Anda di halaman 1dari 7

Crown Porcelain Fused to Metal Restoration

Post Endodontics Treatment

Disusun Oleh:
Kelompok 6
Kelas B

FAKULTAS KEDOTERAN GIGI


UNIV. PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
JAKARTA
2014

Anggota Kelompok 6 :
Nur Arsya Mugis

2012 11 112

Nur Azmina

2012 11 113

Nur Silmi Istiqomah

2012 11 114

Nurul Fadhilah

2012 11 115

Palda Aptriani

2012 11 116

Piani Ananda

2012 11 117

Prasita Naraswari

2012 11 118

R. Khairunisa P.

2012 11 119

Rachmatika Soleha

2012 11 120

Pilihan restorasi untuk gigi yang telah dirawat endodontik tergantung pada banyaknya
sisa jaringan gigi di koronal. Bahkan, faktor ini akan menentukan retensi dari restorasi serta
kerentanan gigi terhadap fraktur. Sebuah literatur mengatakan bahwa terdapat hubungan
antara resistensi terhadap fraktur dari gigi yang telah dirawat endodontik dengan jumlah sisa
struktur gigi. Oleh karena itu, harapan ketahanan gigi yang telah dirawat endodontik tentu
selalu dapat ditingkatkan dengan pilihan restorasinya yang dapat ditingkatkan oleh jumlah
struktur gigi yang tersisa.2
Restorasi harus dapat melindungi sisa jaringan gigi serta mengembalikan bentuk
maupun fungsi gigi seperti semula. Jika restorasi mengalami kegagalan, maka kegagalan
restorasi ini akan berdampak pada perawatan endodontik sehingga perawatan endodontik pun
menjadi gagal. Gigi anterior dan posterior yang telah dirawat endodontik membutuhkan jenis
restorasi yang berbeda-beda. Gigi anterior mungkin tidak terlalu rentan terhadap fraktur
namun jika dibandingkan dengan gigi posterior, estetik merupakan pertimbangan utama.
Salah satu restorasi yang dapat dipilih oleh pasien pasca perawatan endodontik adalah
restorasi mahkota logam-porselen (porcelain fused to metal crown).2
Diantara semua tehnik non-adesif, mahkota logam-porselen merupakan restorasi tidak
langsung yang paling umum dipilih untuk gigi anterior yang telah dirawat endodontik. Jenis
porcelen yang digunakan dalam mahkota logam-porselen (porcelain fused to metal crown)
adalah porcelain yang menyerupai kaca yang mirip dengan enamel pada bagian luar dari
metal. Porcelain ini sewarna dengan gigi dan dapat digunakan juga untuk fixed bridge.
Porselen dapat digunakan pada permukaan yang terlihat, seperti bukal dan oklusal permukaan
gigi rahang bawah. Diperlukan pengurangan permukaan labial gigi anterior sekitar 1.8 2
mm. Banyaknya pengurangan jaringan gigi dapat mengganggu kekuatan struktur gigi yang
tersisa, oleh karena itu harus lebih waspada sebelum memilih restorasi ini. Jika tidak hatihati, restorasi ini justru dapat memperberat kehilangan sturkturnya. Secara umum, mahkota
tiruan untuk gigi anterior diindikasikan jika jumlah struktur gigi yang tersisa tidak cukup
untuk dilakukan restorasi langsung serta untuk alasan estetis.2,4
Ketika kehilangan struktur gigi melebihi dari mahkota yang termasuk akses kavitas,
maka cusp perlu diikutsertakan. Mahkota logam-porselen paling sering digunakan untuk
merestorasi gigi posterior dan sebagai penyangga restorasi jembatan. Namun, kelemahan dari
restorasi ini adalah dibutuhkannya pengurangan jaringan gigi yang banyak untuk memberikan
ruang yang cukup untuk mahkota logam-porselen.2

Pada restorasi logam keramik, pada bagian fasial ketebalan logam sekitar 0.3 sampai 0.4
mm dimana tertutup dengan porselen yang opaque sekitar 0.3 sampai 0.4 mm. Badan dari
porselen tebalnya sekitar 1 mm pada bagian labial dan porselen transparan tebalnya sekitar
0.3 sampai 0.5 mm pada sepertiga insisal. Pada sepertiga tengah dari mahkota tebalnya
sekitar 0.2 sampai 0.3 mm dan pada sepertiga servikal tebalnya sekitar 0.1 mm.3

Selama persiapan mahkota, diperlukan pengurangan bukal yang memadai dari substansi gigi.5
Indikasi Mahkota Logam-Porselen1,2
1.
2.
3.
4.
5.

Perawatan pasca endodontik.


Sisa mahkota gigi mencukupi ruangan yang dibutuhkan logam dan porselen.
Pasien membutuhkan estetik.
Untuk gigi anterior dan posterior.
Sebagai gigi penyangga restorasi jembatan.

Kontraindikasi Mahkota Logam-Porselen1,2


1.
2.
3.
4.

Sisa mahkota gigi tidak mencukupi ruangan yang dibutuhkan logam dan porselen.
Gigi yang masih dapat direstorasi langsung.
Adanya riwayat alergi terhadap metal pada logam tuang.
Pasien dengan tekanan kunyah ekstrem.

Keuntungan Mahkota Logam-Porselen1-4


1. Resistensinya baik terhadap kerusakan lanjutan jika restorasi cekat dan sesuai anatomi
gigi.
2. Sangat awet karena dilapisi oleh metal.
3. Bahan restorasi ini tidak memicu sensitifitas gigi.
4. Resisten terhadap kebocoran karena restorasi ini dapat dibentuk sangat akurat dan
sesuai anatomi gigi.
5. Estetika optimal.

Kekurangan Mahkota Logam-Porselen1-4


1. Preparasi mahkota gigi lebih banyak untuk mendukung mahkota logam-porselen.
2. Biayanya lebih mahal karena membutuhkan paling tidak dua kali kunjungan.
3. Pengerjaannya lebih sulit karena membutuhkan pengerjaan di lab.
Kriteria Logam dan Porselen3
1. Keramik dan logam harus membuat ikatan yang kuat. Banyaknya yang mengalami
kegagalan karena terlepasnya ikatan porselen dari logam.
2. Pada saat penyatuan porselen suhunya lebih rendah dibandingkan dengan suhu leleh
logam. Logam harusnya tidak berubah atau mengkerut pada saat penyatuan dengan
porselen.
3. Porselen dan logam harus memiliki coeffisien thermal expansi yang cocok untuk
menghindari porselen retak atau terpisah dari logam pada saat pendinginan.
4. Alloy harus memiliki modulus elastisitas yang tinggi.
Komposisi dari Alloy dan Porselen3
Alloy yang digunakan untuk restorasi logam-porselen tidak hanya harus diterima
secara mekanikal namun juga secara koefisien dari termal ekspansi yang mirip dengan
porselen. Kebanyakan dari nikel-kromium untuk restorasi logam-porselen mengandung 62 76 % nikel dan 13 - 28 % krromium serta cobalt, beryllium, molybdenum dan ruthum.
Cobalt-chromium alloy mengandung 52 -68 % cobalt, 24 33 % kromium dan 2 7 %
molybdenum.4

Maksila premolar

kedua dan molar

pertama telah

disiapkan untuk
mahkota logam-ceramic.4

Restorasi yang disemen.4


Ikatan Mikromekanis Logam-Porselen3
Gabungan porselen menyatu ke dalam logam, menutup dan beradaptasi dalam
beberapa menit sehingga bentuk tidak teratur muncul pada permukaan logam dan membentuk
ikatan mikromekanis. Bentuk yang tidak beraturan yang muncul pada permukaan logam
seharusnya beraturan tanpa garis sudut yang tajam sehingga dapat menghindari konsentrasi
tegangan yang dapat menyebabkan fraktur pada porselen. Kemampuan untuk menyatukan
porselen sehingga beradaptasi dengan logam disebut juga dengan Wetting. Bentuk yang
tidak beraturan pada dinding permukaan logam dapat diperoleh dengan cara sandblasting.
Ikatan Kimiawi Logam-Porselen3
Ikatan kimiawi yang terjadi diantara porselen dan lapisan oksida pada permukaan
logam muncul dari dasar logam misalnya besi, indium, dan timah dari emas campuran.
Porselen yang menyatu berdifusi kedalam lapisan oksida dari logam dan kebalikannya.
Dalam Ikatan Logam dengan Porselen3

Logam tidak boleh berinteraksi dengan porselen karena dapat berubah warna dan

dapat mempengaruhi estetik.


Ikatan logam-porselen harus tahan lama dan stabil pada kedua permukaan agar dapat
menahan tekanan pengunyahan.

Kegagalan dalam Restorasi Logam-Porselen3


Kebanyakan dari restorasi logam-porselen gagal karena fraktur bond pada antarmuka metal
oxide. Alasan lain gagalnya restorasi logam-porselen adalah :

Gabungan dari butiran porselen di dalam restorasi.


Garis garis tipis dari logam mengikat penyusutan porselen.
Deformasi elastik dari struktur metal nonrigid.
Tekanan yang terlalu kuat dapat menyebabkan deformasi elastik dari metal dan
kerusakan ikatan porselen.