Anda di halaman 1dari 2

FAKTOR RISIKO NEONATORUM

Terdapat 5 faktor risiko utama terjadinya tetanus neonatorum, yaitu:


a. Faktor Risiko Pencemaran Lingkungan Fisik dan Biologik
Lingkungan yang mempunyai sanitasi yang buruk akan memyebabkan Clostridium
tetani lebih mudah berkembang biak. Kebanyakan penderita dengan gejala tetanus
sering mempunyai riwayat tinggal di lingkungan yang kotor. Penjagaan kebersihan
diri dan lingkungan adalah amat penting bukan sahaja dapat mencegah tetanus, malah
pelbagai penyakit lain.
b. Faktor Alat Pemotongan Tali Pusat
Penggunaan alat yang tidak steril untuk memotong tali pusat meningkatkan risiko
penularan penyakit tetanus neonatorum. Kejadian ini masih lagi berlaku di negaranegara berkembang dimana bidan-bidan yang melakukan pertolongan persalinan
masih menggunakan peralatan seperti pisau dapur atau sembilu untuk memotong tali
pusat bayi baru lahir (WHO, 2008).
c. Faktor Cara Perawatan Tali Pusat
Terdapat sebagian masyarakat di negara-negara berkembang masih menggunakan
ramuan untuk menutup luka tali pusat seperti kunyit dan abu dapur. Seterusnya, tali
pusat tersebut akan dibalut dengan menggunakan kain pembalut yang tidak steril
sebagai salah satu ritual untuk menyambut bayi yang baru lahir. Cara perawatan tali
pusat yang tidak benar ini akan meningkatkan lagi risiko terjadinya kejadian tetanus
neonatorum (Chin, 2000).
d. Faktor Kebersihan Tempat Pelayanan Persalinan
Kebersihan suatu tempat pelayanan persalinan adalah sangat penting. Tempat
pelayanan persalinan yang tidak bersih bukan sahaja berisiko untuk menimbulkan
penyakit pada bayi yang akan dilahirkan, malah pada ibu yang melahirkan. Tempat
pelayanan persalinan yang ideal sebaiknya dalam keadaan bersih dan steril (Abrutyn,
2008).
e. Faktor Kekebalan Ibu Hamil
Ibu hamil yang mempunyai faktor kekebalan terhadap tetanus dapat membantu
mencegah kejadian tetanus neonatorum pada bayi baru lahir. Antibodi terhadap
tetanus dari ibu hamil dapat disalurkan pada bayi melalui darah, seterusnya
menurunkan risiko infeksi Clostridium tetani. Sebagian besar bayi yang terkena
tetanus neonatorum biasanya lahir dari ibu yang tidak pernah mendapatkan imunisasi
TT (Chin, 2000).
Chin, J., Nyoman, K.I., 2000. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. 17th ed.
Jakarta: Depkes RI.
Abrutyn, E., 2008. Tetanus. In: Fauci, A.S., et al. ed. Harrisons Principles of
lnternal Medicine. 17th ed. America: McGrawHill, 898-899.

Faktor Resiko Tetanus Pada Anak


Faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangbiakan bakteri tetanus dalam
tubuh, di antaranya:

Kurangnya imunisasi atau imunisasi yang tidak memadai tidak menerima


suntikan booster anti tetanus tepat waktu.
Cedera yang terkontaminasi (spora tetanus masuk ke dalam luka).
Kehadiran bakteri lain yang menimbulkan infeksi.
Luka pada jaringan.
Keberadaan benda asing dalam tubuh, seperti paku.

Pembengkakan di daerah yang terkena cedera Kasus tetanus dapat berkembang


dari jenis-jenis cedera berikut:

Luka tusuk termasuk dari serpihan, piercing (tindikan tubuh), tato, obat
injeksi
Luka tembak
Senyawa fraktur
Cedera
Luka bakar
Luka bedah
Infeksi telinga
Infeksi gigi
Gigitan hewan
Infeksi ulkus kaki pada penderita diabetes
Infeksi tunggul pusar pada bayi yang baru lahir dari ibu yang tidak
diimunisasi
Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/98_tetanus.html
Copyright DokterDigital.com