Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

Hubungan fisika dengan Farmasi

DISUSUN OLEH :
LINDASARI SAFITRI (201310410311034)

Prodi Farmasi
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang
2013/2014

Kata Pengantar
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali
yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala
berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah tentang Hubungan fisika dengan farmasi
Farmasi pada dasarnya merupakan sistem pengetahuan (ilmu, teknologi dan sosial
budaya) yang mengupayakan dan menyelenggarakan jasa kesehatan dengan melibatkan
dirinya dalam mendalami, memperluas, menghasilkan dan mengembangkan pengetahuan
tentang obat dalam arti dan dampak obat yang seluas-luasnya serta efek dan pengaruh obat
pada manusia dan hewan.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang hubungan fisika
dengan farmasi yang sangat diperlukan dalam satu harapan akan lebih memahami bagaimana
hubungan fisika dengan farmasi dan Untuk menumbuhkan kompetensi dalam sistem
pengetahuan farmasi menyaring dan menyerap pengetahuan yang relevan dari fisika,
pengetahuan ini dikaji, diuji, diorganisir, ditransformasi dan diterapkan.
Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang sudah mendukung penyusunan makalah ini. Selanjutnya penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sehingga akan menumbuhkan rasa
syukur kami kepada rahmat Allah SWT dan dalam hal perbaikan makalah ini ke depannya.
Malang, 22 Oktober 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Larutan merupakan suatu campuran homogen antara 2 zat dari molekul, atom ataupun

ion dimana zat yang dimaksud disini adalah zat padat, minyak larut dalam air.
Kelarutan suatu senyawa bergantung pada sifat fisika dan kimia zat terlarut dan
pelarut, juga bergantung pada faktor temperatur, tekanan, pH larutan, dan untuk jumlah yang
lebih kecil, bergantung pada hal terbaginya zat terlarut. Adapun kelarutan didefenisikan
dalam besaran kuantitatif sebagai konsentrasi zat terlarut dalam larutan jeuh pada temperatur
tertentu, dan secara kualitatif didefenisikan sebagai interaksi spontan dari dua atau lebih zat
untuk membentuk dispersi molekuler homogen.
Kelarutan dalam besaran kuantitatif didefinisikan sebagai konsentrasi zat terlarut
dalam larutan jenuh pada temperatur tertentu, sedangkan secara kualitatif didefinisikan
sebagai interaksi spontan dari dua atau lebih zat untuk membentuk dispersi molekuler
homogen. Menurut U.S. Pharmacopeia dan National Formulary definisi kelarutan obat adalah
jumlah ml pelarut di mana akan larut 1 gram zat terlarut.
Dalam bidang farmasi kelarutan sangat penting, karena dapat mengetahui

dapat

membantu dalam memilih medium pelarut yang paling baik untuk obat atau kombinasi obat,
membantu mengatasi kesulitan-kesulitan tertentu yang timbul pada waktu pembuatan
larutan farmasetis (dibidang farmasi) dan lebih jauh lagi dapat bertindak sebagai standar atau
uji kelarutan.

1.2 Rumusan Masalah


1. apa definisi dari kelarutan ?
2. bagaimana interaksi pelarut dengan zat terlarut?
3. bagaimana kelarutan gas dalam cairan ?
4. bagaimana kelarutan cairan dalam cairan ?
5. bagaimana kelarutan zat padat dalam cairan ?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 DEFINISI KELARUTAN
Kelarutan diartikan sebagai konsentrasi bahan terlarut dalam suatu larutan jenuh pada
suatu suhu tertentu. Larutan sebagai campuran homogen bahan yang berlainan. Untuk
dibedakan antara larutan dari gas, cairan dan bahan padat dalam cairan. Disamping itu
terdapat larutan dalam keadaan padat (misalnya gelas, pembentukan kristal campuran). (1 :
589)
Kelarutan didefenisikan dalam besaran kuantitatif sebagai konsentrasi zat terlarut
dalam larutan jenuh pada temperatur tertentu, dan secara kualitatif didefenisikan sebagai
interaksi spontan dari dua atau lebih zat untuk membentuk dispersi molekuler homogen.
Larutan dinyatakan dalam mili liter pelarut yang dapat melarutkan satu gram zat. Misalnya 1
gram asam salisilat akan larut dalam 500 ml air. Kelarutan dapat pula dinyatakan dalam
satuan molalitas, molaritas dan persen (2; 16).
Dalam istilah farmasi, larutan didefinisikan sebagai sediaan cair yang mengandung
satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahanbahannya, cara peracikan atau penggunaanya, tidak dimasukkan kedalam golongan produk
lainnya. (3 : 304)
Pelepasan zat dari bentuk sediannya sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kimia dan
fisika zat tersebut serta formulasinya. Pada prinsipnya obat baru dapat diabsorbsi setelah zat
aktifnya terlarut dalam cairan usus, sehingga salah satu usaha untuk mempertinggi efek
farmakologi dari sediaan adalah dengan menaikkan kelarutan zat aktifnya (2; 16).
Kelarutan suatu bahan dalam suatu pelarut tertentu menunjukkan konsentrasi
maksimum larutan yang dapat dibuat dari bahan dan pelarut tersebut. Bila suatu pelarut pada
suhu tertentu melarutkan semua zat terlarut sampai batas daya melarutkannya, larutan ini
disebut larutan jenuh. (3 : 306)
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan suatu zat adalah:
(2 :16)
1. pH
2. Temperatur
3. Jenis pelarut

4. Bentuk dan ukuran partikel


5. Konstanta dielektrik pelarut
6. Adanya zat-zat lain, misalnya surfaktan pembentuk kompleks ion sejenis dan lain-lain.
Kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas pelarut yaitu oleh momen
dipolnya. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionic dan zat polar lainnya. Sesuai dengan itu,
air bercampur dengan alcohol dalam segala perbandingan dengan melarutkan gula dan
senyawa polihidroksi lain.
Berdasarkan zat terlarutnya, di bedakan menjadi 3:

Larutan jenuh adalah suatu larutan dimana zat terlarut berada dalam kesetimbangan

dengan fase padat(zat terlarut)


larutaan tidak jenuh atau hampir jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat
terlarut dalam konsentrasi di bawah konsentrasi yang dibutuhkan untuk penjenuhan

sempurna pada temperature tertentu


larutan lewat jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam
konsentrasi lebih banyak daipada yang seharusnya ada pada temperature tertent,
terdapat juga zat terlarut yang tidak larut

Kelarutan. Kelarutan obat dapat dinyatakan dalam beberapa cara. Menurut U.S
pharmacopela dan National Formulary. Kelarutan obat adalah jumlah ml pelarut dimana akan
larut 1 gram zat terlarut.
2.2 INTERAKSI PELARUT-ZAT TERLARUT
Pelarut Polar.kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas dari pelarut, yaitu
oleh dipole momennya. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionic dan zat polar lain. Sesuai
dengan itu, air bercampur dengan alcohol dalam segala perbandingan dan melarutkan gula
dan senyawa polihidroksi yang lain.
Singkatnya, pelarut polar sebagai air bertindak sebagai pelarut menurut mekanisme
berikut ini
disebabkan karena tingginya tetapan dielektrik yaitu sekitar 80 untuk air, pelarut
polar menguragi gaya tarik menarik antara ion dalam Kristal yang bermuatan
berlawanan seperti natrium klorida. Kloroform mempunyai tetapan dielektrik 5 dan

benzene sekitar 1 atau 2, oleh karena itu senyawa ionic praktis tidak larut dalam
pelarut ini
pelarut polar memecahkan ikatan kovalen dari elektrolit kuat dengan reaksi asam
basa karena pelarut ini amfiprotik.
Akhirnya pelarut polar mampu mengsolvasi molekul dan ion adanya gaya interaksi
dipole, terutama pembentukan ikatan hydrogen, yang menyebabkan kelarutan dari
senyawa tersebut
Pelarut nonpolar. Aksi pelarut dari cairan nonpolar, seperti hidrokarbon, berbeda
dengan zat polar. Pelarut non polar tidak dapat mengurangi gaya tarik-menarik antara ion-ion
elektrolit kuat dan lemah, karena tetapan dielektrik pelarut yang rendah.
Pelarut semipolar. Pelarut semi polar seperti keton dan alcohol dapat menginduksi
suatu derajat polaritas tertentu dalam molekul pelarut nonpolar, sehingga menjadi dapat larut
dalam alcohol
2.3 KELARUTAN GAS DALAM CAIRAN
Kelarutan gas dalam cairan adalah konsentrasi gas terlarut apabila berada dalam
kkeseimbangan dengan gas murrni di atas larutan. Kelarutan terutama bergantung pada :
o Tekanan.pertimbangan yang penting dalam larutan gas karena tekanan mengubah
kalarutan gas terlarut dalam kesetimbangan, laarutan yang sangat encer, pada
temperature konstan, konntraksi gas terlarut sebanding dengan tekanan parsial gas di
atas larutan pada kesetimbangan.
o Temperatur.temperatur juga mempunyai pengaruh yang nyata pada kelarutan gas
dalam cairan. Apabila temperature naik, kelarutan gas umumnya turun, disebabkan
karena kecennderungan gas yang besar untuk berekspansi
o Pengusiran Garam.pengaruh pengusiran garam dapat diperlihatkan dengan
menambah sejumlah kecil garam ke dalam larutan berkarbon
o Pengaruh reaksi Kimia.gas seperti hidroklorida, amonia, dan karbon dioksida
memperlihatkan penyimpangan sebagai akibat adanya reaksi kimia antara gas dan
pelarut,biasanya dengan hasil meningkaatnya kelarutan.
o Perhitungan kelarutan. Kelarutan gas dalam cairan dapat dinyatakan baik dengan
tatapan HUKUM HENDRY maupun dengan KOEFISIEN ABSORPSI BUNSEN.
2.4 KELARUTAN CAIRAN DALAM CAIRAN

Larutan Ideal dan Larutan Nyata. Campuran dikatakan ideal apabila kedua
komponeen larutan biner mengikuti hokum Roult untuk seluruh komposisi. Jika salah satu
komponen menunjukkan penyimpangan negative, dapat diperlihatkan dengan penggunaan
termodinamika bahwa komponen lain harus juga menunjukkan penyimpangan negative.
Tercampur Sempurna.bercampur dalam segala perbandingan. Campuran cairan
yang bercampur sempurna umumnya tidak merupakan suatu masalah untuk para ahli farmasi
dan tidak perlu dipermasalahkan lebih lanjut.
Tercampur Sebagian.apabila air dan eter atau air dan fenol dicampur dalam jumlah
tertentu, akan terbentuk 2 lapisan cairan, masing-masing caairan mengandung cairan lain
dalm keadaan terlarut.
Pengaruh Zat Asing.penambahan suatu zat ke dalam system cauran biner
menghasilkan system terner yaitu suatu system yang mempunyai 3 komponen.
Hubungan Molekuler.mempunyai nilai yang bergantung pada gambar struktur dan
gugus fungsi dari molekul tertentu.

2.5 KELARUTAN ZAT PADAT DALAM CAIRAN

Laturan ideal.kelarutan zat padat dalam larutan ideal bergantung pada temperature, titik
leleh zat padat, panas peleburan Molar. Panas pelarutan sama dengan panas peleburan ,
yang dianggap konstan tidak bergantung pada temperature.

Larutan nonideal. Keaktifan zat terlarut dalam larutan dinyatakan sebagai konsentrasi
dikalikan dengan koefisian keaktifan.
Larutan tidak ideal dimana persamaan Scatchard-hildebrand diterapkan disebut

larutan regular. Larutan regular dapat lebih dimengerti dengan membandingkan terhadap
beberapa sifat larutan ideal.

Pendekatan Kelarutan Hildebrand yang Diperluas.menghitung kelarutan zat terlatut


polar dan nonpolar sampai pelarut yang sangat polar seperti alcohol,glikol dan air.
Kelayakan suatu pendekatan teoritis adalah kemampuan menghitung kelarutan obat

dalam pelarut campuran dan pelarut murni, dengan hanya menggunakan sifat fisika kimia
dasar zat terlarut dan pelarut.

Solvasi dan Asosiasi dalam Larutan Senyawa Polar.kombinasi khusus pelarut dan zat
terlarut disebut sebagai solvasi. Sedangkan asosiasi adalah apabila terjadi interaksi antara
molekul sejenis dari salah satu komponen dalam larutan .

Parameter Kelarutan (parsial) Berganda.untuk memperhitungkan sifat polar pelarut


yang di gunakan dalam industry cat, Burell mengelompokkan pelarut kedalam kapasitas
ikatan hydrogen rendah, sedang dan tinggi. Bersama-sama dengan parameter kelarutan
mempermudah pemilihan pelarut untuk cat, cinta, perekat, dan bahan-bahan peragangan
sejenisnya.
Dengan menggunakan parameter kelarutan parsial, para pengamatg dapat

memperkirakan kelarutan naftalen dalam sejumlah pelarut polar dan nonpolar. Parameter
kelarutan naftalen dalam 24 macam pelarut diperoleh dari pustaka dan diregresi terhadap
kuadrat perbedaan parameter kelarutan parsial dari naftalen.
Ringkasnya, konsep parameter kelarutan tidak ragu lagi akan diperpanjang di masa
mendatang untuk memasukkan efek akseptor proton dan donohr proton. Penelitian ini
memberikan perkiraan kuantitatif dari kelarutan obat. Pengetahuan yang di dapaat dari
penerapan pendekatan ini harus juga member andil pada pengerrtian umum lebih baik tentang
interaksi zat terlarut-pelarut.

Kelarutan Garam dalam Air. Kenaikan temperature menaikkan kelarutan zat padat
yang mengabsorpsi panas apabila dilarutkan. Pengaaruh ini sesuai dengan asa Le,
Chatelier, yang mengatakan bahwa system cenderung menyesuaikan diri dengan cara
sedemikian rupa sehingga akan melawan suatu tantangan
temperature

misalnya kenaikan

Kelarutan Elektrolit yang Sukar Larut. Apabila elektrolit yang sukar larut dilarutkan
untuk membentuk larutab jenuh, kelarutan digambarkan oleh tetapan khusus yang
dikenal dengan KSP dari senyawa.
Garam-garam yang tidak mempunyai ion yang sejenis dengan elektrolit yang sukar larut,

menghasilkan pengaruh yang berlawanan dengan pengarruh adanya ion sejenis: pada
konsentrasi sedang, garam ini menaikkan dan bukan menurunkan kelarutan karena adanya
penurunan koefisien keaktigfan

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kelarutan dalam besaran kuantitatif didefinisikan sebagai konsentrasi zat terlarut
dalam larutan jenuh pada temperatur tertentu, sedangkan secara kualitatif didefinisikan
sebagai interaksi spontan dari dua atau lebih zat untuk membentuk dispersi molekuler
homogen. Menurut U.S. Pharmacopeia dan National Formulary definisi kelarutan obat adalah
jumlah ml pelarut di mana akan larut 1 gram zat terlarut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan adalah pH, temperatur, jenis pelarut,
bentuk dan ukuran partikel, konstanta dielekrik pelarut, dan surfaktan, serta efek garam.
Semakin tinggi temperature maka akan mempercepat kelarutan zat, semakin kecil ukuran
partikel zat maka akan mempercepat kelarutan zat, dan dengan adanya garam akan
mengurangi kelarutan zat.
3.2 Saran
Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan
makalah ini.Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di
kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada
khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.