Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Ambient Environment

Ambient Condition Menurut Ahli


Mengutip dari sebuah sumber sebuah website yang membahas tentang
Ambient

Condition

yaitu

http://psilingkungan-

mimiilmiyati.blogspot.co.id/2011/03/ambient-condition-dan-architectural.html

yang

menuliskan bahwa Ambient condition dalam hal pengertian atau definisi memiliki
banyak pendapat. Beberapa pendapat tersebut adalah pendapat dari para ahli
mengenai Ambient Condition tersebut. Adapun pendapat mereka diantaranya :

Menurut Ancok (1989)keadaan bising dan temperatur yang tinggi akan


mempengaruhi emosi. Emosi yang tidak terkontrol akan mempengaruhi

hubungan sosial didalam maupun diluar rumah.


Menurut Rahardjani (1987) kebisingan juga akan berakibat menurunnya

kemampuan mendengar dan turunnya konsentrasi belajar pada anak.


Sarwono (1992) menyebutkan tiga factor yang menyebabkan suara secara

psikologis dianggap bising yaitu: Volume, Perkiraan, Pengendalian


Menurut Holahan (1982) kebisingan dapat menjadi penyebab reaksi
fisiologis sistematis yang secara khusus diasosiasikan dengan stress.
Sementara menuruk Crook dan Langdon mengatakan terdapat hubungan
antara kebisingan dengan aspek-aspek fisik, dan kesehatan mental.

Kualitas fisik dari keadaan yang mengelilingi individu.. Menurut Rahardjani (1987)
dan Ancok (1988) beberapa kualitas fisik yang mempengaruhi perilaku, seperti :
kebisingan, temperature, kualitas udara, pencahayaan dan warna. Berikut mengenai
uraian :
SUHU DAN POLUSI UDARA

Tingginya suhu udara dan polusi udara akan menimbulkan efek penyakit dan
efek perilaku sosial seperti meningkatnya mortalitas, menguransi konsentrasi,

perhatian serta timbulnya penyakit-penyakit pernafasan .


Rahardjani (1987) melihat bahwa suhu dan kelembaban rumah sangat
dipengaruhi beberapa faktor, yaitu: warna dinding, volume ruang, arah sinar
matahari, dan jumlah penghuni.

PENCAHAYAAN

Menurut Fisher dkk. (1984) terdapat banyak efek pencahayaan yang berkaitan
dengan perilaku. Pada dasarnya, cahaya mempengaruhi kinerja kita dalam
bekerja dan dapat mempengaruhi suasana hati dan perilaku sosial kita.

WARNA

Menurut Heimstra dan MC Farling, warna memiliki tiga dimensi yaitu:


kecerahan, corak warna, dan kejenuhan. Sedangkan menurt Holahan (1982)
dan Mehrabian &Russel warna juga mempunyai efek independen terhadap
suasana

hati,

tingkat

pembangkitan,

dan

sikap;

dimana

ketiganya

mempengaruhi kinerja.
ARCHITECTURAL FEATURES
Architectural feature adalah setting-setting yang bersifat permanent. Misalnya
didalam suatu ruangan, yang termasuk didalamnya antara lain konfigurasi dinding,
lantai, atap, serta pengaturan perabot dan dekorasi. Di dalam architectural features
meliputi lay out tiap lantai, desain dan perlakuan ruang dalam dan sebagainnya.
Selanjutnya akan dibahas mengenai beberapa hal yang masuk kedalam bagian
architectural features, yaitu
ESTETIKA

Spranger membagi orientasi hidup menjadi 6 kategori, dimana nilai estetis


merupakan salah satu siantaranya selain nilai ekonomi, nilai kekuasaan, nilai
sosial, nilai religious, dan nilai intelektual. Sedangkan menurut Fisherdkk
(1984) salah atu tujuan daridesain adalah memunculkan respon tertentu

terhadap seting yang telah disediakan.


Penelitian telah menunjukkan pula bahwa kualitas estetis suatu ruangan dalam
konteks keceriaan dan daya tarik dapat mempengaruhi jenis evaluasi yang kita
bua ketika berada dalam seting tersebut.

PERABOT

Perabot dan pengaturannya dan aspek-aspek lain dari lingkungan ruang


merupakan salah satu penentu perilaku yang penting karena dapat
mempengaruhi cara orang dalam mempersepsikan ruang tersebut.

SUMBER :
1

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng_psikologi_lingkungan/bab3ambient_condititon_dan_architectural_features.pdf
indryawati.staff.gunadarma.ac.id/.../AMBIENT+CONDITION+DAN+
ARCHITECTURAL+FEATURES.doc