Anda di halaman 1dari 2

Infeksi Protozoa: Cryptosporidium

Cryptosporidium parvum, telah muncul sebagai etiologi utama diare persisten di


negara-negara berkembang, diare berat sampai mengancam hidup orang
dengan kondisi imunosupresif dan AIDS, dan pada individu yang sebelumnya
sehat karena menganggu kesehatan pasokan air bersih.
Karakteristik Mikrobakteri
Telah lama diakui sebagai penyebab penyakit manusia dan kematian di banyak
bagian dunia. peningkatan dramatis pada jumlah individu dengan sistem
pertahanan tubuh yang rendah.
Ciri-ciri:

influenza-like syndrome awal disertai batuk.


Masa inkubasi 2 hingga 10 hari
Nyeri pada dada disertai tonjolan
Sering ditemui Pneumonia
Tingkat keparahan mulai dari batuk ringan hingga pingsan
Perawatan: erythromycin dan macrolides lainnya.

Mampu menginfeksi manusia maupun mamalia lainnya. Menular melalui feses


individu terjangkit. Oocyst
tahan terhadap prosedur standar chlorination
perkotaan, dan ini yang membedakan crytosporidia dari organisme unisel air
lainnya. Karena tahan terhadap chlorine, membahayakan pasokan air bersih kota
Epidemiologi dan Transmisi
Tersebar di banyak tempat seperti pasokan air kota, kolam renang, perumahan,
hingga rumah sakit. Sangat menular dengan rasio 30 dari 100. Sering terinfeksi
karena tertelan air dari kolam renang dan rekreasi air lainnya.
Metode penularan lain dari manusia ke manusia karena feses di tempat-tempat
seperti penitipan anak, rumah sakit, dan panti jompo. Terjadi juga penularan dari
hewan ternak ke manusia hingga perlu diwaspadai para petani dan pemilik
hewan peliharaan.
Sindrom Klinis
Siklus hidup C.parvum pada terjangkit dimulai 2 hingga 10 hari setelah air yang
terkontaminasi tertelan. Manifestasi umum biasanya diare, disertai demam, kram
perut, dan nyeri badan. Dehidrasi berat yang harus diperhatikan oleh dokter,
karena diare yang sering dan bisa berlanjut hingga 2 minggu.
Setelah gejala cryptosporidiosis berkurang atau bahkan hilang, pasien masih
bisa menularkan penyakit hingga berbulan-bulan lamanya. individu yang
terinfeksi dengan sistem kekebalan yang lemah dapat tetap menular jauh lebih
lama.
Perawatan dan Kontrol
Sejauh ini, belum ada metode antimikroba yang secara umum ampuh melawan
cryptosporidiosis, dengan demikian, perawatan peningkatan daya tahan tubuh
pasien menjadi pilihan. Karena tebalnya dinding sel C.parvum pada siklus oocyst
tahan terhadap chlorine, langkah mengendalikan penyebaran sel menular

diutamakan. Reverse osmosis, teknik filtrasi yang lebih baik, dan prosedur lain
yang lebih efisien masih dalam tahap penelitian.