Anda di halaman 1dari 12

Panduan Survei Lapangan dalam Penyusunan Masterplan Pengembangan dan pengelolaan Situs Sejarah PDRI Bidar Alam

Peralatan yang dibutuhkan:


1.
2.
3.
4.
5.
6.

GPS
Kamera Digital (DLSR)
Kompas bidik
Meteran gulung
Alat tulis
Peta/ citra survei

Hal-hal yang dicari di lapangan:


(Point 1)
Penelusuran Tapak tilas PDRI, menyangkut semua lokasi (bangunan, lapangan, tempat pemandian, puskesmas, tempat pertahan
pasukan, tempat jatuhnya bom dll) yang pernah menjadi saksi sejarah PDRI.
Contoh kuesioner:
Tapak
Sejarah

Peristiwa

koordinat

foto

1) Surau Tempat Radio


..o.... LU 01.jpg
Bulian AURI yang
..o.... LU
mengnformasikan
kondisi negara ke
seluruh dunia
2)
D
st.

Kondisi Saat ini


Pening- Ali
Argumentasi Ket.
waris
ahli waris
Masih Direno- Bangunan Tanah galan
asli
vasi
baru
kosong Benda
Sejarah

Cara pengisian
Tapak sejarah : Semua bentuk-bentuk tapak sejarah yang disampaikan dalam FGD dan tapak-tapak sejarah yang ada dalam
tulisan Prof. Mestika Zed atau tapak-tapak sejarah lainnya yang dinformasikan masyarakat di lapangan.
Foto :
Foto diambil tampak depan, samping, belakang dan ini rumah
Kondisi saat ini
Masih asli :
Direnovasi :

Tapak sejarah yang ada bentuknya serupa (persis) ketika peristiwa PDRI terjadi
Tapak sejarah sudah mengalami perubahan , tetapi masih mempertahankan bentuk asli (penggantian atap,
penambahan ruangan, dll)
Bangunan Baru : Tapak sejarah sudah dibangun baru, (tidak terlihat lagi hal-hal yang mencirikan ditempat itu pernah tejadi
peristiwa PDRI
Tanah Kosong : Tapak sejarah hanya dalam bentuk tanah kosong
Benda bersejarah : Peninggalan-peninggalan berupa benda sejarah yang masih ada di tempat tapak sejarah tersebut
(foto, perlengkapan masak, tempat tidur, dll), ini diinvetarisis dan diambil fotonya
Ahli waris :
Pemilik rumah (nama, no. kontak,)
Argumentasi ahli waris
a) Gambaran sejarah tapak sejarah
b) Perhatian pemda selama ini terhadap tapak sejarah tersebut
c) Haparan khusus dalam pengembangan situs PDRI di Bidar Alam
d) Kesediaan ahli waris
- Dipindahkan pemerintah jika tapak sejarah tsb masih asli
(pemerintah membangunan rumah baru disekitar tapak sejarah dengan kondisi rumah yang persis sama)
- Tapak sejarah tersebut direnovasi jika kondisi tapak sejarah saat ini sudah direnovasi
(pemerintah melakukan konservasi bangunan sesuai dengan kondisi ali, namun kepemilikan dan pemanfaatan masih di
menjadi hak ahli waris)
- Tapak sejarah dibangunan sesuai bentuk asli jika dalam bentuk tanah kosong
(pemerintah membangun tapak sejarah pada tanah kosong tempat terjadinya peristiwa PDRI, dengan alternatif ganti rugi
tanah/ mencarikan tanah baru sebagai pengganti)
- Kesediaan ahli waris untuk menyerahkan peninggalan benda-benda bersejarah
- Bentuk-bentuk kesediaan lainnya dari ahli waris.

(Point 2)
Penelusuran pola spasial perjalanan tokoh-tokoh PDRI
-

Ruang yang digunakan tokoh-tokoh dalam kehidupan sehari, seperti jalan yang digunakan ke masjid, tempat pemandian
dll.
Pola-pola spasial lainya yang mungkin untuk diceritakan.

(Point 3)
Pemetaan Bukit Sarkar Puyuh yang akan dikembangkan sebagai sebagai pusat monument sejarah PDRI
-

Untuk pembangian ruangnya mesti dituntun oleh pemda/pak jorong/wali nagari/ orang yang tahu tentang pembagian ruang
untuk pembangunan monument di Bukit Sarkar Puyuh
Pembagian ruang antara lain,: lapangan upacara, tiang bendera, lokasi pendirian museum, lokasi patung MR. Syafruddin,
Lokasi tempat penjualan aksesoris/kuliner dan lokasi taman.
Bukit Sangkar Puyuh luasnya sekitar 2 ha, dibutuhkan pemetaan detail dengan memanfaatkan GPS, meteran gulung, gps
dll. Sebagainya.
Perlu dibuat semacam angket untuk mencatat titik-titik koordinat, jarak, arah beserta denah sederhanan dari pembangian
ruang sebagai penduan untuk menggambarkannya.

(Point 4)
Survei batas nagari dan toponimi wilayah
-

Pemetaan batas Nagari Bidar Alam.


Pemetaan toponimi, seperti nama jalan, nama jirong, nama sungai dan tempat-tempat penting lainnya
Table survey

No

Nama

Toponimi

Koordinat
Longitude

Keterangan
Latitude

(Point 5)

Survei sarana prasara


-

Seluruh jariingan jalan


Fasilitas umum dan fasilitas sosial (sekolah, kantor pemerintahan, pasar, puskesmas, dll)
Rumah-rumah gadang (rumah adat) dan rumah tradisional yang nantinya bisa dikembangkan untuk homestay
Titik warung/ kedai.

(Point 6)
Data-data profil nagari dari kantor nagari/jorong
-

Sosial ekonomi
Karakteristik kawasan
Kependudukan, dl.

Tambahan:
- jika memungkinkan ambil titik rumah pada bagian yang tertutup awan di citra (terutama sungai bulian), seperti survei di
mentawai. Sehingga nanti informasi dipetanya jadi lengkap dan memudahkan analis dalam perencanaan.
- Validasi data penggunaan lahan dari hasil interpratasi cita

Tapak
Sejarah

Peristiwa

Bukit
Tinggi
Halaban

Lahirnya PDRI
19 DES 1949
Susunan Kabinet
PDRI I
ditetapkan
Perjalana Menuju
Bidar Alam
Perjalana Menuju
Bidar Alam

Payaku
mbuh
Bangkin
ang dan
daerah
Kuantan
Singingi
Sijunjun
g,
Sungaid
areh,
Abaisiat
Sangir
BIDAR
ALAM

Sampai 24
Januari 1949

Masuk
dari
Abai
Sangir
via
Abaisiat
Lokasi

7 Januari 1949

koordinat

foto

Kondisi Saat ini


Masih Direno- Bangunan
asli
vasi
baru

Tanah
Koson
g

Pening- Ali waris


galan
Benda
Sejarah

Argume
ntasi
ahli
waris

Ket.

Penyam
butan
pasengg
erahan
rumah
Wali
Negari
Bidar
Alam
Tempat
upacara
Rumah
Rumah
Pendudu
k
Tempat
ogistik
Tempat
Keaman
an
rumah
Jama

tempat upacara
dekat kantor
Walinagari Abai
Sangir
Beristirahat
setelah upacara
Menuju Bidar
Alam
Upacara
penymabutan
Seluruh
Kediaman
anggota PDRI
Makanan,
obattan dst
Gudang senjata,
Perlengkapan ,
dokumen,dst
ditempati oleh
Sjafruddin
Prawiranegara
dan sejumlah
perwira militer
seperti Kol. M.
Nazir, Kol. dr.
Sambiyono, yang
terakhir ini
kemudian

Wawancara
simultan
dengan
Chatib
Djamaan,
Ibnu Abbas
dan Iljas dan
Ibu Saribaga
nti (Bidar
Alam, 17

pindah); rumah
Ibu Sa'diyah
(Mardjono
Danubroto,
Sekretaris PDRI)
rumah
( sejumlah
Si Itjah
menteri, Mr.
dan Biah Lukman Hakim,
Ir. Indratjahaja
dan Komisaris
Polisi Umar Said)

Oktober
1993).

rumah
Sawida

Mr. Moh. Hasan,


Wk. PDRI dan
ajudannya,
termasuk seorang
perwira militer,
Kapt. A. Hamid

Wawancara
simultan
dengan
Chatib
Djamaan,
Ibnu Abbas
dan Iljas dan
Ibu Saribaga
nti (Bidar
Alam, 17
Oktober
1993).

rumah
Siti

umumnya
pindahan dari

Wawancara
simultan

Wawancara
simultan
dengan
Chatib
Djamaan,
Ibnu Abbas
dan Iljas dan
Ibu Saribaga
nti (Bidar
Alam, 17
Oktober
1993).

Rupat

rumah Jama

dengan
Chatib
Djamaan,
Ibnu Abbas
dan Iljas dan
Ibu Saribaga
nti (Bidar
Alam, 17
Oktober
1993).

rumah
Lamisah

digunakan
sebagai "gudang
perbekalan dan
penyimpanan
alat-alat",
termasuk untuk
menampung
gerilyawan yang
singgah ke Bidar
Alam

Wawancara
simultan
dengan
Chatib
Djamaan,
Ibnu Abbas
dan Iljas dan
Ibu Saribaga
nti (Bidar
Alam, 17
Oktober
1993).

Muaro

pintu keluarmasuk" negari


Bidar Alam

Rumah
kediama
n tempat
tinggal

pimpina
n PDRI,
Mr.
Sjaruddi
n

dan

Mr.
Muhmm
ad
Hassan;
Gedung
zender

tempat alat
telekomunikasi
pimpinan
Syafruddin
dengan badan
perjuangan, baik
domestik maupun
luar negeri
Stasiun Radio
Bidar Alam

Surau
Bulian
Lokasi
Pemanca
rnya
Dapur
tempat
Umum
menyediakan
logistik para
pemimpin PDRI
dan para pejuang

Tempat
Kursus
Politik
dan
Peneran
gan

yang datang dan


pergi ke dan dari
Bidar Alam
kursus-kursus
politik, koperasi,
penyuluhan
kesehatan dan
bakti sosial untuk
masyarakat
setempat.

Lokasi
Kesehata
n
Masyara
kat
BPNK (Badan
Perjuangan
Nagari dan Kota)
dan satu lagi
PMT (Pasukan
Modil Teras)
Kebiasaaan Mr. Sjaruddin
Lapanga Sjaruddin pernah
n Bola
bermain bola kaki
Tempat
belajar
silat
Masjid
memberikan
pengajian, dan
konon selama di
sini dia juga rajin
belajar tafsir
Sumpur tempat di mana

Kudus

nantinya
diadakan
Musayarah Besar
PDRI antara
anggota
rombongan yang
di Bidar Alam
dan PDRI
Kototinggi

1.Surau Tempat Radio


..o.... LU 01.jpg
Bulian AURI yang
..o.... LU
mengnformasikan
kondisi negara ke
seluruh dunia
2.Dst.