Anda di halaman 1dari 14

APLIKASI TEKANAN PADA PEMBUATAN

AEROSOL

Disusun :
Nama

: Irda Rizky Wiharti

NIM

: 201310410311005

Jurusan : Farmasi A

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


2013/2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah Prinsip Tekanan
Untuk Pembuatan Aerosol.
Semoga makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan
kita mengenai pengertian, cara kerja dari aerosol tersebut. Saya juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang diharapkan.
Untuk itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Malang, 16 Oktober 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar....................................................................................................................i
Daftar Isi.............................................................................................................................ii
Pendahuluan .....................................................................................................................iii
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................iv
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................v
1.3 Tujuan.................................................................................................................vi
Isi .......................................................................................................................................1
1. Cara Kerja Aerosol ...............................................................................................1
2. Jenis atau Sistem Aerosol......................................................................................2
3. Kelengkapan atau Komponen Aerosol .................................................................3
Penutup 14
Daftar Pustaka...................................................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Istilah aerosoldi gunakan untuk sediaan semprotan kabut tipis dari

sistem bertekanan tinggi.Sering di salah artikan pada semua jenis sediaan


bertekanan,sebagian di antaranya melepaskan busa atau cairan setengan
padat.
Menurut FI III : Aerosol adalah sediaan yang mengandung satu atau lebih zat
berkhasiat dalam wadah yang diberi tekanan, berisi propelan atau campuran propelan yang
cukup untuk memancarkan isinya hingga habis, dapat digunakan untuk obat luar atau obat
dalam dengan menggunakan propelan yang cukup.
Menurut FI IV : Aerosol farmasetik adalah sediaan yang dikemas dibawah tekanan,
mengandung zat aktif terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan.
Sediaan ini digunakan untuk pemakaiaan topical pada kulit dan juga pemakaiaan local pada
hidung ( aerosol nasal ), mulut ( aerosol lingual ) atau paru-paru ( aerosol inhalasi ) ukuran
partikel untuk aerosol inhalasi harus lebih kecil dari 10 mm, sering disebut juga inhaler
dosis turukur . Aerosol Busa adalah emulsi yang mengandung satu atau lebih zat aktif,
surfaktan, cairan mengandung air atau tidak, dan propelan.Dalam literatur lain, aerosol
adalah suatu sistem koloid lipofob (hidrofil), dimana fase eksternalnya berupa gas atau
campuran gas dan fase internalnya berupa partikel zat cair yang terbagi sangat halus atau
partikel-partikelnya tidak padat, ukuran partikel tersebut lebih kecil dari 50 mm. jika partikel
internal terdiri dari partikel zat cair, system koloid itu berupa awan atau embun. Jika partikel
internal terdiri ndari partikel zat padat, system koloid itu berupa asap atau debu.
Pembuatan aerosol menggunakan prinsip dasar fisika yaitu tekanan. Tekanan berguna
untuk mengeluarkan zat yang ada didalam botol tersebut. Hal ini akan memudahkan
pemakainya, dan praktis untuk penyimpanan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara kerja dari aerosol?
2. Apa saja jenis atau sistem aerosol?
3. Apa saja kelengkapan atau kompenen aerosol?
2.2

Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui cara kerja dari aerosol
2. Untuk mengetahui jenis atau tipe aerosol
3. Untuk mengetahui kelengkapan atau komponen aerosol

BAB II
PEMBAHASAN

1. Cara Kerja Aerosol

Prinsip kerja dari aerosol adalah suatu cairan yang disimpan dalam tekanan yang tinggi
digunakan untuk mendorong cairan lainnya keluar dari kaleng. Penemunya sendiri,
terinspirasi menemukan aerosol setelah melihat minuman ringan yang menyembur keluar
setelah kalengnya dikocok. Kaleng aerosol akan diisi dengan dua jenis zat. Satu cairan dengan
titik didih di bawah suhu kamar yang disebut propelan, dan satu cairan lagi dengan titik didih
pada temperatur yang jauh lebih tinggi dibanding propelan yang disebut produk. Produk
adalah zat yang anda gunakan, seperti obat, parfum, dan obat nyamuk. Propelan adalah cairan
yang digunakan untuk mendorong produk keluar dari kaleng ( pada awalnya propelan
menggunakan CFC, sekarang digunakan bahan propelan lain).
Propelan berfungsi untuk memberikan tekanan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan
produk dari kaleng dan dalam kombinasi dengan komponen lain mengubah produk ke bentuk
fisik yang diinginkan. Ketika katup ditekan dan terbuka, tekanan pada propelan cair di dalam
kaleng akan langsung berkurang. Karena tekanan yang berkurang ini, propelan mulai
mendidih dan menguap lalu membentuk lapisan gas di bagian atas kaleng. Lapisan gas
bertekanan tinggi ini selanjutnya akan mendorong produk cair, serta beberapa propelan cair,
melalui selang sampai ke mulut tabung.

2. Jenis atau Sistem Aerosol


Jenis atau sistem aerosol terdiri dari :
1) Sitem dua fase (gas dan cair)
2) Sistem tiga fase (gas, cair,dan padat atau cair).
a. Sistem dua fase (gas dan cair)
Terdiri atas larutan zat aktif dalam propelan cair dan propelan bentuk uap
Pelarut: etanol, propilenglikol, PEG unyuk menambahkan kelarutan zat aktif.
Aerosol sistem dua fase wadahnya berisi:
1) Fase gas dan fase air
2) Fase gas dan fase padat
Fase cair dapat terdiri dari kompenen komponen zat aktif atau campuran zat aktif
dengan dan propelan cair atau propelan yang didalamnya. Bekerja pada tekanan 30-40
p.s.i.g pada suhu21C. Contoh: insektisida, deodoran, (aerosol ruang/spacespray) dancat,
hairspray (aerosol pelapisruang/surface coating spray).

b. Sistem tiga fase (gas, cair, padat atau cair)


Terdiri atas suspensi atau emulsi zat aktif propelan cair, dan uap propelan.
Suspensi terdiri atas zat aktif yang dapat dispersikan dalam sistem propelan dengan
zat tambahan yang sesuai. Zat tambahan bisa berupa zat pembasah atau zat pembawa
padat seperti talk atau silika koloid. .
BJ propelan< BJ zat aktif maka propelan cair berada diantara lapisan uap dan zat
aktifnya. Beroperasi pada tekanan15 p.s.i.g pada suhu 21C.

3. Kelengkapan Atau Kompenen Aerosol


Kompenen aerosol terdiri dari wadah,propelen,konsentrat mengandung zat aktif, katup dan
penyemprot(aktuator).
a) Wadah
Berbagai bahan yang telah digunakan dalam pembuatan wadah aerosol, termasuk
(1) gelas, dilapisi atau tidak dilapisi plastik; (2) logam, termasuk kaleng yang disepuh
dengan baja, aluminium dan baja tidak berkarat (stainless steel); dan (3) plastik.
Pemilihan wadah untuk produk aerosol berdasarkan pada kemampuan penyesuaiannya
terhadap cara pembuatan, ketercampurannya dengan komponen formula, kemampuannya
untuk menahan tekanan yang diharapkan produk, kepentingannya dalam model dan daya
tarik estetik pada bagian pembuatan pembiayaan.
Ini bukan untuk kerapukan dan bahaya pecahnya, wadah gelas lebih dipilih untuk
sebagian besar aerosol. Gelas mencegah lebih banyak persoalan yang disebabkan oleh
ketidak campuran secara kimia dengan formulasi dari pada yang terjadi dengan wadah
logam dan bukan menjadi sasaran karat. Gelas juga lebih dapat disesuaikan dengan
kreativitas model. Segi negatifnya, wadah gelas harus direncanakan tepat untuk
menghasilkan tekanan maksimum yang aman dari daya tahan tekan yang kuat. Lapisan
plastik umum dipakai di permukaan luar wadah gelas untuk membuatnya lebih tahan
terhadap kepecahan yang tidak disengaja, dan bila pecah, lapisan plastik mencegah
penyebaran pecahan-pecahan gelas. Bila tekanan total sistem aerosol di bawah 25 p.s.i.g
dan tidak lebih dari 50% propelan digunakan, wadah gelas diperhitungkan cukup aman.
Bila diperlukan, lapisan dalam wadah gelas dapat dilapisi, untuk membuatnya lebih tahan
terhadap zat-zat kimia dari bahan-bahan formulasi.
Pada saat sekarang, wadah kaleng yang disepuh dengan baja yang paling banyak
digunakan dari wadah logam untuk aerosol. Karena bahan awal yang digunakan dalam
bentuk lapisan-lapisan, tabung aerosol yang lengkap dilipat dan dipatri untuk
mendapatkan unit yang tertutup. Bila dikehendai, lapisan penjaga khusus digunakan
dalam wadah untuk mencegah berkarat dan interaksi antara wadah dan formula. Wadah
harus dicoba hati-hati sebelum diisi. Untuk menjamin bahwa tidak ada kebocoran pada
lipatan atau pada lapisan penjaga, yang akan membuat wadah lemah atau menjadi sasaran
karat.

Wadah aluminium terbanyak dibuat dengan penjuluran atau dengan cara lain yang
membuatnya tanpa lipatan. Wadah ini mempunyai keuntungan melebihi jenis wadah yang
dilipat dalam hal keamanannya terhadap kebocoran, ketidakcampuran, dan karat. Baja
tidak berkarat, digunakan untuk mendapatkan wadah aerosol volume kecil tertentu
dimana dibutuhkan daya tahan yang besar terhadap zat-zat kimia. Keterbatasan
pemakaian baja tidak berkarat ini adalah biayanya yang tinggi.
Wadah plastik tidak selalu berhasil baik sebagai pengemas aerosol karena sifatnya
yang tidak ditembus oleh uap dalam wadah. Juga, interaksi tertentu obat plastik telah
terjadi yang mempengaruhi penglepasan obat dari wadah dan menurunkan efektivitas
produk.
b) Propelan
Propelen berfungsi memberikan tekanan yang dibutuhkan untuk mengekuarkan
bahan dari wadah dan dalam kombinasi dengan komponen lain mengubah bahan
kebentuk fisik yang di inginkan. Sebagai propelan digunakan gas yang dicairkan atau gas
yang dimampatkan misalnya hidrokarbon, khususnya turunan fluoroklorometana, etana,
butana dan pentana (gas yang dicairkan), CO2, N2, dan Nitrosa (gas yang dimampatkan).
Sebagai propelan digunakan gas yang di cairkan atau gas yang di mampatkan, misalkan
hidrokarbon. Sistem propelan yang baik harus mempunyai tekanan uap yang tepat dan
sesuai.
c) Kosentrat mengandung zat aktif
Kosentrat zat aktif mengunakan pelarut pembantu untuk memperbaiki kelarutan zat
aktif atau formulasi dalam propelan misalnya etanol, propilenglikol.
d) Katup
Fungsi katup terpasang adalah untuk memungkinkan penglepasan isi wadah dari
tabung dalam bentuk yang diinginkan dengan kecepatan yang diinginkan dan dengan
adanya katup yang berukuran, dalam jumlah/dosis yang tepat. Bahan yang digunakan
dalam pembuatan katup harus disetujui oleh FDA. Di antara bahan-bahan yang
digunakan dalam pembuatan berbagai katup ialah plastik, karet, aluminium, dan baja
tidak berkarat.
Katup aerosol terpasang biasanya terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :

Aktuator;
Aktuator adalah konsep yang ditekankan oleh pemakai untuk mengaktifkan
katup terpasang untuk pemancaran produk. Aktuator memungkinkan pembukaan dan
penutupan katup dengan mudah. Ini terjadi lewat lubang pada aktuator dimana produk
dilepaskan. Modal ruang dalam dan ukuran lubang pemancar di aktuator berperan pada
bentuk fisik produk yang dilepas (kabut, semprotan halus, aliran zat padat, atau busa).
Campuran jenis dan jumlah propelan yang digunakan, model aktuator dan ukuran
mengontrol besarnya partikel produk yang dipancarkan. Lebih besar lubang (dan lebih
sedikit propelan) yang digunakan untuk memancarkan produk dalam bentuk busa atau
aliran padat dibandingkan untuk memancarkan produk dalam bentuk semprotan atau

kabut.
Tangkai;
Tangkai membantu aktuator dan pengeluaran produk dalam bentuk yang tepat ke

ruangan aktuator.
Pengikat;
Pengikat ditempatkan dengan tepat (pas) terhadap tangkai, untuk mencegah

kebocoran formula bila katup pada posisi tertutup.


Pegas;
Pegas memegang pengikat pada tempatnya dan juga merupakan mekanisme yang
menarik kembali aktuator ketika tekanan dilepaskan, kemudian mengembalikan katup

ke posisi semula.
Lengkungan bantalan;
Lengkungan bantalan terikat pada tabung aerosol atau wadah, berperan dalam
pemegangan katup ditempatkannya. Karena bagian bawah lengkung bantalan ini
terkena formula, maka ia harus mendapat perhitungan atau pertimbangan yang sama
dengan bagian dalam wadah, agar kriteria ketercampuran dipenuhi. Bila diperlukan,
harus dilapisi dengan bahan yagn inert (seperti resin epoksi atau vinil) untuk

mencegah interaksi yang tidak dikehendaki.


Badan;
Badan terletak langsung di bawah lengkung bantalan berperan dalam
menghubungkan pipa tercelup dengan tangkai dan aktuator. Bersama dengan tangkai,
lubangnya membantu menentukan kecepatan penglepasan bentuk produk yang

dikeluarkan.
Pipa tercelup;

Pipa tercelup, memanjang dari badan menurun masuk ke dalam produk, berperan
untuk membawa formula dari wadah ke katup. Kekentalan produk dan kecepatan
penglepasan yang dituju ditentukan oleh besarnya pelebaran dimensi (ukuran) dalam
pipa tercelup dan badan untuk produk tertentu.
Aktuator, tangkai, badan, dan pipa tercelup umumnya dibuat dari plastik, lengkung
bantalan dan pegas dari logam, pengikat dari karet atau plastik yang sebelumnya telah
diteliti ketahannya terhadap formula.
Katup pengukur digunakan bila formula adalah obat yang kuat, seperti pada terapi
inhalasi. Di sini dipakai sistem katup pengukur, jumlah bahan yang dilepaskan diatur oleh
ruang katup pembantu berdasarkan pada kapasitasnya atau ukurannya. Tekanan tunggal
pada aktuator menyebabkan pengosongan ruangan ini dan penglepasan ini. Keutuhan
ruang dikontrol oleh mekanisme dua katup. Bila katup aktuator pada posisi tertutup,
penutup antara ruang dan udara luar diaktifkan. Akan tetapi, pada posisi ini ruangan
dimungkinkan untuk diisi dengan isi dari wadah karena penutup antara ruang dengan
wadah terbuka. Penekanan aktuator menyebabkan pembalikan secara serentak kedudukan
penutup, ruang menjadi terbuka ke arah udara luar, melepaskan isinya dan pada waktu
yang sama ruang tertutup terhadap isi wadah. Pada penglepasan aktuator, sistem
dikembalikan untuk mendapatkan dosis berikutnya. USP memuat pemeriksaan penentuan
jumlah yang dilepas katup pengukur secara kuantitatif.
Produk aerosol hampir seluruhnya mempunyai tutup pengaman atau penutup yang
pas tepat di atas katup dan lengkung bantalan. Pemberian tutup ini untuk menjaga katup
dari pengotoran debu dan kotoran. Tutup umumnya dibuat dari plastik atau logam dan
juga memberi fungsi dekoratif.
e) Penyemprot atau actuator
Penyemprot atau actuator adalah alat yang di letakan pada batang katup aerosol
yang jika ditekan, membuka katup dan mengatur semprotan yang mengandung obat
kedaerah yang di inginkan.
Pem
buatan Aerosol
Pembuatan aerosol di lakukan dengan peroses pendinginan dan pengisian dengan
tekanan.

Proses pengisian dengan pendinginan:


Kosentrat (umumnya di dinginkan sampai suhu di bawah 0 C)dan propelan dingin yang
telah di ukur di masukan ke dalam wadah terbuka. Katup menyemprot kemudian di pasang
pada wadah hingga membentuk tutup kedap tekanan,
Selama interval penambah propelan dan pemasangan katup terjadi penguapan propelan
yang cukup untuk mengeluarkan udara dari wadah.
Proses pengisian dengan tekanan:
Hilangkan udara dalam wadah dengan cara penghampaan atau dengan menambah sedikit
propelan, isikan konsentrat ke dalam wadah, tutup kedap wadah. Isikan propelan melalui
lubang katup dengan cara penekanan,atau propelan da biarkan mengalir di bawah tutup
katup,kemudian katup di tutup (pengisian di bawah tutup).
Pengendalian proses pembuatan biasanya meliputi pemantauan formulasi yang sesuai dan
bobot pengisian propelan serta uji tekanan dan uji kebocoran pada produk akhir aerosol.
Formulasi Aerosol
Formulasi aerosol terdiri dari dua komponen yang esensial :
1. Bahan obat yng terdiri dari zat aktif dan zat tambahan seperti pelarut, anti
oksidant dan surfaktan.
2. Propelan, dapat tungal atau campuran.
Zat tambahan dan propelan tersebut sebelum diformulasikan harus diketahui
betul- betul secara fisik kimianya dan efek yang ditimbulkan terhadap sediaan jadi.
Tergantung tipe aerosol yang dipakai, aetrosol farmasi dapat dibuat sebagai embun halus,
pancaran basah, dan busa stabil.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Aerosol adalah bentuk sediaan yang mengandung satu atau lebih zat aktif dalam
wadah kemas tekan, berisi propelan yang dapat memancarkan isinya, berupa kabut hingga
habis, dapat digunakan untuk obat dalam atau obat luar dengan menggunakan propelan
yang cocok. Sediaan aerosol yang beredar dipasaran dapat berupa sediaan farmasi untuk
pemakaian dalam untuk penanganan gangguan pernafasan atau penyakit astma (misalnya
Meptin inhaler, Berotec inhaler dan Ventolin inhaler) juga untuk pemakaian luar
(misalnya etil klorida spray) dan juga untuk produk kosmetik (misalnya jenis styling foam
untuk penataan rambut). Bentuk sediaan ini dapat dikemas dalam wadah kaleng,
aluminium, kaca maupun plastik.

DAFTAR PUSTAKA

Ditjen POM, (1995), Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan


RI, Jakarta
Ditjen POM, (1995), Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan
RI, Jakarta
Pengetahuan Farmasi : Pengertian Aerosol,
http:// pengetahuan-izzudd.blogspot.com/2011/09/pengertian-aerosol.html
Farmasi Thea : Aerosol,
http://pharmacy-thea.blogspot.com/2011/10/aerosol.html