Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PENDAHULUAN

KATARAK
1. Definisi
Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan.
Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu, karatak dapat mempengaruhi
jarak pandang mata. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri
(Irwan, 2016). Katarak adalah suatu opasifikasi dari lensa yang normalnya
transparan seperti kristal, jernih. Kondisi ini biasanya sebagai akibat dari penuaan
namun dapat saja terjadi saat lahir (Baughman & Hackley, 2000). Katarak adalah
kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan (Djing,
2015).
2. Etiologi
Katarak bisa disebabkan oleh infeksi virus sebelum lahir, cedera benda tajam
atau tumpul, penyakit diabetes yang parah, sindrom down dan berbagai hal
lainnya, sebagian besar katarak terjadi secara spontan sebagai efek penuaan pada
orang lanjut usia (Youngsong, 2003). Penyebab sistemik pada katarak juga dapat
disebabkan oleh penyakit diabetes, kelainan metabolik, obat-obatan sistemik,
infeksi (rubela kongenital), distrofi miotonik, sindrom sistemik, congenital
termaksud katarak keturunan, dan radiasi sinar X (James, Chew, & Bron, 2006).
3. Patofosiologi
4. Pathway
5. Manifestasi Klinis
a. Penurunan ketajaman penglihatan, ketidakmampuan untuk membelalak,
penglihatan menjadi redup atau labor dengan penyimpangan gambar,
penglihatan pada malam hari memburuk.
b. Pupil mata dapat terlihat kekuningan, abu-abu atau putih terjadi secara
bertahap selama periode tahunan, dan sejalan dengan memburuknya katarak
maka kacamata yang paling kuat sekalipun tidak akan dapat menolong lagi
(Baughman & Hackley, 2000).

c. Pada bayi katarak dapat mengakibatkan ambliopia (kegagalan perkembangan


penglihatan normal) karena pembentukan banyangan pada retina buruk. Bayi
dengan dugaan katarak atau dengan riwayat keluarga katarak kongenital harus
dianggap sebagai masalah yang penting oleh spesialis mata (James, Chew, &
Bron, 2006).
6. Jenis Katarak
a. Katarak Immatur, yaitu lensa masih memiliki bagian yang jernih.
b. Katarak Matur, yaitu seluruh lensa sudah keruh.
c. Katarak Hipermatur, yaitu ada bagian permukaan lensa yang sudah merembes
melalui kapsul lensa dan bisa menyebabkan peradangan pada struktur mata
yang lainnya.
d. Katarak Kongenital, yaotu katarak yang sudah didapatkan sejak bayi baru
dilahirkan.
e. Katarak Juvenil, yaitu katarak yang terjadi sesudah usia 1 Tahun
f. Katarak Senillis, yaitu proses kemunduran fungsi lensa mata secara bertahap
atau karena proses penuaan yang terjadi (Djing, 2015).
7. Evaluasi Diagnostik
a. Pemeriksaan mata biasa
b. Keratometri
c. Pemeriksaan slit-lamp dan oftalmik
d. Pemindaian ultrasonografi
e. Kounter sel endothelial (Baughman & Hackley, 2000).
8. Penatalaksanaan Katarak
Saat ini obat-obatan lokal sistemik yang sering digunakan belum ada dilaporkan
pembuktiannya sehingga tindakan medis berupa operasi atau pembedahan ekstrasi
katarak merupakan terapi paling tepat. Tindakan setelah operasi katarak akan
terjadi penglihatan tidak jelas dan perlu lensa pengganti dan mata tidak dapat
melihat dekat atau berakomodasi, sehingga diperlukan bantuan untuk memulihkan
kembali tajam panglihatan pada penderita katarak senilis. Ada tiga tindakan yang
biasanya dilakukan seperti: ekstrasi katarak disusul dengan pamakaian kacamata
afakia, ekstrasi katarak dengan pemasangan lensa kontak dan ekstrasi katarak
langsung penanaman lensa intra okuler (Irwan, 2016).
9. Pengkajian

10. Diagnosa Keperawatan


11. Rencana Keperawatan