Hery Noer Ali jilid I. 2002 . Ke-8 ttp: Maktabah alDa’wah al-lslamiyah. juz 3. Ensiklopedia Hukum Islam. 49 Tahun IX 2000. (Jakarta. Fiqh Sunnah juz 8. 2004. Abdul Rahman Ghozali. Ahmad Sayuti Ali.232 | TAPIS Vol.1998. Bandung: As-Syifa. Amiur Nuruddin dan Azhari Akmal Tarigan. 1379 FV1960 M. Bandung.M. Al. Ali Hasan. 2003. 2010. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Al. IV. A. Jakarta: Raja Grafindo. Metodologi Penelitian Agama Pendekatan Teori dan Praktek. Abdullah Nashih Ulwan. Al-San’any .Ma’ruf. Cet. Risalah Nikah. cet. 1999. 1986 H. Problematika Hadhanah dan Hubungannya dengan Praktik Hukum Acara di Peradilan Agama dalam Mimbar Hukum No. Jakarta: Rajawali Pers. No. Pedoman Hidup Berumah Tangga dalam Islam..Hamdani. llmu Ushul al-Fiqh. S. Cet. 2000 Sayyid Sabiq. 1984 H. cet. 1990. Pustaka Setia. t. Jakarta: Prenada Media Group. 02 Juli-Desember 2014 Daftar Pustaka Abdul Aziz Dahlan. Hakim Rahmat.Araby. Ahmad Rofiq. 2008.

Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Bandung: Mizan. Prins.Madkhal al – Fiqhiah. 2004 Muhammad Baqir Al-Habsyi. 1983. Lexy J. 1982. Beirut & Kairo: Dar-AlSyuruq. Slamet Abdidin dan Aminudin. Metode Penelitian. Melodologi Penelitian Hukum. Moh. Hukum Perkawinan Nasional.Hadhanah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam 233 Imam Suprayogi dan Tabrani. 1 983. Cet. 2002. Hak-hak Reproduksi Perempuan: Dialog Fikih Pemberdayaan. cet. M. Jakarta: Ghalia Indonesia. Masdar Farid Mas’udi. t. Medan: Zahir Trading. Mahmud Syaltut. Smart & Sukses. Bandung:Remaja Rosdakarya. Bandung:Pustaka Setia 1999 . J. 1990. Hukum Kelua Keluargu Islam di Dunia Islam. Jakarta: Ghalia Indonesia. Moloeng. Khoiruddin Nasution.Fikr. Ke-9 Beirut: Dar al-Fikr & Dar al-Jawad. 1975. Muhammad Amin Suma. AS Homby Oxford: Oxford University Press. Tentang Hukum Perkawinan di Indonesia. Metodologi Penelitian Sosial-Agama.1992. Muhamad Jawad Mughniyah. ‘Amm.Sunnah dan pendapat para Ulama. Jakarta: Ghalia Indonesia 1983. Mustafa Ahmad al-Zarqil. Fikih Munakahat. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Mizan. 1997.lYogyakarta: Academia & Tazaffa 2008. Roni Hanitiyo.t. Fikih Praktis Menurut Al-Qur’an. Al-lslam: “Aqidah Wa Syari’ah. 2002. al-Fiqhu ‘ala al-Madzahib al-Khamsah. Nazir. Jakarta: Rajawali Pers. 2001. Yahya Harahap. Bandung: Remaja Rosdakarya. al-Fiqh al-lstam fi Thaubihi et Jadid al . Beirut: Dar al.

Jakarta: PT.. http://imamrusly.234 | TAPIS Vol. Prof. Al-Fiqh al-lslam wa Adillatuh.com/2014/09/22/hadhanah-mengasuhanak . Syahminan Zaini. 14. Umar Sulaiman al-’Ashqar. Wahbah Al-Zuhaili. 02 Juli-Desember 2014 Subekti. Pokok-pokak Hukum Perdata. 1991. Tatang M Airin. cet.H. Bairut: Dar al-Fikr. S.wordpress. Arti Seorang Anak Bagi Seorang Muslim. No. Surabaya: al Ikhlas. Intermasa. 1982. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Rajawali. I989. 1987. Tarikh al-Fiqh el-lslam Amman:Dar al-Nafa’is. 1986. Ke-XXI.