Anda di halaman 1dari 11

CRS MODUL PROSTODONTI

GTSL SIMPLE

OLEH

Oleh :
Utari Novhadi
0910342004

PEMBIMBING
drg. Bachtaruddin

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

Ilmu Prostodonsi adalah cabang dari ilmu kedokteran gigi yang mempelajari
cara penggantian gigi yang hilang dengan suatu gigi tiruan (dental prothesis).
Berdasarkan jumlah gigi yang hilang dan diganti dengan gigi palsu (artificial
teeth), maka prostodonsia dibagi menjadi dua bagian yaitu : gigi tiruan penuh (full
denture) dan gigi tiruan sebagian (partial denture). Gigi tiruan sebagian (partial
denture) dapat dibagi lagi menjadi gigi tiruan sebagian lepasan (removable
prosthodontics) dan gigi tiruan sebagian cekat (fixed prosthodontics).
Tujuan pembuatan gigi tiruan, baik itu gigi tiruan sebagian lepasan, gigi
tiruan cekat maupun gigi tiruan lengkap pada hakekatnya adalah untuk
memperbaiki fungsi: pengunyahan, pengucapan, estetis, menjaga kesehatan
jaringan serta mencegah kerusakan lebih lanjut dari struktur organ rongga mulut.
Diantara batasan usia pasien dewasa tersebut ada satu kelompok umur yang
memerlukan penanganan prostodonsia secara khusus. Perawatan prostodonsia
pada kelompok ini berkaitan dengan terjadinya berbagai perubahan pada diri
mereka disebabkan oleh pertambahan usia. Kelompok tersebut disebut dengan
kelompok manusia lanjut usia (Manula), yaitu kelompok individu berusia sekitar
65 tahun ke atas. Pada kelompok umur seperti ini selain telah terjadi berbagai
degradasi fisiologis yang banyak berpengaruh terhadap kondisi fisik, sering pula
ditemukan perubahan. Temperamen emosi, misalnya sifat pasien kembali berubah
kekanak-kanakan, dan juga kemungkinan adanya penyakit-penyakit sistematik
yang menyertai usia lanjut.

BAB II
LAPORAN KASUS

A. Data Pasien
Nama

Gusri Randa

Umur

22 th

Jenis kelamin

Laki-laki

Operator

Utari Novhadi

Tgl pemeriksaan :

08-12-14

B. Pemeriksaan Subjektif
- CC : Pasien datang ingin dibuatkan gigi tiruan
- PI :
Gigi geraham kiri dan kanan bawah pasien sudah dicabut.
Pasien ingin dibuatkan gigi tiruan pada daerah tersebut agar gigi

yang ada tidak bergerak ke daerah yang tidak bergigi.


- PDH
:
Pasien pernah ke dokter gigi untuk mencabut gigi
PMH : Pasien sehat dan tidak menderita kelainan sistemik
FH : Ayah dan ibu pasien sehat, tidak menderita kelainan sistemik

C. Anamnesa Prostodonti
1. Status Umum
Pasien tidak menderita kelainan sistemik yang berhubungan dengan
pembuatan gigi tiruan
2. Status Khusus
- Gigi goyang
: (-)
- Perdarahan
: (-)
- Kerusakan gigi
: (-)
- Gigi tiruan
: tidak pernah
- Pencabutan terakhir : kira-kira 6 bulan yang lalu

Pemakaian gigi tiruan


Pasien tidak pernah memakai gigi tiruan penuh pada rahang atas dan
rahang bawah
Tujuan pembuatan gigi tiruan : pengunyahan

D. Pemeriksaan Ekstraoral
- Muka
: Lonjong
- Profil
: Cembung
- Pupil
: Sama tinggi
- Tragus
: Sama tinggi
- Hidung
: Simetris
- Rima oris
: Normal
- Bibir atas
: Normal, simetris
- Bibir bawah : Normal, simetris
- Sendi rahang : TAK
- Deviasi
: (-)
- Kelainan lain : (-)
E. Pemeriksaan Intraoral
- Higiene mulut : Sedang
- Kalkulus
: (+)
- Stain
: (+)
- Saliva
o Kuantitas : normal
o Kualitas : normal
- Lidah
o Ukuran
: normal
o Posisi wright : kelas II
o Mobilitas
: normal
- Refleks muntah : rendah
- Oklusi
: Stabil

F. Odontogram

G. Pemeriksaan Lain
- Vestibulum
Posterior Kiri
Dalam

Rahang Atas
Rahang Bawah
-

Posterior Kanan
Dalam

Prosesus Alveolaris
Rahang Atas

Bentuk
Ketinggian
Ketahanan
Jaringan
-

Anterior
-

Post.

Post.

Kiri
-

kanan

Frenulum
o Labialis superior
o Labialis inferior
o Bukalis RA kiri
o Bukalis RA kanan
o Bukalis RB kiri
o Bukalis RB kanan
o Lingualis

Rahang Bawah
Anterior

Post. kiri

Post. kanan

Anterior

Oval
Tinggi

Oval
Tinggi

Tinggi

Tinggi

: Sedang
: Sedang
: Sedang
: Sedang
: Sedang
: Sedang
: Sedang

Bentuk
Oval

PALATUM
Kedalaman
Sedang

Torus
Tidak ada

Alveolar tubercle
Ruang Retromilohioid
Torus Mandibula
Dasar Mulut

Kiri
Tidak ada
Normal

Kanan
Tidak ada
Normal

Eksostosis
Sikap Mental

Tidak ada
Filosofis

H. Kumpulan Data Utama


- Jaringan lunak rongga mulut sangat baik dan mendukung untuk dibuatkan
gigi tiruan sebagian
I. Diagnosa dan Rencana Perawatan
Rahang Atas
Rahang Bawah

Diagnosa
Klas I Mod 1P

Rencana Perawatan
Gigi tiruan sebagian
dengan elemen 36 dan 46
dan C clasp pada gigi 35
dan 45

J. Disain Gigi Tiruan

K. Tahapan Perawatan
1. Kunjungan 1 Anamnesa dan pencetakan anatomis
a. Tahap Klinis
- Pembuatan catatan interoklusal
- Penentuan warna gigi disesuaikan dengan gigi yang ada
b. Tahap Laboratoris
- Pembuatan model studi dan model kerja

- Pembuatan cangkolan
- Penanaman model kerja pada artikulator
- Pembuatan basis gigi tiruan dan bite rim
- Penyusunan gigi artifisial
- Modelir malam dan pemolesan
- Packing akrilik
- Finishing dan polishing akrilik
2. Kunjungan 2 Insersi gigi tiruan
a. Tahap Klinis
- Penyesuaian oklusi, jika ada traumatik oklusi maka diperiksa
menggunakan kertas artikulasi dan dilakukan pengurangan pada
daerah yang trauma
- Berikan instruksi pemakaian dan perawatan gigi tiruan
3. Kunjungan 3 Kontrol 1 gigi tiruan
a. Tahap Klinis
- Ditanyakan keluhan pasien, periksa apakah terdapat ulser atau luka
pada jaringan lunak rongga mulut
4. Kunjungan 4 Kontrol 2 gigi tiruan
a. Tahap Klinis
- Ditanyakan keluhan pasien, periksa apakah terdapat ulser atau luka
pada jaringan lunak rongga mulut, edukasi pasien untuk terus
menggunakan gigi tiruan dan merawat gigi tiruan dengan baik
TATA LAKSANA KASUS

Kunjungan 1 (08-12-14)
-

Pencetakan anatomi

Pembuatan model studi dan model kerja

Pengisian kartu status/diskusi

Pembuatan cangkolan

Penanaman model pada artikulator

Pembuatan basis gigi tiruan dan bite rim

Pemasangan anasir gigi

Modelir malam dan packing akrilik

Finishing dan polishing akrilik

Kunjungan 2 (05-01-15)
-

Insersi gig tiruan

Pengurangan bagian-bagian yang trauma

Instruksi pemakaian dan perawatan gigi tiruan

Kunjungan 3 (10-03-15)
-

Kontrol 1 gigi tiruan

Menanyakan keluhan pasien dan melihat apakah terdapat traumatik


oklusi atau luka pada jaringan lunak rongga mulut

Penyesuaian gigi tiruan

Kunjungan 4 (19-03-15)
-

Kontrol 2 gigi tiruan

BAB III
PEMBAHASAN

1.1 Tinjauan Pustaka


Gigi tiruan sebagian lepasan merupakan perawatan untuk
pergantian gigi yang hilang satu atau lebih, tetapi tidak semua gigi yang
hilang dari satu atau dua lengkung gigi. Ilmu gigi tiruan sebagian lepasan
dikenal pula sebagai Partial Denture Prosthetic atau Removeble Partial
Prsothodontics

Gambar 3.1 Gigi tituan sebagian lepasan

Tujuan pembuatan gigi tiruan menurut Pujoraharjo (2008), adalah:


1. Untuk memulihkan kembali fungsi pengunyahan yang berkurang karena
hilangnya satu atau lebih gigi asli.
2. Untuk memperbaiki estetika dan penampilan
3. Untuk memelihara dan mempertahankan jaringan mulut yang masih
tinggal
4. Untuk memulihkan kembali fungsi bicara
5. Pencegahan migrasi gigi

Akibat- akibat kehilangan gigi tanpa pengganti adalah :


1. Migrasi dan rotasi gigi yang masih tinggal
2. Erupsi berlebihan pada gigi yang msih tingal ( ekstrusi)
3. Penurunan efisiensi kunyah
4. Gangguan pada sendi temporo-mandibula
5. Beban berlebihan pada jaringan pendukung
6. Kelainan bicara
7. Memburuknya penampilan
8. Terganggunya kebersihan mulut
9. Atrisi pada gigi yang masih ada
10. Efek terhadap jaringan lunak mulut

Hal-hal penting dalam pembuatan gigi desain gigi tiruan, yaitu:


1. Gigi tiruan harus memuaskan
2. Pemeliharaan kesehatan jaringan
3. Oklusi yang baik
4. Higiene mulut dan pemeliharaan
5. Mempertimbangkan gaya-gaya yang akan bekerja pada gigi
tiruan saat berfungsi, sehingga gigi tiruan tetap stabil dan retentif.

1.2 Pembahasan
Pasien adalah seorang laki-laki berusia 22 tahun yang ingin
dibuatkan gigi tiruan pada gigi geraham kiri dan kanan bawah. Kondisi
pasien dan jaringan mulutnya baik, sehingga memungkinkan untuk
dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan.
Perawatan pada pengguna GTSL dapat dikatakan berhasil apabila :

Enak dipakai, nyaman dan menyenangkan

Dapat mengembalikan fungsi bicara, pengunyahan dan estetis

Dapat memelihara keadaan jaringan mulut.

Setelah diinsersi dan dilakukan kontrol, pasien sudah merasa nyaman dengan gigi
tiruan sebagian lepasan berbahan akriliknya.