Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Sejarah PT Black Bear Resources Indonesia (PT BBRI)
PT Black Bear Resources Indonesia merupakan industri yang bergerak di
bidang produksi serta pengadaan bahan peledak yakni Ammonium Nitrate
Solution (ANSOL). Pabrik ini didirikan pada tanggal 7 September 2009 dan mulai
berproduksi sejak bulan Mei 2014 dengan kapasitas produksi sebesar 74.250
ton/tahun.
Dalam mendirikan perusahaan, PT BBRI bekerja sama dengan PT Dahana
(Persero) yang merupakan BUMN yang bergerak dibidang bahan peledak
komersial dan pertahanan dengan membentuk Joint Operations yang telah
ditandatangani KSO kedua perusahaan pada tahun 2008. Pabrik ini merupakan
pabrik Amonium Nitrat ketiga yang didirikan di dalam negeri setelah adanya
pabrik PT Kaltim Nitrat Indonesia (PT KNI) di Bontang dan PT Multi Nitrotama
Kimia (PT MNK) di Cikampek, Jawa Barat. Pabrik yang luasnya sekitar 595

Hektar ini terletak di Jalan Kapal Tengker, Kelurahan Loktuan, Bontang,


Kalimantan Timur.
Pada tahun 2013 PT BBRI mengadakan kerjasama dengan salah satu
perusahaan tambang terbesar di dunia yaitu Perusahaan AEL yang berpusat di
Afrika Selatan. Dengan masuknya AEL, maka AEL menguasai 42,59% saham PT
BBRI dan AEL juga akan menempatkan sumber daya di PT BBRI. Salah satu poin
penting dalam kerjasama ini adalah AEL bersedia meng-offtake 100% hasil
produksi dari PT BBRI.
Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi Amonium Nitrat adalah
Asam Nitrat dan Amonia. Asam Nitrat diproduksi sendiri di pabrik PT BBRI
dengan kapasitas 163 ton/hari, sedangkan Amonia diperoleh dari PT Pupuk
Kalimantan Timur (PT PKT). Pangsa pasar utama Amonium Nitrat yang
dihasilkan PT BBRI adalah industri pertambangan di Kalimantan Timur salah
satunya yaitu PT Kaltim Prima Coal (PT KPC).

PT BBRI mengusung semangat pengabdian untuk bangsa yaitu dengan


berusaha mensinergikan antara potensi sumber daya alam, sumber daya manusia
dan kelestarian lingkungan Indonesia, khususnya kota Bontang untuk dapat
mewujudkan harmonisasi kehidupan.
Visi PT BBRI adalah menjadi perusahaan produsen Amonium Nitrat dan
juga jasa pertambangan kelas dunia yang handal dan merupakan kebanggaan bagi
seluruh pemangku kepentingan termasuk karyawan dan juga masyarakat kota
Bontang. Misi dari perusahaan ini adalah:
1.

Berkomitmen untuk terus menambah wawasan dalam memproduksi Amonium


Nitrat dan jasa pertambangan, untuk secara kreatif mentransformasikan sumber
daya alam menjadi kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan dengan
memprioritaskan kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan hidup dengan
pemanfaatan dan juga peningkatan kualitas SDM kota Bontang untuk

2.

meningkatkan kesejahteraan karyawan dan juga masyarakat kota Bontang.


Untuk mengoperasikan pabrik Amonium Nitrat kelas dunia yang mampu

3.

bersaing dengan pabrik - pabrik terbaik di dunia.


Untuk menjadi kuartil terendah dari produsen nitrat.

1.2 Garis Besar Deskripsi Proses


1.2.1 Proses Pembuatan Asam Nitrat
Asam Nitrat diproduksi dengan menggunakan bahan baku amonia dan
oksigen. Amonia yang diperoleh dari PT PKT dalam bentuk cair dengan
konsentrasi 99,8% terlebih dahulu diubah menjadi gas di Ammonia Vaporizer
kemudian di filter di Cloth Filter dan Sintered Metal Filter. Sedangkan O2 diambil
dari udara di lingkungan lalu di kompresi di Demag Compressor. Udara
bertekanan tersebut lalu di filter di Process Air Filter lalu di panaskan di Process
Air Heater.
Gas Amonia kemudian bercampur dengan udara di dalam Gas Mixer yang
kemudian desebut dengan Process Gas, masuk kedalam Converter yaitu tempat
terjadinya reaksi pembentukan Amonia dan Oksigen dari udara dengan bantuan
katalis Platinum-Rhodium. Reaksi tersebut merupakan reaksi eksotermis yaitu

reaksi yang menghasilkan panas sehingga Proses Gas perlu didinginkan secara
bertahap.
Process Gas dari Converter kemudian masuk ke Tail Gas Reheater (TGR).
Di dalam TGR ini terjadi perpindahan panas antara Process Gas dan Tail Gas (gas
- gas yang tidak terserap di dalam Main Absorption Column dan High Efficiency
Absorption Column).
Setelah dari TGR, Process Gas kemudian dialirkan ke Proces Air Heater
(PAH) untuk memanaskan Process Air dari Compressor sebelum masuk ke dalam
Gas Mixer. Process Gas dari PAH, kemudian dipakai untuk menghasilkan steam
di dalam Waste Heat Exchanger (WHE).
Setelah dari WHE, Process Gas kemudian masuk ke Platinum Filter untuk
menghilangkan debu Platinum yang terbawa oleh Process Gas sebelum dialirkan
ke Tail Gas Preheater (TGP). Pada TGP terjadi perpindahan panas antara Process
Gas dengan Tail Gas.
Dari TGP, Process Gas kemudian dialirkan ke dalam Cooler Condenser A
yang berfungsi mengkondensasikan Process Gas sehingga membentuk weak
nitric acid. Sisa gas yang tidak terkondensasi masuk ke Cooler Condenser B
melalui Bend. Process Gas yang di kondensasi di Cooler Condenser B dialirkan
langsung ke Acid Separator, yaitu tempat dimana weak nitric acid yang terbentuk
dipisahkan dengan Process Gas yang tidak terkondensasi.
Weak nitric acid dari Acid Separator dan Cooler Condenser A kemudian
masuk ke dalam Main Absorption Column pada tray ke 10. Sedangkan Process
Gas dari Acid Separator masuk melalui bottom Main Absorption Column. Di
dalam Main Absorption Column kemudian dihasilkan Nitric Acid dengan
konsentrasi 56%. Nitric Acid yang dihasilkan kemudian disimpan di Nitric Acid
Tank. Sedangkan Process Gas yang tidak membentuk nitric acid yang keluar dari
Main Absorption Column yang disebut Tail Gas, masuk ke High Eficiency
Absorption Column untuk di absorbs dengan air demin dan Contaminan
Condensate lalu diumpankan lagi ke Main Absorption Column.
Tail Gas yang tidak larut diumpankan ke Mist Separator untuk memisahkan
asam dari Tail Gas. Tail Gas dari Mist Separator masuk ke Tail Gas Tempering
Heater (TGTH) dimana Tail Gas dipanaskan sampai temperatur di atas Boiling
3

Point Nitric Acid. Selanjutnya Tail Gas dipanaskan secara counter current dengan
Process Gas yang dihasilkan dari Converter. Energi panas dari Tail Gas ini
dimanfaatkan sebagai penggerak Turbine sebelum dibuang ke atmosfer.

1.2.2 Proses Pembuatan Ammonium Nitrate Solution


Ammonium nitrate solution diproduksi dengan menggunakan proses
netralisasi vakum KRUPP - UHDE yaitu proses netralisasi nitric acid dengan
tekanan vakum pada pH rendah. Ammonium nitrate solution dibentuk oleh reaksi
dari nitric acid dan amonia. Amonia dalam bentuk cair pertama kali harus
diuapkan dan dikeringkan di ammonia vaporizer atau superheater, setelah itu
amonia dalam bentuk gas dialirkan ke Knock Out Pot (K.O Pot) untuk
menghilangkan kotoran yang terdapat pada amonia (seperti oli). Setelah amonia
bebas dari kotoran, amonia gas kemudian diumpankan ke reaktor 1 (Neutralizer
1). Di dalam reaktor 1 amonia dan nitric acid direaksikan dengan rasio
stoikiometri yaitu 1 : 3,7, sesuai reaksi di bawah ini:
NH3 + HNO3 NH4NO3
17

63

80

NH3 : HNO3
1

: 3,7

Ammonium Nitrate Solution yang terbentuk pada Reactor Neutralizer 1


kemudian dialirkan ke Vapour Separator untuk memisahkan Ammonium Nitrate
Solution dari gas-gas yang terdapat pada Ammonium Nitrate Solution
(contaminated steam). Contaminated steam mengalir ke Process Condenser untuk
dikondensasi dan didinginkan dengan menggunakan cooling water. Sebagian
besar Ammonium Nitrate Solution di sirkulasikan kembali ke Reactor Neutralizer
1 dengan Ammonium Nitrate Recirculation Pump. Sebagian Ammonium Nitrate
Solution dari Vapour Separator kemudian dialirkan ke Reactor Neutralizer 2
untuk dinaikan pH-nya hingga 4,5. Setelah dari neutralizer 2, produk berupa
Ammonium nitrate solution dengan konsentrasi 82 - 85% kemudian dialirkan ke
AN Holding Tank, New ANSOL A dan B.
1.3 Tujuan Praktek Kerja Lapangan
4

Tujuan dari kerja praktek ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui
secara garis besar proses produksi Amonium Nitrat dan Asam Nitrat serta proses
lain yang menunjang pengolahan tersebut dan agar mahasiswa mengetahui
aplikasi teori bagaimana keadaan dalam lingkungan dunia kerja, khususnya di PT
Black Bear Resources Indonesia.
Adapun inti dari kerja praktek dan penelitian ini bertujuan:
1.3.1

Bagi mahasiswa
a. Mengetahui secara umum profil perusahaan PT Black Bear Resources
Indonesia

agar

mahasiswa

mendapatkan

wawasan

mengenai

perusahaan yang bergerak dibidang produksi bahan peledak di


Indonesia.
b. Memperoleh pengalaman operasional dalam suatu industri mengenai
penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang yang
diambil oleh mahasiswa.
c. Mengetahui pola kerja dan perilaku pekerja profesional di lapangan,
dengan harapan dapat belajar dari pengetahuan tersebut.
d. Untuk memperoleh kesempatan dalam menganalisa permasalahan
yang ada di lapangan berdasarkan teori yang diperoleh selama proses
belajar.
1.3.2

Bagi institusi pendidikan


a. Menjalin kerjasama antara pihak Politeknik Negeri Samarinda dengan
dunia industri.
b. Mendapatkan bahan masukan pengembangan teknis pengajaran antara
link and match dunia pendidikan dan dunia kerja.
c. Penyiapan tenaga kerja terdidik yang diharapkan nantinya setelah
lulus dapat bekerja pada perusahaan dan industri dimana mahasiswa
tersebut melaksanakan kerja praktek, karena telah mengenal profil
perusahaan dan industri terkait.

1.3.3

Bagi perusahaan
a. Membina hubungan baik dengan pihak institusi pendidikan dan
mahasiswa.
b. Untuk merealisasikan partisipasi dunia usaha terhadap pengembangan
dunia pendidikan.
5

1.4 Waktu dan Pelaksanaan Kerja Praktek


Kerja praktek ini dilaksanakan di PT Black Bear Resources Indonesia pada
periode 8 Juli 2016 sampai dengan 2 September 2016.
1.5 Ruang Lingkup Kerja Praktek
Pada pelaksanaan kerja praktek ini, penulisan laporan dibatasi sesuai dengan
penerapan disiplin ilmu yang dipelajari oleh penulis, yaitu mengenai kegiatan
mempelajari Proses dan Sistem di PT BBRI.
Ruang lingkup kerja praktek di PT BBRI mencakup:
1. Orientasi secara umum, berupa pengenalan semua proses yang ada di PT BBRI
2. Pengerjaan tugas khusus dari pembimbing yaitu Evaluasi Performance Oil
Cooler, meliputi kegiatan: studi literatur dan pengamatan di lapangan, diskusi
dan konsultasi dengan pembimbing, pengumpulan data, evaluasi dan
penyusunan laporan, presentasi dan revisi.
1.6 Metode Pengumpulan Data
Metode-metode yang dilakukan penulis dalam rangka memperoleh data-data
dan informasi yang diperlukan adalah sebagai berikut:
1.6.1

Metode Observasi
Metode observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara
mengadakan pengamatan langsung terhadap alat proses yang dijadikan
objek permasalahan.

1.6.2

Metode Wawancara
Metode wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara
melakukan wawancara atau diskusi dengan narasumber dari perusahaan
yang memiliki pengetahuan mengenai objek permasalahan.

1.6.3

Metode Partisipasi
Metode partisipasi adalah suatu cara mengumpulkan data dengan cara
melibatkan diri secara langsung dalam kegiatan-kegiatan yang berlangsung
6

di perusahaan, terutama yang berhubungan dengan pokok permasalahan


yang diajukan.
1.6.4

Metode Studi Literatur dan Studi Pustaka


Metode studi pustaka ini penulis lakukan dengan membaca buku-buku
manual operasional dan buku-buku pendukung yang telah tersedia di
perusahaan. Data-data tersebut selanjutnya dibandingkan dengan keadaan
nyata yang ada di lapangan.