Anda di halaman 1dari 4

LTM WABAH

oleh Wynne Oktaviane Lionika


0906640015
1.

Pengertian Wabah1
Wabah adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya

penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk
menyebut

penyakit

yang

menyebar

tersebut.

Wabah

dipelajari

dalam

epidemiologi.
Dalam epidemiologi, epidemi adalah penyakit yang timbul sebagai kasus
baru pada suatu populasi tertentu manusia, dalam suatu periode waktu tertentu,
dengan laju yang melampaui laju ekspektasi (dugaan), yang didasarkan pada
pengalaman mutakhir.2 Dengan kata lain, epidemi adalah wabah yang terjadi
secara lebih cepat daripada yang diduga. Jumlah kasus baru penyakit di dalam
suatu populasi dalam periode waktu tertentu disebut incidence rate.
2.

Bentuk Wabah1
Menurut cara transmisinya, wabah dibedakan atas:
1. Wabah dengan penyebaran melalui media umum (common vehicle
epidemics), yaitu:
a. Ingesti bersama makanan atau minuman, misalnya Salmonellosis
b. Inhalasi bersama udara pernafasan, misalnya demam Q ( di
laboratorium)
2. Wabah dengan penjalaran oleh transfer serial dari penjamu ke penjamu
(epidemics propagated by serial transfer from host to host), yaitu:
a. Penjalaran melalui rute pernafasan (campak), rute analora
(Shigellosis), rute genitalia (sifilis), dan sebagainya
b. Penjalaran melalui debu
c. Penjalaran melalui vektor (serangga dan artropoda)
Suatu kasus harus dilaporkan jika memenuhi dua di antara persyaratan

berikut:
a. merupakan kejadian dengan dampak kesehatan masyarakat yang
serius

b. merupakan kejadian yang tak biasa atau tak diharapkan


c. memiliki risiko penyebaran internasional yang bermakna
d. adanya risiko bermakna terhadap perjalanan internasional atau
pembatasan perdagangan.
3.

Jenis-jenis epidemi3
Penentuan suatu kejadian sebagai epidemi dapatlah bersifat subjektif,

sebagian bergantung pada hal-hal apa yang termasuk dalam "ekspektasi".


Karena didasarkan pada "ekspektasi" atau yang dianggap normal, beberapa
kasus timbulnya penyakit yang sangat jarang seperti rabies dapat digolongkan
sebagai "epidemi", sementara banyak kasus timbulnya penyakit yang umum
(seperti pilek) tidak digolongkan sebagai epidemi.
Epidemi digolongkan dalam berbagai jenis berdasarkan pada asal-muasal
dan pola penyebarannya. Epidemi dapat melibatkan paparan tunggal (sekali),
paparan berkali-kali, maupun paparan terus-menerus terhadap penyebab
penyakitnya. Penyakit yang terlibat dapat disebarkan oleh vektor biologis, dari
orang ke orang, ataupun dari sumber yang sama seperti air yang cemar.
3.1.Endemi
Suatu infeksi dikatakan sebagai endemik (dari bahasa Yunani en= di dalam dan demos = rakyat) pada suatu populasi jika infeksi tersebut
berlangsung di dalam populasi tersebut tanpa adanya pengaruh dari luar.
Suatu infeksi penyakit dikatakan sebagai endemik bila setiap
orang yang terinfeksi penyakit tersebut menularkannya kepada tepat satu
orang lain (secara rata-rata). Bila infeksi tersebut tidak lenyap dan jumlah
orang yang terinfeksi tidak bertambah secara eksponensial, suatu infeksi
dikatakan berada dalam keadaan tunak endemik (endemic steady state).
Suatu infeksi yang dimulai sebagai suatu epidemi pada akhirnya
akan lenyap atau mencapai keadaan tunak endemik, bergantung pada
sejumlah faktor, termasuk virulensi dan cara penularan penyakit
bersangkutan.
Dalam bahasa percakapan, penyakit endemik sering diartikan
sebagai suatu penyakit yang ditemukan pada daerah tertentu. Sebagai
contoh, AIDS sering dikatakan "endemik" di Afrika walaupun kasus AIDS
di Afrika masih terus meningkat (sehingga tidak dalam keadaan tunak

endemik). Lebih tepat untuk menyebut kasus AIDS di Afrika sebagai suatu
epidemi.
3.2. Pandemi
Suatu pandemi (dari bahasa Yunani pan semua + demos rakyat)
atau epidemi global atau wabah global merupakan terjangkitnya penyakit
menular pada banyak orang dalam daerah geografi yang luas.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), suatu pandemi
dikatakan terjadi bila ketiga syarat berikut telah terpenuhi:
timbulnya penyakit bersangkutan merupakan suatu hal baru pada
populasi bersangkutan,
agen penyebab penyakit menginfeksi manusia dan menyebabkan
sakit serius,
agen penyebab penyakit menyebar dengan mudah dan berkelanjutan
pada manusia.
Suatu penyakit atau keadaan tidak dapat dikatakan sebagai
pandemi hanya karena menewaskan banyak orang. Sebagai contoh,
kelas penyakit yang dikenal sebagai kanker menimbulkan angka kematian
yang tinggi namun tidak digolongkan sebagai pandemi karena tidak
ditularkan.
Kejadian Luar Biasa2,3

4.

Kejadian Luar Biasa (KLB) merupakan status Kejadian Luar Biasa yang
diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.
Kejadian Luar Biasa dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian
kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu
daerah dalam kurun waktu tertentu.
Kriteria tentang KLB mengacu pada Keputusan Dirjen No. 451/9. Suatu
kejadian dinyatakan luar biasa jika ada unsur:

Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak
dikenal

Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun


waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)

Peningkatan

kejadian

penyakit/kematian

kali

lipat

atau

lebih

dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan,

tahun).

Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali


lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam
tahun sebelumnya.

Daftar Rujukan
1. Morabia, Alfredo. A history of epidemiologic methods and concepts.
Gariepy: J Hist Med Allied Sci, 2007: 117-119
2. Harlan, Johan. Epidemiologi kebidanan. Jakarta, 2006: 81-83
3. Budiarto, Eko. Pengantar epidemiologi. Jakarta: Penerbit

buku kedokteran egc, 2003.