Anda di halaman 1dari 9

peranbidandalamkekerasandalamrumahtangga(kdrt)

kekerasanterhadapperempuan(KDRT)
1.

Kemampuan yang harus dimiliki bidan agar dapat berperan dalam mengatasi masalah kekerasan terhadap
perempuan dan penanganan korban
a.

Memahami masalah kekerasan terhadap perempuandan ketidak berdayaan korban, yang berpengaruh terhadap
kesehatan reproduksi perempuan.

b.

Dapat memeberikan penyuluhan yang tepat dan menyakinkan perempuan bahwa berbagai bentuk penyalahgunaan
atau kekerasan terhadap pasangan tidak dapat diterima dan karena nya tidak ada perempuan yang pantas untu
dipukul, dipaksa dalam berhubungan seksual atau didera secara emosional.

c.

Dapat melakukan anamnesis/bertanya kepada korban tentang kekerasan yang dialami dengan cara simpatik,
sehingga korban merasa mendapat pertolongan.

d.

Dapat memberikan rasa empati dan dukungan terhadap korban

e.

Dapat memberikan pelayanan medis, konsseling, visum, yangb sesuai dengan kebutuhan, merujuk ke fasilitas
yang lebih memadai dengan cepat dan tepat.

f.

Memberikan pelayanan keluarga berencana dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya sesuai dengan kebutuhan,
serta mencegah dampak serius terhadap kesehatan reproduksi korban.

g.

Dapat mengindentifikasi korban kekerasan dan dapat menghubungkan mereka dengan pelayanan dukungan
masyarakat lainya misalnya politik LSM dan bantuan lainnya.

A.

PERAN BIDAN DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KTP :


Upaya pencegahan terhadap korban kekerasan di tiap tingkat pelayanan
Pelayanan kesehatan dilakukan di tingkat kesehatan dasar dan rujukan yang perlu didukung
adalah kegiatan di masyarakat oleh Bidan.
1.
Kegiatan pelayanan di tingkat masyarakat
Bidan berperan menyebarluaskan informasi yang ditujukan kepada masyarakat khususnya
kepada kader kesehatan dan tokoh masyarakat agar mereka mampu merespon secara simpatik
terhadap korban KtP . kegiatan dilakukan oleh bidan dengan memanfaatkan forum yang telah ada
atau pelatihan yang sudah ada berupa:
Mengenakan masalah KtP dan bentuk hubungan / interaksi yang sehat
dalam keluarga
Mempromosikan hubungan suami istri yang sehat dan alternative
penanganan KtP melalui pendidikan agama .

Memberikan dukungan emosional dan spiritual kepada korban KtP.


Selanjutnya secara bertahap dapat diperluas oleh bidan :
Memberi dukungan agar kader/tokoh masyarakat menjadi agen pembaharu di
masyarakat melalui penyuluhan di masyarakat dan pembahasan/identifikasi tentang norma dan
sikap masyarakat yang berisiko dan protektif terhadap kejadian KtP.
Mengikutsertakan kader kesehatan dalam pelatihan agar dapat menjadi kelompok
pendukung bagi korban KtP.
Memberi dukungan kepada kader agar mau mendampingi korban dalam mencari
pertolongan.
2.
Kegiatan pelayanan di tingkat pelayanan dasar
Tindakan yang perlu dilakukan dii tingkat pelayanan dasar adalah sebagai berikut :
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan tentang KtP
Selalu melatih diri mereka dalam mengidentifikasi korban KtP dan
cara pencegahan dan penanganannya
Mencatat kasus KtP secara baik dan membuat catatan penanganan dan
penyelamatan yang dilakukan
Melibatkan organisasi wanita setempat misalnya kelompok PKK,
pengajian ,arisan dan lain-lainnya dalam penanganan korban kekerasan.
Menayangkan poster dan alat KIE lainnya diruang tunggu praktek

3.

bidan baik Polindes, Rumah bersalin, Praktik perorangan, Puskesmas dimana bidan
bertugas.
Pelayanan ditingkat rujukan primer :
Melatih bidan untuk mengenali dan menanggapi korban KtP secara
memadai
Mengupayakan rencana penyelamatan diri dan pencatatan kasus
Memasang poster dan pamphlet di ruang tunggu
Melakukan skrining terhadap KtP terhadap kelompok tertentu ,
misalnya pasien kebidanan , pasien unit gawat darurat, dan pasien kesehtan jiwa
Menyusun prosedur tetap untuk penanganan korban KtP.
Memasukan pertanyaan tentang KtP kedalam format pencatatan data
klien yang sudah ada.
Mengorganisasi kelompok wanita dengan perempuan yang sudah
pernah menjadi dan memberi bantuan korban KtP, agar mampu mandiri serta
meminjamkan tempat kepada kelompok wanita untuk membantu perempuan korban
kekerasan.
Koordinasi dengan kelompok wanita setempat untuk menyediakan
pelayanan melalui telepon
Mengadakan pelayanan khusus dengan privasi yang tinggi untuk

B.

korban perkosaan.
UPAYA KIE DALAM PENCEGAHAN KTP OLEH BIDAN

Strategi KIE yang dapat dilakukan oleh bidan dalam penanganan KtP dapat dilakukan
menurut sasaran yang dituju, antara lain :
1.
kelompok dewasa
melakukan sarasehan dan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan menolak
kekerasan sebagai cara untuk memecahkan masalah, terutama dalam rumah tangga.
memberi penyuluhan tentang jenis kekerasan dan akibatnya bagi keluarga dan
masyarakat
melakukan promosi tentang sikap yang mendukung dan atau tidak menyalahkan
korban melalui berbagai media
memasukan materi tentang kekerasan fisik dan seksual terhadap perempuan kepada
penyuluhan-penyuluhan berkaitan dengan kesehatan reproduksi yang dilakukan
bidan
mengupayakan agar semua materi KIE yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi
selalu mempromosikan kesetaraan gender melalui penampilan wanita yang berdaya
dan pasangan pria yang melindungi
melakukan kampanye pencegahan penyalahgunakan obat dan alcohol .
2.

kelompok remaja :
memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi remaja yang
meliputi norma gender dan pencegahan perilaku seksual yang membahayakan.
melakukan pembahasan mengenai hubungan pria-wanita , cinta tentang

kecemburuan dan kekarasan , pendidikan hak perempuan bagi remaja putri.


3.
kelompok anak-anak
melakukan dukungan KIE melalui sekolah dan luar sekolah tentang keterampilan
dalam menghadapi masalah sehari-hari , termasuk mengatasi konflik , membangun
hubungan interpersonal yang sehat dan keamanan diri di sekolah maupun dalam
rumah tanga.
melakukan kampanye anti kekerasan , dengan promosi tangan bukan untuk
memukul
C.
UPAYA PENANGANAN KASUS KTP
1.
MENGGALI INFORMASI DAN ANAMNESA
Bidan dapat membantu dalam mengatasi masalah dan penanganan kekerasan terhadap
perempuan,khususnya kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) Bidan, bila mampu mengali
informasi dari klien , mampu mengenali tanda-tanda korban yang mengalami kekerasan domestic
atau seksual, dan mampu membantu korban untuk membuat rencana penyelamatan diri. bidan juga
perlu mengenali berbagai tindakan yang dapat memperburuk keadaan :
hal-hal yang harus diperhatikan bidan dalam membantu kornban , antara lain sebagai berikut
:

harus memperhatikan kerahasiaan klien ,pembicaraan perlu dilakukan di tempat yang menjamin
kerahasiaan klien tanpa dihadiri oleh anggota keluarga yang lain. hal ini penting untuk mebangun
kepercayaan dan rasa aman si korban.

memberikan kepercayaan kepada klien ,mendengarkan , memperhatikan , dan menghargai


perasaan klien serta mengatakan bahwa ia tidak sendiri karena banyak perempuan lain mengalami
hal yang sama.
memberikan penjelasan pada korban bahwa kekerasan yang dihadapinya tersebut bukan
merupakan kesalahannya , karena tak seorang pun layak diperlakukan dengan kekerasan .
menghormati hak klien untuk mengambil keputusan yang dianggap terbaik bagi dirinya ketika ia
sudah mampu berfikir secara jernih.
membantu klien untuk rencana penyelamatn diri bila mengalami kekerasan , dengan
memperhatikan apa yang telah dilakukannya selam ini dan apakah ada tempat untuk mendapatkan
perlindungan aman .
membantu korban dan mengarahkan untuk mendapatkan pelayanan lain sesuai kebutuhan bagi
korban kekerasan .
menghindari rasa takut untuk bertanya , umumnya diyakini bahwa perempuan korban kekerasan
akan menutupi masalah mereka bila mendapat pertanyaan langsung dan bernada dakwaan , padahal
sebetulnya mereka sangat berharap seseorang akan bertanya.
menciptakan suasana yang menukung dan tidak menuduh. diperlukan suasana yang mendukung
agar korban mau menceritakan masalahnya . pertanyaan bahwa tidak seorang pun patut menerima
kekerasan dalam keadaan apa pun akan membantu klien mengemukakan masalahnya.
mencurigai kekerasan bila ada memar pada tubuh klien dan perlu ditanyakan adanya tindak
kekerasan dalam rumah tangga . beberapa tanda yang perlu menimbulkan keurigaan bidan terhadap
adanya KtP antara lain ;

rasa lela yang berkepanjangan tanpa adanya anguan penyakit

luka-luka yang tidak sesuai dengan keterangan yang diberikan

kelakuan psangan yang terus mengwasi korban

trauma fisik selama kehamilan

riwayat mempunyai keinginan bunuh diri

keterlambatan mencari pengobatan .


mempelajari kemungkinan bahwa korban berada dalam keadaan bahaya. bila ada perlu
diupayakan bantuan untuk mengatasinya
memberikan pelayanan kesehatan yang memadai termasuk pemberian pil kontrasepsi darurat ECP
dan pengobatan pencegahan terhadap PMS sperti gonorrhea, sifilis pada kasus perkosaan .
membuat status lengkap korban termasuk siapa pelaku tindak kekerasan , hubungannya dengan
korban dan riwayat kekerasan .
membantu membuat rencan penyelamatan diri ,
menjelaskan bahwa korban berhak untuk diobati mendapat pertolongan dan perlindungan secara
hukum , sesuai dengan persetujuan klien ia dapat dirujuk kepada lembaga bantuan hukum yang
bergerak dalam bidang KtP .
Meyediakan waktu untuk konsultasi lebih lanjut .
Apabila memungkinkan jangan memberikan obat penenang pada korban dengan kekerasan rumah
tangga . hal ini dapat membahayakan korban karena kehilangan kemampuan untuk menduga dan

2.
A.

1.

2.

bereaksi cepat bila diserang lagi oleh pasangannya.

merujuk korban kekerasan kepada organisasi atau lembaga swadaya masyarakat sesuai dengan
persetujuannnya supaya mendapat pertolongan lebih lanjut. bila belum ada hubungan dengan saran
tersebut maka dikembangkan suatu jaringan dengan kelompok LSM perempuan baik pemerintah
maupun non pemerintah yang menyediakan bantuan bagi korbnan kekerasan .

menyediakan ruangan yang memadai untuk menjaga kerahasiaan di sarana kesehatan dan
memasang poster tentang KtP selain mengangkat kesadaran mengenai KtP , hal ini dapat membuat
korban mau melaporkan kekerasan yang dialaminya .
TAHAP-TAHAP PENANGANAN KASUS.
ANAMNESIS
pertanyaan wawancara atau anamnesis dapat dilakukan oleh seorang bidan , untuk
memperoleh informasi pengalaman mengalami kekerasan , cara anamnesis dibawahini dapat
digunakan
Pertanyaan langsung
Beberapa contoh pertanyaan langsung sebagai berikut :
pada zaman sekarang sudah tidak pantas bahwa seorang perempuan menjadi korban kekerasan
baik fisik psikologis dan seksual dalam kehidupannya yang kemungkinan akan berakibat pada
kesehatan di waktu yang akan datang. apakah ibu pernah mengalaminya ?
kadang-kadang bila saya melihat luka seperti ini sering berkaitan dengan luka pukul oleh
seseorang , apakah hal ini juga dialami oleh ibu ?
apakah pasangan atau bekas pasangan anda penah memukul atau menyakiti ?
apakah suami atau pasangan anda pernah memaksa anda untuk melakukan hubungan intim ?
apakah anda pernah mengalami perlakuan yang berkaitan dengan masalah seksual pada masa
kanak-kanak ?
Menggunakan format pertanyaan yang digunakan dalam format pencatatan pasien
Beberapa pertanyaan standar yang dapat dimasukan ke dalam format pencatatan atau
status medic pasien sebagai berikut :
apakah anada mengalami atau pernah mengalami kekerasan yang dilakukan pasangan
anda ?
apakah anda pernah diperkosda atau dipaksa melakukan hubungan intim ?
apakah anda pernah mengalami kekerasan seksual pada masa kanak-kanak

B.

PENGENALAN KASUS
Korban KtP tidak selalu mau berterus terang pada kinjungan pertama yang mungkin
disebabkan oleh rasa takut atau belum mampu mengemukakan masalahnya kepada orang lain
termasuk bidan. dalam keadaan ini bidan diharapkan dapat mengenali korban dan memberikan
dukungan agar ia mau membuka diri . tanda dan gejala kekerasan yang dapat diamat antara lain :
1.
kekerasan domestic / rumah tangga
keluhan khoris tanpa adanya penyakit dan kelainan fisik yang jelas
cidera yang sebabnya tidak dikemukakan secara jelas.
pasangan pria yang terus menerus mengawasi dan tidak mau meninggalkan korban

trauma fisik selama kehamilan


memeriksakan kehamilan pada kehamilan yang lebih lanjut
riwauyat percobaan bunuh diri atau ingin bunuh diri
tak segera mencari pertolongan medis setelah mengalami cedera
ada infeksi saluran kencing atau nyeri panggul kronis
syndrome gangguan pencernaan
2.
kekerasan seksual
kehamilan anak usia 14 tahun pra nikah
PMS pada anak kecil atau remaja
perdarahan atau gatal pada Vagina
BAB atau BAK disertai rasa nyeri
nyeri perut atau panggul
gangguan seksual sulit menikmati senggama Vaginitis
cemas, dpresi , sikap merusak ,menyakiti diri , obesitas , gangguan tidur,ketergantungan terhadap
alcohol atau narkoba
gangguan fisik yan tidak jelas sebabnya
menolak / tidak mau diperiksa panggul
berganti-ganti pasangan
3.

tanda-tanda kekerasan yang tampak


Tanda Kekerasan

Gejala Kekerasan

trauma ringan atau berat yang


Cemas, penuh rasa takut, sedih,
meninggalkan bekas berupa memar pada putus asa
tubuh, khususnya sekitar mata dan wajah

Bersifat agresif, tanpa sebab yang

cedera akibat pukulan / benda jelas


tajam

Tampak

gigi
berhubungan

tanggal,
dengan

jauh

lebih

tua

dari

biasanya umumnya

kehamilan

yang
Merasa rendah diri, menunjukan
ditelantarkan atau akibat gizi buruk ; juga
ketidak
berhargaaan
dirinya
dengan
dapat disebabkan oleh sepakat atu pukulan
menganggap dirinya bodoh dan tidak mampu
didaerah mulut.
Mengeluh nyeri yang tak jelas
Sering mengalami perdarahan dari
sebabnya, kontraksi otot, kesemutan dan nyeri
hidung, yang mungkin akibat pukulan.
perut
Keputihan yang dapat disebabkan
Sering nyeri kepala atau sulit tidur
penyakit menular seksual yang sering
merupakan

pertanda

adanya

kekerasan
Mengeluh nyeri bila bersenggama

seksual
Perdaran pervagina yang dapat

tak bisa menikmatinya dan menggap sebagai


pengorbanan

diakibatkan oleh perlakuan buruk terhadap


Pernyataan yang sering dikatakan
perempuan, baik saat hamil maupun tidak adalah
hamil.
Ia

(pasangan

pria)

memanfaatkan saya
Ia melampiaskan kekesalannya
kepada saya
Ini adalah resiko perkawinan
2.

Buat skema alur penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan oleh tenaga bidan !
Peran dan fungsi :

Add caption

A1 :
Mencatat dan menyimpan hasil pemeriksaan dan penanganan
Melakukan koordinasi pada B
Memberikan laporan hasil pemeriksaan pada C dalam bentuk visum polisi oleh A2 dan A3
B:
Membantu kekerasan terhadap perempuan ke jalur hukum
Melakukan koordinasi pada A dan C
Melakukan sosialisasi upaya kekerasan terhadap perempuan pada masyarakat
Membantu dan koordinasi kepada B
Membantu menyelesaikan secara hukum kekerasan terhadap perempuan
Keterangan gambar :
KtP

: korban tindakan kekerasan terhadap perempuan

A1

: Bidan sebagai tenaga kesehatan terdepan/tenaga kesehatan lain

A2

: Puskesmas dimana ada tenaga medis

A3

: RS sebagai tempat rujukan

A4

: Dinas kes. Sebagai penerima laporan

: LSM

: Lembaga hukum (Polisi, pengacara, LBH, dan lainnya)