Anda di halaman 1dari 10

Hubungan ilmu fisika dengan

Kesehatan serta Pengaruhnya dengan


Magnet dan Listrik

Nama : Rina Ardina Suprapto


NIM : 201310410311012

Program Studi Farmasi


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang
Tahun Akademik 2013-2014
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan paper ini dalam rangka
tugas PESMABA UMM Fakultas IKES, Prodi Farmasi tahun 213/2014 yang
berjudul hubungan ilmu fisika dengan kesahatan sertakaitanya dengan
magnet dan listrik.
Dengan harapan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan siapa
saja yang membaca makalah ini untuk memahami tentang ilmu fiska dan
kesehatan pada umumnya .
Penulis menyadari bahwa dalam mengolah makalah ini masih banyak
kekurangannya.

Oleh karena itu, penulis meminta maaf yang sebesar-

besarnya, jika ada kritik dan saran silahkan memberi tanggapan tersebut
kepada penulis. Semoga paper ini bisa bermanfaat bagi siapa saja.

Malang, 09-10-2013

Penulis
Rina ardina suprapto

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.........................................................................................1
KATA PENGANTAR........................................................................................2
DAFTAR ISI.....................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................4
A. Latar Belakang.............................................................................................4
B. Rumusan Masalah........................................................................................4
C. Tujuan penulisan...........................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................5
BAB III PENUTUP.........................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................11

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial ,karena manusia berinteraksi dengan
sesama sebagai penunjang dalam potensi rasa solidaritas dan keberrsamaan dengan
adanya rasa solidaritas dan kebersamaan dengan adanya rasa saling membutuhkan.
Keragaman jenis dan suku membuat klarifikasi yang terkadang menimbulkan
intimidasi mpada beberapa pihak tertentu, sehinggan tidak jarang ditemukan rasa
permusuhan demi mempertahankan rasa gengsi pada setiap jiwa manusia. Hal ini
disebabkan karena manusia dalam fitrahnya adalah mahluk yang mempunyai sisi
positif dan negatif.
Telah dibuktikan dari Ihsan Ilahi Dzahir dengan bukunya yang berjudul alQadianiyyah: Dirasat wa Tahlil , Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan
Agama, pada tahun 2008 . Manusia yang sebagai mahluk sosial yang dianugerahi
otak untuk berfikir, mengkaji dan menganalisis permasalahan yang terdapat di
sekitarnya , maka terkait dengan hubungannya dalam bidang keilmuan fisika dengan
ilmu kesehatan , maka makalah ini disusun dengan bertema hubungan farmasi
dengan fisika dan berjudul Hubungan Ilmu Fisika dengan Kesehatan serta
Kaitannya dengan Magnet dan Listrik.

B. Rumusan Masalah
Menyelaraskan dengan judul yang ditawarkan , maka makalah ini akan
merumuskan pembahasan sebagai berikut :
1. Apa saja ilmu fisika yang terdapat di dalam ilmu kesehatan ?
2. Apa mamfaat ilmu fisika bagi kesehatan serta pengaruhnya dengan magnet dan
listrik ?

C. Tujuan Penulisan
Maklah ini disajikan agar para pembaca nyaman dalam membacanya, oleh karena
itu makalah ini harus disajikan dengan berstruktur dan sistematis, maka dengan
keterkaitan perumusan masalah, maka penyusunan makalah ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman tentang hal sebagai berikut :
1. Mamfaat ilmu fisika bagi kesehatan.
2. Ilmu fisika yang terdapat di dalam ilmu kesehatan
BAB II
4

PEMBAHASAN

A. Mamfaat Ilmu Fisika Bagi Kesehatan Serta pengaruhnya dengan Magnet dan Listrik.
1. Mamfaat radiasi
Abad 20 ditandai dengan perkembangan yang menakjubkan di bidang ilmu
dan teknologi, termasuk disiplin ilmu dan teknologi kedokteran serta kesehatan.
Terobosan penting dalam bidang ilmu dan teknologi ini memberikan sumbangan
yang sangat berharga dalam diagnosis dan terapi berbagai penyakit termasuk
penyakit-penyakit yang menjadi lebih penting secara epidemologis sebagai
konsekuensi logis dari pembangunan di segala bidang yang telah meningkatkan
kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penggunaan isotop radioaktif dalam
kedokteran telah dimulai pada tahun 1901 oleh Henri DANLOS yang
menggunakan radium untuk pengobatan penyakit tubercolusis pada kulit.
Namun yang dianggap Bapak Ilmu Kedokteran Nuklir adalah George C. de
HEVESSY, dialah yang meletakkan dasar prinsip perunut dengan menggunakan
radioisotop alam Pb-212. Dengan ditemukannya radioisotop buatan maka
radioisotop alam tidak lagi digunakan.
Radioisotop buatan yang banyak dipakai pada masa awal perkembangan
kedokteran nuklir adalah I-131. Akan tetapi pemakaiannya kini telah terdesak
oleh Tc-99m selain karena sifatnya yang ideal dari segi proteksi radiasi dan
pembentukan citra juga dapat diperoleh dengan mudah serta relatif murah
harganya. Namun demikian I-131 masih sangat diperlukan untuk diagnostik dan
terapi, khususnya kanker kelenjar tiroid.
Perkembangan ilmu kedokteran nuklir yang sangat pesat tersebut
dimungkinkan berkat dukungan dari perkembangan teknologi instrumentasi
untuk pembuatan citra terutama dengan digunakannya komputer untuk
pengolahan data sehingga sistem instrumentasi yang dahulu hanya menggunakan
detektor radiasi biasa dengan sistem elektronik yang sederhana, kini telah
berkembang menjadi peralatan canggih kamera gamma dan kamera positron
yang dapat menampilkan citra alat tubuh, baik dua dimensi maupun tiga dimensi
serta statik maupun dinamik.
Dewasa ini, aplikasi teknik nuklir dalam bidang kesehatan telah
memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam menegakkan diagnosis
maupun terapi berbagai jenis penyakit. Berbagai disiplin ilmu kedokteran seperti
ilmu penyakit dalam, ilmu penyakit syaraf, ilmu penyakit jantung, dan
sebagainya telah mengambil manfaat dari teknik nuklir ini.

1. Kedokteran Nuklir
Ilmu Kedokteran Nuklir adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan
sumber radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan, untuk
mempelajari perubahan fisiologi, anatomi dan biokimia, sehingga dapat digunakan
untuk tujuan diagnostik, terapi dan penelitian kedokteran.
Pada studi in-vivo, setelah radioisotop dapat dimasukkan ke dalam tubuh pasien
melalui mulut atau suntikan atau dihirup lewat hidung dan sebagainya maka informasi
yang dapat diperoleh dari pasien dapat berupa:
1. Citra atau gambar dari organ atau bagian tubuh pasien yang dapat diperoleh dengan
bantuan peralatan yang disebut kamera gamma ataupun kamera positron (teknik
imaging)
2. Kurva-kurva kinetika radioisotop dalam organ atau bagian tubuh tertentu dan angkaangka yang menggambarkan akumulasi radioisotop dalam organ atau bagian tubuh
tertentu disamping citra atau gambar yang diperoleh dengan kamera gamma atau
kamera positron.
3. Radioaktivitas yang terdapat dalam contoh bahan biologis (darah, urine dsb) yang
diambil dari tubuh pasien, dicacah dengan instrumen yang dirangkaikan pada detektor
radiasi (teknik non-imaging).
Pemeriksaan kedokteran nuklir banyak membantu dalam mendiagnosis berbagai
penyakit seperti penyakit jantung koroner, penyakit kelenjar gondok, gangguan fungsi
ginjal, menentukan tahapan penyakit kanker dengan mendeteksi penyabran tulang,
mendeteksi pendarahan pada saluran pencernaan makanan dan menentukan lokasinya,
serta masih banyak lagi yang dapat diperoleh dari diagnosis dengan penerapan
teknologi nuklir yang pada saat ini berkembang pesat. Selain dapat mendiagnosis ,
kedokteran nuklir juga berperan dalam terapi-terapi penyakit tertentu : misalnya
kanker kelenjar gondok, hiperfungsi kelenjar gondok yang membandel terhadap
pemberian obat-obatan non radiasi, keganasan sel darah merah, inflamasi
(peradangan)sendi yang sulit dikendalikan dengan menggunakan terapi obat-obatan
biasa.
Di Indonesia, kedokteran nuklir diperkenalkan pada akhir tahun 1960an, yaitu
setelah reaktor atom Indonesia yang pertama mulai dioperasikan di Bandung. Beberapa
tenaga ahli Indonesia dibantu oleh tenaga ahli dari luar negeri merintis pendirian suatu
unit kedokteran nuklir di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Nuklir di
Bandung. Unit ini merupakan cikal bakal Unit Kedokteran Nuklir RSU Hasan Sadikin,
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Menyusul kemudian unit-unit berikutnya
di Jakarta (RSCM, RSPP, RS Gatot Subroto) dan di Surabaya (RS Sutomo). Pada tahun
1980-an didirikan unit-unit kedokteran nuklir berikutnya di RS sardjito (Yogyakarta)
RS Kariadi (Semarang), RS Jantung harapan Kita (Jakarta) dan RS Fatmawati
(Jakarta).
2. Pemamfaatan teknik nuklir di luar kedokteran nuklir
6

Di luar kedokteran nuklir, teknik nuklir masih banyak memberikan sumbangan yang
besar bagi kedokteran serta kesehatan, misalnya:
a. Teknik Pengaktifan Neutron
Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh
terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat
kecil (Co,Cr,F,Fe,Mn,Se,Si,V,Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda
konvensional. Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan
kepekaannya sangat tinggi.

b. Penentuan Kerapatan Tulang dengan Bone Densitometer


Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan
radiasi gamma atau sinar-x. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-x
yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral
kalsium dalam tulang. Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada
alat bone densitometer tersebut. Teknik ini bermanfaat untuk membantu
mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita
pada usia menopause (matihaid) sehingga menyebabkan tulang muda patah.

c. Three Dimensional Conformal Radiotherapy (3D-CRT)

Terapi Radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat

pembangkit radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker.


Perkembangan teknik elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua
dekade ini telah membawa perkembangan pesat dalam teknologi radioterapi.
Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi terakhir telah
dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan sangat presisi dan
tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat selektif untuk
membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi, memformulasikan
serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. Dengan
memanfaatkan teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda
pembedahan dengan menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya
(gamma knife). Dengan teknik ini kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau
dengan pisau bedah konvensional menjadi dapat diatasi dengan baik oleh pisau
gamma ini, bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa
merusak jaringan di luar target.

B. Ilmu Fisika yang Terdapat di dalam Kesehatan


1. Pengaruh Suhu Tubuh
Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi
adalah elemen-elemen dari homeostasis. Konduksi adalah perubahan panas tubuh
hewan karena kontak dengan suatu benda. Konveksi adalah transfer panas akibat
adanya gerakan udara atau cairan melalui permukaan tubuh. Radiasi adalah emisi
7

dari energi elektromagnet. Radiasi dapat mentransfer panas antar obyek yang tidak
kontak langsung. Sebagai contoh, radiasi sinar matahari. Evaporasi proses
kehilangan panas dari permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas.
Beberapa adaptasi hewan untuk mengurangi kehilangan panas, misalnya adanya
bulu dan rambut pada burung dan mamalia, otot, dan modifikasi sistim sirkulasi di
bagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat
exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Perilaku
adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi. Migrasi,
relokasi, dan sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk menurunkan atau
menaikkan suhu tubuh. Gajah di daerah tropis untuk menurunkan suhu tubuh
dengan cara mandi atau mengipaskan daun telinga ke tubuh. Manusia menggunakan
pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam termoregulasi.
Alat dan Bahan :
1. Themometer pengukur suhu tubuh
2. Kapas
3. Alkohol
Cara Kerja:
a. Sebelum anda mengukur suhu tubuh, catatlah suhu lingkungan dan waktu
pengukuran.
b. Ukurlah suhu tubuh anda dengan menempatkan termometer ke ketiak anda.
c. Sebelum digunakan, termometer dikibaskan sampai air raksanya mencapai garis
0 terendah yaitu sekitar 35 C. Selain itu bersihkan ujung termometer dengan
kapas yang dibasahi alkohol.
d. Letakkan termometer itu di ketiak anda dan diamkan selama 5 menit.
e.
Setelah itu, baca skala termometer yang menunjukkan suhu badan.
2. Pemindahan Bahan.
Pengertian pemindahan beban secara manual, menurut American Material
Handling Society bahwa material handling dinyatakan sebagai seni dan ilmu
yang meliputi penanganan (handling), pemindahan (moving), Pengepakan
(packaging), penyimpanan (storing) dan pengawasan (controlling) dari material
dengan segala bentuknya.(Wignjosoebroto, 1996).
3. Biomekanika
Biomekanika adalah disiplin sumber ilmu yang mengintegrasikan faktorfaktor yang mempengaruhi gerakan manusia, yang diambil dari pengetahuan
dasar seperti fisika, matematika, kimia, fisiologi, anatomi dan konsep rekayasa
untuk menganalisa gaya yang terjadi pada tubuh. Kinerja faal dan kenyamanan
dari pekerja sudah terbukti sangat menunjang tingkat produktivitas pekerja,
dengan demikian para penanggung jawab keselamatan dan kenyamanan kerja
harus memikirkan faktor bahaya-bahaya biomekanika.
Sebaiknya aktifitas MMH tidak membahayakan pekerja dan tidak
menimbulkan rasa sakit pada pekerja. Sebaiknya aktivitas MMH tidak

membahayakan pekerja dan tidak menimbulkan sakit pinggang, sakit pundak


atau pergelangan tangan yang membuat pekerja menderita.
4. Biomekanika Terapan
NIOSH (National For Occupational Safety and Health) adalah suatu
lembaga yang menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja di Amerika,
telah melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang bepengaruh terhadap
biomekanika yaitu:
1. Berat dari benda yang dipindahkan, hal ini ditentukan oleh pembebanan
langsung.
2. Posisi pembebanan dengan mengacu pada tubuh, dipengaruhi oleh:
a. Jarak horisontal beban yang dipindahkan dari titik berat tubuh.
b. Jarak vertikal beban yang dipindahkan dari lantai.
3. Frekuensi pemindahan dicatat sebagai rata-rata pemindahan/menit untuk
pemindahan berfrekuensi tinggi.
4. Periode (durasi) total waktu yang diberlakukan dalam pemindahan pada suatu
pencatatan

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada akhirnya makalah ini sampai juga di bab terakhir , yaitu bab yang
menyimpulkan keseluruhannya , mulai dari pembahasan dan rumusan
masalahnya, maka dapar disimpulkan sebagai berikut:
1.
Teknologi ini memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam
diagnosis dan terapi berbagai penyakit termasuk penyakit-penyakit yang
menjadi lebih penting secara epidemologis sebagai konsekuensi logis dari
pembangunan di segala bidang yang telah meningkatkan kondisi sosial ekonomi
masyarakat.
2.
Ilmu Kedokteran Nuklir adalah cabang ilmu kedokteran yang
menggunakan sumber radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida
buatan, untuk mempelajari perubahan fisiologi, anatomi dan biokimia, sehingga
dapat digunakan untuk tujuan diagnostik, terapi dan penelitian kedokteran.
Pada kedokteran Nuklir, radioisotop dapat dimasukkan ke dalam tubuh pasien
(studi invivo) maupun hanya direaksikan saja dengan bahan biologis antara lain
darah, cairan lambung, urine da sebagainya, yang diambil dari tubuh pasien
yang lebih dikenal sebagai studi in-vitro (dalam gelas percobaan).
9

3.

Dalam bidangnya ternyata ilmu fisika mempunyai korelasi dengan ilmu

kesehatan.
B. Saran
Sebagaimana lahirnya suatu karya , tidak semua akan terlahir dengan
sempurna , oleh karena itu kesempuurnaan terjadi jika subuah karya itu bermamfaat
bagi orang lain dan juga dirinya sendiri,seperti itu harapan dari penyusun ketika
makalah ini sampai ke pembaca , semoga pembaca biisa memanfaatkanya sebaik
mungkin. Kembali kepada sisi kemanusiaan, manusia tidak luput dari kesalahan dan
khilaf oleh karena itu sekiranya dengan sikap bijak penyusun harapkan motivasi
membangun dalam bentuk kritik dan saran.
Pada akhirnya penyusun hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tidak
terhingga dengan kesempatan dan perhatian yang diberikan setidaknya permohonan
maaf atas segala kesalahan dan kelalaian dalam makalah ini. Semoga segala bentuk
pekerjaan yang memulai dengan niat yang tulus akan membuahkan keridhaan Tuhan
yang Maha Esa.

Daftar Pustaka
Anonim. Gelombang Elektromagnetik. Diakses dari http://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=gelombang%20elektromagnetik
%20pdf&source=web&cd=1&ved=0CB8QFjAA&url=http%3A%2F
%2Fftpitp09.blogdetik.com%2Ffiles%2F2010%2F03%2F22_gelombangelektromagnetik.pdf&ei=EGRkT4XdHoOGrAfn6C8Bw&usg=AFQjCNGuDELbP3WbuiKAwZyrBMrs5etK6A di posting pada 9
oktober 2013

10