Anda di halaman 1dari 28

STUDI KASUS PASIEN

HIPERTENSI GRADE I PADA DEWASA DENGAN


BENTUK KELUARGA MIDDLE AGE FAMILY
MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN
KELUARGA DI PUSKESMAS
KECAMATAN KELAPA
GADING

Disusun oleh :
Avizena Muhammad Zamzam
110201054
Pembimbing :
dr. Erlina Wijayanti, MPH

KEPANITERAAN KEDOKTERAAN KELUARGA


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE 11 JULI 22 JULI 2016
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul HIPERTENSI GRADE I PADA
DEWASA DENGAN BENTUK KELUARGA MIDDLE AGE FAMILY
MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS
KECAMATAN KELAPA GADING ini telah disetujui oleh pembimbing untuk
dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas dalam Kepaniteraan
Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, Juli 2016


Pembimbing,

dr. Erlina Wijayanti, MPH

KATA PENGANTAR
Assalammua`alaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbilaalamiin, puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan
atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada
penulis sehingga Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul HIPERTENSI
GRADE I PADA DEWASA DENGAN BENTUK KELUARGA MIDDLE
AGE FAMILY MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI
PUSKESMAS KECAMATAN KELAPA GADING ini dapat diselesaikan
dengan baik.
Penyusunan laporan hasil studi kasus pasien ini bertujuan untuk memenuhi
salah satu tugas dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, periode 11 Juli 22 Juli 2016. Penulis juga berharap agar laporan ini dapat berguna sebagai salah
satu sumber pengetahuan bagi pembaca, terutama pengetahuan tentang Ilmu
Kesehatan Masyarakat mengenai penanganan penyakit dengan pendekatan secara
holistik. Pasien dalam laporan hasil studi kasus ini adalah salah satu pasien dari
Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading ketika penulis ditugaskan di puskesmas
tersebut pada periode 11 Juli 22 Juli 2016.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen
pembimbing, staf pengajar, serta orang-orang sekitar penulis yang terkait. Oleh
karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. Erlina Wijayanti, MPH selaku dosen pembimbing dan koordinator
kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI yang telah membimbing dan memberi masukan yang bermanfaat.
2. Dr. Sugma Agung Purbowo, MARS selaku Kepala Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
3. Dr. Dini Widianti, MKK, selaku staf pengajar Ilmu Kedokteran Keluarga
Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.
4. Dr. Yusnita, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Universitas YARSI.

5. Dr. Citra Dewi, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
6. Dr. Dian Mardhiyah, MKK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
7. Dr. H. Sumedi Sudarsono, MPH, selaku staf pengajar bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
8. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes sebagai staf pengajar Kepaniteraan
Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
9. Dr. Prayudi Andryana selaku pembimbing yang membimbing dan
memberi masukan yang bermanfaat selama berada di Puskesmas
Kecamatan Kelapa Gading.
10. Dr. Arham irzan selaku pembimbing yang membimbing dan memberi
masukan bermanfaat selama berada di Puskesmas Kecamatan Kelapa
Gading.
11. Seluruh staf & tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Kelapa
Gading yang telah memberikan bimbingan dan data kepada penulis untuk
kelancaran proses penulisan laporan ini.
Kesadaran bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan
hasil studi kasus pasien ini dirasakan oleh penulis. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan di masa
mendatang. Semoga laporan ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak.
Wassalammu'alaikum wr. Wb

Jakarta, Juli 2016

Penulis

BAB I
I.

BERKAS PASIEN
A. Identitas Pasien
Nama

: Ny. S

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 48 Tahun

Agama

: Islam

Alamat

: Kelapa Gading Barat

Suku Bangsa

: Jawa

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Tanggal periksa

: 19 Juli 2016

B. Anamnesis
Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 19 Juli 2016
a.

Keluhan Utama :
Nyeri kepala

1. Keluhan Tambahan :
Leher bagian belakang terasa kaku dan bahu terasa pegal-pegal
1. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading dengan
keluhan nyeri pada kepala yang memberat sejak 2 hari yang lalu.
Nyeri kepala hilang timbul dan dirasakan pertama kali sejak 1 minggu
terakhir dan memberat apabila pasien kurang istirahat dan kecapaian.
Pasien mengeluhkan nyeri kepala dirasakan di kepala bagian bawah
menjalar ke bagian atas kepala. Keluhan pasien juga disertai rasa kaku
seperti terikat pada leher bagian belakang dan pegal-pegal pada bahu.

Keluhan lain seperti mata berkunang, mual, dan muntah disangkal


oleh pasien. Pasien juga menyangkal adanya nyeri pada dada maupun
sesak nafas. Pasien juga menyangkal adanya gangguan pada BAK.
Sebelum keluhan ini muncul, pasien sudah sering berobat ke
puskesmas dengan keluhan yang sama, namun pasien tidak kontrol
secara teratur ke puskesmas.
1. Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien mengaku memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu.
Riwayat DM, penyakit jantung, kolesterol, dan sakit ginjal disangkal
oleh pasien.
2. Riwayat Penyakit Keluarga :
Pasien mengaku Ibu kandung pasien memiliki riwayat hipertensi akan
tetapi tidak mengetahui apakah ada saudara pasien yang memiliki
riwayat hipertensi yang sama dengan pasien atau tidak. Riwayat
penyakit DM, kolesterol, sakit ginjal, dan sakit jantung disangkal.
3. Riwayat Berobat :
Pasien mengaku mulai berobat sejak 2 tahun yang lalu namun jarang
ke puskesmas untuk kontrol kembali. Pasien merasa keluhan mulai
berkurang setelah meminum obat amlodipin 5 mg yang merupakan
obat yang diberikan saat kontrol berobat.
4. Riwayat Sosial Ekonomi :
Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah ke bawah.
Pasien tinggal di rumah kontrak bersama dengan suaminya. Pasien
merupakan ibu rumah tangga dan mendapatkan biaya kehidupan
sehari-hari dari suaminya yang merupakan buruh serabutan dengan
penghasilan Rp. 2.000.000,-. Ketiga anak pasien sudah tidak tinggal
bersama dirumah dengan pasien dan tinggal terpisah oleh karena
masalah pekerjaan

8. Riwayat Kebiasaan :
Sebelum sakit pasien memiliki kebiasan pola makan yang tidak
teratur dan meminum kopi 3 kali dalam sehari. Pasien juga sangat
jarang berolahraga.

A. Pemeriksaan Fisik
1. Kesadaran

: Compos Mentis

2. Keadaan Umum

: Baik

3. Vital sign
Kesadaran

: Compos Mentis

GCS

: 15

Tek. Darah

: 150/100 mmHg

Frek. Nadi

: 88 x/menit

Frek Pernapasan

: 19 x/menit

Suhu

: 36,7 C

BB

: 58 kg

Tinggi Badan

: 148 cm

1. Status Gizi :
Berat badan

: 58 kg

Tinggi badan

: 148 cm

IMT

: BBkg/(TBm)2 = 58/2,19 = 26,48

Berdasarkan IMT, maka pasien termasuk kategori obesitas grade I


Metode Brocca
BB Ideal

: (Tinggi Badan-100) - 10% (Tinggi Badan-100)


: (144 100) - 10% (44)

: 39,6 kg
4. Status Generalis :
-

Kepala

: Normocephal
- Mata

: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik

(-/-), pupil isokor


-

THT

: Dalam Batas Normal


-

Leher

: Pembesaran KGB (-/-), JVP

meningkat, trakea berada di tengah

Paru-paru
Inspeksi

: Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri

Palpasi

: Fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri

Perkusi

: Sonor seluruh lapang paru, peranjakan paru-hati (+)

Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-/-),wheezing (-/-)


-

Jantung
Inspeksi

: Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi

: Iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra

Perkusi

: Batas jantung kanan ICS IV linea sternalis dextra


Batas jantung kiri ICS V linea midklavikula sinistra
Batas pinggang jantung ICS III linea parasternalis sinistra

Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)


-

Abdomen
Inspeksi

: Simetris, datar, kelainan kulit (-), pelebaran vena (-)

Auskultasi : Bising usus normal, bising aorta abdominalis terdengar


Palpasi

: Nyeri tekan (-), nyeri lepas (-), nyeri ketuk (-),


hepatomegali (-), splenomegali (-)

Perkusi
-

Ekstremitas

: Timpani di semua lapang abdomen, nyeri ketuk (-)


: Akral hangat, edema

D. Usulan Pemeriksaan Penunjang

I.

Darah rutin

Profil Lipid

EKG

BERKAS KELUARGA
A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
1. Identitas Kepala keluarga

: Ny. S

2. Identitas Pasangan

: Tn. T (cerai hidup)

3. Struktur Komposisi Keluarga :


Bentuk keluarga ini merupakan niddle age family/ aging
couple dengan Ny. S sebagai kepala keluarga dan ibu rumah
tangga sedangkan anak-anaknya sudah tidak tinggal bersama
dalam 1 rumah oleh karena meniti karir/ berkeluarga. Dari hasil
pernikahan Tn. T dan Ny. S, memiliki 2 orang anak yang bernama
Tn. S dan Ny. S. Anak pertama Ny.S belum menikah. Anak kedua
telah menikah dan sudah bekerja namun tidak tinggal serumah
dgn Ny.S.

Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


Kedudukan
No Nama

dalam

Gender

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Status

52 th

SD

Buruh

Rp. 2.500.000

keluarga

1.

Tn. S

Kepala
Keluarga

Ibu
2.

Ny. S

Istri

48 th

SD

rumah

tangga

A. Genogram
1. Bentuk keluarga :
Keluarga terdiri dari 1 generasi. Bentuk keluarga ini middle age family/
aging couple dengan Ny. S sebagai kepala keluarga dan ibu rumah
tangga sedangkan anak-anaknya sudah tidak tinggal bersama dalam 1
rumah oleh karena meniti karir/ berkeluarga. Tn. S dan Ny. S tinggal
berdua dalam 1 rumah dan tidak tinggal bersama dengan anak-anaknya
karena ketiga anak-anaknya sedang bekerja dan tidak tinggal dirumah
lagi
2. Tahapan Siklus Keluarga :
Menurut tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga dikutip dari
Duvall (1984) tahapan siklus keluarga Ny. N termasuk ke dalam tahap
VII, yaitu keluarga orang tua usia pertengahan.
Genogram

Gambar 1. Genogram Ny. S


Keterangan :

: Laki laki

: Perempuan

:Pasien

1. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a.

Lingkungan tempat tinggal


Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal

Status kepemilikan rumah : Kontrak


Daerah perumahan : Padat penduduk
Karakteristik Rumah dan Lingkungan
Luas rumah : 5 x 3 m2

Kesimpulan
Keluarga Ny. S tinggal di rumah kontrak

Jumlah penghuni dalam satu rumah : 2 orang di

daerah

perumahan

yang

padat

Lantai rumah dari: Keramik

penduduk. Luas rumah Ny.S

Dinding rumah dari: Tembok

dengan jumlah penghuni rumah 2 orang.

Jamban keluarga: Ada


Tempat bermain: Tidak ada
Penerangan listrik: Cukup
Ketersediaan air bersih: Ada

Lantai

rumah

terbuat

dari

5 x 3 m2
keramik,

dinding rumah dari tembok, ada jamban


keluarga dan dengan penerangan yang
cukup.

Tempat pembuangan sampah: Ada

a. Kepemilikan barang barang berharga


-

Satu unit televisi

Dua unit kipas angin

Satu unit kompor gas

Satu unit dispenser

Satu unit kulkas

Satu unit motor

10

a. Denah Rumah

Gambar 2. Denah Rumah Ny. S

1. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Perilaku Berobat
Apabila ada salah satu anggota keluarga yang sakit, Ny.S
membawa keluarganya berobat ke Puskesmas Kecamatan Kelapa
Gading.
b. Perilaku Terhadap Makanan
Keluarga Ny.S memiliki kebiasaan makan 2 kali sehari. Makanan
yang dimakan selalu dimasak oleh Ny.S sendiri.
c. Perilaku Terhadap Pelayanan Kesehatan

11

Keluarga Ny.S menggunakan asuransi kesehatan berupa BPJS.

d. Perilaku Terhadap Lingkungan Kesehatan


Ny.S merupakan orang yang sadar akan kebersihan. Keluarga Ny.S
sering ikut kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar temnpat
tinggal.
1. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)
Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
Faktor

Keterangan

Kesimpulan
Ny.S

Cara

mencapai

pusat

Motor

pelayanan kesehatan

berobat

Puskesmas menggunakan
motor.

Ny.S

dengan
Tarif pelayanan kesehatan

Gratis

ke

puskesmas

berobat

gratis

di
dengan

menggunakan BPJS dan


pelayanan serta kualitas

Kualitas pelayanan kesehatan

Memuaskan

pelayanan

dirasakan

Ny.S cukup baik namun


kepatuhan Ny.S dalam
berobat masih rendah.

1. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan:
Keluarga Ny. S makan sebanyak dua kali sehari. Menu sehari-hari
yang dikonsumsi keluarga Ny. S di pagi hari adalah nasi, sayur dan
telur. Untuk makan siang keluarga Ny. S terkadang memakan menu
yang serupa dengan makan pagi yang dihangatkan. Keluarga Ny. S
jarang makan pada malam hari.

12

b. Menerapkan pola gizi seimbang:


Menu makanan keluarga yang selalu ada setiap harinya adalah
nasi, sayur yang di buat sup ataupun di tumis, lauk pauk seperti telur
goreng dan kadang disertai ayam serta tahu dan tempe yang digoreng.
Ny. S biasanya menyertai makan dengan minuman seperti air putih,
teh manis atau kopi sachet.
Tabel 4. Food Recall Pasien Dalam Tiga Hari
Pagi, 16 Juli 2016
Menu

Kalori

Karbohidrat

Protein

Nasi 1 porsi

200 kkal

40 gr

4 gr

1 telur ceplok

120 kkal

0,50 gr

7 gr

Bayam Bening

24 kkal

3,2 gr

2,3 gr

Kopi sachet

231 kkal

48,9 gr

1,77 gr

Lemak

10 gr

3,17 gr

Air putih 1 gelas


Siang, 16 Juli 2016
Menu
Nasi 1 porsi
Tahu goreng 2
ptg
Bayam Bening

Kalori

Karbohidrat

Protein

200 kkal

40 gr

4 gr

75 kkal

7 gr

5 gr

24 kkal

3,2 gr

2,3 gr

874 kkal

142,8 gr

26,7 gr

Lemak

3 gr

Air putih 2 gelas


Jumlah kalori

16,17 gr

13

Pagi, 17 Juli 2016


Menu
1 telur ceplok

Kalori

Karbohidrat

120 kkal

Protein

0,50 gr

7 gr
4 gr

Nasi 1 porsi

200 kkal

40 gr

Sayur Sop

50 kkal

2,05 gr

Ayam goreng

255 kkal

0,88 gr
21,1 gr

Lemak
10 gr

0,15 gr
62,25 gr

Air putih 2 gelas


Siang, 17 Juli 2016
Menu

Kalori

Nasi 1 porsi

200 kkal

40 gr

Sayur Sop

50 kkal

2,05 gr

Tahu goreng 2
ptg
Ayam goreng

Karbohidrat

75 kkal

7 gr

255 kkal

Protein

Lemak

4 gr
0,88 gr
5 gr
21,1 gr

0,15 gr
3 gr
62,25 gr

Air putih 2 gelas


Jumlah kalori

1205 kkal

91,6 gr

61,56 gr

130,33 gr

Pagi, 18 Juli 2016


Menu

Kalori

Karbohidrat

Protein

Lemak

Nasi 1 porsi

200 kkal

27,9 gr

2,6 gr

0,28

Sayur Singkong

50 kkal

2,05 gr

0,88 gr

0,15 gr

14

1 telur ceplok

120 kkal

Air teh manis 1

70 kkal

0,50 gr

7 gr

10 gr

4,20 gr

gelas
Siang, 18 Juli 2016
Menu

Kalori

Karbohidrat

Protein

Lemak

Nasi 1 porsi

200 kkal

27,9 gr

2,6 gr

0,28

Sayur Singkong

50 kkal

2,05 gr

0,88 gr

0,15 gr

Ayam goreng

255 kkal

21,1 gr

62,25 gr

Air putih 2 gelas


Jumlah kalori

945 kkal

64,6 gr

35,06 gr

73,1 gr

Keterangan : Rata-rata asupan kalori yang dikonsumsi oleh Ny. S pada tanggal 16 18
Juli 2016 adalah 1008 kkal.

Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca


-

Jumlah kebutuhan kalori perhari :

Berat Badan Ideal (BBI) = 90% (tinggi badan (cm)


100)
= 90% x 48 = 43,2 kg

Kebutuhan kalori basal

= BB ideal x 25 kalori

(perempuan)
= 43,2 kg x 25 kalori = 1.080 kalori
-

Koreksi

Usia ( 40-59 th)

Aktivitas (sedang) = + (20% x 1.080) = + 216 kalori

BB lebih = - (20% x 1.080) = - 216 kalori

= - (5% x 1.080) = -54 kalori

Jadi, total kebutuhan kalori perhari untuk pasien adalah:


1.080 54 + 216 - 216 = 1.026 kalori ~ 1000 kalori
Kebutuhan Karbohidrat : 60% x 1.026 = 615 Kal = 153 gr

15

(4 kalori setara dengan 1 gr Karbohidrat)


Kebutuhan Protein

: 20% x 1.026 = 205 Kal = 51.25 gr


(4 kalori setara dengan 1 gr Protein)

Kebutuhan Lemak

: 20% x 1.026 = 205 Kal = 22,8 gr


(9 kalori setara dengan 1 gr lemak)

Kesan : Jenis yang dikonsumsi kurang sesuai serta jumlah jenis dan
jumlah kalori yang dikonsumsi masih kurang.
1. Pola Dukungan Keluarga
1. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga
Pasien masih ditemani berkomunikasi oleh sang suami yang juga
selalu setia mendampingi pasien ketika mengantar berobat. Sarana
pelayanan kesehatan cukup memuaskan dan jarak dari rumah pasien
tidak terlalu jauh. Biaya pelayanan kesehatan pasien yang bersumber
dari BPJS dirasa sangat membantu pasien berobat sampai keluhan
berkurang.
1. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga
Adapun faktor-faktor yang menghambat dalam kesembuhan Ny. S
antara lain, kurangnya kepatuhan Ny. S untuk datang kontrol ke
puskesmas, kebiasaan Ny. S meminum kopi sachet sampai 3 kali
setiap harinya dan kesukaan Ny. S mengkonsumsi goreng-gorengan.
Kebiasaan ini disertai dengan Ny. S yang mempunyai kebiasaan jarang
berolahraga.
Kurangnya komunikasi anak dan pasien diakibatkan oleh
kesibukan masing-masing sehingga sudah tidak tinggal serumah lagi
mengakibatkan keterbatasan waktu untuk mengobrol dan sulitnya
jangkauan waktu dalam menemani pasien berobat ke puskesmas.
1. Dinamika Keluarga

16

Ny. S sering merasa kesepian karena sudah tidak ada lagi anakanaknya yang tinggal bersama dengan pasien sehingga hanya
menyisakan suami untuk berbagi cerita sehari-hari
2. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Biologi
Keluarga ini dapat meneruskan keturunan, memelihara dan
membesarkan keturunan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pernikahan
Tn. S dan Ny. S mempunyai 3 anak.
b. Fungsi Psikologi
Intensitas bertemu Ny. S dengan ketiga anak-anaknya oleh sebab
kesibukan dan lokasi pekerjaan anak-anaknya yang hanya dapat
bertemu kurang lebih 1-2 bulan sekali dengan pasien.

c. Fungsi Ekonomi
Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah ke bawah.
Pasien tinggal di rumah kontrak hanya berdua dengan suami pasien.
Tn. S selaku suami pasien merupakan tulang punggung keluarga
dengan pekerjaannya sebagai buruh serabutan. Pasien tidak
mempunyai pekerjaan tetap dan hanya sebagai ibu rumah tangga.
Ketiga anak Ny. S dan Tn. S sudah bekerja dan tidak tinggal serumah
dengan mereka lagi. Terkadang Ny. S dikirimi duit oleh ketiga anaknya
tersebut untuk membiayai listrik, rumah, air, dsb.

d. Fungsi Sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat, Ny. S dan Tn. S memiliki
hubungan baik dengan tetangga sekitar.
e. Fungsi Pendidikan

17

Fungsi pendidikan keluarga Ny. S tidak terlalu baik tetapi anak-anak


pasien dapat menuntaskan pendidikan wajib 12 tahun.
A. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga
1. Kebiasaan Ny. S yang menyukai makan asin dan goreng-gorengan,
meminum kopi sachet, dan jarang berolahraga.
2. Komunikasi yang kurang baik antara Ny. S dan anak-anaknya karena
kesibukan anak-anaknya.

BAB II
DIAGNOSIS HOLISTIK

A. Diagnosis Holistik (Multiaksial)


1. Aspek personal:

18

a.

Kedatangan: Nyeri kepala sejak 1 hari SMRS

b.

Anggapan: Pasien menganggap penyakitnya dapat disembuhkan

c.

Harapan: Pasien berharap penyakitnya dapat sembuh dan hanya


memerlukan biaya yang sedikit.

d.

Kekhawatiran: Pasien khawatir akan penyakitnya yang kambuhkambuhan terus.

e.

Persepsi: Menurut pasien penyakitnya dapat sembuh jika minum


obat dan tidak menunjukan gejala sehingga obatnya tidak diminum
secara lanjut.

1. Aspek klinik:
a.

Diagnosis kerja: Hipertensi grade I

a.

Dasar diagnosis: dari anamnesis, riwayat penyakit sekarang, riwayat


penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga dan pemeriksaan fisik.

1. Aspek risiko internal:


a.

Pola makan: pasien memiliki pola makan yang kurang variatif dan
tidak seimbang serta kurang kecukupan.

b.

Kebiasaan: Kebiasaan Ny. S yang menyukai makanan gorengan dan


asin, meminum kopi sachet, dan jarang berolahraga.

2. Aspek psikososial keluarga:


Kurangnya komunikasi di antara pasien dan anak-anaknya membuat
pasien tidak pernah mengutarakan keluhan yang dirasakan dan anakanak pasien kurang memperhatikan pasien. Pasien tidak mengetahui
apakah ada saudara yang menderita sakit yang sama dengan pasien.

3. Aspek fungsional:

19

Menurut skala ICPC pasien termasuk derajat 2 yaitu terbatas dalam


melakukan aktivitas berat tapi masih bisa dirawat jalan dan bisa
melakukan pekerjaan yang ringan seperti pekerjaan rumah tangga.

B. Rencana Pelaksanaan
Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

20

Aspek
Personal

- Menjelaskan pasien bahwa nyeri


kepala yang dirasakan pasien
akibat Hipertensi yang diderita
pasien.

Pasien

Pada saat di Puskesmas Pas


dan kunjungan

keb

rumah

min

kon

- Menjelaskan
kepada
pasien
bahwa penyakitnya tidak dapat
sembuh, namun dapat dikontrol
dengan cara meminum obat
teratur, rajin kontrol ke puskemas
bila obat habis, diet rendah garam
setengah sendok teh dalam sehari
dan berolahraga selama minimal
30 menit tiap 3-4 kali seminggu.

dara

- Menjelaskan pada pasien, karena


pasien sudah memiliki kartu BPJS
sehingga biaya akan ditanggung
oleh BPJS.
- Menjelaskan bahwa penyakit
pasien menyebabkan pasien harus
menjalani diet khusus, sehingga
berat badan pasien tidak berlebih
maupun tidak kurang, sesuai
dengan barat badan ideal pasien.
Aspek

Farmakologi :

Klinis

- Memberikan terapi Amlodipin 1 x


10 mg sesudah makan malam
hari.
-

Memberikan terapi Vitamin untuk


vitalitas pasien yaitu vitamin B
Compleks.

Jika tidak ada perubahan : rujuk


pasien.

Pasien

Pada saat di Puskesmas

Ag

dan kunjungan rumah

ber
.

Non farmakologi :
-

Memberikan edukasi diet rendah


garam kepada pasien. (terlampir).

Menyarankan
pasien
untuk
berolah raga rutin, seperti:
jogging, jalan cepat 3-4 x

21

seminggu.

Aspek

- Mengkonsumsi makanan selingan


berupa buah dan sayur serta
mengurangi konsumsi garam dan
lemak serta makanan asin

Risiko
Internal

- Menyarankan
pasien
mengurangi
konsumsi
sachet.

Aspek

Psikososial
Keluarga

Aspek
Fungsional

Pasien dan
keluarga
pasien

Pada saat kunjungan

rumah

be

Pasien dan

Pada saat kunjungan

Kel

keluarga

rumah

ibun

untuk
kopi

Menyarankan anak-anaknya untuk


lebih sering mengajak Ny. S
mengobrol.
Menyarankan kepada anak-anak
pasien yang belum terdeteksi
hipertensi
untuk
melakukan
pemeriksaan tekanan darah secara
teratur.

pasien

untu

Kel

pem

untu

Menyarankan kepada pasien agar


lebih aktif mengikuti kegiatan
oahraga ringan di komplek
perumahan pasien.

- Menyarankan

pasien

untuk

menjaga pola makan sesuai dengan


diet

rendah

garam

Pasien

Pada saat di Puskesmas Pas


dan kunjungan rumah

hidu

(lampiran),

dara

meminum obat hipertensi, kontrol

ICP

secara teratur, serta berolahraga


jalan cepat selama minimal 30
menit 3-4 kali seminggu.

22

23

C. Prognosis
1. Ad vitam: ad bonam
2. Ad sanactionam: dubia ad bonam
3. Ad Functionam : dubia ad bonam

24

Lampiran I
10 pola gizi seimbang yaitu
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan;


Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;
Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi;
Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok;
Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak;
Biasakan sarapan pagi;
Biasakan minum air putih yang cukup dan aman;
Biasakan membaca label pada kemasan pangan;
Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir;
Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

25

Tabel 5. Contoh Menu Sehari 1000 Kalori


Waktu

Bahan

Penukar

Gram

Ukuran

Contoh menu

makanan
Pagi

Nasi

1 karbohidrat

100

3/4 gelas

Nasi

Ayam

1 hewani

40

1 ptg sdg

Sayur

Daun

sekehendak

Daun bawang
seledri

bawang
seledri
Siang

Nasi

1 karbohidrat

100

3/4 gelas

Nasi

Tempe

1 nabati

50

1 buah

Tempe bacem

Ikan

1 hewain

50

1 ptg sdg

Ikan bumbu

Sayuran

1 sayuran

100

1 mangkuk

Sayur asem

Tahu

1 nabati

110

1 bj besar

Tahu bacem

Selingan Jeruk

1 Buah

110

2 buah

Jeruk

Malam

Nasi

1 karbohidrat

100

3/4 gelas

Nasi

Tempe

1 nabati

50

2 ptg sdg

Oseng tempe

Kc. Panjang

sayuran

100

1 mangkuk

Kc. panjang

Dianjurkan Diet Rendah Garam II (600-800 mg Na)


Pada pengolahan makanannya digunakan sendok teh garam dapur.

26

Lampiran 2
Beberapa Makanan yang Sebaiknya Dikurangi
1. Makanan Asin dan gurih yang mengandung tinggi garam
2. Makanan Berlemak dan berminyak
3. Makanan atau minuman mengandung Kafein

27