Anda di halaman 1dari 128

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:

1.
memahami perkembangan sejarah dan struktur sel;
2.
menderkripsikan perbedaan antara struktur sel tumbuhan dengan sel hewan;
3.
terampil melakukan pengamatan perbedaan struktur sel tumbuhan dan sel hewan;
4.
menjelaskan kegiatan sel sebagai unit struktural dan fungsional;
5.
terampil melakukan pengamatan kegiatan sel sebagai unit struktural dan fungsional.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1.
mensyukuri dan mengagumi keteraturan serta kompleksitas sel ciptaan Tuhan;
2.
memiliki rasa ingin tahu, bertanggung jawab, disiplin, teliti, dan jujur.

Materi

Konsep Sel dan Struktur Sel


Perbedaan Struktur Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
Kegiatan Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional

Pembelajaran Kognitif

Sejarah penemuan sel.


Komponen kimiawi dan organel penyusun sel.
Perbedaan struktur sel tumbuhan dan sel hewan.
Alat pengamatan organel sel.
Transpor melalui membran, sintesis protein, dan
reproduksi sel.

Kegiatan Psikomotorik

Keterampilan yang Dikuasai

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan sejarah penemuan sel.


Menjelaskan komponen kimiawi dan organel
penyusun sel.
Mendeskripsikan perbedaan struktur sel
tumbuhan dan sel hewan.
Memahami cara kerja alat pengamatan organel sel.
Menjelaskan transpor melalui membran, sintesis
protein, dan reproduksi sel.

Melakukan pengamatan peristiwa osmosis.


Mengamati pembelahan mitosis.

Membedakan struktur sel tumbuhan dan sel hewan.


Mengenali peristiwa osmosis.
Menentukan tahap pembelahan mitosis.
Mengamati objek menggunakan mikroskop
dengan benar.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Struktur Sel

Menjelaskan sejarah penemuan sel, struktur sel, dan kegiatan sel sebagai
unit struktural dan fungsional.
Memiliki karakter tanggung jawab, teliti, dan disiplin dalam kehidupan
sehari-hari.
Mengagumi dan mensyukuri keteraturan serta kompleksitas sel ciptaan
Tuhan.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Sejarah penemuan sel sebagai berikut.
1) Robert Hooke (1665), menemukan ruang-ruang
kecil tanpa isi pada sayatan gabus Quercus
suber yang disebut sel.
2) Robert Brown (1831), memaparkan sel merupakan ruangan kecil dibatasi oleh membran yang
di dalamnya terdapat cairan.
3) Mathias Jacob Schleiden dan Theodor Schwan
(1838), menyatakan bahwa sel merupakan unit
struktural makhluk hidup.
4) Rudolf Virchow (1858), mengemukakan bahwa
sel berasal dari sel sebelumnya.
5) Felix Durjadin menyatakan bagian yang
paling penting dari sel adalah cairan sel.
6) Johanes Purkinye (1869), menamakan cairan
sel dengan protoplasma.
7) Max Schulze (1874), menyatakan sel merupakan
unit fungsional makhluk hidup.
2. Jawaban: c
Mathias Jacob Schleiden berpendapat bahwa
semua tumbuhan tersusun dari sel. Adapun Theodor
Schwan berpendapat bahwa semua hewan
tersusun dari sel. Oleh karena itu, keduanya
mengemukakan teori bahwa sel merupakan unit
struktural makhluk hidup. Teori yang menyatakan
bahwa sel merupakan ruangan kecil yang dibatasi
oleh membran dan terdapat cairan di dalamnya
dikemukakan oleh Robert Brown melalui penelitiannya. Felix Durjadin mengemukakan bahwa
bagian yang paling penting dari sel adalah cairan
sel (protoplasma). Max Schulze mengemukakan
teori bahwa sel merupakan unit fungsional makhluk
hidup. Adapun teori yang menyatakan bahwa sel
berasal dari sel sebelumnya dikemukakan oleh
Rudolf Virchow.

berperan sebagai pembentuk lapisan membran


plasma. Adapun asam nukleat merupakan
penyusun DNA/RNA.
5. Jawaban: e
Struktur sel bakteri (prokariotik) yang ditunjukkan
oleh gambar sebagai berikut.
Nomor 1 = ribosom berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya sintesis protein.
Nomor 2 = membran plasma, berfungsi sebagai
pelindung molekuler sel terhadap
lingkungan di sekitarnya.
Nomor 3 = dinding sel berfungsi sebagai
pelindung dan pemberi bentuk tubuh.
Nomor 4 = sitoplasma merupakan cairan sel
yang mengandung enzim-enzim untuk
mencerna makanan secara intraseluler dan untuk metabolisme sel.
Nomor 5 = mesosom memiliki fungsi sama
seperti mitokondria pada sel
eukariotik yaitu sebagai penghasil
energi karena pada membran
mesosom terdapat enzim-enzim
pernapasan yang berperan pada
reaksi oksidasi.
6. Jawaban: a
Sel prokariotik merupakan sel yang tidak memiliki
membran inti dan sistem endomembran seperti
retikulum endoplasma, kompleks Golgi, mitokondria, dan lisosom. Jadi, sel prokariotik hanya
memiliki dinding sel, membran plasma, sitoplasma,
mesosom, ribosom, DNA, dan RNA.

3. Jawaban: e
Unsur-unsur penyusun protoplasma terdiri atas dua
jenis, yaitu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah
banyak disebut unsur makro dan unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro.
Beberapa unsur-unsur makro antara lain oksigen
(62%), karbon (20%), hidrogen (10%), nitrogen (3%),
dan fosfor (1,14%).

7. Jawaban: c
Gambar di atas menunjukkan struktur membran
plasma.
Nomor 1 = protein perifer merupakan protein yang
terdapat pada permukaan lapisan
fosfolipid.
Nomor 2 = protein integral merupakan protein yang
terbenam di lapisan fosfolipid.
Nomor 3 = Bagian ekor dari lapisan fosfolipid yang
bersifat hidrofobik.
Nomor 4 = glikolipid merupakan rantai karbohidrat
yang berikatan dengan lipid.
Nomor 5 = glikoprotein merupakan rantai karbohidrat yang berikatan dengan protein.

4. Jawaban: b
Beberapa bentuk protein yang dapat ditemukan
dalam sel antara lain hormon, enzim, lipoprotein,
glikoprotein, dan asam nukleat. Hormon berperan
sebagai pengendali aktivitas sel. Enzim berperan
sebagai katalisator. Lipoprotein dan glikoprotein

8. Jawaban: d
Bagian besar pada sel hewan dan dibungkus
membran yang diamati siswa adalah nukleus.
Adapun pada sel bakteri memiliki nukleus yang
berbatasan langsung dengan sitoplasma karena
tidak dibungkus oleh membran. Fungsi dari nukleus

Biologi Kelas XI

yaitu sebagai pengendali seluruh kegiatan sel,


pengatur kegiatan sel, pembawa perintah kepada
organel di sitoplasma untuk bekerja sama, dan
sebagai pengatur pembelahan sel. Adapun organel
sel yang berperan dalam pembentukan energi
adalah mitokondria.
9. Jawaban: b
Komponen kimiawi sel meliputi komponen organik
(berupa karbohidrat, lipida, protein dan asam
nukleat), komponen anorganik (berupa garamgaram mineral), komponen spesifik (berupa enzim,
vitamin, dan hormon), serta air.
10. Jawaban: a
Lisosom memiliki beberapa fungsi, salah satunya
adalah autofagi yaitu akan menghancurkan struktur
yang tidak dikehendaki seperti adanya benda asing
yang masuk ke dalam sel ataupun adanya organel
yang rusak atau mati. Ribosom berperan sebagai
tempat terjadinya proses sintesis protein. Mitokondria merupakan tempat terjadinya respirasi sel
untuk pembentukan energi. Kompleks Golgi berperan penting dalam proses sekresi, pembentukan
membran plasma, serta tempat sintesis polisakarida. Adapun retikulum endoplasma berperan
dalam transportasi molekul, sintesis lemak, tempat
menampung protein, dan menetralkan racun.
11. Jawaban: b
Lisosom memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
1) Melakukan pencernaan intraseluler.
2) Autofagi yaitu penghancuran struktur yang
tidak dikehendaki.
3) Autolisis yaitu penghancuran diri sel dengan
membebaskan isi lisosom ke dalam sel.
4) Eksositosis yaitu membebaskan enzim keluar
sel.
Adapun detoksifikasi adalah fungsi retikulum endoplasma untuk menetralkan racun.
12. Jawaban: e
Gambar di atas menunjukkan transpor pengeluaran
protein. Protein disintesis di dalam ribosom yang
menempel pada retikulum endoplasma kasar
kemudian protein ditampung di dalam retikulum
endoplasma kasar. Selanjutnya, retikulum endoplasma kasar akan membentuk vesikula transpor
untuk membungkus protein hasil sintesis. Vesikula
transpor tersebut akan menuju kompleks Golgi.
Setelah masuk dalam kompleks Golgi, protein akan
dibungkus oleh vesikula sekresi dan dibawa ke
tepi sel. Selanjutnya, protein tersebut akan dikeluarkan melalui membran sel. Pada gambar tersebut
nomor 1 adalah nukleus, nomor 2 adalah retikulum
endoplasma kasar, nomor 3 adalah ribosom, nomor 4

Struktur Sel

adalah retikulum endoplasma halus, dan nomor 5


adalah kompleks Golgi.
13. Jawaban: a
Bagian-bagian membran plasma sesuai dengan
gambar sebagai berikut.
Nomor 1 = area hidrofilik, yaitu bagian kepala
lapisan fosfolipid yang memiliki sifat
suka terhadap air.
Nomor 2 = area hidrofobik, yaitu bagian ekor
lapisan fosfolipid yang memiliki sifat
tidak suka pada air.
Nomor 3 = protein integral, yaitu protein yang
menembus lapisan membran.
Nomor 4 = protein perifer, yaitu protein yang
menempel pada permukaan membran.
Nomor 5 = kolesterol.
14. Jawaban: b
Kompleks Golgi berperan dalam sekresi, sintesis
polisakarida, membentuk membran plasma, dan
membentuk akrosom. Ribosom merupakan tempat
sintesis protein. Lisosom berfungsi untuk pencernaan
intrasel, autolisis, dan autofagi. Mitokondria merupakan
tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi.
Retikulum endoplasma merupakan tempat sintesis
lemak, menampung protein, transportasi molekul,
dan detoksifikasi. Organel sel yang berperan sebagai
pelindung isi sel adalah membran plasma. Adapun
organel sel yang berfungsi mengatur kegiatan sel
adalah nukleus.
15. Jawaban: a
Ribosom merupakan struktur yang dapat ditemukan dalam sitoplasma dan menempel pada permukaan retikulum endoplasma sehingga membuat
permukaannya menjadi berbintil-bintil kasar. Kedua
ribosom tersebut berfungsi sama yaitu menghasilkan protein, hanya saja ribosom di sitoplasma
menyintesis protein yang akan digunakan untuk
metabolisme sel, sedangkan ribosom yang menempel
pada retikulum endoplasma menyintesis protein
untuk dikeluarkan dari sel. Pada pilihan jawaban
tersebut retikulum endoplasma ditunjukkan oleh
gambar a. Gambar b adalah nukleus, gambar c
adalah mitokondria, gambar d adalah kompleks
Golgi, dan gambar e adalah membran plasma.
16. Jawaban: c
Pada organel tersebut, bagian yang mengandung
enzim, DNA, RNA, dan protein adalah matriks
mitokondria. Matriks mitokondria ditunjukkan oleh
nomor 3. Adapun bagian yang ditunjukkan oleh
nomor 1 adalah membran luar, nomor 2 adalah membran dalam, nomor 4 adalah krista, dan nomor 5
adalah ruang intermembran.

17. Jawaban: c
Pada organel sel di atas yang ditunjukkan oleh
nomor 3 adalah matriks mitokondria yang berisi
cairan. Matriks mitokondria berfungsi untuk
oksidasi asam lemak dan katabolisme asetil
koenzim. Rantai respirasi berlangsung di membran
dalam yang ditunjukkan oleh nomor 2. Bagian yang
berfungsi sebagai pembatas antara bagian dalam
mitokondria dan sitoplasma adalah membran luar.
Membran luar ditunjukkan oleh nomor 1. Bagian
yang berperan untuk memperluas permukaan
sehingga penyerapan oksigen lebih maksimal
adalah krista. Krista ditunjukkan oleh nomor 4.
Adapun organel sel yang berfungsi untuk menyintesis
protein adalah ribosom.
18. Jawaban: a
Lisosom memiliki berbagai macam fungsi, salah
satunya adalah autolisis yaitu penghancuran diri
sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam
sel. Peristiwa ini terjadi pada saat berudu menginjak
dewasa dengan menyerap kembali ekornya.
Mitokondria berfungsi untuk respirasi sel, sedangkan kompleks Golgi untuk sekresi. Adapun fungsi
membran plasma adalah sebagai reseptor,
melindungi sel, mengontrol keluar masuknya zat,
dan tempat terjadinya kegiatan biokimiawi.
Retikulum endoplasma untuk transportasi zat serta
menyintesis lemak.
19. Jawaban: c
Organel sel yang ditunjuk huruf X adalah kompleks
Golgi. Kompleks Golgi memiliki beberapa fungsi
vesikula berikut.
1) Tempat sintesis polisakarida.
2) Membentuk membran plasma.
3) Membentuk vesikula (kantong sekresi).
4) Membentuk akrosom.
Adapun menetralkan racun dan menyintesis lemak
merupakan fungsi retikulum endoplasma.
20. Jawaban: e
Sistem endomembran tersusun dari beberapa
organel yaitu retikulum endoplasma, kompleks
Golgi, mitokondria, dan lisosom. Adapun ribosom
bukan merupakan organel penyusun sistem
endomembran. Ribosom merupakan organel yang
dapat ditemukan dalam sitoplasma dan melekat
pada retikulum endoplasma kasar. Ribosom
merupakan tempat sintesis protein. Selanjutnya,
protein hasil sintesis ribosom yang melekat pada
retikulum endoplasma kasar akan disimpan di
dalam retikulum endoplasma kasar. Mitokondria
berfungsi untuk repirasi sel. Kompleks Golgi
berfungsi untuk menyekresikan protein keluar sel.
Adapun retikulum endoplasma halus berfungsi
menyintesis dan menyimpan lemak.

B. Uraian
1. a.
b.
c.

Robert Hooke: sel merupakan ruang-ruang


kecil yang kosong.
Felix Durjadin: bagian yang paling penting dari
sel adalah cairan sel.
Max Schulze: sel merupakan unit fungsional
makhluk hidup.

2. Komponen kimiawi senyawa penyusun sel ada dua,


yaitu senyawa anorganik dan senyawa organik.
a. Senyawa anorganik penyusun sel terdiri atas
air (H2O), garam-garam mineral, dan gas.
b. Senyawa kimiawi organik peyusun sel terdiri
atas karbohidrat, protein, dan lipid.
3. Sel hewan digolongkan sebagai sel eukariotik karena
sel hewan sudah memiliki membran inti (membran
yang membungkus nukleus) serta memiliki sistem
endomembran yang terdiri atas retikulum endoplasma,
kompleks Golgi, mitokondria, dan lisosom.
4. Mitokondria disebut sebagai the power house of
cell karena berperan penting dalam penyediaan
energi bagi sel. Hal ini karena di dalam mitokondria
terjadi proses pembentukan energi melalui oksidasi
zat makanan. Adapun reaksi oksidasinya ditulis
sebagai berikut.

6CO2 + 6H2O + energi


C6H12O6 + 6O2



5. Sifat fisikawi matriks sitoplasma sebagai berikut.


a. Efek Tyndal yaitu kemampuan matriks
sitoplasma memantulkan cahaya.
b. Gerak Brown yaitu gerak acak (zig-zag)
partikel penyusun koloid.
c. Gerak siklosis yaitu gerak matriks sitoplasma
berupa arus melingkar.
d. Memiliki tegangan permukaan.
e. Elektrolit yaitu kemampuan molekul menghantarkan arus listrik.
6. Sel fagosit merupakan sel yang berperan dalam
proses penghancuran benda-benda yang tidak
dikehendaki. Oleh karena itu, dalam sel fagosit
mengandung banyak organel sel yang berfungsi
menghancurkan struktur-struktur yang tidak
dikehendaki. Organel sel tersebut adalah lisosom
yang memiliki fungsi autofagi untuk menghancurkan struktur asing ataupun organel lain yang sudah
tidak berfungsi lagi. Selain itu, lisosom mengandung
enzim-enzim hidrolitik seperti enzim protease,
lipase, nuklease, fosfatase, dan enzim pencerna
yang lain. Enzim-enzim tersebut berfungsi untuk
mencerna benda-benda asing ataupun sel-sel yang
telah rusak.
7. Fungsi organ hati adalah untuk detoksifikasi atau
menetralkan racun. Dalam proses menetralkan
racun terdapat peran organel sel yang menyusun
Biologi Kelas XI

sel-sel hati. Organel sel tersebut adalah retikulum


endoplasma halus. Dalam retikulum endoplasma
halus mengandung beberapa enzim yang dapat
membantu mengatur pelepasan jumlah gula ke
dalam aliran darah serta membantu menghancurkan dan mendetoksifikasi senyawa-senyawa
berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.
8. Di dalam sel ribosom ada yang melekat pada
permukaan retikulum endoplasma dan ada yang
tersebar bebas dalam sitoplasma. Kedua ribosom
tersebut memiliki fungsi untuk menyintesis
protein. Akan tetapi tujuan sintesis tersebut
berbeda. Pada ribosom yang melekat pada
permukaan retikulum endoplasma, protein yang
dihasilkan akan disekresikan keluar sel. Adapun
protein hasil sintesis oleh ribosom yang terdapat
dalam sitoplasma akan digunakan untuk prosesproses kimia yang terjadi di dalam sel.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Sel tumbuhan memiliki organel khusus yaitu
plastida. Terdapat tiga tipe plastida yaitu kloroplas,
kromoplas, dan leukoplas. Pada kloroplas
mengandung klorofil sehingga tumbuhan dapat
melakukan fotosintesis. Sementara itu, plastida
yang berperan dalam menyimpan protein adalah
proteoplas, menyimpan lemak adalah elaioplas,
dan menyimpan amilum adalah amiloplas. Ketiganya termasuk plastida tipe leukoplas. Adapun yang
berperan melakukan respirasi sel adalah mitokondria.
2. Jawaban: c
Gambar pada soal menunjukkan struktur sel
tumbuhan. Nomor 1 adalah dinding sel, nomor 2
adalah membran plasma, nomor 3 adalah nukleus,
nomor 4 adalah mitokondria, dan nomor 5 adalah
kloroplas. Organel yang hanya dimiliki oleh sel
tumbuhan yaitu dinding sel, kloroplas, dan vakuola.
Adapun organel-organel lain seperti membran plasma,
nukleus, mitokondria, retikulum endoplasma,
ribosom, dan kompleks Golgi dimiliki baik oleh sel
hewan maupun sel tumbuhan.
3. Jawaban: b
Sel tumbuhan memiliki dinding sel, vakuola, dan
plastida yang tidak dimiliki oleh sel hewan. Sel
hewan memiliki sentriol dan sentrosom yang tidak
dimiliki sel tumbuhan. Adapun mitokondria, nukleus,
dan kompleks Golgi terdapat baik pada sel hewan
maupun sel tumbuhan.

Struktur Sel

9. Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di


luar membran inti. Komponen utama penyusun
sitoplasma antara lain cairan seperti gel yang
disebut sitosol, substansi genetik simpanan dalam
sitoplasma, sitoskeleton yang berfungsi sebagai
kerangka sel, dan organel-organel sel. Sementara
itu, nukleoplasma merupakan cairan yang terdapat
di dalam inti sel. Nukleoplasma mengandung
kromatin, granula, dan senyawa kimia kompleks.
10. Sel prokariotik tidak memiliki sistem endomembran
sehingga tidak memiliki mitokondria yang
merupakan salah satu organel penyusun sistem
endomembran. Akan tetapi, sel prokariotik memiliki
organel lain yang mengandung enzim-enzim pernapasan untuk reaksi-reaksi oksidasi. Organel
tersebut adalah mesosom yang memiliki peran
sama seperti mitokondria sebagai penghasil energi
sehingga proses pembentukan energi berlangsung
dalam mesosom.

4. Jawaban: c
Organel X yang dimiliki oleh sel hewan namun tidak
dimiliki oleh sel tumbuhan adalah lisosom. Lisosom
berperan untuk mencerna makromolekul plasma.
Adapun organel yang berperan untuk sintesis
protein adalah ribosom. Organel yang berperan
untuk membentuk membran plasma adalah badan
Golgi. Organel yang berperan untuk mengatur keluar
masuk zat dari sel adalah membran sel. Organel
yang berperan untuk menghasilkan energi sel
adalah mitokondria. Ribosom, badan Golgi, membran
sel, dan mitokondria dimiliki baik oleh sel hewan
maupun sel tumbuhan.
5. Jawaban: e
Dinding sel, plastida, dan vakuola hanya terdapat
pada sel tumbuhan. Sementara itu, sentriol dan
sentrosom hanya terdapat pada sel hewan.
6. Jawaban: b
Organel sel yang ditunjuk huruf X adalah kloroplas.
Kloroplas berperan sebagai tempat fotosintesis
karena memiliki klorofil. Sementara itu, mitokondria
untuk respirasi sel. Nukleus untuk mengatur
kegiatan sel. Sentriol merupakan organel yang
hanya terdapat pada sel hewan yang berperan
dalam proses pembelahan sel. Vakuola untuk
menyimpan zat makanan.
7. Jawaban: a
Bagian paling luar sel tumbuhan dan berfungsi
untuk menjaga keseimbangan sel dari tekanan
adalah dinding sel. Dinding sel tumbuhan dibeda-

kan menjadi dua jenis, yaitu dinding sel primer dan


dinding sel sekunder. Dinding sel primer tersusun
dari seluosa, hemiselulosa, dan pektin. Sementara
itu, dinding sel sekunder tersusun dari selulosa,
hemiselulosa, dan lignin. Adapun lipid merupakan
bahan penyusun membran plasma.
8. Jawaban: d
Gambar tersebut merupakan gambar sel hewan.
Bagian yang ditunjuk huruf X adalah sentriol.
Sentriol berfungsi dalam pembelahan sel. Sentriol
hanya dimiliki oleh sel hewan. Bagian yang ditunjuk
huruf Y adalah retikulum endoplasma halus. Retikulum endoplasma halus berfungsi untuk sintesis
lemak dan transpor protein.
9. Jawaban: a
Organel sel yang berperan dalam pembelahan sel
dengan membentuk benang-benang gelendong
adalah sentriol. Sentriol hanya ditemukan pada sel
hewan. Sementara itu, vakuola dan kloroplas hanya
ditemukan pada sel tumbuhan. Vakuola sebagai
tempat menyimpan cadangan makanan. Kloroplas
sebagai tempat fotosintesis. Ribosom berfungsi
sebagai tempat sintesis protein. Adapun mitokondria
berfungsi untuk menghasilkan energi melalui proses
respirasi sel.
10. Jawaban: b
Organel yang hanya ditemukan pada sel hewan
adalah sentrosom dan sentriol. Organel yang hanya
ditemukan pada sel tumbuhan adalah plastida,
vakuola, dan dinding sel. Adapun organel sel yang
dimiliki baik oleh sel hewan maupun sel tumbuhan
adalah mitokondria, ribosom, kompleks Golgi, retikulum endoplasma, dan badan mikro. Sementara
itu, mesosom adalah organel yang terdapat pada
sel prokariotik.
11. Jawaban: b
Gambar tersebut merupakan gambar dinding sel.
Dua sel yang saling berdekatan akan dihubungkan
oleh plasmodesmata yang terdapat pada dinding
sel. Dinding sel akan mengalami penebalan yang
akan membentuk kayu, akan tetapi ada bagian
dinding sel yang tidak mengalami penebalan yaitu
bagian yang disebut noktah. Sementara itu, tilakoid
merupakan lipatan-lipatan yang terdapat dalam
kloroplas, tilakoid-tilakoid tersebut akan membentuk susunan bertumpuk-tumpuk yang disebut
grana. Adapun sitoplasma merupakan bagian sel
yang berupa cairan sel.
12. Jawaban: c
Berdasarkan kandungan pigmennya, plastida
dibedakan menjadi tiga jenis yaitu kloroplas,
kromoplas, dan leukoplas. Pada kloroplas dan
kromoplas mengandung pigmen, sedangkan pada
leukoplas tidak mengandung pigmen. Terdapat tiga

macam leukoplas yaitu amiloplas untuk menyimpan


amilum, elaioplas untuk membentuk dan menyimpan
lemak, serta proteoplas untuk menyimpan protein.
13. Jawaban: b
Plastida dibedakan menjadi tiga yaitu kromoplas
dan kloroplas yang mengandung pigmen, serta
leukoplas yang tidak mengandung pigmen.
Leukoplas berdasarkan fungsinya dibedakan
menjadi tiga macam yaitu amiloplas untuk
menyimpan amilum, proteoplas untuk menyimpan
protein, serta elaioplas untuk membentuk dan
menyimpan lemak.
14. Jawaban: c
Kloroplas merupakan organel sel pada sel
tumbuhan yang memiliki dua lapis membran yaitu
membran dalam dan membran luar. Pada bagian
dalam kloroplas terdapat lapisan-lapisan tilakoid
yang merupakan tempat menempelnya klorofil
untuk fotosintesis. Ruangan kloroplas terisi cairan
disebut stroma. Mitokondria memiliki lipatanlipatan membran ke arah dalam yang berperan
untuk respirasi sel. Dinding sel untuk melindungi
dan membentuk sel. Ribosom berperan dalam
sintesis protein. Adapun vakuola sebagai penyimpan
makanan cadangan.
15. Jawaban: d
Gambar tersebut merupakan struktur organel
kloroplas. Nomor 1 adalah membran luar, nomor 2
adalah membran dalam, nomor 3 adalah tilakoid,
nomor 4 adalah stroma, dan nomor 5 adalah grana.
Membran luar berperan untuk mengatur keluar
masuknya zat. Membran dalam berfungsi
membungkus cairan kloroplas yang disebut stroma
dan memiliki molekul yang keluar masuk dengan
tanspor aktif. Stroma berfungsi menyimpan hasil
fotosintesis dalam bentuk pati (amilum). Tilakoid
berfungsi sebagai tempat berlangsungnya
fotosintesis. Tilakoid-tilakoid yang terbentuk akan
bertumpuk-tumpuk membentuk grana.
16. Jawaban: b
Gambar pada soal menunjukkan gambar sel
tumbuhan. Huruf A adalah kloroplas, huruf B adalah
vakuola, huruf C adalah kompleks Golgi, huruf D
adalah retikulum endoplasma, dan huruf E adalah
mitokondria. Vakuola memiliki beberapa fungsi
antara lain tempat menyimpan zat makanan,
menimbun sisa metabolisme, menyimpan minyak
atsiri, menyimpan pigmen, dan memasukkan air
untuk membangun turgiditas. Kloroplas berfungsi
sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Kompleks Golgi berperan sebagai tempat
sintesis polisakarida, membentuk membran
plasma, membentuk kantong sekresi, serta membentuk akrosom. Retikulum endoplasma berperan

Biologi Kelas XI

dalam sintesis lemak, menampung protein,


transportasi molekul, dan detoksifikasi. Adapun
mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel.
17. Jawaban: b
Plastida merupakan organel yang mengandung
pigmen baik pigmen fotosintetik maupun pigmen
nonfotosintetik. Pigmen yang berperan dalam
perubahan warna hijau menjadi kuning pada buah
mangga adalah pembawa warna kuning yaitu
xantofil. Adapun klorofil merupakan pigmen pembawa warna hijau, fikoeritrin merupakan pigmen
pembawa warna merah, fikosianin pembawa warna
biru, serta fikosantin merupakan pigmen pembawa
warna cokelat pirang.
18. Jawaban: a
Gambar pada soal menunjukkan sel hewan. Bagian
yang ditunjuk huruf P adalah sentriol yang berperan
saat pembelahan sel. Organel sel yang berperan
dalam sintesis protein adalah ribosom. Organel sel
yang berperan dalam respirasi sel adalah
mitokondria. Adapun fotosintesis hanya terjadi
pada sel tumbuhan karena memiliki kloroplas.
Organel yang berperan dalam sekresi adalah
kompleks Golgi.
19. Jawaban: e
Organel-organel di atas yang dapat ditemukan pada
sel tumbuhan adalah vakuola, kloroplas, dan
dinding sel. Dinding sel berperan dalam memberi
bentuk tetap pada sel. Kloroplas berfungsi sebagai
tempat fotosintesis. Vakuola berfungsi untuk
menyimpan makanan cadangan. Sementara itu,
sentriol hanya ditemukan pada sel hewan yang
berperan dalam proses pembelahan sel.
20. Jawaban: c
Gambar a menunjukkan organel mitokondria yang
berperan dalam menghasilkan energi melalui
proses respirasi sel. Gambar b adalah retikulum
endoplasma kasar yang berperan menampung
protein hasil sintesis ribosom. Gambar c adalah
kloroplas yang berperan sebagai tempat
fotosintesis karena mengandung klorofil (pigmen
fotosintesis). Gambar d adalah kompleks Golgi
yang berperan dalam sekresi. Sementara itu,
gambar e adalah sentriol yang ditemukan pada sel
hewan untuk proses pembelahan sel.
B. Uraian
1.
1.
2.
3.
4.
5.

Sel Tumbuhan

Sel Hewan

Memiliki dinding sel


Memiliki vakuola
Memiliki plastida
Tidak memiliki sentriol
Tidak memiliki lisosom

Tidak memiliki dinding sel


Tidak memiliki vakuola
Tidak memiliki plastida
Memiliki sentriol
Memiliki lisosom

Struktur Sel

2. Setiap tumbuhan tersusun dari kumpulan sel dan


setiap selnya tumbuh dengan cara yang sama
yaitu bertambah besar ukuran selnya. Sel akan
tumbuh memanjang setelah mendapatkan
protoplasma dalam jumlah yang tetap. Air diserap
masuk vakuola hingga vakuola menggembung
serta merentangkan dinding sel. Ketika dinding
mengembang, protoplasma meregang makin
menjauh. Akhirnya, vakuola-vakuola yang berisi
zat cair dan banyak jumlahnya bergabung menjadi
satu sehingga terbentuklah satu vakuola besar
yang mengisi hampir seluruh bagian sel.
3. a.

b.

c.

Bagian sel yang ditunjukkan sebagai berikut.


1 = Vakuola
4 = Dinding sel
2 = Mitokondria
5 = Badan Golgi
3 = Kloroplas
Bagian sel tumbuhan tersebut yang tidak
dimiliki oleh sel hewan adalah dinding sel,
vakuola, dan kloroplas. Dinding sel berfungsi
sebagai penyokong dan pelindung selaput
plasma serta memelihara keseimbangan sel
dari tekanan. Tidak adanya dinding sel
mengakibatkan bentuk sel hewan tidak tetap.
Vakuola berfungsi sebagai tempat menyimpan
zat makanan, membangun turgiditas sel,
menyimpan pigmen, serta sebagai tempat
penimbunan metabolit sekunder. Adapun
kloroplas berfungsi untuk fotosintesis.
Berdasarkan strukturnya bentuk sel tumbuhan
tersebut selalu tetap. Hal tersebut dapat terjadi
karena adanya dinding sel pada lapisan luar
sel yang dapat mengakibatkan bentuk sel
tumbuhan tetap.

4. Dinding sel primer merupakan dinding sel yang


dibentuk pada waktu sel membelah serta tersusun
dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Adapun
dinding sel sekunder merupakan dinding sel yang
terdapat pada sel-sel dewasa yang tersusun dari
selulosa, hemiselulosa, dan lignin.
5. Xantofil merupakan pigmen yang menimbulkan
warna kuning. Contohnya pada buah mangga yang
sudah masak. Sementara itu, karoten merupakan
pigmen yang menimbulkan warna oranye.
Contohnya pada buah wortel. Berdasarkan pigmen
yang dibawa tersebut keduanya termasuk pigmen
nonfotosintetik yang berfungsi memberikan warna
pada organ-organ tumbuhan. Kedua pigmen
tersebut dapat ditemukan dalam plastida tipe
kromoplas.
6. Gambar tersebut adalah struktur kloroplas dengan
bagian sebagai berikut.
Nomor 1 = membran luar, berfungsi mengatur
keluar masuknya zat.

Nomor 2 = membran dalam, berfungsi sebagai


pembungkus cairan kloroplas (stroma).
Nomor 3 = tilakoid, merupakan tempat menempelnya klorofil sehingga berfungsi
sebagai tempat terjadinya proses
fotosintesis.
Nomor 4 = stroma, berfungsi sebagai tempat
menyimpan hasil fotosintesis.
7. Jenis-jenis klorofil berdasarkan panjang gelombang
(spektrum) warna yang diserap sebagai berikut.
a. Klorofil a menyerap spektrum warna hijau-biru.
b. Klorofil b menyerap spektrum warna hijaukuning.
c. Klorofil c menyerap spektrum warna hijaucokelat.
d. Klorofil d menyerap spektrum warna hijaumerah.
8. Organel yang hanya dapat ditemukan pada sel
hewan adalah sentriol dan lisosom. Sentriol
merupakan sepasang struktur mikrotubulus protein berbentuk silinder yang berlubang. Sentriol
berperan dalam proses pembelahan sel dengan
mengatur polaritas serta membagi sitoplasma.
Adapun lisosom merupakan kantong membran

yang berisi enzim hidrolitik (lisozim) seperti enzim


protease, lipase, nuklease, fosfatase, dan enzim
pencerna yang lain. Lisosom berfungsi melakukan
pencernaan intrasel.
9. Bagian pada dinding sel yang dapat dilewati zatzat dalam pertukaran zat antarsel adalah plasmodesmata. Plasmodesmata merupakan
penjuluran membran plasma membentuk struktur
berupa saluran yang menghubungkan dua sel yang
saling berdekatan. Oleh karena itu, sitoplasma dari
sel yang satu dapat mengalir ke sel yang lain dan
memungkinkan terjadinya pertukaran zat antarsel.
10. Dari kedua sel tersebut yang termasuk sel
tumbuhan adalah sel A. Sel tumbuhan memiliki
dinding sel sehingga bentuk selnya tampak kaku.
Selain itu, di dalam sel tumbuhan terdapat organel
besar yang hampir memenuhi separuh ruang sel.
Organel tersebut adalah vakuola. Adapun sel B
menunjukkan sel otot yang berbentuk pipih dan
bagian luarnya disusun oleh membran plasma. Sel
tersebut tidak memiliki bentuk yang tetap karena
tidak memiliki struktur dinding sel. Sel memiliki
satu inti yang terletak di tengah. Berdasarkan ciriciri sel B tersebut menunjukkan sel otot polos. Sel
otot polos merupakan sel hewan.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Transpor aktif yaitu transpor yang memerlukan
energi untuk melawan gradien konsentrasi. Pada
transpor aktif terjadi pemompaan molekul melewati
membran. Contoh peristiwa transpor aktif yaitu
pompa natrium-kalium, endositosis, dan eksositosis.
Adapun perpindahan molekul yang mengikuti
gradien konsentrasi disebut transpor pasif. Contoh
transpor pasif yaitu difusi, difusi terbantu, dan
osmosis.

Peristiwa-peristiwa yang termasuk transpor pasif


yaitu molekul dari satu sendok garam yang menyebar
ke seluruh air dalam gelas, molekul glukosa
melewati membran sel, dan tanaman kangkung
menjadi segar kembali setelah dimasukkan ke air.
Adapun kelenjar sublingualis mengeluarkan saliva
dan makrofag memakan antigen yang masuk ke
aliran darah termasuk peristiwa transpor aktif.
4. Jawaban: a
Krenasi adalah mengerutnya membran plasma.
Krenasi merupakan peristiwa eksosmosis.
Eksosmosis terjadi pada saat cairan dalam sel
bersifat hipotonik daripada larutan di luar sel. Hal
tersebut mengakibatkan air dalam sel keluar dari
sel sehingga sel mengalami pengerutan (krenasi).
5. Jawaban: a
Difusi merupakan perpindahan molekul zat terlarut
dari larutan hipertonik ke larutan hipotonik (mengikuti
gradien konsentrasi). Difusi dapat terjadi melalui
membran plasma ataupun tidak. Difusi tidak
memerlukan energi sel.
6. Jawaban: a
Hasil percobaan pada gambar 1 menunjukkan sel
dalam keadaan normal karena cairan dalam sel
bersifat isotonik terhadap larutan gula. Gambar 2
menunjukkan sel dalam keadaan turgid karena

2. Jawaban: e
Peristiwa perpindahan molekul yang ditunjukkan
pada gambar disebut difusi terbantu. Difusi terbantu
merupakan proses difusi dengan perantara protein
pembawa dari larutan konsentrasi tinggi ke larutan
konsentrasi rendah. Adapun difusi yaitu perpindahan molekul dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah baik melalui membran plasma
ataupun tidak. Osmosis adalah perpindahan
molekul-molekul pelarut dari larutan berkonsentrasi
rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi melalui
membran semipermeabel. Endositosis adalah
proses pemasukan zat ke dalam sel. Pinositosis
yaitu proses penyerapan zat cair oleh sel.
3. Jawaban: b

Biologi Kelas XI

cairan dalam sel bersifat hipertonik terhadap larutan


gula. Oleh karena itu, air masuk ke dalam sel.
Gambar 3 menunjukkan sel dalam keadaan
plasmolisis karena cairan dalam sel bersifat
hipotonik terhadap larutan gula. Keadaan tersebut
menimbulkan air keluar dari dalam sel sehingga
membran sel terlepas dari dinding sel.
7. Jawaban: d
Sel-sel kelenjar mengeluarkan enzim secara
eksositosis. Eksositosis adalah proses pengeluaran zat dari dalam sel. Adapun pinositosis adalah
proses penyerapan zat cair oleh sel. Fagositosis
adalah proses memakan zat padat. Endositosis
adalah proses pemasukan zat ke dalam sel.
Eksosmosis adalah keluarnya zat pelarut dari
dalam sel. Eksosmosis terjadi jika konsentrasi
larutan di luar sel lebih tinggi.
8. Jawaban: c
Protein dapat dibagi menjadi dua yaitu protein
fungsional dan protein struktural. Protein fungsional
adalah protein yang mendukung aktivitas sel,
misalnya enzim dan hormon. Protein struktural
adalah protein yang mendukung struktur sel,
misalnya protein integral, protein perifer, protein
aktin, protein filamen, dan tubulin.
9. Jawaban: e
Translasi dibagi menjadi tiga tahap berikut.
1) Inisiasi, pada tahap ini terjadi pengkodean
asam amino metionin.
2) Elongasi, pada tahap ini asam-asam amino
baru berikatan dengan asam amino metionin
membentuk rantai polipeptida.
3) Terminasi, pada tahap ini ribosom mencapai
kodon UAA, UAG, atau UGA.
10. Jawaban: c
Kompleks inisiasi transkripsi terbentuk pada tahap
inisiasi saat transkripsi mRNA. Kompleks inisiasi
transkripsi terdiri atas RNA polimerase dan faktor
transkripsi yang melekat pada promoter.
11. Jawaban: a
Pembelahan mitosis terjadi melalui lima tahap
berikut.
1) Profase. Benang-benang kromatin memendek
dan menebal membentuk kromatid. Kromatid
berpasangan membentuk kromosom. Sentriol
bergerak menjauh ke kutub yang berlawanan.
Mikrotubula mulai terlihat. Membran nukleus
dan nukleolus menghilang.
2) Prometafase. Mikrotubula memasuki daerah
nukleus. Mikrotubula mulai berikatan dengan
kinetokor yang terletak pada sentromer.
3) Metafase. Mikrotubula semakin terlihat jelas.
Kromosom terletak di bidang ekuator.

10

Struktur Sel

4)

Anafase. Mikrotubula memendek sehingga


menarik kromatid ke kutub yang berlawanan.
5) Telofase. Kromatid terletak pada kutub yang
berlawanan dan mulai menipis membentuk
kromatin. Nukleolus dan membran nukleus
mulai terbentuk. Sitokinesis berakhir dan
terbentuk dua sel anak yang identik dengan
sel induk.
Proses pembelahan mitosis dapat dilihat pada
gambar berikut.

Interfase

Profase

Prometafase

Metafase

Anafase

Telofase

12. Jawaban: c
Pada fase interfase sel mengalami pertumbuhan,
penyusunan dan duplikasi kromosom, serta pembentukan organel-organel sel. Adapun pada tahap
profase, kromatid dan mikrotubula mulai terbentuk.
Sentriol bergerak ke kutub yang berlawanan, serta
membran nukleus dan nukleolus mulai menghilang.
Pada tahap metafase, mikrotubula mulai terlihat
jelas dan kromosom terletak di bidang ekuator. Pada
tahap anafase, mikrotubula memendek sehingga
menarik kromatid ke kutub yang berlawanan. Pada
tahap telofase, kromatin, nukleolus, dan membran
nukleus mulai terbentuk. Selain itu, juga
berlangsung sitokinesis. Hasil akhir telofase adalah
2 sel anak yang identik dengan sel induk.
13. Jawaban: a
Gambar mikrograf sel akar bawang yang sedang
membelah menunjukkan fase anafase. Pada fase
ini, mikrotubula mulai memendek sehingga
kromatid tertarik ke kutub yang berlawanan.
14. Jawaban: b
Pembelahan mitosis bertujuan untuk pertumbuhan
atau pembentukan morfologi tubuh. Adapun
pembentukan gamet, produksi sel dengan sifat
genotipe yang berbeda, pembentukan empat buah
sel anak, dan produksi sel anak yang bersifat
haploid merupakan tujuan pembelahan meiosis.
15. Jawaban: a
Pembelahan amitosis berlangsung pada organisme
prokariotik. Pembelahan amitosis terjadi setelah
kromosom tunggal prokariotik melekat pada
membran plasma dan mengalami penggandaan.
Pembelahan mitosis dan meiosis berlangsung
pada organisme eukariotik. Pembelahan mitosis
dan meiosis terjadi setelah sel melewati fase
interfase. Pada fase ini, sel mengalami pertumbuhan, pembentukan organel sel, dan penggandaan
kromosom. Pada pembelahan mitosis sel membelah sebanyak satu kali setelah fase interfase.

Sementara itu, pada pembelahan meiosis sel membelah sebanyak dua kali setelah fase interfase.
B. Uraian
1. Faktor-faktor yang memengaruhi difusi sebagai
berikut.
a. Suhu, semakin tinggi suhu maka semakin
cepat laju difusinya.
b. Konsentrasi larutan, semakin besar gradien
konsentrasi maka semakin cepat laju difusinya.
c. Ukuran molekul, semakin kecil ukuran molekul
semakin cepat laju difusinya.
d. Wujud zat, zat padat memiliki laju difusi yang
lebih lambat daripada zat cair dan gas.
2. Eritrosit yang dimasukkan ke dalam larutan gula
berkonsentrasi tinggi akan mengalami krenasi.
Peristiwa tersebut terjadi karena konsentrasi larutan
dalam sel lebih rendah daripada konsentrasi gula
di luar sel. Akibatnya, air dalam sel keluar dan sel
mengalami pengerutan (krenasi).
3. Gambar pada soal menunjukkan peristiwa
fagositosis. Fagositosis yaitu proses memasukkan
zat ke dalam sel. Fagositosis termasuk transpor
aktif. Transpor aktif yaitu transpor melalui membran
melawan gradien konsentrasi. Sejumlah energi
dibutuhkan untuk melawan gradien konsentrasi
tersebut. Sel menelan suatu partikel dengan
pseudopodia yang mengelilingi partikel tersebut.
Selanjutnya, pseudopodia tersebut membungkus
partikel sehingga partikel tersebut berada dalam
sebuah kantong membran yang berupa vakuola.
Vakuola bergerak menuju lisosom yang
mengandung enzim hidrolitik untuk mencerna
partikel tersebut.
4. a.

H2O

Bentuk sel pada


potongan A

b.

c.

H2O

Bentuk sel pada


potongan B

Peristiwa yang terjadi pada potongan A adalah


plasmolisis. Sementara itu, potongan B
mengalami turgor.
Potongan A yang mengalami plasmolisis
memiliki bentuk sel dengan membran plasma
terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini ditimbulkan oleh keluarnya air dari dalam sel. Cairan
dalam sel bersifat hipotonik terhadap larutan
sukrosa 15%. Potongan B yang mengalami
turgor memiliki bentuk sel yang lebih besar

dengan membran plasma melekat pada


dinding sel. Peristiwa ini ditimbulkan oleh
masuknya air ke dalam sel. Cairan dalam sel
bersifat hipertonik terhadap akuades.
5. Sintesis protein adalah penerjemahan kode genetik
pada kodon mRNA menjadi polipeptida. Satu atau
lebih polipeptida akan membentuk protein. Protein
merupakan salah satu molekul penyusun struktur
sel. Jadi, sintesis protein menentukan protein yang
menyusun struktur sel. Contoh protein yang
menyusun struktur sel yaitu protein penyusun
membran sel (protein integral dan protein perifer)
serta protein pembentuk sitoskeleton (protein aktin,
protein tubulin, dan potein filamen).
6. Sintesis protein berlangsung melalui dua tahap yaitu
transkripsi di nukleus dan translasi di ribosom.
Transkripsi adalah pembentukan mRNA dari rantai
DNA sense dengan bantuan RNA polimerase. RNA
polimerase melekat pada promoter di rantai DNA
sense dan bergerak maju. Bersamaan dengan
bergeraknya RNA polimerase, nukleotida-nukleotida
dipasangkan pada rantai mRNA sehingga dihasilkan mRNA yang memanjang. Pemanjangan mRNA
berhenti ketika RNA polimerase sampai pada
terminator. Selanjutnya, mRNA bergerak menuju
ribosom untuk melangsungkan translasi. Ribosom
kecil menempel pada mRNA diikuti menempelnya
tRNA pada kodon AUG. Kodon tersebut mengkode
asam amino metionin. Rantai polipeptida mulai
terbentuk setelah asam amino-asam amino baru
berikatan dengan metionin. Pengikatan asam
amino-asam amino dibantu oleh enzim aminoasiltRNA sintetase. Pemajangan polipeptida berhenti
setelah ribosom mencapai kodon UAA, UAG, atau
UGA. Rantai polipeptida dilepaskan dari ribosom
menuju badan Golgi untuk dibentuk menjadi protein tertentu.
7. Berdasarkan modifikasinya, protein dibagi menjadi
dua macam yaitu protein struktural dan protein
fungsional. Protein struktural yaitu protein yang
mendukung bentuk atau struktur sel. Contoh
protein struktural yaitu protein integral, protein
perifer, dan protein filamen. Protein fungsional yaitu
protein yang mendukung aktivitas fisiologis sel
seperti homeostasis, metabolisme, dan
pencernaan. Contoh protein fungsional yaitu
hormon dan enzim.
8. Sel hidup selalu mengalami aktivitas meliputi
tumbuh, regenerasi, dan reproduksi. Seluruh
aktivitas sel tersebut terjadi karena peristiwa
pembelahan sel. Pembelahan sel secara mitosis
membuat sel mengalami perubahan bentuk,
ukuran, dan pertambahan jumlah sel.

Biologi Kelas XI

11

9. Pembelahan mitosis berlangsung dalam lima tahap


sebagai berikut.
a. Profase. Benang-benang kromatin memendek
dan menebal membentuk kromatid. Kromatid
saling berpasangan membentuk kromosom.
Sentriol bergerak ke arah yang berlawanan
(pada sel hewan). Mikrotubula mulai tampak.
Membran nukleus dan nukleolus mulai menghilang.
b. Prometafase. Mikrotubula memasuki nukleus
dan mulai melekat pada kinetokor yang terdapat di daerah sentromer.
c. Metafase. Kromosom terletak di tengah
bidang ekuator. Mikrotubula terlihat dengan
jelas dan berlekatan dengan kinetokor pada
masing-masing kromatid.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Rudolf Virchow mengemukakan teori Omne
cellula ex cellulae yang berarti bahwa sel berasal
dari sel sebelumnya. Felix Durjadin mengemukakan
bahwa bagian terpenting dari sel adalah cairan sel.
Robert Hooke adalah tokoh pertama yang
mengemukakan bahwa sel merupakan ruang-ruang
kecil dari hasil pengamatannya pada gabus
Quercus suber. Mathias Schleiden berpendapat
bahwa semua tumbuhan tersusun dari sel sehingga
muncul teori sel adalah unit struktural makhluk
hidup. Max Schulze menyatakan bahwa sel
merupakan unit fungsional makhluk hidup.
2. Jawaban: d
Komponen penyusun sel terdiri atas unsur dan
senyawa. Senyawa dibedakan menjadi senyawa
organik dan senyawa anorganik. Senyawa organik
terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, dan asam
nukleat. Senyawa anorganik terdiri atas air, garamgaram mineral, dan gas.
3. Jawaban: c
Organel yang berfungsi sebagai tempat respirasi
sel adalah mitokondria. Sementara itu, organel yang
berfungsi untuk mencerna benda-benda yang tidak
dikehendaki adalah lisosom. Adapun ribosom
berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Dinding
sel merupakan organel yang berfungsi sebagai
penyokong dan pelindung serta memelihara
keseimbangan sel.
4. Jawaban: a
Sel prokariotik dan sel eukariotik dibedakan
berdasarkan ada tidaknya sistem endomembran.

12

Struktur Sel

d.
e.

Anafase. Mikrotubula memendek sehingga


menarik kromatid ke kutub yang berlawanan.
Telofase. Kromatid berkumpul pada masingmasing kutub dan mulai menipis serta memanjang membentuk kromatin. Kumpulan
kromatin membentuk nukleus. Nukleolus dan
membran nukleus mulai terbentuk kembali.
Sitokenesis berakhir dan memisahkan sel
menjadi dua sel anak yang identik.

10. Tahap pembelahan sel seperti yang ditunjukkan


oleh gambar adalah prometafase. Pada tahap prometafase membran nukleus terfragmentasi. Dengan
demikian, mikrotubula dapat masuk ke nukleus.
Mikrotubula mulai berikatan dengan kinetokor.
A. Pilihlah jawaban yang tepat!

Eukariotik memiliki sistem endomembran,


sedangkan sel prokariotik tidak memiliki sistem
endomembran. Sistem endomembran terdiri atas
organel-organel bermembran seperti retikulum
endoplasma halus, retikulum endoplasma kasar,
badan Golgi, mitokondria, dan lisosom. Adapun
ribosom merupakan struktur unit gabungan protein
dengan RNA-r.
5. Jawaban: d
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf X, Y, dan Z
secara berurutan adalah fosfat, lipid, dan glikolipid.
Fosfat merupakan bagian kepala fosfolipid yang
memiliki sifat hidrofilik (suka air). Lipid merupakan
bagian ekor fosfolipid yang memiliki sifat hidrofobik
(tidak suka air). Glikolipid merupakan molekul glukosa yang melekar pada bagian kepala fosfolipid.
6. Jawaban: c
Sifat-sifat fisikawi sitoplasma sebagai berikut.
1) Efek Tyndal yaitu kemampuan matriks sitoplasma memantulkan cahaya.
2) Gerak Brown yaitu gerak acak (zig-zag)
partikel penyusun koloid.
3) Gerak siklosis yaitu gerak matriks sitoplasma
berupa arus melingkar.
4) Memiliki tegangan permukaan.
5) Elektrolit yaitu kemampuan molekul menghantarkan arus listrik.
7. Jawaban: b
Sel yang aktif melakukan gerakan seperti sel
sperma membutuhkan banyak energi. Oleh karena
itu, pada sel tersebut akan ditemukan banyak
organel penghasil energi yaitu mitokondria.
Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis

protein. Badan Golgi merupakan tempat sintesis


polisakarida serta sekresi zat. Adapun retikulum
endoplasma halus sebagai tempat sintesis lemak.
Retikulum endoplasma kasar sebagai tempat
penampungan dan transpor protein.
8. Jawaban: b
Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis
protein. Badan Golgi berfungsi sebagai tempat
sintesis polisakarida, membentuk membran
plasma, membentuk kantong sekresi, membentuk
akrosom, kuning telur, dan membentuk lisosom.
Lisosom berfungsi melakukan pencernaan intrasel.
Retikulum endoplasma berfungsi untuk sintesis
lemak, menampung protein, transpor molekul, dan
menetralkan racun. Adapun mitokondria berperan
untuk respirasi sel.
9. Jawaban: e
Gambar tersebut merupakan struktur sel hewan.
Bagian yang ditunjuk nomor 1 adalah badan Golgi.
Badan Golgi berfungsi sebagai tempat sintesis
polisakarida dan membentuk kantong sekresi.
Bagian yang ditunjuk nomor 2 adalah nukleus.
Nukleus berfungsi sebagai pengatur pembelahan
sel, pengendali seluruh kegiatan sel, dan pembawa
informasi genetik. Bagian yang ditunjuk nomor 3
adalah retikulum endoplasma kasar yang berperan
menampung protein. Bagian yang ditunjuk nomor
4 adalah mitokondria. Mitokondria berfungsi dalam
oksidasi makanan. Bagian yang ditunjuk nomor 5
adalah retikulum endoplasma halus. Retikulum
endoplasma halus berfungsi untuk sintesis lemak.
10. Jawaban: b
Ribosom dapat ditemukan dalam sitoplasma dan
melekat pada dinding retikulum endoplasma.
Ribosom yang melekat pada retikulum endoplasma
akan menyintesis protein untuk dikeluarkan dari
sel. Protein yang terbentuk akan ditampung dalam
retikulum endoplasma. Dinding-dinding pada ujung
retikulum endoplasma akan membentuk vesikula
transpor yang di dalamnya terdapat protein. Vesikula
transpor akan bergerak menuju badan Golgi. Dalam
badan Golgi, protein tersebut akan dimodifikasi.
Selanjutnya, badan Golgi akan membentuk
vesikula sekresi yang membawa protein menuju
membran plasma untuk disekresikan.
11. Jawaban: b
Gambar I adalah retikulum endoplasma kasar,
gambar II adalah mitokondria, gambar III adalah
kloroplas, gambar IV adalah sentriol, dan gambar V
adalah nukleus. Organel yang terdapat baik pada
sel hewan maupun sel tumbuhan adalah retikulum
endoplasma kasar, mitokondria, dan nukleus.
Kloroplas hanya terdapat pada sel tumbuhan.
Sentriol hanya terdapat pada sel hewan.

12. Jawaban: d
Organel yang ditunjuk oleh gambar III adalah kloroplas
yang berfungsi untuk fotosintesis. Organel yang
ditunjuk oleh gambar IV adalah sentriol yang berperan dalam pembelahan sel. Organel yang berfungsi untuk transpor protein adalah retikulum
endoplasma kasar yang ditunjuk oleh gambar I.
Organel yang berperan mengatur kegiatan sel
adalah nukleus ditunjuk oleh gambar V. Adapun
organel yang berperan untuk menghasilkan energi
adalah mitokondria. Mitokondria ditunjuk oleh
gambar II.
13. Jawaban: e
Berdasarkan kandungan pigmennya, plastida
dibedakan menjadi tiga tipe yaitu kromoplas,
kloroplas, dan leukoplas. Kromoplas merupakan
plastida yang mengandung pigmen nonfotosintetik
seperti xantofil dan karoten. Kromoplas berperan
dalam memberi warna pada organ tumbuhan.
Kloroplas merupakan plastida yang mengandung
pigmen fotosintetik. Kloroplas berperan dalam
proses fotosintesis. Sementara itu, leukoplas
merupakan jenis plastida yang tidak mengandung
pigmen. Leukoplas berfungsi untuk menyimpan
makanan cadangan. Leukoplas dibagi menjadi tiga
jenis yaitu elaioplas untuk membentuk dan
menyimpan lemak, amiloplas untuk menyimpan
amilum, dan proteoplas untuk menyimpan protein.
14. Jawaban: b
Organel sel yang ditunjukkan oleh gambar tersebut
adalah sentriol. Sentriol hanya ditemukan pada sel
hewan. Sentriol berperan dalam pembelahan sel.
Lisosom berfungsi untuk pencernaan intrasel.
Ribosom merupakan tempat sintesis protein.
Vakuola berfungsi sebagai tempat menyimpan zat
makanan, membangun turgiditas, menyimpan
pigmen, dan sebagai tempat penimbunan sisa
metabolisme. Dinding sel berfungsi untuk memberi
bentuk sel serta sebagai pelindung dan penyokong
selaput plasma. Sementara itu, organel sel yang
berperan dalam respirasi sel adalah mitokondria.
Organel sel yang berfungsi dalam fotosintesis
adalah kloroplas. Adapun organel sel yang
berperan mengatur aktivitas sel adalah nukleus.
15. Jawaban: d
Pada sel hewan dan sel tumbuhan terdapat
beberapa perbedaan. Salah satu organel yang tidak
dimiliki oleh sel hewan tetapi dimiliki oleh sel
tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel pada sel
tumbuhan yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa, pektin, dan lignin. Senyawa-senyawa
tersebut membuat dinding sel bersifat kaku. Dengan
demikian, bentuk sel tumbuhan dapat dipertahankan. Sementara itu, pada sel hewan tidak terdapat

Biologi Kelas XI

13

dinding sel. Hal ini membuat bentuk sel hewan


dapat berubah-ubah. Adapun sentriol merupakan
organel yang hanya dimiliki oleh sel hewan.
Plastida dan vakuola hanya dimiliki oleh sel
tumbuhan. Baik sel tumbuhan maupun sel hewan
memiliki membran plasma.
16. Jawaban: c
Pada tahap perubahan berudu menjadi katak terjadi
peristiwa menghilangnya ekor berudu. Peristiwa
hilangnya ekor berudu tersebut karena adanya
proses penghancuran diri sel. Organel yang banyak
ditemukan pada ekor berudu adalah organel yang
memiliki kemampuan untuk menghancurkan diri
sel. Organel tersebut adalah lisosom. Lisosom
menghancurkan diri sel dengan cara autolisis yaitu
dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel.
Dengan demikian, isi lisosom akan memakan
organel-organel yang terdapat dalam sel sehingga
sel akan hancur. Adapaun inti sel berfungsi
mengatur kegiatan sel. Sentriol berperan dalam
pembelahan sel. Ribosom berfungsi sebagai tempat
sintesis protein. Mitokondria merupakan tempat
berlangsungnya respirasi sel.
17. Jawaban: e
Dinding sel dibedakan menjadi dua, yaitu dinding
sel primer dan dinding sel sekunder. Dinding sel
primer dibentuk pada saat sel membelah serta
tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin.
Sementara itu, dinding sel sekunder dimiliki oleh
sel-sel dewasa serta tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin.
18. Jawaban: d
Plastida pada sel tumbuhan dibedakan menjadi tiga
tipe yaitu kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.
Kloroplas mengandung pigmen fotosintetikyang
berfungsi untuk proses fotosintesis. Kloroplas
banyak ditemukan pada daun. Kromoplas mengandung pigmen nonfotosintetik yang merupakan
pigmen-pigmen pemberi warna tumbuhan.
Kromoplas banyak ditemukan pada bunga.
Leukoplas merupakan plastida yang tidak berwarna.
Leukoplas dibagi menjadi tiga jenis yaitu amiloplas,
elaioplas, dan proteoplas. Amiloplas untuk
menyimpan amilum, elaioplas untuk membentuk
dan menyimpan lemak, serta proteoplas untuk
menyimpan protein. Leukoplas banyak ditemukan
pada umbi dan biji. Jadi, mahkota bunga memiliki
warna yang bervariasi karena adanya kromoplas.
19. Jawaban: c
Kloroplas memiliki lapisan membran luar dan
membran dalam. Selain itu, kloroplas juga memiliki
sistem membran khusus yang melipat ke dalam

14

Struktur Sel

membentuk lembaran-lembaran tilakoid. Kumpulan


tilakoid pada tempat-tempat tertentu akan bertumpuktumpuk membentuk grana. Jadi, bagian X dan Y
secara berturut-turut adalah tilakoid dan grana.
Sementara itu, stroma merupakan cairan dalam
kloroplas. Membran dalam merupakan selaput
yang membungkus stroma.
20. Jawaban: c
Lisosom memiliki beberapa fungsi yaitu melakukan
pencernaan intrasel, autofagi, eksositosis, autolisis,
dan menghancurkan senyawa karsinogenik.
Eksositosis yaitu pembebasan enzim ke luar sel.
Melakukan penghancuran diri sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel disebut autolisis.
Adapun penghancuran struktur yang tidak dikehendaki disebut autofagi.
21. Jawaban: b
Osmosis merupakan perpindahan molekul pelarut
seperti air dari larutan konsentrasi rendah ke larutan
konsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel. Adapun difusi yaitu perpindahan molekul
dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah baik
melalui membran ataupun tidak. Pinositosis adalah
proses meminum partikel-partikel kecil yang ada
di sekitar sel. Endositosis adalah proses
pemasukan zat ke dalam sel dengan menggunakan
energi. Eksositosis adalah proses pengeluaran zat
dari dalam sel dengan menggunakan energi.
22. Jawaban: b
Peristiwa yang ditunjukkan oleh gambar merupakan
endositosis. Endositosis adalah proses pemasukan
partikel ke dalam sel. Endositosis merupakan
transpor aktif. Pada transpor aktif, partikel melewati
membran semipermeabel dengan menggunakan
energi sel. Energi diperlukan untuk melawan gradien
konsentrasi. Jadi, pada endositosis partikel dipompa
masuk ke dalam sel melewati membran dan
melawan gradien konsentrasi.
23. Jawaban: a
Sel yang berada dalam larutan hipotonik akan
mengalami lisis (robeknya membran plasma).
Peristiwa tersebut terjadi karena konsentrasi larutan
dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi larutan
di luar sel. Oleh karena itu, cairan (pelarut) di luar
sel berpindah ke dalam sel untuk menyeimbangkan
konsentrasi. Sementara itu, sel yang berada dalam
larutan hipertonik akan mengalami krenasi
(pengerutan sel). Peristiwa konsentrasi larutan
dalam sel lebih rendah daripada konsentrasi larutan
di luar sel. Akibatnya, cairan (pelarut) dari dalam sel
akan berpindah ke luar sel untuk menyeimbangkan
konsentrasi.

24. Jawaban: d
Transpor melalui membran yang tidak membutuhkan energi disebut transpor pasif. Contoh peristiwa
transpor pasif yaitu pengangkutan molekul gula
melewati membran sel. Pengangkutan molekul gula
terjadi secara difusi terbantu. Adapun penyerapan
kolesterol yang dibutuhkan dalam sintesis
membran, leukosit memakan benda asing, pompa
natrium-kalium untuk memenuhi kebutuhan kalium,
dan sel kelenjar menyekresikan hormon merupakan contoh peristiwa transpor aktif. Transpor aktif
adalah perpindahan molekul yang membutuhkan
energi untuk melawan gradien konsentrasi.
25. Jawaban: e
Plasmolisis adalah peristiwa lepasnya membran
plasma dari dinding sel karena larutan di luar sel
bersifat hipertonik terhadap cairan sel. Dengan
demikian, air dalam sel akan keluar. Adapun krenasi
yaitu mengerutnya sel karena cairan sel bersifat
hipotonik terhadap larutan di luar sel. Lisis adalah
pecahnya membran plasma karena cairan dalam
sel bersifat hipertonik terhadap larutan di luar sel.
Dengan demikian, larutan masuk ke dalam sel.
Krenasi dan lisis merupakan peristiwa yang terjadi
pada sel hewan. Turgor yaitu keadaan sel tumbuhan
yang menegang karena cairan dalam sel bersifat
hipertonik terhadap larutan di luar sel. Dengan
demikian, larutan di luar sel akan masuk ke dalam
sel.
26. Jawaban: d
Tahapan pembelahan sel yang ditunjukkan oleh
gambar A adalah interfase. Interfase ditandai dengan
pembentukan organel, penggandaan kromosom,
dan pertumbuhan sel untuk persiapan pembelahan
sel. Gambar B adalah telofase. Telofase ditandai
dengan mulai terbentuknya kromatin, nukleolus,
dan memban nukleus. Pada akhir telofase terbentuk
dua sel anak. Adapun profase ditandai dengan mulai
terbentuknya kromosom, mikrotubula, bergeraknya
sentriol ke kutub yang berlawanan, serta membran
nukleus dan nukleolus mulai menghilang.
27. Jawaban: e
Pembelahan amitosis dan mitosis bertujuan untuk
memperbanyak sel. Selain itu, mitosis juga bertujuan untuk memperbaiki sel yang rusak dan membentuk morfologi tubuh. Sementara itu, pembelahan
meiosis bertujuan untuk membentuk gamet.
28. Jawaban: d
Tahap transkripsi dalam sintesis protein dimulai
dengan menempelnya RNA polimerase pada
promoter. Selanjutnya, DNA melakukan transkripsi
membentuk mRNA. mRNA hasil transkripsi terlepas
dari DNA dan menuju sitoplasma. Adapun tahap
nomor 2) dan 3) termasuk dalam proses translasi.

29. Jawaban: e
Sintesis protein merupakan penerjemahan gen
menjadi asam amino hingga membentuk protein.
Sintesis protein terjadi dalam dua tahap yaitu
transkripsi dan translasi. Transkripsi berlangsung
dalam nukleus sedangkan translasi berlangsung
dalam ribosom. Kedua tahap tersebut memiliki subtahap yang disebut inisiasi, elongasi, dan terminasi.
30. Jawaban: c
Protein struktural berfungsi menyokong bentuk sel.
Beberapa contoh protein struktural yaitu protein
integral dan perifer yang berfungsi menyusun
membran sel. Selain itu, ada juga protein globuler,
filamen, dan aktin yang menyusun sitoskeleton.
B. Uraian
1. Bakteri Escherichia coli merupakan organisme
prokariotik. Bagian-bagian sel prokariotik sebagai
berikut.
1) Dinding sel, berfungsi sebagai pelindung dan
pemberi bentuk tubuh.
2) Membran plasma, berfungsi sebagai pelindung
molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya.
3) Mesosom, berfungsi sebagai penghasil energi.
4) Ribosom, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.
5) Sitoplasma, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.
6) DNA, berfungsi sebagai pembawa informasi
genetik yang diwariskan kepada keturunannya.
7) RNA, berfungsi membuat kode-kode genetik.
2. Sitoskeleton merupakan organel sel yang berfungsi
sebagai penopang struktur sel. Selain itu, sitoskeleton
juga terlibat dalam pergerakan sel serta membantu
aktivitas regulasi seluler dengan memberikan signal dari permukaan sel ke bagian dalam sel.
Sitoskeleton tersusun dari tiga jenis serat yaitu
mikrotubula, intermediet filamen, dan mikrofilamen.
3. Glioksisom berfungsi dalam metobolisme asam
lemak dan sebagai tempat terjadinya siklus glioksilat.
Adapun peroksisom berperan dalam oksidasi
substrat menghasilkan H2O2 yang akan dipecah
menjadi H2O dan O2. Selain itu, peroksisom juga
berperan dalam pengubahan lemak menjadi
karbohidrat dan penguraian purin dalam sel.
4. Mitokondria memiliki dua lapis membran yaitu
membran luar dan membran dalam. Kedua membran
tersebut dibatasi oleh ruang intermembran.
Membran luar berfungsi melindungi bagian-bagian
yang terdapat di dalamnya. Membran dalam
mengalami pelipatan ke arah dalam membentuk
krista. Krista berfungsi memperluas permukaan
penyerapan oksigen. Pada bagian dalam ruang

Biologi Kelas XI

15

mitokondria terdapat cairan yang disebut matriks


mitokondria. Matriks mitokondria mengandung
enzim pernapasan, DNA, RNA, dan protein.
Terdapatnya daerah penyerapan oksigen serta
enzim pernapasan, menandakan bahwa fungsi
mitokondria adalah untuk respirasi sel.
5. Vesikula transpor merupakan vesikula yang
dibentuk oleh retikulum endoplasma kasar untuk
membungkus protein. Vesikula transpor akan dikirim
menuju badan Golgi. Adapun vesikula sekresi
adalah vesikula yang dibentuk oleh badan Golgi
untuk membungkus protein yang telah dimodifikasi.
Vesikula sekresi akan dikirim untuk membebaskan
protein ke luar sel. Vesikula-vesikula tersebut berperan dalam proses pengeluaran protein yang
disintesis ribosom ke luar sel.
6. Membran plasma memiliki sifat semipermeabel.
Artinya, membran plasma hanya dapat dilalui oleh
zat-zat tertentu. Membran plasma berfungsi
mengontrol zat-zat baik yang masuk ataupun keluar
sel. Dengan sifat tersebut, hanya zat-zat tertentu
dan dibutuhkan oleh sel yang dapat masuk ke dalam
sel. Beberapa zat yang dapat melalui membran
plasma yaitu glukosa, asam amino, gliserol, dan
berbagai ion.
7. Leukoplas merupakan plastida yang berfungsi
menyimpan makanan. Ada tiga jenis leukoplas
berdasarkan zat makanan yang disimpan, yaitu:
a. amiloplas, berfungsi untuk menyimpan amilum;
b. elaioplas, berfungsi untuk membentuk dan
menyimpan lemak;
c. proteoplas, berfungsi untuk menyimpan
protein.

16

Struktur Sel

8. Endositosis yang diperantarai reseptor termasuk


transpor aktif karena dalam mekanismenya
memerlukan energi untuk melawan gradien
konsentrasi. Pada membran sel terdapat reseptor
khusus untuk mengikat molekul spesifik. Pada saat
molekul spesifik menempel pada reseptor, lapisan
membran sel melekuk ke dalam membentuk
kantong. Kantong tersebut semakin dalam dan
membentuk vesikula. Di dalam sel, vesikula membebaskan molekul spesifik. Molekul spesifik
tersebut digunakan dalam proses metabolisme.
Setelah molekul spesifik terbebas, reseptor
dikembalikan lagi ke membran plasma. Contoh
endositosis yang diperantarai reseptor yaitu sel
tubuh manusia menyerap kolesterol. Kolesterol
tersebut digunakan dalam sintesis membran dan
prekusor sintesis steroid lainnya.
9. a.
b.

c.

mRNA merupakan RNA yang berfungsi


membawa kode gentik dari DNA ke ribosom.
tRNA merupakan RNA yang berfungsi menerjemahkan kode genetik yang dibawa mRNA
menjadi asam amino.
rRNA merupakan RNA yang memudahkan
perekatan antara antikodon tRNA dengan
kodon mRNA selama sintesis protein.

10. Setelah pembelahan sel selesai, sel akan memasuki


fase istirahat atau interfase. Selama fase interfase
berlangsung, sel mengalami pertumbuhan dan
pembentukan organel (fase G1). Selanjutnya, sel
akan menggandakan kromosom (fase S). Setelah
organel terbentuk dan kromosom diduplikasi, sel
akan terus mengalami pertumbuhan dan persiapan
untuk melakukan pembelahan sel (fase G2).

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1.
menjelaskan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan;
2.
menjelaskan jaringan penyusun organ pada tumbuhan;
3.
menjelaskan sifat totipotensi dan kultur jaringan tumbuhan;
4.
terampil menggunakan mikroskop.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1.
rajin beribadah sebagai rasa syukur terhadap keteraturan dan kompleksitas makhluk ciptaan Tuhan;
2.
bersikap jujur, bertanggung jawab, dan teliti.

Materi

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan


Jaringan Penyusun Organ pada Tumbuhan
Kultur Jaringan Tumbuhan

Pembelajaran Kognitif

Struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya.


Jaringan penyusun organ pada tumbuhan dan fungsinya.
Sifat totipotensi tumbuhan dalam kultur jaringan.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.


Menjelaskan jaringan penyusun organ pada tumbuhan.
Menjelaskan sifat totipotensi dan kultur jaringan
tumbuhan.

Melakukan pengamatan mikroskopis jaringan penyusun


akar, batang, serta daun Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae menggunakan mikroskop.

Keterampilan yang Dikuasai

Membuat karya tulis sederhana.


Menyajikan hasil praktikum dalam bentuk laporan
praktikum.
Menggunakan dan merawat mikroskop cahaya.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menjelaskan struktur jaringan dan organ tumbuhan beserta fungsinya masing-masing.


Memiliki karakter jujur, bertanggung jawab, dan teliti dalam keseharian.
Mengagumi sistem organ dalam tubuh tumbuhan yang berperan dalam proses kehidupan.

Biologi Kelas XI

17

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Jaringan meristem merupakan jaringan tumbuhan
yang aktif membelah dan belum mengalami
diferensiasi. Berdasarkan asalnya, jaringan
meristem dibedakan menjadi dua, yaitu meristem
primer yang berasal dari perkembangan sel-sel
embrionik dan meristem sekunder yang berasal
dari jaringan dewasa yang telah terhenti
pertumbuhannya tetapi menjadi embrional kembali.
Adapun berdasarkan letaknya, jaringan meristem
dibedakan menjadi tiga, yaitu meristem apikal,
meristem interkalar, dan meristem lateral. Meristem
apikal terdapat di ujung batang atau ujung akar,
meristem interkalar terdapat di antara jaringan
dewasa serta pangkal ruas batang, dan meristem
lateral terdapat sejajar dengan permukaan organ
tempat ditemukannya.
2. Jawaban: e
Jaringan dewasa terdiri atas sel-sel yang sudah
berhenti membelah dan telah mengalami
diferensiasi. Jaringan dewasa memiliki karakteristik
seperti ukuran sel relatif lebih besar, terdapat ruang
antarsel, sitoplasma sedikit, vakuola besar, dan
dinding selnya mengalami penebalan sesuai
dengan fungsinya. Selnya berukuran kecil dan aktif
membelah serta sitoplasmanya banyak merupakan
ciri-ciri jaringan embrional (meristem).
3. Jawaban: d
Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang
terletak hampir di semua bagian tumbuhan.
Jaringan parenkim yang terdapat pada batang
teratai merupakan parenkim udara (aerenkim).
Parenkim udara berfungsi untuk menyimpan udara
sehingga tanaman teratai dapat terapung di
permukaan air. Jaringan parenkim yang berfungsi
untuk mengangkut makanan ke seluruh bagian
tumbuhan disebut parenkim pengangkut. Parenkim
pengangkut terdapat di sekitar jaringan xilem dan
floem. Jaringan parenkim yang berfungsi untuk
menyimpan makanan cadangan disebut parenkim
penimbun. Parenkim penimbun terdapat pada
empulur batang dan akar, umbi, serta akar rimpang.
Jaringan parenkim yang berfungsi untuk memproduksi zat-zat makanan disebut parenkim
asimilasi. Parenkim asimilasi terdapat pada mesofil
daun. Jaringan parenkim yang berfungsi untuk
menyimpan air disebut parenkim air. Parenkim air
terdapat pada tumbuhan xerofit dan tumbuhan
epifit.
18

Jaringan Tumbuhan

4. Jawaban: b
Jaringan pada gambar tersebut merupakan jaringan
floem. Jaringan floem tersusun dari berbagai bentuk
sel meliputi unsur-unsur kibral (sel-sel tapis dan
komponen pembuluh tapis), sel pengiring, sel
albumin, parenkim floem, dan serabut floem.
Adapun sel trakeal merupakan komponen
penyusun jaringan xilem.
5. Jawaban: a
Jaringan yang memiliki ciri-ciri di atas adalah
jaringan epidermis. Jaringan epidermis berfungsi
untuk melindungi bagian dalam tubuh tumbuhan.
Jaringan yang berfungsi mengangkut unsur hara
dan air dari akar ke daun adalah jaringan xilem.
Jaringan yang berfungsi menguatkan organ
tumbuhan yang masih aktif membelah adalah
jaringan kolenkim. Jaringan yang berfungsi
mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian
tumbuhan adalah jaringan floem. Jaringan yang
berfungsi menguatkan organ tumbuhan yang sudah
tidak mengadakan pembelahan adalah jaringan
sklerenkim.
6. Jawaban: d
Transportasi apoplas merupakan pengangkutan air
dan zat terlarut melalui ruang antarsel. Air dari tanah
diserap akar melalui proses difusi dan transpor
pasif. Namun, transportasi apoplas tidak dapat
melewati endodermis karena terhalang pita kaspari.
Sedangkan pengangkutan air beserta zat terlarut
dari sel melalui sitoplasma, perpindahan air tanah
terjadi secara osmosis dan transpor aktif, pengangkutan air dan zat terlarut tidak melalui ruang
antarsel, dan perpindahan air dari tanah melalui
plasmodesmata merupakan ciri-ciri transportasi
simplas.
7. Jawaban: a
Protoderm merupakan bakal epidermis. Prokambium merupakan bakal berkas pengangkut.
Meristem dasar akan berkembang menjadi jaringan
dasar (parenkim). Meristem ujung akan menghasilkan pemanjangan akar dan batang. Meristem
samping merupakan bakal tunas yang ada di
samping.
8. Jawaban: d
Jaringan dasar (parenkim) terletak hampir di semua
bagian tumbuhan. Jaringan dasar memiliki ciri-ciri
sebagai berikut.
1) Sel-sel penyusunnya renggang sehingga
mempunyai banyak ruang antarsel.
2) Dinding sel tipis dan mempunyai vakuola
besar untuk menyimpan makanan cadangan.

3) Sel-selnya berbentuk polihedral (segi banyak).


Jaringan yang sel-sel penyusunnya rapat adalah
jaringan epidermis. Jaringan yang terdiri atas selsel mati dengan dinding sel tebal adalah jaringan
sklerenkim.
9. Jawaban: c
Parenkim penimbun merupakan jaringan parenkim
yang berfungsi menyimpan makanan cadangan
berupa gula, tepung, lemak, dan protein. Parenkim
penimbun dapat ditemukan pada batang tebu dan
umbi lapis bawang. Jaringan parenkim yang dapat
ditemukan pada daun padi adalah parenkim
asimilasi. Jaringan parenkim yang dapat ditemukan
pada batang kaktus adalah parenkim air. Jaringan
parenkim yang dapat ditemukan pada batang genjer
adalah parenkim udara (aerenkim).
10. Jawaban: a
Jaringan penguat atau jaringan penyokong terdiri
atas jaringan sklerenkim dan jaringan kolenkim.
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat
pada bagian tanaman yang sudah dewasa. Adapun
jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat
pada bagian tanaman yang masih muda. Jaringan
epidermis merupakan jaringan pelindung. Jaringan
parenkim merupakan jaringan dasar. Jaringan xilem
bersama dengan jaringan floem merupakan jaringan
pengangkut.
B. Uraian
1. Berdasarkan letaknya, jaringan embrional
(meristem) dibedakan menjadi tiga, yaitu meristem
apikal, meristem interkalar, dan meristem lateral.
a. Meristem apikal (meristem ujung), terdapat di
ujung akar atau ujung batang. Meristem apikal
menghasilkan pemanjangan akar dan batang
tumbuhan sehingga tanaman bertambah
tinggi.
b. Meristem interkalar (meristem antara),
terdapat di antara jaringan dewasa dan terdapat
di pangkal ruas batang.
c. Meristem lateral (meristem samping), terdapat
sejajar dengan permukaan organ tempat
ditemukannya, contoh kambium dan kambium
gabus (felogen).
2. Bagian yang ditunjuk oleh huruf X pada gambar
adalah serabut sklerenkim (serat sklerenkim).
Serabut sklerenkim memiliki struktur berupa
benang panjang dalam berkas pengangkut. Serabut
biasanya merupakan suatu seludang yang
berhubungan dengan berkas pengangkut atau
dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem dan
floem.

3. Derivat epidermis misal stomata dan trikomata.


a. Stomata (mulut daun), merupakan derivat
epidermis daun yang berfungsi sebagai tempat
pertukaran gas.
b. Trikomata, merupakan derivat epidermis yang
membentuk struktur beragam seperti rambut,
sisik, rambut kelenjar, dan tonjolan. Trikomata
berfungsi mengurangi penguapan, melindungi
dari predator, meneruskan rangsang, dan
membantu penyerbukan.
4. Jaringan kolenkim berfungsi menguatkan organorgan tumbuhan yang masih aktif mengadakan
pertumbuhan dan perkembangan. Ciri-ciri jaringan
kolenkim sebagai berikut.
a. Tersusun dari sel-sel hidup.
b. Umumnya dijumpai di bawah epidermis
batang, tangkai daun, tangkai bunga, ibu
tulang daun, dan buah.
c. Dinding selnya tidak mengandung lignin, tetapi
mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa.
5. Xilem berfungsi mengangkut air dan unsur hara
dari akar ke daun. Xilem terdiri atas unsur trakeal
(trakea dan trakeid), serabut xilem (serabut trakeid
dan serabut libriform), dan parenkim xilem.
a. Unsur trakeal, merupakan unsur yang berperan dalam pengangkutan air dan zat terlarut
di dalamnya. Sel trakeal berbentuk memanjang, tidak mengandung protoplas, dinding
sel berlignin, dan mempunyai bermacammacam lignin. Unsur trakeal terdiri atas trakea
dan trakeid. Trakea terdiri atas deretan sel
yang tersusun memanjang dengan ujung
berlubang dan bersambungan pada ujung dan
pangkalnya. Trakeid merupakan sel panjang
dengan ujung yang runcing tanpa ada lubang
sehingga pengangkutan berlangsung melalui
pasangan noktah pada dua ujung trakeid yang
saling menimpa.
b. Serabut xilem, merupakan sel panjang dengan
dinding sekunder yang biasanya berlignin.
Serabut lignin ada dua macam, yaitu serabut
trakeid dan serabut libriform. Serabut trakeid
mempunyai noktah terlindung, ukuran pendek,
dan dinding sel cenderung tipis. Serabut libriform memiliki ukuran yang lebih panjang,
dinding sel tebal, dan mempunyai noktah
sederhana.
c. Parenkim xilem, tersusun dari sel-sel yang
masih hidup, dijumpai pada xilem primer
maupun xilem sekunder. Parenkim xilem
berfungsi sebagai tempat makanan cadangan.

Biologi Kelas XI

19

Bagian yang ditunjuk oleh nomor 4 adalah jaringan


pengangkut yang terdiri atas xilem dan floem.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Jaringan penyusun batang dari dalam ke luar secara
berurutan adalah xilem, kambium, floem, korteks,
dan epidermis. Untuk lebih jelasnya perhatikan
gambar penampang melintang batang berikut.
Epidermis
Korteks
Endodermis
Perisikel
Empulur
Kambium
Floem
Xilem
Jari-jari empulur

2. Jawaban: c
Stele (silinder pusat) merupakan bagian terdalam
pada akar maupun batang tumbuhan. Stele
tersusun dari berbagai jaringan berikut.
a) Perisikel/perikambium, merupakan lapisan
terluar dari stele dan terletak di sebelah dalam
endodermis. Jaringan perisikel tersusun dari
sel-sel parenkim yang menebal.
b) Berkas pengangkut yang terdiri atas jaringan
xilem dan floem.
c) Empulur terdiri atas parenkim dan terletak di
bagian paling dalam atau di antara berkas
pengangkut.
Adapun epidermis merupakan jaringan pada akar
maupun batang yang berada paling luar dan berfungsi melindungi jaringan yang ada di dalamnya.
3. Bunga yang masih kuncup dilindungi oleh perhiasan
bunga yang disebut kelopak bunga. Kelopak bunga
tersusun dari jaringan dasar (parenkim) dan jaringan
pelindung (epidermis). Xilem dan floem merupakan
jaringan pengangkut yang tidak terdapat pada
kelopak bunga. Adapun kolenkim dan sklerenkim
merupakan jaringan penyokong tumbuhan yang
tidak terdapat pada kelopak bunga.
4. Jaringan pada daun yang dinding selnya mengalami
penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin adalah
epidermis. Epidermis daun terdiri atas dua bagian,
yaitu epidermis atas yang ditunjuk oleh nomor 1
dan epidermis bawah yang ditunjuk oleh nomor 5.
Bagian yang ditunjuk oleh nomor 2 dan 3 adalah
mesofil daun. Mesofil daun terdiri atas parenkim
palisade (nomor 2) dan parenkim spons (nomor 3).

20

Jaringan Tumbuhan

5. Bagian batang yang berfungsi mengangkut air dan


unsur hara dari tanah ke daun adalah xilem. Xilem
ditunjukkan oleh nomor 5. Nomor 1 menunjukkan
jaringan epidermis, nomor 2 menunjukkan jaringan
korteks, nomor 3 menunjukkan floem, dan nomor
4 menunjukkan endodermis.
6. Jaringan gabus terbagi menjadi dua, yaitu felem
dan feloderm. Felem adalah jaringan gabus yang
dibentuk oleh kambium gabus ke arah luar dan
terdiri atas sel-sel mati. Adapun feloderm adalah
jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus
ke arah dalam dan terdiri atas sel-sel hidup menyerupai parenkim.
7. Aktivitas jaringan kambium menyebabkan batang
pohon alpukat bertambah besar karena adanya
pertumbuhan sekunder. Pembentukan sel-sel baru
pada kambium mengakibatkan sel-sel korteks
terdesak ke arah epidermis. Epidermis dan
parenkim merupakan jaringan dewasa yang sudah
tidak mengalami pembelahan. Felogen merupakan
kambium gabus yang membentuk felem ke arah
luar dan feloderm ke arah dalam. Adanya jaringan
gabus yang dibentuk oleh kambium gabus
mengakibatkan gas tidak dapat masuk ke dalam
sel.
8. Cadangan air pada tanaman kaktus yang hidup di
gurun disimpan dalam jaringan parenkim. Jaringan
parenkim yang berfungsi untuk menyimpan
cadangan air disebut parenkim air. Parenkim air
umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup di
daerah kering (xerofit), tumbuhan yang hidup
menempel (epifit), dan tumbuhan sukulen.
Sklerenkim dan kolenkim merupakan jaringan
penyokong. Epidermis merupakan jaringan
pelindung. Palisade merupakan jaringan yang
berperan dalam fotosintesis.
9. Jaringan mesofil daun terdiri atas mesofil palisade
(jaringan tiang) dan mesofil spons (jaringan bunga
karang). Mesofil palisade (jaringan tiang) memiliki
bentuk sel yang panjang, tersusun rapat seperti
pagar, mengandung banyak klorofil sehingga
menjadi tempat utama terjadinya fotosintesis.
Adapun mesofil spons (jaringan bunga karang)
memiliki bentuk sel yang bulat, susunan selnya
tidak rapat sehingga terdapat rongga antarsel, dan
mengandung sedikit klorofil.

10. Pada batang tumbuhan Dicotyledoneae, kambium


terletak di antara xilem dan floem. Kambium
merupakan jaringan yang berperan dalam
pembentukan xilem ke arah dalam dan floem ke
arah luar. Silinder pusat merupakan bagian
terdalam dari batang. Jaringan xilem terletak di
sebelah dalam kambium. Jaringan floem terletak
di sebelah luar kambium. Antara korteks dan
silinder pusat terdapat endodermis. Empulur dan
jari-jari empulur merupakan bagian dari silinder
pusat.

4.

No.

Pembeda

2. Berdasarkan gambar tersebut, tipe susunan berkas


pengangkutnya disebut tipe kolateral terbuka atau
bikolateral. Tipe kolateral terbuka memiliki berkas
pengangkut dengan susunan beraturan dan
melingkar seperti cincin. Xilem terletak di dalam
kambium dan floem terletak di luar kambium
dengan ukuran yang seragam. Selain itu, di antara
xilem dan floem tidak ditemukan sarung berkas
pengangkut.
3. Jagung merupakan tumbuhan Monocotyledoneae.
Tumbuhan Monocotyledoneae memiliki batang
yang tersusun dari jaringan berikut.
a. Epidermis, berfungsi melindungi jaringan yang
ada dibawahnya.
b. Korteks, berfungsi menyimpan makanan
cadangan.
c. Xilem, berfungsi mengangkut air dan unsur
hara dari akar menuju daun.
d. Floem, berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
Pada batang tumbuhan Monocotyledoneae tidak
dijumpai adanya endodermis, empulur, dan
kambium.

Akar Kacang
Tanah

1.

Xilem

Berdekatan
dengan floem.

Berbentuk
bintang
di
pusat.

2.

Floem

Letaknya berdekatan dengan xilem dan


tidak dipisahkan oleh kambium.

Letaknya di
antara jari-jari
yang dibentuk
oleh xilem,
dipisahkan
oleh kambium.

3.

Empulur

Ada dan kadang-kadang


berkembang
menjadi sklerenkim.

Tidak ada atau


ada tetapi kecil.

4.

Perisikel

Hanya membentuk cabang


akar saja.

Membentuk
cabang akar
dan meristem
sekunder.

5.

Kambium

Tidak ada.

Ada.

B. Uraian
1. Benang sari terdiri atas tangkai sari dan kepala
sari. Tangkai sari tersusun dari jaringan parenkim
dan jaringan epidermis. Adapun kepala sari
mempunyai beberapa lapisan dinding sebagai
berikut.
a. Epidermis, merupakan lapisan terluar yang
berfungsi sebagai pelindung.
b. Endotesium, merupakan lapisan yang terletak
di sebelah dalam epidermis.
c. Lapisan tengah, merupakan lapisan yang
terletak di sebelah dalam endotesium dan terdiri
atas 23 lapis sel.
d. Tapetum, merupakan dinding terdalam dari
antera dan berkembang mencapai maksimum
pada saat terbentuk serbuk sari tetrad.

Akar Padi

5. Mesofil pada daun Dicotyledoneae terdiri atas


jaringan parenkim palisade (jaringan tiang) dan
jaringan parenkim spons (bunga karang). Kedua
jaringan tersebut mengandung klorofil, akan tetapi
klorofil pada parenkim palisade lebih banyak
dibandingkan pada parenkim spons. Parenkim palisade tersusun dari sel-sel yang rapat dan berbentuk
lonjong. Sementara itu, sel-sel penyusun parenkim
spons renggang sehingga banyak terdapat ronggarongga antarsel. Mesofil pada daun Monocotyledoneae hanya terdiri atas parenkim spons
(bunga karang).
6. a.

b.

Bagian-bagian pada gambar tersebut sebagai


berikut:
1. Rambut akar
2. Floem
3. Xilem
4. Silinder pusat
5. Tudung akar (kaliptra)
Bagian yang ditunjuk nomor 5 adalah tudung
akar. Tudung akar merupakan bagian akar
yang terletak paling ujung dan menutupi
jaringan meristem yang aktif membelah.
Tudung akar berfungsi melindungi sel-sel akar
dari kerusakan akibat pertumbuhan akar
secara terus-menerus menembus tanah.

7. Buah terdiri atas tiga bagian, yaitu lapisan luas,


lapisan tengah, dan lapisan dalam. Ketiga bagian
tersebut disebut perikarp.
a. Lapisan Luar (Eksokarp)
Lapisan luar buah disebut juga kulit buah.
Lapisan luar terdiri atas jaringan epidermis dan
hipodermis dengan dinding sel tebal.

Biologi Kelas XI

21

b.

c.

Lapisan Tengah (Mesokarp)


Lapisan tengah ini biasa disebut daging buah.
Lapisan tengah tersusun dari jaringan
parenkim.
Lapisan Dalam (Endokarp)
Lapisan dalam merupakan lapisan yang mengelilingi biji. Lapisan dalam biasanya tersusun
dari beberapa lapis jaringan epidermis dan
kadang terdiri atas jaringan sklerenkim.

8. Nomor 1 adalah jaringan epidermis yang berfungsi


melindungi jaringan lain yang ada di dalamnya.
Nomor 2 adalah stomata yang berfungsi sebagai
tempat pertukaran gas.
Nomor 3 adalah xilem yang berfungsi mengangkut
air dan zat hara dari dalam tanah.
Nomor 4 adalah floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
Nomor 5 adalah parenkim spons yang berfungsi
sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
9. Jaringan epidermis akar memiliki dinding sel yang
tipis sehingga mudah dilewati air. Epidermis akar
membentuk derivat rambut-rambut akar yang
berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
Jaringan epidermis batang memiliki dinding sel
yang tebal dilapisi kutikula, sehingga air atau benda

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Sel tumbuhan memiliki kemampuan untuk
beregenerasi menjadi tanaman lengkap karena
memiliki sifat totipotensi. Autonom merupakan sifat
sel tumbuhan yang dapat mengatur aktivitas
hidupnya sendiri. Pluripotensi adalah kemampuan
sel untuk dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis
sel dalam tubuh, tetapi tidak dapat membentuk
suatu organisme baru. Polipotensi/multipotensi
adalah kemampuan sel untuk dapat berdiferensiasi
menjadi beberapa jenis sel dewasa. Meristematik
adalah sifat jaringan muda pada tumbuhan yang
mampu membelah secara terus-menerus dan
belum mengalami diferensiasi.
2. Jawaban: d
Kultur jaringan tumbuhan merupakan cara
perbanyakan tumbuhan secara in vitro dengan cara
mengisolasi bagian-bagian tanamana seperti sel,
jaringan, atau organ tumbuhan serta menumbuhkannya pada medium secara aseptis (pengerjaannya di laboratorium) agar bagian-bagian tanaman
tersebut dapat memperbanyak diri dan berege22

Jaringan Tumbuhan

asing tidak dapat masuk melalui apidermis. Derivat


epidermis batang adalah lentisel yang berfungsi
untuk membantu pertukaran gas-gas dalam tubuh
tumbuhan. Jaringan epidermis daun terdiri atas dua
bagian, yaitu epidermis atas dan epidermis bawah.
Umumnya epidermis atas lebih tebal dibanding
epidermis atas karena dilapisi kutikula untuk
mencegah penguapan yang terlalu besar. Derivat
epidermis daun yaitu stomata, trikomata, dan sel
kipas. Stomata berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya pertukaran gas dari daun ke luar
tubuh tumbuhan. Trikomata berfungsi mengurangi
penguapan dan mengurangi gangguan predator. Sel
kipas berfungsi mengurangi penguapan dengan
menggulungnya daun, contohnya pada tanaman
jagung.
10. Pada saat mencangkok, bagian kulit luar hingga
kambium harus dihilangkan. Hal ini dilakukan untuk
mencegah kambium membentuk floem kembali.
Floem dihilangkan agar aliran zat-zat makanan dari
daun tidak dapat dialirkan ke bawah sehingga pada
sayatan atas akan terjadi penumpukan auksin dan
karbohidrat. Adanya penumpukan auksin dan
karbohidrat tersebut akan merangsang terbentuknya akar pada batang bagian atas sayatan.

nerasi menjadi tanaman utuh kembali. Tanaman


yang dihasilkan melalui kultur jaringan memiliki sifat
yang seragam dan identik dengan tanaman
induknya. Namun, perbanyakan melalui kultur
jaringan tumbuhan memerlukan biaya relatif besar
dan eksplan yang digunakan berupa bagian
tumbuhan yang masih hidup. Adapun in vivo
merupakan perbanyakan makhluk hidup di dalam
makhluk hidup lain, bukan dalam medium buatan.
3. Jawaban: d
Jaringan tumbuhan yang banyak digunakan dalam
kultur jaringan adalah jaringan yang bersifat
meristematis (embrional), yaitu sel-selnya aktif
membelah dan belum mengalami diferensiasi.
Stele, korteks, kolenkim, dan sklerenkim
merupakan jaringan dewasa yang sel-selnya sudah
berhenti membelah dan telah mengalami
diferensiasi.
4. Jawaban: d
Eksplan merupakan bagian kecil dari tanaman (sel,
jaringan, dan organ) yang digunakan dalam kultur
jaringan. Eksplan diambil dari bagian tumbuhan
yang bersifat meristematis. Sel merupakan unit

kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Kalus


merupakan massa sel yang tidak terorganisir hasil
proliferasi sel-sel in vitro sebagai respons terhadap
pelukaan (wounding). Plantlet merupakan hasil
kultur jaringan berupa tumbuhan yang berukuran
kecil dan siap untuk ditanam. Jaringan merupakan
kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi
sama.
5. Jawaban: c
Setelah terbentuk calon tumbuhan dilakukan
pemindahan ke medium yang baru. Tahapan ini
disebut subkultur. Subkultur bertujuan memenuhi
kebutuhan nutrisi bagi plantlet. Komposisi hormon
dalam medium yang baru biasanya berbeda
dengan komposisi hormon pada medium yang
digunakan sebelumnya.
6. Jawaban: e
Pemutih pakaian mengandung natrium hipoklorit
(NaClO). Bahan kimia tersebut berfungsi sebagai
desinfektan yang dapat membunuh kuman
sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi eksplan
secara kimia. Selain natrium hipoklorit bisa juga
digunakan larutan yang mengandung sodium
hipoklorit. Pembuatan medium tanam biasanya
menggunakan bahan agar-agar. Penanaman
eksplan dan subkultur membutuhkan media kultur
yang berisi unsur mikro dan makro. Aklimatisasi
biasanya menggunakan campuran tanah maupun
sekam yang dimasukkan ke dalam polybag atau
pot kecil.
7. Jawaban: a
Penanaman eksplan harus dilakukan di ruang
penanaman dan telah disterilkan terlebih dahulu
seperti Laminar Air Flow (LAF) atau entkas. Ruang
laboratorium terlalu besar untuk penanaman dan
memboroskan tempat dan bahan sterilisasi. Ruang
budi daya biasanya digunakan untuk aklimatisasi
plantlet sebelum ditanam di kebun.

pada medium. Arang aktif merupakan bahan


tambahan yang sering digunakan sebagai
campuran medium.
10. Jawaban: c
Pada tahap subkultur dilakukan pemindahan
eksplan yang telah tumbuh ke dalam medium
tanam yang baru. Hal ini dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan nutrisinya. Komposisi hormon dalam
medium tanam yang baru biasanya berbeda
dengan komposisi hormon pada medium yang
digunakan sebelumnya.
B. Uraian
1. Teknik kultur jaringan tumbuhan merupakan cara
perbanyakan tumbuhan secara in vitro dengan cara
mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel,
jaringan, atau organ tumbuhan serta menumbuhkannya pada medium secara aseptis (bebas hama)
agar bagian-bagian tanaman tersebut dapat
memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi
tanaman utuh. Jaringan tumbuhan merupakan
jaringan yang tersusun dari sel-sel yang
mempunyai kemampuan totipotensi yaitu
kemampuan sel tumbuhan untuk membelah,
memanjang, dan berdiferensiasi menjadi tanaman
lengkap kembali. Prinsip inilah yang menjadi dasar
pelaksanaan teknik kultur jaringan tumbuhan.
2. Pelaksanaan teknik kultur jaringan tumbuhan
mempunyai beberapa tujuan berikut.
a. Menghasilkan tanaman dalam jumlah yang
besar dengan lahan yang tidak terlalu luas dan
waktu yang singkat.
b. Menghasilkan tanaman yang bebas penyakit.
c. Melestarikan jenis tanaman langka.
d. Mempertahankan sifat-sifat tanaman induk.
e. Menghasilkan varietas tanaman baru dengan
kultur fusi protoplas.

8. Jawaban: e
Proses penyesuaian atau adaptasi plantlet
terhadap kondisi lingkungan yang baru disebut
aklimatisasi. Aklimatisasi dilakukan agar plantlet
beradaptasi dengan lingkungannya yang baru
dengan cara ditanam dalam polybag dan diletakkan
di tempat teduh. Seiring dengan pertumbuhannya,
intensitas cahaya yang mengenai tanaman hasil
kultur ditambah.

3. Bibit tanaman yang dihasilkan dari teknik kultur


jaringan harus diaklimatisasi sebelum ditanam di
lahan tanam. Aklimatisasi dilakukan agar bibit
tersebut beradaptasi dengan lingkungannya yang
baru. Bibit ditanam dalam pot kecil atau polybag
dan diletakkan di tempat teduh. Seiring dengan
pertumbuhannya, bibit secara perlahan-lahan
dipindahkan ke tempat yang langsung terkena
cahaya matahari. Pemeliharaan selanjutnya sama
dengan bibit yang dihasilkan dari biji.

9. Jawaban: d
Bahan yang sering digunakan sebagai bahan
pemadat yaitu medium agar, phytagel, dan gelrite.
Gula berfungsi sebagai zat organik yang ditambahkan pada medium. Air kelapa berfungsi sebagai
substansi organik kompleks yang ditambahkan

4. Teknik kultur jaringan memiliki beberapa kelebihan


berikut.
a. Bibit yang dihasilkan lebih sehat dan seragam.
b. Tidak memerlukan tempat luas.
c. Dapat menghasilkan bibit dalam jumlah
banyak dengan waktu singkat.

Biologi Kelas XI

23

d.

Tidak bergantung pada musim sehingga bisa


dilaksanakan sepanjang tahun.
Adapun kekurangan teknik kultur jaringan sebagai
berikut.
a. Memerlukan keahlian khusus.
b. Memerlukan biaya besar.
c. Memerlukan aklimatisasi ke lingkungan luar.
d. Harus dilakukan di ruangan steril.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Jaringan parenkim merupakan jaringan yang
dijumpai hampir di semua bagian tumbuhan
sehingga disebut jaringan dasar. Jaringan parenkim
terbentuk dari meristem dasar. Jaringan parenkim
terutama dijumpai pada kulit akar, kulit batang,
daging daun, daging buah, dan kelopak serta
mahkota bunga. Jaringan sklerenkim dijumpai pada
organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan epidermis
biasanya dijumpai di bagian luar tumbuhan karena
berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di
dalamnya. Jaringan xilem dan floem merupakan
jaringan tumbuhan yang melaksanakan fungsi
transpor atau pengangkutan zat.
2. Jawaban: e
Sel pengiring merupakan deretan sel yang hidup
dan menyerupai sel-sel parenkim. Sel pengiring
berperan dalam transpor zat makanan dan
merupakan salah satu penyusun jaringan floem.
Selain sel pengiring, floem tersusun dari sel tapis,
sel albumin, serabut floem, dan parenkim floem.
3. Jawaban: b
Ciri-ciri berkas pengangkut pada batang Monocotyledoneae sebagai berikut.
1) Tipe kolateral tertutup atau konsentris
amfivasal.
2) Tersusun tersebar.
3) Tidak ada parenkim floem.
4) Sarung berkas pengangkut jelas.
5) Ukuran semakin ke tengah semakin besar.
Tipe kolateral terbuka atau bikolateral dan terdapat
parenkim floem merupakan ciri-ciri berkas
pengangkut pada batang Dicotyledoneae.
4. Jawaban: e
Jaringan parenkim merupakan jaringan dewasa
yang terletak hampir di semua bagian tumbuhan.
Jaringan parenkim dibedakan menjadi lima macam
berdasarkan fungsinya berikut.

24

Jaringan Tumbuhan

5. Sterilisasi alat, bahan, dan ruangan yang digunakan dalam teknik kultur jaringan bertujuan untuk
menghindari kontaminasi mikrobia, seperti jamur
dan bakteri. Alat dan bahan yang digunakan
biasanya disterilkan menggunakan autoklaf.
Ruangan yang digunakan untuk penanaman dapat
berupa entkas atau Laminar Air Flow (LAF) yang
disterilkan menggunakan alkohol dan formalin.

1)

Parenkim asimilasi, bertugas memproduksi


makanan melalui proses fotosintesis.
2) Parenkim pengangkut, merupakan parenkim
yang terdapat di sekitar jaringan pengangkut
(xilem dan floem).
3) Parenkim penimbun, berfungsi menyimpan
makanan cadangan berupa gula, tepung,
lemak, dan protein.
4) Parenkim air, merupakan parenkim yang
terdapat pada tumbuhan xerofit dan epifit.
5) Parenkim udara, merupakan parenkim yang
terdapat pada tumbuhan yang hidup di air.
Jaringan yang berfungsi melindungi jaringan
tumbuhan yang lain adalah epidermis.
5. Jawaban: d
Jaringan bunga karang pada daun tumbuhan
Monocotyledoneae mengandung klorofil sehingga
berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis.
Jaringan yang berfungsi sebagai tempat pengangkutan air dan unsur hara adalah xilem. Jaringan
yang berfungsi sebagai tempat pengangkutan hasil
fotosintesis adalah floem. Jaringan yang berfungsi
sebagai pelindung jaringan lain pada daun adalah
epidermis. Jaringan epidermis pada daun juga
dapat mengalami modifikasi menjadi stomata.
Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.
6. Jawaban: c
Jaringan kolenkim adalah jaringan penyokong pada
tumbuhan yang mengalami penebalan tidak teratur
pada dinding selnya. Dinding sel pada jaringan
kolenkim mengalami penebalan sekunder oleh
selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Adapun lignin
merupakan zat yang ditemukan pada penebalan
dinding sel pada jaringan sklerenkim.
7. Jawaban: a
Jaringan pelindung tumbuhan terdiri atas jaringan
epidermis dan jaringan gabus (felogen). Aktivitas
felogen ke arah luar membentuk felem dan ke arah
dalam membentuk parenkim gabus (feloderm).
Felogen, felem, dan feloderm akan membentuk
jaringan kulit gabus (periderm). Floem merupakan

jaringan pengangkut pada tumbuhan. Lentisel


merupakan lubang-lubang kecil pada jaringan gabus
yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.
Parenkim merupakan jaringan dasar.

pengangkut yang tersusun dari sel-sel mati dan


mengalami penebalan sekunder oleh lignin.
Jaringan xilem berfungsi mengangkut air dan unsur
hara dari dalam tanah.

8. Jawaban: a
Jaringan pada gambar tersebut merupakan jaringan
parenkim (dasar). Jaringan dasar tersusun dari sel
hidup, sel-sel penyusunnya renggang sehingga
mempunyai banyak ruang antarsel, sel-selnya
berbentuk polihedral, dinding selnya tipis, dan
mempunyai vakuola besar untuk menyimpan
makanan cadangan.

14. Jawaban: b
Jaringan penyusun daun terdiri atas epidermis,
stomata, berkas pengangkut (xilem dan floem), dan
mesofil. Mesofil daun Monocotyledoneae hanya
tersusun dari parenkim spons. Adapun mesofil daun
Dicotyledoneae tersusun dari parenkim palisade
dan parenkim spons.

9. Jawaban: d
Endodermis merupakan pemisah antara korteks
dengan silinder pusat. Endodermis terdapat pada
tumbuhan Dicotyledoneae, contoh bunga sepatu
dan mangga serta pada tumbuhan Monocotyledoneae, contoh jagung. Adapun tumbuhan
Gymnospermeae tidak memiliki endodermis.
Contoh belinjo dan pinus.
10. Jawaban: c
Jaringan tumbuhan yang berfungsi mengangkut air
dan unsur hara dari akar ke daun adalah jaringan
xilem. Jaringan xilem memiliki komponen penyusun
berupa unsur trakeal (trakea dan trakeid) dan
serabut xilem (serabut trakeid dan libriform).
Adapun unsur kibral (sel-sel tapis dan komponen
buluh tapis) merupakan komponen penyusun
jaringan floem.
11. Jawaban: b
Gambar potongan memanjang ujung batang
tumbuhan tersebut adalah gambar meristem primer.
Meristem primer dibedakan menjadi meristem
dasar, protoderm, dan prokambium. Bagian ujung
batang yang diberi kode X tersusun dari jaringan
meristem dasar. Jaringan meristem dasar
merupakan jaringan yang banyak mengalami
pembelahan sel dan membentuk jaringan parenkim.
Protoderm merupakan bakal epidermis dan
prokambium merupakan bakal berkas pengangkut.
12. Jawaban: b
Daun merupakan organ yang berperan dalam
proses pembuatan makanan melalui proses
fotosintesis. Fotosintesis terjadi pada jaringan palisade dan jaringan spons karena mengandung
banyak klorofil. Jaringan epidermis merupakan
jaringan terluar daun yang berfungsi melindungi
jaringan di dalamnya. Jaringan floem dan xilem
merupakan jaringan pengangkut yang berfungsi
dalam transpor zat.
13. Jawaban: c
Jaringan tumbuhan yang ditunjuk huruf X adalah
xilem. Jaringan xilem merupakan jaringan

15. Jawaban: b
2,4-D (2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid) merupakan
auksin sintesis yang sering ditambahkan dalam
medium kultur jaringan. Selain 2,4-D, auksin
sintesis yang juga sering digunakan adalah NAA
(Naphtalenacetic Acid) dan IBA (Indole-3-Butyric
Acid). Adapun contoh sitokinin sintesis adalah
BAP (N6-Benzyl Amino Purine), sedangkan asam
absisat sintesis adalah ABA (Absisic Acid).
Hormon giberalin yang sering digunakan dalam
kultur jaringan yaitu GA3 (Gibberellic Acid). Hormon
etilen jarang digunakan dalam kultur jaringan.
16. Jawaban: b
Jaringan tumbuhan yang ditunjuk huruf P adalah
jaringan floem. Jaringan floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh
bagian tumbuhan. Jaringan yang berfungsi membentuk xilem ke arah dalam dan floem ke arah
luar adalah kambium pada tumbuhan Dicotyledoneae. Jaringan yang berfungsi mengangkut air
dan zat hara dari tanah adalah xilem. Jaringan yang
melindungi jaringan di bawahnya adalah epidermis.
Jaringan yang berfungsi menyimpan makanan
cadangan adalah korteks.
17. Jawaban: e
Jaringan parenkim (jaringan dasar) tersusun dari
sel-sel hidup dan berdinding tipis. Sel-sel penyusun
jaringan parenkim dapat bersifat embrional atau
meristematis karena dapat membelah diri dan
berdiferensiasi membentuk jaringan dengan fungsi
khusus. Dalam keadaan normal jaringan parenkim
dapat memperbanyak diri untuk memperbaiki
jaringan yang rusak. Jadi, berdasarkan kemampuan
sel-selnya untuk membelah diri inilah yang
menyebabkan jaringan parenkim dapat memperbanyak diri.
18. Jawaban: a
Jaringan mesofil pada daun tersusun dari jaringan
spons dan palisade. Jaringan spons tersusun dari
sel-sel yang bentuknya tidak teratur, susunannya
tidak rapat, dan di dalamnya terdapat berkas
pengangkut (xilem dan floem). Akibatnya, jaringan
spons memiliki banyak ruang antarsel. Jaringan
Biologi Kelas XI

25

palisade memiliki sel-sel yang tersusun rapat dan


bentuk selnya memanjang. Jaringan epidermis,
xilem, dan floem bukan jaringan mesofil daun.
19. Jawaban: a
Meristem interkalar merupakan meristem yang
terdapat di antara jaringan dewasa dan pangkal
ruas batang. Contoh tumbuhan yang memiliki
meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan
(Poaceae) dan rumput teki (Cyperaceae). Aktivitas
meristem interkalar menyebabkan pemanjangan
batang lebih cepat. Rumput teki tidak memiliki
meristem sekunder, meristem lateral, dan
kambium. Adapun meristem apikal merupakan
meristem yang terdapat pada ujung-ujung pokok
batang dan cabang, serta ujung akar.
20. Jawaban: a
Jaringan yang sel-selnya mengalami penebalan
dinding sel adalah jaringan penguat atau jaringan
penyokong. Jaringan penguat terdiri atas jaringan
sklerenkim dan jaringan kolenkim. Sklerenkim
memiliki ciri sel-sel penyusunnya merupakan sel
mati dan dinding selnya mengalami penebalan zat
lignin. Adapun kolenkim memiliki ciri sel-sel
penyusunnya merupakan sel hidup dengan
penebalan dinding sel dari selulosa.
21. Jawaban: e
Bagian akar yang ditunjuk oleh huruf X adalah
perisikel. Perisikel atau perikambium merupakan
lapisan terluar stele. Pada perkembangan
selanjutnya sel-sel perisikel yang terletak segaris
dengan xilem dapat bersifat meristematik kembali.
Sel-sel tersebut membelah ke arah luar dan membentuk cabang akar. Oleh karena pembentukan
cabang akar dimulai dari stele (pada lapisan
perisikel), pertumbuhan cabang akar bersifat
endogen (pertumbuhan dari dalam keluar). Jaringan
yang berfungsi membentuk felem dan feloderm
adalah kambium gabus. Jaringan yang berfungsi
mengangkut air dan unsur hara adalah xilem.
Jaringan yang berfungsi mengangkut hasil
fotosintesis adalah floem. Jaringan yang berfungsi
menyimpan makanan cadangan adalah korteks.
22. Jawaban: a
Klorenkim merupakan jaringan parenkim yang
mengandung klorofil sehingga pada jaringan ini
dapat berlangsung proses fotosintesis. Jaringan
klorenkim terdapat pada daun dan terdiri atas
parenkim palisade dan parenkim spons.
23. Jawaban: d
Sel-sel epidermis pada biji kapas dapat mengalami
modifikasi menjadi serat-serat kapas (gossypium)
yang merupakan bahan baku benang. Sel parenkim,
sklerenkim, kolenkim, dan meristem tidak dapat
mengalami modifikasi menjadi serat kapas.
24. Jawaban: e
Jaringan
26

Tumbuhan

Jaringan embrional (meristem) merupakan jaringan


muda yang sel-selnya aktif mengadakan pembelahan. Sel-sel meristem belum mengalami
diferensiasi dan spesialisasi fungsi. Jaringan yang
telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi
fungsi disebut jaringan permanen (dewasa).
Jaringan meristem terdapat pada ujung akar, ujung
batang, dan tunas-tunas samping. Adapun jaringan
yang dapat termodifikasi menjadi duri adalah
jaringan epidermis.
25. Jawaban: b
Jaringan yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah
jaringan parenkim. Jaringan parenkim juga disebut
sebagai jaringan dasar karena hampir setiap bagian
tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, dan
buah tersusun dari jaringan ini. Selain sebagai
jaringan dasar, jaringan parenkim juga berfungsi
sebagai jaringan penghasil dan penyimpan
makanan cadangan.
26. Jawaban: b
Nama Jaringan

Fungsi

a.

Epidermis

Melindungi jaringan yang


ada di bawahnya.

b.

Palisade

Melakukan fotosintesis.

c.

Xilem

Mengangkut air dan zat


hara dari dalam tanah.

d.

Floem

Mengangkut hasil fotosintesis.

e.

Bunga karang

Melakukan fotosintesis.

27. Jawaban: c
Jaringan xilem merupakan jaringan pengangkut
yang memiliki ciri-ciri berikut.
1) Unsur penyusun berupa unsur trakeal, serabut
xilem, dan parenkim xilem.
2) Berfungsi mengangkut air dan unsur hara dari
tanah.
3) Sel-sel penyusun berupa sel-sel mati.
4) Dinding selnya mengalami penebalan dan
mengandung lignin.
Jaringan pengangkut yang memiliki ciri-ciri unsur
penyusunnya berupa sel kibral, sel pengantar, dan
sel albumin serta berfungsi mengangkut hasil
fotosintesis adalah jaringan floem.
28. Jawaban: c
Setiap sel tumbuhan memiliki kemampuan untuk
beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap
kembali. Sifat sel tumbuhan ini disebut sifat
totipotensi. Prinsip inilah yang mendasari pelaksanaan teknik kultur jaringan.
29. Jawaban: e
Sel epidermis akar dapat mengalami modifikasi
menjadi rambut akar yang berfungsi untuk
memperluas bidang penyerapan. Perisikel yang

sejajar dengan xilem dapat berubah menjadi


meristematis dan membentuk cabang akar.
Jaringan kambium ke arah luar membentuk floem
dan ke arah dalam membentuk xilem. Lapisan terdalam korteks berdiferensiasi menjadi endodermis.
30. Jawaban: b
Prokambium adalah bakal berkas pengangkut.
Protoderm merupakan bakal epidermis. Meristem
apikal akan membentuk ujung organ tanaman atas
daun dan ujung akar. Tunas samping merupakan
bakal tunas yang ada di samping. Meristem dasar
akan berkembang menjadi jaringan dasar.
B. Uraian
1. Berdasarkan tipe struktur dan fungsi selya, jaringan
tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan
mersitem (embrional) dan jaringan permanen
(dewasa).
a. Jaringan meristem merupakan jaringan yang
masih aktif membelah dan belum mengalami
diferensiasi. Sel-sel penyusun jaringan meristem berukuran kecil, dinding sel tipis,
memiliki nukleus yang besar, mengandung
banyak sitoplasma, tidak memiliki ruang
antarsel, ada yang berbetuk bulat, lonjong, atau
kuboid, dan memiliki sifat totipotensi yang
tinggi.
b. Jaringan permanen merupakan jaringan yang
terdiri atas sel-sel yang sudah berhenti
membelah dan telah mengalami diferensiasi.
Jaringan permanen memiliki karakteristik
seperti tidak ada aktivitas pembelahan sel,
ukuran sel relatif lebih besar daripada sel-sel
meristematik, terdapat ruang antarsel, dinding
sel tebal, sitoplasma sedikit, dan dapat
dibedakan menjadi jaringan pelindung,
jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan
pengangkut.
2. Dinding sel endodermis pada akar mengalami
penebalan gabus yang disebut pita kaspari. Adanya
penebalan ini mengakibatkan tidak semua bagian
endodermis bisa dilalui air. Hanya bagian endodermis yang tidak mengalami penebalan suberin saja
yang bisa dilalui air. Sel ini disebut sel penerus.
Adanya sel penerus ini memungkinkan air dapat
sampai ke silinder pusat.
3. Tempurung kelapa memiliki struktur yang sangat
keras dan tebal karena mengandung sel sklereid
(sel batu) yang berkelompok. Sel sklereid sangat
keras karena dinding sel mengalami penebalan
sekunder oleh lignin. Sel sklereid termasuk penyusun jaringan penyokong sklerenkim.

4. Lingkaran tahun (annual ring) merupakan lingkaran


atau lapisan yang menunjukkan aktivitas
kambium, yaitu pada saat kambium melakukan
pembelahan dan pada saat kambium tidak
melakukan kegiatan. Lingkaran tahun berbentuk
lapisan melingkar berselang-seling berupa garis
dan berguna untuk memperkirakan umur pohon.
Lingkaran tahun hanya terdapat pada batang
tumbuhan Dicotyledoneae, salah satunya tanaman
beringin. Sel-sel kambium pada tanaman beringin
tumbuh dan membelah sepanjang hidupnya
sehingga batang tanaman tumbuh tinggi dan
membesar.
5. Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim
dibedakan menjadi lima macam, yaitu parenkim
asimilasi, parenkim pengangkut, parenkim
penimbun, parenkim air, dan parenkim udara.
a) Parenkim asimilasi, merupakan jaringan
parenkim yang bertugas memproduksi zat-zat
makanan melalui proses fotosintesis karena
mengandung klorofil. Parenkim asimiliasi
terdapat pada daun.
b) Parenkim pengangkut, merupakan jaringan
parenkim yang terletak di sekitar jaringan
pengangkut.
c) Parenkim penimbun, merupakan jaringan
parenkim yang berfungsi menyimpan makanan
cadangan. Parenkim penimbun terdapat pada
umbi, biji, dan akar.
d) Parenkim air, merupakan jaringan parenkim
yang berfungsi menyimpan air. Parenkim air
terdapat pada tumbuhan xerofit, epifit, dan
sukulen.
e) Parenkim udara (aerenkim), merupakan
jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan
udara. Parenkim udara dapat dijumpai pada
tanaman anggrek, teratai, dan genjer.
6.
No.

Pembeda

Xilem

Floem

1.

Sel-sel
penyusun

Sel-sel mati dengan


dinding sel yang tebal
tersusun dari lignin.

Sel-sel hidup dan selsel mati.

2.

Unsur-unsur
penyusun

Unsur-unsur trakeal
(trakea dan trakeid),
serabut xilem, dan
parenkim xilem

Sel tapis, sel pengiring,


sel albumin, parenkim
floem, dan serabut
floem.

3.

Fungsi

Mengangkut air dan


unsur hara dari akar ke
daun.

Mengedarkan zat-zat
makanan hasil fotosintesis dari daun ke
seluruh bagian tumbuhan.

7. Rambut akar merupakan modifikasi dari jaringan


epidermis akar yang berfungsi untuk memperluas
bidang penyerapan. Jika bentuk dan ukuran rambutrambut akar semakin besar, air dan mineral yang

Biologi Kelas XI

27

diserap dan ditampung juga semakin besar. Selain


itu, semakin panjang rambut-rambut akar, semakin
luas pula bidang penyerapan yang dimiliki oleh akar
tersebut.
8. Gambar yang diamati oleh Arumi merupakan
penampang melintang batang Dicotyledoneae.
Bagian-bagian yang ditunjuk pada gambar sebagai
berikut.
Nomor 1 adalah jaringan epidermis yang berfungsi
melindungi jaringan yang ada di dalamnya.
Nomor 2 adalah jaringan korteks yang berfungsi
menyimpan makanan cadangan.
Nomor 3 adalah jaringan endodermis yang
berfungsi mengatur masuknya air ke dalam berkas
pengangkut.
Nomor 4 adalah kambium yang berfungsi
memperbesar diameter batang.
Nomor 5 adalah floem yang berfungsi mengangkut
hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian
tumbuhan.
Nomor 6 adalah xilem yang berfungsi mengangkut
air dan unsur hara dari tanah.
9. Ciri-ciri jaringan palisade sebagai berikut.
a. Terletak di bawah epidermis atas daun.
b. Tersusun dari sel-sel berbentuk silinder yang
tersusun rapat.
c. Mengandung banyak klorofil sehingga berfungsi sebagai tempat utama berlangsungnya
fotosintesis.
Ciri-ciri jaringan spons sebagai berikut.
a. Terletak di atas epidermis bawah daun.
b. Tersusun dari sel-sel yang bentuknya tidak
teratur serta susunan selnya renggang.
c. Mengandung klorofil yang lebih sedikit jika
dibandingkan dengan jaringan palisade.
d. Terdapat berkas pengangkut (xilem dan floem)
di dalamnya.

28

Jaringan Tumbuhan

10. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam teknik


kultur jaringan sebagai berikut.
a. Tahapan persiapan dan sterilisasi eksplan
Tahap persiapan dilakukan dengan pembuatan
medium tanam dan sterilisasi alat. Medium
tanam berupa medium agar yang ditambahkan
unsur mineral makro, mineral mikro, vitamin,
dan zat pengatur tumbuh. Medium harus
disterilkan menggunakan uap panas bertekanan tertentu dan waktu tertentu agar
aseptis. Alat yang digunakan untuk sterilisasi
medium dan peralatan disebut autoklaf.
Selanjutnya, dilakukan pengambilan eksplan
dari tanaman yang sehat.
b. Tahapan inokulasi
Pada tahap ini dilakukan penanaman eksplan
dalam ruang penanaman yang telah disterilkan. Eksplan disterilkan menggunakan larutan
NaClO, dipotong-potong kecil, kemudian
ditanam dalam media tanam. Selanjutnya,
eksplan dalam medium kultur ini dipelihara
dalam ruangan aseptis yang terkontrol suhu
dan pencahayaannya.
c. Tahap subkultur
Pada tahap ini dilakukan pemindahan eksplan
yang telah tumbuh ke dalam medium tanam
yang baru. Komposisi hormon dalam medium
tanam yang lama biasanya berbeda dengan
komposisi hormon pada medium yang
digunakan untuk subkultur.
d. Tahap aklimatisasi
Aklimatisasi dilakukan agar plantlet beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Plantlet ditanam dalam polybag atau pot kecil
dan diletakkan di tempat yang teduh. Seiring
dengan pertumbuhannya, intensitas cahaya
yang mengenai tanaman hasil kultur ditambah.
Setelah bibit hasil kultur jaringan beradaptasi,
bibit ditanam pada lingkungan alamiahnya.

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1. mengidentifikasi jaringan pada hewan;
2. memahami teknologi yang berkaitan dengan jaringan hewan; serta
3. menggunakan mikroskop dengan benar.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap keteraturan dan kompleksitas struktur jaringan yang diciptakan Tuhan;
2. berperilaku teliti, cermat, memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, terbuka, dan kritis;
3. menghargai kerja kelompok.

Materi

Jaringan Penyusun Organ pada Hewan


Teknologi yang Berkaitan dengan Jaringan Hewan

Kegiatan Psikomotorik

Pembelajaran Kognitif

Struktur dan fungsi jaringan epitel.


Struktur dan fungsi jaringan pengikat.
Struktur dan fungsi jaringan otot.
Struktur dan fungsi jaringan saraf.
Teknologi yang berkaitan dengan jaringan hewan.

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan epitel.


Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan pengikat.
Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan otot.
Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan saraf.
Menjelaskan teknologi yang berkaitan dengan jaringan
hewan (stem cell).

Melakukan pengamatan struktur jaringan otot polos, otot


lurik, dan otot jantung menggunakan mikroskop.

Keterampilan yang Dikuasai


Mengamati struktur jaringan otot polos, otot lurik, dan
otot jantung menggunakan mikroskop dengan benar.
Menyajikan hasil pemanfaatan teknologi stem cell melalui
media power point dengan benar.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Mengidentifikasi struktur, letak, dan fungsi jaringan pada hewan.


Mengidentifikasi teknologi yang berkaitan dengan jaringan hewan (stem cell).
Mensyukuri dan mengagumi kompleksitas makhluk hidup ciptaan Tuhan.
Mengembangkan perilaku teliti, cermat, objektif, jujur, dan mau bekerja sama dalam
melakukan percobaan.

Biologi Kelas XI

29

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Ciri-ciri jaringan epitel sebagai berikut.
1) Berfungsi untuk absorpsi dan proteksi atau
sebagai kelenjar.
2) Sel-sel epitel terikat oleh zat pengikat (semen)
sehingga hampir tidak ada ruangan antarsel.
3) Sel-sel epitel melekat pada lamina basalis
yang berfungsi mengikat jaringan dengan
bagian yang ada di bawahnya.
Adapun, jaringan yang berfungsi untuk melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain adalah
jaringan pengikat. Jaringan yang mempunyai
struktur serat-serat terutama kolagen yang padat
adalah jaringan pengikat padat.
2. Jawaban: b
No.

Nama Jaringan

Gambar Jaringan

Letak

a.

Epitel kubus
selapis

Kelenjar air liur,


retina mata, dinding
ovarium, dan saluran
dalam refron ginjal

b.

Epitel silindris
selapis

Kantong empedu,
rahim, dan saluran
pencernaan

c.

Epitel pipih berlapis

Kulit, rongga mulut,


esofagus, dan anus

d.

Epitel silindris
berlapis semu

Rongga hidung dan


trakea

e.

Epitel silindris
berlapis

Lapisan konjungtiva,
laring, faring, dan
uretra

3. Jawaban: c
Gambar pada soal menunjukkan jaringan epitel
pipih selapis yang berfungsi sebagai pelapis
bagian dalam rongga dan saluran serta sebagai
tempat difusi dan infiltrasi zat. Penghasil mucus
untuk menangkap benda asing yang masuk
merupakan fungsi jaringan epitel silindris selapis
bersilia. Tempat pembuatan, penyimpanan, dan
sekresi zat-zat kimia merupakan fungsi jaringan
epitel kelenjar. Proteksi, sekresi, difusi, dan
absorpsi zat merupakan fungsi jaringan epitel
silindris selapis. Penahan regangan dan tekanan
merupakan fungsi jaringan epitel transisional.

30

Jaringan Hewan

4. Jawaban: d
Sel-sel penyusun jaringan pengikat beserta
fungsinya terdapat dalam tabel berikut.
Sel Penyusun
Jaringan Pengikat
1. Sel mast
2. Makrofag
3. Fibroblas
4. Sel lemak
5. Sel darah putih

Fungsi
Menghasilkan substansi heparin
dan histamin (S).
Membantu proses pinositosis dan
fagositosis (T).
Menyintesis dan menyekresikan
protein pada serabut (P).
Menyimpan lemak (Q).
Melawan patogen penyebab
penyakit (R)

5. Jawaban: a
Ciri-ciri jaringan seperti pada soal menunjukkan
ciri-ciri jaringan tulang rawan fibrosa. Tulang
rawan elastis mempunyai serabut elastis dan
serabut kolagen, warna matriks keruh kekuningkuningan, terletak pada epligotis dan daun telinga,
serta berfungsi untuk memberi fleksibilitas dan
sebagai penyokong. Tulang rawan hialin mempunyai serabut kolagen yang halus, matriks
berwarna putih kebiru-biruan, serta berfungsi
memberi kekuatan dan menyokong rangka
embrionik. Sementara itu, tulang kompak dan
tulang spons termasuk jaringan tulang keras.
6. Jawaban: a
Persamaan antara otot polos dengan otot jantung
adalah bekerja secara involunter (di luar
kehendak), kontraksi ototnya tidak mudah lelah,
dan letak nukleusnya di tengah. Jumlah nukleus
pada otot polos hanya satu, sedangkan pada otot
jantung jumlahnya bisa satu atau banyak. Diskus
interkalaris hanya terdapat pada otot jantung.
Bentuk sel otot polos seperti gelendong, bagian
tengah besar, dan ujungnya runcing. Bentuk sel
otot jantung adalah silindris atau serabut pendek
dan bercabang-cabang.
7. Jawaban: b
Gambar pada soal menunjukkan jaringan otot
lurik. Jaringan otot lurik mempunyai ciri-ciri yaitu
termasuk otot sadar karena bekerja di bawah
kehendak, kontraksi ototnya cepat dan mudah
lelah, jumlah nukleusnya banyak di tepi, serta
tidak mempunyai diskus interkalaris.

8. Jawaban: b
Otot lurik melekat pada rangka, misal lidah, bibir,
kelopak mata, dan diafragma. Otot polos terletak
pada alat-alat tubuh bagian dalam, misal pada
pembuluh darah, pembuluh limfa, kandung kemih,
dan saluran pernapasan. Otot jantung terdapat
pada organ jantung.
9. Jawaban: c
Warna matriks keruh kekuning-kuningan, serta
banyak ditemukan pada epiglotis, daun telinga,
dan bronkiolus merupakan ciri-ciri jaringan
kartilago elastis. Sementara itu, jaringan kartilago
hialin mempunyai warna matriks putih kebirubiruan, serta ditemukan pada ujung tulang keras,
cakra epifisis, dan persendian. Jaringan kartilago
fibrosa mempunyai warna matriks gelap dan
keruh, serta ditemukan pada simfisis pubis, ruasruas tulang belakang, dan persendian. Jaringan
epitel silindris selapis ditemukan pada kantong
empedu, usus, dan saluran pencernaan. Jaringan
epitel pipih selapis ditemukan pada alveolus paruparu, ruang jantung, dan bagian dalam telinga.
10. Jawaban: d
Bagian yang ditunjuk oleh huruf P adalah nodus
Ranvier. Nodus Ranvier merupakan bagian akson
yang tidak tertutup oleh selubung mielin.
11. Jawaban: b
No.

Nama Jaringan

Fungsi

a.

Jaringan
kelenjar

epitel

Membuat, menyimpan, dan


menyekresikan zat-zat kimia

b.

Jaringan tulang
rawan

Melicinkan permukaan tulang


dan sendi

c.

Jaringan pengikat

Melekatkan suatu jaringan


dengan jaringan lain

d.

Jaringan otot

Melakukan pergerakan pada


organ tubuh atau bagian tubuh

e.

Jaringan
penutup

Melapisi permukaan tubuh


dan jaringan lainnya

epitel

12. Jawaban: d
Bagian yang ditunjuk dengan tanda X adalah sel
darah merah (eritrosit). Eritrosit berfungsi mengangkut oksigen dan karbon dioksida dalam darah.
Mengangkut sari makanan dan hormon merupakan fungsi plasma darah. Membantu dalam
proses pembekuan darah merupakan fungsi
trombosit. Melawan bibit penyakit dan melindungi
tubuh dari benda asing yang masuk dalam tubuh
merupakan fungsi leukosit.
13. Jawaban: a
Berdasarkan kemampuannya berdiferensiasi, sel
induk dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1)

Totipoten adalah sel induk yang dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel, misalnya zigot dan morula.
2) Pluripoten adalah sel induk yang dapat berdiferensiasi menjadi tiga lapisan germinal
(ektoderm, mesoderm, dan endoderm) tetapi
tidak dapat menjadi jaringan ekstra embrionik,
misalnya sel induk embrio.
3) Multipoten adalah sel induk yang dapat berdiferensiasi menjadi jenis sel tertentu yang
tidak jauh berbeda dari sel induk, misalnya
sel induk hemopoetik yang terdapat pada
sumsum tulang.
4) Unipoten adalah sel induk yang berdiferensiasi menjadi satu jenis sel. Contohnya
sel emitrosit progenitor.
Sementara immortal merupakan sifat dari sel
induk embrio. Immortal berarti dapat berumur
panjang sehingga bisa memperbanyak diri
ratusan kali pada media kultur.
14. Jawaban: d
Sel induk embrio mempunyai sifat sebagai berikut.
(1) Pluripoten berarti sel induk mampu berdiferensiasi menjadi sel-sel yang merupakan
turunan dari tiga lapis germinal.
(2) Immortal berarti dapat berumur panjang.
(3) Mempunyai kariotipe yang normal.
(4) Bersifat tumorigenik berarti setiap kontaminasi dengan sel yang tidak berdiferensiasi
dapat menimbulkan kanker.
(5) Bersifat allogenik berarti berpotensi menimbulkan terjadinya penolakan imunitas.
15. Jawaban: b
Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang
menyerang fungsi atau struktur tubuh, terutama
pada usia lanjut. Contoh penyakit degeneratif
antara lain strok, parkinson, dan alzheimer.
Sementara itu, nyeri sendi, diabetes, dan lupus
termasuk penyakit autoimun. Penyakit autoimun
terjadi akibat respons imun yang berlebihan oleh
sel imun abnormal sehingga menyerang sel-sel
tubuh itu sendiri.
B. Uraian
1. Jaringan utama penyusun organ tubuh hewan
sebagai berikut.
a. Jaringan epitel, tersusun dari sel-sel yang
saling terikat oleh zat pengikat yang kuat
sehingga hampir tidak ada ruang antarsel.
Jaringan epitel berfungsi melindungi tubuh
dari luka serta berperan penting dalam proses
absorpsi dan proteksi.

Biologi Kelas XI

31

Jaringan pengikat, berfungsi melekatkan suatu


jaringan dengan jaringan lain, membungkus
organ-organ, mengisi rongga di antara organorgan, dan menghasilkan imunitas.
c. Jaringan otot, tersusun dari sel-sel otot dan
berfungsi melakukan pergerakan pada
berbagai bagian tubuh. Kemampuan otot
untuk berkontraksi disebabkan oleh adanya
serabut kontraktil yang tersusun dari filamen
aktin dan miosin.
d. Jaringan saraf, terdiri atas sel-sel saraf yang
disebut neuron. Neuron berfungsi merespons
perubahan lingkungan, membawa impulsimpuls saraf ke pusat saraf atau sebaliknya,
dan bereaksi aktif terhadap rangsang.
2. Alasan rongga suatu saluran dilapisi jaringan epitel
karena jaringan epitel terdiri atas kumpulan selsel yang sangat rapat susunannya sehingga
membentuk suatu lembaran. Oleh karena bentuknya lembaran, jaringan epitel dapat mempermudah
transportasi atau lewatnya molekul-molekul dari
saluran yang satu ke saluran yang lain.
3. Jaringan tulang rawan yang terdapat pada cakra
epifisis adalah jaringan tulang rawan hialin.
Ciri-ciri jaringan tulang rawan hialin sebagai
berikut.
a. Serabut kolagennya halus.
b. Warna matriksnya putih kebiru-biruan dan
tembus cahaya.
c. Berfungsi untuk memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong
bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu pergerakan persendian.
4. Jaringan darah termasuk jaringan pengikat
khusus karena berasal dari jaringan mesenkim.
Jaringan darah terdiri atas plasma darah dan selsel darah. Plasma darah berupa cairan. Sel-sel
darah terdiri atas eritrosit, leukosit, dan trombosit.
Fungsi jaringan darah sebagai berikut.
a. Mengangkut sari makanan, O2, dan hormon
ke sel-sel tubuh.
b. Mengangkut zat sisa dan CO2 dari sel-sel tubuh.
c. Mengatur suhu tubuh.
d. Melawan bibit penyakit.
e. Menutup luka dengan pembekuan darah.

32

Jaringan Hewan

5. Secara skematis struktur neuron sebagai berikut.


Akson

Nukleus
Badan sel

Nodus Ranvier

Bagian yang
bermielin

Dendrit
Mielin

Akson

Fungsi bagian-bagian neuron sebagai berikut.


a. Badan sel saraf, mengandung inti sel dan
sitoplasma (neuroplasma). Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi
sebagai penyedia energi untuk membawa
rangsangan.
b. Dendrit, yaitu serabut-serabut yang merupakan penjuluran sitoplasma. Umumnya neuron
mempunyai banyak dendrit yang berukuran
pendek. Dendrit berfungsi membawa impuls
ke badan sel saraf.
c. Neurit atau akson, berfungsi membawa impuls
meninggalkan badan sel saraf. Akson dikelilingi
oleh sel Schwann dan diselubungi oleh selaput
neurilema. Sebelah dalam neurilema terdapat
selubung mielin. Bagian akson yang tidak
tertutup oleh selubung mielin disebut nodus
Ranvier.
6. Serabut-serabut yang menyusun matriks pada
jaringan pengikat yaitu serabut kolagen, serabut
elastin, dan serabut retikuler.
a. Serabut kolagen
Serabut ini berwarna putih, bersifat sangat
liat dan ulet, serta paling banyak ditemukan
dalam tubuh. Contohnya pada tendon.
b. Serabut elastin
Serabut ini berwarna kuning, lebih halus dari
serabut kolagen, dan bersifat elastin. Contohnya pada bantalan lemak, pembuluh darah,
dan ligamen.
c. Serabut retikuler
Serabut paling halus dan bercabang-cabang
membentuk jala. Contohnya yaitu jaringan
pada sistem saraf.

7. Pinositosis adalah peristiwa pemasukan zat cair ke


dalam sel. Pada proses ini, cairan akan dimasukkan ke sel termasuk zat-zat yang larut di dalamnya.
Zat-zat tersebut antara lain protein, asam amino,
dan ion-ion. Sementara fagositosis adalah peristiwa
pemasukan zat padat ke dalam sel. Proses
fagositosis dapat dijumpai pada sel metazoa
sebagai usaha untuk mempertahankan diri dari
benda asing, seperti bakteri dan debu.
8. Dalam proses penyembuhan luka, sel utama yang
terlibat adalah fibroblas. Fibroblas merupakan sel
yang banyak ditemukan pada jaringan pengikat
yang berproliferasi. Pada tahap ini, fibroblas akan
memproduksi kolagen yang banyak. Pada saat
jaringan mengalami keradangan, maka fibroblas
bermigrasi ke arah luka untuk memperbaiki
jaringan yang rusak.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Jaringan epitel yang terdapat pada saluran dalam
nefron ginjal adalah jaringan epitel kubus selapis
yang ditunjukkan oleh gambar pilihan e. Gambar
pilihan a adalah jaringan epitel kubus berlapis,
misal terdapat pada kelenjar keringat dan ovarium.
Gambar pilihan b adalah jaringan epitel silindris
selapis, misal terdapat pada dinding dalam
lambung dan kantong empedu. Gambar pilihan
c adalah jaringan epitel silindris selapis bersilia,
misal terdapat pada trakea dan dinding dalam
oviduk. Gambar pilihan d adalah jaringan pipih
selapis, misal terdapat pada alveolus paru-paru
dan ruang jantung.
2. Jawaban: e
Jaringan epitel silindris berlapis semu melindungi
rongga hidung (4) dan trakea (5). Pembuluh darah
dilindungi oleh jaringan epitel pipih selapis.
Ovarium dilindungi oleh jaringan epitel kubus
berlapis. Kantong empedu dilindungi oleh jaringan
epitel silindris selapis.
3. Jawaban: b
Kelenjar endrokin merupakan kelenjar yang tidak
memiliki saluran pengeluaran. Hasil sekresinya
langsung masuk ke cairan jaringan dan ke
pembuluh darah. Kelenjar ini disebut juga dengan
kelenjar buntu. Kelenjar ini berfungsi untuk
menyekresikan hormon. Sebagai contoh adalah
kelenjar timus, kelenjar adrenal, dan kelenjar
tiroid. Sementara itu, memiliki saluran pengeluaran merupakan ciri kelenjar eksokrin.

9. Stem cell merupakan sel yang belum berdiferensiasi


tetapi mempunyai potensi sangat tinggi untuk
berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang
berbeda di dalam tubuh. Stem cell berfungsi sebagai
sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh
yang rusak demi kelangsungan hidup suatu
organisme.
10. Stem cell dari orang ke orang lain sering mengalami
kegagalan karena tubuh resipien segera bereaksi
menolaknya. Penolakan tersebut dikarenakan sel
yang dikembangkan dalam tubuh resipien dianggap sebagai benda asing. Oleh karena itu,
penolakan tersebut akan dilawan dengan antibodi
resipien.

4. Jawaban: c
Jaringan epitel yang melapisi permukaan saluran
sekresi kelenjar ludah dan kelenjar susu adalah
jaringan epitel silindris berlapis. Jaringan epitel
silindris berlapis ditunjukkan pada gambar pilihan
c. Pilihan a menunjukkan gambar jaringan epitel
pipih berlapis, berfungsi sebagai proteksi dan
penghasil mucus. Pilihan b menunjukkan gambar
jaringan epitel kubus berlapis, berfungsi sebagai
proteksi dan penghasil mucus. Pilihan d
menunjukkan gambar jaringan epitel silindris
selapis, berfungsi sebagai pelapis bagian dalam
rongga dan saluran, serta tempat difusi dan
infiltrasi zat. Pilihan e menunjukkan gambar
jaringan epitel kubus selapis, berfungsi sebagai
proteksi, absorpsi, dan sekresi (penghasil lendir
atau mucus).
5. Jawaban: a
Gambar pada soal adalah jaringan epitel
transisional. Jaringan ini menyusun beberapa
organ yaitu kandung kemih, ureter, dan pelvis
ginjal. Sementara itu, jaringan epitel silindris selapis
menyusun dinding dalam lambung, kantong
empedu, rahim, dan saluran pernapasan. Jaringan
epitel silindris berlapis menyusun lapisan
konjungtiva, dinding dalam kelopak mata, laring,
faring, dan uretra. Jaringan epitel kubus selapis
menyusun kelenjar air liur, retina mata, dan saluran
dalam nefron ginjal. Jaringan epitel kubus berlapis
menyusun kelenjar keringat, kelenjar minyak,
ovarium, dan buah zakar.

Biologi Kelas XI

33

6. Jawaban: c
Ciri-ciri jaringan pengikat longgar sebagai berikut.
a) Tersusun dari serat-serat yang longgar.
b) Matriks berupa cairan lendir (mucus).
c) Pada matriks terdapat berkas serabut
kolagen yang fleksibel, tetapi tidak elastis.
d) Terdapat di sekitar pembuluh darah, saraf,
dan organ dalam tubuh.
e) Berfungsi sebagai medium penyokong,
pengisi ruang di antara organ, dan mengelilingi
elemen-elemen jaringan lain.
Adapun jaringan yang terdapat pada tendon dan
lapisan di bawah kulit adalah jaringan pengikat
padat. Sementara itu, warna matriks kebiru-biruan
dan tembus cahaya serta berfungsi membantu
pergerakan persendian merupakan ciri-ciri dari
jaringan tulang rawan hialin.
7. Jawaban: a
Sel-sel penyusun jaringan pengikat sebagai
berikut.
1) Fibroblas, berfungsi menyintesis dan
menyekresikan protein pada serabut.
2) Makrofag, berfungsi dalam proses pinositosis
dan fagositosis.
3) Sel mast, berfungsi menghasilkan substansi
heparin dan histamin. Heparin berfungsi
mencegah pembekuan darah dan histamin
berfungsi meningkatkan permeabilitas darah.
4) Sel lemak, berfungsi menyimpan lemak.
5) Sel darah putih, berfungsi melawan patogen
penyebab penyakit.
8. Jawaban: e
Di antara dua saluran Havers dihubungkan oleh
saluran Volkman. Lakuna adalah rongga yang
terdapat pada tulang. Di dalam lakuna terdapat
osteosit. Osteosit adalah sel tulang yang terbentuk
dari osteoblas. Kanalikuli berfungsi sebagai
penghubung antara lakuna satu dengan lakuna
yang lain.
9. Jawaban: c
Ciri-ciri kartilago hialin (tulang rawan hialin)
sebagai berikut.
1) Serabut kolagen yang halus.
2) Warna matriks putih kebiru-biruan dan
tembus cahaya.
3) Terletak pada ujung tulang keras, cakram
epifisis, persendian, dan saluran pernapasan.
4) Berfungsi memberi kekuatan, menyokong
rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu
pergerakan persendian.

34

Jaringan Hewan

Adapun kartilago elastis mempunyai serabut


elastis dan serabut kolagen serta matriks
berwarna keruh kekuning-kuningan. Kartilago
fibrosa mempunyai serabut kolagen yang halus
dan warna matriks putih kebiru-biruan serta
tembus cahaya. Tulang kompak dan tulang spons
termasuk tulang padat.
10. Jawaban: a
Jaringan limfa (getah bening) merupakan suatu
cairan yang dikumpulkan dari berbagai jaringan
dan kembali ke aliran darah. Komponennya
berupa limfosit dan granulosit. Fungsi jaringan
limfa adalah mengangkut cairan jaringan, protein,
lemak, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem
peredaran. Adapun, mengangkut sari makanan,
O2, dan hormon ke sel-sel tubuh, mengangkut zat
sisa dan CO2 dari sel-sel tubuh, serta menutup
luka dengan pembekuan darah merupakan fungsi
jaringan darah. Memberi fleksibilitas dan sebagai
penyokong merupakan fungsi tulang rawan
fibrosa.
11. Jawaban: e
Keterangan dari gambar sebagai berikut.
1 = Lakuna
2 = Pembuluh darah
3 = Kanal pusat
4 = Osteosit
5 = Kanalikuli
12. Jawaban: a
Kandung kemih tersusun dari otot polos. Ciri-ciri
otot polos yaitu bentuk seperti gelendong dan
ujungnya meruncing, bekerja di luar kehendak
(otot tidak sadar), serta jumlah inti sel satu di
tengah. Sementara, berbentuk silindris, bekerja
di bawah kehendak, dan jumlah inti sel banyak di
tepi merupakan ciri-ciri otot lurik. Otot lurik
misalnya terdapat pada pipi dan lidah. Berbentuk
silindris, bekerja di luar kehendak, dan jumlah inti
sel satu atau banyak di tengah merupakan ciriciri otot jantung. Otot jantung terdapat pada
organ jantung.
13. Jawaban: e
Daging yang biasa kita konsumsi merupakan
jaringan otot lurik yang menempel pada tulang.
Jadi, daging merupakan contoh jaringan otot.
Contoh jaringan tulang rawan adalah ruas-ruas
tulang belakang, cakra epifisis, dan daun telinga.
Contoh jaringan ikat longgar adalah pembuluh
darah dan saraf. Contoh jaringan ikat padat adalah
tendon dan lapisan di bawah kulit.

14. Jawaban: c
Ciri-ciri jaringan otot lurik adalah berbentuk
silindris atau serabut panjang, bekerja menurut
kehendak (1), kontraksi otot cepat dan mudah
lelah (5), jumlah inti sel satu di tepi atau pinggir
(6), letaknya melekat pada rangka, serta tidak
mempunyai diskus interkalaris. Adapun, sel
berbentuk silindris dan bercabang-cabang, serta
bekerja di luar kehendak merupakan ciri-ciri
jaringan otot jantung. Jumlah inti sel satu di tengah
merupakan ciri jaringan otot polos.
15. Jawaban: d
Gambar pada soal adalah jaringan otot jantung.
Jaringan otot jantung mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut.
1) Bentuk sel silindris atau serabut pendek dan
bercabang-cabang.
2) Inti sel banyak di tengah.
3) Aktivitas di luar kehendak (otot tidak sadar).
4) Kontraksi bersifat kuat dan berirama.
5) Terdapat sinsitium.
6) Terdapat diskus interkalaris.
Adapun mudah lelah, termasuk otot sadar, inti sel
di tepi, dan kontraksi otot cepat tetapi tidak teratur
merupakan ciri-ciri jaringan otot lurik.
16. Jawaban: e
Jaringan saraf tersusun dari sel-sel saraf yang
disebut neuron. Neuron berfungsi menghantarkan
impuls-impuls ke pusat saraf atau sebaliknya.
Jaringan ini merupakan bagian dari sistem
koordinasi dengan sistem saraf pusat berada di
otak dan medula spinalis. Adapun nefron adalah
satuan unit fungsional ginjal.
17. Jawaban: c
Keterangan gambar sebagai berikut.
P = Nukleus
Q = Selubung mielin
R = Badan sel
18. Jawaban: d
Akson berfungsi menghantarkan impuls dari
badan sel menuju sel yang lain. Akson memiliki
struktur panjang dan dilapisi oleh selubung mielin.
Selubung mielin berfungsi untuk melindungi akson
dan memberi nutriea kepada akson.
19. Jawaban: b
Sinapsis adalah titik petemuan antara ujung akson
yang satu dengan ujung akson yang lain. Bagian ini
befungsi meneruskan rangsang ke sel saraf yang
lain dengan cara mengeluarkan neurotransmiter.
Neurilema adalah selubung akson bagian luar.

Dendrit berfungsi membawa impuls ke badan sel


saraf. Nodus Ranvier adalah bagian akson yang
tidak tertutup oleh selubung mielin. Adapun selubung
mielin adalah selubung akson bagian dalam.
20. Jawaban: a
Neuron aferen (sensorik) berfungsi untuk
menyampaikan rangsang dari reseptor ke sistem
saraf pusat. Adapun menyampaikan impuls dari
sistem saraf pusat ke efektor merupakan fungsi
neuron eferen (motorik). Membawa impuls
meninggalkan badan sel saraf merupakan fungsi
neurit atau akson. Menyampaikan impuls ke neuron motorik merupakan fungsi neuron asosiasi.
Membawa impuls ke badan sel saraf merupakan
fungsi dendrit.
21. Jawaban: a
Bagian yang bertanda huruf S pada soal
menunjukkan permukaan dinding lambung.
Permukaan dinding lambung tersusun dari
jaringan epitel silindris selapis, yang berfungsi
sebagai lapisan pelindung (proteksi) dan
penghasil lendir atau mucus (sekresi). Jaringan
epitel kubus selapis terletak di dinding ovarium,
retina mata, dan saluran dalam nefron ginjal.
Jaringan epitel silindris berlapis semu terletak di
rongga hidung dan trakea. Jaringan epitel
transisional terletak di kandung kemih,
ureter, dan pelvis ginjal. Jaringan epitel kubus
berlapis terletak di kelenjar keringat, kelenjar
minyak, ovarium, dan buah zakar.
22. Jawaban: b
Kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang memiliki
saluran pengeluaran untuk mengeluarkan hasil
sekresinya. Kelenjar ini berfungsi untuk membantu metabolisme dan komunikasi. Contoh
kelenjar eksokrin antara lain kelenjar laktin (susu),
kelenjar keringat, kelenjar submaksilaris pada
rahang bawah, dan kelenjar fundus pada dinding
lambung. Sementara itu, kelenjar pituitari, kelenjar
adrenal, dan kelenjar paratiroid merupakan contoh
kelenjar endokrin karena tidak memiliki saluran
pengeluaran.
23. Jawaban: b
Gambar pada soal adalah alveolus paru-paru.
Alveolus paru-paru disusun oleh jaringan epitel
pipih selapis, yang digambarkan pada pilihan b.
Gambar pilihan a adalah jaringan epitel kubus
selapis. Gambar pilihan c adalah jaringan epitel
silindris selapis. Gambar pilihan d adalah jaringan
pipih berlapis. Gambar pilihan e adalah jaringan
epitel transisional.

Biologi Kelas XI

35

24. Jawaban: a
Bahan dasar matriks terdiri atas asam mukopolisakarida. Komponen utama asam mukopolisakarida yaitu asam hialuronat dan sulfat
(kondroitin sulfat). Jika kandungan asam
hialuronat dalam matriks semakin banyak, matriks
akan semakin lentur. Jika kandungan sulfat dalam
matriks semakin meningkat, matriks menjadi
semakin kaku. Sementara itu, heparin dan
histamin merupakan hasil produksi dari sel mast
(sel penyusun jaringan pengikat). Kolagen
merupakan jenis serabut penyusun matriks.
25. Jawaban: c
Berdasarkan ciri-ciri tersebut jaringan epitel I
adalah epitel kubus selapis. Jaringan epitel II
adalah epitel pipih berlapis. Sementara itu,
jaringan epitel pipih selapis mempunyai bentuk
sel pipih, sitoplasma jernih, dan inti sel bulat
berada di tengah. Jaringan epitel silindris selapis
mempunyai bentuk sel seperti silindris, sitoplasma
jernih atau berbutir-butir, dan inti sel bulat berada
di dekat dasar. Jaringan epitel kubus berlapis
mempunyai sel berbentuk kubus dan disusun
lebih dari satu lapis sel. Jaringan epitel silindris
berlapis mempunyai bentuk seperti silindris,
disusun lebih dari satu lapis sel, dan lapisannya
selalu basah.
26. Jawaban: e
Sel penyusun jaringan tulang keras adalah
osteosit. Sel penyusun jaringan tulang rawan
adalah kondrosit. Osteon merupakan nama lain
dari tulang keras. Kartilago merupakan nama lain
dari tulang rawan. Lakuna merupakan rongga kecil
tempat berada osteosit dan kondrosit. Kanalikuli
merupakan penghubung antara osteosit satu
dengan osteosit yang lain.
27. Jawaban: c
Bagian sel saraf yang berfungsi sebagai pusat
pengendali kegiatan sel adalah nukleus. Nukleus
terletak di dalam badan sel. Neurit atau akson
berfungsi membawa impuls meninggalkan badan sel
saraf. Dendrit berfungsi membawa impuls ke badan
sel saraf. Sel Schwann merupakan sel yang
mengelilingi akson. Nodus Ranvier merupakan
bagian akson yang tidak tertutup oleh selubung mielin.
28. Jawaban: d
Pada jaringan tulang keras dan tulang rawan selselnya menempati lakuna (rongga) yang tersusun
secara konsentris. Sementara itu, sel-sel jaringan
otot dan jaringan epitel tidak terletak di dalam lakuna.

36

Jaringan Hewan

29. Jawaban: d
Beberapa sifat sel induk sebagai berikut.
1) Totipoten yaitu sel induk yang dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel.
2) Pluripoten yaitu sel induk yang dapat berdiferensiasi menjadi tiga lapisan germina.
3) Multipoten yaitu sel induk yang dapat berdiferensiasi menjadi jenis sel tertentu yang
tidak jauh berbeda dengan sel induk.
4) Unipoten yaitu sel induk yang dapat berdiferensiasi menjadi satu jenis sel.
30. Jawaban: a
Unipoten adalah sel induk yang hanya dapat
berdiferensiasi menjadi satu jenis sel. Contohnya
sel eritrosit progenitor hanya mampu berdiferensiasi menjadi sel darah merah. Sel induk
dewasa merupakan jenis sel induk berdasarkan
asalnya jaringan. Zigot dan morula merupakan
contoh sel induk bersifat totipoten. Sel induk
embrio merupakan contoh sel induk bersifat
pluripoten. Sel induk saraf merupakan contoh sel
induk bersifat multipoten.
B. Uraian
1. Jenis-jenis jaringan epitel simpleks beserta letak
dan fungsinya sebagai berikut.
a. Epitel pipih selapis, terletak di kapsul
Bowman, lapisan dalam pembuluh darah dan
limfa, alveolus paru-paru, ruang jantung,
serta selaput bagian dalam telinga. Fungsi
jaringan ini sebagai pelapis bagian dalam
rongga dan saluran, serta tempat difusi dan
infiltrasi zat.
b. Epitel kubus selapis, terletak di kelenjar air liur,
retina mata, dinding ovarium, dan saluran dalam
nefron ginjal. Jaringan ini berfungsi sebagai
proteksi, absorpsi, dan penghasil lendir.
c. Epitel silindris selapis, terletak di dalam
dinding lambung, usus, kantong empedu,
rahim, saluran pernapasan bagian atas, dan
saluran pencernaan. Jaringan ini berfungsi
sebagai proteksi, sekresi, difusi, dan absorpsi
zat.
d. Epitel silindris selapis bersilia, terletak di
dalam rongga hidung, trakea, bronkus, dan
dinding dalam oviduk. Jaringan ini berfungsi
sebagai penghasil mucus untuk menangkap
benda asing yang masuk.
e. Epitel silindris berlapis semu, terletak di
rongga hidung dan trakea. Jaringan ini
berfungsi sebagai proteksi, sekresi, dan
gerakan gas.

2. a.

b.
3. a.

b.

4. a.
b.
c.

5. a.

b.

c.

Huruf P adalah kelenjar keringat dan huruf Q


adalah kelenjar minyak. Kelenjar-kelenjar
tersebut disusun oleh jaringan epitel kubus
berlapis.
Jaringan epitel kubus berlapis berfungsi
sebagai proteksi dan penghasil mucus.
Jaringan pengikat longgar mempunyai ciriciri sebagai berikut.
1) Mempunyai susunan serat yang longgar.
2) Matriksnya berupa cairan lendir (mucus).
3) Pada matriks terdapat berkas serabut
kolagen yang fleksibel, tetapi tidak
elastis.
4) Terdapat di sekitar pembuluh darah,
saraf, dan organ dalam tubuh.
5) Berfungsi sebagai medium penyokong,
pengisi ruang di antara organ, dan
mengelilingi elemen-elemen jaringan
lain.
Jaringan pengikat padat mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut.
1) Mempunyai struktur serat-serat terutama
kolagen yang padat.
2) Dibedakan menjadi jaringan pengikat
padat teratur dan jaringan pengikat padat
tidak teratur. Jaringan pengikat padat
teratur memiliki berkas kolagen yang
tersusun teratur ke satu arah. Jaringan
pengikat padat tidak teratur mempunyai
berkas kolagen yang menyebar membentuk anyaman kasa yang kuat.
3) Terletak pada tendon dan lapisan di
bawah kulit.
Organ yang ditunjuk oleh huruf X adalah
kerongkongan (esofagus). Esofagus
disusun oleh jaringan epitel pipih berlapis.
Jaringan epitel pipih berlapis berfungsi
sebagai proteksi dan penghasil mucus.
Selain di esofagus, jaringan epitel pipih
berlapis terletak di kulit, rongga mulut, laring,
vagina, anus, dan rongga hidung.
Serabut kolagen merupakan serabut
penyusun matriks yang berwarna putih,
bersifat sangat liat dan ulet, serta paling
banyak ditemukan dalam tubuh.
Histamin merupakan hasil produksi sel mast
(sel penyusun jaringan pengikat) yang berfungsi untuk meningkatkan permeabilitas
darah.
Saluran Volkman merupakan saluran penghubung antara dua saluran Havers.

d.

Makrofag merupakan sel penyusun jaringan


pengikat yang mempunyai bentuk sel tidak
teratur, umumnya terletak dekat pembuluh
darah, serta berfungsi dalam pinositosis dan
fagositosis.
6. Bahan dasar matriks pada jaringan pengikat terdiri
atas asam mukopolisakarida. Komponen utama
asam mukopolisakarida yaitu asam hialuronat dan
sulfat (kondroitin sulfat). Kedua komponen
tersebut yang menyebabkan matriks lentur dan
kaku. Faktor-faktor yang menjadi kelenturan
matriks yaitu adanya asam hialuronat. Apabila
kandungan asam hialuronat dalam matriks
semakin banyak, matriks akan bersifat semakin
lentur. Sementara itu, apabila kandungan sulfat
dalam matriks semakin banyak, matriks bersifat
kaku.
7. a.

Gambar pada soal menunjukkan jaringan


kartilago fibrosa.
b. Ciri-ciri jaringan kartilago fibrosa sebagai
berikut.
1) Memiliki serabut kolagen yang padat dan
kasar.
2) Warna matriks gelap dan keruh.
3) Terletak pada ruas-ruas tulang belakang,
simfisis pubis, dan persendian.
4) Berfungsi untuk menyokong dan melindungi
bagian di dalamnya.
c. Bagian yang bernomor 1 adalah kondroblas.
Bagian nomor 2 adalah berkas serabut putih.
Bagian nomor 3 adalah lakuna. Bagian nomor
4 adalah matriks kondrin.
8. Pembagian jaringan adiposa tersebut didasarkan
pada komponen penyusunnya. Jaringan adiposa
dibagi menjadi jaringan adiposa cokelat dan
jaringan adiposa putih. Jaringan adiposa cokelat
tersusun dari sel-sel adiposa multilokular yang
mengandung banyak unit sel lemak dan berukuran
kecil. Adapun jaringan adiposa putih tersusun dari
sel-sel adiposa unilokular yang mengandung satu
unit sel lemak yang berukuran besar.
9. a. Penyakit Autoimun
Penyakit ini terjadi akibat respons imun yang
berlebihan oleh sel imun abnormal. Oleh
karena itu, penyakit tersebut menyerang selsel tubuh itu sendiri. Contohnya lupus, nyeri
sendi, dan diabetes tipe 1.
b. Penyakit Degeneratif
Penyakit ini merupakan penyakit yang
menyerang fungsi atau struktur tubuh, terutama pada lanjut usia. Contohnya stroke
Parkinson, dan Alzheimer.

Biologi Kelas XI

37

c.

Penyakit Kanker
Prinsip terapi stem cell pada penyakit kanker
sama dengan penyakit autoimun.

10. Berdasarkan sumber asalnya sel, stem cell


dibedakan menjadi sel induk embrio dan sel induk
dewasa.
a. Sel induk embrio (Embrionic Stem Cell)
Sel induk embrio adalah sel induk yang
diperoleh dari embrio pada fase blastosit
(57 menjadi sel induk embrio dan sel induk
dewasa) hari setelah pembuahan). Pada fase
blastosit, massa sel bagian dalam me-

38

Jaringan Hewan

b.

ngelompok dan mengandung sel-sel


embrionik. Sel-sel tersebut mampu berkembang menjadi semua jenis sel seperti selsel darah, sel-sel otot, sel-sel hati, dan selsel ginjal.
Sel induk dewasa (Adult Stem Cell)
Sel induk dewasa adalah sel induk atau sel
punca yang diperoleh dari tubuh orang yang
bersangkutan. Sel induk dewasa ditemukan
di antara sel-sel lain yang berdiferensiasi
dalam suatu jaringan yang telah mengalami
maturasi.

A. Pilihan Ganda
1.

2.

Jawaban: d
Saat dilakukan pengamatan menggunakan
mikroskop, pada sel tumbuhan tampak adanya
bagian sel yang terlihat kaku. Bagian tersebut
adalah dinding sel yang tersusun dari selulosa,
hemiselulosa, dan lignin. Dinding sel berfungsi
menjaga dan memberi dukungan bagi sel,
melindungi selaput plasma, serta memelihara
keseimbangan sel dari tekanan. Adanya dinding
sel juga menyebabkan tumbuhan memiliki bentuk
tetap. Menyintesis protein merupakan fungsi
ribosom. Menghasilkan tenaga merupakan fungsi
mitokondria. Mengendalikan aktivitas sel
merupakan fungsi inti sel (nukleus). Adapun
organel sel yang berfungsi mengkonversi energi
matahari menjadi energi kimia adalah kloroplas.
Jawaban: a
Organel sel yang berfungsi sebagai tempat
respirasi seluler adalah mitokondria. Membran
dalam mitokondria membentuk tonjolan-tonjolan
(krista). Krista berfungsi untuk memperluas
permukaan penyerapan oksigen. Selain itu, bagian
dalam mitokondria berisi cairan (matriks) yang
mengandung enzim pernapasan, DNA, RNA, dan
protein. Hal tersebut yang mendukung mitokondria
sebagai tempat respirasi seluler. Pada gambar
tersebut mitokondria ditunjukkan oleh nomor 1.
Sementara itu, organel sel yang ditunjukkan oleh
nomor 2 adalah nukleus yang berfungsi sebagai
pengatur pembelahan sel, pengendali seluruh
kegiatan sel, dan pembawa informasi genetik.
Organel sel yang ditunjukkan nomor 3 adalah
sentriol yang berfungsi dalam proses pembelahan
sel. Nomor 4 adalah retikulum endoplasma kasar.
Retikulum endoplasma kasar berfungsi untuk
menampung protein hasil sintesis ribosom yang
menempel pada permukaannya, serta untuk
transportasi molekul. Adapun organel sel yang
ditunjukkan nomor 5 adalah badan Golgi yang
berfungsi untuk menerima dan memodifikasi
senyawa-senyawa yang disintesis oleh retikulum
endoplasma.

3.

Jawaban: d
Bakteri termasuk organisme prokariotik sehingga
tidak memiliki membran inti. Ini artinya bakteri
hanya memiliki DNA, plasmid, membran sel,
ribosom, dinding sel, sitoplasma, dan mesosom.
Bakteri tidak memiliki organel bermembran
termasuk badan Golgi.

4.

Jawaban: a
Bagian sel yang diamati siswa berupa cairan dan
berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi
metabolisme adalah sitoplasma. Sebagian besar
penyusun sitoplasma adalah air (mencapai 80%).
Dalam sitoplasma terdapat juga bahan-bahan
kimia, vitamin, gelatin, organel, substansi genetik,
dan sitoskeleton.

5.

Jawaban: a
Transpor pasif merupakan perpindahan ion,
molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan
energi untuk melewati membran plasma.
Perpindahan molekul tersebut terjadi secara
spontan mengikuti gradien konsentrasi yaitu dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Selain
itu, transpor pasif dapat terjadi melalui protein
saluran pada membran sel dan dipengaruhi oleh
muatan listrik di dalam sel.

6.

Jawaban: a
Ekor berudu semakin lama akan menghilang
karena sel-sel pada ekor berudu yang sudah tidak
dikehendaki akan dicerna secara autofagi. Oleh
karena itu, pada ekor berudu mengandung banyak
organel yang berperan dalam pencernaan intrasel
yaitu lisosom. Lisosom merupakan organel sel
yang berperan dalam melakukan pencernaan
intraseluler karena di dalamnya berisi enzim-enzim
hidrolitik (lisozim) seperti enzim protease, lipase,
nuklease, fosfatase, dan enzim pencerna yang lain.
Sementara itu, fagosom merupakan kantong yang
terbentuk saat terjadi proses fagositosis. Saat
partikel asing masuk ke dalam sel maka membran
akan membungkus partikel tersebut membentuk
fagosom. Selanjutnya, fagosom akan berfusi
dengan lisosom yang berisi enzim-enzim pencerna
untuk mencerna partikel asing tersebut. Glioksisom
berperan dalam metabolisme asam lemak dan
sebagai tempat terjadinya siklus glioksilat.

Biologi Kelas XI

39

Peroksisom berperan dalam oksidasi substrat


menghasilkan H2O2 yang selanjutnya dipecah
menjadi H 2 O dan O 2 . Adapun badan Golgi
berfungsi untuk membentuk kantong sekresi dan
tempat sintesis polisakarida.
7. Jawaban: d
Pada bakteri terdapat dua lapisan pelindung yaitu
dinding sel dan membran plasma. Dinding sel
terletak paling luar, sedangkan membran plasma
berada di sebelah dalam. Membran plasma
tersusun dari lapisan lipid dan lapisan protein.
Lapisan lipid terdiri atas fosfolipid, glikolipid, dan
sterol. Adapun lapisan protein pada membran
tersusun dari glikoprotein yang membentuk lapisan
protein perifer dan protein integral. Selulosa
merupakan komponen penyusun dinding sel.
Glukosa merupakan molekul yang keluar masuk sel,
glukosa bukan komponen penyusun membran sel.
8. Jawaban: b
Susunan seperti rangka pada struktur sel
dinamakan sitoskeleton. Bagian ini mempunyai
beberapa fungsi berikut.
1) Memisahkan kromosom pada saat pembelahan sel kemudian membelah menjadi
dua.
2) Mengatur transportasi organel intraseluler
dan mengangkut material dari satu tempat
ke tempat yang lain.
3) Mendukung/menyokong membran plasma.
4) Menggerakkan sel, contohnya sel sperma
mampu berenang/bergerak serta fibroblas
dan sel darah putih yang mampu bergerak
di permukaan.
5) Memberikan kekuatan mekanik.
6) Mengatur pertumbuhan dinding sel tumbuhan
dan mengontrol bentuk sel eukariotik.
Adapun mengontrol siklus sel merupakan fungsi
nukleus.
9. Jawaban: b
Organel sel pada gambar adalah mitokondria.
Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi
seluler untuk menghasilkan tenaga (ATP).
Mitokondria banyak ditemukan pada bagian sel
yang melakukan banyak aktivitas karena
membutuhkan banyak tenaga. Sebagai contoh sel
otot yang berperan untuk menggerakkan tubuh.
10. Jawaban: b
Protein penyusun membran plasma dibedakan
menjadi dua yaitu protein perifer dan protein
integral. Protein integral merupakan protein yang
menembus lapisan membran plasma ditunjukkan
oleh nomor 1. Sementara itu, protein perifer
merupakan protein yang berada di permukaan

40

Ulangan Tengah Semester

lapisan membran plasma ditunjukkan oleh


nomor 4 dan 5.
Nomor 2 = glikolipid
Nomor 3 = filamen sitoskeleton
Nomor 6 = bagian kepala dari lipid
Nomor 7 = fosfolipid
11. Jawaban: a
Transpor molekul melalui membran ada dua
macam, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.
Transpor pasif merupakan perpindahan molekul
tanpa menggunakan energi/ATP karena mengalir
mengikuti gradien konsentrasi dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi rendah. Transpor pasif ada
dua jenis yaitu difusi dan osmosis. Difusi dibagi
menjadi dua, yaitu difusi terfasilitasi dan difusi
sederhana. Difusi terfasilitasi menginduksi
perubahan konformasi protein transmembran, di
mana protein akan membuka dan menutup untuk
memasukkan dan mengeluarkan molekul-molekul
tertentu. Adapun difusi sederhana tidak
melibatkan penggunaan protein transmembran
karena molekul melewati fosfolipid untuk keluar
masuk sel. Transpor aktif merupakan perpindahan
molekul dengan melawan gradien konsentrasi
sehingga membutuhkan energi/ATP. Transpor
aktif meliputi pompa natrium-kalium serta
endositosis dan eksositosis. Endositosis
merupakan proses pemasukan zat ke dalam sel,
sedangkan eksositosis merupakan proses
pengeluaran zat dari dalam sel ke luar sel.
12. Jawaban: c
Transpor aktif meliputi pompa natrium-kalium,
endositosis, dan eksositosis. Pompa natriumkalium merupakan transpor yang melibatkan
pertukaran ion natrium dan ion kalium di dalam
dan luar sel. Endositosis merupakan proses
pemasukan zat ke dalam sel. Endositosis dibagi
menjadi dua macam yaitu fagositosis (memakan
benda padat) serta pinositosis (memakan benda
cair). Adapun eksositosis merupakan proses
pengeluaran zat dari dalam ke luar sel. Gambar
pada soal menunjukkan proses eksositosis.
13. Jawaban: e
1) Gambar A menunjukkan sel hewan yang
berada dalam larutan hipotonik sehingga sel
mengalami lisis.
2) Gambar B menunjukkan sel hewan yang
berada dalam larutan hipertonik sehingga sel
mengalami krenasi.
3) Gambar C menunjukkan sel tumbuhan yang
berada dalam larutan hipotonik sehingga
tekanan turgor semakin besar dan kloroplas
terdesak mendekati dinding sel.

4)

5)

Gambar D menunjukkan sel tumbuhan yang


berada dalam larutan isotonik sehingga
tekanan di dalam dan di luar sel sama
(normal).
Gambar E menunjukkan sel tumbuhan yang
berada dalam larutan hipertonik sehingga sel
mengalami plasmolisis.

14. Jawaban: b
Jaringan yang sudah ada sejak tumbuhan masih
embrio adalah promeristem. Promeristem akan
berkembang menjadi protoderm (bakal epidermis),
prokambium (bakal berkas pengangkut), dan
meristem dasar (bakal parenkim). Perkembangan
promeristem ini membentuk meristem primer.
Berdasarkan asalnya, selain meristem primer
terdapat juga meristem sekunder. Meristem
sekunder merupakan jaringan dewasa yang telah
terhenti pertumbuhannya.
15. Jawaban: c
Pertumbuhan sekunder dibentuk oleh kambium
vaskular dan kambium gabus sehingga diameter
batang bertambah besar. Pertumbuhan sekunder
hanya terjadi pada tumbuhan Dicotyledoneae.
16. Jawaban: e
Jaringan penguat pada tumbuhan digunakan
untuk memperkukuh tubuh tumbuhan. Jaringan
penguat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
Jaringan yang memberikan dukungan fleksibelitas
adalah jaringan kolenkim. Jaringan kolenkim
dinding selnya tidak mengandung lignin, tetapi
mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa.
Jaringan kolenkim berfungsi sebagai penguat
pada organ-organ tumbuhan yang masih muda
atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak. Jaringan
kolenkim merupakan penguat utama organ-organ
tumbuhan yang masih aktif mengadakan
pertumbuhan dan perkembangan. Sementara itu,
jaringan sklerenkim memiliki dinding yang tebal
dan kuat karena mengandung lignin. Epidermis
merupakan jaringan yang terdapat di permukaan
tumbuhan, berfungsi melindungi jaringan yang
ada di bawahnya. Jaringan parenkim merupakan
jaringan dasar yang terletak hampir di semua
bagian tubuh tumbuhan. Kambium merupakan
bagian dari berkas pengangkut yang memisahkan
xilem dan floem. Kambium berfungsi untuk
pertumbuhan sekunder batang tumbuhan.
17. Jawaban: e
Tumbuhan dapat mengalami pertumbuhan tinggi
dan membesar. Pertumbuhan membesar dapat
diketahui oleh adanya peningkatan diameter
batang pohon. Peningkatan diameter batang

pohon disebabkan oleh adanya pertumbuhan


sekunder akibat aktivitas kambium vaskular.
Pembentukan sel-sel baru pada kambium
mengakibatkan sel-sel korteks terdesak ke arah
epidermis sehingga diameter batang pohon
bertambah besar. Empulur merupakan sel-sel
parenkim di antara berkas pengangkut yang
hanya ada pada batang muda. Empulur akan
menghilang saat tumbuhan dewasa. Kolenkim
merupakan jaringan yang berfungsi untuk memperkukuh tubuh tumbuhan. Epidermis merupakan
lapisan terluar jaringan yang berfungsi melindungi
jaringan di bawahnya. Adapun meristem apikal
merupakan meristem yang menyebabkan
pertumbuhan ke atas dan ke bawah sehingga
tumbuhan dapat bertambah tinggi.
18. Jawaban: b
Urutan jaringan pada batang Dicotyledoneae dari
luar ke pusat adalah epidermis, korteks,
endodermis, perisikel, floem, dan xilem.
Perhatikan gambar berikut.
Epidermis
Korteks
Endodermis
Perisikel
Empulur
Kambium
Xilem
Floem
Jari-jari empulur

19. Jawaban: c
Perisikel merupakan lapisan terluar dari stele dan
terletak di sebelah dalam endodermis. Perisikel
tersusun dari sel-sel parenkim yang menebal.
Perisikel berfungsi untuk membentuk cabang akar
dan pertumbuhan sekunder. Bagian yang
merupakan perkembangan dari meristem dasar
adalah parenkim. Bagian yang terletak di antara
xilem dan floem adalah kambium. Bagian yang
mengatur pergerakan material ke dalam jaringan
vaskular adalah endodermis. Adapun bagian yang
terletak di sebelah dalam epidermis adalah korteks.
20. Jawaban: b
Jaringan epidermis merupakan jaringan yang
terdapat di permukaan organ tumbuhan.
Beberapa sel epidermis terdeferensiasi membentuk stomata yang dapat membuka dan
menutup untuk pertukaran gas. Pada permukaan
daun, jaringan epidermis dilapisi oleh kutikula
yang berfungsi melindungi daun dari penguapan
air yang berlebihan. Adapun jaringan palisade dan
jaringan spons merupakan bagian dari jaringan
mesofil yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

Biologi Kelas XI

41

21. Jawaban: a
Epidermis akar dapat mengalami modifikasi/
berdiferensiasi menjadi rambut akar yang
berfungsi memperluas permukaan penyerapan
air. Perisikel yang sejajar dengan xilem dapat
berubah menjadi meristematis dan membentuk
cabang akar. Jaringan kambium terdapat di antara
xilem dan floem. Jaringan kambium mengalami
pertumbuhan ke arah luar membentuk floem dan
ke arah dalam membentuk xilem. Korteks
merupakan bagian yang terletak di bawah
epidermis. Lapisan terdalam korteks akan
terdiferensiasi menjadi endodermis.
22. Jawaban: d
Keterangan gambar pada soal sebagai berikut.
1 = epidermis, merupakan lapisan terluar yang
berfungsi sebagai pelindung.
2 = empulur, bagian yang terdapat di pusat stele
batang.
3 = floem, merupakan berkas pengangkut yang
tersusun pada lingkaran kambium ke arah
luar.
4 = kambium, terletak pada stele membentuk
lingkaran di antara xilem dan floem.
5 = xilem, merupakan berkas pengangkut yang
tersusun pada lingkaran kambium ke arah
dalam.
23. Jawaban: b
Jaringan yang berfungsi sebagai tempat utama
berlangsungnya fotosintesis adalah jaringan
palisade karena mengandung banyak klorofil.
Jaringan palisade ditunjukkan oleh nomor 2.
Nomor 1 adalah jaringan epidermis berfungsi
untuk melindungi jaringan yang ada di bawahnya.
Nomor 3 adalah berkas pembuluh yang terdiri
atas xilem, kambium, dan floem yang berperan
dalam transportasi zat-zat. Nomor 4 adalah
jaringan bunga karang berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya fotosintesis tetapi bukan
merupakan tempat utama berlangsungnya
fotosintesis karena mengandung sedikit kloroplas.
Nomor 5 adalah kutikula, merupakan diferensiasi
jaringan epidermis untuk melindungi dari
penguapan air yang berlebihan.
24. Jawaban: c
Ciri-ciri jaringan epidermis yaitu sel-selnya
tersusun rapat, tidak memiliki ruang antarsel,
tersusun dari satu lapis sel, tidak bersifat
meristematik, tersusun dari sel-sel parenkim, dan
mengalami penebalan di bagian luar berupa
kutikula.

42

Ulangan Tengah Semester

25. Jawaban: c
Unsur-unsur penyusun jaringan xilem yaitu
parenkim xilem, serabut xilem, trakea, dan trakeid.
Sel pengiring, sel albumin, dan sel tapis
merupakan unsur-unsur yang menyusun floem.
Adapun sklereid merupakan penyusun jaringan
sklerenkim.
26. Jawaban: a
1) Jaringan sklerenkim merupakan jaringan
yang berfungsi sebagai pengukuh, tersusun
oleh sel-sel mati yang mengalami penebalan
lignin. Jaringan sklerenkim terdapat pada
tumbuhan dewasa yang tidak lagi mengalami
pertumbuhan.
2) Jaringan meristem merupakan jaringan yang
aktif membelah dan belum mengalami
diferensiasi. Sel-sel penyusun jaringan
meristem berukuran kecil, dinding sel tipis,
memiliki nukleus yang besar, mengandung
banyak sitoplasma, tidak memiliki ruang
antarsel, tidak memiliki vakuola atau memiliki
vakuola berukuran sangat kecil, dan memiliki
sifat totipotensi yang tinggi.
3) Jaringan parenkim merupakan jaringan yang
sel-sel penyusunnya renggang sehingga
mempunyai banyak ruang antarsel, dinding
selnya tipis dan mempunyai vakuola besar
untuk menyimpan makanan cadangan, serta
sel-selnya berbentuk polihedral (segi banyak).
4) Jaringan kolenkim merupakan jaringan yang
tersusun dari sel-sel hidup, dinding selnya
tidak mengandung lignin tetapi mengandung
selulosa, pektin, dan hemiselulosa, serta
merupakan penguat utama organ-organ
tumbuhan yang masih aktif mengadakan
pertumbuhan dan perkembangan.
5) Jaringan gabus merupakan jaringan yang
dibangun oleh sel-sel parenkim. Jaringan
gabus berfungsi untuk melindungi jaringan
lain dari tekanan dan kekeringan karena
sifatnya yang impermeabel.
27. Jawaban: b
Meristem primer merupakan perkembangan dari
promeristem yang akan berkembang menjadi
protoderm, prokambium, dan meristem dasar.
Prokambium adalah bakal berkas pengangkut.
Protoderm merupakan bakal epidermis. Meristem
dasar akan berkembang menjadi jaringan dasar
atau parenkim. Adapun meristem berdasarkan
letaknya dibedakan menjadi meristem apikal,
lateral, dan interkalar. Meristem apikal akan
mengadakan perkembangan ke atas dan ke
bawah sehingga tanaman bertambah tinggi.
Sementara itu, meristem lateral akan berkembang
membentuk jaringan sekunder.

28. Jawaban: e
Dinding sel endomermis akan mengalami
penebalan gabus dari suberin dan kutin.
Penebalan tersebut akan membentuk pita
kaspari. Akan tetapi, terdapat sel-sel endodermis
yang tidak mengalami penebalan sehingga
memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.
Sel tersebut adalah sel penerus. Adapun xilem,
floem, dan perisikel merupakan bagian penyusun
silinder pusat.

Jaringan epitel pipih berlapis dapat ditemukan pada


kulit, rongga mulut,esofagus, laring, vagina, anus,
dan rongga hidung. Jaringan epitel silindris berlapis
dapat ditemukan pada lapisan konjungtiva, dinding
dalam kelompak mata, laring, faring, dan uretra.
Jaringan epitel kubus berlapis dapat ditemukan
pada kelenjar keringat, kelenjar minyak, ovarium,
dan buah zakar. Adapun jaringan epitel transisional
dapat ditemukan pada kantong kemih, ureter, dan
pelvis ginjal.

29. Jawaban: d
Jaringan yang memiliki fungsi mengangkut dan
mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis
ke seluruh tubuh adalah floem. Floem terdiri atas
berbagai unsur yaitu sel tapis, sel albumin, sel
pengiring, parenkim floem, dan serabut floem. Sel
tapis merupakan sel yang memiliki bentuk seperti
tabung dengan ujung yang berlubang-lubang. Sel
pengiring merupakan deretan sel hidup
menyerupai sel parenkim yang berperan dalam
transportasi zat makanan. Sel albumin merupakan
sel parenkim yang mengandung zat albumin.
Parenkim floem merupakan parenkim yang
terletak pada buluh tapis untuk menyimpan
makanan cadangan. Serabut floem merupakan
serabut-serabut panjang yang ujungnya saling
berhimpitan berfungsi sebagai penguat floem.
Adapun unsur trakeal adalah unsur penyusun
xilem yang terdiri atas trakea dan trakeid.

32. Jawaban: b
Jaringan di antara tulang yang diamati siswa
adalah jaringan fibrosa. Jaringan fibrosa yang
berfungsi menghubungkan antartulang yaitu
ligamen. Tendon merupakan jaringan fibrosa yang
melekatkan otot pada tulang. Jaringan epitel
berfungsi sebagai lapisan internal rongga tubuh
atau permukaan luar organ. Jaringan lemak
berfungsi untuk menjaga panas tubuh. Adapun
jaringan tulang rawan elastis terdapat pada
epiglotis, daun telinga, dan bronkiolus.

30. Jawaban: b
Jaringan parenkim berdasarkan fungsinya
dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu parenkim
asimilasi, parenkim pengangkut, parenkim
penimbun, parenkim air, dan aerenkim (parenkim
udara). Parenkim asimilasi berfungsi memproduksi
zat-zat makanan melalui proses fotosintesis karena
mengandung klorofil. Parenkim asimilasi ada dua
yaitu parenkim palisade dan jaringan spons (bunga
karang) yang terdapat pada daun. Parenkim
penimbun berfungsi untuk menyimpan makanan
cadangan. Parenkim pengangkut berfungsi
mengangkut zat hara dan zat makanan. Parenkim
air berfungsi menyimpan air. Adapun aerenkim
berfungsi menyimpan udara.
31. Jawaban: e
Jaringan pada gambar adalah jaringan epitel
silindris berlapis semu karena jaringan tersebut
terlihat seperti tersusun dalam beberapa lapis sel
padahal sebenarnya tersusun oleh satu lapis selsel yang berbentuk silindris. Selain itu, pada
jaringan epitel silindris berlapis semu juga terdapat
silia. Jaringan epitel silindris berlapis semu dapat
ditemukan pada rongga hidung dan trakea.

33. Jawaban: b
Beberapa jenis sel yang tertanam dalam matriks
jaringan pengikat sebagai berikut.
1) Fibroblas berfungsi menyintesis dan
menyekresikan protein.
2) Makrofag berfungsi dalam pinositosis dan
fagositosis.
3) Sel tiang (sel mast) berfungsi menghasilkan
substansi heparin dan histamin.
4) Sel lemak berfungsi menyimpan lemak.
5) Sel darah putih berfungsi melawan patogen
penyebab penyakit.
34. Jawaban: e
Matriks jaringan pengikat terdiri atas serabutserabut dan bahan dasar. Bahan dasar terdiri atas
asam mukopolisakarida. Komponen utama dari
asam mukopolisakarida adalah asam hialuronat
dan sulfat. Asam hialuronat akan membuat
matriks semakin lentur, sedangkan sulfat akan
membuat matriks semakin kaku. Adapun kolagen,
elastin, dan retikuler merupakan serabut-serabut
penyusun jaringan pengikat.
35. Jawaban: b
Jaringan saraf berfungsi menerima rangsang/
merespons perubahan lingkungan dan membawa
impuls-impuls saraf ke pusat saraf atau sebaliknya. Jaringan yang berperan sebagai penghalang
invasi patogen adalah jaringan epitelium bersilia
dengan menolak (proteksi) patogen yang akan
masuk ke dalam tubuh. Jaringan yang berperan
dalam penyerapan nutrisi adalah jaringan
epitelium silindris selapis yang terdapat di usus

Biologi Kelas XI

43

halus. Jaringan yang berfungsi menggerakkan


tubuh adalah jaringan otot. Adapun jaringan yang
berfungsi mendukung tubuh adalah jaringan
tulang.

B. Uraian
1.

36. Jawaban: b
Jenis otot yang bertanggung jawab untuk kontraksi
saluran pencernaan dan arteri adalah otot polos
karena terletak pada alat-alat tubuh bagian dalam
dan arteri. Otot polos bekerja secara tidak sadar,
lambat, dan tidak pernah lelah. Adapun otot lurik
atau otot rangka melekat pada rangka dan bekerja
secara sadar. Otot jantung terletak pada jantung
dan bekerja secara tidak sadar.
37. Jawaban: b
Sinapsis adalah titik pertemuan antara ujung
akson yang satu dengan yang lain. Akson
dikelilingi oleh sel Schwan. Neurilema merupakan
selaput yang menyelubungi akson. Nodus
Ranvier adalah bagian akson yang tidak tertutup
mielin dan berfungsi mempercepat jalannya
rangsang. Adapun dendrit adalah bagian yang
berfungsi membawa impuls ke badan sel saraf.
38. Jawaban: c
Jaringan pengikat ada dua macam, yaitu jaringan
pengikat padat dan jaringan pengikat longgar.
Jaringan pada gambar adalah jaringan pengikat
longgar. Jaringan pengikat longgar mengandung
beberapa fibroblas yang berfungsi mengisi rongga
antarsel. Jaringan pengikat longgar dapat
ditemukan di antara otot, dalam pembuluh darah,
serta organ dalam termasuk hati dan usus.
Sedangkan jaringan pengikat padat mengandung
banyak serabut elastis. Jaringan pengikat padat
dapat ditemukan pada tendon dan ligamen.

b.

2.

44

Ulangan Tengah Semester

Badan Golgi merupakan kantong pipih


bertumpuk yang tersusun dari ukuran besar
hingga ukuran kecil dan terikat membran.
Antara badan Golgi satu dengan lainnya
saling berhubungan membentuk struktur
kompleks seperti jala.
Empat fungsi badan Golgi sebagai berikut.
1) Tempat sintesis polisakarida seperti
mukus, selulosa, hemiselulosa, dan
pektin (penyusun dinding sel tumbuhan).
2) Membentuk kantong sekresi untuk
membungkus zat yang akan dikeluarkan
sel, seperti protein, glikoprotein,
karbohidrat, dan lemak.
3) Membentuk akrosom pada sperma,
kuning telur pada sel telur, dan lisosom.
4) Membentuk membran plasma.

No.

Organel

Prokariotik

Eukariotik

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Membran plasma
Sitoplasma
Ribosom
Dinding sel
Mesosom
Nukleus
Membran nukleus
RE
Lisosom
Kompleks Golgi
Mitokondria
Badan mikro

3.

Transpor pasif merupakan perpindahan molekul


atau ion tanpa menggunakan energi sel.
Perpindahan molekul tersebut terjadi secara
spontan mengikuti gradien konsentrasi dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Contoh
transpor pasif yaitu difusi dan osmosis. Adapun
transpor aktif adalah transpor yang memerlukan
energi untuk melawan gradien konsentrasi. Pada
transpor aktif terjadi pemompaan molekul melewati
membran dan melawan gradien konsentrasi.
Contoh transpor aktif antara lain pompa natriumkalium, endositosis, dan eksositosis.

4.

Tiga tipe plastida berdasarkan kandungan


pigmennya sebagai berikut.
a. Kloroplas
Kloroplas yaitu plastida yang mengandung
klorofil, karotenoid, dan pigmen fotosintetik
lainnya. Kloroplas tersusun dari membran
luar dan membran dalam. Membran luar
berfungsi mengatur keluar masuknya zat.
Membran dalam membungkus cairan
kloroplas yang disebut stroma. Membran
dalam melipat ke arah dalam dan membentuk

39. Jawaban: e
Bagian neuron yang berfungsi membawa impuls
meninggalkan badan sel saraf adalah akson/
neurit. Sementara itu, bagian neuron yang
berfungsi membawa impuls menuju ke badan sel
saraf adalah dendrit. Adapun bagian neuron yang
berfungsi mempercepat jalannya rangsang
adalah nodus Ranvier.
40. Jawaban: b
Dalam tulang terdapat sel-sel saraf yang dapat
merasakan sakit saat tulang terluka. Sel saraf
tersebut terdapat di dalam saluran Havers.
Saluran Havers merupakan ciri khusus tulang
kompak yang merupakan tulang keras. Saluran
Havers hanya dapat ditemukan pada tulang
kompak seperti tulang paha manusia. Pada tulang
rawan seperti pada bagian dalam telinga dan
hidung manusia serta pada tulang spons tidak
terdapat saluran Havers.

a.

b.

c.

lembaran-lembaran yang disebut tilakoid.


Kloroplas berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya fotosintesis.
Kromoplas
Kromoplas yaitu plastida yang mengandung
pigmen nonfotosintetik. Beberapa pigmen yang
terdapat dalam kromoplas adalah xantofil dan
karoten. Sel-sel yang mengandung kromoplas
terdapat pada bunga, buah masak, atau daun
yang sudah tua.
Leukoplas
Leukoplas yaitu plastida yang tidak berwarna.
Biasanya terdapat pada organ penyimpan
makanan cadangan seperti biji dan umbi. Ada
tiga macam leukoplas yaitu amiloplas untuk
menyimpan amilum, elaioplas (lipidoplas)
untuk membentuk dan menyimpan lemak,
serta proteoplas untuk menyimpan protein.

5. Larutan gula bersifat hipertonik, sedangkan cairan


sel di dalam mangga bersifat hipotonik. Jika sel
tumbuhan diletakkan dalam larutan hipertonik, air
di dalam sel akan keluar secara terus-menerus
sehingga menjadi lunak dan lentur. Peristiwa ini
dikenal dengan istilah osmosis yaitu perpindahan
molekul air melalui membran semipermeabel dari
larutan yang kadar airnya tinggi (hipotonik) ke
larutan yang kadar airnya rendah (hipertonik).
Akibatnya, sel akan mengalami plasmolisis. Jadi,
jika irisan buah mangga yang telah direndam dalam
larutan gula diamati dengan mikroskop akan
tampak sel-sel yang telah mengalami plasmolisis.
Tanda-tanda sel yang telah mengalami
plasmolisis yaitu vakuola sel-sel tidak tampak,
sitoplasma akan mengerut, serta membran plasma
terlepas dari dinding sel.
6.
No.

Pembeda

Akar
Dicotyledoneae

Akar
Monocotyledoneae

1.

Xilem

Berbentuk bintang di Berdekatan dengan floem.


pusat, tersusun radial Berkas xilem disebut
atau membentuk jari- polyarch.
jari bersama dengan
floem. Berkas xilem
bervariasi dari diarchhexarch.

2.

Floem

Letaknya di antara jarijari yang dibentuk oleh


xilem, dipisahkan oleh
kambium (kolateral
terbuka).

Letaknya
berdekatan
dengan xilem dan tidak
dipisahkan oleh kambium
(kolateral tertutup).

3.

Kambium

Ada.

Tidak ada.

7. a.
b.

c.
8. a.

b.
c.
d.

Akar tumbuhan Monocotyledoneae.


Berkas pengangkut pada akar Monocotyledoneae tersebar di sebelah dalam
endodermis. Berkas pengangkut tersusun
dari floem dan xilem yang letaknya
berdekatan dan tidak dipisahkan oleh
kambium. Oleh karena itu, tipe berkas
pengangkutnya disebut kolateral tertutup.
Rumput, padi, dan jagung.
Karakteristik jaringan seperti yang ditunjukkan pada gambar sebagai berikut.
1) Tersusun atas satu lapis sel.
2) Bentuk selnya silindris.
3) Inti sel pada masing-masing sel berjumlah satu, terletak di tengah, dan
berbentuk oval.
Jaringan epitel silindris selapis.
Sebagai pelindung, sekresi, serta tempat
difusi dan absorpsi zat.
Jaringan epitel silindris selapis dapat
ditemukan pada dinding lambung, usus,
kantong empedu, rahim, saluran pernapasan
bagian atas, dan saluran pencernaan.

9. Sistem Havers merupakan sistem pada jaringan


tulang keras terdiri atas 420 lamela. Lamela
tersusun seperti lingkaran-lingkaran konsentris
mengelilingi saluran Havers. Lamela terbentuk
akibat adanya proses osifikasi (penulangan).
Pada lamela-lamela terdapat osteosit yang
menempati lakuna-lakuna. Saluran Havers
mengandung pembuluh darah dan saraf sebagai
penyuplai nutrisi. Di sekeliling saluran Havers
terdapat nutrisi yang merupakan saluran halus.
Di antara saluran Havers satu dengan yang lain
dihubungkan oleh saluran volkman.
10. Epitel kelenjar merupakan epitel yang berfungsi
dalam pembuatan, penyimpanan, dan sekresi zatzat kimia. Epitel kelenjar dibedakan menjadi
kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Kelenjar
eksokrin merupakan kelenjar yang memiliki
saluran pengeluaran untuk menyalurkan hasil
sekresinya. Kelenjar eksokrin berfungsi membantu metabolisme dan komunikasi. Sementara
itu, kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang
tidak memiliki saluran pengeluaran. Hasil sekresi
kelenjar endokrin langsung memasuki sistem
peredaran darah.

Biologi Kelas XI

45

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1.
mengidentifikasi struktur dan fungsi tulang, otot, dan sendi pada manusia;
2.
menjelaskan mekanisme gerak dan macam-macam gerak;
3.
mengidentifikasi kelainan pada sistem gerak;
4.
mengidentifikasi teknologi yang digunakan untuk membantu kelainan pada sistem gerak.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1.
rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap keteraturan dan kompleksitas alat gerak yang diciptakan Tuhan;
2.
bersikap jujur, terbuka, objektif, bertanggung jawab, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Materi

Rangka Penyusun Tubuh Manusia


Otot Manusia

Pembelajaran Kognitif

Fungsi rangka dan susunan tulang dalam tubuh.


Macam-macam tulang berdasarkan bentuk dan zat
penyusunnya.
Proses pembentukan tulang dan jenis-jenis persendian.
Kelainan pada rangka dan teknologi yang
berhubungan dengan kelainan tersebut.
Macam-macam otot dan mekanisme kontraksi.
Sifat gerak otot dan jenis gerak otot.
Gangguan dan kelainan pada otot.

Kegiatan Psikomotorik

Membuat beberapa bangun dari kertas untuk mengidentifikasi fungsi tulang yang berbentuk silinder.
Melakukan percobaan untuk mengidentifikasi zat
penyusun tulang.
Membuat awetan rangka hewan (ikan, katak, atau burung).
Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh
garam fisiologis terhadap kontraksi otot jantung katak.
Membuat poster/gambar struktur sel jaringan otot
polos, otot lurik, otot jantung, tulang rawan, dan tulang
keras, serta menjelaskan proses kerja dan fungsinya.

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan fungsi rangka dan susunan tulang


dalam tubuh.
Menjelaskan macam-macam tulang berdasarkan
bentuk dan zat penyusunnya.
Menjelaskan proses pembentukan tulang dan jenisjenis persendian.
Menjelaskan kelainan pada rangka dan teknologi
yang berhubungan dengan kelainan tersebut.
Menjelaskan macam-macam otot dan mekanisme
kontraksi.
Menjelaskan sifat gerak otot dan jenis gerak otot.
Menjelaskan gangguan dan kelainan pada otot.

Keterampilan yang Dikuasai

Menggunakan larutan bahan kimia dengan benar.


Menyajikan hasil praktikum dalam bentuk laporan
praktikum.
Membuat karya tulis sederhana.
Membuat poster sederhana.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

46

Menjelaskan struktur dan fungsi tulang, otot, dan sendi sebagai pembentuk
sistem gerak pada manusia.
Memiliki karakter jujur, bertanggung jawab, dan teliti saat melakukan kegiatan.
Mengagumi dan mensyukuri kompleksitas alat gerak yang diciptakan Tuhan.

Sistem Gerak pada Manusia

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Tulang-tulang penyusun tulang tengkorak antara
lain tulang baji, tulang rahang atas, tulang ubunubun, dan tulang rahang bawah. Adapun tulang
leher, tulang punggung, tulang kelangkang, dan
tulang ekor merupakan penyusun tulang belakang.
Tulang selangka dan tulang belikat merupakan
tulang-tulang yang memberi bentuk pada bahu.
2. Jawaban: e
Tulang rawan pada anak-anak berasal dari
mesenkim dan mengandung lebih banyak sel-sel
tulang rawan muda (kondroblas). Adapun tulang
rawan orang dewasa mengandung lebih banyak
matriks dan berasal dari perikondrium. Pada tulang
rawan anak-anak maupun orang dewasa,
kondroblas mengeluarkan matriks berupa kondrin.
Lama-kelamaan kondroblas akan bersifat tidak aktif
dan disebut kondrosit.
3. Jawaban: a
Ada tiga tipe tulang rawan, yaitu tulang rawan hialin,
fibrosa, dan elastis. Daun telinga dan epiglotis
merupakan contoh tulang rawan elastis. Sementara
itu, tulang hidung dan tulang rusuk merupakan
contoh tulang rawan hialin. Tulang tempurung lutut
dan ruas tulang belakang merupakan contoh tulang
rawan fibrosa.
4. Jawaban: b
Gambar B merupakan sendi pelana yang memungkinkan terjadinya gerakan dua arah. Adapun
gambar A merupakan sendi engsel yang menghasilkan gerakan ke satu arah, gambar C merupakan
sendi putar yang menghasilkan gerakan berputar,
gambar D merupakan sendi peluru yang menghasilkan gerakan ke segala arah, dan gambar E
merupakan sendi geser yang menghasilkan
gerakan bergeser.
5. Jawaban: a
Ciri-ciri yang disebutkan pada soal merupakan ciriciri dari fraktura (patah tulang). Patah tulang terjadi
karena benturan fisik yang keras. Kifosis
merupakan kelainan pada tulang yang ditandai
dengan melengkungnya tulang belakang ke arah
belakang. Rakitis merupakan penyakit tulang yang
disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Artritis
merupakan peradangan pada sendi. Nekrosis
merupakan kerusakan pada selaput tulang (periosteum) sehingga tulang mati dan mengering.
6. Jawaban: d

Rakitis adalah kelainan pada tulang akibat


kekurangan vitamin D. Fisura adalah retak tulang,
fraktura adalah patah tulang, osteoporosis
merupakan pengeroposan tulang, dan lordosis
adalah suatu keadaan tulang belakang yang
melengkung ke depan.
7. Jawaban: a
Tulang keras (osteon) tersusun dari sel-sel tulang
yang disebut osteosit. Tulang keras berfungsi
menyusun berbagai sistem rangka. Sel tulang
keras (osteosit) terbentuk dari osteoblas (sel tulang
muda). Osteosit terdapat dalam ruangan yang
disebut lakuna. Antarlakuna tersebut dihubungkan
oleh kanalikuli yang berisi sitoplasma dan
pembuluh darah. Kanalikuli berfungsi menyalurkan
nutrisi ke osteosit. Lamela merupakan lapisan
konsentris matriks yang terdiri atas garam
mineral dan serat kolagen.
8. Jawaban: b
Persendiaan antara tulang lengan dengan gelang
bahu disebut sendi peluru. Sendi peluru merupakan
persendian yang memungkinkan gerakan ke segala
arah. Sementara itu, sendi putar merupakan persendian yang memungkinkan gerakan berputar,
misalnya persendian antara tulang lengan atas
dengan lengan bawah. Sendi geser merupakan
persendian yang memungkinkan gerakan bergeser,
misalnya hubungan antara ruas-ruas tulang
belakang. Sendi pelana merupakan persendian
yang memungkinkan gerakan ke dua arah,
misalnya persendian antara ibu tulang jari dengan
tulang telapak tangan. Sendi engsel merupakan
persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan
ke satu arah, misalnya persendian pada tulang siku
dan lutut.
9. Jawaban: c
Sinartrosis merupakan persendian yang tidak
memungkinkan adanya pergerakan. Ada dua
macam persendian sinartrosis yaitu sinartrosis
sinkondrosis dan sinartrosis sinfibrosis. Sinartrosis
sinkondrosis merupakan sinartrosis yang
tulangnya dihubungkan oleh tulang rawan, contoh
hubungan antarruas tulang belakang dan hubungan
antara tulang rusuk dengan tulang dada. Sinartrosis
sinfibrosis merupakan sinartrosis yang tulangnya
dihubungkan oleh jaringan ikat serabut (fibrosa),
contoh hubungan antarsendi tulang tengkorak.
Sementara itu, amfiartrosis adalah persendian
yang dihubungkan oleh tulang rawan (kartilago),
jaringan ikat serabut, dan ligamen sehingga
memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.

Biologi Kelas XI

47

Diartrosis merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerak yang sangat bebas.
Artikulasi merupakan nama lain dari persendian.
10. Jawaban: c
Tulang belakang terdiri atas 33 buah ruas tulang
meliputi 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang
punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang
kelangkang, dan 4 ruas tulang ekor.
11. Jawaban: a
Gangguan mekanis pada tulang terjadi akibat jatuh
atau benturan dengan benda keras (pukulan),
misalnya fisura (retak tulang). Rakitis ditandai
dengan kaki melengkung menyerupai huruf X atau
O akibat kekurangan vitamin D. Rakitis termasuk
gangguan fisiologis pada tulang. Lordosis ditandai
dengan tulang belakang melengkung ke depan.
Skoliosis ditandai dengan melengkungnya tulang
belakang ke kanan atau ke kiri. Lordosis dan
skoliosis merupakan gangguan tulang belakang
yang disebabkan oleh kesalahan sikap duduk.
Osteoporosis ditandai dengan pengeroposan tulang.
Osteoporosis merupakan gangguan fisiologis pada
tulang.
12. Jawaban: b
Sendi putar memungkinkan gerakan berputar,
misalnya persendian antara tengkorak dan tulang
atlas. Sendi peluru memungkinkan gerakan ke segala
arah, misalnya persendian antara tulang lengan
atas dan gelang bahu. Sendi pelana memungkinkan
gerakan ke dua arah, misalnya persendian antara
tulang ibu jari dan tulang telapak tangan. Sendi
engsel memungkinkan gerakan ke satu arah,
misalnya persendian pada siku dan lutut. Sendi
geser memungkinkan gerakan bergeser, misalnya
persendian antara ruas-ruas tulang belakang.
13. Jawaban: e
Selaput tulang rawan disebut perikondrium. Tulang
rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan yang
disebut kondrosit. Kondrosit terbentuk dari sel-sel
tulang rawan muda (kondroblas). Kondrosit terdapat
dalam ruangan yang disebut lakuna. Kondroblas
menghasilkan matriks berupa kondrin.
14. Jawaban: c
Gambar A dan B merupakan tulang pipa contohnya
tulang paha dan betis. Gambar C merupakan tulang
tengkorak yang termasuk tulang pipih. Gambar D
dan E merupakan tulang pendek contohnya tulang
belakang dan tulang telapak tangan.
15. Jawaban: b
Sendi peluru adalah sendi yang memungkinkan
gerakan ke segala arah, contoh persendian pada
pangkal lengan. Sendi putar adalah sendi yang
memungkinkan gerakan memutar. Sendi geser

48

Sistem Gerak pada Manusia

adalah sendi yang memungkinkan gerakan bergeser. Sendi pelana adalah sendi yang memungkinkan gerakan ke dua arah. Sendi engsel adalah sendi
yang memungkinkan gerakan ke satu arah.
B. Uraian
1. Tulang rawan pada anak-anak berasal dari
mesenkim dan lebih banyak mengandung sel-sel
tulang rawan. Sementara itu, tulang rawan orang
dewasa lebih banyak mengandung matriks dan
berasal dari perikondrium (selaput tulang rawan)
yang mengandung kondroblas. Tulang rawan pada
orang dewasa hanya terdapat pada bagian-bagian
tertentu, misalnya daun telinga dan cuping hidung.
2. a.

b.

3. a.
b.
c.

d.
4. a.

b.

c.

Skeleton aksial yaitu skeleton yang terletak


pada sumbu tubuh. Rangka ini meliputi
tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan
tulang rusuk.
Skeleton apendikuler merupakan skeleton
yang menyusun alat gerak manusia.
Skeleton apendikuler tersusun dari tungkai
atas, tungkai bawah, tulang bahu, dan tulang
pinggul. Tungkai atas tersusun dari tulang
lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil,
dan tulang jari-jari tangan. Pangkal tulang
lengan atas berhubungan dengan gelang bahu.
Tungkai bawah terdiri atas tulang paha, tulang
betis, tulang kering, dan tulang jari-jari kaki.
Pangkal tulang paha berhubungan dengan
gelang panggul.
Ligamen, berupa jaringan ikat yang menghubungkan kedua ujung tulang.
Kapsul sendi merupakan lapisan serabut yang
menyelubungi rongga sendi.
Tulang rawan hialin, berfungsi melindungi kedua
ujung tulang yang membentuk persendian dari
benturan keras.
Ruang sinovial, berisi cairan sinovial yang
berfungsi sebagai pelumas.
Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Tulang
pipih tersusun dari dua lempengan tulang
kompak dan tulang spons. Di dalam tulang
spons terdapat sumsum tulang. Kebanyakan
tulang pipih menyusun dinding rongga
sehingga tulang pipih berfungsi sebagai
pelindung atau sebagai penguat. Contoh tulang
tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.
Tulang pendek berbentuk seperti kubus atau
pendek tidak beraturan. Tulang ini terdapat
pada telapak tangan dan kaki serta ruas-ruas
tulang belakang.
Tulang pipa berbentuk seperti tabung dan pada
umumnya berongga. Kedua ujungnya
membulat dan terjadi perluasan yang berfungsi

untuk berhubungan dengan tulang lain. Tulang


pipa terdiri atas tiga bagian yaitu bagian ujung
(epifisis), bagian tengah (diafisis), dan bagian
antara epifisis dan diafisis yang disebut
metafisis. Pada bagian metafisis terdapat
cakra epifisis, yaitu bagian tulang pipa yang
dapat bertambah panjang selama masa
pertumbuhan. Contoh tulang pipa adalah
tulang paha dan tulang betis.

5. Nekrosis adalah gangguan tulang yang terjadi


apabila selaput tulang (periosteum) rusak sehingga
bagian tulang tidak memperoleh makanan.
Akibatnya, tulang akan mati dan mengering.
Penyebabnya adalah cedera tulang atau sendi luka
trauma, misalnya dislokasi sendi. Peristiwa ini
dapat mengurangi suplai darah ke tulang sehingga
menyebabkan kematian tulang. Selain itu,
pengobatan kanker yang melibatkan radiasi juga
berpotensi melemahkan tulang dan membahayakan pembuluh darah sehingga dapat mengakibatkan kematian sel-sel tulang.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Gambar yang ditunjukkan pada soal adalah otot
jantung. Adapun ciri-ciri otot jantung sebagai berikut.
1) Berinti satu atau dua dan terletak di tengah
sel.
2) Bercabang-cabang menghubungkan sel satu
dengan sel lain.
3) Batas antarsel otot jantung tampak jelas.
Otot jantung menyusun organ jantung yang berfungsi menimbulkan kontraksi dan relaksasi
jantung. Adapun otot lurik berfungsi untuk menggerakkan rangka dan otot polos berfungsi memberi
gerakan di luar kehendak, seperti mencerna
makanan di lambung secara mekanis, menimbulkan kontraksi pada dinding uterus, dan mengatur
diameter pembuluh darah.

merangsang pembentukan aktomiosin sehingga


mengakibatkan otot berkontraksi. Apabila sudah
tidak ada rangsangan, ion kalsium akan direabsorpsi.
Akibatnya, konsentrasi ion kalsium berkurang dan
ikatan antara aktin dan miosin terlepas. Dengan
demikian, sarkomer akan memanjang dan otot
dalam keadaan relaksasi. Adapun abduksi adalah
gerakan menjauhi badan. Elastisitas yaitu
kemampuan otot untuk dapat kembali pada ukuran
semula setelah memendek atau memanjang.
Kontraktibilitas, yaitu kemampuan otot untuk
memendek (berkontraksi).

2. Jawaban: e
Ciri-ciri otot lurik sebagai berikut.
1) Inti sel banyak dan terletak di tepi.
2) Berwarna gelap dan terang.
3) Kontraksi cepat, tidak teratur, dan mudah
lelah.
4) Melekat pada rangka.
Adapun tidak mudah lelah merupakan karakteristik
dari otot polos dan otot jantung.
3. Jawaban: b
Ekstensi merupakan gerak meluruskan, misalnya
meluruskan tangan dan kaki. Supinasi merupakan
gerak meneletangkan misalnya meneletangkan
telapak tangan. Elevasi merupakan gerak
mengangkat, misalnya menengadahkan kepala.
Depresi merupakan gerak menurunkan, misalnya
menganggukkan kepala.
4. Jawaban: c
Jika otot mendapatkan rangsang, asetilkolin dalam
otot akan membebaskan ion kalsium yang

5. Jawaban: a
Jika otot bisep berkontraksi dan otot trisep
berelaksasi akan terjadi gerakan fleksi yaitu gerak
membengkokkan tangan. Sementara itu, jika otot
bisep berelaksasi dan otot trisep berkontraksi akan
terjadi gerakan ekstensi yaitu gerak meluruskan
tangan. Adduksi merupakan gerak mendekati
tubuh. Rotasi merupakan gerak memutar.
6. Jawaban: c
1) Insersio: tendon yang melekat pada tulang
yang bergerak saat otot berkontraksi.
2) Origo: tendon yang melekat pada tulang yang
tidak bergerak saat otot berkontraksi.
3) Belli/ventrikel: bagian otot di antara dua
tendon.
4) Fasia propia: pembungkus kumpulan serabut
otot.
7. Jawaban: b
1) Zona H adalah bagian pita A yang hanya
mengandung miosin di bagian tengah.
2) Pita I adalah daerah ujung sarkomer yang terdapat daerah terang dan hanya mengandung
aktin.
3) Sarkomer adalah unit otot yang dibatasi oleh
garis gelap dan terang.

Biologi Kelas XI

49

4)

Miofibril adalah garis-garis gelap dan terang


yang menyusun otot lurik.

8. Jawaban: c
Saat berkontraksi, otot membutuhkan energi dan
oksigen. Fase kontraksi disebut juga fase anaerob
karena energi diperoleh dari penguraian ATP dan
kreatin fosfat yang berlangsung secara anaerob.
Proses-proses kimia yang terjadi sebagai berikut.
Kreatin fosfat + ADP kreatin + ATP
ATP ADP + energi
ADP AMP + energi
Dalam keadaan relaksasi terjadi proses penguraian
glikogen menjadi laktasinogen yang kemudian
diubah menjadi glukosa dan asam laktat. Glukosa
akan dioksidasi menghasilkan energi serta
melepaskan CO2 dan H2O.
9. Jawaban: d
1) Distrofi otot : penyakit genetis yang ditandai
dengan melemahnya otot hingga terjadi
kelumpuhan.
2) Tetanus : kejang otot akibat infeksi bakteri
Clostridium tetani.
3) Atrofi otot: penurunan fungsi otot karena otot
mengecil atau kehilangan kemampuan
berkontraksi.
4) Hipertrofi otot: otot menjadi lebih besar dan
lebih kuat karena sering digunakan.
5) Hernia abdominal: gangguan pada otot yang
ditandai dengan sobeknya dinding otot usus
sehingga usus melorot dan masuk ke rongga
perut.
10. Jawaban: e
Asam laktat atau asam susu merupakan hasil
samping penguraian laktasinogen. Penimbunan
asam laktat di dalam otot dapat mengakibatkan
kelelahan otot.
11. Jawaban: c
Elevasi yaitu gerakan mengangkat ke atas dan
depresi yaitu gerakan menurunkan ke bawah
misalnya gerakan rahang bawah saat mengunyah
makanan. Fleksi adalah gerakan membengkokkan
dan ekstensi merupakan gerakan meluruskan.
Supinasi adalah gerakan menelentangkan telapak
tangan dan pronasi adalah gerakan menelungkupkan telapak tangan. Abduksi adalah gerakan
mendekati tubuh dan adduksi merupakan gerakan
menjauhi tubuh. Inversi merupakan gerak memiringkan telapak kaki ke arah dalam dan eversi merupakan gerak memiringkan telapak kaki ke arah luar.

50

Sistem Gerak pada Manusia

12. Jawaban: a
Menelungkupkan dan menelentangkan telapak
tangan terjadi karena kerja sama otot sinergis yaitu
pronator kuadratus dan pronator teres. Sementara
itu, mengangguk dan menengadah, menekuk dan
meluruskan lengan bawah, membuka dan menutup
mulut, serta menekuk dan meluruskan kaki terjadi
karena kerja otot antagonis.
13. Jawaban: c
Kerja otot atau kontraksi otot akan terjadi jika:
1) ada rangsangan (dari dalam atau luar tubuh),
2) ada pemindah rangsang (asetilkolin),
3) ada protein fibril aktin dan miosin, dan
4) ada energi (ATP atau ADP) yang dibentuk dari
pembongkaran zat makanan (glukosa) secara
aerob dan anaerob.
14. Jawaban: b
Perubahan posisi lengan bawah dari X ke Y merupakan gerak meluruskan lengan atau gerak ekstensi.
Gerak ekstensi terjadi apabila otot trisep
berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
15. Jawaban: b
Otot Jantung

Otot Lurik

1) Sarkoplasmanya memiliki serat lintang


2) Bekerja lambat dan
tidak mudah lelah.
3) Bekerja di luar kehendak (otot tidak
sadar)
4) Inti sel terletak di
tengah.
5) Berbentuk silindris.

1) S a r k o p l a s m a n y a
memiliki serat lintang.
2) Bekerja cepat, tetapi
mudah lelah.
3) Bekerja di bawah
kehendak (otot sadar)
4) Inti sel terletak di tepi.
5) Berbentuk silindris.

B. Uraian
1. Saat melakukan aktivitas fisik yang keras, otot
memerlukan lebih banyak energi. Jika persediaan
energi habis, glikogen yang berada di dalam otot
akan dibongkar menjadi energi atau ATP. Glikogen
akan dilarutkan menjadi laktasinogen, kemudian
diuraikan menjadi glukosa dan asam laktat.
Glukosa akan diubah menjadi energi melalui
peristiwa respirasi. Timbunan asam laktat yang
berlebihan di dalam otot akan mengakibatkan rasa
letih. Rasa letih akan hilang jika asam laktat telah
dioksidasi oleh oksigen menjadi H2O dan CO2 serta
menghasilkan energi. Energi ini akan digunakan
untuk mengubah asam laktat menjadi glukosa.
Asam laktat yang menumpuk di sel-sel otot akan
diangkut oleh darah ke hati untuk diubah kembali
menjadi glukosa atau selanjutnya menjadi glikogen
untuk disimpan di otot dan hati.

2.
Hal

Otot Jantung

Otot Lurik

Otot Polos

Lokasi

Jantung

Bentuk

Silindris atau Silindris atau se- Gelendong


serabut pen- rabut panjang
dek dan bercabang-cabang

Inti sel

Satu atau dua, Banyak, terletak Inti satu terletak


di tengah
terletak
di di tepi
tengah

Rangka

Organ dalam

Fungsi

Kontraksi dan Menggerakkan Kontraksi dan


relaksasi organ
relaksasi jan- rangka tubuh
dalam
tung

Aktivitas

Otot tidak sa- Otot sadar


dar

Kontraksi

Lambat, ter- Cepat, tidak ter- Lambat, teratur,


atur, dan tidak atur, dan mudah dan tidak mudah lelah
lelah
pernah lelah

3. Saat berkontraksi, otot membutuhkan energi dan


oksigen. Fase kontraksi disebut juga fase anaerob
karena energi diperoleh dari penguraian ATP dan
kreatin fosfat yang berlangsung secara anaerob.
Proses-proses kimia yang terjadi sebagai berikut.
Kreatin fosfat + ADP kreatin + ATP
ATP ADP + Energi
ADP AMP + Energi
4. a.
b.

Gerak A disebut gerak elevasi dan gerak B


disebut gerak depresi.
Depresi adalah gerak menurunkan, sedangkan elevasi adalah gerak mengangkat. Misal
gerakan kepala menunduk dan menengadah.

Otot tidak sadar

A. Pilihlan Ganda
1. Jawaban: c
Skeleton aksial terletak pada sumbu tubuh meliputi
tulang tengkorak, tulang belakang, tulang dada,
serta tulang rusuk. Adapun skeleton apendikuler
terdiri atas tungkai atas, tungkai bawah, tulang
bahu, dan tulang pinggul.
2. Jawaban: d
Tulang paha termasuk tulang pipa. Tulang pipa
dibagi menjadi tiga bagian yaitu epifisis, metafisis,
dan diafisis. Pada bagian metafisis terdapat cakra
epifisis. Cakra epifis merupakan bagian tulang pipa
yang dapat tumbuh memanjang. Adanya cakra
epifisis ini menunjukkan bahwa tulang masih
berada pada masa pertumbuhan.
3. Jawaban: a
Epiglotis dan tulang daun telinga termasuk tulang
rawan elastis. Adapun tulang hidung, tulang trakea,
dan ujung tulang rusuk termasuk tulang rawan
hialin. Cakram sendi lutut termasuk tulang rawan
serat (fibrosa).
4. Jawaban: c
Urutan proses penulangan (osifikasi) pada tulang
pipa sebagai berikut.
1) Pembentukan osteosit dari osteoblas.
2) Osteosit tumbuh melingkar dan membentuk
sistem Havers. Di tengah-tengah sistem
Havers terdapat saluran dan serabut saraf.

5. Tidak. Jumlah dan jenis otot pada atlet binaragawan


dan orang biasa sama. Otot binaragawan lebih
besar dan kuat dibandingkan dengan orang biasa
karena otot tersebut sering digunakan atau dilatih
sehingga menjadi lebih kuat dan besar. Otot binaragawan yang besar tersebut sebenarnya merupakan
suatu kelainan yang disebut hipertrofi otot.

3)
4)

5)

Penambahan senyawa kalsium dan fosfat


dalam matriks sehingga tulang mengeras.
Pada bagian di antara epifisis dan diafisis
terbentuk cakra epifisis. Cakra epifisis berupa
tulang rawan yang mengandung banyak
osteoblas.
Osteoklas merusak bagian tengah tulang pipa
sehingga terbentuk rongga. Akibatnya, tulang
menjadi berongga dan terisi oleh sumsum
tulang.

5. Jawaban: c
P yaitu tulang klavikula yang berbentuk seperti
pipa. Q yaitu tulang hasta yang berbentuk seperti
pipa. R yaitu tulang pengumpil yang berbentuk
seperti pipa. S yaitu tulang pergelangan tangan
yang berbentuk pendek. T yaitu tulang telapak
tangan yang berbentuk pendek.
6. Jawaban: b
Sendi yang ditunjukkan oleh gambar adalah sendi
pelana. Sendi pelana merupakan persendian yang
memungkinkan terjadinya gerakan ke dua arah,
misalnya persendian antara tulang ibu jari dengan
telapak tangan. Persendian antara tulang lengan
atas dengan tulang lengan bawah disebut sendi
engsel yang dapat digerakkan ke satu arah.
Persendian antara tulang lengan atas dan gelang
bahu disebut sendi peluru yang dapat digerakkan
ke segala arah. Persendian antara tengkorak
dengan tulang atlas dan antara tulang radius

Biologi Kelas XI

51

dengan ulna disebut sendi putar karena dapat


digerakkan berputar.
7. Jawaban: e
Pada masa kanak-kanak, kandungan zat perekat
dalam tulang lebih tinggi daripada orang dewasa.
Sementara itu, kandungan zat kapur pada tulang
orang dewasa lebih tinggi daripada anak-anak. Hal
ini mengakibatkan tulang orang dewasa lebih keras
dibandingkan dengan tulang anak-anak.
8. Jawaban: e
Jenis tulang rawan yang paling banyak terdapat
dalam tubuh adalah tulang rawan hilain. Tulang rawan
hialin memiliki ciri-ciri yaitu bersifat kuat dan elastis
serta berwarna putih kebiru-biruan. Jika diamati
menggunakan mikroskop matriksnya terlihat
transparan. Bersifat kuat dan kaku serta matriksnya berisi serabut kolagen merupakan ciri-ciri tulang
rawan fibrosa. Bersifat fleksibel dan elastis
merupakan salah satu ciri tulang rawan elastis.
9. Jawaban: c
Di bagian tulang terdapat selaput tulang (periosteum) yang berfungsi dalam pertumbuhan tulang,
terutama untuk menyuplai makanan dan
menyambung tulang yang patah atau retak. Jika
terjadi kerusakan pada periosteum, suplai
makanan terhenti dan sel-sel tulang akan mati
(nekrosis). Rakitis adalah kelainan bentuk tulang
karena tulang kekurangan vitamin D. Osteoporosis adalah kondisi tulang yang keropos atau rapuh.
Layuh semu adalah keadaan tulang yang tidak
bertenaga sehingga mengakibatkan kelumpuhan.
Lordosis adalah kelainan kedudukan tulang
belakang yang terlalu melengkung ke depan.
10. Jawaban: e
Tulang belakang terdiri atas 7 ruas tulang leher, 12 ruas
tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, tulang
kelangkang, dan tulang ekor. Tulang kelangkang
merupakan gabungan dari 5 ruas tulang dan tulang
ekor merupakan gabungan dari 4 ruas tulang.
11. Jawaban: e
Lordosis merupakan tulang belakang melengkung
ke depan. Kifosis adalah tulang belakang melengkung
ke belakang. Nekrosis merupakan kerusakan pada
selaput tulang sehingga tulang mati. Fraktura
merupakan patah tulang.
12. Jawaban: d
Tulang pipa terdiri atas tiga bagian yaitu bagian
ujung (epifisis), bagian tengah (diafisis), dan bagian
antara epifisis dan diafisis yang disebut metafisis.
Pada bagian metafisis terdapat cakra epifisis, yaitu
bagian tulang pipa yang dapat bertambah panjang
selama masa pertumbuhan.

52

Sistem Gerak pada Manusia

13. Jawaban: c
Huruf A menunjukkan suture mahkota. Huruf B
menunjukkan tulang ubun-ubun. Huruf D tulang
pelipis. Huruf E menunjukkan tulang rahang bawah.
14. Jawaban: b
Tulang paha-tulang betis = sendi engsel.
Tulang ibu jari-tulang telapak tangan = sendi
pelana.
Tulang lengan atas-tulang belikat = sendi peluru.
Hubungan antarruas tulang belakang = sendi geser.
Tulang tengkorak-tulang atlas = sendi putar.
Hubungan antarruas tulang jari tangan = sendi
engsel.
15. Jawaban: c
Rangka manusia terbentuk pada akhir bulan kedua
atau awal bulan ketiga pada waktu perkembangan
embrio. Tulang yang terbentuk mula-mula adalah
tulang rawan yang berasal dari jaringan mesenkim.
Sesudah kartilago (tulang rawan) terbentuk, rongga
di dalamnya akan terisi oleh osteoblas. Pada proses
osifikasi, osteoblas akan membentuk osteosit.
Sementara itu, kondroblas adalah sel-sel tulang
rawan. Sel-sel ini mengeluarkan matriks berupa
kondrin. Kondrosit adalah kondroblas yang bersifat
tidak aktif.
16. Jawaban: c
Persendian yang ditunjuk pada gambar tersebut
adalah persendian antara ibu jari dengan tulang
telapak tangan yang disebut sendi pelana. Sendi
pelana memungkinkan gerakan kedua arah. Sendi
putar terdapat pada persendian antara tengkorak
dengan tulang atlas yang memungkinan gerak berputar. Sendi engsel terdapat pada siku dan lutut. Sendi
peluru terdapat pada persendian antara tulang
lengan atas dan gelang bahu. Sendi geser terdapat
pada persendian antara ruas-ruas tulang belakang.
17. Jawaban: d
Gout artritis yaitu gangguan persendian akibat
kegagalan metabolisme asam urat. Asam urat
yang tinggi dalam darah diangkut dan ditimbun
dalam sendi, terutama pada sendi-sendi jari tangan.
Hal ini mengakibatkan sendi terasa sakit jika
digerakkan. Bergesernya sendi dari kedudukan
normal disebut dislokasi. Tertariknya ligamen
akibat gerak mendadak disebut terkilir. Penipisan
tulang rawan pada sendi dan kekurangan minyak
pelumas pada sendi terjadi pada penderita
osteoartritis.
18. Jawaban: c
Pernyataan yang benar mengenai otot terdapat
pada jawaban a, b, d, dan e. Sementara itu, jawaban
c salah. Kontraktibilitas otot adalah kemampuan
otot untuk menjadi lebih pendek dari ukuran otot
semula.

19. Jawaban: a
Energi untuk kontraksi otot diperoleh dari reaksi
berikut.
ATP ADP + energi

Rangsang asetilkolin kontraksi otot

Pada fase relaksasi, glikogen dilarutkan menjadi


laktasinogen dan diubah menjadi glukosa dan asam
laktat. Glukosa ini kemudian dioksidasi untuk
menghasilkan energi.
20. Jawaban: b
Otot tersusun dari sel-sel otot yang bergabung
membentuk serabut otot. Selanjutnya, serabutserabut otot bergabung menjadi berkas-berkas
otot. Berkas-Berkas otot bergabung membentuk
otot.
21. Jawaban: b
Jenis otot yang ditunjukkan pada gambar adalah
otot polos. Cara kerja otot polos dipengaruhi oleh
saraf tak sadar sehingga tidak cepat lelah. Jenis
otot yang kerjanya dipengaruhi oleh saraf tidak
sadar dan kerjanya secara periodik yaitu otot
jantung. Jenis otot yang cara kerjanya dipengaruhi
saraf sadar dan cepat lelah adalah otot lurik.
22. Jawaban: d
Pronasi merupakan gerak menelungkupkan telapak
tangan. Supinasi merupakan gerak menelentangkan telapak tangan. Mengangkat barbel merupakan
gerak elevasi. Lengan naik turun waktu push up
merupakan gerak elevasi dan depresi. Kepala
menunduk saat mengheningkan cipta termasuk
gerak depresi.
23. Jawaban: d
Secara mikroskopis, otot lurik tampak tersusun
dari garis-garis gelap dan terang. Penampakan
tersebut disebabkan adanya miofibril. Setiap
miofibril tersusun dari satuan kontraktil yang disebut
sarkomer. Sementara itu, lakuna merupakan rongga
yang di dalamnya terdapat sel tulang rawan
(kondrosit) atau sel tulang keras (osteosit). Kolagen
merupakan kartilago fibrosa yang padat dan keras
sehingga matriksnya berwarna gelap dan terang.
24. Jawaban: d
Mioglobin merupakan senyawa protein yang
berfungsi mengikat molekul-molekul oksigen.
Oksigen yang diikat oleh mioglobin berperan
penting untuk respirasi sel-sel otot rangka.
Respirasi sel-sel otot rangka akan menghasilkan
energi yang penting untuk melakukan aktivitas
gerak. Sarkomer adalah unit otot yang dibatasi
oleh garis gelap dan terang. Sarkomer mengandung
filamen protein tebal (miosin) dan tipis (aktin) yang

saling bertumpang tindih. Hemoglobin merupakan


senyawa protein yang berfungsi mengikat molekulmolekul oksigen di dalam sel darah merah.
25. Jawaban: d
Abduksi merupakan gerak menjauhi tubuh dan
adduksi merupakan gerak mendekati tubuh.
Elevasi merupakan gerak mengangkat. Ekstensi
merupakan gerak meluruskan. Eversi merupakan
gerak memiringkan (membuka) telapak kaki ke
arah luar.
26. Jawaban: d
Saat otot berkontraksi, panjang tiap sarkomer
mengalami reduksi (berkurang). Reduksi yang
terjadi yaitu jarak dari satu garis Z ke garis Z
berikutnya menjadi lebih pendek. Sarkomer yang
berkontraksi tidak menyebabkan perubahan pada
panjang pita A, namun pita I akan memendek dan
zona H menghilang.
27. Jawaban: b
1) Distrofi: penyakit melemahnya otot yang
diakibatkan oleh cacat genetis.
2) Atrofi: penurunan fungsi otot karena mengecil
atau kehilangan kemampuan berkontraksi.
3) Hipertrofi: otot menjadi lebih besar dan lebih
kuat karena sering digunakan/dilatih.
4) Tetanus: kejang otot karena infeksi bakteri
Clostridium tetani.
5) Hernia abdominal: dinding otot abdominal
sobek dan mengakibatkan usus melorot
masuk ke rongga perut.
28. Jawaban: e
Secara mikroskopis otot lurik tersusun dari miofibril
dengan garis-garis gelap dan terang. Setiap miofibril
tersusun dari sarkomer yang dibatasi dua garis Z.
Sarkomer adalah unit otot yang dibatasi oleh garis
gelap dan terang. Sarkomer mengandung filamen
protein tebal (miosin) dan tipis (aktin) yang saling
bertumpang tindih. Pita A adalah daerah gelap yang
mengandung aktin dan miosin. Zona H adalah
bagian pita A yang hanya mengandung miosin di
bagian tengah. Pita I adalah daerah ujung sarkomer
yang terdapat daerah terang dan hanya
mengandung aktin. Ketika otot berkontraksi, aktin
dan miosin bertautan dan saling menggelincir.
Akibatnya, zona H dan pita I memendek sehingga
sarkomer juga memendek.
29. Jawaban: c
Atrofi merupakan penurunan fungsi otot karena otot
mengecil atau kehilangan kemampuan
berkontraksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh
penyakit polio yaitu penyakit yang disebabkan oleh
virus. Virus ini menyebabkan kerusakan saraf yang
mengoordinasi otot ke anggota gerak bawah.

Biologi Kelas XI

53

30. Jawaban: a
Otot memiliki kombinasi antara aktin dan miosin
yang mengakibatkan pola terang dan gelap pada
otot tersebut. Setiap unit pola terang dan gelap
disebut sarkomer. Bagian yang ditunjuk oleh huruf
X dinamakan pita A. Daerah ini merupakan daerah
gelap yang mengandung aktin dan miosin. Bagian
yang ditunjuk oleh huruf Z dinamakan zona H.
Bagian ini merupakan bagian pita A yang hanya
mengandung miosin (di bagian tengah). Bagian
yang ditunjuk huruf Y dinamakan pita I. Daerah ini
merupakan daerah terang yang hanya mengandung
aktin.
B. Uraian
1. Tulang memiliki fungsi proteksi. Hal ini karena
tulang-tulang membentuk rongga yang melindungi
organ-organ lunak seperti otak, jantung, paru-paru,
sumsum tulang belakang, dan organ-organ bagian
dalam tubuh.
Tulang memiliki fungsi imunologis. Hal ini karena
sel-sel imunitas dibentuk di dalam sumsum tulang.
Sebagai contoh pembentukan limfosit B yang
kemudian membentuk antibodi untuk sistem
kekebalan tubuh.
2. a.

b.

3. a.

b.

54

Nomor 1 : tulang belikat yang berbentuk pipih


Nomor 2 : tulang rusuk yang berbentuk pipih
Nomor 3 : tulang usus yang berbentuk pipih
Nomor 4 : tulang paha yang berbentuk pipa
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah
tulang belakang. Tulang belakang terdiri atas
ruas-ruas tulang belakang yang dihubungkan
dengan persendian yang disebut sinartrosis.
Sinartrosis (sendi mati) adalah persendian
yang tidak memungkinkan terjadinya
pergerakan. Sinartrosis ada dua macam yaitu
sinostosis dan sinkondrosis. Sinostosis
adalah hubungan antartulang yang
dihubungkan dengan jaringan ikat serabut
padat, contoh pada tengkorak. Sinkondrosis
adalah persendian oleh tulang rawan
(kartilago) hialin, contoh hubungan antara
ruas-ruas tulang belakang dan tulang rusuk
dengan tulang dada.
Otot ekstensor merupakan otot yang mengakibatkan gerak meluruskan (ekstensi) yang
ditunjukkan oleh otot Y. Otot fleksor merupakan otot yang berperan dalam gerak menekuk
(fleksi) yang ditunjukkan oleh huruh X.
Sendi yang berperan untuk gerakan berputar
lengan yaitu sendi peluru yang ditunjukkan
oleh huruf O. Sendi peluru merupakan
persendian yang memungkinkan terjadinya
gerak ke segala arah.

Sistem Gerak pada Manusia

4. Pada saat hamil atau menyusui, dibutuhkan sekitar


1.200 mg kalsium per harinya. Kalsium dibutuhkan
terutama untuk proses pembentukan tulang pada
bayi dan menjaga kepadatan tulang dan gigi pada
ibu. Jika kebutuhan kalsium pada saat hamil dan
menyusui tidak terpenuhi, kalsium akan diambil
atau diserap dari tulang ibu untuk pertumbuhan si
kecil. Akibatnya, kepadatan tulang si ibu akan
menurun dan gigi menjadi keropos. Kondisi ini dapat
mengakibatkan terjadinya osteoporosis.
5. Tulang kompak (tulang padat) mempunyai matriks
tulang yang rapat dan padat, misalnya pada tulang
pipa. Sementara itu, tulang spons memiliki matriks
yang berongga. Rongga-rongga pada tulang spons
diisi oleh jaringan sumsum tulang. Apabila sumsum
tulang berwarna merah berarti mengandung selsel darah merah dan apabila berwarna kuning
berarti mengandung sel-sel lemak.
6. Gangguan pada persendian sebagai berikut.
a. Ankilosis yaitu persendian yang tidak dapat
digerakkan karena seolah-olah kedua tulang
menyatu.
b. Dislokasi yaitu sendi bergeser dari kedudukan
semula.
c. Layuh sendi yaitu suatu keadaaan tidak
bertenaga pada persendian akibat rusaknya
cakra epifisis tulang anggota gerak.
7. Otot antagonis adalah pasangan otot yang
melakukan gerak berlawanan. Contoh pasangan
otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep.
Saat menekuk lengan bawah otot bisep berkontraksi, sedangkan otot trisep berelaksasi. Otot
sinergis adalah psangan otot yang kerjanya saling
menunjang. Contoh pasangan otot sinergis adalah
otot pronator teres dan otot pronator kuadratus.
Jika keduanya berkontraksi, telapak tangan akan
menelungkup.
8. Rangsang yang sampai ke otot akan memengaruhi
asetilkolin yang peka terhadap rangsangan. Asetilkolin
yang lepas akan membebaskan ion kalsium yang
berada di antara sel otot. Ion kalsium ini lalu masuk
ke dalam sel otot sambil mengangkut troponin dan
tropomiosin ke aktin sehingga posisi aktin akan
berubah dan memengaruhi filamen penghubung.
Selanjutnya, aktin mendekati miosin sehingga
bertempelan membentuk aktomiosin. Akibatnya,
serabut otot menjadi lebih pendek. Pada keadaan
inilah otot dalam keadaan berkontraksi. Setelah itu,
ion kalsium masuk kembali ke plasma sel sehingga
ikatan troponin dan ion kalsium lepas yang mengakibatkan lepasnya perlekatan aktin dan miosin.
Pada keadaan inilah otot dalam keadaan relaksasi.
9. Penggunaan doping untuk meningkatkan prestasi
merupakan contoh dari penyalahgunaan ilmu pengetahuan. Pada awalnya, zat kimia yang sekarang

digunakan sebagai doping ditemukan oleh para


ilmuwan untuk kepentingan medis seperti mengobati orang yang mengalami gangguan dalam produksi
sel darah merahnya. Jadi, penggunaan doping untuk
meningkatkan prestasi merupakan tindakan yang
tidak terpuji. Seorang atlet dalam meningkatkan
prestasinya seharusnya dilakukan dengan cara
rajin berlatih, bukan menggunakan doping.

10. Terkilir merupakan tertariknya ligamen sendi karena


gerakan tiba-tiba atau gerakan yang tidak biasa
dilakukan. Tertariknya ligamen ini menyebabkan
peradangan di daerah persendian. Hal ini mengakibatkan pembengkakan. Terkilir mengakibatkan
timbulnya rasa sakit.

Biologi Kelas XI

55

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1. menjelaskan komponen penyusun darah pada manusia;
2. menjelaskan golongan darah pada manusia;
3. menjelaskan proses pembekuan darah;
4. menjelaskan alat-alat peredaran darah pada manusia;
5. menjelaskan proses peredaran darah pada manusia;
6. menjelaskan gangguan pada sistem peredaran darah;
7. menjelaskan teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah;
8. terampil menggunakan mikroskop.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap keteraturan dan kompleksitas struktur dan fungsi sistem peredaran
darah ciptaan Tuhan;
2. bersikap jujur, bertanggung jawab, memiliki rasa ingin tahu, dan teliti.
3. menghargai kerja kelompok.

Materi

Komposisi Darah dan Golongan Darah


Alat-Alat Peredaran Darah
Gangguan dan Teknologi pada Sistem Peredaran Darah

Pembelajaran Kognitif

Komponen penyusun darah.


Golongan darah dan proses pembekuan darah.
Alat-alat tubuh yang berperan dalam proses peredaran
darah.
Gangguan yang mungkin terjadi pada sistem peredaran
darah.
Teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran
darah.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan komponen penyusun darah.


Menjelaskan golongan darah dan proses pembekuan darah.
Menjelaskan alat-alat tubuh yang berperan dalam proses
peredaran darah.
Menjelaskan gangguan yang mungkin terjadi pada sistem
peredaran darah.
Menjelaskan teknologi yang berkaitan dengan sistem
peredaran darah.

Melakukan pengamatan komponen penyusun darah pada


manusia.
Melakukan identifikasi bentuk sel darah merah dan sel
darah putih.
Melakukan pengamatan proses pembekuan darah.
Melakukan pengamatan reaksi antara darah dan antiserum dalam proses penentuan golongan darah.
Melakukan pengamatan mekanisme peredaran darah.
Melakukan pengamatan bagian-bagian jantung manusia
dan kambing.
Melakukan penghitungan frekuensi denyut jantung dan
pengukuran tekanan darah.
Melakukan pengamatan dampak bahaya merokok bagi
sistem peredaran darah.

Keterampilan yang Dikuasai

Menggunakan dan merawat mikroskop cahaya.


Menyajikan hasil praktikum dalam bentuk laporan
praktikum.
Membuat media presentasi sederhana.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

56

Menjelaskan komponen penyusun darah, alat-alat yang berperan dalam proses peredaran
darah, serta gangguan dan teknologi pada sistem peredaran darah manusia.
dan
Memiliki
karakter
jujur,
bertanggung
jawab,
ingin tahu yang tinggi, dan teliti dalam keseharian.
Struktur
Fungsi
Sistem
Peredaran
Darah
padarasa
Manusia
Mengagumi salah satu sistem organ dalam tubuh manusia yang berperan dalam proses kehidupan.

A.

Pilihan Ganda

4.

1.

Jawaban: b
Sel darah merah memiliki karakteristik sebagai
berikut.
a. Merupakan komponen utama sel darah.
b. Berbentuk bikonkaf.
c. Tidak berinti sehingga tidak dapat hidup lama.
d. Mengandung hemoglobin.
e. Dibentuk di dalam sumsum tulang.
Bersifat fagosit merupakan karakteristik dari sel
darah putih.

Jawaban: b
Penggumpalan darah akan terjadi jika aglutinogen
A bertemu dengan aglutinin atau aglutinogen B
bertemu dengan aglutinin . Orang bergolongan
darah A memiliki aglutinogen A dan aglutinin .
Orang bergolongan darah B memiliki aglutinogen
B dan aglutinin . Oleh sebab itu, orang yang
bergolongan darah A tidak boleh mendonorkan
darahnya kepada orang bergolongon darah B,
ataupun sebaliknya.

5.

Jawaban: c
Plasma darah terdiri atas 90% air, dan 10%
sisanya zat-zat terlarut seperti protein (albumin,
globulin, fibrinogen, dan lisin), garam-garaman
(narium, kalium, dan kalsium), hormon, serta
nutrien lainnya (glukosa dan asam lemak). Adapun
eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah
putih), dan trombosit (keping darah) merupakan
komponen utama sel darah.

6.

Jawaban: e
Dengue virus merupakan penyebab penyakit
demam berdarah pada manusia yang ditularkan
oleh nyamuk Aedes aegypti . Orang yang
menderita demam berdarah akan mengalami
pendarahan akibat pecahnya keping darah
(trombosit) akibat diserang oleh virus tersebut.
Akibatnya, jumlah keping darah penderita demam
berdarah akan terus menurun. Keping darah
merupakan sel darah yang berperan dalam proses
pembekuan darah.

7.

Jawaban: a
Sel darah putih (leukosit) memiliki ciri-ciri sebagai
berikut.
1) Bersifat fagosit.
2) Memiliki inti sel.
3) Tidak mengandung hemoglobin.
4) Memiliki ukuran lebih besar daripada eritrosit.
5) Dibentuk di dalam sumsum merah tulang,
limpa, dan kelenjar getah bening.
Sel darah yang mengandung hemoglobin yaitu sel
darah merah (eritrosit). Adapun sel darah yang
berperan dalam proses pembekuan darah adalah
keping darah (trombosit).

2.

3.

Jawaban: c
Berdasarkan tabel tersebut, golongan darah yang
dapat menjadi donor ditunjukkan oleh nomor I dan
IV. Nomor I memiliki golongan darah O dan nomor
IV memiliki golongan darah A. Seseorang memiliki
golongan darah O apabila eritrositnya tidak
mengandung aglutinogen, sedangkan plasma
darahnya mengandung aglutinin dan . Adapun
seseorang memiliki golongan darah A apabila
eritrositnya mengandung aglutinogen A, sedangkan
plasma darahnya mengandung aglutinin .
Transfusi darah hanya dapat dilakukan jika terjadi
kecocokan atau kesamaan golongan darah.
Golongan darah A hanya dapat menerima transfusi
darah dari orang yang golongan darahnya sama,
yaitu A atau golongan darah O yang merupakan
donor universal. Golongan darah nomor II adalah
B karena dalam eritrositnya mengandung
aglutinogen B, sedangkan plasma darahnya
mengandung aglutinin . Golongan darah nomor III
adalah AB karena dalam eritrositnya mengandung
aglutinogen A dan B, sedangkan plasma darahnya
tidak mengandung aglutinin. Golongan darah AB
juga disebut resipien universal.
Jawaban: b
Basofil merupakan sel leukosit yang jumlahnya
bertambah akibat adanya reaksi alergi. Sel basofil
berperan untuk mengeluarkan histamin yang
mengakibatkan peradangan dan heparin yang
berperan dalam pembekuan darah. Sel leukosit
yang berperan menghasilkan antibodi adalah
limfosit. Sel leukosit yang berfungsi menjaga
kekebalan tubuh dari infeksi adalah monosit. Sel
leukosit yang berperan memusnahkan bakteri yang
masuk ke tubuh dan memakan benda-benda asing
yang masuk ke tubuh adalah neutrofil.

Biologi Kelas XI

57

8.

donor akan bercampur dengan aglutinin resipien


dan mengakibatkan darah resipien menggumpal.
Aglutinin a dan b dimiliki oleh orang dengan
golongan darah O. Golongan darah O disebut donor universal karena dapat ditransfusikan kepada
semua golongan darah. Namun, orang dengan
golongan darah O hanya dapat menerima transfusi
darah dari golongan darah sesamanya. Oleh sebab
itu, berdasarkan skema transfusi darah pada soal,
golongan darah O dimiliki oleh Winda dan Abdul.
Winda dapat menjadi donor bagi Dian, Iwan, Edi,
dan Abdul. Adapun Abdul hanya dapat menerima
transfusi darah dari Winda karena sama-sama
bergolongan darah O. Apabila eritrosit seseorang
mengandung aglutinogen A, sedangkan plasma
darahnya mengandung aglutinin b maka orang
tersebut bergolongan darah A. Apabila eritrosit
seseorang mengandung aglutinogen B, sedangkan
plasma darahnya mengandung aglutinin a maka
orang tersebut bergolongan darah B. Apabila
eritrosit seseorang mengandung aglutinogen A dan
B, sedangkan plasma darahnya tidak mengandung
aglutinin maka orang tersebut bergolongan darah
AB.

Jawaban: b
Kandungan protein dalam plasma darah beserta
fungsinya yang sesuai sebagai berikut.
Protein dalam Plasma
Lisin
Opimisin
Antitoksin
Globulin
Fibrinogen

9.

Fungsi
Memecah antigen
Memacu sifat fagosit
pada leukosit
Menetralkan racun
Membentuk antibodi
Berperan dalam proses
penggumpalan darah

Jawaban: c
Jenis leukosit pada gambar adalah eosinofil. Eosinofil
berperan dalam proses pertahanan terhadap parasit.
Jenis leukosit yang berperan untuk memusnahkan zatzat asing yang masuk ke tubuh adalah neutrofil. Jenis
leukosit yang berperan dalam proses pertahanan
terhadap serangan mikroorganisme adalah limfosit.
Jenis leukosit yang berperan untuk menjaga kekebalan
tubuh adalah monosit. Jenis leukosit yang berperan
untuk memberi reaksi alergi dengan mengeluarkan
histamin dan heparin adalah basofil.

10. Jawaban: d
Sel darah yang memiliki ciri-ciri seperti disebutkan
dalam soal adalah trombosit. Trombosit berperan
dalam proses pembekuan darah. Adapun mempertahankan keseimbangan air dalam darah dan
memacu sifat fagosit pada leukosit merupakan
fungsi dari protein darah. Sel darah yang berfungsi
mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh adalah
eritrosit. Sel darah yang berfungsi menjaga
kekebalan tubuh dari infeksi adalah leukosit.
11. Jawaban: e
Darah manusia berwarna merah karena
mengandung hemoglobin. Hemoglobin berperan
mengikat oksigen dan karbon dioksida. Semakin
banyak hemoglobin mengikat oksigen, darah akan
semakin berwarna merah cerah. Semakin banyak
hemoglobin mengikat karbon dioksida, darah akan
semakin berwarna gelap. Sementara itu, serum
adalah bagian plasma darah yang berbentuk cair
dan mengandung zat antibodi. Albumin adalah
protein dalam darah yang berfungsi mempertahankan keseimbangan air dalam darah. Trombin
adalah enzim yang berfungsi mengubah fibrinogen
menjadi fibrin. Trombosit merupakan sel darah
yang berfungsi dalam proses pembekuan darah.
12. Jawaban: c
Aglutinin pada darah memiliki kemampuan untuk
menggumpalkan eritrosit. Jadi, apabila darah donor tidak sesuai dengan resipien maka aglutinogen

58

13. Jawaban: c
Umur eritrosit sekitar 120 hari. Setelah eritrosit tua
dan mati akan dirombak di hati menjadi bilirubin
dan biliverdin (zat warna empedu). Zat besi hasil
perombakan tersebut kemudian dikirim ke hati dan
limpa untuk digunakan membentuk eritrosit baru.
Sedangkan limfosit dan monosit merupakan jenis
sel darah putih.
14. Jawaban: b
A: trombokinase
B: fibrinogen
Apabila trombosit menyentuh luka maka trombosit
akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase. Dengan bantuan ion Ca2+ dan vitamin K,
enzim trombokinase mengubah protrombin menjadi
trombin. Selanjutnya, trombin akan mengubah
fibrinogen menjadi benang-benang fibrin yang akan
menutupi luka.
15. Jawaban: b
Albumin merupakan protein dalam darah yang
berfungsi mempertahankan keseimbangan air
dalam darah dan mengatur volume darah. Adapun
memacu sifat fagosit pada leukosit merupakan
fungsi opimisin, mengendapkan antigen
merupakan fungsi presipitin, untuk membentuk
antibodi merupakan fungsi globulin, dan
menetralkan racun merupakan fungsi antitoksin.

Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

B. Uraian
1. Sel darah putih berdasarkan karakteristik
sitoplasmanya dapat dibagi menjadi dua yaitu
granulosit dan agranulosit.
a. Granulosit merupakan sel darah putih yang
sitoplasmanya bergranula. Granulosit terdiri
atas neutrofil, eosinofil, dan basofil.
b. Agranulosit merupakan kelompok sel darah
putih yang sitoplasmanya tidak bergranula.
Kelompok sel ini meliputi limfosit dan monosit.
2. Lereng Gunung Merapi memiliki kadar oksigen yang
rendah karena terletak di dataran tinggi. Adapun
Kota Boyolali memiliki kadar oksigen yang tinggi
karena terletak di dataran rendah. Oleh karena itu,
Ula yang tinggal di lereng Gunung Merbabu
mempunyai jumlah eritrosit yang lebih banyak
dibandingkan jumlah eritrosit yang dimiliki Aulia
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Eritrosit merupakan sel darah yang berperan
mengikat oksigen. Semakin banyak jumlah eritrosit
seseorang, semakin banyak oksigen yang diikat
sehingga kebutuhan oksigen dapat tercukupi.
3. Trombosit (keping darah) memiliki karakteristik
berikut.
a. Bentuknya tidak beraturan dan ukurannya
kecil.
b. Tidak berinti sehingga berumur pendek.
c. Masa hidup keping darah 1012 hari.
d. Dalam setiap mililiter darah terdapat keping
darah sekitar 200.0004.000.000 butir.
e. Berperan dalam proses pembekuan darah.
4. Protein yang terkandung dalam plasma darah
sebagai berikut.
a. Opimisin, berfungsi memacu sifat fagositosit
pada leukosit.
b. Antitoksin, berfungsi menetralkan racun.
c. Fibrinogen, berperan dalam proses
penggumpalan darah.
d. Presipitin, berfungsi mengendapkan antigen.
e. Lisin, berfungsi menghancurkan atau
memecah antigen.
5. Dokter tidak memperbolehkan Bulan mendonorkan
darahnya kepada Bintang karena golongan darah
Bulan tidak sesuai dengan golongan darah Bintang.
Golongan darah O tidak mengandung aglutinogen,
tetapi mengandung aglutinin dan aglutinin .
Sedangkan golongan darah B mengandung
aglutinogen B dan mengandung aglutinin . Jika
darah Bulan ditransfusikan kepada Bintang,

aglutinin dalam darah Bintang akan merusak


aglutinogen B dalam darah Bulan yang
ditransfusikan ke dalam tubuh Bintang. Akibatnya,
akan terjadi penggumpalan darah dalam tubuh
Bintang.
6. Leukosit yang bergranula terdiri atas neutrofil,
eosinofil, dan basofil. Sedangkan leukosit yang
tidak bergranula terdiri atas limfosit dan monosit.
Fungsi masing-masing leukosit sebagai berikut.
a. Neutrofil: memusnahkan bakteri dan zat-zat
asing yang masuk ke tubuh.
b. Eosinofil: berperan dalam pertahanan terhadap
parasit.
c. Basofil: memberi reaksi alergi dengan
mengeluarkan histamin yang mengakibatkan
peradangan dan heparin yang berperan dalam
pembekuan darah.
d. Limfosit: berperan dalam pertahanan terhadap
serangan mikroorganisme dan makromolekul
asing.
e. Monosit: menjaga kekebalan tubuh dari
infeksi.
7. Peristiwa yang terjadi pada luka di kaki Bagus
disebut pembekuan darah. Jika terjadi luka, darah
keluar sehingga darah berhubungan dengan udara.
Trombosit yang keluar bersama darah akan pecah
karena bergesekan dengan luka dan mengeluarkan
trombokinase atau tromboplastin. Dengan bantuan
ion-ion Ca 2+ dan vitamin K, tromboplastin
mengubah protrombin dalam darah menjadi
trombin. Trombin akan mengubah fibrinogen yang
ada dalam darah menjadi benang-benang fibrin,
yaitu benang-benang halus yang menutup luka
sehingga darah tidak lagi keluar.
8. Sel darah putih (leukosit) memiliki karakteristik
sebagai berikut.
a. Memiliki inti sel sehingga dapat bertahan hidup
selama berbulan-bulan.
b. Tidak mengandung hemoglobin sehingga
tidak berwarna merah.
c. Ukurannya lebih besar daripada eritrosit.
d. Sel darah putih dibentuk di dalam sumsum
merah tulang, limpa, dan kelenjar bening.
e. Berfungsi sebagai fagosit.
9. Eritroblastosis fetalis disebut juga penyakit
hemolisis pada bayi yang baru lahir. Eritroblastosis
fetalis merupakan kondisi yang ditandai dengan
penyerangan pada sel darah merah bayi akibat
adanya antibodi di dalam darah ibu sewaktu terjadi
inkompatibilitas golongan darah rhesus (Rh).

Biologi Kelas XI

59

Eritroblastosis fetalis hanya dapat terjadi ketika


ibu dengan Rh peka terhadap bayi yang memiliki
Rh+ ketika hamil. Kepekaan terjadi ketika darah
ibu dengan Rh terpapar oleh darah bayi Rh+
sewaktu hamil. Pada saat kehamilan pertama
dengan bayi Rh+ dari ibu Rh, aliran darah ibu tidak
memiliki antibodi karena belum terpapar
sebelumnya. Pada kehamilan berikutnya dengan
bayi Rh+, keberadaan antibodi dalam darah ibu
menyerang sel darah merah bayi melalui plasenta
atau sewaktu persalinan sehingga menyebabkan
terjadinya eritroblastosis fetalis.

10. Dalam tubuh orang sehat, jumlah leukosit sekitar


7.000 sel per mililiter darah. Jumlah tersebut dapat
meningkat dan menurun. Jumlah leukosit dapat
menurun karena terinfeksi kuman (misalnya tifus)
atau terkena radiasi yang kuat. Keadaan tersebut
dapat mengganggu pembentukan leukosit. Jumlah
leukosit yang menurun juga dapat menurunkan
tingkat kekebalan tubuh sehingga tubuh mudah
terserang penyakit.

O2 keluar dari ventrikel kiri dan mengalir ke seluruh


tubuh melalui aorta. Sementara itu, vena
mengalirkan darah masuk ke jantung. Darah yang
mengandung banyak O2 dari paru-paru mengalir
ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Darah yang
mengandung banyak CO2 dari seluruh tubuh
mengalir ke atrium kanan melalui vena superior
dan inferior.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Sistem peredaran darah manusia termasuk
peredaran darah ganda, yaitu peredaran darah
besar dan kecil. Pada peredaran darah besar, darah
mengalir dari jantung ke seluruh tubuh, lalu kembali
ke jantung. Sistem peredaran darah ini dimulai saat
ventrikel kiri memompakan darah yang kaya
oksigen ke seluruh tubuh melalui aorta. Kemudian,
darah dari seluruh tubuh yang mengandung banyak
karbon dioksida masuk ke atrium kanan melalui
vena kava. Sementara itu, pada peredaran darah
kecil darah mengalir dari jantung ke paru-paru lalu
kembali ke jantung. Sistem peredaran darah ini
terjadi saat ventrikel kanan memompakan darah
yang mengandung banyak karbon dioksida ke paruparu melalui arteri pulmonalis. Selanjutnya, darah
dari paru-paru yang mengandung banyak oksigen
masuk ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.
2. Jawaban: b
Otot jantung mempunyai kemampuan untuk
berdenyut secara terus-menerus. Pada saat
jantung mengembang atau berelaksasi, darah dari
vena pulmonalis dan vena kava masuk ke jantung.
Periode ini disebut diastol. Pada saat jantung
menguncup atau kontraksi, darah dari jantung
dipompa ke arteri pulmonalis dan aorta. Periode
ini disebut sistol.
3. Jawaban: d
Arteri mengalirkan darah keluar dari jantung. Darah
yang mengandung banyak CO 2 keluar dari
ventrikel kanan dan mengalir ke paru-paru melalui
arteri pulmonalis. Darah yang mengandung banyak

60

4. Jawaban: d
Katup bikuspidalis berfungsi mencegah agar darah
dalam ventrikel kiri tidak mengalir kembali ke ke
atrium kiri. Sementara itu, katup trikuspidalis
berfungsi mencegah agar darah dalam ventrikel
kanan tidak masuk kembali ke atrium kanan.
Foramen ovale merupakan lubang antara atrium
kiri dan atrium kanan yang terdapat pada masa
janin. Adapun katup semilunaris paru-paru
berfungsi mencegah agar darah yang keluar menuju
arteri paru-paru tidak kembali lagi ke ventrikel
kanan, dan katup semilunaris aorta berfungsi
mencegah agar darah yang keluar menuju aorta
tidak kembali lagi ke ventrikel kiri.
5. Jawaban: a
Pembuluh nadi (arteri) merupakan pembuluh darah
yang aliran darahnya mengalir meninggalkan
jantung. Pembuluh ini berfungsi membawa darah
dari jantung. Dinding pembuluh nadi tersusun dari
tiga lapisan sel, yaitu endotelium, otot polos, dan
jaringan ikat. Pembuluh nadi terdiri atas arteri
pulmonalis dan aorta serta membentuk cabangcabang pembuluh yang disebut arteriola. Arteriola
bercabang-cabang lagi hingga membentuk saluran
halus yang disebut kapiler. Adapun pembuluh darah
yang aliran darahnya mengalir menuju jantung
adalah pembuluh balik (vena).

Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

6. Jawaban: e
Ciri-ciri pembuluh darah balik (vena) sebagai
berikut.
1) Dinding pembuluh tipis dan tidak elastis.
2) Arah aliran menuju jantung.
3) Terletak dekat dengan permukaan kulit.
4) Mempunyai banyak katup di sepanjang
pembuluh.
5) Apabila terjadi luka, darah menetes.
6) Aliran darah lambat dan denyutan tidak terasa.
7. Jawaban: b
Bagian jantung yang berfungsi menerima darah dari
seluruh tubuh adalah atrium kanan (I). Sementara
itu, bagian jantung yang berfungsi menerima darah
dari paru-paru adalah atrium kiri (III). Adapun bagian
jantung yang ditunjukkan oleh nomor II adalah
ventrikel kanan. Ventrikel kanan berfungsi
menerima darah dari atrium kanan dan memompa
darah ke paru-paru. Adapun bagian jantung yang
ditunjukkan oleh nomor IV adalah ventrikel kiri.
Ventrikel kiri berfungsi menerima darah dari atrium
kiri dan memompa darah ke seluruh tubuh.
8. Jawaban: b
Data tersebut menunjukkan bahwa setelah
melakukan aktivitas berupa lari-lari kecil, denyut
nadi bertambah/meningkat. Dengan demikian,
aktivitas tubuh dapat meningkatkan denyut nadi.
Kecepatan denyut nadi seseorang antara lain
dipengaruhi oleh aktivitas, jenis kelamin, tinggi
badan, berat badan, dan usia.
9. Jawaban: b
Pada saat ventrikel berkontraksi, darah dari jantung
akan dipompa keluar. Kontraksi ventrikel kiri akan
mengakibatkan darah dipompa ke seluruh tubuh.
Sementara itu, kontraksi ventrikel kanan mengakibatkan darah dipompa ke paru-paru. Apabila
ventrikel berelaksasi maka darah dari atrium akan
masuk ke ventrikel.
10. Jawaban: b
Sistem peredaran darah manusia merupakan
sistem peredaran darah ganda yang terdiri atas
peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.
Pada peredaran darah besar, darah mengalir dari
jantung ke seluruh tubuh, lalu kembali ke jantung.
Pada peredaran darah kecil, darah mengalir dari
jantung ke paru-paru, lalu kembali ke jantung.
Sistem peredaran darah kecil terjadi saat ventrikel
kanan memompakan darah yang mengandung
banyak CO2 menuju ke paru-paru melalui arteri
pulmonalis. Selanjutnya, darah dari paru-paru yang
mengandung banyak O2 masuk ke atrium kiri
melalui vena pulmonalis.

B. Uraian
1. Sistem peredaran darah manusia disebut sistem
peredaran darah ganda karena darah melewati
jantung sebanyak dua kali dalam satu kali edar,
yaitu saat darah beredar menuju ke paru-paru
(peredaran darah kecil) dan saat darah beredar
menuju ke seluruh tubuh (peredaran darah besar).
Peredaran darah besar dimulai saat ventrikel kiri
memompakan darah yang kaya oksigen ke seluruh
tubuh melalui aorta, kemudian darah dari seluruh
tubuh yang mengandung banyak karbon dioksida
masuk ke atrium kanan melalui vena kava.
Peredaran darah kecil dimulai saat ventrikel kanan
memompakan darah yang mengandung banyak
karbon dioksida menuju ke paru-paru melalui arteri
pulmonalis, kemudian darah dari paru-paru yang
mengandung banyak oksigen masuk ke atrium kiri
melalui vena pulmonalis.
2. Antara ruang atrium kanan dan ventrikel kanan
terdapat katup trikuspidalis. Antara atrium kiri dan
ventrikel kiri terdapat katup bikuspidalis. Kedua
katup ini berfungsi utuk mencegah darah yang
sudah mengalir dari atrium ke ventrikel tidak
kembali lagi ke atrium.
3.
Perbedaan
Fungsi
Struktur dinding
Katup
Letak
Tekanan

Arteri

Vena

Membawa darah
meninggalkan jantung
Tebal dan elastis

Membawa darah
menuju jantung
Tipis dan kurang
elastis
Banyak, terdapat di
sepanjang vena
Di permukaan tubuh

Satu, terdapat pada


pangkal aorta
Di bagian dalam
tubuh
Kuat, jika terpotong
darah memancar

Lemah, jika terpotong


darah menetes

4. Nilai 90 mmHg menunjukkan tekanan sistolik, yaitu


tekanan darah ketika ventrikel berkontaksi.
Sedangkan nilai 60 mmHg menunjukkan tekanan
diastolik, yaitu tekanan darah ketika ventrikel
berelaksasi. Tekanan darah orang dewasa normal
sekitar 120 mmHg/80 mmHg. Dari hasil pengukuran dengan sphigmomanometer, tekanan darah
Ibu Anis terlalu rendah atau tidak normal. Peristiwa
ini disebut hipotensi.
5. Otot jantung mempunyai kemampuan untuk
berdenyut secara terus-menerus. Pada saat bilik
jantung mengembang atau berelaksasi, darah dari
serambi masuk ke bilik. Periode ini disebut diastol.
Pada saat bilik jantung menguncup atau kontraksi,
darah dari bilik kanan dipompa ke paru-paru melalui
arteri pulmonalis dan darah dari bilik kiri dipompa ke
seluruh tubuh melalui aorta. Periode ini disebut sistol.

Biologi Kelas XI

61

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Kelainan yang terjadi pada sel darah merah antara
lain sickle cell, talasemia, dan anemia. Sickle cell
merupakan suatu penyakit keturunan yang ditandai
dengan sel darah merah yang berbentuk bulan
sabit. Talasemia merupakan penyakit yang
disebabkan adanya gangguan produksi hemoglobin dan eritrosit. Anemia merupakan penyakit
kekurangan hemoglobin, Fe, dan eritrosit di dalam
tubuh. Varises merupakan pelebaran pembuluh
vena yang biasanya terjadi di kaki terutama di
bagian betis. Pelebaran pembuluh vena di sekitar
anus disebut ambeien.
2. Jawaban: a
1) Heart valve disease, penyakit ini merupakan
gangguan pada jantung akibat rusaknya katup
jantung. Katup jantung ini berfungsi sebagai
pengatur aliran darah yang masuk ke jantung.
2) Bradyarrhythmia, kelainan pada jantung yang
mengakibatkan jantung berdetak sangat
lambat (di bawah 60 kali/menit).
3) Tachyarrhythmia, kelainan pada jantung yang
mengakibatkan jantung berdetak sangat cepat
(di atas 100 kali/menit).
4) Jantung koroner, penyakit ini disebabkan
adanya penyumbatan pada arteri kecil di
dinding jantung yang terjadi karena penebalan
dinding jantung sebelah dalam.
5) Perikarditis, penyakit radang pada lapisan
jantung (perikardium) yang disebabkan oleh
infeksi.
3. Jawaban: d
Talasemia merupakan penyakit yang disebabkan
oleh adanya gangguan produksi hemoglobin dan
eritrosit sehingga menurunkan kemampuan
pengikatan oksigen oleh darah. Penyakit yang
dapat terjadi akibat perbanyakan sel darah putih
yang tidak terkendali adalah leukemia. Penyakit
yang dapat terjadi akibat penyumbatan pembuluh
darah oleh zat kapur adalah arteriosklerosis.
Penyakit yang dapat terjadi akibat penyumbatan
pembuluh darah oleh kolesterol adalah
arterosklerosis. Penyakit yang dapat terjadi akibat
hilangnya darah secara berlebihan adalah anemia.

62

4. Jawaban: a
Aterosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi
karena timbunan atau endapan lemak. Perikarditis
adalah peradangan pada perikardium. Leukemia
adalah produksi leukosit yang berlebihan sehingga
mengakibatkan fungsi sel-sel lainnya menjadi
terganggu. Talasemia merupakan tipe anemia
herediter karena rendahnya kemampuan
pembentukan hemoglobin. Akibatnya, sel darah
merah hanya mampu mengikat sedikit oksigen.
5. Jawaban: e
Nama Penyakit

Penyebab

a.
b.
c.

Varises
Jantung koroner
Trombosis

d.

Anemia

e.

Embolus

Pelebaran pembuluh balik


Penyumbatan arteri koroner
Trombus (bekuan komponenkomponen darah, seperti
trombosit, eritrosit, fibrin, dan
leukosit)
Terlalu lambatnya produksi
eritrosit
Tersumbatnya pembuluh
darah karena benda asing
yang tersangkut pada pembuluh darah

6. Jawaban: c
1) Hemofilia adalah kelainan dalam sistem
peredaran darah yang bersifat menurun dan
ditandai dengan gejala darah sukar membeku.
2) Sickle cell merupakan penyakit menurun yang
ditandai dengan adanya bentuk sel darah
merah yang menyerupai bulan sabit.
3) Leukemia adalah penyakit kanker darah.
4) Koronaria trombosis adalah terbentuknya
bekuan darah di dalam arteri koronaria
sehingga aliran darah terganggu yang
mengakibatkan melemahnya kontraksi otot
jantung.
7. Jawaban: d
Ambeien adalah pembengkakan pada dinding
anus, baik terjadi di luar atau di dalam anus. Pembengkakan ini terjadi karena adanya pelebaran
pembuluh vena yang terjadi di daerah anus.
Sementara itu, embolus yaitu tersumbatnya
pembuluh darah karena benda asing yang
tersangkut pada pembuluh darah. Leukositosis
adalah peningkatan sel darah putih (leukosit) di
atas nilai normal. Trombosis adalah tersumbatnya
pembuluh darah oleh trombus (bekuan komponenkomponen darah, seperti trombosit, eritrosit, fibrin,
dan leukosit). Aterosklerosis adalah pengerasan
pembuluh nadi karena adanya pengendapan lemak.

Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

8. Jawaban: e
Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah kondisi
di mana tekanan darah terhadap dinding arteri lebih
tinggi dibanding tekanan darah normal. Hipertensi
berhubungan dengan beberapa kelainan lain seperti
aterosklerosis. Terjadinya endapan lemak dalam
pembuluh darah (aterosklerosis) mengakibatkan
tekanan darah dalam dinding arteri lebih tinggi.
Adapun hemofilia yaitu kelainan pada darah yang
menyebabkan darah sukar membeku. Hipotensi
adalah tekanan darah lebih rendah dibanding
tekanan normal. Leukemia (kanker darah) adalah
perkembangan sel-sel darah putih tidak normal dan
berkembang tidak terkendali. Leukositosis adalah
produksi sel-sel darah putih yang melebihi jumlah
normal.
9. Jawaban: b
Sickle cell merupakan penyakit pada darah yang
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1) Eritrosit memiliki daya ikat yang lemah
terhadap oksigen.
2) Eritrosit saling tindih dalam pembuluh darah.
3) Eritrosit berbentuk bulan sabit.
4) Mudah terjadi hemolisis.
Adapun penyakit dalam darah yang ditandai
dengan jumlah leukosit melebihi batas normal
adalah leukemia. Penyakit dalam darah yang
ditandai dengan darah sukar membeku adalah
hemofilia. Penyakit yang ditandai dengan kadar
hemoglobin dan eritrosit yang rendah adalah anemia.
10. Jawaban: e
Kelainan pada darah yang menyebabkan darah
sukar membeku adalah hemofilia. Apabila penderita
hemofilia terluka, darahnya akan membeku sekitar
50 menit sampai dua jam. Hal ini mengakibatkan
penderita mengalami kehilangan banyak darah dan
dapat mengakibatkan kematian. Anemia
merupakan penyakit kekurangan eritrosit yang yang
disebabkan oleh hilangnya darah secara berlebihan.
Leukemia merupakan kondisi produksi sel darah
putih yang melebihi batas normal. Talasemia
merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya
gangguan produksi hemoglobin dan eritrosit. Sickle
cell merupakan penyakit yang ditandi dengan
bentuk sel darah merah menyerupai bulan sabit.
B. Uraian
1. Anemia merupakan penyakit kekurangan kadar
hemoglobin, Fe, dan eritrosit di dalam tubuh. Gejala
penderita anemia antara lain muka pucat, lesu, sakit
kepala, dan gangguan menstruasi. Anemia
disebabkan oleh beberapa faktor berikut.

a.
b.
c.
d.

Kehilangan banyak darah akibat pendarahan


hebat, luka bakar, dan infeksi cacing
tambang.
Kekurangan vitamin dan zat-zat makanan
yang berperan pada proses pembentukan
darah.
Penghancuran sel-sel darah merah yang
terlalu cepat dan banyak, misal karena
penyakit malaria.
Kerusakan sumsum tulang sehingga
pembentukan sel darah merah terhambat.

2. Jumlah sel darah putih (leukosit) normal pada orang


dewasa 7.000/mm3. Jumlah tersebut dapat
meningkat dan menurun. Jumlah kandungan sel
darah putih dalam darah Ibu Maya 40.000/mm3.
Kemungkinan besar Ibu Maya menderita leukimia
atau penyakit kanker darah. Leukemia merupakan
kondisi produksi sel darah putih melebihi batas
normal. Keadaan ini dapat membahayakan tubuh
karena dalam jumlah sangat besar leukosit akan
memfagositosit eritrosit. Leukemia dapat terjadi
karena adanya jaringan penghasil sel-sel darah
tumbuh secara abnormal. Leukemia juga
disebabkan oleh infeksi virus, terkena sinar
radioaktif, serta faktor genetis. Gejala penyakit ini
yaitu pucat, lesu, demam, dan pendarahan.
3. Pembuluh darah dapat mengalami gangguan dan
penyakit seperti berikut.
a. Hipertensi. Hipertensi diakibatkan oleh tekanan
darah yang tinggi di dalam arteri. Hipertensi
atau tekanan darah tinggi terjadi apabila nilai
ambang tekanan sistolik antara 140200 mmHg
atau lebih, dan nilai ambang tekanan diastolik
antara 90110 mmHg atau lebih.
b. Varises. Varises merupakan pelebaran
pembuluh balik (vena). Varises biasanya
terjadi di kaki terutama di bagian betis.
Sementara itu, varises yang terjadi di sekitar
anus disebut ambeien. Varises terjadi karena
katup-katup pada pembuluh balik tidak dapat
menutup dengan sempurna dan lemahnya
dinding pembuluh darah.
c. Sklerosis. Sklerosis dibedakan menjadi
arteriosklerosis dan aterosklerosis.
Arteriosklerosis disebabkan oleh hilangnya
elastisitas dinding arteri karena adanya
penimbunan zat kapur. Aterosklerosis
disebabkan oleh hilangnya elastisitas dinding
arteri karena adanya penumpukan kolesterol.
Arteriosklerosis dan aterosklerosis akan
memengaruhi volume darah yang mengalir dan
jumlah oksigen yang diedarkan.

Biologi Kelas XI

63

4. Cardiomyopathies merupakan gangguan otot


jantung yang ditandai dengan adanya pembesaran
atau pengecilan jantung secara tidak normal
sehingga jantung menjadi kaku. Akibatnya, jantung
bisa melemah sehingga jantung memompa darah
secara tidak normal. Cardiomyopathies bisa
mengakibatkan gagal jantung atau jantung bisa
berdetak tidak normal.

menyebabkan pengerasan pembuluh darah. LDL


adalah indikator lemak jenuh dalam darah. LDL
yang tinggi menunjukkan konsumsi yang tinggi
terhadap makanan lemak jenuh, misal kolesterol.
Oleh karena itu, ibu tersebut harus menghindari
makanan yang mengandung kolesterol tinggi.
Adapun HDL (High Density Lipoprotein) merupakan
kolesterol yang tidak berbahaya dan sering dikenal
dengan kolesterol baik. Kolesterol HDL berfungsi
mencegah kolesterol jahat (LDL) mengendap di
arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses
arteriosklerosis.

5. Kadar LDL (Low Density Lipoprotein) yang melebihi


normal mengakibatkan terjadinya endapan lemak
dalam pembuluh darah yang mengakibatkan
terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis dapat

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Plasma darah terdiri atas 90% air dan 10% berupa
zat-zat yang terlarut di dalamnya, seperti:
1) protein, antara lain albumin, globulin, dan
fibrinogen;
2) garam-garam mineral, antara lain kalsium,
kalium, dan natrium;
3) nutrien, antara lain glukosa dan asam lemak.
4) hormon;
5) karbon dioksida dan sampah nitrogen.
Oksigen merupakan komponen yang berikatan
dengan hemoglobin dalam sel darah merah.
2. Jawaban: a
Ciri-ciri keping darah sebagai berikut.
1) Tidak berinti dan berumur pendek.
2) Berukuran kecil dan bentuknya tidak beraturan.
3) Tidak mengandung hemoglobin sehingga
tidak berwarna.
4) Berperan dalam proses pembekuan darah.
Sel darah yang berbentuk bikonkaf dan
mengandung hemoglobin sehingga berwarna merah
adalah sel darah merah. Sel darah yang berfungsi
fagosit adalah sel darah putih.
3. Jawaban: c
Globulin merupakan bahan dasar pembentukan
antibodi atau kekebalan tubuh, yaitu zat yang berguna untuk melawan kuman penyakit atau benda
asing yang masuk ke dalam tubuh. Fibrinogen
merupakan protein yang berperan dalam proses
penggumpalan darah. Presipitin merupakan
protein yang berperan mengendapkan antigen.
Heme dan globin adalah pembentuk hemoglobin
yang terdapat dalam darah.

64

4. Jawaban: b
Leukosit pada gambar merupakan jenis sel limfosit.
Limfosit berperan dalam pertahanan terhadap
serangan virus dan mikroorganisme lainnya.
Leukosit yang berperan sebagai pertahanan
terhadap parasit yaitu sel eosinofil. Leukosit yang
berperan menjaga kekebalan tubuh dari infeksi
yaitu monosit. Leukosit yang berperan memusnahkan zat-zat asing yang masuk ke tubuh
yaitu sel neutrofil. Leukosit yang berperan memberi
reaksi alergi yang mengakibatkan peradangan yaitu
sel basofil.
5. Jawaban: d
Orang yang bergolongan darah O dalam sel
darahnya tidak mengandung aglutinogen,
sedangkan plasma darahnya mengandung aglutinin
dan . Orang yang bergolongan darah O disebut
donor universal bukan resipien universal karena
darahnya dapat ditansfusikan kepada semua
golongan darah. Namun, orang bergolongan darah
O tidak dapat menjadi resipien karena jika orang
bergolongan darah O menerima donor dari orang
bergolongan darah A, B, atau AB akan terjadi
penggumpalan darah akibat aglutinin orang
bergolongan darah O dapat menggumpalkan
eritrosit dari pendonor.
6. Jawaban: c
Sel darah putih yang sitoplasmanya bergranula
disebut granulosit. Granulosit terdiri atas neutrofil,
eosinofil, dan basofil. Adapun sel darah putih yang
sitoplasmanya tidak bergranula disebut agranulosit.
Agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit.

Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

7. Jawaban: c
Aglutinasi (penggumpalan darah) dapat terjadi
akibat bertemunya aglutinogen dalam eritrosit
darah pendonor dengan aglutinin dalam plasma
darah resipien yang sejenis. Pada kasus II
aglutinogen B dari golongan darah B bertemu
dengan aglutinin dari golongan darah O. Pada
kasus III aglutinogen A dari golongan darah AB
bertemu dengan aglutinin dari golongan darah B.
8. Jawaban: e
Ion kalsium dan vitamin K berperan dalam proses
pengubahan protrombin menjadi trombin. Skema
proses pembekuan darah sebagai berikut.
Trombosit pecah
Protrombin
Fibrinogen

mengeluarkan

ion Ca2+ dan vitamin K

menjadi

Trombokinase
Trombin
Fibrin

9. Jawaban: a
Perbedaan eritrosit dan leukosit sebagai berikut.
Perbedaan
Inti
Bentuk
Warna
Fungsi
Tempat pembentukan

Eritrosit
Tidak ada
Bikonkaf
Berwarna
Transpor O2
Sumsum tulang

Leukosit
Ada
Tidak teratur
Tidak berwarna
Sebagai fagosit
Kelenjar limfe

10. Jawaban: e
1) Eritrosit berfungsi mengikat O2 dan diedarkan
ke seluruh tubuh serta mengangkut CO2 dari
sel tubuh menuju paru-paru.
2) Leukosit berfungsi melumpuhkan dan
menghancurkan kuman penyakit yang masuk
ke dalam tubuh.
3) Trombosit berfungsi dalam proses
pembekuan darah.
4) Limfosit berfungsi membentuk antibodi yang
berperan dalam menjaga kekebalan tubuh.
11. Jawaban: a
Secara teori, orang yang bergolongan darah A bisa
menerima transfusi darah dari orang bergolongan
darah A dan O. Oleh karena itu, Mandra yang
bergolongan darah A bisa menerima transfusi darah
dari Karyo yang bergolongan darah A dan Jaenab
yang bergolongan darah O. Mandra bisa menerima
transfusi darah dari Karyo karena memiliki kesamaan
golongan darah. Adapun Mandra bisa menerima
transfusi darah dari Jaenab karena golongan darah
Jaenab (O) dianggap sebagai donor universal.

12. IJawaban: d
Berdasarkan ciri-cirinya, komponen darah yang
diamati Ika adalah trombosit (keping darah).
Trombosit berperan penting dalam proses
pembekuan darah. Adapun menjaga keseimbangan
air dalam tubuh dan memacu sifat fagositosit pada
leukosit merupakan fungsi protein darah.
Mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh merupakan
fungsi eritrosit. Menghasilkan antibodi merupakan
fungsi sel limfosit.
13. Jawaban: c
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf X adalah
serambi kiri yang berfungsi menerima darah dari
paru-paru. Bagian yang ditunjukkan oleh huruf Y
adalah bilik kiri yang berfungsi memompa darah
ke seluruh tubuh.
14. Jawaban: b
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf X adalah aorta.
Aorta berfungsi membawa darah yang mengandung
banyak O2 dari jantung ke seluruh tubuh. Adapun
pembuluh darah yang berfungsi membawa darah
yang mengandung banyak CO2 dari jantung menuju
paru-paru adalah arteri pulmonalis.
15. Jawaban: c
Ventrikel kiri berfungsi memompa darah ke seluruh
tubuh. Tugas ini lebih berat dibanding ventrikel
kanan yang hanya bertugas memompa darah ke
paru-paru. Akibatnya, otot-otot yang menyusun
ventrikel kiri berukuran lebih besar. Inilah yang
mengakibatkan dinding ventrikel kiri lebih tebal
daripada ventrikel kanan.
16. Jawaban: a
Saat melakukan fungsinya, jantung berdenyut
dengan siklus kontraksi-relaksasi. Periode
kontraksi disebut sistol, terjadi saat jantung
menguncup dan darah terdorong keluar. Pada saat
sistol, ruangan bilik menguncup dan darah dipompa
ke seluruh tubuh melewati aorta.
17. Jawaban: d
Eritroblastosis fetalis adalah kelainan akibat rhesus
ibu berbeda dengan rhesus bayi. Apabila darah ibu
rhesus negatif dan darah bayi yang dikandungnya
rhesus positif dapat mengakibatkan eritroblastosis
fetalis pada bayi. Sel eritrosit bayi yang mengandung rhesus positif saat melewati plasenta akan
memicu tubuh ibu untuk memproduksi antibodi
karena menganggap rhesus bayi sebagai antigen.
Akibatnya, antibodi ibu tersebut akan menyerang
antigen rhesus positif pada eritrosit bayi.

Biologi Kelas XI

65

18. Jawaban: b
Saat melakukan fungsinya, jantung berdenyut
dengan siklus kontraksi-relaksasi. Periode
relaksasi disebut diastol, terjadi saat bilik jantung
mengembang sehingga darah mengalir ke dalam
bilik jantung. Pada saat diastol, ruangan bilik
mengembang dan darah masuk dari serambi
jantung menuju bilik.
19. Jawaban: e
Penyempitan pada pembuluh arteri koronaria atau
disebut dengan koronaria trombosis, yaitu
terbentuknya gumpalan darah dalam arteri
koronaria sehingga aliran darah terganggu dan
berkurang. Akibatnya, otot jantung kekurangan
nutrisi dan oksigen serta kontraksinya menjadi
lemah sehingga dapat mengakibatkan serangan
jantung. Keadaan ini kalau tidak segera ditolong
dapat mengakibatkan kematian.
20. Jawaban: b
Aterosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi
akibat penimbunan lemak. Arteriosklerosis yaitu
pengerasan pembuluh darah akibat penimbunan
zat kapur. Embolus yaitu tersumbatnya pembuluh
darah karena benda asing yang tersangkut pada
pembuluh darah. Trombus adalah bekuan
komponen-komponen darah, seperti trombosit,
eritrosit, fibrin, dan leukosit. Trombosis yaitu
tersumbatnya pembuluh darah oleh trombus.
21. Jawaban: e
Untuk melumpuhkan kuman penyakit yang berada
di luar darah, sel darah putih menembus keluar
dinding pembuluh kapiler dan masuk ke dalam
jaringan yang terserang zat asing. Kemampuan sel
darah putih (leukosit) ini disebut diapedesis.
Adapun kemampuan sel darah putih untuk
memakan bakteri atau kuman disebut fagositosis.
22. Jawaban: d
Jumlah sel darah putih (leukosit) normal pada
orang dewasa 7.000/mm 3 darah. Jumlah
kandungan leukosit dalam darah pasien tersebut
2.000/mm3 darah. Penyakit yang diderita pasien
tersebut adalah leukopeni, yaitu penurunan jumlah
leukosit dalam darah. Anemia merupakan penyakit
kekurangan sel darah merah. Leukemia merupakan
penyakit kanker darah akibat produksi sel darah
putih melebihi batas normal. Talasemia merupakan
penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan
produksi hemoglobin dan eritrosit. Polisitemia
merupakan keadaan ketika terjadi peningkatan
jumlah sel darah merah yang berlebihan akibat
pembentukan sel darah merah yang berlebihan oleh
sumsum tulang.

66

23. Jawaban: e
Seseorang yang kadar Hb darahnya sangat rendah
atau eritrositnya rendah menunjukkan bahwa orang
tersebut menderita anemia. Kekurangan Hb dalam
tubuh mengakibatkan kebutuhan oksigen tidak
tercukupi sehingga mengakibatkan pusing dan
mudah lelah. Embolus adalah tersumbatnya
pembuluh darah karena benda-benda asing yang
tersangkut pada pembuluh darah. Leukemia adalah
peningkatan jumlah leukosit secara tidak
terkendali. Arteriosklerosis adalah pengerasan
pembuluh nadi oleh endapan lemak. Trombosis
adalah tersumbatnya pembuluh darah oleh
komponen-komponen darah (trombus). Komponenkomponen darah, antara lain trombosit, fibrin,
eritrosit, dan leukosit.
24. Jawaban: a
Urutan peredaran darah yang mengandung banyak
CO2 adalah serambi kanan (1), bilik kanan (2), dan
arteri pulmonalis (5). Sementara itu, urutan
peredaran darah yang mengandung banyak O2
adalah vena pulmonalis (6), serambi kiri (4), dan
bilik kiri (3).
25. Jawaban: b
Aliran darah tidak dapat balik karena adanya katup
(valvula). Katup yang terdapat pada jantung
meliputi katup bikuspidalis, katup trikuspidalis,
katup semilunaris aorta, dan katup semilunaris
paru-paru. Katup bikuspidalis berfungsi mencegah
agar darah dari ventrikel kiri tidak mengalir kembali
ke atrium kiri. Katup trikuspidalis berfungsi
mencegah agar darah dari ventrikel kanan tidak
mengalir kembali ke atrium kanan. Katup
semilunaris aorta berfungsi mencegah agar darah
yang keluar menuju aorta tidak kembali lagi ke
ventrikel kiri. Katup semilunaris paru-paru berfungsi
mencegah agar darah yang keluar menuju arteri
paru-paru tidak kembali lagi ke ventrikel kanan.
Darah keluar dari jantung saat ventrikel
berkontraksi. Darah kembali ke jantung memasuki
atrium. Aorta adalah arteri terbesar yang dilewati
darah ketika keluar dari jantung. Vena adalah
pembuluh darah yang menuju jantung.
26. Jawaban: c
Leukosit dan plasma tidak mengandung hemoglobin. Hanya eritrosit yang mengandung hemoglobin. Adanya hemoglobin ini mengakibatkan darah
berwarna merah. Adapun pengaruh dari reaksi
antara oksigen dengan hemoglobin mengakibatkan
darah berwarna merah cerah. Sementara itu, reaksi
antara karbon dioksida dan hemoglobin
mengakibatkan darah berwarna merah gelap.

Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

27. Jawaban: e
Dalam keadaan normal darah di dalam vena dan
arteri tidak mengalami pembekuan. Hal ini
disebabkan dalam darah tersebut tidak terdapat
trombin yang dapat mengkatalis perubahan fibrinogen menjadi benang-benang fibrin sehingga
mengakibatkan pembekuan darah. Trombin hanya
akan terbentuk saat terjadi luka.
28. Jawaban: d
Golongan Darah
A
B
O
AB

Aglutinogen

Aglutinin

A
B

A dan B

dan

29. Jawaban: d
Bagian-bagian jantung yang ditunjuk sebagai
berikut.
1 = atrium kanan
2 = atrium kiri
3 = ventrikel kanan
4 = ventrikel kiri
Bagian jantung yang memiliki dinding otot yang
tebal adalah ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Hal
ini terkait dengna tugasnya yang lebih berat yaitu
memompa darah ke paru-paru dan ke seluruh
tubuh. Atrium kanan dan atrium kiri memiliki dinding
otot yang lebih tipis karena hanya bertugas
mengalirkan darah ke ventrikel.
30. Jawaban: a
Setiap mm3 darah mengandung 2050 butir basofil,
100400 butir eosinofil, 100700 butir monosit,
1.5003.000 butir limfosit, dan 4.0007.000 butir
neutrofil.

makanan, udara, dan zat buangan. Jantung,


berfungsi memompa darah sehingga dapat beredar
ke seluruh tubuh. Pembuluh darah, berfungsi
sebagai saluran tempat darah beredar ke seluruh
tubuh.
3. Warna merah pada darah disebabkan oleh
kandungan hemoglobin pada darah. Meskipun sel
darah merah berukuran sangat kecil, sel darah
merah mengandung sekitar 250 juta molekul hemoglobin. Warna merah pada darah dapat berbedabeda yang dipengaruhi oleh reaksi antara hemoglobin dengan oksigen dan karbon dioksida. Reaksi
antara hemoglobin dengan oksigen akan
mengakibatkan darah berwarna merah muda/cerah.
Sementara itu, reaksi antara hemoglobin dengan
karbon dioksida mengakibatkan darah berwarna
merah tua/gelap.
4. Peredaran darah tertutup artinya darah mengalir
ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.
Peredaran darah ganda artinya darah mengalir
melewati jantung sebanyak dua kali dalam satu
kali edar, yaitu saat darah beredar menuju ke paruparu dan saat darah beredar menuju ke seluruh
tubuh. Peredaran darah dari jantung (bilik kanan)
menuju ke paru-paru dan masuk kembali ke jantung
(serambi kiri) disebut peredaran darah kecil.
Sementara itu, saat darah beredar dari jantung (bilik
kiri) menuju ke seluruh tubuh dan kembali ke
jantung (serambi kanan) disebut peredaran darah
besar.
5. a.

b.
B. Uraian
1. Sistem peredaran darah pada manusia mempunyai
beberapa fungsi berikut.
a. Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah.
b. Mengangkut zat makanan dan zat sisa hasil
metabolisme.
c. Melindungi tubuh dari serangan bakteri dan
virus.
d. Mengangkut zat buangan dan substansi
beracun menuju hati untuk dinetralkan.
e. Mengangkut zat buangan dan substansi
beracun menuju ginjal untuk dikeluarkan dari
tubuh.
2. Sistem peredaran darah memiliki tiga komponen
utama yaitu darah, jantung, dan pembuluh darah.
Darah, berfungsi sebagai medium pengangkut zat

Donan memiliki golongan darah B, Ruri


memiliki golongan darah A, Laksmi memiliki
golongan darah AB, dan Abdul memiliki
golongan darah O.
Abdul memiliki golongan darah O, berarti di
dalam eritrositnya tidak mengandung
aglutinogen dan dalam plasma darahnya
mengandung aglutinin dan aglutinin .
Adapun Ruri memiliki golongan darah A, berarti
di dalam eritrositnya mengandung aglutinogen
A dan plasma darahnya mengandung aglutinin
. Jika Abdul mendonorkan darahnya kepada
Ruri, tubuh Ruri akan menerimanya. Hal ini
disebabkan karena golongan darah O tidak
memiliki aglutinogen sehingga tidak akan
terjadi penggumpalan. Penggumpalan hanya
akan terjadi bila aglutinin dalam darah Ruri
bertemu dengan aglutinogen donor yang tidak
sesuai, yaitu aglutinogen B. Oleh sebab itu,
golongan darah O disebut donor universal
karena dapat ditansfusikan kepada semua
golongan darah.

Biologi Kelas XI

67

6. Empat katup yang terdapat di dalam jantung


sebagai berikut.
a. Katup bikuspidalis: berfungsi mencegah agar
darah dari ventrikel kiri tidak mengalir kembali
ke atrium kiri.
b. Katup trikuspidalis: berfungsi mencegah agar
darah dari ventrikel kanan tidak mengalir
kembali ke atrium kanan.
c. Katup semilunaris aorta: berfungsi mencegah
agar darah yang keluar menuju aorta tidak
kembali lagi ke ventrikel kiri.
d. Katup semilunaris paru-paru: berfungsi mencegah agar darah yang keluar menuju arteri
paru-paru tidak kembali lagi ke ventrikel kanan.
7.

8. a.

68

Sel Darah

Nama

a.

Eritrosit

b.

Eosinofil

c.

Neutrofil

d.

Limfosit

e.

Trombosit

Fungsi
Mengangkut oksigen dan
karbon dioksida dalam tubuh
Memberi pertahanan terhadap parasit
Memusnahkan bakteri dan
zat-zat asing yang masuk
kebutuh
Memberi pertahanan terhadap
serangan mikroorganisme
(virus) dan makromolekul
asing
Membantu proses pembekuan
darah

Nomor 1 adalah atrium kanan.


Nomor 2 adalah ventrikel kanan.
Nomor 3 adalah atrium kiri.
Nomor 4 adalah ventrikel kiri.
Nomor 5 adalah katup trikuspidalis.
Nomor 6 adalah katup bikuspidalis.

b.
c.

Bagian bernomor 5 berfungsi mencegah agar


darah dalam ventrikel kanan tidak mengalir
kembali ke atrium kanan.
Apabila bagian bernomor 6 tidak berfungsi
maka darah dalam ventrikel kiri dapat masuk
kembali ke atrium kiri.

9. Jumlah eritrosit dalam tubuh manusia dipengaruhi


oleh faktor-faktor berikut.
a. Jenis kelamin. Seorang laki-laki memiliki
eritrosit lebih banyak daripada perempuan.
b. Usia. Semakin tua seseorang, semakin
berkurang jumlah eritrositnya.
c. Ketinggian tempat tinggal. Orang yang hidup
di dataran tinggi memiliki jumlah eritrosit lebih
banyak daripada orang yang hidup di dataran
rendah.
d. Makanan. Makanan yang mengandung zat
besi akan menambah jumlah eristrosit.
10. Transplantasi jantung dari satu orang ke orang lain
sering gagal karena tubuh resipien segera bereaksi
menolaknya. Hal ini disebabkan jantung yang
ditransplantasikan dianggap sebagai benda asing
sehingga harus dilawan dengan antibodi. Jadi,
transplantasi yang aman dilakukan jika terdapat
kecocokan antara gen pendonor dan penerima.
Biasanya, pendonor lebih banyak diambil dari satu
garis keturunan. Namun, transplantasi organ dari
kerabat dekat misalnya ayah, ibu, saudara, dan
anak juga belum menjamin keberhasilan
transplantasi.

Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1. mengidentifikasikan jenis-jenis zat gizi yang diperlukan oleh tubuh beserta peranannya;
2. mengaitkan hubungan antara struktur organ pencernaan dengan fungsinya;
3. mendeskripsikan proses pencernaan dan gangguan pada sistem pencernaan;
4. mendeskripsikan perbedaan sistem pencernaan manusia dan hewan ruminansia.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. rajin beribadah sebagai wujud syukur terhadap keteraturan dan kompleksitas makhluk hidup ciptaan Tuhan;
2. bersikap jujur, terbuka, objektif, bertanggung jawab, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Materi

Zat-Zat yang Diperlukan oleh Tubuh


Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Manusia dan Hewan Ruminansia

Pembelajaran Kognitif

Jenis-jenis zat makanan yang diperlukan tubuh beserta


peranannya.
Kebutuhan energi dan menu makanan bergizi seimbang.
Struktur organ-organ pencernaan manusia.
Gangguan atau penyakit pada sistem pencernaan manusia.
Organ-organ pencernaan hewan ruminansia.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan jenis-jenis zat makanan yang diperlukan tubuh


beserta peranannya.
Menjelaskan kebutuhan energi dan menu makanan bergizi
seimbang.
Menjelaskan struktur organ-organ pencernaan manusia.
Menjelaskan gangguan atau penyakit pada sistem pencernaan
manusia.
Menjelaskan organ-organ pencernaan hewan ruminansia.

Menguji kandungan zat gizi dalam berbagai


bahan makanan.
Melakukan percobaan untuk membuktikan
kerja enzim ptialin.
Melakukan pengamatan preparat awetan
irisan usus halus untuk mengidentifikasi
struktur dan fungsi organ pencernaan.

Keterampilan yang Dikuasai

Menggunakan bahan-bahan kimia secara hatihati dan benar.


Menentukan kandungan zat gizi dalam suatu
bahan makanan.
Melakukan diet makanan dengan benar
berdasarkan nilai BMR dan BMI.
Menggunakan mikroskop dengan benar.
Menyajikan hasil analisis atau pengamatan.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menganalisis jenis-jenis zat gizi yang diperlukan tubuh beserta peranannya.


Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pencernaan yang dikaitkan dengan fungsinya.
Menjelaskan proses pencernaan serta gangguan pada sistem pencernaan.
Menjelaskan perbedaan sistem pencernaan manusia dan hewan ruminansia.
Mengagumi dan mensyukuri kompleksitas dan keteraturan makhluk hidup ciptaan Tuhan.
Mengembangkan sikap jujur serta mau bekerja sama dan aktif dalam melakukan percobaan.

Biologi Kelas XI

69

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Fungsi lemak bagi tubuh sebagai berikut.
1) Pembawa zat-zat makanan yang esensial.
2) Sebagai sumber energi yang paling besar.
3) Pelindung alat-alat tubuh yang lunak dan
melindungi tubuh dari suhu rendah.
4) Sebagai bahan penyusun membran sel.
5) Penahan rasa lapar karena pencernaan lemak
membutuhkan waktu lama.
Sementara itu, menjaga keseimbangan asam dan
basa merupakan fungsi karbohidrat.
2. Jawaban: a
Asam amino esensial merupakan asam amino
yang tidak dapat disintesis di dalam tubuh. Asam
amino esensial meliputi isoleusin, leusin, lisin,
metionin,fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin.
Asam amino semiesensial adalah asam amino
yang dapat menghemat pemakaian beberapa asam
amino esensial meliputi arginin, histidin, sistin,
glisin, serin, dan tirosin. Sementara itu, asam
amino nonesensial merupakan asam amino yang
dapat disintesis di dalam tubuh. Asam amino
nonesensial meliputi alanin, asparagin, asam
aspartat, prolin, asam glutamat, dan glutamin.
3. Jawaban: a
Larutan Biuret digunakan untuk menguji kandungan
protein dalam bahan makanan. Benedict untuk
menguji kandungan glukosa dalam bahan
makanan. Lugol untuk menguji kandungan amilum
dalam bahan makanan. Oleh karena itu, bahan
makanan tersebut mengandung amilum dan
glukosa, tetapi tidak mengandung protein. Jika
bahan makanan tersebut dijadikan satu-satunya
sumber makanan, dapat mengakibatkan penyakit
kwashiorkor. Penyakit kwashiorkor disebabkan
oleh kekurangan protein. Sementara itu, penyakit
apendisitis disebabkan adanya peradangan atau
infeksi pada umbai cacing (apendiks). Penyakit
konstipasi disebabkan oleh kebiasaan menahan
buang air besar, emosi, dan kurang mengonsumsi
makanan berserat sehingga susah buang air besar.
Penyakit gastritis yaitu peradangan pada lapisan
mukosa dinding lambung yang disebabkan oleh
faktor iritasi, infeksi, dan ketidakteraturan dalam
pola makan. Penyakit diare disebabkan oleh
infeksi bakteri maupun Protozoa pada usus besar.

70

Sistem Pencernaan Makanan

4. Jawaban: a
Kekurangan zat mineral berupa zat besi, seng, dan
tembaga dapat mengakibatkan penyakit kurang
darah atau anemia. Sementara itu, rakitis disebakan
oleh kekurangan kalsium dan fosfor. Kretinisme
disebabkan oleh kekurangan yodium.Osteoporosis
disebabkan oleh kekurangan kalsium, fosfor, dan
fluor. Periodental disebabkan oleh kekurangan fluor.
5. Jawaban: b
Fungsi air antara lain sebagai media berbagai
reaksi kimia dalam tubuh, menjaga keseimbangan
suhu tubuh, dan menjaga tekanan osmotik dalam
sel. Adapun menjaga keseimbangan asam basa
merupakan fungsi dari mineral dan protein. Penyusun
membran sel merupakan fungsi dari lemak.
6. Jawaban: d
Jenis karbohidrat yang dapat larut dan diserap oleh
tubuh yaitu karbohidrat monosakarida (karbohidrat
yang terdiri atas satu gugus gula), misalnya
glukosa. Sementara itu, sukrosa dan laktosa
merupakan disakarida yaitu karbohidrat yang terdiri
atas dua gugus gula. Selulosa merupakan
polisakarida yaitu karbohidrat yang terdiri atas
banyak gugus gula. Glikogen merupakan bentuk
penyimpanan glukosa di dalam tubuh.
7. Jawaban: e
Sumber lemak ada dua yaitu yang berasal dari
tumbuhan (lemak nabati) dan yang berasal dari
hewan (lemak hewani). Beberapa bahan makanan
sumber lemak nabati antara lain kemiri, kelapa,
zaitun, kacang tanah, dan buah avokad. Beberapa
bahan makanan sumber lemak hewani antara lain
telur, ikan, daging, dan keju. Sementara itu, nasi,
jagung, kentang, sagu, dan ketela pohon merupakan
kelompok bahan makanan sumber karbohidrat.
8. Jawaban: c
Di dalam hati, glukosa mengalami dua
kemungkinan. Pertama, glukosa akan beredar
bersama aliran darah untuk memenuhi kebutuhan
sel-sel tubuh. Kedua, jika terdapat kelebihan
glukosa maka glukosa akan diubah menjadi
glikogen dengan bantuan hormon insulin. Hal ini
erat kaitannya dalam menjaga keseimbangan gula
darah. Glikogen yang dihasilkan akan disimpan di
dalam hati dan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dapat
diubah menjadi glukosa kembali dengan bantuan
hormon adrenalin.

9. Jawaban: b
Pada pencernaan karbohidrat terjadi penguraian
polisakarida menjadi monosakarida yang berupa
glukosa, galaktosa, fruktosa, dan manosa.
Selanjutnya, monosakarida (terdiri atas satu gugus
gula) akan diserap oleh kapiler di jonjot-jonjot usus
halus. Karbohidrat dihidrolis di dalam mulut dan
usus halus.
10.

Jawaban: b

Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh.


Apabila di dalam tubuh terjadi kelebihan protein,
protein tersebut akan dirombak di hati menjadi
senyawa yang mengandung unsur N dan senyawa
yang tidak mengandung unsur N. Senyawa yang
mengandung unsur N, misal NH3 (amonia) dan
NH4OH (amonium hidroksida). Senyawa yang
mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea.
Pembentukan urea berlangsung di dalam hati
karena sel-selnya memproduksi enzim arginase.
Urea yang dihasilkan tidak diperlukan oleh tubuh
dan akan dikeluarkan bersama urine. Sementara
itu, senyawa yang tidak mengandung unsur N akan
mengalami sintesis ulang menjadi bahan baku
karbohidrat dan lemak. Dengan demikian, kedua
zat tersebut dapat dioksidasi di dalam tubuh untuk
menghasilkan energi.
11. Jawaban: c
Penderita dibetes dianjurkan untuk menghindari
atau mengurangi makanan yang mengandung
glukosa. Bahan makanan yang mengandung
glukosa diuji menggunakan larutan Fehling A dan
B. Jika bahan makanan yang diuji dengan larutan
Fehling A dan B menghasilkan endapan berwarna
merah bata, berarti makanan tersebut mengandung
glukosa. Pada tabel makanan yang mengandung
glukosa yaitu Q dan R. Biuret digunakan untuk
menguji bahan makanan yang mengandung protein. Bahan makanan yang mengandung protein
jika diuji menggunakan larutan biuret akan
menghasilkan warna ungu. Iodin digunakan untuk
menguji bahan makanan yang mengandung
amilum. Bahan makanan yang mengandung
amilum jika diuji menggunakan larutan iodin akan
menghasilkan warna biru kehitaman.
12. Jawaban: e
Berdasarkan fungsinya yang disebutkan pada soal,
mineral yang dimaksud adalah kalsium. Defisiensi
kalsium dalam tubuh akan mengakibatkan penyakit
osteoporosis. Natrium berfungsi untuk memelihara
keseimbangan cairan dalam tubuh dan memelihara
keseimbangan pH dalam sel. Fosfor berfungsi
mengatur keseimbangan asam dan basa serta
memacu metabolisme. Kalium berfungsi membantu kontraksi otot dan memelihara denyut jantung.
Zat besi berfungsi membentuk hemoglobin.

13. Jawaban: a
Dalam sistem pencernaan, vitamin dan garam
mineral tidak mengalami proses pencernaan. Hal
ini disebabkan oleh sifatnya yang mudah larut
dalam air sehingga mudah diserap oleh darah di
kapiler jonjot-jonjot usus halus.
14. Jawaban: c
Osteomalasia merupakan penyakit yang ditandai
dengan melunaknya tulang pada orang dewasa.
Osteomalasia diakibatkan oleh kekurangan
vitamin D. Sementara itu, kekurangan vitamin A
mengakibatkan penyakit xeroftalmia dan rabun
senja. Kekurangan vitamin C mengakibatkan
penyakit skorbut dan pendarahan pada gusi.
Kekurangan vitamin E mengakibatkan pecahnya
eritrosit dan kemandulan. Kekurangan vitamin K
mengakibatkan darah sukar membeku dan
pendarahan.
15. Jawaban: d
Kebutuhan energi setiap orang dapat diketahui
dengan menghitung BMR yaitu sebagai berikut.
BMR untuk pria
= 66 + (13,7 BB) + (5 TB) (6,8 U)
= 66 + (13,7 67) + (5 185) (6,8 16)
= 1.800,1 kkal
Oleh karena melakukan aktivitas ringan, jumlah
energi yang diperlukan sebagai berikut.
BMR nilai aktivitas
1.800,1 1,65 = 2.970,16 kkal.
16. Jawaban: e
Porsi makanan seimbang digambar dalam piramida
makanan seperti berikut.

Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui


bahwa karbohidrat berada di dasar piramida
sehingga dibutuhkan dalam jumlah yang paling
banyak. Di atasnya terdapat buah-buahan dan
sayur-sayuran yang mengandung vitamin dan
mineral, kemudian ada protein nabati dan protein
hewani, serta bagian puncak piramida terdapat
lemak. Jadi, lemak harus dikonsumsi dalam jumlah
yang tidak berlebihan.

Biologi Kelas XI

71

17. Jawaban: e
Asam amino yang berlebih di dalam tubuh akan
mengalami deaminasi sehingga ekskresi urea akan
meningkat. Vitamin yang larut dalam air yaitu
vitamin B dan C tidak dapat disimpan di dalam
tubuh. Vitamin yang larut dalam lemak yaitu
vitamin A, D, E, dan K dapat disimpan dalam tubuh.
Glukosa akan disimpan dalam bentuk glikogen.
Asam lemak disimpan di jaringan adiposa.
18. Jawaban: b
BMI =

BB (kg)
TB2 (m)

45
1,582

= 18,02

Jika BMI < 18 berarti kurus, BMI antara 1824


berarti normal, BMI antara 2530 berarti kelebihan
berat badan, dan BMI > 30 berarti kegemukan atau
obesitas. Jadi, Rini memiliki berat badan ideal atau
normal.
19. Jawaban: e
Vitamin D dapat disintesis dari provitamin D yang
banyak terdapat di bawah jaringan kulit. Vitaminn
K dan vitamin B12 disintesis di dalam usus oleh
bakteri.
20. Jawaban: b
Berdasarkan asam amino yang menyusun
polipeptida, protein dapat dibedakan menjadi 3,
yaitu protein sempurna, protein kurang sempurna,
dan protein tidak sempurna. Protein sempurna
merupakan protein yang mengandung asam amino
esensial lengkap, misalnya kasein pada susu dan
albumin pada putih telur. Protein kurang sempurna
merupakan protein yang mengandung asam amino
esensial lengkap tetapi beberapa di antaranya
jumlahnya sedikit, misalnya legumin pada kacangkacangan dan gliadin pada gandum. Protein tidak
sempurna merupakan protein yang tidak
mengandung atau sangat sedikit mengandung
asam amino esensial, misalnya zein pada jagung.
B. Uraian
1. Protein, karbohidrat, dan lemak terdiri atas molekulmolekul kompleks atau berupa makromolekul
sehingga tidak dapat langsung diserap oleh kapiler
yang berada di jonjot-jonjot usus halus. Oleh karena
itu, zat makanan tersebut perlu dicerna terlebih
dahulu menjadi molekul-molekul yang lebih
sederhana. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa,
protein dicerna menjadi asam amino, dan lemak
dicerna menjadi asam lemak dan gliserol. Glukosa,
asam amino, asam lemak, dan gliserol dapat
diserap oleh usus halus.

72

Sistem Pencernaan Makanan

2. Kelebihan protein tidak dapat disimpan di dalam


tubuh, melainkan akan dirombak di dalam hati
menjadi senyawa yang mengandung unsur N,
seperti NH 3 (amonia) dan NH 4OH (amonium
hidroksida), serta senyawa yang tidak mengandung
unsur N. Senyawa yang mengandung unsur N akan
disintesis menjadi urea. Pembentukan urea
berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati
yang dapat menghasilkan enzim arginase. Urea
yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh tubuh
sehingga diangkut bersama zat-zat sisa lainnya
menuju ginjal untuk dikeluarkan dari tubuh melalui
urine. Sementara itu, senyawa yang tidak
mengandung unsur N akan disintesis kembali
menjadi bahan baku karbohidrat dan lemak
sehingga dapat dioksidasi di dalam tubuh untuk
menghasilkan energi.
3. Vitamin K penting untuk pembentukan protrombin
dalam hati. Protrombin merupakan senyawa yang
penting dalam proses pembekuan darah.
Protrombin akan menjadi trombin yang mengubah
fibrinogen menjadi benang-benang fibrin untuk
menutup luka. Oleh karena itu, kekurangan vitamin K dapat menghambat pembekuan darah.
4. Syarat makanan sehat adalah higienis, bergizi, dan
berkecukupan. Makanan yang higienis adalah
makanan yang tidak mengandung kuman penyakit
dan zat yang dapat membahayakan tubuh.
Makanan yang bergizi adalah makanan yang
cukup mengandung karbohidrat, lemak, protein,
vitamin, dan mineral dalam jumlah yang seimbang
sesuai kebutuhan. Makanan yang berkecukupan
adalah makanan yang dapat memenuhi kebutuhan
tubuh pada usia dan kondisi tertentu.
5. Fungsi kalium antara lain sebagai berikut.
1) Sebagai kofaktor (komponen kimia untuk
membantu kerja enzim) pembentukan
karbohidrat dan protein.
2) Membantu kontraksi otot dan memelihara
denyut jantung.
3) Mengatur pelepasan insulin dari pankreas.
4) Transmisi impuls saraf.
Akibat kekurangan asupan kalium sebagai berikut.
1) Kelemahan otot.
2) Pertumbuhan terhambat.
3) Denyut jantung tidak teratur dan gangguan
pernapasan.
4) Karies.
5) Kelumpuhan.
Akibat kelebihan asupan kalsium yaitu timbulnya
kejang otot sehingga dapat mengakibatkan
kematian.

6. Emulsi lemak merupakan pemecahan lemak yang


berukuran besar menjadi butiran lemak yang
berukuran kecil. Ukuran lemak yang lebih kecil
yang teremulsi akan memudahkan hidrolisis lemak
oleh enzim lipase. Dengan demikian, lemak lebih
mudah diuraikan menjadi asam lemak dan gliserol.
Selanjutnya, asam lemak dan gliserol ini akan
diserap oleh epitel usus halus dan diedarkan ke
seluruh tubuh oleh pembuluh kil.
7. a.

b.

c.

Rabun senja diakibatkan karena defisiensi


vitamin A. Jadi, makanan yang dapat
digunakan untuk mecegah rabun senja adalah
makanan W karena mengandung vitamin A.
Zat gizi yang diperlukan dalam proses
pertumbuhan adalah protein. Jadi, makanan
yang sangat berperan dalam proses
pertumbuhan yaitu makanan X karena
mengandung banyak protein.
Zat gizi yang menghasilkan energi paling besar
adalah lemak. Jadi, makanan yang menghasilkan energi paling besar adalah makanan
V karena mengandung banyak lemak.

8. Uji Biuret dan uji Millon dilakukan untuk menguji


kandungan protein dalam suatu bahan makanan.
Saat dilakukan uji Biuret pada tempe akan
dihasilkan warna ungu, sedangkan saat dilakukan
uji Millon pada tempe akan terbentuk cincin yang
berwarna merah. Peristiwa ini membuktikan bahwa
tempe mengandung protein.

9.

Larutan Penguji
Benedict
Iodin
Biuret
Etanol

Reaksi yang Terjadi


Merah bata
Biru kehitaman
Kuning
Larutan menjadi bening

Uji glukosa dilakukan dengan larutan Benedict dan


akan menghasilkan endapan merah bata. Uji
amilum dilakukan dengan larutan iodin dan akan
berubah warna menjadi biru kehitaman. Larutan
Biuret digunakan untuk menguji protein dan uji
positif akan menunjukkan warna ungu. Etanol
digunakan untuk menguji lemak dan uji positif akan
mengakibatkan larutan berubah menjadi keruh.
10. Kolesterol berperan penting dalam penyerapan
hasil pencernaan lemak di usus halus dan
merupakan bahan baku untuk pembuatan hormon
seks. Dalam jumlah berlebihan kolesterol akan
tertimbun di permukaan dalam pembuluh darah.
Apabila timbunan kolesterol ini terjadi di pembuluh
darah jantung dapat mengakibatkan penyakit
jantung koroner. Kolesterol yang tertimbun di
dalam pembuluh darah dapat menyempitkan
pembuluh darah dan selanjutnya dapat pecah.
Pecahnya pembuluh darah di otak dapat
menimbulkan strok.

Biologi Kelas XI

73

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Enzim enterokinase tidak berperan langsung dalam
proses pencernaan makanan secara kimiawi.
Enzim enterokinase berfungsi mengaktifkan
tripsinogen yang dihasilkan pankreas. Sementara
itu, enzim lipase berfungsi mencerna lemak
menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim ptialin
berfungsi untuk mengubah amilum menjadi
maltosa. Enzim pepsin berfungsi untuk
menghidrolisis protein menjadi pepton. Enzim
erepsin berfungsi mengubah dipeptida menjadi
asam amino.
2. Jawaban: e
Hormon yang merangsang pengeluaran cairan
empedu adalah hormon kolesistokinin. Cairan
empedu tersebut berfungsi untuk mengemulsikan
lemak. Hormon kolesistokinin dihasilkan oleh selsel tertentu pada duodenum.
3. Jawaban: a
Enzim ptialin dihasilkan oleh kelenjar ludah yang
memiliki pH netral. Sementara itu, di lambung
dihasilkan HCl yang bersifat asam dengan pH
sekitar 2. Enzim ptialin menjadi tidak aktif saat
pH medium turun di bawah 4. Dengan demikian,
kerja enzim ptialin di lambung dihambat oleh HCl.
4. Jawaban: d
Getah lambung mengandung asam lambung (HCl),
enzim pepsin, enzim renin, dan hormon gastrin.
Asam lambung (HCl) memiliki fungsi antara lain
untuk mematikan bakteri yang terdapat dalam
makanan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi
pepsin. Adapun mengemulsikan lemak merupakan
fungsi dari getah empedu dan yang berfungsi
mencerna protein menjadi pepton adalah enzim
pepsin. Merangsang sekresi getah empedu
dilakukan oleh hormon kolesistokinin.
5. Jawaban: c
Di dalam lambung dihasilkan enzim pepsin dan
enzim renin. Enzim pepsin berfungsi untuk
mengubah protein menjadi pepton. Enzim renin
berfungsi untuk mengendapkan kasein susu.
Enzim lipase (steapsin) dihasilkan di pankreas dan
di usus halus yang berfungsi mengubah lemak
menjadi asam lemak dan gliserol. Erepsin
dihasilkan di usus halus yang berfungsi mengubah
pepton menjadi asam amino. Tripsin dihasilkan di
pankreas yang berfungsi merombak protein menjadi
asam amino.

74

Sistem Pencernaan Makanan

6. Jawaban: b
Pankreas menghasilkan getah pankreas (bersifat
basa) yang mengandung natrium bikarbonat dan
beberapa jenis enzim seperti amilase, tripsinogen,
dan lipase. Pankreas ditunjukkan oleh nomor 2.
Sementara itu, nomor 1 yaitu lambung, nomor 3
yaitu usus halus, nomor 4 yaitu usus besar, dan
nomor 5 yaitu hati.
7. Jawaban: d
Dalam usus besar hidup bakteri Escherichia coli
yang memiliki peranan sebagai berikut.
1) Membusukkan sisa-sisa makanan sehingga
lebih mudah dikeluarkan melalui proses
defekasi.
2) Menghambat pertumbuhan mikroorganisme
yang berbahaya.
3) Menyintesis vitamin K dan B12.
Bakteri Escherichia coli tidak berperan dalam
proses penyerapan air pada sisa-sisa makanan di
usus besar.
8. Jawaban: e
Natrium bikarbonat dihasilkan oleh pankreas yang
akan disalurkan ke duodenum. Di duodenum
tersebut, natrium bikarbonat akan menetralkan
keasaman isi usus. Renin dihasilkan oleh lambung
yang berfungsi mengendapkan kasein susu.
Laktase dihasilkan di usus halus yang berfungsi
mengubah laktosa menjadi glukosa. Empedu
dihasilkan di hati yang berfungsi untuk
mengemulsikan lemak. Nuklease dihasilkan di
pankreas yang berfungsi menghidrolisis asam
nukleat menjadi kompunen nukleotida.
9. Jawaban: e
Bagian yang ditunjuk adalah usus halus. Di usus
halus terjadi pencernaan kimiawi sebagai berikut.
1) Amilum dihidrolisis menjadi glukosa oleh
enzim amilase.
2) Dipeptida atau pepton diubah menjadi asam
amino oleh enzim erepsin.
3) Sukrosa akan dicerna menjadi glukosa dan
fruktosa oleh enzim sukrase.
4) Lemak akan diubah menjadi asam lemak dan
gliserol oleh enzim lipase.
5) Polipeptida diubah menjadi asam amino oleh
enzim peptidase.
Sementara itu, protein dihidrolisis menjadi pepton
oleh enzim pepsin terjadi di lambung. Amilum
dipecah menjadi glukosa oleh enzim ptialin
berlangsung di mulut.

10. Jawaban: b
Bagian yang ditunjuk adalah saluran empedu.
Saluran empedu berfungsi untuk menyalurkan
cairan empedu dari hati ke usus halus. Cairan
empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak di
usus halus. Jika terbentuk batu empedu di saluran
empedu dapat menyumbat saluran tersebut
sehingga cairan empedu tidak dapat dialirkan ke
usus halus. Akibatnya, terjadi gangguan pada
pencernaan lemak.
11. Jawaban: e
Enterokinase dihasilkan oleh usus halus yang
berfungsi mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan
pankreas. Renin dihasilkan di lambung yang
berfungsi mengaktifkan kaseinogen menjadi
kasein. Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar
pankreas dan kelenjar di usus halus yang berfungsi
untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan
gliserol. Tripsin dihasilkan oleh usus halus yang
berfungsi merombak protein menjadi asam amino.
12. Jawaban: c
Gejala-gejala yang disebutkan pada soal
merupakan gejala penyakit kwashiorkor akibat
defisiensi protein.
13. Jawaban: a
Sembelit atau konstipasi diesebabkan oleh kurang
mengonsumsi makanan yang berserat. Diare
disebabkan infeksi bakteri maupun Protozoa pada
usus besar. Gastritis terjadi karena produksi asam
lambung yang berlebihan sehingga mengiritasi
dinding lambung. Apendisitis terjadi karena infeksi
bakteri pada apendiks. Pankreatitis terjadi karena
infeksi bakteri pada pankreas.
14. Jawaban: a
Rumus struktur gigi hewan memamah biak seperti
sapi sebagai berikut.
3 3 0 0 0 0 3 3 Rahang atas
M P C I I C P M Jenis gigi
3 3 0 4 4 0 3 3 Rahang bawah
I = insisivus = gigi seri
C = kaninus = gigi taring
P = premolar = geraham depan
M = molar
= geraham belakang
Berdasarkan susunan gigi di atas, terlihat bahwa
sapi (hewan memamah biak) tidak mempunyai gigi
seri bagian atas dan gigi taring, tetapi memiliki gigi
geraham lebih banyak dibandingkan dengan gigi
manusia. Hal ini karena gigi sapi berfungsi untuk
mengunyah makanan berserat, misal rumput yang
mempunyai dinding sel terdiri atas 50% selulosa.

15. Jawaban: e
Pada hewan ruminansia, bagian abomasum
disebut sebagai lambung sebenarnya. Di dalam
abomasum makanan dicerna secara kimiawi oleh
enzim-enzim. Enzim pencernaan tersebut
dihasilkan oleh bakteri Ciliata yang bersimbiosis
dengan hewan memamah biak. Mikroorganisme
tersebut umumnya menghasilkan enzim selulase
untuk mencerna selulosa.
B. Uraian
1. Saat memasuki lambung enzim ptialin tidak aktif
lagi karena dihambat oleh zat asam yang dihasilkan
lambung. Hal ini dikarenakan enzim ptialin
merupakan enzim amilase yang tidak aktif pada
saat pH medium turun di bawah 4,0.
2. Pencernaan lemak terjadi di usus halus. Lemak
yang keluar dari lambung masuk ke usus halus
sehingga merangsang pengeluaran hormon
kolesistokinin.
Hormon
kolesistokinin
mengakibatkan kantong empedu berkontraksi
sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam
duodenum (usus dua belas jari). Empedu
mengandung garam empedu yang memegang
peranan penting dalam mengemulsikan lemak.
Emulsi lemak merupakan pemecahan lemak yang
berukuran besar menjadi butiran lemak yang
berukuran kecil. Ukuran lemak yang lebih kecil
(trigliserida) yang teremulsi akan memudahkan
hidrolisis lemak oleh lipase yang dihasilkan dari
pankreas. Lipase pankreas akan menghidrolisis
lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak
dan monogliserida. Pengeluaran cairan pankreas
dirangsang oleh hormon sekretin yang berperan
dalam meningkatkan jumlah elektrolit dan cairan
pankreas, serta pankroenzim yang berperan untuk
merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam
cairan pankreas. Absorpsi hasil pencernaan lemak
terjadi di usus halus. Pada waktu asam lemak dan
monogliserida diabsorpsi melalui sel-sel mukosa
pada dinding usus halus, keduanya diubah kembali
menjadi lemak (trigliserida) dengan bentuk partikelpartikel kecil (jaringan lemak). Saat dibutuhkan,
timbunan lemak tersebut akan diangkut ke hati.
3. Dalam proses pencernaan, asam lambung
memiliki fungsi sebagai berikut.
a. Membunuh bakteri yang terdapat dalam
makanan.
b. Mengubah sifat protein.
c. Merangsang keluarnya sekretin.
d. Merangsang keluarnya hormon kolesistokinin
yang merangsang empedu agar mengeluarkan getahnya.
e. Mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin untuk memecah protein.

Biologi Kelas XI

75

4. Pankreas bukan termasuk saluran pencernaan


tetapi berfungsi sebagai kelenjar pencernaan yang
menghasilkan berbagai jenis enzim. Enzim
tersebut sangat berperan dalam proses pencernaan
makanan. Enzim yang dihasilkan oleh pankreas
adalah amilase, lipase, tripsin, peptidase, dan
nuklease. Amilase berfungsi menghidrolisis pati
menjadi maltosa dan glukosa. Lipase berfungsi
menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan
gliserol. Tripsin berfungsi memecah molekul protein. Peptidase berfungsi membantu hidrolisis
peptida menjadi asam amino. Nuklease berfungsi
menghidrolisis asam nukleat menjadi komponen
nukleotida.
5. Perbedaan antara sistem pencernaan manusia
dengan hewan memamah biak terletak pada
susunan dan fungsi gigi serta lambungnya. Hewan
memamah biak memiliki gigi seri seperti kapak
yang berfungsi untuk menjepit makanan. Gigi
geraham berbentuk lebar dan datar yang berjumlah
24. Hewan memamah biak tidak memiliki gigi seri
bagian atas dan gigi taring. Sementara itu, manusia
memiliki gigi seri bagian atas dan gigi taring. Jumlah
gigi geraham manusia ada 20 buah. Lambung
hewan memamah biak terdiri atas empat bagian
yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.
Sementara itu, lambung manusia hanya terdiri atas
satu bagian yang memiliki kesamaan fungsi
dengan bagian abomasum.
6. a.
b.

c.

76

A merupakan mulut, B merupakan kerongkongan, C merupakan lambung, D merupakan


usus halus, dan E merupakan usus besar.
Kurva yang menggambarkan pecernaan
karbohidrat adalah kurva X karena sudah
mengalami pencernaan mulai dari mulut.
Kurva yang menggambarkan pencernaan protein adalah kurva Y karena mengalami
pencernaan mulai dari lambung. Kurva yang
menggambarkan pencernaan lemak yaitu
kurva Z karena mengalami pencernaan hanya
di usus halus.
Organ C menunjukkan organ lambung. Organ
lambung menghasilkan enzim renin yang
berfungsi mengendapkan kasein susu dan
enzim pepsin yang berfungsi mengubah
protein menjadi pepton.

Sistem Pencernaan Makanan

d.

Bagian E adalah usus besar yang berfungsi


mengatur kadar air dalam sisa-sisa makanan
sehingga tidak terlalu lembek dan tidak terlalu
keras.

7. Dalam usus besar terjadi proses pembusukan sisa


makanan hasil penyerapan dari usus halus. Sisa
makanan yang berupa ampas ini akan dibusukkan
menjadi feses. Pembusukan sisa m a k a n a n
terjadi dengan bantuan bakteri Escherichia
coli. Dalam usus besar terjadi pengaturan kadar
air dalam feses. Pengaturan tersebut untuk
membentuk feses agar tidak terlalu encer ataupun
terlalu padat. Dengan demikian, feses menjadi
mudah dikeluarkan melalui anus.
8. Pada grafik tersebut menunjukkan bahwa aktivitas
enzim meningkat pada pH 24 atau pada suasana
asam. Saluran pencernaan yang memiliki suasana
asam yaitu lambung karena di lambung dihasilkan
HCl atau asam lambung. Enzim yang dihasilkan
di lambung yaitu enzim renin dan enzim pepsin.
Enzim renin berfungsi untuk mengendapkan kasein
dalam susu dan enzim pepsin berfungsi untuk
mengubah protein menjadi pepton. Jadi, enzim
yang bekerja optimal pada pH 24 yaitu enzim
renin dan enzim pepsin.
9. Konstipasi berarti lambatnya pergerakan feses
melalui usus besar. Konstipasi sering dihubungkan
dengan jumlah feses yang kering dan keras pada
kolon yang menumpuk karena lamanya waktu
penyerapan cairan. Penyebab konstipasi adalah
kebiasaan buang air yang tidak teratur dan
kurangnya makan makanan yang berserat.
10. Dinding lambung menghasilkan asam lambung
setiap saat. Asam lambung berfungsi untuk
membantu proses pencernaan makanan dan
mematikan bakteri yang terdapat pada makanan.
Apabila lambung dalam keadaan kosong karena
terlambat makan, asam lambung dapat mengiritasi
dinding lambung sehingga mengakibatkan rasa
perih. Jika hal ini sering terjadi, dapat
mengakibatkan terjadingan penyakit gastritis yaitu
peradangan atau pembengkakan pada mukosa
lambung.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
Xeroftalmia yaitu keadaan kornea yang menjadi
kering karena adanya gangguan pada kelenjar air
mata. Xeroftalmia diakibatkan oleh kekurangan
vitamin A. Makanan yang mengandung vitamin A
antara lain sayur-sayuran dan buah-buahan yang
berwarna merah.
2. Jawaban: a
Karbohidrat dibagi menjadi tiga golongan yaitu
monosakarida (glukosa, fruktosa, dan galaktosa),
disakarida (laktosa, maltosa, dan sukrosa), dan
polisakarida (amilum, selulosa, dan pektin). Jadi,
glukosa merupakan monosakarida yang akan
diserap oleh pembuluh kapiler di ileum. Sementara
itu, asam amino merupakan hasil hidrolisis protein. Asam amino esensial merupakan asam amino
yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Lemak
nonesensial merupakan lemak yang dapat
disintesis di dalam tubuh.
3. Jawaban: e
Protein akan diserap dalam bentuk asam amino.
Karbohidrat akan diserap dalam bentuk
monosakarida seperti glukosa. Lemak akan
diserap dalam bentuk gliserol dan asam lemak.
Vitamin mudah larut sehingga mudah diserap tanpa
perlu diubah menjadi bentuk lain.
4. Jawaban: d
Vitamin yang berfungsi untuk menjaga kesuburan
dan mencegah kemandulan adalah vitamin E.
Sementara itu, vitamin A berfungsi untuk
mencegah penyakit rabun senja dan xeroftalmia.
Vitamin C berfungsi untuk mencegah penyakit
skorbut dan pendarahan pada gusi dan
persendian. Vitamin D berfungsi untuk mencegah
penyakit rakitis dan osteomalasia. Vitamin K
berfungsi untuk pembentukan protrombin dan
pembekuan darah.
5. Jawaban: b
Mineral yodium (iodin) berfungsi membantu
kelenjar tiroid dan berperan dalam pembentukan
hormon tiroksin. Kekurangan yodium dapat
mengakibatkan penyakit gondok dan kretinisme
(kemunduran fisik dan mental pada anak yang
sedang tumbuh) atau tumbuh kerdil.
6. Jawaban: b
Penyakit pelagra dengan gejala 3D (dermatitis/
radang kulit, diare, dan demensia) disebabkan tubuh

kekurangan vitamin B terutama B3. Sementara itu,


kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan rabun
senja dan xeroftalmia. Kekurangan vitamin C dapat
mengakibatkan penyakit skorbut dan pendarahan
pada gusi serta persendian. Kekurangan vitamin D
mengakibatkan penyakit rakitis dan osteomalasia.
Kekurangan vitamin K mengakibatkan darah sukar
membeku dan pendarahan.
7. Jawaban: c
Serat makanan termasuk golongan karbohidrat
jenis polisakarida yang terdiri atas selulosa,
hemiselulosa, pektin, dan gum. Selulosa dan
hemiselulosa terdapat pada bekatul atau sekam
padi, kacang-kacangan, dan hampir semua buah
dan sayuran. Pektin dan gum merupakan turunan
dari gula yang biasa terdapat pada tanaman. Pektin
terdapat pada buah-buahan serta sayuran.
Sementara itu, glukosa merupakan monosakarida
yang akan diserap oleh usus halus.
8. Jawaban: e
Larutan Biuret digunakan untuk menguji makanan
yang mengandung protein. Makanan yang
mengandung protein akan berwarna ungu jika diuji
menggunakan larutan Biuret. Zat gizi protein
diperlukan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan struktur tubuh, mulai
dari sel, jaringan, serta organ. Zat gizi yang
berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam dan
basa serta mengatur metabolisme adalah
karbohidrat. Zat gizi yang berfungsi untuk
menyusun membran sel dan melindungi alat-alat
tubuh yang lunak adalah lemak.
9. Jawaban: b
Vitamin

Sumber

Fungsi

a.

Sayur-sayuran dan
buah-buahan
berwarna merah dan
kuning

Memelihara kesehatan
mata dan kulit

b.

Jeruk, tomat, nanas,


dan semangka

Menjaga elastisitas
kapiler darah

c.

Susu, minyak ikan,


kuning telur, dan ragi

Absorpsi fosfor dan


kalsium serta pembentukan tulang dan
gigi

d.

Kecambah, susu,
dan kuning telur

e.

Pembentukan eritrosit
dan berperan dalam
fungsi reproduksi

Kubis, bayam, dan


hati

Pembekuan darah dan


pembentukan protrombin dalam hati

Biologi Kelas XI

77

10. Jawaban: a
Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh.
Apabila di dalam tubuh terjadi kelebihan protein,
protein tersebut akan dirombak di hati menjadi
senyawa yang mengandung unsur N dan senyawa
yang tidak mengandung unsur N. Contoh senyawa
yang mengandung unsur N yaitu NH3 (amonia) dan
NH4OH (amonium hidroksida). Senyawa yang
mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea.
Pembentukan urea berlangsung di dalam hati
karena sel-selnya memproduksi enzim arginase.
Urea yang dihasilkan tidak diperlukan oleh tubuh
dan akan dikeluarkan bersama urine. Sementara
itu, senyawa yang tidak mengandung unsur N akan
mengalami sintesis ulang menjadi bahan baku
karbohidrat dan lemak. Dengan demikian, kedua
zat tersebut dapat dioksidasi di dalam tubuh untuk
menghasilkan energi.
11. Jawaban: b
Pelindung alat-alat tubuh yang lunak merupakan
fungsi lemak dan menyeimbangkan cairan dalam
tubuh merupakan fungsi protein.
12. Jawaban: b
Gastritis (mag) merupakan peradangan/inflamasi
pada mukosa lambung. Peradangan tersebut terjadi
karena meningkatnya produksi asam lambung.
Peningkatan produksi asam lambung bisa
disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur,
jenis makanan tertentu, obat-obatan, dan stres.
Dalam jumlah terlalu tinggi, asam lambung dapat
mengakibatkan iritasi dinding lambung. Akibatnya,
timbul rasa sakit dan perih pada lambung.
13. Jawaban: c
Di mulut terjadi pencernaan secara mekanik dan
pencernaan kimiawi menggunakan enzim ptialin.
Enzim ptialin berfungsi untuk mencerna amilum
menjadi maltosa dan glukosa. Enzim lipase berfungsi
untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan
gliserol yang berlangsung di usus halus. Cairan
empedu diekskresikan ke duodenum yang akan
digunakan untuk mengemulsikan lemak. Di lambung,
protein dicerna oleh enzim pepsin menjadi pepton.
14. Jawaban: b
Enzim yang berfungsi mengendapkan kasein susu
adalah enzim renin. Enzim renin dihasilkan oleh
kelenjar yang terdapat di dinding lambung.
15. Jawaban: d
Saluran pencernaan yang berfungsi sebagai jalan
keluarnya feses adalah anus. Anus dapat terserang
penyakit hemoroid atau ambeien yaitu pembengkakan pada pembuluh darah vena di sekitar
anus. Kolitis adalah peradangan pada usus besar.
Disfagia adalah kerusakan lambung karena alkohol
dan racun. Apendisitis adalah peradangan apendiks
yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

78

Sistem Pencernaan Makanan

16. Jawaban: c
Tahap pertama pencernaan lemak adalah lemak
dipecah atau diemulsikan oleh cairan empedu.
Melalui pengemulsian ini, lemak dipecah menjadi
butiran-butiran halus sehingga lebih mudah dicerna
secara kimiawi. Selanjutnya, butiran-butiran lemak
tersebut diubah menjadi asam lemak dan gliserol
oleh enzim lipase. Asam lemak dan gliserol
selanjutnya diserap oleh kapiler darah di usus halus
dan diangkut oleh pembuluh kil untuk diedarkan
ke seluruh tubuh.
17. Jawaban: a
Di dalam lambung dihasilkan enzim pepsin yang
berfungsi mengubah protein menjadi pepton. Di
usus halus terdapat enzim tripsin yang berfungsi
mengubah protein menjadi peptida dan asam
amino. Enzim tripsin ini dihasilkan oleh pankreas.
Sementara itu, HCl (asam lambung) dihasilkan di
lambung yang berfungsi mematikan bakteri yang
terdapat dalam makanan, mengubah sifat protein,
merangsang keluarnya sekretin, merangsang
keluarnya hormon kolesistokinin yang merangsang
empedu agar mengeluarkan getahnya, dan
mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin
untuk memecah protein. Enzim lipase dihasilkan
oleh pankreas yang akan disekresikan ke duodenum. Enzim lipase juga dihasilkan di jejunum.
Enzim lipase berfungsi mengubah lemak menjadi
asam lemak dan gliserol. Enzim sukrase dihasilkan
di jejunum yang berfungsi mencerna sukrosa
menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim maltase
dihasilkan di jejunum yang berfungsi mengubah
maltosa menjadi glukosa. Enzim peptidase
dihasilkan di jejunum yang berfungsi mengubah
polipeptida menjadi asam amino.
18. Jawaban: e
Bagian yang ditunjuk adalah usus halus. Salah
satu enzim yang dihasilkan di usus halus adalah
enzim erepsin yang berfungsi mengubah pepton
menjadi asam amino. Sementara itu, proses
penggumpalan kasein yang terdapat dalam susu
dilakukan oleh enzim renin, proses pencernaan
protein menjadi pepton dilakukan oleh enzim pepsin, dan proses pengaktifan enzim pepsinogen
menjadi pepsin dilakukan oleh asam lambung.
Ketiga proses pencernaan tersebut berlangsung
di lambung. Sementara itu, pencernaan amilum
menjadi glukosa dilakukan oleh enzim ptialin yang
berlangsung di dalam mulut.
19. Jawaban: a
Hati menghasilkan cairan empedu yang
mengandung garam-garam empedu. Garam-garam
empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak
sehingga menjadi butiran-butiran halus. Oleh karena

itu, jika terjadi penyumbatan saluran empedu, akan


terjadi gangguan pada proses pencernaan lemak.
20. Jawaban: d
Pencernaan protein terjadi di lambung, duodenum,
dan jejunum. Pencernaan protein di lambung
dilakukan oleh enzim pepsin yang mengubah protein menjadi pepton. Pencernaan protein yang terjadi
di duodenum dilakukan oleh enzim tripsin yang
mengubah protein menjadi peptida dan asam amino.
Enzim tripsin dihasilkan oleh pankreas. Enzim ptialin
dihasilkan di mulut yang berfungsi menghidrolisis
amilum menjadi glukosa. Enzim renin dihasilkan di
lambung yang berfungsi mengendapkan kasein
dalam susu. Enzim steapsin berfungsi mengubah
lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
21. Jawaban: a
Parotis (gondong) adalah radang pada kelenjar
parotis (kelenjar air ludah) yang disebabkan oleh
virus. Infeksi pada usus buntu disebut apendiks.
Produksi saliva sangat sedikit disebut xerostomia.
Radang pada dinding lambung disebut dengan
gastritis atau mag. Radang pada selaput perut
(peritonium) disebut peritonitis.
22. Jawaban: c
Bagian yang diberi tanda X adalah pankreas.
Kelenjar pankreas menghasilkan getah pankreas
yang mengandung beberapa jenis enzim antara lain
amilase, lipase, tripsinogen, dan peptidase. Enzim
pepsin dan renin dihasilkan oleh kelenjar yang
terdapat di dinding lambung. Sukrase, erepsin,
maltase, peptidase, dan laktase dihasilkan oleh
kelenjar yang berada di dinding usus halus.
23. Jawaban: e
Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh
infeksi bakteri Helicobacter pylori adalah tukak
lambung (ulkus). Apendisitis disebabkan oleh
peradangan atau infeksi pada apendiks. Konstipasi
merupakan gangguan susah buang air besar yang
dapat disebabkan kurang makanan berserat.
Hemoroid merupakan pembengkakan vena pada
anus yang dapat disebabkan sering menahan
buang air besar atau kebiasaan terlalu sering
duduk. Gastritis disebabkan karena produksi asam
lambung meningkat sehingga terjadi peradangan
pada lapisan mukosa dinding lambung.
24. Jawaban: c
Pencernaan karbohidrat berlangsung di mulut dan
usus halus. Pencernaan karbohidrat di mulut
berlangsung dengan bantuan enzim ptialin yang
berfungsi untuk mengubah amilum menjadi glukosa.
Enzim ptialin terdapat pada saliva yang disekresikan
oleh kelenjar ludah. Pencernaan karbohidrat di usus

halus berlangsung dengan bantuan getah pankreas


dan sekret yang dihasilkan oleh dinding usus halus.
Getah pankreas mengandung enzim amilase yang
berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula
(glukosa). Sekret usus halus mengandung beberapa
jenis enzim yang berperan dalam proses pencernaan
karbohidrat seperti laktase, maltase, dan sukrase.
Sementara itu, empedu berfungsi untuk
mengemulsikan lemak. Asam lambung berfungsi
untuk membunuh kuman penyakit yang terdapat
dalam bahan makanan, mengubah sifat protein, dan
mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.
25. Jawaban: a
Di bagian usus besar berlangsung peristiwaperistiwa berikut.
1) Pengaturan kadar air dalam sisa makanan
sehingga feses yang terbentuk tidak terlalu
cair dan tidak terlalu padat.
2) Pembusukan sisa-sisa makanan oleh bakteria
Escherichia coli.
3) Sintesis vitamin K oleh bakteri Escherichia
coli.
Penyerapan sari-sari makanan terjadi di usus halus.
Pengasaman makanan terjadi di lambung.
26. Jawaban: d
Getah pankreas mengandung beberapa jenis enzim
seperti amilase, tripsinogen, dan lipase. Getah
pankreas akan dialirkan ke duodenum melalui
saluran pankreas. Enzim-enzim yang terdapat
dalam getah pankreas berfungsi untuk membantu
proses pencernaan kimiawi yang berlangsung di
duodenum (usus dua belas jari).
27. Jawaban: b
Di dalam lambung terjadi pencernaan secara
mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis terjadi
karena adaya kontraksi otot lambung. Kontraksi
otot lambung mengakibatkan bolus atau gumpalan
makanan tercampur dan teraduk menjadi bubur
(chyme). Sementara itu, pencernaan kimiawi
berlangsung dengan bantuan getah lambung.
28. Jawaban: a
Saat di mulut, makanan yang berupa rumput
dicampur dengan air liur oleh gigi seri dengan
bantuan lidah. Makanan yang masih kasar ditelan
menuju rumen melalui kerongkongan. Makanan
disimpan sementara di dalam rumen. Di rumen
terjadi pencernaan protein, polisakarida, dan
fermentasi oleh enzim selulase yang dihasilkan
oleh bakteri dan jenis Protozoa tertentu. Rumen
ditunjukkan oleh nomor 1. Nomor 2 adalah
retikulum. Nomor 3 adalah omasum. Nomor 4
adalah abomasum. Nomor 5 adalah duodenum.

Biologi Kelas XI

79

29. Jawaban: e
Abomasum atau perut masam merupakan lambung
sebenarnya. Di dalam perut masam makanan
dicerna secara kimiawi oleh enzim-enzim. Bagian
abomasum memiliki pH yang sangat rendah karena
di bagian tersebut dihasilkan HCl.
30. Jawaban: e
Setelah dari abomasum makanan akan masuk ke
dalam usus halus. Di usus halus terjadi penyerapan
sari-sari makanan oleh kapiler-kapiler darah untuk
diedarkan ke seluruh tubuh.
B.

Uraian

1. Di dalam sistem pencernaan makanan, garam


mineral tidak mengalami proses pencernaan. Hal
ini disebabkan oleh sifatnya yang mudah larut
dalam air sehingga mudah diserap oleh darah di
kapiler jonjot-jonjot usus halus.
2. Jagung mengandung zat makanan berupa
karbohidrat. Jagung yang masuk ke dalam mulut
akan mengalami pencernaan secara mekanis
menggunakan gigi dan lidah serta pencernaan
secara kimiawi menggunakan enzim ptialin. Enzim
ptialin berfungsi untuk menghidrolisis karbohidrat
menjadi maltosa. Selanjutnya, bolus makanan
akan masuk ke dalam kerongkongan dan dari
kerongkongan bolus makanan didorong masuk ke
dalam lambung melalui mekanisme gerak
peristaltik. Di dalam lambung, makanan tersebut
dicerna secara mekanis melalui kontraksi otot
dinding lambung sampai halus berbentuk bubur.
Selanjutnya, makanan masuk ke dalam usus halus
dan akan dicerna secara kimiawi menggunakan
enzim amilase. Pati yang belum dipecah saat di
mulut akan dipecah di dalam usus halus
menggunakan enzim amilase menjadi glukosa.
Akhirnya, glukosa akan diserap melalui dinding
usus halus dan dibawa ke hati oleh darah.
3. Serat yang terkandung dalam makanan mampu
mengikat air dan garam empedu sehingga feses
menjadi lunak. Selain itu, serat dapat memperbesar
massa feses sehingga merangsang gerak
peristaltik usus untuk melakukan buang air besar.
Dengan demikian, buang air besar dapat berjalan
teratur sehingga mencegah terjadinya konstipasi
atau sembelit.
4. a.

80

Organ kerongkongan. X yaitu jaringan otot


melingkar dan Y yaitu jaringan otot
memanjang. Keduanya termasuk jaringan otot
polos.

Sistem Pencernaan Makanan

b.

Proses pencernaan yang sedang terjadi yaitu


gerakan peristaltik di kerongkongan yang
berfungsi mendorong bolus makanan ke dalam
lambung. Saat bolus berada di kerongkongan,
bolus akan bergerak di sepanjang kerongkongan karena adanya gerak peristaltik pada
otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik
dapat terjadi karena adanya kontraksi otot
secara bergantian pada lapisan otot melingkar
dan memanjang.

5. Lambung (ventrikulus) merupakan kantong besar


yang terletak di sebelah kiri rongga perut. Lambung
terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak),
bagian tengah yang membulat (fundus), dan bagian
bawah (pilorus).
6. Penyakit osteomalasia, yaitu hilangnya unsur
kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam
tulang sehingga tulang menjadi lunak. Penyakit
osteomalasia biasanya ditemukan pada remaja.
Sementara itu, osteoporosis yaitu kerapuhan tulang
akibat berkurangnya kepadatan tulang. Penyakit
osteoporosis biasanya terjadi pada manula.
7. a.
b.

Di usus halus bagian duodenum.


Emulsi lemak. Pemecahan lemak menjadi
butiran-butiran kecil bertujuan untuk
memudahkan hidrolisis lemak menjadi asam
lemak dan gliserol oleh enzim lipase yang
dihasilkan oleh pankreas.

8. Glukosa akan mengalami dua proses di dalam hati.


Pertama, glukosa akan beredar bersama aliran
darah untuk memenuhi kebutuhan energi sel-sel
tubuh. Kedua, jika terdapat kelebihan glukosa,
glukosa tersebut akan diubah menjadi glikogen
dengan bantuan hormon insulin. Hal ini untuk
menjaga keseimbangan gula darah. Glikogen
disimpan di dalam hati. Jika sewaktu-waktu
dibutuhkan, glikogen diubah kembali menjadi
glukosa dengan bantuan hormon adrenalin.
9. Saat di mulut, makanan yang berupa rumput
dicampur dengan air liur oleh gigi seri dengan
bantuan lidah. Makanan yang masih kasar ditelan
menuju rumen melalui kerongkongan. Makanan
disimpan sementara di dalam rumen. Di rumen
terjadi pencernaan protein, polisakarida, dan
fermentasi oleh enzim selulase yang dihasilkan
oleh bakteri dan jenis Protozoa tertentu. Dari rumen makanan menuju retikulum. Di dalam
retikulum, makanan dicerna secara kimiawi dan
mekanis untuk dibentuk menjadi gumpalangumpalan yang masih kasar yang disebut bolus.

Pada saat istirahat, bolus akan dikeluarkan kembali


ke dalam mulut untuk dikunyah lagi oleh gigi
geraham dan dicerna secara kimiawi oleh enzim
selulase. Enzim selulase akan mengubah selulosa
menjadi glukosa. Selanjutnya, glukosa akan
diubah menjadi asam organik, CO 2 , dan
CH4.Selanjutnya, makanan yang sudah dicerna
untuk kedua kalinya ini akan masuk ke omasum
melewati rumen dan retikulum.

10. Bulimia adalah suatu kondisi seseorang yang


makan sebanyak-banyaknya, tetapi kemudian dia
berusaha memuntahkannya kembali. Hal tersebut
dilakukan supaya berat badannya ideal. Bulimia
biasanya terjadi karena perasaan bersalah, depresi,
gelisah, dan ketergantungan yang berlebihan. Bulimia dapat mengakibatkan suplai kalium di dalam
tubuh menjadi berkurang. Kalium sangat berperan
dalam pengaturan cairan tubuh. Jika di dalam tubuh
kekurangan kalium dapat mengakibatkan otot
menjadi lemah atau paralisis, denyut jantung tidak
teratur, dan penyakit ginjal.

Biologi Kelas XI

81

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Fungsi lisosom sebagai berikut.
1) Melakukan pencernaan intrasel.
2) Autofagi yaitu menghancurkan struktur yang
tidak dikehendaki, misal organel lain yang
sudah tidak berfungsi lagi.
3) Eksositosis yaitu pembebasan enzim ke luar
sel.
4) Autolisis yaitu penghancuran diri sel dengan
membebaskan isi lisosom ke dalam sel.
2. Jawaban: c
Salah satu fungsi vakuola pada sel tumbuhan
adalah memasukkan air melalui tonoplas untuk
membangun turgiditas sel bersama dinding sel.
Selain itu, vakuola berfungsi sebagai tempat
menyimpan makanan cadangan, pigmen, minyak
atsiri, asam organik, glukosa, dan alkaloid. Sentriol
untuk mengatur polaritas yang membantu
pemecahan sitoplasma saat pembelahan sel.
Nukleus sebagai pengatur pembelahan sel,
pengendali seluruh kegiatan sel, dan pembawa
informasi genetik. Ribosom berfungsi sebagai
tempat sintesis protein. Adapun mitokondria
berfungsi sebagai tempat berlangsungnya respirasi
sel.
3. Jawaban: e
Jika sel tumbuhan diletakkan dalam larutan gula,
cairan dalam sel akan keluar karena konsentrasi
air dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel (larutan
gula) atau dapat dikatakan bahwa larutan gula
bersifat hipertonik terhadap cairan sel. Peristiwa
ini mengakibatkan berat kentang berkurang.
Semakin tinggi konsentrasi larutan gula maka
cairan yang keluar dari sel semakin banyak. Seperti
terlihat pada data bahwa kentang yang direndam
dalam larutan gula 5% (berarti konsentrasi di dalam
larutan adalah gula 5 bagian dan air 95 bagian)
hanya kehilangan 0,25 gram. Kentang yang
direndam dalam larutan gula 10% (berarti
konsentrasi dalam larutan adalah 10 bagian dan
air 90 bagian) kehilangan berat sebesar 0,6 gram.

82

Ulangan Akhir Semester

Sementara pada perendaman dalam 15% (berarti


konsentrasi dalam larutan adalah gula 15 bagian
dan air 85 bagian) kehilangan berat sebesar
1,5 gram.
4. Jawaban: d
Organel yang ditunjuk oleh huruf X adalah
mitokondria yang memiliki struktur membran dalam
berupa lekukan-lekukan yang disebut krista.
Mitokondria berfungsi untuk respierasi seluler.
Ribosom merupakan butiran kecil nukleoprotein
yang tersebar di sitoplasma atau melekat pada
retikulum endoplasma. Ribosom berfungsi untuk
sintesis protein. Lisosom merupakan vesikel
membran berkantong yang mengandung enzimenzim hidrolitik. Lisosom berfungsi untuk
pencernaan intrasel. Badan Golgi merupakan
kantong pipih bertumpuk yang tersusun dari ukuran
besar hingga ukuran kecil dan terikat pada
membran. Badan Golgi berfungsi untuk sekresi
molekul-molekul. Retikulum endoplasma kasar
merupakan jaringan yang tersusun oleh membran
yang berbentuk seperti jala dan di permukaannya
terdapat bintil-bintil ribosom. Retikulum endoplasma
kasar berfungsi untuk transportasi molekul-molekul.
5. Jawaban: b
Bagian sel yang ditunjuk oleh huruf Y adalah
nukleolus/anak inti yang berada di dalam nukleus.
Nukleolus berfungsi untuk menyintesis RNA.
Organel sel yang berfungsi untuk menyintesis lipid
adalah retikulum endoplasma. Organel sel yang
berfungsi untuk menyintesis protein adalah
ribosom. Organel sel yang berfungsi untuk
membentuk membran plasma adalah badan Golgi.
Organel sel yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya respirasi seluler adalah mitokondria.
6. Jawaban: b
Floem tersusun dari unsur-unsur berikut.
1) Sel tapis, bentuk seperti tabung dengan ujung
yang berlubang-lubang.
2) Sel pengiring, berupa deretan sel yang hidup
dan menyerupai sel-sel parenkim. Sel
pengiring berperan dalam transportasi zat
makanan.

3)
4)

5)

Sel albumin, terletak di dekat sel tapis yang


merupakan sel parenkim kaya akan zat albumin.
Parenkim floem, merupakan parenkim yang
terletak di bagian buluh tapis yang berfungsi
sebagai tempat menyimpan cadangan
amilum, lemak, dan zat organik lainnya.
Serabut floem, berbentuk panjang dan ujungujungnya saling berhimpitan. Dinding sel
serabut floem mengalami penebalan sekunder.

7. Jawaban: c
Ada beberapa hal yang membedakan antara
batang Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae.
Pada batang Dicotyledoneae berkas pengangkut
tersusun di bagian dalam perisikel, sedangkan
berkas pengangkut pada batang Monocotyledoneae menyebar dalam meristem dasar. Pada
batang Dicotyledoneae memiliki kambium yang
dapat mengalami penebalan, sedangkan pada
batang Monocotyledoneae tidak memiliki kambium.
Pada batang Dicotyledoneae memiliki endodermis,
sedangkan pada batang Monocotyledoneae jaringan
endodermis tidak tampak. Pada batang Dicotyledoneae
di sebelah dalam epidermis terdapat korteks dan
stele, sedangkan pada batang Monocotyledoneae
di sebelah dalam epidermis terdapat meristem
dasar yang pembagiannya belum jelas.
8. Jawaban: b
Kambium intravaskular terletak di antara jaringan
xilem dan floem. Kambium ini akan tumbuh ke luar
membentuk floem dan ke dalam membentuk xilem.
Adapun jenis kambium yang mengalami
pertumbuhan ke luar membentuk felem dan ke
dalam membentuk feloderm yaitu kambium gabus.
Kambium gabus terdapat di kulit batang.
9. Jawaban: b
Gambar di atas adalah struktur anatomi jaringan
kolenkim. Jaringan kolenkim berfungsi memperkukuh tubuh tumbuhan. Jaringan yang berfungsi
memperbesar diameter batang adalah jaringan
kambium. Jaringan yang berfungsi melindungi
jaringan di bawahnya adalah jaringan epidermis.
Jaringan yang berfungsi mengangkut air dan unsur
hara dari akar ke daun adalah xilem. Adapun
jaringan yang berfungsi mengangkut dan
mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis
adalah floem.
10. Jawaban: c
Jaringan yang tersusun dari selapis sel yang
mengalami penebalan gabus adalah jaringan endodermis. Endodermis terletak di antara korteks
dan silinder pusat (perisikel) sehingga merupakan

pemisah antara korteks dengan silinder pusat.


Endodermis berupa satu lapis sel, tersusun rapat,
dan dinding selnya mengalami penebalan gabus
dari suberin dan kutin sehingga membentuk
penebalan berupa pita yang disebut pita kaspari.
11. Jawaban: e
Dalam sistem organ, antara organ yang satu
dengan lainnya terdapat rongga-rongga. Rongga
tersebut diisi oleh jaringan pengikat. Jaringan
pengikat tersusun dari matriks dan sel-sel. Salah
satu sel penyusunnya adalah fibroblas. Fibroblas
berfungsi menyintesis dan menyekresikan protein
pada serabut. Sel yang berfungsi melawan patogen
adalah sel darah putih. Sel yang berfungsi
menyimpan lemak adalah sel lemak. Sel yang
berfungsi menghasilkan substansi heparin adalah
sel mast. Kelenturan matriks ditentukan oleh
kandungan asam hialuronat.
12. Jawaban: d
Keterangan gambar sebagai berikut.
Nomor 1 : badan sel, merupakan bagian utama
neuron yang berperan sebagai penerima
rangsang.
Nomor 2 : nukleus, merupakan inti sel.
Nomor 3 : dendrit, merupakan juluran-juluran yang
bercabang di sekitar badan sel dan
berfungsi membawa rangsangan dari
luar sel ke badan sel saraf.
Nomor 4 : akson, merupakan bagian yang
menjulur seperti ekor dan berfungsi
membawa impuls meninggalkan badan
sel saraf menuju sel atau jaringan lain.
Nomor 5 : nodus Ranvier, merupakan bagian
akson yang tidak tertutup oleh selubung
mielin dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsang.
13. Jawaban: b
Ciri-ciri otot rangka sebagai berikut.
1) Inti banyak di tepi.
2) Tersusun dari serabut yang berwarna gelap
dan terang (lurik).
3) Tidak bercabang.
4) Bekerja secara sadar, cepat, dan mudah lelah.
Ciri-ciri otot jantung sebagai berikut.
1) Inti satu atau lebih di tengah.
2) Tersusun dari serabut yang berwarna gelap
dan terang (lurik).
3) Bercabang.
4) Bekerja tidak sadar, lambat, serta tidak mudah
lelah.
Jadi, otot rangka dan otot jantung memiliki
persamaan yaitu tersusun dari serabut lurik.

Biologi Kelas XI

83

14. Jawaban: e
Gambar a adalah epitelium silindris berlapis semu
yang memiliki fungsi proteksi, sekresi, dan gerakan
gas.
Gambar b adalah epitelium kubus berlapis yang
memiliki fungsi proteksi dan penghasil mucus.
Gambar c adalah epitelium silindris selapis bersilia
yang berfungsi menghasilkan mucus serta menghalau benda asing yang masuk.
Gambar d adalah epitelium transisional yang
berfungsi untuk menahan regangan dan tekanan.
Gambar e adalah epitelium silindris selapis yang
memiliki fungsi proteksi, sekresi, difusi, dan
absorpsi zat.
15. Jawaban: c
Tulang rawan bersifat lentur serta terdiri atas selsel rawan yang dapat menghasilkan matriks berupa
kondrin. Pada anak-anak, tulang rawan berasal dari
sel mesenkim dan mengandung banyak
kondroblas. Pada orang dewasa tulang rawan
mengandung banyak matriks. Tulang rawan pada
orang dewasa dibentuk oleh perikondrium (selaput
tulang rawan) yang mengandung kondroblas.
16. Jawaban: d
Tulang belikat tergolong tulang/skeleton apendikuler.
Tulang-tulang pembentuk tengkorak dibedakan
menjadi tengkorak wajah (muka) dan tempurung
kepala (tengkorak pelindung otak). Tulang tempurung
kepala terdiri atas tulang dahi, tulang kepala
belakang, tulang ubun-ubun, tulang baji, dan tulang
pelipis. Adapun tulang muka terdiri atas tulang pipi,
tulang hidung, tulang rahang atas, tulang rahang
bawah, tulang air mata, dan tulang langit-langit.
17. Jawaban: e
Tulang belakang manusia tersusun dari beberapa
macam tulang sebagai berikut.
1) Tulang leher berjumlah 7 ruas.
2) Tulang punggung berjumlah 12 ruas.
3) Tulang pinggang berjumlah 5 ruas.
4) Tulang kelangkang berjumlah 5 ruas yang
menyatu.
5) Tulang ekor berjumlah 4 ruas yang menyatu.
18. Jawaban: a
Gambar di atas merupakan kelainan tulang
belakang yang disebut kifosis. Kifosis ditandai
dengan melengkungnya tulang belakang ke arah
belakang yang disebabkan oleh kesalahan posisi
duduk. Fraktura adalah patah pada tulang. Lordosis merupakan kelainan tulang belakang yang
melengkung ke depan. Nekrosis merupakan
kerusakan pada selaput tulang yang menyebabkan
sel-sel tulang menjadi mati dan kering. Adapun
skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang
yang melengkung ke kanan atau ke kiri.
84

Ulangan Akhir Semester

19. Jawaban: c
Otot memiliki tiga kemampuan spesifik yaitu
kontraktibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas.
Kontraktibilitas adalah kemampuan otot untuk
memendek dari ukuran otot semula. Ekstensibilitas
adalah kemampuan otot untuk memanjang
sehingga berukuran lebih panjang dari ukuran
semula. Elastisitas adalah kemampuan otot untuk
kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi dan
berekstensi. Adapun iritabilitas adalah kemampuan
mengenali rangsang. Adapun konduktivitas adalah
kemampuan menghantar rangsang. Kedua
kemampuan tersebut dimiliki oleh jaringan saraf.
20. Jawaban: b
Beberapa jenis gerakan otot antagonis sebagai
berikut.
1) Abduktor >< Adduktor
Abduktor mengakibatkan gerakan abduksi
yaitu gerakan tangan sejajar menjauhi badan,
sedangkan adduktor mengakibatkan gerakan
adduksi yaitu mendekati badan. Contoh
gerakan abduksi yaitu menggerakkan tangan
sejajar bahu. Contoh gerakan adduksi yaitu
menggerakkan tangan dalam sikap sempurna.
2) Depresor >< Elevator
Depresor mengakibatkan gerakan depresi yaitu
gerakan menurun, sedangkan elevator
mengakibatkan gerakan elevasi yaitu gerakan
menaikkan. Contoh gerakan depresi adalah
menundukkan kepala, sedangkan contoh
gerakan elevasi adalah menengadahkan kepala.
3) Supinator >< Pronator
Supinator mengakibatkan gerakan supinasi
yaitu gerak menelentangkan telapak tangan.
Adapun pronator mengakibatkan gerak pronasi
yaitu gerak menelungkupkan telapak tangan.
4) Ekstensor >< Fleksor
Ekstensor mengakibatkan gerakan ekstensi
yaitu gerakan meluruskan, sedangkan fleksor
mengakibatkan gerakan fleksi yaitu gerakan
membengkokkan. Contoh gerakan ekstensi
adalah posisi kaki yang lurus saat berdiri,
sedangkan contoh gerakan fleksi adalah posisi
kaki menekuk saat jongkok.
21. Jawaban: d
Jika otot mendapatkan rangsang, asetilkolin dalam
otot akan membebaskan ion kalsium yang
merangsang pembentukan aktomiosin sehingga
mengakibatkan otot berkontraksi. Miofibril
merupakan penyusun otot yang terdiri atas garisgaris gelap dan terang. Setiap miofibril tersusun
dari sarkomer-sarkomer yang dibatasi oleh garisgaris gelap dan terang. Sarkolema adalah membran
yang melapisi sel otot untuk melindungi sel otot.
Adapun sarkoplasma adalah cairan sel otot.

22. Jawaban: c
Sendi peluru memungkinkan gerakan ke segala
arah. Contohnya persendian antara tulang lengan
atas dan gelang bahu. Sendi peluru ditunjukkan
oleh gambar c. Gambar a menunjukkan sendi
pelana yang memungkinkan gerakan ke dua arah,
contohnya persendian antara tulang ibu jari dengan
tulang telapak tangan. Gambar b adalah sendi
engsel yang memungkinkan gerakan ke satu arah,
contohnya persendian pada siku dan lutut. Gambar
d adalah sendi luncur yang memungkinkan gerakan
badan melengkung ke depan, ke belakang, atau
memutar. Contohnya persedian antara tulang
belikat dan tulang selangka. Adapun gambar e
adalah sendi putar memungkinkan gerakan
memutar, contohnya persendian antara tengkorak
dan tulang atlas.
23. Jawaban: b
Saat terluka, trombosit akan pecah dan
mengeluarkan trombokinase. Trombokinase akan
masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah
protrombin menjadi enzim aktif yang disebut
trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh ion
kalsium (Ca2+) di dalam plasma darah. Protrombin
adalah senyawa protein yang larut dalam darah
dan mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim
belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukan
protrombin dibantu oleh vitamin K. Selanjutnya,
trombin akan mengubah fibrinogen (protein yang
terdapat dalam plasma) menjadi benang-benang
fibrin.
24. Jawaban: e
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf X dan Y berturut-turut adalah serambi kanan dan bilik kanan.
Darah dari serambi kanan akan dialirkan ke bilik
kanan. Di antara serambi kanan dan bilik kanan
terdapat katup trikuspidalis yang berfungsi untuk
mencegah agar darah dalam bilik kanan tidak
kembali ke serambi kanan. Adapun katup bikuspidalis terletak di antara serambi kiri dan bilik kiri.
Katup bikuspidalis berfungsi untuk mencegah agar
darah dalam bilik kiri tidak kembali ke serambi kiri.
25. Jawaban: e
Plasma darah berfungsi menyeimbangkan tekanan
osmosis dan mengangkut sari-sari makanan ke
seluruh tubuh. Sel darah yang berfungsi
menghindarkan tubuh dari infeksi adalah leukosit.
Sel darah yang berfungsi melakukan proses
pembekuan darah adalah trombosit. Adapun sel
yang berfungsi mengedarkan O2 dari paru-paru ke
seluruh tubuh adalah eritrosit.

26. Jawaban: c
Katup jantung yang berada di antara atrium kiri dan
ventrikel kiri disebut valvula bikuspidalis sedangkan
katup di antara atrium kanan dan ventrikel kanan
disebut valvula trikuspidalis. Katup-katup tersebut
berfungsi untuk menjaga agar darah dalam ventrikel
tidak kembali ke atrium. Foramen ovale merupakan
lubang yang terdapat pada sekat atrium yang belum
tertutup saat embrio. Valvula semilunaris terdapat
di aorta dan arteri pulmonalis. Valvula semilunaris
berfungsi mencegah darah yang menuju ke seluruh
tubuh dan ke paru-paru tidak kembali ke jantung.
Adapun septum interventikularis adalah sekat yang
memisahkan ventrikel kiri dan ventrikel kanan.
27. Jawaban: c
Peredaran darah besar dimulai dari bilik kiri menuju
seluruh tubuh lalu kembali ke serambi kanan. Ini
artinya, darah mengalir dari jantung menuju
pembuluh aorta yang ada pada bilik kiri. Aorta
memiliki percabangan yang disebut arteri. Darah
dari aorta akan mengalir ke arteri kemudian masuk
ke percabangan arteri yang disebut arteriola.
Selanjutnya, masuk ke cabang halus di seluruh
tubuh yang disebut kapiler. Setelah terjadi
pertukaran gas, darah akan melewati venula dan
menuju vena untuk kembali ke jantung.
28. Jawaban: b
Apabila eritrosit seseorang mengandung
aglutinogen A, sedangkan plasma darahnya
mengandung aglutinin (anti-B) maka orang
tersebut bergolongan darah A. Apabila eritrosit
seseorang mengandung aglutinogen B, sedangkan
plasma darahnya mengandung aglutinin (anti-A)
maka orang tersebut bergolongan darah B. Apabila
dalam darah mengandung aglutinogen A dan B
serta tidak memiliki aglutinin maka golongan
darahnya AB. Apabila dalam darah tidak memiliki
aglutinogen A dan B tetapi memiliki aglutinin dan
, maka golongan darahnya O.
29. Jawaban: c
Gangguan jantung yang disebabkan oleh
penyumbatan pada arteri kecil di dinding jantung
adalah jantung koroner. Penyumbatan ini terjadi
karena adanya penebalan dinding jantung sebelah
dalam. Perikarditis adalah penyakit radang pada
lapisan jantung yang disebabkan oleh infeksi.
Gagal jantung merupakan kondisi di mana jantung
tidak dapat melaksanakan fungsinya yang ditandai
dengan jantung tidak berdetak sebagaimana
mestinya. Bradyarrhytmia adalah gangguan pada
jantung di mana jantung berdetak lambat. Adapun
cardiomyopathies merupakan gangguan otot
jantung yang disebabkan adanya pembesaran atau
pengecilan jantung secara tidak normal sehingga
jantung menjadi kaku.
Biologi Kelas XI

85

30. Jawaban: d
Sirkulasi peredaran darah dalam tubuh dimulai dari
darah kaya CO2 dari seluruh tubuh mengalir melalui
vena kava inferior dan vena kava superior menuju
atrium kanan jantung. Selanjutnya, atrium kanan
berkontraksi sehingga akan mengalirkan darah
melalui katup trikuspidalis ke ventrikel kanan.
Setelah menerima darah, ventrikel kanan akan
berkontraksi mengalirkan darah ke paru-paru
melalui arteri pulmonalis. Sementara itu, darah
kaya O2 mengalir dari paru-paru menuju atrium kiri
melalui vena pulmonalis. Darah kaya O 2
selanjutnya dialirkan dari atrium kiri ke ventrikel
kiri melewati katup bikuspidalis. Ventrikel kiri akan
berkontraksi memompa darah menuju aorta untuk
dialirkan ke seluruh tubuh. Aorta akan membentuk
cabang-cabang arteri, semakin kecil membentuk
arteriola. Pada arteriola terdapat kapiler-kapiler
yang merupakan area pertukaran CO2 dan O2
dalam organ-organ tubuh.
31. Jawaban: c
Jaringan pada Vertebrata yang berfungsi untuk
kontraksi periodik adalah jaringan penyusun otot
jantung. Jaringan penyusun otot jantung
ditunjukkan oleh gambar c. Jenis jaringan yang
ditunjukkan oleh gambar a adalah jaringan
penyusun otot polos yang menyusun organ-organ
dalam, misal organ pencernaan. Jaringan yang
ditunjukkan oleh gambar b merupakan jaringan
tulang keras yang berfungsi membentuk rangka
untuk melindungi organ dalam dan memberi bentuk
pada tubuh. Jaringan yang ditunjukkan oleh
gambar d merupakan jaringan epitel silindris
berlapis yang menyusun saluran tubuh bagian
dalam, seperti uretra. Adapun jaringan yang
ditunjukkan oleh gambar e merupakan jaringan ikat
yang berfungsi menjadi penghubung antarjaringan
atau antarorgan.
32. Jawaban: b
Bakteri E. coli hidup di usus besar. Bakteri ini
berfungsi membantu membusukkan sisa makanan,
menghasilkan vitamin K dan B12, serta menghambat
pertumbuhan mikroorganisme yang berbahaya. Di
dalam usus besar juga terjadi proses pengaturan air.
Usus besar ditunjukkan oleh nomor 2. Nomor 1
adalah anus yang berfungsi untuk mengeluarkan
feses. Nomor 3 adalah usus halus. Dalam usus halus
terjadi pencernaan secara kimiawi oleh enzim tripsin,
amilase, erepsin, laktase, enterokinase, dan lipase.
Nomor 4 adalah lambung. Di dalam lambung terjadi
pencernaan kimiawi oleh enzim pepsin dan renin serta
terjadi pencernaan mekanis karena danya kontraksi
otot lambung. Adapun nomor 5 adalah hati yang
berfungsi menghasilkan cairan empedu untuk
mengemulsikan lemak.
86

Ulangan Akhir Semester

33. Jawaban: b
Ileosekum merupakan klep yang terdapat di antara
usus halus dan usus besar. Ileosekum berfungsi
mencegah makanan tidak kembali ke usus halus.
Pada ileosekum terdapat apendiks (umbai cacing)
dan sekum (usus buntu). Katup Houston merupakan
otot yang berfungsi menahan turunnya feses dari
rektum ke anus. Rektum merupakan tempat
penampungan sementara feses sebelum
dikeluarkan melalui anus.
34. Jawaban: d
Di dalam mulut terjadi proses pencernaan secara
mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik oleh
gigi dan kimiawi oleh enzim ptialin yang terkandung
dalam air ludah. Enzim ptialin akan menguraikan
karbohidrat. Di dalam esofagus hanya terjadi gerak
peristaltik untuk mendorong bolus makanan ke
lambung. Saat memasuki lambung, pencernaan
makanan terjadi secara mekanik dan kimiawi.
Secara mekanik melalui kontraksi otot lambung
dan dan secara kimiawi oleh enzim pepsin dan
enzim renin. Selanjutnya, di dalam usus halus
terjadi pencernaan kimiawi paling banyak oleh
berbagai macam enzim antara lain tripsin, amilase,
erepsin, laktase, enterokinase, dan lipase. Di dalam
usus besar terjadi pembusukan sisa-sisa makanan
dan penyerapan air. Selanjutnya, sisa-sisa
makanan tersebut dikeluarkan melalui anus.
35. Jawaban: b
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah lambung.
Proses pencernaan yang terjadi pada lambung
adalah penguraian protein menjadi pepton oleh
enzim pepsin yang dihasilkan oleh dinding
lambung. Proses pembusukan sisa makanan
terjadi dalam usus besar dengan adanya bakteri
E. coli. Penguraian lemak menjadi asam lemak
dan gliserol, pengubahan pepton menjadi asam
amino, dan pengubahan zat tepung menjadi
glukosa terjadi di usus halus.
36. Jawaban: e
Enzim amilase berfungsi mengubah pati menjadi
glukosa. Enzim lipase berfungsi mengubah lemak
menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim pepsin
berfungsi mengubah protein menjadi pepton. Enzim
tripsin berfungsi mengubah protein menjadi peptida
dan asam amino. Enzim ptialin berfungsi
menguraikan karbohidrat (pati) menjadi maltosa.
37. Jawaban: d
Saat gigi patah akan menimbulkan rasa sakit yang
dikarenakan terlukanya pembuluh darah dan saraf.
Pembuluh darah dan saraf ditunjukkan oleh nomor
4. Bagian yang ditunjukkan oleh nomor 1 adalah
email gigi. Email merupakan bagian terluar gigi yang
memiliki struktur paling keras dari tubuh. Nomor 2

adalah gusi merupakan bagian yang melindungi gigi.


Nomor 3 adalah dentin yang merupakan tulang gigi.
Nomor 5 adalah semen. Semen merupakan pelapis
bagian dentin yang masuk ke rahang.
38. Jawaban: b
Antara rongga trakea dan esofagus dipisahkan oleh
sekat yang disebut epiglotis. Epiglotis akan
mengatur proses masuknya udara dan makanan.
Pada saat makanan akan ditelan, epiglotis akan
naik. Naiknya epiglotis mengakibatkan trakea
menutup dan esofagus membuka. Dalam posisi
ini makanan akan masuk ke esofagus dan tidak
dapat masuk ke trakea. Apabila makanan masuk
ke dalam trakea, akan terjadi peristiwa tersedak.
Adapun pada saat bernapas epiglotis akan turun
sehingga esofagus tertutup dan trakea terbuka
untuk jalan masuknya udara.
39. Jawaban: b
Kejang otot dapat terjadi apabila tubuh kekurangan
natrium, kalsium, dan klorin. Kejang otot juga dapat
terjadi apabila tubuh kelebihan kalium. Sementara
itu, kelebihan fosfor akan mengakibatkan
pengikisan rahang dan kekurangan fosfor akan
mengakibatkan kerapuhan tulang dan gigi.
40. Jawaban: c
Konstipasi merupakan gangguan penyerapan air
yang berlebihan pada sisa makanan di usus besar.
Hal tersebut akan menyebabkan feses menjadi
kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan.
Konstipasi disebabkan oleh kebiasaan sering
menahan buang air besar, terlalu banyak
mengonsumsi daging, serta kurang mengonsumsi
makanan yang berserat. Gastritis adalah
peradangan yang terjadi pada mukosa lambung
yang disebabkan oleh infeksi, iritasi, dan
ketidakteraturan pola makan. Hemoroid adalah
pembengkakan pada pembuluh darah vena di
sekitar anus. Apendisitis merupakan peradangan
yang terjadi pada umbai cacing. Sedangkan xerostomia adalah penyakit pada rongga mulut yang
ditandai rendahnya produksi air ludah.
B. Uraian
1. Membran plasma memiliki struktur seperti
lembaran tipis. Membran plasma tersusun dari
molekul-molekul lipid (lemak), protein, dan sedikit
karbohidrat. Molekul-molekul tersebut menyusun
matriks lapisan fosfolipid bilayer yang disisipi oleh
protein membran. Fosfolipid memiliki bagian kepala
yang hidrofilik dan ekor yang hidrofobik. Terdapat
dua macam protein membran yaitu protein perifer
dan protein integral. Pada bagian luar membran
plasma yang berbatasan dengan lingkungan
ekstraseluler, terdapat glikolipid dan glikoprotein.

2. Nukleoplasma merupakan cairan nukleus berbentuk gel yang mengandung banyak substansi
kimia. Substansi kimia tersebut antara lain ionion, protein, enzim, nukleotida, dan benang-benang
kromatin.
3. Jaringan pengikat tersusun dari matriks dan selsel penyusun jaringan pengikat.
a. Matriks
Matriks tersusun oleh serabut-serabut dan
bahan dasar. Serabut dibedakan menjadi
serabut kolagen, serabut elastin, dan serabut
retikular. Adapun bahan dasar terdiri atas
asam mukopolisakarida.
b. Sel-Sel Penyusun Jaringan Pengikat
Beberapa jenis sel yang tertanam dalam
matriks sebagai berikut.
1) Fibroblas, berfungsi menyintesis dan
mensekresikan protein.
2) Makrofag, berfungsi dalam pinositosis
dan fagositosis.
3) Sel mast, berfungsi menghasilkan
substansi heparin dan histamin.
4) Sel lemak, berfungsi menyimpan lemak.
5) Sel darah putih, berfungsi melawan
patogen penyebab penyakit.
4. a.
b.
c.

Tulang belakang/vertebrae.
Tulang belakang berfungsi untuk menegakkan
tubuh dan tengkorak serta sebagai pelekatan
tulang-tulang rusuk.
A = tulang leher 7 ruas
B = tulang punggung 12 ruas
C = tulang pinggang 5 ruas
D = tulang kelangkang/sakrum 5 ruas yang
menyatu
E = tulang ekor 4 ruas yang menyatu

5. Otot disebut sebagai alat gerak aktif karena otot


memiliki tiga kemampuan spesifik, yaitu
kontraktibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas.
Kontraktibilitas adalah kemampuan otot untuk
memendek dari ukuran otot semula. Ekstensibilitas
adalah kemampuan otot untuk memanjang
sehingga berukuran lebih panjang dari ukuran
semula. Elastisitas adalah kemampuan otot untuk
kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi
dan berekstensi.
6. Peredaran darah manusia merupakan peredaran
darah tertutup artinya darah akan mengalir melalui
pembuluh darah. Darah juga akan mengalir melalui
jantung sebanyak dua kali sehingga disebut
peredaran darah ganda. Mula-mula darah kaya CO2
yang berasal dari seluruh tubuh akan mengalir
melalui vena kava inferior dan vena kava superior
menuju atrium kanan jantung. Selanjutnya, atrium
kanan akan berkontraksi sehingga mengalirkan

Biologi Kelas XI

87

darah melalui katup trikuspidalis ke ventrikel kanan.


Ventrikel kanan akan berkontraksi mengalirkan
darah kaya CO2 menuju paru-paru melalui arteri
pulmonalis. Selanjutnya, darah kaya O2 dari paruparu mengalir melalui vena pulmonalis menuju
atrium kiri. Atrium kiri akan berkontraksi
mengalirkan darah melalui katup bikuspidalis
menuju ventrikel kiri. Selanjutnya, ventrikel kiri
akan berkontraksi memompa darah keluar jantung
melalui aorta ke seluruh tubuh. Setelah terjadi
pertukaran CO2 dan O2 dalam kapiler darah, darah
akan mengalir kembali ke jantung (atrium kanan).
7. Dalam transfusi darah, hal yang harus diperhatikan
adalah jenis aglutinogen donor dan aglutinin
resipien. Apabila aglutinogen donor tidak sesuai
dengan aglutinin resipien, akan mengakibatkan
penggumpalan pada darah resipien. Pada golongan
darah O tidak mengandung aglutinogen A maupun
aglutinogen B, sehingga apabila golongan darah
O ditransfusikan pada golongan darah lain (A, B,
dan AB) tidak akan terjadi pertemuan antara
aglutinogen donor dan aglutinin resipien sehingga
tidak terjadi penggumpalan pada darah resipien.
Oleh karena itu, golongan darah O dapat didonorkan
kepada semua golongan darah sehingga disebut
sebagai donor universal.
8. Proses pencernaan lemak baru terjadi saat
makanan telah sampai di usus halus pada bagian
duodenum. Pada duodenum terdapat saluran yang
akan menyalurkan cairan empedu dari hati. Cairan
empedu akan mengemulsikan lemak. Selanjutnya,
adanya enzim lipase dalam duodenum yang
dihasilkan oleh pankreas akan mengubah emulsi
lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Asam
lemak dan gliserol akan diserap oleh tubuh melalui
jonjot-jonjot usus yang terdapat dalam ileum.
9. Diketahui:

TB = 150 cm
BB = 54 kg
U = 27 tahun
Ditanyakan: a. BMR
b. Kebutuhan energi sehari sesuai
aktivitas

88

Ulangan Akhir Semester

Jawab:
a. BMR untuk wanita
= 665 + (9,6 BB) + (1,8 TB) (4,7 U)
= 665 + (9,6 54) + (1,8 150) (4,7 27)
= 1.326,5 kkal
b. Bekerja di sebuah perusahaan penerbitan
dikategorikan melakukan aktivitas ringan.
Kebutuhan energi
= BMR faktor aktivitas ringan
= 1.326,5 1,55
= 2.056,07 kkal
10. Makanan (yang mengandung protein) akan masuk
ke mulut. Di dalam mulut, makanan dicerna secara
mekanik oleh gigi melalui proses memotong,
mengoyak, dan mengunyah. Makanan juga akan
dicampur dengan air ludah sehingga akan berubah
bentuk menjadi gumpalan (bolus). Bolus
selanjutnya akan masuk ke dalam kerongkongan
dan mengalami gerak peristaltik. Gerak peristaltik
yaitu gerak diremas dan didorong oleh otot-otot
dinding kerongkongan hingga masuk ke lambung.
Di dalam lambung makanan diaduk sehingga bolus berubah menjadi bubur yang disebut kimus. Di
dalam lambung juga terjadi pencernaan kimiawi
oleh enzim yang dihasilkan oleh getah lambung,
yaitu enzim pepsin. Enzim pepsin akan mengubah
protein menjadi pepton. Kimus selanjutnya akan
didorong masuk ke usus halus. Di dalam usus
halus terjadi pengubahan pepton menjadi asam
amino oleh enzim tripsin yang dihasilkan oleh
pankreas. Di bagian akhir usus halus yaitu di
bagian ileum asam amino akan diserap dan diserap
pembuluh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Sementara itu, sisa makanan yang tidak dapat
dicerna akan masuk ke usus besar. Sisa makanan
mengalami pembusukan oleh bakteri E. coli serta
penyerapan kadar air oleh dinding usus besar.
Feses yang telah busuk akan didorong ke rektum
dan akan dikeluarkan melalui anus.

Biologi Kelas XI

297

:
:
:
:

1.3 Peka dan peduli terhadap


permasalahan lingkungan hidup,
menjaga dan menyayangi
lingkungan sebagai manisfestasi
pengamalan ajaran agama yang
dianutnya.

Pandai bersyukur atas


dikaruniainya pola pikir
ilmiah dalam menyelesaikan masalah.
Pandai bersyukur atas
dikaruniainya pola pikir
ilmiah saat melakukan
kegiatan praktikum
berhubungan dengan
sel.
Menjaga dan peduli
terhadap kesehatan
diri sebagai upaya
menjaga sel agar tetap
baik sebagai manifestasi cara bersyukur
kepada Tuhan.

Rajin beribadah sebagai


wujud rasa syukur
terhadap keteraturan
serta kompleksitas sel
ciptaan Tuhan.

Indikator
Struktur Sel
Konsep Sel dan
Struktur Sel
Perbedaan
Sel
Tumbuhan dan Sel
Hewan
Kegiatan Sel sebagai
Unit Struktural dan
Fungsional

Materi Pokok

Membaca literatur tentang


penemuan sel dan melakukan pengamatan sederhana
penemuan sel terhadap
empulur ketela pohon.
Membaca literatur mengenai pengelompokan
komponen penyusun sel.
Mengumpulkan informasi
dari berbagai literatur
mengenai protein struktural
dan protein fungsional
penyusun sel.
Mengkaji literatur mengenai
komponen penyusun sel
sebagai unit struktural
terkecil penyusun sel
prokariotik dan eukariotik.
Membuat model sel prokariotik dan sel eukariotik
dengan menggunakan
berbagai bahan.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

16 jp

Alokasi

Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku PG PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Lembar
Kerja
Praktikum dan
Lembar
Pengamatan Siswa
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengidentifikasi perbedaan sel
tumbuhan dan sel
hewan
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengamati
peristiwa difusi

Sumber Belajar

Biologi
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Mengagumi keteraturan dan


kompleksitas ciptaan Tuhan
tentang struktur dan fungsi
sel, jaringan, organ penyusun
sistem dan bioproses yang
terjadi pada makhluk hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi
pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati
bioproses.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Struktur Sel

298

Silabus

3.1 Memahami tentang komponen kimiawi penyusun sel,


ciri hidup pada sel yang
ditunjukkan oleh struktur,
fungsi dan proses yang
berlangsung di dalam sel
sebagai unit terkecil kehidupan.

2.2 Peduli terhadap keselamatan


diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan
dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan
sekitar.

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti,


tekun, jujur terhadap data
dan fakta, disiplin, tanggung
jawab, dan peduli dalam
observasi dan eksperimen,
berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai,
berpendapat secara ilmiah
dan kritis, responsif dan
proaktif dalam dalam setiap
tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/
laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.

Kompetensi Dasar

Memahami mengenai
sejarah penemuan sel.
Memahani komponen
kimiawi penyusun sel.
Memahami komponen
protein struktural dan
protein fungsional
penyusun sel.

Berperilaku teliti dan


jujur dalam melakukan
pengamatan serta
dalam menuliskan
hasil pengamatan.
Berlaku santun dalam
memberi tanggapan
saat berdiskusi.
Menghargai kerja
kelompok dalam melakukan
berbagai
pengamatan.
Mengemukakan argumen
secara ilmiah dan kritis,
responsif, dan proaktif
dalam diskusi kelas
maupun pengamatan.
Memiliki rasa ingin tahu
terhadap materi yang
sedang dipelajari.
Bertanggung jawab
terhadap tugas-tugas
yang diberikan oleh
guru maupun tugastugas kelompok.
Bersikap hati-hati
ketika menggunakan
alat dan menerapkan
prinsip keselamatan
kerja dalam melakukan kegiatan baik
secara individu maupun kelompok.
Menggunakan bahanbahan praktikum secara efisien dan
secukupnya.

Indikator

Materi Pokok

Melakukan pengamatan
mengenai perbedaan sel
tumbuhan dan sel hewan.
Melakukan kegiatan pengamatan proses difusi
dengan menggunakan
larutan eosin.
Melakukan pengamatan
peristiwa osmosis pada sel
batang kangkung dan sel
darah.
Melakukan pengamatan
melalui video terhadap
proses sintesis protein
yang terjadi di dalam sel.
Melakukan pengamatan
proses pembelahan mitosis
pada akar bawang bombai.
Mengumpulkan informasi
mengenai bioproses yang
terjadi dalam sel dan menyajikannya dalam model
simulasi.

Pembelajaran

Tes Unjuk Kerja


Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Alat dan bahan


yang digunakan
untuk mengamati
peristiwa osmosis
pada sel tumbuhan
dan sel hewan
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengamati
pembelahan mitosis
Buku referensi:
Materi Biologi!
Volume 2 Biologi
Sel, PT Pakar
Raya
Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

299

4.1 Menyajikan model/charta/


gambar yang merepresentasikan pemahamannya
tentang struktur dan fungsi
sel sebagai unit terkecil
kehidupan.

3.2 Menganalisis berbagai proses


pada sel yang meliputi:
mekanisme transpor pada
membran, difusi, osmosis,
transpor aktif, endositosis, dan
eksositosis, reproduksi, dan
sintesis protein sebagai dasar
pemahaman bioproses dalam
sistem hidup.

Kompetensi Dasar

Menyajikan informasi
mengenai
protein
struktural dan fungsional
penyusun sel melalui
media presentasi.
Menyajikan perbedaan sel prokariotik dan
sel eukariotik dalam
bentuk model sel.
Menyajikan
hasil
praktikum identifikasi
sel tumbuhan dan sel
hewan dalam bentuk
laporan.
Menyajikan
hasil
praktikum peristiwa
osmosis dalam bentuk
laporan.

Memahami sel sebagai unit struktural


terkecil penyusun
makhluk hidup dan
fungsi organel-organel
penyusunnya.
Memahami perbedaan
struktur sel prokariotik
dan sel eukariotik.
Memahami konsep perbedaan sel tumbuhan
dan sel hewan.
Memahami konsep
perpindahan molekul
secara difusi.
Menjelaskan peristiwa
osmosis pada sel
tumbuhan dan sel
hewan.
Memahami proses
sintesis protein yang
terjadi di dalam sel.
Menjelaskan proses
pembelahan mitosis.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Proyek
Rubrik Penilaian Proyek
dan Tugas Proyek

Portofolio
Kumpulan laporan dan
produk

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

300

Silabus

4.2 Membuat model proses


dengan menggunakan berbagai macam media melalui
analisis hasil studi literatur,
pengamatan mikroskopis,
percobaan, dan simulasi
tentang bioproses yang
berlangsung di dalam sel.

Kompetensi Dasar

Menyajikan proses
sintesis protein yang
terjadi di dalam sel
dalam media presentasi.
Menyajikan
hasil
praktikum peristiwa
pembelahan mitosis
dalam bentuk laporan.
Menyajikan model
simulasi bioproses
(misalnya transpor
melalui membran,
sintesis
protein,
ataupun reproduksi)
yang terjadi di dalam
sel.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

301

:
:
:
:

1.3 Peka dan peduli terhadap


permasalahan lingkungan
hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai
manifestasi pengamalan
ajaran agama yang dianutnya.

Pandai bersyukur atas


dikaruniainya pola pikir
ilmiah saat melakukan
pengamatan jaringan
pada tumbuhan.
Memanfaatkan jaringan tumbuhan untuk
kemajuan teknologi
secara arif dan bijaksana.
Menjaga keseimbangan lingkungan untuk
mendukung berlangsungnya sistem di
dalam tubuh tumbuhan.

Rajin beribadah sebagai


rasa syukur terhadap
keteraturan dan kompleksitas
makhluk
ciptaan Tuhan.

Indikator
Struktur dan Fungsi
Jaringan Tumbuhan
Jaringan Tumbuhan
Jaringan Penyusun
Organ pada Tumbuhan
Kultur Jaringan Tumbuhan

Materi Pokok

Mencari informasi tentang


berbagai jaringan penyusun
organ pada tumbuhan
Dicotyledoneae, Monocotyledoneae, Gymnospermae, Pteridophyta, dan
Bryophyta.
Melakukan pengamatan
mikroskopis
jaringan
penyusun akar, batang,
serta daun Dicotyledoneae
dan Monocotyledoneae.
Melakukan diskusi tentang
sifat sel yang menjadi
prinsip dasar teknik kultur
jaringan tumbuhan.
Membuat poster mengenai
tahapan-tahapan dalam
teknik kultur jaringan.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

8 jp

Alokasi

Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku PG PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku referensi:
Materi Biologi!
Volume 5 Tumbuhan, PT Pakar
Raya
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengamati
jaringan penyusun
akar, batang, serta
daun Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae
Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

Biologi
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Mengagumi keteraturan dan


kompleksitas ciptaan Tuhan
tentang struktur dan fungsi
sel, jaringan, organ penyusun
sistem dan bioproses yang
terjadi pada makhluk hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi
pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati
bioproses.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Jaringan Tumbuhan

302

Silabus

3.3 Menerapkan konsep tentang


keterkaitan hubungan antara
struktur sel pada jaringan
tumbuhan dengan fungsi
organ pada tumbuhan berdasarkan hasil pengamatan.

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun,


jujur terhadap data dan fakta,
disiplin, tanggung jawab, dan
peduli dalam observasi dan
eksperimen, berani dan
santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong
royong, bekerja sama, cinta
damai, berpendapat secara
ilmiah dan kritis, responsif dan
proaktif dalam setiap tindakan
dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di
dalam kelas/laboratorium
maupun di luar kelas/
laboratorium.
2.2 Peduli terhadap keselamatan
diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan
dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan
sekitar.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan struktur
dan fungsi jaringan
tumbuhan.
Menjelaskan jaringan
penyusun organ pada
tumbuhan.
Menjelaskan sifat
totipotensi dan kultur
jaringan tumbuhan.
Menjelaskan prosedur
pembuatan kultur
jaringan.

Bersikap jujur dan teliti


dalam melakukan pengamatan dan menuliskan
hasil pengamatan.
Mementingkan kerja
sama kelompok dalam
melakukan berbagai
pengamatan.
Mengemukakan argumen secara ilmiah dan
kritis, responsif, dan
proaktif dalam diskusi
kelas maupun pengamatan.
Menghargai pendapat
orang lain sebagai
wujud toleransi.
Bersikap hati-hati dan
memperhatikan prinsip
keselamatan kerja
dalam melakukan
pengamatan jaringan
tumbuhan.
Melakukan kegiatan
pengamatan
dan
praktikum dengan
memperhatikan
kelestarian lingkungan
di sekitarnya.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

303

4.3 Menyajikan data tentang


struktur anatomi jaringan
pada tumbuhan berdasarkan
hasil pengamatan untuk
menunjukkan pemahaman
hubungan antara struktur dan
fungsi jaringan pada tumbuhan terhadap bioproses
yang berlangsung pada
tumbuhan.

Kompetensi Dasar

Menyajikan informasi
tentang jaringan penyusun organ berbagai
tumbuhan
dalam
bentuk karya tulis
sederhana.
Menyajikan laporan
tertulis mengenai
struktur anatomi akar,
batang, serta daun
tumbuhan
Monocotyledoneae dan
Dicotyledoneae.
Menyajikan informasi
tentang
tahapantahapan dalam teknik
kultur jaringan tumbuhan dalam bentuk
poster sederhana.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran
Portofolio
Kumpulan Laporan
dan Produk
Proyek
Rubrik Penilaian
Proyek dan Tugas
Proyek

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

304

Silabus

1.2 Menyadari dan mengagumi


pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati
bioproses.

1.3 Peka dan peduli terhadap


permasalahan lingkungan
hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai
manifestasi pengamalan
ajaran agama yang dianutnya.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa


syukur
terhadap
keteraturan
dan
kompleksitas struktur
jaringan yang diciptakan Tuhan.
Pandai bersyukur atas
dikaruniainya pola pikir
ilmiah saat melakukan
kegiatan praktikum
mengenai jaringan
hewan.
Menjaga dan peduli
terhadap struktur
jaringan hewan sebagai manifestasi rasa
syukur kepada Tuhan.

Indikator
Jaringan Hewan
Jaringan Penyusun
Organ pada Hewan
Teknologi
yang
Berkaitan dengan
Jaringan Hewan

Materi Pokok

Mengamati gambar struktur


organ kulit beserta jaringanjaringan penyusunnya.
Mencari informasi dari berbagai sumber mengenai
produk-produk kosmetik
untuk menganalisis kebenaran atau kesalahan
konseptualnya.
Melakukan pengamatan
dan percobaan tentang
struktur jaringan otot polos,
otot lurik, dan otot jantung.
Mencari informasi dari berbagai sumber mengenai
pemanfaatan teknologi
stem cell dan langkahlangkah pembuatannya.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

8 jp

Alokasi

Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku PG PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Lembar
Kerja
Praktikum dan
Lembar Pengamatan
Siswa
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengidentifikasi struktur
jaringan otot polos,
otot lurik, dan otot
jantung

Sumber Belajar

Biologi
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

:
:
:
:

1.1 Mengagumi keteraturan dan


kompleksitas ciptaan Tuhan
tentang struktur dan fungsi
sel, jaringan, organ penyusun
sistem dan bioproses yang
terjadi pada makhluk hidup.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Jaringan Hewan

Biologi Kelas XI

305

3.4 Menerapkan konsep tentang


keterkaitan hubungan antara
struktur sel pada jaringan
hewan dengan fungsi organ
pada hewan berdasarkan
hasil pengamatan.

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti,


tekun, jujur terhadap data
dan fakta, disiplin, tanggung
jawab, dan peduli dalam
observasi dan eksperimen,
berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerja sama, cinta damai,
berpendapat secara ilmiah
dan kritis, responsif dan
proaktif dalam setiap tindakan
dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di
dalam kelas/laboratorium
maupun di luar kelas/
laboratorium.
2.2 Peduli terhadap keselamatan
diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan
dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan
sekitar.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan jaringanjaringan yang menyusun


organ kulit.
Menjelaskan kebenaran atau kesalahan
konseptual iklan kosmestik.
Mengidentifikasi
struktur jaringan otot
polos, otot lurik, dan
otot jantung.
Menjelaskan
pemanfaatan teknologi
stem cell dan langkahlangkah pembuatannya.

Memiliki rasa ingin


tahu yang tinggi.
Bersikap jujur dan
objektif dalam melakukan kegiatan baik
secara individu maupun kelompok.
Mau bekerja sama dan
terbuka untuk mengemukakan argumen
atau pendapat dalam
kegiatan kelompok.
Bertanggung jawab
terhadap tugas-tugas
yang diberikan oleh
guru baik tugas individu maupun tugas
kelompok.
Menerapkan prinsip
keselamatan kerja
saat melakukan kegiatan
praktikum
jaringan hewan.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Buku Referensi:
Materi Biologi!
Biologi Sel Volume
2 dan Materi
Biologi! Tubuh
Manusia Volume
7, PT Pakar Raya
Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

306

Silabus

4.4 Menyajikan data tentang


struktur anatomi jaringan
pada hewan berdasarkan
hasil pengamatan untuk
menunjukkan pemahaman
hubungan antara struktur dan
fungsi jaringan pada hewan
terhadap bioproses yang
berlangsung pada hewan.

Kompetensi Dasar

Menyajikan data hasil


analisis mengenai
kebenaran atau kesalahan konseptual
produk-produk kosmetik.
Menyajikan
hasil
laporan mengenai
struktur jaringan otot
polos, otot lurik, dan
otot jantung.
Menyajikan makalah
presentasi dalam program Power Point
mengenai pemanfaatan teknologi stem cell
dan langkah-langkah
pembuatannya.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran
Portofolio
Kumpulan laporan dan
produk

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

307

:
:
:
:

Rajin beribadah sebagai


wujud rasa syukur
terhadap keteraturan
serta kompleksitas alat
gerak yang diciptakan
Tuhan.
Pandai bersyukur atas
dikaruniainya pola
pikir ilmiah dalam menyelesaikan masalah.
Pandai bersyukur atas
dikaruniainya pola
pikir ilmiah saat melakukan
kegiatan
praktikum berhubungan dengan sistem
gerak pada manusia.

Indikator
Sistem Gerak pada
Manusia
Rangka Penyusun
Tubuh Manusia
Otot Manusia

Materi Pokok

Mengamati bentuk-bentuk
bangunan dan mengkaitkannya dengan struktur
tulang untuk memahami
fungsi tulang.
Melakukan pengamatan
untuk mengidentifikasi zat
penyusun tulang.
Mengumpulkan informasi
mengenai kelainan pada
tulang (osteoporosis).
Mencari informasi mengenai
teknologi yang bermanfaat
untuk menyembuhkan kelainan tulang.
Membuat awetan rangka
hewan.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi

Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku PG PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Lembar
Kerja
Praktikum dan
Lembar
Pengamatan Siswa
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengidentifikasi zat penyusun tulang
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengamati
pengaruh garam

Sumber Belajar

Biologi
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Mengagumi keteraturan dan


kompleksitas ciptaan Tuhan
tentang struktur dan fungsi
sel, jaringan, organ penyusun
sistem dan bioproses yang
terjadi pada makhluk hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi
pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati
bioproses.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Sistem Gerak pada Manusia

308

Silabus

2.2 Peduli terhadap keselamatan


diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan
dan percobaan di laboratorium
dan di lingkungan sekitar.

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun,


jujur terhadap data dan fakta,
disiplin, tanggung jawab, dan
peduli dalam observasi dan
eksperimen, berani dan
santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan,
gotong royong, bekerja sama,
cinta damai, berpendapat
secara ilmiah dan kritis,
responsif dan proaktif dalam
setiap tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan
percobaan di dalam kelas/
laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.

1.3 Peka dan peduli terhadap


permasalahan lingkungan
hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai
manifestasi pengamalan
ajaran agama yang dianutnya.

Kompetensi Dasar

Berperilaku teliti dan


jujur dalam melakukan
pengamatan serta
dalam menuliskan
hasil pengamatan.
Berperilaku santun
dalam memberi tanggapan saat berdiskusi.
Menghargai kerja
kelompok dalam melakukan
berbagai
pengamatan.
Mengemukakan
argumen secara ilmiah
dan kritis, responsif,
dan proaktif dalam
diskusi kelas maupun
pengamatan.
Memiliki rasa ingin tahu
terhadap materi yang
sedang dipelajari.
Bertanggung jawab
terhadap tugas-tugas
yang diberikan oleh
guru maupun tugastugas kelompok.
Bersikap hati-hati
ketika menggunakan
alat dan menerapkan
prinsip keselamatan
kerja dalam melakukan kegiatan baik
secara individu maupun kelompok.
Menggunakan bahanbahan praktikum secara
efisien dan secukupnya.

Menjaga dan peduli


terhadap kesehatan
alat gerak sebagai
manifestasi cara bersyukur kepada Tuhan.

Indikator

Materi Pokok

Mempraktikkan sebuah
gerakan dan mendiskusikan mengenai peristiwa
yang terjadi saat bergerak.
Melakukan pengamatan
pengaruh bahan-bahan
tertentu (garam fisiologis)
terhadap kontraksi otot
jantung (jantung katak).
Mencari informasi dari
berbagai sumber tentang
penyakit polio.
Melakukan pengamatan
preparat awetan irisan otot
polos, otot lurik, otot
jantung, tulang keras, dan
tulang rawan.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi

fisiologis terhadap
kontraksi
otot
jantung katak
Buku referensi:
100 Pengetahuan
tentang Tubuh
Manusia, PT Pakar
Raya
Buku referensi:
Pustaka Sains
Te r s a m b u n g
Internet
Buku
Lengkap tentang
Tubuh Kita, PT
Pakar Raya
Buku referensi:
Materi Biologi!
Volume 7 Tubuh
Manusia, PT Pakar
Raya
Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

309

3.5 Menganalisis hubungan


antara struktur jaringan
penyusun organ pada sistem
gerak dan mengaitkan
dengan
bioprosesnya
sehingga dapat menjelaskan
mekanisme gerak serta
gangguan fungsi yang
mungkin terjadi pada sistem
gerak manusia melalui studi
literatur,
pengamatan,
percobaan, dan simulasi.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan bentuk
dan struktur tulang
manusia serta fungsinya.
Menjelaskan komponen zat penyusun
tulang.
Menjelaskan tentang
kelainan pada tulang
(osteoporosis) serta
faktor-faktor penyebabnya.
Menjelaskan teknologi
yang
bermanfaat
untuk penyembuhan
kelainan
tulang
(kanker tulang).
Menjelaskan cara
membuat
awetan
rangka hewan.
Menjelaskan jenis otot
dan peristiwa yang
terjadi pada otot saat
bergerak.
Menjelaskan pengaruh
bahan-bahan tertentu
terhadap kontraksi otot
jantung.
Menjelaskan tentang
penyakit polio yang
meliputi faktor penyebabnya, bagian
tubuh yang diserang,
gejala-gejalanya, cara
penularan, dan tindakan preventifnya.
Menjelaskan struktur,
fungsi, serta proses
yang terjadi pada sel
otot polos, otot lurik,
otot jantung, tulang
keras, dan tulang
rawan.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran
Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Penilaian

Alokasi
Sumber Belajar

310

Silabus

4.5 Menyajikan hasil analisis


tentang kelainan pada
struktur dan fungsi jaringan
gerak yang menyebabkan
gangguan sistem gerak
manusia melalui berbagi
bentuk media presentasi.

Kompetensi Dasar

Menyajikan laporan
hasil praktikum identifikasi zat penyusun
tulang.
Menyajikan dalam
bentuk tulisan tentang
kelainan pada tulang
(osteoporosis) serta
faktor-faktor penyebabnya.
Menyajikan analisis
informasi mengenai
teknologi yang bermanfaat untuk penyembuhan kelainan
tulang (kanker tulang)
dalam bentuk media
presentasi.
Menyajikan laporan
hasil praktikum mengenai
pengaruh
bahan-bahan tertentu
terhadap kontraksi
otot jantung.
Menyajikan dalam
bentuk makalah tentang penyakit polio.
Menyajikan gambar
beserta fungsi dan
proses yang terjadi
pada sel otot polos,
otot lurik, otot jantung,
tulang keras, dan
tulang rawan.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran
Portofolio
Kumpulan Laporan dan
Produk
Proyek
Rubrik Penilaian Proyek
dan Tugas Proyek

Penilaian

Alokasi
Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

311

:
:
:
:

1.3 Peka dan peduli terhadap


permasalahan lingkungan
hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai
manifestasi pengamalan
ajaran agama yang dianutnya.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur


terhadap kompleksitas
struktur dan fungsi
sistem peredaran darah
ciptaan Tuhan.
Pandai bersyukur atas
dikaruniainya pola pikir
ilmiah saat melakukan
kegiatan praktikum
yang berhubungan dengan sistem peredaran darah manusia.
Menjaga dan peduli
terhadap kesehatan
komponen sistem peredaran darah manusia.

Indikator
Struktur dan Fungsi
Sistem
Peredaran
Darah pada Manusia
Komposisi Darah dan
Golongan Darah
Alat-Alat Peredaran
Darah
Gangguan dan Teknologi pada Sistem
Peredaran Darah

Materi Pokok

Melakukan pengamatan
gambar-gambar komponen
penyusun darah manusia.
Melakukan pengamatan
tentang bentuk sel darah
merah dan sel darah putih.
Melakukan pengamatan
tentang lama atau waktu
proses pembekuan darah.
Melakukan pengamatan
tentang jenis golongan
darah berdasarkan sistem
ABO.
Mengamati mekanisme
peredaran darah melalui
gambar dan mengidentifikasi alat-alat yang terlibat
dalam mekanisme tersebut.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

16 jp

Alokasi

Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku PG PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku referensi:
Materi Biologi!
Volume 7 Tubuh
Manusia, PT Pakar
Raya
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengidentifikasi bentuk sel
darah merah dan
sel darah putih

Sumber Belajar

Biologi
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Mengagumi keteraturan dan


kompleksitas ciptaan Tuhan
tentang struktur dan fungsi
sel, jaringan, organ penyusun
sistem dan bioproses yang
terjadi pada makhluk hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi
pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati
bioproses.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

312

Silabus

2.2 Peduli terhadap keselamatan


diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan
dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan
sekitar.

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun,


jujur terhadap data dan fakta,
disiplin, tanggung jawab, dan
peduli dalam observasi dan
eksperimen, berani dan
santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan,
gotong royong, bekerja sama,
cinta damai, berpendapat
secara ilmiah dan kritis,
responsif dan proaktif dalam
dalam setiap tindakan dan
dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam
kelas/laboratorium maupun di
luar kelas/laboratorium.

Kompetensi Dasar

Memiliki rasa ingin


tahu terhadap materi
yang sedang dipelajari.
Bersikap jujur, teliti,
dan hati-hati dalam
melakukan kegiatan
baik secara individu
maupun kelompok.
Menghargai kerja
kelompok dalam melakukan berbagai
pengamatan.
Mengemukakan
argumen secara ilmiah
dan kritis, responsif,
dan proaktif dalam
diskusi kelas maupun
pengamatan.
Bertanggung jawab
terhadap tugas-tugas
yang diberikan oleh
guru maupun tugastugas kelompok.
Bersikap hati-hati
ketika menggunakan
alat dalam melakukan
kegiatan baik secara
individu maupun kelompok.
Menggunakan bahanbahan praktikum secara efisien dan secukupnya.

Indikator

Materi Pokok

Melakukan pengamatan
torso jantung manusia dan
jantung kambing.
Melakukan kegiatan menghitung denyut nadi dan
mengukur tekanan darah.
Mencari informasi tentang
dampak negatif merokok
terhadap sistem peredaran
darah.
Membuat media presentasi
Power Point mengenai
teknologi jantung buatan.

Pembelajaran
Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Alat dan bahan


yang digunakan
untuk mengamati
lama dan waktu
proses pembekuan darah
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk menentukan
jenis golongan
darah berdasarkan sistem ABO
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk menghitung
denyut nadi dan
mengukur tekanan
darah
Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

313

4.3 Menyajikan hasil analisis


tentang kelainan pada struktur
dan fungsi darah, jantung dan
pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sistem
peredaran darah manusia
melalui berbagai bentuk media
presentasi.

3.3 Menganalisis hubungan


antara struktur jaringan
penyusun organ pada sistem
sirkulasi dan mengaitkannya
dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan
mekanisme peredaran darah
serta gangguan fungsi yang
mungkin terjadi pada sistem
sirkulasi manusia melalui
studi literatur, pengamatan,
percobaan, dan simulasi.

Kompetensi Dasar

Menyajikan laporan
hasil praktikum mengenai bentuk sel
darah merah dan sel
darah putih.
Menyajikan laporan
hasil praktikum mengenai lama atau
waktu proses pembekuan darah.
Menyajikan laporan hasil
praktikum mengenai
cara menentukan jenis
golongan darah berdasarkan sistem ABO.

Menjelaskan komponen
penyusun darah.
Mengidentifikasi
bentuk sel darah
merah dan sel darah
putih.
Menjelaskan proses
pembekuan darah.
Menjelaskan golongan
darah sistem ABO.
Menjelaskan alat-alat
tubuh yang berperan
dalam proses peredaran darah.
Mengidentifikasi
bagian-bagian jantung.
Mengidentifikasi denyut
nadi dan tekanan darah.
Menjelaskan dampak
negatif merokok terhadap sistem peredaran darah.
Menjelaskan teknologi
yang berkaitan dengan
sistem peredaran
darah.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan Laporan dan
Produk
Proyek
Rubrik Penilaian Proyek
Tugas Proyek

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Rubrik

Penilaian

Alokasi
Sumber Belajar

314

Silabus

Kompetensi Dasar

Menyajikan laporan
hasil praktikum mengenai cara menghitung denyut nadi dan
mengukur tekanan
darah.
Menyajikan hasil analisis tentang teknologi
yang berkaitan dengan
sistem
peredaran
darah manusia melalui
berbagai bentuk media
presentasi.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

315

1.2 Menyadari dan mengagumi


pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati
bioproses.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa


syukur
terhadap
kompleksitas
dan
keteraturan struktur
organ-organ penyusun
sistem pencernaan
ciptaan Tuhan.
Pandai bersyukur atas
dikaruniainya pola
pikir ilmiah saat
melakukan kegiatan
praktikum yang berhubungan dengan
sistem pencernaan
makanan.

Indikator
Sistem Pencernaan
Makanan
Zat-Zat Makanan
yang Diperlukan oleh
Tubuh
Struktur dan Fungsi
Sistem Pencernaan
Manusia dan Hewan
Ruminansia

Materi Pokok

Menganalisis daftar informasi nilai gizi yang terdapat pada kemasan


makanan dan minuman.
Melakukan
pengujian
karbohidrat dalam makanan.
Melakukan pengujian
kandungan lemak dalam
bahan makanan.
Melakukan pengujian
kandungan protein dalam
makanan.
Membuat daftar menu
makanan bergizi seimbang
berdasarkan nilai BMR dan
BMI.
Melakukan pengamatan
torso manusia atau gambar
sistem pencernaan manusia.
Melakukan pembuktian
kerja enzim ptialin.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

14 jp

Alokasi

Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku PG PR Biologi
Kelas XI Semester 1,
PT Intan Pariwara
Buku referensi:
100 Pengetahuan
tentang Tubuh
Manusia, PT Pakar
Raya
Buku referensi:
Materi Biologi!
Volume 7 Tubuh
Manusia, PT Pakar
Raya

Sumber Belajar

Biologi
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

:
:
:
:

1.1 Mengagumi keteraturan dan


kompleksitas ciptaan Tuhan
tentang struktur dan fungsi
sel, jaringan, organ penyusun
sistem dan bioproses yang
terjadi pada makhluk hidup.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Sistem Pencernaan Makanan

316

Silabus

3.7 Menganalisis hubungan


antara struktur jaringan
penyusun organ pada sistem
pencernaan dan mengaitkannya dengan nutrisi dan
bioprosesnya sehingga dapat
menjelaskan proses pencernaan serta gangguan
fungsi yang mungkin terjadi
pada sistem pencernaan
manusia melalui studi literatur,
pengamatan, percobaan, dan
simulasi.

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun,


jujur terhadap data dan fakta,
disiplin, tanggung jawab, dan
peduli dalam observasi dan
eksperimen, berani dan
santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong
royong, bekerja sama, cinta
damai, berpendapat secara
ilmiah dan kritis, responsif dan
proaktif dalam setiap tindakan
dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam
kelas/laboratorium maupun di
luar kelas/laboratorium.
2.2 Peduli terhadap keselamatan
diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan
dan percobaan di laboratorium
dan di lingkungan sekitar.

1.3 Peka dan peduli terhadap


permasalahan lingkungan
hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai
manifestasi pengamalan
ajaran agama yang dianutnya.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan jenisjenis zat gizi yang


diperlukan
tubuh
beserta peranannya.
Mengidentifikasi kandungan karbohidrat
dalam makanan.
Mengidentifikasi kandungan lemak dalam
bahan makanan.
Mengidentifikasi
kandungan protein
dalam makanan.

Memiliki rasa ingin


tahu yang tinggi.
Bersikap jujur dan
objektif dalam melakukan kegiatan, baik
secara individu maupun kelompok.
Terbuka untuk mengemukakan argumen
dalam diskusi kelas
maupun pengamatan.
Bertanggung jawab
terhadap tugas-tugas
yang diberikan oleh
guru maupun tugastugas kelompok.
Menggunakan alat
dan bahan-bahan
kimia secara hati-hati
dan benar.

Menjaga kesehatan
organ-organ pencernaan makanan.
Mengatur pola makan
yang memenuhi kebutuhan gizi berdasarkan nilai BMR dan
BMI.

Indikator

Materi Pokok

Melakukan pengamatan
struktur dan fungsi organ
pencernaan.
Mendata berbagai jenis
penyakit atau kelainan
yang dapat menyerang
sistem pencernaan manusia.
Membuat skema sistem
pencernaan manusia secara
utuh dalam kertas manila
berukuran 50 50 cm.
Membandingkan sistem
pencernaan
manusia
dengan sistem pencernaan
hewan ruminansia.

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes uji petik kerja
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi

Alat dan bahan


yang digunakan
untuk menguji
kandungan
karbohidrat, protein, dan lemak
dalam
bahan
makanan
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengidentifikasi cara kerja
enzim ptialin
Alat dan bahan
yang digunakan
untuk mengidentifikasi struktur dan
fungsi organ pencernaan
Media elektronik
(internet)

Sumber Belajar

Biologi Kelas XI

317

4.7 Menyajikan hasil analisis


tentang kelainan pada
struktur dan fungsi jaringan
pada organ-organ pencernaan yang menyebabkan
gangguan sistem pencernaan manusia melalui berbagai
bentuk media presentasi.

Kompetensi Dasar

Menyajikan laporan
hasil praktikum uji
k a n d u n g a n
karbohidrat dalam
makanan.
Menyajikan laporan
hasil praktikum uji
kandungan lemak
dalam bahan makanan.
Menyajikan laporan
hasil praktikum uji
kandungan protein
dalam bahan makanan.
Menyajikan laporan
hasil praktikum mengenai
kerja enzim ptialin.

Menjelaskan tentang
menu makanan bergizi seimbang berdasarkan nilai BMR
dan BMI.
Menjelaskan organorgan dan proses
pencernaan manusia.
Mengidentifikasi kerja
enzim ptialin.
Mengidentifikasi
struktur dan fungsi
organ pencernaan.
Menjelaskan berbagai
jenis penyakit atau
kelainan pada sistem
pencernaan manusia.
Menjelaskan skema
sistem pencernaan
manusia secara utuh.
Menjelaskan perbedaan organ-organ
pencernaan hewan
ruminansia dengan
manusia.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan Laporan dan
Produk

Penilaian

Alokasi
Sumber Belajar

318

Silabus

Kompetensi Dasar

Menyajikan laporan
hasil praktikum identifikasi struktur dan
fungsi organ pencernaan.
Menyajikan data berbagai jenis penyakit
atau kelainan yang
dapat menyerang
sistem pencernaan
manusia.
Menyajikan skema
sistem pencernaan
manusia secara utuh.
Menyajikan
data
perbedaan sistem
pencernaan hewan
ruminansia dengan
manusia.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Sumber Belajar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Materi Pokok

:
:
:
:

Alokasi Waktu

Biologi
SMA/MA
XI/1
Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada
Manusia
16 45 menit

A. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel, jaringan,
organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup.
Indikator:

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap kompleksitas struktur dan fungsi sistem
peredaran darah ciptaan Tuhan.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.
Indikator:

Pandai bersyukur atas dikaruniainya pola pikir ilmiah saat melakukan kegiatan praktikum yang
berhubungan dengan sistem peredaran darah manusia.
1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan
sebagai manifestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
Indikator:

Menjaga dan peduli terhadap kesehatan komponen sistem peredaran darah manusia.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam
observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong, bekerja sama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif
dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/
laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.
Indikator:

Memiliki rasa ingin tahu terhadap materi yang sedang dipelajari.

Bersikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam melakukan kegiatan baik secara individu maupun kelompok.

Menghargai kerja kelompok dalam melakukan berbagai pengamatan.

Mengemukakan argumen secara ilmiah dan kritis, responsif, dan proaktif dalam diskusi kelas
maupun pengamatan.

Bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh guru maupun tugas-tugas kelompok.
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat
melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar.
Indikator:

Bersikap hati-hati ketika menggunakan alat dalam melakukan kegiatan, baik secara individu
maupun kelompok.

Menggunakan bahan-bahan praktikum secara efisien dan secukupnya.


3.3 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dan
mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme peredaran darah serta
gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem sirkulasi manusia melalui studi literatur, pengamatan,
percobaan, dan simulasi.

Biologi Kelas XI

319

Indikator:

Menjelaskan komponen penyusun darah.

Mengidentifikasi bentuk sel darah merah dan sel darah putih.

Menjelaskan proses pembekuan darah.

Menjelaskan golongan darah sistem ABO.

Menjelaskan alat-alat tubuh yang berperan dalam proses peredaran darah.

Mengidentifikasi bagian-bagian jantung.

Mengidentifikasi denyut nadi dan tekanan darah.

Menjelaskan dampak negatif merokok terhadap sistem peredaran darah.

Menjelaskan teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah.


4.3 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi darah, jantung dan pembuluh
darah yang menyebabkan gangguan sistem peredaran darah manusia melalui berbagai bentuk
media presentasi.
Indikator:

Menyajikan laporan hasil praktikum mengenai bentuk sel darah merah dan sel darah putih.

Menyajikan laporan hasil praktikum mengenai lama atau waktu proses pembekuan darah.

Menyajikan laporan hasil praktikum mengenai cara menentukan jenis golongan darah berdasarkan
sistem ABO.

Menyajikan laporan hasil praktikum mengenai cara menghitung denyut nadi dan mengukur tekanan
darah.

Menyajikan hasil analisis tentang teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah manusia
melalui berbagai bentuk media presentasi.
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. menjelaskan komponen penyusun darah;
2. mengidentifikasi bentuk sel darah merah dan sel darah putih;
3. menjelaskan proses pembekuan darah;
4. menentukan golongan darah berdasarkan sistem ABO;
5. menjelaskan alat-alat tubuh yang berperan dalam proses peredaran darah;
6. mengidentifikasi bagian-bagian jantung;
7. menghitung denyut nadi dan mengukur tekanan darah;
8. menjelaskan dampak negatif merokok terhadap sistem peredaran darah;
9. menemukan teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah;
10. menyajikan laporan hasil praktikum mengenai bentuk sel darah merah dan sel darah putih;
11. menyajikan laporan hasil praktikum mengenai lama atau waktu proses pembekuan darah;
12. menyajikan laporan hasil praktikum mengenai cara menentukan jenis golongan darah berdasarkan
sistem ABO;
13. menyajikan laporan hasil praktikum mengenai cara menghitung denyut nadi dan mengukur tekanan
darah;
14. menyajikan hasil analisis tentang teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah manusia
melalui berbagai bentuk media presentasi.
C. Materi Pembelajaran
1. Komposisi Darah dan Golongan Darah
2. Alat-Alat Peredaran Darah
3. Gangguan dan Teknologi pada Sistem Peredaran Darah

320

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

D. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pembelajaran Ilmiah (Scientific Approach)
Model
: Siklus Belajar (Learning Cycle)
Metode
: Discovery dan Diskusi
E.

F.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1.

Media
Power Point, video donor darah

2.

Alat dan Bahan


a. Mikroskop
b. Gelas penutup
c. Gelas preparat
d. Blood lancet atau jarum
e. Pipet tetes
f. Stetoskop
g. Sphigmomanometer
h. Stopwatch
i. Spidol
j. Gambar bagian-bagian darah yang telah disentrifuge
k. Torso atau gambar jantung manusia
l. Jantung kambing
m. Bungkus rokok yang sudah tidak terpakai
n. Alkohol 70%
o. Larutan Hayem
p. Larutan Turk
q. Darah
r. Serum anti-A
s. Serum anti-B
t. Kapas
u. Tusuk gigi

3.

Sumber Belajar
a. Buku PR Biologi SMA/MA Kelas XI Semester 1, PT Intan Pariwara.
b. Buku PG PR Biologi SMA/MA Kelas XI Semester 1, PT Intan Pariwara.
c. Foto/gambar berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus.
d. Buku Referensi: Materi Biologi! Volume 7 Tubuh Manusia, PT Pakar Raya.
e. Media elektronik (internet).

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 45 menit)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian dan pemotivasian: memberikan ilustrasi gambar berupa alat pacu jantung
(pacemaker).
b. Apersepsi: bertanya jawab tentang fungsi alat yang ditunjukkan oleh gambar. Selanjutnya,
mengaitkan fungsi alat tersebut dengan sistem peredaran darah pada manusia.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.
d. Guru menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru membagi siswa dalam kelompok (setiap kelompok terdiri atas 56 siswa).
b. Guru meminta siswa untuk berdiskusi mengenai komponen-komponen darah berdasarkan gambar
yang disediakan.

Biologi Kelas XI

321

c.
d.
e.

f.
g.
3.

Guru meminta perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya.


Guru mengulas materi komponen darah.
Masih dalam kelompok, guru membimbing siswa untuk melakukan praktikum untuk mengidentifikasi
bentuk sel darah merah dan sel darah putih.
Catatan: sembari melakukan proses pembimbingan, guru memberikan penilaian sikap dengan
dipandu instrumen lembar penilaian sikap.
Guru meminta perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil pengamatan kelompoknya.
Guru menanggapi hasil pengamatan siswa.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pertemuan hari ini.
b. Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan)
kepada kelompok yang berkinerja baik.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat laporan praktikum secara mandiri dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
d. Guru meminta siswa membuat rangkuman artikel dalam website http://goo.gl/MteFbN, http://goo.gl/
PU30i6, http://goo.gl/PJVfHQ, dan http://goo.gl/JG93fT untuk menambah bahan belajar.
Pertemuan II (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan kegiatan praktikum pertemuan sebelumnya.
b. Pemusatan perhatian dan pemotivasian: guru bercerita tentang rumah potong ayam. Ayam
disembelih sengan cara memotong bagian lehernya sehingga darah mengalir. Darah yang mengalir
tersebut ditampung dalam sebuah wadah dan didiamkan. Beberapa jam kemudian, darah ayam
tersebut membeku.
c. Apersepsi: bertanya jawab tentang fenomena pembekuan darah ayam. Mengapa darah ayam
dapat membeku? Apakah terdapat mekanisme khusus yang dapat membekukan darah ayam?
Apakah pada manusia juga terjadi pembekuan darah? Apa fungsi pembekuan darah bagi tubuh
manusia?
d. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.
e. Guru menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam kelompok (menentukan
lama atau waktu proses pembekuan darah dan membuat laporan pengamatan).
b. Guru membagi siswa dalam kelompok dengan anggota 45 siswa.
c. Guru membimbing setiap kelompok dalam melakukan praktikum mengenai proses pembekuan
darah.
Catatan: sembari melakukan proses pembimbingan, guru memberikan penilaian sikap dengan
dipandu instrumen lembar penilaian sikap.
d. Guru meminta kepada siswa untuk mempresentasikan hasil pengamatan kelompoknya. (Jika
waktu tidak mencukupi maka cukup beberapa siswa yang mempresentasikan hasil pengamatan
kelompoknya).
e. Guru bersama siswa membahas hasil kegiatan praktikum.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.
b. Guru memberikan penghargaan (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada
kelompok yang berkinerja baik.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat laporan praktikum secara mandiri dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
d. Guru menyarankan agar siswa mencari informasi mengenai sistem penggolongan darah manusia
sebagai bahan materi pertemuan selanjutnya.

322

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Pertemuan III (2 45 menit)


1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan praktikum pada pertemuan sebelumnya.
b. Pemusatan perhatian dan pemotivasian: guru memberikan ilustrasi video donor darah.
c. Apersepsi: bertanya jawab tentang tujuan donor darah. Apakah donor darah dapat dilakukan ke
sembarang orang? Apakah terdapat aturan khusus dalam donor darah?
d. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.
e. Guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam praktikum.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru mengulas sistem golongan darah untuk memberi dasar pemahaman siswa dalam melakukan
kegiatan (menentukan jenis golongan darah berdasarkan sistem ABO dan membuat laporan
pengamatan).
b. Guru membagi siswa dalam kelompok dengan anggota 56 siswa.
c. Guru membimbing setiap kelompok dalam melakukan praktikum menentukan golongan darah.
Catatan: sembari melakukan proses pembimbingan, guru memberikan penilaian sikap dengan
dipandu instrumen lembar penilaian sikap.
d. Guru meminta kepada siswa untuk mempresentasikan hasil pengamatan. (Jika waktunya tidak
mencukupi, cukup perwakilan beberapa kelompok yang presentasi).
e. Guru bersama siswa membahas hasil kegiatan praktikum.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini. Selanjutnya, guru mendorong
siswa untuk bersyukur dengan cara rajin beribadah karena Tuhan telah menciptakan suatu
komponen yang kompleks untuk menyokong hidup manusia.
b. Guru meminta siswa membuat laporan pengamatan secara mandiri. Laporan tersebut dikumpulkan
pada pertemuan berikutnya.
c. Guru memberi tugas rumah kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal Latihan 1 dan dikumpulkan
pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan IV (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan praktikum pada pertemuan sebelumnya dan hasil
pekerjaan soal-soal Latihan 1.
b. Guru mengulas kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Selanjutnya, guru mengaitkan materi tersebut dengan materi yang akan dipelajari pada pertemuan
hari ini.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 45 siswa.
b. Guru meminta siswa untuk menyimak gambar atau diagram sistem peredaran darah yang telah
disediakan. Selanjutnya, siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru:
Bagaimana mekanisme peredaran darah dapat terjadi? Alat-alat apa sajakah yang berperan dalam
mekanisme peredaran darah?
Catatan: sembari melakukan bimbingan selama proses diskusi kelompok, guru juga melakukan
penilaian sikap dipandu dengan instrumen lembar penilain sikap.
c. Guru meminta perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya. (Apabila waktu tidak
mencukupi, sebaiknya hanya beberapa siswa saja yang menyampaikan hasil diskusi kelompoknya).
d. Masih dalam kelompok, siswa melakukan pengamatan bagian-bagian jantung manusia melalui
torso atau gambar jantung manusia yang disediakan guru. Selain itu, siswa juga melakukan
pengamatan jantung kambing.

Biologi Kelas XI

323

e.
f.

g.
3.

Guru meminta siswa memberi nama bagian-bagian jantung yang tampak. Selanjutnya, siswa
membandingkan antara jantung manusia dengan jantung kambing.
Guru memberi kesempatan kepada tiap-tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil pengamatan
kelompoknya di depan kelas. (Jika waktu tidak mencukupi, presentasi hanya dilakukan oleh
beberapa kelompok).
Guru bersama siswa membahas hasil pengamatan.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
b. Guru meminta siswa untuk membaca materi mengenai cara kerja jantung sebagai persiapan
pembelajaran pertemuan selanjutnya.
Pertemuan V (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengulas materi pada pertemuan sebelumnya. Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami.
b. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.
c. Guru menyiapkan alat dan bahan yang digunakan selama praktikum.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru mengulas materi cara kerja jantung untuk menambah pemahaman siswa selama melakukan
kegiatan praktikum (menghitung denyut nadi dan mengukur tekanan darah serta membuat laporan
pengamatan).
b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada materi yang belum dipahami.
c. Guru membagi siswa dalam kelompok dengan anggota 45 siswa.
d. Guru meminta siswa melakukan praktikum menghitung denyut nadi dan mengukur tekanan darah.
e. Guru membimbing siswa selama kegiatan praktikum. Selain itu, guru juga melakukan penilaian
sikap dengan dipandu instrumen lembar penilaian.
f. Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pengamatan kelompoknya.
(Jika waktu tidak mencukupi, presentasi dapat dilakukan oleh beberapa perwakilan kelompok).
g. Guru bersama siswa membahas hasil pengamatan kegiatan hari ini.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru menyimpulkan pembelajaran yang dilakukan hari ini.
b. Guru meminta siswa membuat laporan praktikum secara individu. Laporan tersebut dikumpulkan
pada pertemuan berikutnya.
c. Guru menyarankan siswa untuk membuka video pada alamat: http://youtu.be/5Asj5pfGYAU,
http://youtu.be/lhEHBvbWYLg, dan http://youtu.be/rperNglzJM. Selanjutnya, guru meminta siswa
untuk membuat skema sederhana mekanisme peredaran darah berdasarkan informasi yang
didapat dari video tersebut. Selain itu, guru juga dapat menyarankan siswa untuk menuliskan
pertanyaan mengenai isi video yang belum dipahami. Pertanyaan tersebut akan dibahas pada
pertemuan berikutnya.
d. Guru memberi tugas rumah kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal Latihan 2 dan dikumpulkan
pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan VI (2 45 menit)

1.

324

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan praktikum pada pertemuan sebelumnya, skema
sederhana mekanisme peredaran darah, dan lembar jawaban soal-soal Latihan 2.
b. Guru membahas pertanyaan-pertanyaan siswa mengenai video yang telah disimak sebelumnya.
c. Pemusatan perhatian dan pemotivasian: menunjukkan bungkus rokok yang sudah tidak terpakai.
Selanjutnya, guru menunjukkan bagian yang menunjukkan dampak negatif rokok terhadap
kesehatan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

d.
e.

Apersepsi: bertanya jawab tentang dampak negatif merokok terhadap kesehatan sistem peredaran
darah manusia.
Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 45 siswa.
b. Guru meminta siswa mencari informasi mengenai dampak negatif merokok bagi sistem peredaran
darah. Selain itu, siswa diminta mencari informasi mengenai gangguan pada sistem peredaran
darah manusia. Selanjutnya, guru meminta siswa untuk mendiskusikan informasi yang diperoleh.
c. Guru membimbing siswa dalam kegiatan diskusi. Selain itu, guru juga melakukan penilaian sikap
dengan dipandu instrumen penilaian sikap.
d. Guru meminta perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya.
e. Guru bersama siswa membahas hasil diskusi. Selain itu, guru menjelaskan mengenai gangguan
dan teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
b. Guru memberi tugas proyek kepada siswa untuk membuat presentasi mengenai teknologi jantung
buatan. Tugas tersebut dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.
c. Guru memberi tugas rumah kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal Latihan 3 dan dikumpulkan
pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan VII (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru meminta siswa mengumpulkan lembar jawaban soal-soal Latihan 3.
b. Guru mengulas kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.
c. Guru menanyakan hasil tugas proyek yang telah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya.
d. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru meminta siswa untuk berkelompok sesuai dengan kelompok pada pertemuan terakhir.
b. Guru meminta kepada tiap-tiap kelompok mempresentasikan tugas proyek yang telah dibuat.
Setiap satu presentasi selesai, siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada
kelompok presentasi.
Catatan: selama tanya jawab berlangsung, guru juga memberi tanggapan terhadap presentasi
tiap-tiap kelompok. Selain itu, guru memberikan penilaian sikap kepada siswa selama kegiatan
pembelajaran berlangsung.
c. Guru meminta siswa mengumpulkan tugas proyek sebagai tambahan penilaian.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
b. Guru meminta siswa untuk berlatih mengerjakan soal-soal Ulangan Harian.
c. Guru mengingatkan siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan Ulangan Harian
mengenai struktur dan fungsi sistem peredaran darah pada manusia.
Pertemuan VIII (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


Guru membuka pelajaran dengan mengulas semua materi mengenai struktur dan fungsi sistem
peredaran darah pada manusia sebelum melakukan Ulangan Harian. Guru menjelaskan sistematika
Ulangan Harian yang akan dilaksanakan.

Biologi Kelas XI

325

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru membagi soal ulangan harian dan lembar kosong untuk mengerjakan ulangan harian.
b. Guru mengingatkan bahwa waktu untuk mengerjakan soal ulangan harian adalah 70 menit.
c. Selama siswa mengerjakan ulangan harian, guru mengawasi siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru membahas soal-soal ulangan harian yang dianggap sulit oleh siswa.
b. Guru meminta agar siswa membaca materi untuk bab selanjutnya.

G. Penilaian
1.

Teknik dan Bentuk Instrumen


Teknik

2.

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan

Proyek

Tugas Proyek dan Rubrik

Contoh Instrumen
a.

b.

326

Bentuk Instrumen

Lembar Pengamatan Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

1.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur


terhadap kompleksitas struktur dan fungsi
sistem peredaran darah ciptaan Tuhan.

2.

Memiliki rasa ingin tahu terhadap materi yang


sedang dipelajari.

3.

Bersikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam


melakukan kegiatan baik secara individu maupun
kelompok.

4.

Bersikap hati-hati ketika menggunakan alat


dalam melakukan kegiatan baik secara
individu maupun kelompok.

Keterangan

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur


terhadap kompleksitas struktur dan fungsi
sistem peredaran darah ciptaan Tuhan.

3 : rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan


karena telah diciptakan-Nya kompleksitas struktur dan fungsi
sistem peredaran darah.
2 : jarang beribadah sehingga kurang menunjukkan rasa syukur
kepada Tuhan atas diciptakan-Nya struktur dan fungsi sistem
peredaran darah.
1 : tidak pernah beribadah sehingga tidak menunjukkan rasa
syukur kepada Tuhan atas diciptakan-Nya struktur dan fungsi
sistem peredaran darah.

2.

Memiliki rasa ingin tahu terhadap materi yang


sedang dipelajari.

3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak


bertanya, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan kelompok,
berani mengemukakan pendapat, dan tidak takut salah.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh, dan
masih takut untuk mengemukakan pendapat.
1 : tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, tidak ikut
terlibat aktif dalam kegiatan berkelompok meskipun sudah
didorong untuk terlibat, dan tidak pernah mengemukakan
pendapat atau bertanya.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

3.

Bersikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam


melakukan kegiatan baik secara individu
maupun kelompok.

3 : menunjukkan sikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam melakukan


kegiatan baik secara individu maupun kelompok, misalnya
jujur untuk menuliskan hasil sesuai data yang diperoleh, teliti
dalam mengamati praktikum yang dilaksanakan, dan
berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas.
2 : berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas, tetapi
belum menunjukkan upaya terbaik, misalnya mengumpulkan
tugas tidak tepat waktu, menuliskan hasil praktikum tidak
sesuai data yang diperoleh, dan kurang teliti dalam
melakukan praktikum.
1 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas
atau praktikum dan tugasnya tidak selesai.

4.

Bersikap hati-hati ketika menggunakan alat


dalam melakukan kegiatan baik secara
individu maupun kelompok.

3 : berhati-hati dalam menggunakan peralatan laboratorium,


menjaga kebersihan alat dan ruang laboratorium, dan
mengembalikan peralatan yang digunakan ke tempat
semula.
2 : kurang berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium, belum menjaga kebersihan alat dan ruang
laboratorium meskipun telah mengembalikan peralatan yang
digunakan ke tempat semula.
1 : tidak berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium sehingga ada peralatan yang rusak atau ada
yang pecah, belum menjaga kebersihan alat dan ruang
laboratorium, dan tidak mengembalikan peralatan yang
digunakan ke tempat semula.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Mata Pelajaran

.........................
NIP_________________________

.........................
NIP_________________________

Biologi Kelas XI

327

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu

:
:
:
:
:

Biologi
SMA/MA
XI/1
Sistem Pencernaan Makanan
14 45 menit

A. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel, jaringan,
organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup.
Indikator:

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap kompleksitas dan keteraturan struktur
organ-organ penyusun sistem pencernaan ciptaan Tuhan.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.
Indikator:

Pandai bersyukur atas dikaruniainya pola pikir ilmiah saat melakukan kegiatan praktikum yang
berhubungan dengan sistem pencernaan makanan.
1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan
sebagai manifestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
Indikator:

Menjaga kesehatan organ-organ pencernaan makanan.

Mengatur pola makan yang memenuhi kebutuhan gizi berdasarkan nilai BMR dan BMI.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam
observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong, bekerja sama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif
dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/
laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.
Indikator:

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Bersikap jujur dan objektif dalam melakukan kegiatan baik secara individu maupun kelompok.

Terbuka untuk mengemukakan argumen dalam diskusi kelas maupun pengamatan.

Bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh guru maupun tugas-tugas kelompok.
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat
melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar.
Indikator:

Menggunakan alat dan bahan-bahan kimia secara hati-hati dan benar.


3.7 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan dan
mengaitkannya dengan nutrisi dan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses pencernaan
serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan manusia melalui studi literatur,
pengamatan, percobaan, dan simulasi.
Indikator:

Menjelaskan jenis-jenis zat gizi yang diperlukan tubuh beserta peranannya.

Mengidentifikasi kandungan karbohidrat dalam makanan.

Mengidentifikasi kandungan lemak dalam bahan makanan.

Mengidentifikasi kandungan protein dalam makanan.

328

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Menjelaskan tentang menu makanan bergizi seimbang berdasarkan nilai BMR dan BMI.
Menjelaskan organ-organ pencernaan manusia.
Mengidentifikasi kerja enzim ptialin.
Mengidentifikasi struktur dan fungsi organ pencernaan.
Menjelaskan gangguan atau penyakit pada sistem pencernaan manusia.
Menjelaskan skema sistem pencernaan manusia secara utuh.
Menjelaskan perbedaan organ-organ pencernaan hewan ruminansia dengan manusia.

4.7 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan pada organ-organ
pencernaan yang menyebabkan gangguan sistem pencernaan manusia melalui berbagai bentuk
media presentasi.
Indikator:

Menyajikan laporan hasil praktikum uji kandungan karbohidrat dalam makanan.

Menyajikan laporan hasil praktikum uji kandungan lemak dalam bahan makanan.

Menyajikan laporan hasil praktikum uji kandungan lemak dalam makanan.

Menyajikan laporan hasil praktikum mengenai kerja enzim ptialin.

Menyajikan laporan hasil praktikum identifikasi struktur dan fungsi organ pencernaan.

Menyajikan data berbagai jenis penyakit atau kelainan yang dapat menyerang sistem pencernaan
manusia.

Menyajikan skema sistem pencernaan manusia secara utuh.

Menyajikan data perbedaan sistem pencernaan hewan ruminansia dengan manusia.


B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. mengidentifikasi jenis-jenis zat gizi yang diperlukan oleh tubuh beserta peranannya;
2. menguji kandungan karbohidrat, lemak, dan protein dalam bahan makanan;
3. menjelaskan tentang menu makanan bergizi seimbang berdasarkan nilai BMR dan BMI;
4. menjelaskan organ-organ pencernaan manusia;
5. menjelaskan dan membuktikan kerja enzim ptialin dalam sistem pencernaan;
6. mengidentifikasi struktur dan fungsi organ pencernaan;
7. mendeskripsikan proses pencernaan dan gangguan pada sistem pencernaan;
8. membuat skema sistem pencernaan manusia secara utuh;
9. mendeskripsikan perbedaan sistem pencernaan manusia dan hewan ruminansia;
10. menyajikan laporan hasil praktikum uji kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dalam bahan
makanan;
11. menyajikan laporan hasil praktikum mengenai kerja enzim ptialin;
12. menyajikan laporan hasil praktikum identifikasi struktur dan fungsi organ pencernaan;
13. menyajikan data berbagai jenis penyakit atau kelainan yang dapat menyerang sistem pencernaan
manusia;
14. menyajikan skema sistem pencernaan manusia secara utuh;
15. menyajikan data perbedaan sistem pencernaan hewan ruminansia dengan manusia.
C. Materi Pembelajaran
1. Zat-Zat Makanan yang Diperlukan oleh Tubuh
2. Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Manusia dan Hewan Ruminansia
D. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pembelajaran Ilmiah (Scientific Approach)
Model
: Siklus Belajar (Learning Cycle)
Metode
: Discovery dan Diskusi

Biologi Kelas XI

329

E.

F.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1.

Media
Power Point

2.

Alat dan Bahan


a. Tabung reaksi
b. Pipet tetes
c. Mortar dan alat penumbuk
d. Cawan petri
e. Torso manusia/gambar sistem pencernaan manusia
f. Pembakar spiritus
g. Penjepit tabung reaksi
h. Mikroskop
i. Alat tulis
j. Buku gambar
k. Gambar sistem pencernaan hewan ruminansia
l. Kertas manila
m. Kemasan makanan dan minuman
n. Larutan Iodin
o. Etanol
p. Larutan Biuret
q. Bahan-bahan makanan (pisang, apel, putih telur rebus, kuning telur rebus, tahu putih, tempe,
kacang tanah, dan singkong rebus)
r. Akuades
s. Tepung kanji
t. Larutan Fehling A dan B
u. Air liur
v. Preparat awetan irisan melintang usus halus
w. Gambar penampang melintang usus halus

3.

SumberBelajar
a. Buku PR Biologi SMA/MA Kelas XI Semester 1, PT Intan Pariwara.
b. Buku PG PR Biologi SMA/MA Kelas XI Semester 1, PT Intan Pariwara.
c. Buku referensi: 100 Pengetahuan tentang Tubuh Manusia, PT Pakar Raya dan Volume 7 Tubuh
Manusia, PT Pakar Raya.
d. Media elektronik (internet).

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 45 menit)
1.

330

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian dan pemotivasian: memberikan suatu ilustrasi dua gambar yaitu orang
gemuk dan orang kurus.
b. Apersepsi: bertanya jawab tentang kedua gambar tersebut. Mengapa ada orang yang menjadi
gemuk tetapi juga ada yang menjadi kurus? Zat-zat gizi apa saja yang diperlukan tubuh? Bagaimana
proses pencernaan zat-zat makanan di dalam tubuh?
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Meminta siswa untuk mengeluarkan kemasan makanan dan minuman yang dibawa dari rumah.

b.

Mengarahkan siswa agar mengidentifikasi kandungan zat gizi dan persen AKG (angka kebutuhan
gizi) yang terdapat dalam kemasan makanan dan minuman. Selanjutnya, guru menganjurkan
siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam tantangan berpikir.

c.

Meminta perwakilan siswa untuk membacakan hasil diskusinya.

d.

Guru menjelaskan mengenai zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh.


Catatan: sembari menjelaskan, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dan
memberikan penilaian kepada siswa yang aktif.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a.

Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.

b.

Guru meminta agar siswa membawa bahan-bahan makanan (pisang, apel, putih telur rebus,
kuning telur rebus, tahu putih, tempe, kacang tanah, dan singkong rebus) yang digunakan untuk
praktikum pada pertemuan berikutnya.

c.

Guru menganjurkan agar siswa mempelajari prosedur praktikum yang dilaksanakan untuk
pertemuan berikutnya.
Pertemuan II (2 45 menit)

1.

2.

Pendahuluan (10 menit)


a.

Guru menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum.

b.

Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Guru menyampaikan tentang informasi kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam kelompok
(menguji kandungan karbohidrat, lemak, dan protein dalam bahan makanan).

b.

Guru membagi siswa di kelas menjadi 6 kelompok. Guru membagi tugas pada setiap kelompok.
Sebagai contoh, kelompok I dan II melakukan uji karbohidrat, kelompok III dan IV melakukan uji
lemak, serta kelompok V dan VI melakukan uji protein.

c.

Guru membimbing setiap kelompok dalam melakukan praktikum mengenai uji kandungan
karbohidrat, lemak, dan protein dalam bahan makanan.
Catatan: sembari melakukan proses pembimbingan, guru memberikan penilaian sikap dengan
dipandu instrumen lembar penilaian sikap.

3.

d.

Guru meminta kepada siswa untuk mempresentasikan hasil pengamatan. (Jika waktunya tidak
mencukupi hanya perwakilan saja yang diminta untuk presentasi).

e.

Guru bersama siswa membahas hasil kegiatan pada pertemuan ini.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a.

Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.

b.

Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada
kelompok yang berkinerja baik.

c.

Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat laporan praktikum secara mandiri dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

d.

Guru menyarankan agar siswa mencari informasi mengenai BMR dan BMI yang diperlukan oleh
seseorang.

Biologi Kelas XI

331

Pertemuan III (2 45 menit)


1.

2.

Pendahuluan (10 menit)


a.

Pemusatan perhatian dan pemotivasian: guru bertanya mengenai kebutuhan energi yang
diperlukan dalam tubuh dan menu makanan seimbang.

b.

Apersepsi: bertanya jawab tentang kandungan zat gizi pada makanan, cara menghitung kalori,
dan menu makanan seimbang.

c.

Guru meminta siswa untuk mengumpulkan laporan praktikum yang dilaksanakan pada pertemuan
sebelumnya.

d.

Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Guru menjelaskan tentang kebutuhan energi, penghitungan kalori dalam bahan makanan, menu
makanan seimbang, BMR, dan BMI.

b.

Guru memberikan contoh penghitungan kalori dalam bahan makanan, BMR, dan BMI.

c.

Guru meminta perwakilan siswa untuk menghitung kalori dalam bahan makanan, BMR, dan BMI
di depan kelas.
Catatan: guru memberi penilaian kepada siswa yang aktif.

4)
3.

Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran pada pertemuan ini.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a.

Guru meminta siswa menyusun menu makanan seimbang untuk kategori aktivitas ringan selama
tiga hari sebagai tugas individu dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

b.

Guru meminta siswa agar mengerjakan soal-soal pada Latihan 1 sebagai tugas rumah dan
dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

c.

Guru mengingatkan siswa membawa tepung kanji untuk pertemuan berikutnya.

d.

Guru menganjurkan siswa agar mempelajari prosedur kegiatan untuk pertemuan berikutnya.
Pertemuan IV (2 45 menit)

1.

2.

Pendahuluan (10 menit)


a.

Pemusatan perhatian dan pemotivasian: guru mengajak siswa untuk mengamati torso manusia
atau gambar sistem pencernaan manusia.

b.

Apersepsi: bertanya jawab tentang organ-organ yang berperan dalam sistem pencernaan dan
bagaimana proses pencernaan berlangsung.

c.

Guru menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum untuk membuktikan kerja
enzim ptialin.

d.

Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Guru menjelaskan salah satu organ pencernaan yaitu mulut, yang meliputi gigi, lidah, dan kelenjar
ludah.

b.

Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dengan anggota 45 siswa.

c.

Guru membimbing siswa untuk melakukan kegiatan praktikum membuktikan kerja enzim ptialin.
Catatan: sembari melakukan proses pembimbingan, guru memberikan penilaian sikap kepada
siswa selama kegiatan praktikum berlangsung.

332

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

3.

d.

Guru mengingatkan siswa agar berhati-hati selama kegiatan praktikum karena menggunakan
bahan pembakar spiritus dan larutan-larutan kimia.

e.

Guru meminta siswa untuk menuliskan hasil pengamatan dan mendiskusikan semua pertanyaanpertanyaan yang ada.

f.

Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasilnya kepada
kelompok lain. (Jika waktunya tidak mencukupi, presentasi hanya beberapa kelompok saja).

g.

Guru bersama siswa membahas hasil kegiatan.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a.

Guru menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.

b.

Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat laporan praktikum secara mandiri dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

c.

Guru meminta siswa agar pertemuan berikutnya membawa buku gambar.


Pertemuan V (2 45 menit)

1.

2.

Pendahuluan (10 menit)


a.

Guru meminta siswa mengumpulkan laporan praktikum yang dilaksanakan pada pertemuan
sebelumnya.

b.

Guru menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk mengidentifikasi struktur dan fungsi
organ pencernaan. Alat dan bahan yang digunakan yaitu mikroskop, preparat awetan irisan
melintang usus halus, dan gambar penampang usus halus.

c.

Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Guru sedikit menjelaskan mengenai organ-organ pencernaan yaitu kerongkongan, lambung, usus
halus, dan usus besar.

b.

Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok sesuai banyaknya mikroskop.

c.

Guru membimbing siswa untuk melakukan kegiatan mengidentifikasi struktur dan fungsi organ
pencernaan.
Catatan: sembari melakukan proses pembimbingan, guru memberikan penilaian sikap kepada
siswa selama kegiatan praktikum berlangsung.

3.

d.

Guru meminta siswa untuk menuliskan hasil pengamatan dan mendiskusikan semua pertanyaanpertanyaan yang ada.

e.

Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasilnya kepada
kelompok lain. (Jika waktunya tidak mencukupi, presentasi hanya beberapa kelompok saja).

f.

Guru bersama siswa membahas hasil kegiatan.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a.

Guru menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.

b.

Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat laporan praktikum secara mandiri dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

c.

Guru meminta siswa agar mempelajari gangguan pada sistem pencernaan dan sistem pencernaan
hewan ruminansia.

Biologi Kelas XI

333

Pertemuan VI (2 45 menit)
1.

2.

Pendahuluan (10 menit)


a.

Pemusatan perhatian dan pemotivasian: guru bertanya apa yang terjadi jika pola makan seseorang
tidak teratur? Bagaimana jika organ pencernaan mengalami infeksi dan kelainan?

b.

Apersepsi: bertanya jawab tentang gangguan pada sistem pencernaan.

c.

Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Guru mengulas sedikit tentang organ-organ pencernaan dan meminta siswa untuk mengumpulkan
laporan praktikum yang dilaksanakan sebelumnya.

b.

Guru menjelaskan gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan.

c.

Guru meminta siswa agar mengerjakan tugas individu di rumah mengenai deskripsi penyakit
pada sistem pencernaan.

d.

Guru menjelaskan tentang sistem pencernaan hewan ruminansia.


Catatan: sembari menjelaskan, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dan
memberikan penilaian terhadap siswa yang aktif.

e.
3.

Guru meminta siswa agar mengerjakan tugas kelompok mengenai perbedaan sistem pencernaan
pada manusia dan hewan ruminansia.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a.

Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.

b.

Guru mengingatkan siswa agar mengerjakan tugas individu yang diberikan. Tugas tersebut
dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

c.

Guru meminta siswa agar membuat skema sistem pencernaan manusia secara utuh sebagai
tugas proyek. Tugas proyek dikumpulkan dua minggu setelah pertemuan ini.

d.

Guru menganjurkan siswa agar berlatih mengerjakan soal-soal Latihan 2 dan Ulangan Harian.

e.

Guru mengingatkan siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian
mengenai Bab Sistem Pencernaan Makanan.
Pertemuan VII (2 45 menit)

1.

2.

3.

334

Pendahuluan (10 menit)


a.

Guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas individu.

b.

Guru mengulas kembali mengenai semua materi Sistem Pencernaan Makanan dan menjelaskan
sistematika ulangan harian yang akan dilaksanakan pada pertemuan ini.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Guru membagi soal ulangan harian dan lembar kosong untuk mengerjakan ulangan harian.

b.

Guru mengingatkan bahwa waktu untuk mengerjakan soal ulangan harian yaitu selama 70 menit.

c.

Selama siswa mengerjakan ulangan harian, guru mengawasi siswa.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a.

Guru membahas beberapa soal ulangan harian yang dianggap sulit oleh siswa.

b.

Guru meminta agar siswa membaca materi untuk bab selanjutnya.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

G. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik

2.

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan

Proyek

Tugas Proyek dan Rubrik

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap

b.

No.

Aspek yang Dinilai

1.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur


terhadap kompleksitas dan keteraturan
struktur organ-organ penyusun sistem pencernaan ciptaan Tuhan.

2.

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

3.

Bersikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam


melakukan kegiatan baik secara individu maupun
kelompok.

4.

Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang


digunakan.

Keterangan

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur


terhadap kompleksitas dan keteraturan
struktur organ-organ penyusun sistem pencernaan ciptaanTuhan.

3 : rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan


karena diciptakan-Nya kompleksitas dan keteraturan struktur
organ-organ penyusun sistem pencernaan.
2 : jarang beribadah sehingga kurang menunjukkan rasa syukur
kepada Tuhan atas diciptakanNya kompleksitas dan keteraturan struktur organ-organ penyusun sistem pencernaan.
1 : tidak pernah beribadah sehingga tidak menunjukkan rasa
syukur kepada Tuhan atas diciptakanNya kompleksitas dan
keteraturan struktur organ-organ penyusun sistem pencernaan.

2.

Memiliki rasa ingin tahu ingin tahu yang tinggi.

3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak


bertanya, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan kelompok,
berani mengemukakan pendapat, dan tidak takut salah.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh, dan
masih takut untuk mengemukakan pendapat.
1 : tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, tidak ikut
terlibat aktif dalam kegiatan berkelompok meskipun sudah
didorong untuk terlibat, dan tidak pernah mengemukakan
pendapat atau bertanya.

3.

Bersikap jujur, teliti, hati-hati dalam melakukan


kegiatan baik secara individu maupun
kelompok.

3 : menunjukkan sikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam melakukan


kegiatan baik secara individu maupun kelompok, misalnya
jujur untuk menuliskan hasil sesuai data yang diperoleh, teliti
dalam mengamati praktikum yang dilaksanakan, dan
berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas.
2 : berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas, tetapi belum
menunjukkan upaya terbaik, misalnya mengumpulkan tugas
tidak tepat waktu, menuliskan hasil praktikum tidak sesuai
data yang diperoleh, dan kurang teliti dalam melakukan
praktikum.
1 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas
atau praktikum dan tugasnya tidak selesai.

Biologi Kelas XI

335

336

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

4.

Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang


digunakan.

3 : berhati-hati dalam menggunakan peralatan laboratorium,


menjaga kebersihan alat dan ruang laboratorium, dan
mengembalikan peralatan yang digunakan ke tempat
semula.
2 : kurang berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium, belum menjaga kebersihan alat dan ruang
laboratorium meskipun telah mengembalikan peralatan yang
digunakan ke tempat semula.
1 : tidak berhati-hati dalam menggunakan peralatan laboratorium
sehingga ada peralatan yang rusak atau ada yang pecah,
belum menjaga kebersihan alat dan ruang laboratorium, dan
tidak mengembalikan peralatan yang digunakan ke tempat
semula.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Mata Pelajaran

.........................
NIP_________________________

.........................
NIP_________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran