Anda di halaman 1dari 19

Kualitas dan Kuantitas Airtanah untuk

Industri
1. Latar Belakang
Air tanah merupakan bagian dari air di Bumi yang berasal
dari air hujan. Meskipun jumlahnya hanya 0,75% dari total air di
Bumi, air tanah merupakan air tawar yang banyak digunakan
untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti memasak, mandi,
mencuci, bahkan sebagian jenis industri memerlukannya. Air
tanah akan mudah tercemar apabila mempunyai kedalaman
yang dangkal atau mendekati permukaan tanah.
Kondisi yang demikian membuat air tanah mudah
terkontaminasi oleh limbah industri. Oleh karena itu, untuk
mengurangi risiko pencemaran, lokasi yang sesuai untuk lokasi
industri adalah lahan dengan karakteristik muka air tanah
berada jauh dari permukaan tanah.
2. Kegunaan Airtanah untuk Industri
Kegunaan air dalam proses industri sangat banyak sekali,
selain sebagai air baku pada industri air minum dan pemutar
turbin pada pembangkit tenaga listrik, juga sebagai alat bantu
utama dalam kerja pada proses proses industri. Selain itu juga
air digunakan sebagai sarana pembersihan (cleaning) baik itu
cleaning area atau alat alat produksi yang tidak memerlukan air
dengan perlakuan khusus atau cleaning dengan menggunakan
air dengan kualitas dan prasyarat tertentu yang membutuhkan
sterilisasi dan ketelitian yang tinggi.
1. Air Umpan Boiler
Boiller adalah tungku dalam berbagai bentuk dan
ukuran yang digunakan untuk menghasilkan uap lewat
penguapan air untuk dipakai pada pembangkit tenaga

listrik lewat turbin, proses kimia, dan pemanasan dalam


produksi.
Sistem kerjanya yaitu air diubah menjadi uap. Panas
disalurkan ke air dalam boiler, dan uap yang dihasilkan
terus menerus. Feed water boiler dikirim ke boiler untuk
menggantikan uap yang hilang. Saat uap meninggalkan air
boiler, partikel padat yang terlarut semula dalam feed
water boiler tertinggal.
Partikel padat yang tertinggal menjadi makin
terkonsentrasi, dan pada saatnya mencapai suatu level
dimana konsentrasi lebih lanjut akan menyebabkan kerak
atau endapan untuk membentuk pada logam boiler.
Feed water harus memenuhi prasyarat tertentu
seperti yang diuraikan dalam tabel di bawah ini :
Parameter
pH
Conductivity
TDS
P Alkalinity
M Alkalinity
O Alkalinity
T. Hardness
Silica
Besi
Phosphat residual
Sulfite residual
pH condensate

Satuan

Pengendalian

Unit
mhos/cm
Ppm
Ppm
ppm
ppm
ppm
ppm
ppm
ppm
ppm
Unit

Batas
10.5 11.5
5000, max
3500, max

800, max
2.5 x SiO2, min

150, max
2, max
20 50
20 50
8.0 9.0

Ketidaksesuaian kriteria air umpan boiler menurut baku


mutu diatas akan mempengaruhi berbagai hal, misalnya :
1. Korosi

Peristiwa korosi adalah peristiwa elektrokimia, dimana


logam berubah menjadi bentuk asalnya akibat dari oksidasi yang
disebabkan berikatannya oksigen dengan logam,atau kerugian
logam disebabkan oleh akibat beberapa kimia. Penyebab korosi
Boiller:
o Oksigen Terlarut
o Alkalinity ( Korosi pH tinggi pada Boiler tekanan tinggi )
o Karbon dioksida ( korosi asam karbonat pada jalur
kondensat )
o Korosi khelate ( EDTA sebagai pengolahan pencegah
kerak )
Akibat dari peristiwa korosi adalah penipisan dinding pada
permukaan boiler sehingga dapat menyebabkan pipa pecah atau
bocor.
2. Kerak
Pengerakan pada sistem boiler :
o Pengendapan hardness feedwater dan mineral lainnya
o Kejenuhan berlebih dari partikel padat terlarut ( TDS )
mengakibatkan tegangan permukaan tinggi dan
gelembung sulit pecah
o Kerak boiler yang lazim : CaCO3, Ca3 (PO4)2, Mg(OH)2,
MgSiO3, SiO2, Fe2(CO3)3, FePO4
3. Endapan
Pembekuan material non mineral pada boiler, umumnya
berasal dari:
o Oksida besi sebagai produk korosi
o Materi organik ( kotoran bio, minyak dan getah ), Boiler
bersifat alkalinity jika terkena gliserida maka akan terjadi
reaksi penyabunan.
o Partikel padat tersuspensi dari feedwater ( tanah
endapan dan pasir )
o Dari peristiwa peristiwa ini mengakibatkan
terbentuknya deposit pada pipa superheater,

menyebabkan peristiwa overheating dan pecahnya pipa,


terbentuknya deposit pada sirip turbin, menyebabkan
turunnya effisiensi
2. Air pendingin dan sirkulasi sebagai Cooling tower dan
Chiller
Cooling tower atau menara pendingin adalah suatu sistem
pendinginan dengan prinsip air yang disirkulasikan. Air dipakai
sebagai medium pendingin, misalnya pendingin condenser, AC,
diesel generator ataupun mesin mesin lainnya.
Jika air mendinginkan suatu unit mesin maka hal ini akan
berakibat air pendingin tersebut akan naik temperaturnya,
misalnya air dengan temperature awal ( T1 ) setelah digunakan
untuk mendinginkan mesin maka temperaturnya berubah
menjadi ( T2 ). Disini fungsi cooling tower adalah untuk
mendinginkan kembali T2 menjadi T1 dengan blower / fan
dengan bantuan angin. Demikian proses tersebut berulang
secara terus menerus.
Sedangkan pada chiller temperature yang dibutuhkan
relative lebih rendah dibandingkan penggunaan Colling tower.
Beda antara cooling dan chiller adalah pada sistem yang
digunakan. Maksudnya, bila cooling adalah sistem terbuka
sedangkan pada chiller adalah sistem tertutup sehingga proses
penguapan lebih rendah dibandingkan dengan sistem terbuka.
Sistem air cooling dapat dikategorikan dua tipe dasar, sebagai
berikut :
o Sistem air cooling satu aliran
Sistem air cooling satu arah adalah satu diantara aliran
air yang hanya melewati satu kali penukar panas. Dan
lalu dibuang kepembuangan atau tempat lain dalam
proses.Sistem tipe ini mempergunakan banyak volume

air. Tidak ada penguapan dan mineral yang terkandung


didalam air masuk dan keluar penukar panas. Sistem air
cooling satu arah biasa digunakan pada terminal tenaga
besar dalam situasi tertutup dari air laut atau air sungai
dimana persediaan air cukup tinggi.
o Sistem air cooling sirkulasi
Pada sistem sirkulasi terbuka ini, air secara
berkesinambungan bersikulasi melewati peralatan yang
akan didinginkan dan menyambung secara seri. Transfer
panas dari peralatan ke air, dan menyebabkan
terjadinya penguapan ke udara. Penguapan menambah
konsentrasi dan padatan mineral dalam air dan ini
adalah efek kombinasi dari penguapan dan endapan,
yang merupakan konstribusi dari banyak masalah dalam
pengolahan dengan sistem sirkulasi terbuka.
Masalah yang sering timbul dalam pada seluruh sistem air
cooling adalah:
o Korosif
Pada pH yang rendah menyebabkan terjadinya korosi
pada logam. Begitu juga nitrifying. Penyebab lain adalah
dengan adanya bakteri yang dapat menghasilkan asam
sulfat. Bakteri yang memiliki kemampuan untuk
mengubah hydrogen sulfide menjadi sulfur kemudian
mengubah menjadi asam sulfat. Bakteri ini menyerang
logam besi, logam lunak dan steinless steel, hidup
sebagai anaerobic
( tanpa udara )
o Kerak
Pembentukan kerak diakibatkan oleh kandungan
padatan terlarut dan material anorganik yang mencapai
limit control.

Metode yang digunakan untuk mencegah terjadinya


pembentukan kerak antara lain :
1. Menghambat kerak dengan mengontrol pH
Dalam keadaan asam lemah ( kira kira pH 6,5 ).
Asam sulfat yang paling sering digunakan untuk ini,
memiliki dua efek dengan memelihara pH dalam
daerah yang benar dan mengubah kalsium karbonat,
ini memperkecil resiko terbentuknya kerak kalsium
sulfat. Ini memperkecil resiko terbentuknya kerak
kalsium karbonat dan membiarkan cycle yang tinggi
dari konsentrasi dalam sistem.
2. Mengontrol kerak dengan bleed of
Bleed of pada sirkulasi air cooling terbuka sangat
penting untuk memastikan bahwa air tidak pekat
sebagai perbandingan untuk mengurangi kelarutan
dari garam mineral yang kritis. Jika kelarutan ini
berkurang kerak akan terbentuk pada penukar panas.
3. Mengontrol kerak dengan bahan kimia penghambat
kerak.
Bahan kimia umumnya berasal dari organic polimer,
yaitu poliacrilik dan poliacrilik buatan.
o Masalah mikrobiologi
Mikroorganisme juga mampu membentuk deposit pada
sembarangan permukaan. Hampir semua jasad renik ini
menjadi kolektor bagi debu dan kotoran lainnya. Hal ini
dapat menyebabkan efektivitas kerja cooling tower menjadi
terganggu.
o Masalah kontaminasi
Keadaan cooling tower yang terbuka dengan udara bebas
memungkinkan

organisme renik untuk tumbuh dan

berkembang pada sistem, belum lagi kualitas air make up


yang digunakan.

2. Kuantitas Airtanah
Kuantitas merupakan jumlah air yang tersedia dan
siap digunakan oleh masyarakat dengan ketentuan bahwa:
Air minum yang dikonsumsi oleh penduduk baik di desa
maupun di kota harus memperhatikan kualitas maupun
kuantitasnya. Kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan
berkisar 150 lt/org/hr, dan untuk masyarakat pedesaan 80
lt/org/hr. Air tersebut digunakan untuk keperluan
seharihari dan keperluan pendukung lainnya termasuk
yang mendukung kebutuhan-kebutuhan sekunder.
Kebutuhan Pokok Air Minum adalah kebutuhan air
sebesar 10 meter kubik konsumsi 100 lt/org/hr dan
pedesaan sebanyak 40% dengan konsumsi 60 lt/org/hr.Nilai
kedalaman muka air tawar yang sesuai untuk lokasi
industri dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel Klasifikasi Harkat dan Kedalaman Muka Air Tanah untuk Lokasi
Industri

3. Kualitas Airtanah
Kualitas airtanah adalah conformance to requirement,
yaitu sesuai dengan yang disyaratkan atau distandarkan.
Mutu air adalah kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji
berdasarkan parameter- parameter tertentu dan metoda
tertentu berdasarkan peraturan perundangundangan yang

berlaku. Kriteria mutu air adalah tolok ukur mutu air untuk
setiap kelas air.
Menurut Permenkes RI No. 416 Tahun 1990 Kualitas air
bersih meliputi kualitas secara fisika, secara kimia, secara
mikrobiologi dan kualitas secara radioaktivitas.
1. Parameter-parameter kualitas airtanah yang harus
terpenuhi meliputi :
a. Parameter fisika meliputi: Bau, Rasa, Warna, Zat padat
terlarut dan Suhu.
b. Parameter kimia meliputi: kimia Anorganik seperti Air
raksa, Arsen, Fluorida, Kadmium, Kesadahan (CaCO3),
Khlorida, Kromium-Valensi-6, Mangan, Nitrat sebgai N,
Nitrit sebagai N, pH, Selenium, Seng, Sianida, Sulfat dan
Timbal. Kimia Organik seperti Aldrin dan Dieldrin,
Benzene, Benzo (a) pyrene, Chlordane (total isomer),
Chloroform, 2,4 D, DDT, Detergen, ,2 Dichloroethane,
1,2 Dichloroethane, 1,1 Dichloroethane, Heptachlor dan
heptachlor epoxide, Hexachlorbenzene, Gamma-HCH
(Lindane), Methoxychlor, Pentachlorophenol,
Pestisiotalda T, 3,4,6-Trichlorephenol, Zat Organik
(KMnO4).
c. Parameter Mikrobiologi meliputi: Total Caliform (MPN).
d. Parameter Radioaktifitas meliputi: Aktivitas Alpha
(Gross Alpha Activity), Aktivitas Beta (Gross Beta
Activity).
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Air
a. Kedalaman Permukaan Air tanah
Kedalaman permukaan air tanah merupakan
permukaan tertinggi dari air yang naik ke atas suatu

sumuran atau tempat yang rendah. Ketinggian air tanah


antara lain dipengaruhi oleh jenis tanah, curah hujan,
penguapan, dan kedalaman aliran perkukaan terbuka
(sungai). Kedalaman permukaan air tanah akan
berpengaruh pada penyebaran bakteri coliform secara
vertikal.
b. Curah Hujan
Air hujan yang mengalir di permukaan tanah dapat
menyebabkan bakteri coliform yang ada di permukaan
tanah terlarut dalam air tersebut. Meresapnya air hujan
ke dalam lapisan tanah mempengaruhi bergeraknya
bakteri coliform di dalam lapisan tanah. Semakin
banyak air hujan yang meresap ke dalam lapisan tanah
semakin besar kemungkinan terjadinya pencemaran.
c. Jenis Tanah
Jenis tanah berbeda mempunyai daya kandung air dan
daya melewatkan air yang berbeda pula. Daya kandung
atau kemampuan tanah untuk menyimpan air disebut
porositas, yaitu rasio antara pori-pori tanah dengan
volume total tanah dan biasannya dinyatakan dalam
satuan persen, sedangkan kemampuan tanah untuk
melewatkan air disebut permeabilitas, yaitu jumlah air
yang dapat dilewatkan oleh tanah dalam satuan waktu
per satuan luas penampang. Porositas dan
permeabilitas tanah akan berpengaruh pada
penyebaran bakteri coliform, mengingat air merupakan
alat tranportasi bakteri dalam tanah. Makin besar
permeabilitas tanah, makin besar kemampuan
melewatkan air yang berarti jumlah bakteri yang dapat
bergerak mengikuti aliran juga makin besar.

4. Kualitas Airtanah untuk Industri


Perbedaan kualitas air tanah dari air permukaan adalah
pada fluktuasi mutu air. Fluktuasi mutu air tanah, baik
kimia maupun sifat fisiknya, lebih kecil daripada air
permukaan. Dengan demikian pemurnian air tanah
prosesnya lebih mudah daripada air permukaan, yang
berfluktuasi sangat besar.
Tabel Kriteria air untuk industri - 1 (Todd, 1980).

Industri
Kimia

AC

Konveksi

Makanan
Pencucian

Umum

Kekeruhan (unit)

1-10

Warna (unit)

50-20

5-10

Bau dan Rasa

Rendah

Rendah

Tak ada

Rendah

Zat terlarut

50-100

850

850

Lunak

13

10-250

30-250

PH (unit)

>7

Cl (mg/l)

250

SO4 (mg/l)

Fe (mg/l)

0,5

0,2

0,2

Mn (mg/l)

0,5

0,2

0.2

Fe & Mn (mg/l)

0,5

0,2

0,1

0,2-0,3

H2S (mg/l)

0,2

Kesadahan
(CaCO3)
Alkalinitas
(CaCO3)

F (mg/l)

0,1

1,0

Dapat
Lain-lain

Tidak

Dapat

diminum

korosif

diminum

non zat
organik

Oleh karena itu sumberdaya air tanah yang cukup dengan


kualitas air tanah yang memadai, menjadi pilihan utama dalam
penentuan mendirikan pabrik. Rekomendasi batas kandungan
unsur kimia bagi proses dalam berbagai industri tertentu
menurut Todd (1980) dapat dilihat pada Tabel untuk kriteria
industri 1 dan tabel kriteria industri 2 dibawah ini
Tabel Kriteria air untuk industri - 2 (Todd, 1980)

Industri
Kimia
Kekeruhan

Es

Kertas
Pulp

Gula

Tekstil

10

0,4-25

Warna (unit)

0-70

Bau dan Rasa

Rendah

200

Rendah

100

Rendah

0-50

(unit)

Zat terlarut
Kesadahan

1701300
-

(CaCO3)
Alkalinitas
(CaCO3)
PH (unit)
Cl (mg/l)
SO4 (mg/l)
Fe (mg/l)
Mn (mg/l)
Fe & Mn (mg/l)
H2S (mg/l)
F (mg/l)

75

0,1
0,05
-

20
20
0,1
Ca : 20

100
100
0,1-1,0
0,05-1,0
0,2-1,0
-

0,2
0,2
0,2
1,5

Mg : 13
Lain-lain

HCO3 :

Tak ada
logam berat;

100
Bebas
organis
saprophit

CO3:13
Mg : 5
HCO3 :
200mg/l

5. Pengolahan Airtanah untuk Kebutuhan PT. Apac Inti


Corpora
Dengan adanya standar baku mutu untuk air bersih industri,
setiap industri memiliki pengolahan air sendiri-sendiri
sesuai dengan kebutuhan industri. Karena setiap proses industri
maupun segala aktivitas membutuhkan air sebagai
bahan baku utama atau bahan penolong, PT Apac Inti Corpora
memanfaatkan air permukaan, air tanah dan air dari Sarana Tirta
Ungaran (STU) sebagai sumber air. Penggunaan airpermukaan dan
air tanah mengharuskan PT Apac Inti Corpora untuk mengolah air
secara optimal agar memenuhi kualitas standar baku untuk air
bersih industri. PT Apac Inti Corpora memiliki unit pengolahan air
untuk mengolah air secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air
perusahaann baik untuk kepentingan domestik maupun
non domestik. PT Apac Inti Corpora memerlukan air bersih untuk

proses produksi, pendingin (cooling tower), uap panas (ketel


uap/boiler), dan juga untukkeperluan domestik seperti kamar
mandi, kantin, dan sebagainya.
1. Sumber Bahan Baku Air Sumur
PT Apac Inti Corpora mempunyai 14 unit sumur dalam
dan 1 unit sumur pantau yang terletak 2 km dari
perusahaan. Jarak antara sumur dalam satu dengan yang
lain berbeda-beda, antara 83-100 m. Akan tetapi mulai tahun
2004 pemakaian air sumur dalam sudah mulai tidak efektif
lagi karena adanya peraturan dari badan geologi dan
pertambangan yang menetapkan pengambilan tanah tidak
boleh lebih dari 1000 m3/hari. Sekarang air sumur dalam
dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik dan masyarakat desa
Harjosari dan desa Gandekan. Untuk memenuhi kebutuhan
perusahaan setiap hari beroperasi 1-2 buah sumur. Air tanah PT
Apac Inti Corpora diolah dengan aerasi dan filtrasi.
Besarnyakapasitas air tanah adalah 205,83 m3/hari.
Air tanah yang dipompa kemudian dilewatkan flowmeter
untuk mengetahui debit air yang dipompa. Alat ini juga
digunakan untuk mengetahui debit air yang telah dipompa agar
tidak melebihi batas yang diijinkan oleh badan geologi dan
pertambangan karena jika melebihi ketentuan akan terkena
denda, selain itu pengambilan air tanah secara besar- besaran
dapat menyebabkan penurunan muka air tanah.
2. Kualitas Air Baku
Sebagian besar dari parameter- parameter
air baku sumur dalam yang digunakan PT Apac Inti Corpora
masih memenuhi standar baku mutu yang diijinkan, namun
ada parameter yang melebihi baku mutu, yaitu Fe.

Kandungan Fe adalah 2,13 mg/lt. sedangkan baku mutu yang


diijinkan adalah 0,3 mg/lt. sehingga kandungan Fe perlu
diturunkan. Untuk menurunkan parameter kualitas
air baku sumur dalam terutama Fe, PT Apac Inti Corpora
menggunakan unit pengolahan aerasi dan filtrasi
dengan sand filter.
3. Unit Pengolahan Air Bersih
Proses pengolahan air sumur PT. Apac Inti Corpora
meliputi proses berikut:
a. Aerasi
Air dari sumur dalam dipompa dengan submersible
langsung dialirkan melalui pipa yang kemudian
kemudian dipercikkan pada unit aerasi. Dengan
penambahan unitaerasi ini kandungan Fe dapat
menurun hingga 32,39% bila dibandingkan
dengan sebelum ada aerasi.
b. Bak Raw Water
Air dari bak aerasi dialirkan ke bak raw water secara
grafitasi yang berkapasitas 875 m3 dengan dimensi
bangunan 35m x 10m x 2,5m dan freeboard 0,38 m
dimanapada bagian atas terdapat 4 buah manhole
yang berfungsi sebagai lubang pemeriksaan.
c. Filtrasi
PT Apac Inti Corpora menggunakan unit filtrasi
dengan media pasir kuarsa dengan tujuan untuk
menyaring kotoran dan partikel-partikel yang sangat
halus, serta flok-flok dari partikel tersuspensi, selain
itu juga untuk mengurangi kadar Fe dan Mn. Kadar Fe
yang rendah akan mengurangi kemungkinan
timbulnya karat pada perlengkapan perpipaan dan
lain-lain. Dengan sand filter ini kandungan Fe setelah

aerasi dapat menurun hingga 36,81%. Tipe filter yang


digunakan adalah saringan pasir cepat (rapid sand
filter) dengan jenis pressure filter. Jumlah sand filter ada
3 buah, tetapi dalam pengoperasiannya bekerja
secara bergantian tergantung daridebit yang akan
disaring.
d. Bak Hard Water
Air baku dari sand filter dipompakan ke bak hard
water, yang berkapasitas 1125 m3 yang berbentuk
silu-siku (bentuk L) dimana pada bagian atas
terdapat 5 buah manhole yang berfungsi sebagai
lubang pemeriksaan
4. Gambar Instalasi Pengolahan Air Sumur PT. Apac
Inti Corpora

Keterangan:
1)

8 unit sumur

2)

6 unit smur

3)

Bak aerasi

4)

Bak raw water

5)

Sand filter kapasitas 2000 m3/hari

6)

Sand filter kapasitas 2000 m3/hari

7)

Sand filter kapasitas 2000 m3/hari

8)

Bak Backwash

9)

Bak Hard Water

10) Air bersih untuk keperluan proses PT. Apac Inti Corpora

11) Air bersih untuk masyarakat sekitar.


6. Dampak Industri Terhadap Kualitas dan Kuantitas Air
Tanah Serta Penanggulangannya
Kegiatan industri merupakan salah satu unsur penting
dalam menunjang pembangunan guna meningkatkan
pertumbuhan ekonomi. Dalam kegiatannya tentu
membutuhkan air baik sebagai sumber daya maupun untuk
memenuhi kebutuhan industri. Ini tentunya akan membawa
dampak terutama terhadap kualitas dan kuantitas air tanah
sekitarnya. Dampak yang ditimbulkan antara lain:
1. Dari segi kualitas, tentu saja akan menimbulkan perubahan
dalam parameter standar kualitasnya. Hal ini tentu
berkaitan dengan limbah cair yang dihasilkan oleh industri
tersebut. Limbah tersebut jika tidak diolah dengan baik
atau tidak melalui prosedur yang berlaku maka bisa
mencemari lingkungan atau ekosistem sekitarnya. Kadar
pH yang terlalu asam atau mengandung logam berat yang
tinggi atau mengandung at berbahaya dapat meracuni
ekosistem dan sistem akuifer tersebut di suatu daerah.
Limbah cair yang dibuang di suatu cekungan tentu akan
meresap ke dalam tanah, serta akan masuk ke dalam suatu
akuifer dan mencemari akuifer tersebut, sehingga air tanah
tersebut bercampur dengan limbah yang tercemar
tersebut. Tentu hal ini akan sangat merugikan segala
kegiatan yang membutuhkannya karena akuifer itu menjadi
tidak memenuhi standar mutu lagi .
Solusi penanggulannya ialah:
o Sebaiknya industri-industri tersebut sebelum
membuang limbah ke cekungan atau ke sungai
ataupun laut sebaiknya diberi filter agar dapat
mengurangi zat atau kandungan logam berbahaya

pada limbah tersebut. Penyaringan atau filter limbah


tersebut agar limbah yang masih bisa berpotensi
dapat digunakan kembali ,sedangkan yang sudah
rusak dibuang namun unsur atau zat berbahayanya
sudah berkurang sehingga bisa menimalisir
kerusakan ekosistem dan suatu sistem akuifer.
2. Dari segi kuantitas, hal ini terlihat dari penurunan jumlah
air dan debit air pada suatu akuifer. Pengambilan secara
terus menerus dengan sistem overflow yang tidak sesuai
peraturan. Hal ini menyebabkan air tanah pada suatu
sistem lama kelamaan menjadi habis sehingga akuifer
daerah tersebut tidak bisa dieksploitasi lagi.
Solusi dan penanggulangannya:
o Pengambilan air tanah di suatu akuifer itu diambil
sesuai kebutuhan yang diperlukan. Hal ini telah
diatur dalam peraturan perundang-undangan yang
dikeluarkan pemerintah dan badan geologi. Jika ada
industri mengambil tidak sesuai aturan,maka
sebaiknya dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang
berlaku.
o Untuk industri besar,sebaiknya mengambil air tanah
pada akuifer yang dalam karena jumlahnya lebih
besar dan tidak mengganggu akuifer yang lebih
dangkal agar akuifer dangkal tersebut bisa digunakan
oleh masyarakat biasa dan industri kecil, walau biaya
untuk pengeboran dan instalasi pipa akuifer dalam
tersebut lebih mahal.
7. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil adalah :
o Air tanah merupakan bagian dari air di Bumi yang berasal dari
air hujan. Meskipun jumlahnya hanya 0,75% dari total air di

Bumi, air tanah merupakan bagian penting dalam berbagai


kegiatan seperti kegiatan industri. Kegunaan air tanah dalam
industri antara lain sebagai pengisi mesin boiler dan cooling
tower
o Kualitas air tanah merupakan suatu standar mutu air yang
bisa digunakan dilihat dari parameter fisik,kimia,dan biologi.
Faktor ini biasa dipengaruhi oleh jenis tanah dan jenis akuifer
serta jenis pengotoran yang terjadi suatu daerah
o Kuantitas air tanah ditentukan dari jumlah dan debit air yang
dihasilkan suatu akuifer. Faktor ini biasa dipengaruhi oleh
curah hujan,luas cekungan.
o Dampak industri terhadap kualitas dan kuantitas air tanah
yaitu industri dapat mengubah parameter standar air tanah
dan menurunkan jumlah dan debit air tanah pada suatu
akuifer
o Oleh karena itu dibutuhkan suatu peraturan perundangundangan yang berlaku dan memiliki sanksi jelas, serta
manajemen pengelolaan air tanah serta pengelolaan limbah
hasil produksi yang jelas yang jelas
o Studi kasus PT APAC INTI CORPORA menunjukkan bahwa
perusahaan tekstil tersebut telah mengikuti standar baku
mutu yang ditetapkan. Hal ini dapat terlihat dari pengolahan
limbahnya telah memakai sistem sand filter atau penyaringan
unsur Fe nya sehingga mengurangi kadar logam bertanya dan
tidak berbahaya serta pengambilan jumlah airnya telah
memakai flowmeter sehingga dapat diketahui pengambilan
debit airnya sesuai standar sehingga tidak dikenai sanksi

DAFTAR PUSTAKA
Nurandani Hardyanti, Nurmeta diani fitri. 2006.Studi Evaluasi
Instalasi Pengolahan Air Bersih. Jurnal PRESIPITASI.Vol.1 No.1.
ISSN 1907-187
Aspek

Kuantitas dan Kualitas Air Tanah

(inspeksisanitasi.blogspot.com)
Diakses Tanggal 6/04/2015,pukul 18.45 WIB
Dampak Industri Terhadap Lingkungan (tjlnhkk.blogspot.com)
Diakses Tanggal 7/04/2015,pukul 16.55 WIB
Proses Air Tanah (arisinta.blogspot.com)
Diakses Tanggal 6/04/2015, pukul 19.03 WIB