Anda di halaman 1dari 4

DENTAL IMPLANT

Disusun Oleh:
NISRINA HANIFAH
2012-11-109
Kelas B

FAKULTAS KEDOTERAN GIGI


UNIV. PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
JAKARTA
2015

SEJARAH IMPLAN GIGI


Implan gigi berasal dari istilah asing dental implant, yakni suatu benda terbuat dari
logam metal berbentuk menyerupai akar gigi dan biasanya mempunyai ulir di bagian luar,
dipasang dengan cara ditanam di dalam tulang rahang (rahang atas atau bawah) berfungsi
untuk menggantikan gigi asli yang hilang di dalam mulut. Sistem ini diperkenalkan sesuai
perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang ilmu kedokteran gigi, untuk
mengembalikan kecantikan, fungsi pengunyahan, serta fungsi pengucapan pada waktu
berbicara.
Implan gigi pertama kali diperkenalkan di Swedia pada 1970-an oleh guru besar
dalam bidang Orthopaedic, Prof Branemark. Selanjutnya para ilmuwan Barat melakukan
pengembangan untuk memperbaiki bentuk dan bahan yang digunakan. Sejak tahun 1980-an
diperkenalkan implan gigi yang terbuat dari bahan titanium dan telah memperlihatkan hasil
cukup menggembirakan dengan dasar tolok ukur setelah lima tahun terpasang, masih dapat
bertahan di dalam rongga mulut sekitar 85-100 persen. Implan gigi biasanya di bagian
permukaan luarnya mendapat tambahan bahan lain yang bertujuan mendapatkan hubungan
atau penyatuan maksimal dengan tulang rahang yang dikenal dengan istilah Osseointegration.
Penelitian membuktikan bahan ini aman digunakan, dapat diterima oleh tubuh manusia dalam
pengertian tidak ditolak oleh tubuh sebagai benda asing ataupun memberikan reaksi negatif,
serta mempunyai kemampuan beradaptasi maksimal dengan tulang dan jaringan lunak
lainnya seperti gusi di dalam mulut. Proses pembuatan implan gigi dilakukan dengan sistim
pencairan logam pada suhu sangat tinggi di dalam ruangan hampa udara.
Pembuatan gigi tiruan cekat menggunakan sistim implan gigi pada kehilangan satu
atau beberapa gigi, tidak melibatkan gigi asli di sebelah gigi yang hilang sebagai
penjangkaran sehingga memberikan kesan seperti gigi asli. Hal ini menguntungkan dilihat
dari segi kecantikan, karena tidak mengganggu keadaan gigi asli tetapi mengembalikan gigi
yang hilang.
Sedangkan pada kehilangan seluruh gigi, implan gigi di dalam tulang rahang
berfungsi sebagai penyanggah gigi tiruan lepas agar lebih stabil kedudukannya di dalam
rongga mulut. Pencekatan pada implan gigi dilakukan dengan sistim penggunaan klip retensi,

bola retensi untuk memberikan stabilitas gigi tiruan yang sangat membantu dalam
pengucapan untuk fungsi bicara dan mengunyah.

DEFINISI IMPLAN GIGI


Menurut Federation Dental of America (FDA) pengertian Dental Implan adalah:
Bila ditinjau secara lokal : merupakan suatu alat yang menahan protesa baik dalam bentuk
plastis taupun logam dengan berbagai cara dan sistem serta dimasukkan ke dalam tulang
alveolar yang tinggal pada maksila atau mandibula.
Bila ditinjau secara prosthesis : merupakan suatu metal frame work yang terdapat pada
permukaan tulang dibawah mukoperiosteum (sub periostal implant) atau tertanam di dalam
tulang (endosteal implan). Dental implant adalah gigi palsu (dari bahan sintetik) yang
dipasang ke dalam mulut pasien melalui tindakan pembedahan sehingga gigi palsu ini
tertanam ke dalam tulang rahang. Dengan demikian gigi palsu ini dapat berdiri sendiri tanpa
mengganggu gigi-gigi lain yang masih sehat. Dental implant adalah gigi palsu yang paling
mirip dengan gigi asli. Bahan yang dipakai terbuat dari titanium yang bersifat bio-innert
dengan jaringan tubuh (tulang) atau biocompatible, implan dapat diterima dan terintegrasi
dengan baik dalam tubuh manusia, tanpa komplikasi atau reaksi penolakan dari jaringan
tubuh.
Implan gigi merupakan salah satu cara untuk mengganti gigi yang hilang sehingga
diperoleh fungsi pengunyahan, estetik dan kenyamanan yang ideal. Implan gigi adalah suatu
alat yang ditanam secara bedah ke dalam jaringan lunak atau tulang rahang sehingga dapat
berfungsi sebagai akar pengganti untuk menahan gigi tiruan maupun jembatan.

MACAM-MACAM IMPLAN GIGI


Dental implan memiliki berbagai macam bentuk dan lokasi jaringan tempat dental
implan ditanam, yaitu:
1. Subperiostal implan

Implan ini tidak ditanam ke dalam tulang melainkan diletakkan di aas tulang linggir alveolar
dan dibawah periosteum. Subperiosteal implan digunakan pada rahang yang tidak bergigi
baik pada maksila maupun mandibula.

2. Endosseous atau endosteal implan


Implan ini ditanam ke dalam tulang menembus gingival dan periosteum, sebagian tertam dan
terkait dalam tulang. Contoh dari endosteal implan : endosseous bone pin,the core vent
titanium dan the branemark osseointegrated titanium implan.
3. Transosteal atau transosseous implan
Implan ini menembus tulang rahang bawah. Penggunaannya terbagtas hanya pada mandibula
yang mengalami resorpsi berat.
4. Intra mucosal atau sub mucosal implan
Implan ini ditanam pada mukosa palatum dan menyerupai kancing sehingga disebut button
insert. Implan ini hanya terbatas pada maksila yang tidak bergigi. Implan ini terbuat dari
logam atau keramik.
Dental implant sekarang ada 2 macam:
1. One piece : implant terdiri dari 1 bagian utuh.
One piece digunakan untuk menambah perlekatan pada gigi palsu lepasan(tidak untuk
menggantikan satu gigi per implan).
2. Two piece : ada 2 bagian yang merupakan satu kesatuan.
Two piece di gunakan untuk menggantikan satu gigi per implan dan juga dapat berfungsi
layaknya yg one piece.