Anda di halaman 1dari 2

REFLEKSI DIRI

Wynne Oktaviane Lionika, 0906640015


Rombongan D, Grup H
Dalam modul praktik klinik Psikiatri ini saya mendapatkan banyak
kesempatan dalam mengelola berbagai kasus psikiatri baik di RSCM maupun di RSF.
Kebanyakan kasus yang saya kelola adalah Skizofrenia dan oleh karena itu saya
memilih kasus ini untuk diangkat menjadi salah satu kasus yang saya pelajari lebih
dalam. Secara epidemiologi, kasus gangguan Skizofrenia ini merupakan kelompok
gangguan terbanyak yang dapat kita temukan di masyarakat. Oleh karena itu, sebagai
seorang calon dokter yang akan ditempatkan di daerah nantinya perlu untuk
mengetahui mengenai gangguan Skizofrenia ini, mulai dari tanda gejala, faktor-faktor
yang dapat memicu terjadinya Skizofrenia, serta bagaimana cara tatalaksana pasien
dengan gangguan Skizofrenia yang holistik dan komprehensif. Pembelajaran yang
bisa saya dapatkan dari kasus-kasus ini adalah pasien yang satu tidak selalu sama
dengan pasien yang lain baik dari segi faktor yang mempengaruhi bahkan
tatalaksananya pun dapat berbeda karena semua orang itu tidak sama. Walaupun
cukup banyak kasus Skizofrenia yang saya temui selama kepaniteraan ini, masih ada
beberapa kesulitan yang saya alami untuk menentukan diagnosis. Salah satu kendala
yang saya temui adalah tidak semua pasien dapat mengungkapkan apa yang
dirasakannya dengan jelas sehingga psikopatologinya pun menjadi kurang jelas. Hal
ini selain dikarenakan pasien memang tidak ingat dengan apa yang dialaminya, ada
juga kemungkinan disebabkan oleh rapport yang dibangun saat awal wawancara
kurang terbangun sehingga pasien merasa masih kurang percaya dengan
pewawancara. Namun seiring dengan berjalannya waktu, saya dapat mengatasi
masalah ini dengan cara banyak berlatih dan melihat tutor maupun guru-guru saya
yang lain bagaimana cara dalam membangun sebuah rapport. Yang saya rasakan saat
ini adalah saya sudah mulai dapat membangun rapport dengan cukup baik, namun
tentunya masih banyak kekurangan sehingga saya harus terus berlatih dan belajar dari
orang-orang yang lebih berpengalaman. Dalam mengelola transferensi dan
kontratransferensi kadang saya masih belum terlalu dapat mengelolanya dengan baik
karena

kadang

tanpa

disadari

terjadi

transferensi

dari

pasien

ataupun

kontratransferensi dari pewawancara. Untuk ke depannya yang saya rencanakan

adalah berlatih lebih banyak agar saya lebih terbiasa dalam mengelola transferensi
dan kontratransferensi. Dalam mengelola kasus dari aspek biopsikososial untuk saat
ini saya rasa sudah lebih baik dibandingkan sebelum saya mengikuti kepaniteraan ini.
Selama ini yang saya dapatkan hanyalah teori dan pada kepaniteraan ini saya
mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya. Untuk ke depannya saya akan
terus berlatih agar dapat mengelola kasus dari aspek biopsikososial lebih baik lagi.
Secara umum, yang saya rencanakan ke depan agar dapat menghadapi kasus-kasus
seperti ini adalah terus melatih teknik wawancara dan lebih sering dalam melihat
pasien agar lebih terbayang seperti apa kasusnya.