Anda di halaman 1dari 16

MODEL PEMBELAJARAN

I. PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN

Winataputra (1994) menjelaskan bahwa model pembelajaran adalah kerangka


konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan
pengalaman belajar dan digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan dan
melaksanakan pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau
prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak
dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran :

1. Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik.

2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai

3. Langkah-langkah mengajar yang duperlukan agar model pembelajaran dapat


dilaksanakan secara optimal.

4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.

II. MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN

A. MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG

1. Pengertian Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran yang lebih berpusat


pada guru dan lebih mengutamakan strategi pembelajaran efektif guna memperluas
informasi materi ajar.

2. Macam-Macam Pembelajaran Langsung

Adapun macam-macam pembelajaran langsung antara lain :

1 Ceramah, merupakan suatu cara penyampaian informasi dengan lisan dari seorang
kepada sejumlah pendengar.

2 Praktek dan latihan, merupakan suatu teknik untuk membantu siswa agar dapat
menghitung dengan cepat yaitu dengan banyak latihan dan mengerjakan soal.

3 Ekspositori, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan


ceramah, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit.

4 Demonstrasi, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan


ceramah dan ekspositori, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit dan siswa lebih
banyak dilibatkan.

5 Questioner
6 Mencongak

3. Ciri-Ciri pada Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran langsung mempunyai ciri-ciri, antara lain :

1. Proses pembelajaran didominasi oleh keaktifan guru.

2. Suasana kelas ditentukan oleh guru sebagai perancang kondisi.

3. Lebih mengutamakan keluasan materi ajar daripada proses terjadinya pembelajaran.

4. Materi ajar bersumber dari guru.

4. Tujuan Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran langsung dikembangkan untuk mengefisienkan materi ajar


agar sesuai dengan waktu yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Dengan model
ini cakupan materi ajar yang disampaikan lebih luas dibandingkan dengan model-model
pembelajaran yang lain.

B. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga


tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap
keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim, dkk, 2000:7).

Menurut Slavin (1997), pembelajaran kooperatif, merupakan model pembelajaran


dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen.

Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada model pengajaran,


siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar (Nur dan
Wikandari, 2000:25).

Eggen dan Kauchak (1993: 319) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai


sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling membantu dalam
mempelajari sesuatu.

2. Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif

Ada 4 macam model pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Arends (2001),
yaitu;

1. Student Teams Achievement Division (STAD)


2. Group Investigation
3. Jigsaw
4. Structural Approach
Sedangkan dua pendekatan lain yang dirancang untuk kelas-kelas rendah adalah;
1. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) digunakan pada
pembelajaran membaca dan menulis pada tingkatan 2-8 (setingkat TK sampai SD), dan
2. Team Accelerated Instruction (TAI) digunakan pada pembelajaran matematika
untuk tingkat 3-6 (setingkat TK).
Model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan,
dan struktur penghargaan (Arends, 1997: 110-111).
a. Struktur tugas mengacu pada cara pengaturan pembelajaran dan jenis kegiatan siswa
dalam kelas
b. Struktur tujuan, yaitu sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai oleh siswa dan guru
pada akhir pembelajaran atau saat siswa menyelesaikan pekerjaannya. Ada tiga macam
struktur tujuan, yaitu:
1 Struktur tujuan individualistik
2 Struktur tujuan kompetitif
3 Struktur tujuan kooperatif
c. Struktur penghargaan kooperatif, yaitu penghargaan yang diberikan pada kelompok
jika keberhasilan kelompok sebagai akibat keberhasilan bersama anggota kelompok.

3. Ciri-Ciri dan Tahapan pada Model Kooperatif


Menurut Arends (1997: 111), pembelajaran yang menggunakan model kooperatif
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
 siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar,
 kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah,
 jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang
berbeda-beda,
 penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.
Pembelajaran kooperatif dilaksanakan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut
(Ibrahim, M., dkk., 2000: 10)
1 Menyampaikan tujuan pembelajaran dan perlengkapan pembelajaran.
2 Menyampaikan informasi.
3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
4 Membantu siswa belajar dan bekerja dalam kelompok.
5 Evaluasi atau memberikan umpan balik.
6 Memberikan penghargaan.

4. Tujuan Pembelajaran Kooperatif


Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga
tujuan pembelajaran yang disarikan dalam Ibrahim, dkk (2000:7-8) sebagai berikut:
1 Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Beberapa ahli
berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep
yang sulit.
2 Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras, budaya, kelas
sosial, kemampuan, maupun ketidakmampuan. Mengajarkan untuk saling menghargai satu
sama lain.
3 Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan
ini penting karena banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan
sosial.

5. Ketrampilan Pembelajaran Kooperatif


Melalui model ini diharapkan tidak cuma kemampuan akademik yang dimiliki siswa
tetapi juga ketrampilan yang lain. Keterampilan-keterampilan itu menurut Ibrahim,
dkk. (2000:47-55), antara lain:
1 Keterampilan-keterampilan Sosial
2 Keterampilan Berbagi
3 Keterampilan Berperan Serta
4 Keterampilan-keterampilan Komunikasi
5 Pembangunan Tim
6 Keterampilan-keterampilan Kelompok

C. MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH

1. Pengertian Pembelajaran Berdasarkan Masalah

Pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk


pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk
memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan
mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk
mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Ratumanan, 2002 : 123).

2. Macam-Macam Pembelajaran Berdasarkan Masalah

Macam-macam pembelajaran berdasarkan masalah Menurut Arends (1997), antara


lain :

1 Pembelajaran berdasarkan proyek (project-based instruction), pendekatan


pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk
pembelajarannya.

2 pembelajaran berdasarkan pengalaman (experience-based instruction), pendekatan


pembelajaran yang memperkenankan siswa melakukan percobaan guna mendapatkan
kesimpulan yang benar dan nyata.

3 belajar otentik (authentic learning), pendekatan pengajaran yang memperkenankan


siswa mengembangkan ketrampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting dalam
konsteks kehidupan nyata.

4 Pembelajaran bermakna (anchored instruction), pendekatan pembelajaran yang


mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna.

3. Ciri-Ciri dan Tahapan pada Pembelajaran Berdasarkan Masalah

ciri-ciri dari model pembelajaran berdasarkan masalah menurut Arends (2001 : 349),
antara lain :

1 Pengajuan pertanyaan atau masalah.


2 Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
3 Penyelidikan autentik. Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa
melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah
nyata. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah, mengembangkan hipotesis,
dan membuat ramalan, mengumpul dan menganalisa informasi, melakukan eksperimen
(jika diperlukan), membuat inferensi, dan merumuskan kesimpulan.
4 Menghasilkan produk dan memamerkannya.
5 Kolaborasi. Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja
sama satu dengan yang lainnya, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok
kecil. Bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-
tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk
mengembangkan keterampilan sosial dan ketrampilan berfikir.
Pengajaran berdasarkan masalah terdiri dari 5 langkah utama yang dimulai dengan guru
memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan
analisis hasil kerja siswa. Kelima langkah tersebut dijelaskan berdasarkan langkah-
langkah berikut.

1 Tahap-1 Orientasi siswa pada masalah


Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan,
mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah,
memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan

2 Tahap-2 Mengorganisasi siswa untuk belajar


Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang
berhubungan dengan masalah tersebut.

3 Tahap-3 Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.


Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan
eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.

4 Tahap-4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.


Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti
laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan
temannya.

5 Tahap-5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.


Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan
mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. (Sumber: Ibrahim, 2000 : 13).

4. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan Masalah

Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan


informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran berdasarkan masalah
dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir,
pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual; belajar berbagai peran orang dewasa
melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pebelajar
yang otonom dan mandiri (Ibrahim, 2000 : 7).

Menurut Sudjana manfaat khusus yang diperoleh dari metode Dewey adalah metode
pemecahan masalah. Tugas guru adalah membantu para siswa merumuskan tugas-tugas,
dan bukan menyajikan tugas-tugas pelajaran. Objek pelajaran tidak dipelajari dari buku,
tetapi dari masalah yang ada di sekitarnya.

5. Peran Guru dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah

Menurut Ibrahim (2003:15), di dalam kelas PBI, peran guru berbeda dengan kelas
tradisional. Peran guru di dalam kelas PBI antara lain sebagai berikut:

1 Mengajukan masalah atau mengorientasikan siswa kepada masalah autentik, yaitu


masalah kehidupan nyata sehari-hari.

2 Memfasilitasi/membimbing penyelidikan misalnya melakukan pengamatan atau


melakukan eksperimen/ percobaan.

3 Memfasilitasi dialog siswa.

4 Mendukung belajar siswa.

MODEL PEMBELAJARAN

1. EXAMPLES NON EXAMPLES

Langkah-langkah ; a) Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan


pembelajaran. b) Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui
OHP/LCD. c) Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk
memperhatikan/menganalisa gambar. d) Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa,
hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. d) Tiap kelompok diberi
kesempatan membacakan hasil diskusinya. e) Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa,
guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. f) Kesimpulan.

2. PICTURE AND PICTURE


Langkah-langkah ; a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. b)
Menyajikan materi sebagai pengantar. c) Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-
gambar kegiatan berkaitan dengan materi. d) Guru menunjuk/memanggil siswa secara
bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. e) Guru
menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut. f) Dari alasan/urutan
gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi
yang ingin dicapai. g) Kesimpulan/rangkuman.

3. NUMBERED HEADS TOGETHER


(KEPALA BERNOMQR: SPENCER KAQAN, 1992)

Langkah-langkah ; a) Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap


kelompok mendapat nomor. b) Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok
mengerjakannya. c) Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan
tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya. d) Guru
memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil
kerja sama mereka. e) Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk
nomor yang lain. f) Kesimpulan

4. COOPERATIVE SCRIPT (DANSEREAU CS, 1985)


Skrip kooperatif:

Metode belajar di mana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan

mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari.


Langkah-langkah ; a) Guru membagi siswa untuk berpasangan. b) Guru membagikan
wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. b) Guru dan siswa
menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan
sebagai pendengar. c) Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin,
dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar ;
*Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap.

*Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi


sebelumnya atau dengan materi lainnya. d) Bertukar peran, semula sebagai pembicara
ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti di atas. e)
Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru. f) Penutup.

5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)


Langkah-langkah : a) Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap
kelompok mendapat nomor. b) Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan
nomor terhadap tugas yang berangkai. c) Misalnya : siswa nomor satu bertugas
mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan
hasil pekerjaan dan seterusnya. d) Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar
kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa
siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas
yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka. e)
Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain. f) Kesimpulan.

6. STUDENT-TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)


TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah ; a) Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara
heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll). b) Guru menyajikan
pelajaran. c) Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-
anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua
anggota dalam kelompok itu mengerti. d) Guru memberi kuis/pertanyaan kepada
seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. e) Memberi
evaluasi. e) Kesimpulan.

7. JIGSAW (MODEL TIM AHLl) (ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND


SNAPP, 1978)
Langkah-langkah : a) Siswa dikelompokkan ke dalam = 4-5 anggota tim. b) Tiap
orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda. c) Tiap orang dalam tim diberi
bagian materi yang ditugaskan. d) Anggota dari tim yang berbeda yang telah
mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli)
untuk mendiskusikan sub bab mereka. e) Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap
anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka
tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan
sungguh-sungguh. f) Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi. g) Guru memberi
evaluasi. h) Penutup.

8. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) (PEMBELAJARAN


BERDASARKAN MASALAH)
Langkah-langkah ; a) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik
yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang
dipilih. b) Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar
yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll). c)
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk
mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis,
pemecahan masalah. d) Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya
yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. f)
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan
mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

9. ARTIKULASI
Langkah-langkah ; a) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. b) Guru
menyajikan materi sebagaimana biasa. c) Untuk mengetahui daya serap siswa,
bentuklah kelompok berpasangan dua orang. d) Suruhlah seorang dari pasangan itu
menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil
membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok
lainnya. e) Suruh siswa secara bergiliran / diacak menyampaikan hasil wawancaranya
dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil
wawancaranya. f) Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum
dipahami siswa. g) Kesimpulan/penutup.

10. MIND MAPING


Langkah-langkah ; a) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. b) Guru
menyajikan materi sebagaimana biasa. c) Untuk mengetahui daya serap siswa,
bentuklah kelompok berpasangan dua orang. d) Suruhlah seorang dari pasangan itu
menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil
membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok
lainnya. e) Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya
dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil
wawancaranya. f) Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum
dipahami siswa. g) Kesimpulan/penutup.

11. MAKE A-MATCH (MENCARI PASANGAN) (Lorna Curran, 1994)


Langkah-langkah ; a) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep
atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian
lainnya kartu jawaban. b) Setiap siswa mendapat satu buah kartu. c) Tiap siswa
memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang. d) Setiap siswa mencari pasangan
yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). e) Setiap siswa
yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. f) Setelah satu
babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.
g) Demikian seterusnya. h) Kesimpulan / penutup.

12. THINK PAIR AND SHARE (FRANK LYMAN, 1985)


Langkah-langkah ; a) Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin
dicapai. b) Siswa diminta untuk berpikir tentang materi/permasalahan yang
disampaikan guru. c) Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok
2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing. d) Guru memimpin pleno
kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya. e) Berawal dari kegiatan
tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi
yang belum diungkapkan para siswa. f) Guru memberi kesimpulan. g) Penutup.

13. DEBATE
Langkah-langkah ; a) Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan
yang lainnya kontra. b) Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan
didebatkan oleh kedua, kelompok di atas. c) Setelah selesai membaca materi. Guru
menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau
dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa
mengemukakan pendapatnya. d) Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru
menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang
diharapkan guru terpenuhi. e) Guru menambahkan konsep / ide yang belum terungkap.
f) Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat / kesimpulan /
rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.

14. ROLE PLAYING


Langkah-langkah ; a) Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan.
b) Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM. c)
Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang. d) Memberikan penjelasan
tentang kompetensi yang ingin dicapai. e) Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk
untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan. f) Masing-masing siswa duduk di
kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang
diperagakan. g) Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas
sebagai lembar kerja untuk membahas. h) Masing-masing kelompok menyampaikan
hasil kesimpulannya. i) Guru memberikan kesimpulan secara umum. j) Evaluasi. k)
Penutup.

15. GROUP INVESTIGATION (SUARAN, 1992)


Langkah-langkah ; a) Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen. b)
Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok. c) Guru memanggil
ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu
materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain. d) Masing-masing kelompok membahas
materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan. e) Setelah selesai diskusi,
lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok. f) Guru
memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan. g) Evaluasi. h)
Penutup.

16. TALKING STIK


Langkah-langkah : a) Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen. b)
Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok. c) Guru memanggil
ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu
materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain. d) Masing-masing kelompok membahas
materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan. e) Setelah selesai diskusi,
lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok. f) Guru
memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan. g) Evaluasi. h)
Penutup.
17. BERTUKAR PASANGAN
Langkah-langkah ; a) Setiap siswa mendapat satu pasangan, guru biasa menunjukkan
pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya. b) Guru memberikan tugas dan
siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. c) Setelah selesai setiap pasangan
bergabung dengan satu pasangan yang lain. d) Kedua pasangan tersebut bertukar
pasangan masing-masing pasangan yang baru ini. e) saling menanyakan dan
mengukuhkan jawaban mereka. f) Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan
kemudian dibagikan kepada pasangan semula

18. SNOWBALL THROWING


Langkah-langkah ; a) Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. b) Guru
membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk
memberikan penjelasan tentang materi. c) Masing-masing ketua kelompok kembali ke
kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh
guru kepada temannya. d) Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas
kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah
dijelaskan oleh ketua kelompok. e) Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan
dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit. f) Setelah siswa dapat
satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab
pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. g)
Evaluasi. h) Penutup.

19. STUDENTS FACILITATOR AND EXPLAININ.


Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya.

Langkah-langkah ; a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. b) Guru


mendemonstrasikan/menyajikan materi. c) Memberikan kesempatan siswa/peserta
untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun
yang lainnya. d) Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa. e) Guru menerangkan
semua materi yang disajikan saat itu. f) Penutup

20. COURSE REVIEW HORAY


Langkah-langkah ; a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. b) Guru
mendemonstrasikan/menyajikan materi. c) Memberikan kesempatan siswa tanya jawab.
d) Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan
kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa. e)
Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang
nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar dan
salah diisi tanda silang (x). f) Siswa yang sudah mendapat tanda V vertikal atau
horizontal, atau diagonal harus berteriak horay atau yel-yel lainnya. g) Nilai siswa
dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh. h) Penutup.

21. DEMONSTRATION
(Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen)

Langkah-langkah : a) Guru menyampaikan TPK. b) Guru menyajikan gambaran


sekilas materi yang akan disampaikan. c) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan. d)
Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai skenario yang telah
disiapkan. e) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa. f) Tiap siswa
atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa
didemonstrasikan. g) Guru membuat kesimpulan.

22. EXPLICIT INTRODUCTION (PENGAJARAN LANGSUNG)


(ROSENSHINA & STEVENS, 1986)

Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang


pengetahuan proseduran dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola
selangkah demi selangkah.

Langkah-langkah ; a) Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. b)


Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan. c) Membimbing pelatihan. d)
Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. e) Memberikan kesempatan
untuk latihan lanjutan.

23. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)


KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS.
(STEVEN & SLAVIN, 1995)

Langkah-langkah ; a) Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara


heterogen. b) Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran. c)
Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi
tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas. d)
Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok. e) Guru membuat kesimpulan
bersama. f) Penutup.

24. INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE (LINGKARAN KECIL DAN LINGKARAN


BESAR) OLEH SPENCER KAGAN
Siswa seling membagi Informasi pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang
berbeda dengan singkat dan teratur.

Langkah-langkah ; a) Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan


menghadap keluar. b) Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran
pertama, menghadap ke dalam. c) Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan
besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan
dalam waktu yang bersamaan. d) Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di
tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah
searah jarum jam. e) Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi
informasi. Demikian seterusnya

25. TEMBOK KATA


MEDIA :

* Buat kartu ukuran 10 x 10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang
mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak.

* Buat kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak
(kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga.
Langkah-langkah ; a) Jelaskan TPK atau materi ± 45 menit. b) Suruhlah siswa berdiri
di depan kelas dan berpasangan. c) Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10
cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu
yang berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan
di dahi atau diselipkan di telinga. d) Sementara siswa membawa kartu 10x10 cm
membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa
yang dimaksud dalam kartu 10x10 cm. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang
ditempelkan di dahi atau telinga. e) Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di
kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah
ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi
jawabannya. f) Dan seterusnya.

CONTOH KARTU :

 Perusahaan ini tanggung jawabnya tidak terbatas.


 Dimiliki oleh 1 orang.
 Struktur organisasinya tidak resmi.
 Bila untung dimiliki diambil sendiri.
NAH...SIAPA...AKU ?

JAWABNYA: PERUSAHAAN PERSEORANGAN

26. WORD SQUARE


MEDIA :

* Buat kotak sesuai keperluan.

* Buat soal sesuai TPK

Langkah-langkah ; a) Sampaikan materi sesuai TPK. b) Bagikan lembaran kegiatan


sesuai contoh. c) Siswa disuruh menjawab soal, kemudian mengarsir huruf dalam kotak
sesuai jawaban. d) Berikan poin setiap jawaban dalam kotak.

CONTOH :
T Y E N I O K N

R A U A N K U O

A B A R T E R M

N A N I R R S I

S D G I I T G N

A O N L S A I A

K L A A I S R L

S A C E K B O S

I R I N G G I T

CONTOH SOAL :

a. Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara .........


b. ....... Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.
c. Uang ....... saat ini banyak di palsukan
d. Nilai bahan pembuatan uang disebut.......
e. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang / jasa disebut nilai ......
f. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut.......
g. Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai .......
h. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif.......
i. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar
sejumlah uang disebut.......

27. SCRAMBLE
MEDIA :

 Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan TPK.


 Buat jawaban yang diacak hurufnya.
 Langkah-langkah ; a) Guru menyajikan materi sesuai TPK. b) Membagikan lembar
kerja sesuai contoh. c) Susunlah huruf-huruf pada kolom sehingga merupakan kata
kunci (jawaban) dari pertanyaan kolom A.

A B

1. Sebelum mengenal uang orang melakukan 1. TARREB ......................


pertukaran dengan cara ... 2. GANU ..........................
2. ... digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. 3. TRASEK.......................
3. Uang ... saat ini banyak dipalsukan. 4. KISTRINI......................
4. Nilai bahan pembuatan uang disebut nilai... 5. LIRI...............................
5. Kemampuan uang untuk ditukar dengan 6. SRUK............................
sejumlah barang atau jasa disebut nilai... 7. MINALON....................
6. Nilai perbandingan uang dalam negeri dengan
mata uang asing disebut...
7. Nilai yang tertulis pada uang disebut nilai...
8. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk

28. TAKE AND GIVE


MEDIA:

 Kartu ukuran ± 10 x 15 cm sejumlah peserta tiap kartu berisi sub materi yang
berbeda dengan kartu yang lainnya, materi sesuai dengan TPK.
 Kartu contoh sejumlah siswa.
NAMA SISWA : ..........................
 CONTOH Kartu :
SUB-MATERI : ..........................

NAMA YANG DIBERI :

1. .......................
Langkah-langkah ; a) Siapkan kelas sebagaimana mestinya. b) Jelaskan materi sesuai
TPK. c) Untuk memantapkan penguasaan peserta tiap siswa diberi masing-masing satu
kartu untuk dipelajari (dihafal) lebih kurang 5 menit. d) Semua siswa disuruh berdiri
dan mencari pasangan untuk saling menginformasi. Tiap siswa harus mencatat nama
pasangannya pada kartu contoh. e) Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat
saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give). f) Untuk
mengevaluasi keberhasilan berikan siswa pertanyaan yang tak sesuai dengan kartunya
(kartu orang lain). g) Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan. h) Kesimpulan.

29. CONSEPTSENTENSE
Langkah-langkah ; a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. b) Guru
menyajikan materi secukupnya. c) Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4
orang secara heterogen. d) Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang
disajikan. e) Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan
minimal 4 kata kunci setiap kalimat. f) Hasil diskusi kelompok. Diskusikan lagi secara
pleno yang dipandu guru. g) Kesimpulan.

30. COMPLETTE SENTENCES


Media : * Siapkan blangko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.

Langkah-langkah ; a) Guru menyampaikan yang ingin dicapai. a) Menyampaikan


materi secukupnya atau peserta disuruh membacakan buku atau model dengan waktu
secukupnya. c) Bentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen. c) Bagikan lembar
kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap (lihat contoh). d) Peserta diharap
berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia. e) Bicarakan
bersama-sama anggota kelompok. f) Setelah jawaban benar yang salah diperbaiki. Tiap
peserta disuruh membaca berulang-ulang sampai mengerti atau hafal. g) Kesimpulan.

31. TIME TOKEN ARENDS (1998)


Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial, untuk
menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali.

Langkah-langkah : a) Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative


learning / CTL). b) Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. Tiap
siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu keadaan. c) Bila telah selesai bicara kupon
yang dipegang siswa diserahkan. Setiap berbicara satu kupon. d) Siswa yang telah habis
kuponnya tak boleh bicara lagi. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai
kuponnya habis. e) Dan seterusnya.

32. PAIR CHEKS SPENCER KAGEN (1993)


APA YANG DILAKUKAN ?

a) BEKERJA BERPASANGAN. b) Bentuk tim dalam pasangan-pasangan dua siswa


dalam pasangan itu mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu
melatih. c) PELATIH MENGECEK. d) Apabila partner benar pelatih memberi kupon.
e) BERTUKAR PERAN. f) Seluruh partner bertukar peran dan mengurangi langkah 1 –
3. g) PASANGAN MENGECEK. h) Seluruh pasangan tim kembali bersama dan
membandingkan jawaban. i) PENEGASAN GURU. j) Guru mengarahkan jawaban /ide
sesuai konsep.
33. KELILING KELOMPOK
Maksudnya agar masing-masing anggota kelompok mendapat kesempatan untuk
memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota
lainnya Caranya............?

a) Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memberikan


pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan. b) Siswa
berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya. c) Demikian seterusnya giliran bicara
bisa dilaksanakan arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan.

34. TARI BAMBU


Agar siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang
berbeda dalam waktu singkat secara teratur strategi ini cocok untuk materi yang
membutuhkan pertukaran pengalaman pikiran dan informasi antar siswa.

Caranya ; a) Separuh kelas atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak berdiri
berjajar. Jika ada cukup ruang mereka bisa berjajar di depan kelas. Kemungkinan lain
adalah siswa berjajar di sela-sela deretan bangku. Cara yang kedua ini akan
memudahkan pembentukan kelompok karena diperlukan waktu relatif singkat. b)
Separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama. c) Dua siswa yang
berpasangan dari kedua jajaran berbagi informasi.

Kemudian satu atau dua siswa yang berdiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung
lainnya di jajarannya. Jajaran ini kemudian bergeser. Dengan cara ini masing-masing
siswa mendapat pasangan yang baru untuk berbagi. Pergeseran bisa dilakukan terus
sesuai dengan kebutuhan

35. DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY STRAY) SPINCER KAGEN 1992
MEMBERI KESEMPATAN KEPADA KELOMPOK UNTUK MEMBAGIKAN
HASIL DAN INFORMASI DENGAN KELOMPOK LAINNYA.

Caranya ; a) Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa. b) Setelah
selesai, dua orang dari masing-masing bertamu kedua kelompok yang lain. c) Dua
orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi
mereka ke tamu mereka. d) Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri
dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain. e) Kelompok mencocokkan dan
membahas hasil kerja mereka.
DAFTAR PUSTAKA

http://nsant.student.fkip.uns.ac.id/files/2009/05/makalah-model-
pembelajaran1.doc